Chapter 2 :

"Hoek.. hoek."

Cairan putih –agak- kental keluar dari mulut Kai.

Dengan tubuh lemah, Kai mencoba untuk bangkit dari tempat tidur –rumah sakit-. Para dokter dan suster, beserta Kyungsoo memperhatikan setiap gerak-gerik Kai. Dokter segera memriksa tubuh Kai dan memberinya pbat, lalu segera meninggalkan ruangan tersebut.

"Kai, kau tidak apa-apa?"

"Hyung, kau yang membawaku kemari?"

"Kau tidak apa-apa benar, kan?"

"Aishh.. hyung, aku hanya meminum obat pusing. Kenapa sampai membawaku kemari sih?"

Kai mengomel-ngomel tidak jelas, membuat pria disampingnya-Kyungsoo- mengerucutkan bibirnya kesal. Kai masih mencoba untuk berdiri, mencari tmpat pijakan yang kuat untuk kakinya berdiri.

Setelah melihat wajah Kyungsoo yang begitu khawatir, sekarang Kai mengerti apa yang dirasakan oleh hyungnya itu.

"Baiklah, aku minta maaf hyung. Aku salah lagi ya, kan? Aku memang selalu membuat mu susah. Aku tidak berguna kan ya?" Kai lagi-lagi meracau tidak jelas.

Kai merebahkan tubuhnya pada tempat tidur, mencoba untuk memejamkan matanya kembali. Tetapi, kepalanya selalu saja berdenyut nyeri. Sudah lama Kai seperti ini, ia selalu tidak bisa tidur karena pusingnya selalu tak kunjung hilang.

"Hyung, kenapa menangis?" tanya Kai pada Kyungsoo.

"Kau pasti sangat menderita karena orangtua mu membuangmu kan?" kyungsoo bertanya lirih pada Kai. Takut jika namja itu akan tersinggung.

Kai menggerak-gerakkan matanya malas. Kai memejamkan matanya kembali, kali ini ia benar-benar tidak merasa pusing.

"Aku hidup hyung! Lihat, aku masih bisa bernafas sekarang. Aku meminum obat itu untuk menghilangkan pusing di kepalaku ini. Aku hidup untuk mencari tahu, siapa sebenarnya aku!"

"Kai…"

Kai kembali ke apartemennya di kawasan Gangnam. Ia berdiri dibalkon kamarnya. Memandang langit biru yang mulai berubah menjadi langit merah, ia menarik nafas dalam-dalam. Kai benar-benar bingung dengan dirinya, seperti ada yang hilang dalam ingatannya. Apakah benar ia dibuang oleh orangtuanya? Tapi mengapa mereka membuangku. Kai sangat ingin bertemu dengan keluarga kandungnya, Kai merindukannya.

Dan Kyungsoo… memikirkan hyung yang sudah merawatnya selama ini, membuat Kai merasa bersalah.

"Eomma… sebenarnya siapa diriku?"

[Di kehidupan selanjutnya, tidak masalah jika sifatmu buruk. Jangan merasa bersalah karena terlahir sebagai keluarga Vampire yang berkuasa atas segalanya, karena itulah dirimu yang sebenarnya. Kau sungguh berhak atas semua itu. selamat jalan, cintaku..]

Sehun terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia melihat ke sekitar, langit diluar masih gelap, bertanda jika saat ini masih malam.

Air mata terus mengalir dari mata indah Sehun. Ia merasa sangat sedih dan gelisah. Sehun menekan saklar lampu yang berada disampingnya. Dan melihat ke kaca. Air matanya masih terus mengalir.

"Aku? Namja itu aku. Ya.. namja itu adalah aku."

Sejak aku lulus High School, aku tidak pernah memimpikan mimpi itu lagi. Mimpi tentang kisah cinta pasangan itu. semenjak aku menjadi kekasih Kris, aku sudah melupan mimpi itu. tapi, semakin aku melupakannya, mimpi itu semakin datang lagi. Sebenarnya siapa mereka?

