MY VAMPIRE

Genre : Romance, Fantasy

Main Cast : Kim Jongin and Oh Sehun (KaiHun)

Desclaimer : Ini zaman dimana para werewolf dan vampire tinggal di bumi, dan bertingkah seperti manusia.

Terinspirasi dari novel terjemahan korea yang berjudul "Who Are You" dan "Wishing Her to Die". Mungkin bisa jadi ini adalah versi remake.

WARNING! THIS IS YAOI FANFICTION

Chapter sebelumnya :

Walau sikap Sehun memang agak aneh dan sedikit agresif. Tapi, ia tidak peduli. Ia tidak akan melepaskan Kai. Dan yang mengejutkan adalah….

Sehun mencium pipi Kai sekilas, dan berkata

"Mulai hari ini dan selamanya, kau adalah milikku. Milik Oh Sehun!"

Chapter 4

"Yakk.. kau gila? Kenapa kau menciumku bodoh"

Wajah Kai memerah, bukan merah karena ia merona –malu-. Tapi, ia sedang marah. Kai marh, baru kali ini ada yang berani menciumnya tiba-tiba seperti itu. Apalagi ia adalah orang asing.

"Kemarin malam kau datang tiba-tiba tanpa ada yang mengundang, dan menangis seenaknya. Sudah untung kau aku tolong dan diijinkan menginap di kamarku. Lalu kau bilang apa tadi? Aku milik Oh Sehun!? Oh hell.. kau benar-benar sinting ya."

Biasanya Sehun akan merasa sangat sedih jika ada seseorang yang berkata seperti itu padanya. Tapi hebat, kali ini Sehun tetap tersenyum, wajahnya tidak menandakan orang sakit hati.

Kai beranjang dari tempat tidur, ia menarik nafas dalam-dalam. Aku harus menghadapi ini dengan rasa tenang dan santai.

Kai tak habis pikir, sebenarnya siapa namja ini? Dia bilang jika ia mengincarku? Jjika sudah lama, berarti sudah lama juga Sehun mengikutinya. Tapi, Kai tidak pernah meliat Sehun sama sekali. Ia baru bertemu dengan Sehun kemarin malam. Masalah ini membuat Kai sangat sangat penasaran pada sosok Oh Sehun.

Kai kembali duduk di kasur. Ia menyilangkan kakinya, dan menatap namja yang berada di depannya ini –Oh Sehun-. Kai memperhatikan wajah Sehun dari mata, hidung, pipi hingga bibir sexy Sehun. Ia berpikir, jika Sehun bukan manusia. Mungkin saya ia seorang bidadari versi pria. Membayangkan itu, membuat Kai tersenyum.

"Jadi, semalam kau mimpi apa?" Kai bertanya.

"Aku bermimpi menjadi kekasih Kai." Sehun tersenyum.

"Heh.. kau gila ya."

"Aku juga bingung."

Sehun senyum-senyum sendiri sembari mmemerhatikan wajah Kai. Entah kenapa, ia merasa sangat senang sekali.

Sehun tiba-tiba merasa mual dan pusing, mungkin kerena efek mabuk semalam. Ia memutuskan untuk kembali tidur di kasur milik Kai itu. Kai berusaha mnenarik tubuh Sehun, namun Sehun mengelak dan tetap berhasil tidur. Tidak lama, Sehun akhirnya kembali ke alam mimpi.

"Kau sudah tidur? Heyy Oh Sehun!? Awas saja jika nanti kau sudah bangun."

Sehun yang belum benar-benar tertidur ternyata mendengar ancaman Kai. Sehun yang ketakutan langsung terduduk di depan Kai. Kai melihat Sehun seperti barang yang haris dijaga dengan baik. Kai jadi tidak ingin melepaskannya begitu saja. Ia juga sudah lama tidak merasa nyaman seperti ini. Kai merasa Sehun sangat manis jika sedang tersenyum. Oh tidak, apa yang kau pikirkan Kai.

Beberapa tahun yang lalu, setelah kakaknya –bukan kandung- meninggal, Kai hidup sendiri. Suho –kakak Kai- bilang jika ia menemukan Kai dihutan pada waktu hujan. Saat itu Kai masih berumur 7 tahun. Seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Ia diasuh oleh Suho sampai ia berumur 17 tahun. Suho meninggal karena ada seseorang yang membunuhnya. Sejak saat itu, Kai bertekad akan mencari orang yang membunuh kakaknya. Ia akan membalaskan dendam demi Suho. Maka dari itu, Kai sama sekali tidak berpikir tentang cinta. Yang ia pikirkan hanyalah, membalaskan dendam dan mencari tahu jati dirinya yang sebenarnya.