Dalam mimpi Sehun, namja yang dicintainya itu meninggal dunia karena berperang. Sehun seperti yang mengalaminya. Sehun tidak pernah merasa sesedih ini saat kehilangan seseorang –yang meninggal dunia-. Tapi, tidak tahu kenapa Sehun merasa sangat sedih sekali setelah mimpi itu, mimpi dimana namja itu meninggalkan dirinya untuk selamanya.

"Kenapa aku sangat mirip dengan namja kekasih pria itu? ah.. itu bukan mirip, itu adalah aku!" memikirkan itu, membuat Sehun menjadi gila.

Namja dalam mimpi Sehun, memiliki wajah yang manis sekali, apalagi jika sedang tersenyum. Sudah dipastikan itu bukan Kris.

Matahari sudah mulai memunculkan dirinya, tak terasa sudah 4 jam Sehun terjaga. Tubuh Sehun benar-benar lelah, matanya merah. Sepertinya ia tidak sanggup untuk berjalan. Sehun ada jadwal ke kampus hari ini, tapi kondisinya tidak memungkinkan untuk pergi. Ia hanya ingin pergi ke rumah hyungnya –Luhan-. Karena menurut Sehun, tempat tinggal Luhan itu sangat nyaman. Tidak seperti tempat tinggalnya yang sungguh berantakan.

Sehun sudah sampai di apartemen Luhan, langsung saja ia memncet bel yang berada di samping kanan pintu masuk tersebut.

"Hyung, ini aku Sehun. Cepat bukakan pintunya." Sehun benar-benar lelah sekarang.

Tidak biasanya Luhan membukakan pintunya lama jika sudah mendengar suara Sehun. Ini sungguh aneh.

"Sehun?"

"Hyung aku tidak kuat, aku lelah."

"Aduh Sehun.. aduh gimana ini." Luhan bergumam gelisah.

"Kau kenapa sih hyung?" tanya Sehun pelan.

Luhan tidak menjawab pertanyaan Sehun, ia langsung mangajak Sehun masuk ke dalam apartemennya.

Ruang tamu itu terlihat banyak sekali botol minuman yang berserakan. Sehun melirik pada Luhan dengan tatapan 'ada apa ini hyung?'

"Kau jangan salah paham ya, kemarin aku berbicara dengan Kris, lalu ia mangajakku minum. Jadi ya… seperti ini." ujar Luhan kikuk.

"Begitu ya hyung? Baguslah."

Luhan menatap Sehun aneh, kenapa reaksi Sehun aneh sekali.

"Oh Sehun?"

"Ya Hyung?"

"Kau aneh sekali hari ini."

"Iya ya, aku memang aneh."

"OH SEHUN!"

"Jangan berteriak begitu hyung, bisa-bisa telingaku sakit nih." Kata Sehun.

Kerasnya suara teriakkan Luhan, membuat Kris terbangun.

"Wu Kris cepat jelaskan pada Sehun! Sehun salah paham padaku. Kita tidak ada apa-apa kan?! Cepat bicara!" Luhan berteriak pada namja itu-Kris-.

Sehun menatap keduanya dengan pandangan tanpa berekspresi. Sehun bahkan tidak menyadi jika Kris ada di rumah Luhan. Menurut Sehun, namja yang berada dimimpinya tadi malam lebih mengejutkan dibanding dengan apa yang terjadi sekarang.

Sehun tidak memikirkan apa-apa sekarang. Bahkan apa yang Luhan dan Kris bicarakan sekarang tidak masuk ke dalam telinganya.

"Sehun.. aku ingin jujur padamu." Ucap Kris.

Mimic wajah Kris berubah menjadi sangat serius. "Semoga ini tidak membuatmu sedih."

Luhan pun ikut serius mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Kris selanjutnya.

Lalu Kris berkata. "Sebenarnya aku menyukai sahabatmu, Luhan."

Luhan yang mendengarnya terkejur setengah mati. Sedangkan Sehun, ia hanya terdiam tanpa ekspresi.

Kali ini permainan pun berakhir.

"Luhan hyung? Apakah itu benar? Aku sungguh tidak percaya." Sehun mulai meracau.

Gara-gara ucapan Kris. Luhan menjadi sangat merasa bersalah pada Sehun. Ia seperti menjadi orang yang sangat jahat pada sahabatnya itu.

Sehun sudah sangat mabuk, tapi ia masih saja menuangkan wiski itu pada gelasnya dan menegukkanya dalam sekali teguk. Namun, Sehun tidak menangis, dan itu adalah hal yang baik baginya.

Sepanjang hari, Luhan semakin merasa bersalah pada Sehun. Ia mendengarkan ucapan-ucapan pahit dari mulut Sehun. Luhan mengerti, karena ia pantas mendapatkannya.

"Hyung aku sedih sekali."

"Kris sangat jahat, awas saja jika aku bertemu dengannya lagi . aku akan memarahinya!" racau Sehun.

Ucapan Sehun dengan apa yang dirasakan hatinya sungguh berbeda. Sehun sudah bertekad tidak akan menemui Kris lagi. Tapi, dengan beraninya ia berbicara seperti itu tadi.

Salah satu unsur dari cinta adalah kesetiaan. Sedangkan kesetiaan juga dibutuhkan dalam persahabatan.

Sehun berusaha mengelak jika yang disukai Kris adalah Luhan. Sebanrnya, Sehun tidak ingin mengingatnya kembali. Tetapi, tetap saja pikiran seperti itu sulit untuk dilupakan. Sehun akut kehilangan semua hal yang biasa ia lakuka dengan Luhan. Aku tidak ingin merasa marah dengan Luhan hyung.

Kai menemui kedua temannya, Baekhyun dan Chanyeol di bar yang sering ia kunjungi. Mereka saling kenal sebelum Kai bertemu dengan Kyungsoo lima tahun yang lalu.

"Kau sering kemari, Kai?" Baekhyun bertanya pada Kai.

"Ya, hanya saat aku sedang merasa penat."

"Wah.. aku tidak menyangka jika seorang Kai menyuki tempat seperti ini. Haha." Baekhyun tersenyum seraya mengedipkan sebelah matanya pada Chanyeol.

Ada satu hal yeng membuat Baekhyun dan Chanyeol terkejut. Saat mengikuti Kai masuk ke bar, yang pertama Kai tuju bukanlah meja yang biasanya digunakan untuk minum, tetapi ia menuju ke arah kanan bar, yaitu ke sebuah kamar.

Mereka baru saja duduk saat pintunya terbuka. Tapi tiba-tiba..

"Kai!"

TBC

Hayo siapa tuh yang manggil Kai.. wkwk

Maaf ya, mungkin dichapter ini mengecewakan L KaiHun nya juga belum muncul. Janji deh, dichapter selanjutnya bakal lebih seru^^

Jangan lupa tetep review ya. Aku juga gk nyangka ternyata ada juga yang minat, gomawo *bow*

Kalau review nya lebih banyak, chapter selanjutnya juga bakal lebih panjang kkk~

Daddykaimommysehun : ini udah dipanjangin dikit.. wkwk thanks ya udah baca. Jangan lupa review terus Xd

Sehunskai : ini udah dilanjut loh..

Kim seo ji : wahh makasih *hug* review lagi ya^^

Auliavp : wah makasih sayang. Ini masih coba-coba loh. Wkwk

: iya, ukenya Sehun^^

Nagisa Kitagawa : iya tentang vampire dan werewolf modern kkk~ udah dilanjut ya^^

Ohiyasehun : makasih, review lagi ya J

MaknaEXO : ini ceritanya mundur. Baca lagi ya kkk

KaiMinHun : hayo tebak, vampirenya siapa wkwk

D. : hayo apa yang terjadi? Xd

Whirlwind27 : udah dilanjut ya^^

Kaaaaaaxooh : sudah dilanjut J