"Aku tidak begitu tertarik pada yang namanya cinta." Kai berbicara pada dirinya sendiri.

Saat Kai sedang memikirkan masa lalunya, mendadak Kyungsoo datang. "Kenapa pintunya tidak dikunci? Kau sedang apa, Kai?"

Kyungsoo terkejut melihat orang asing berada dikamar Kai. Wajah Kyungsoo langsung berubah menjadi sangat pucat. "Kai, siapa dia?"

"Kai! Siapa dia?" Kyungsoo terus memaksa Kai.

"Dia namja kenalanku, hyung."

"Apa? Namja kenalanmu kau bilang?"

"Iya.. memangnya kenapa sih."

Seluruh tubuh Kyungsoo bergetar dan kaku sampai sulit untuk digerakkan. Kesabarannya hilang, Kyungsoo sangat merasa marah.

Perlahan Kyungsoo berjalan ke tempat tidur untuk melihat seperti apa namja itu. dengan rasa marah, Kyungsoo menarik paksa tangan Sehun.

"Bangun kau!" teriak Kyungsoo dengan nada bergetar.

"Cepat bangun!"

Kai kaget melihat betapa marahnya Kyungsoo. Ia bingung, kenapa Kyungsoo bisa semarah itu hanya gara-gara orang asing –seperti Sehun-.

Sehun bangun dengan perlahan. Ia benar-benar masih mengantuk.

"Heh, siapa kau?" tanya Kyungsoo dengan garang.

"Aku Oh Sehun.."

"Aku tidak peduli siapa namamu. Cepat bangun dan pergi!"

"Aku masih mengantuk."

Kyungsoo semakin marah mendengar jawaban asal namja itu. Kyungsoo menarik tangan Sehun dengan seluruh tenaganya. Sehun sangat mengantuk, ia tidak dapat menahan tubuhnya saat ditarik Kyungsoo, jadi Sehun ikut terseret. Kyungsoo mendorong Sehun dengan cukup kencang, hingga Sehun terjatuh ke lantai.

Kai sangat kesal dengan tingkah hyungnya itu. Tapi, entah kenapa ia seperti boneka dalam permainan kali ini. Sehun bangkit, lalu berjalan ke tempat tidur kembali. Melihat itu, Kyungsoo tidak bisa menahan kemarahannya lagi dan menampar pipi kanan Sehun.

"Yak.. kenapa menamparku huh?"

"Cepat keluar!"

"Aku tidak mau."

"KELUAR!"

"Apa ini apartemen mu hah?"

"Cerewet.. Aku bilang keluar ya keluar!"

"Aku tidak mauuuuu.. kau siapa sih menyuruh-nyuruh ku!?" Sehun balas berteriak.

Walau tamparan dipipinya sangat terasa sakit, tapi tettap saja Sehun tidak ingin mengalah pada Kyungsoo.

"Hyung, ada apa denganmu?" akhirnya Kai bisa berbicara.

Yang Kai tahu, Kyungsoo adalah sosok yang baik dan sangat lemah lembut. Namun, apa yang terjadi saat ini seperti bukan seorang Do Kyungsoo.

"Ada hal penting yang ingin kubicarakan padamu, Kai. Cepat suruh namja itu pergi." kata Kyungsoo.

Kai berpikir, jika tidak ada yang mengalah disini, suasana pasti akan semakin memanas. Jadi, dengan perlahan Kai menarik Sehun keluar.

"Kita cukup sampai disini. Sekarang kau pergilah.."

Mendengar kata itu, Sehun menurut lalu segera pergi. Sehun tak sanggup untuk berkata-kata. Ia sungguh merasa kesal, lalu tak lama air matanya mengalir. Hati Sehun benar-benar terluka. Walau hanya dimimpi, tapi Sehun selalu bertemu dengan namja itu. Makannya, Sehun sangat merasa senang saat bisa melihat dan bertemu dengannya. Sehun sangat ingin bisa menghabisnkan waktunya bersama namja itu. ia ingin mencari lebih tahu, apa maksud mimpinya. Dalam mimpinya, Sehun melihat betapa menderitanya namja itu. Walau hanya mimpi atau hanya sebuah fantasi belaka –menurut orang-, tapi bagi Sehun itu seperti nyata.

"Kai.. kau tidak bisa bersikap gini padaku!"

Jika dibandingkan dengan perasaan saat Kris berkata menyukai Luhan itu tidak seberapa, peristiwa kali ini Sehun merasa lebih menderita.

"Hey Oh Sehun kenapa kau seperti ini? Memangnya siapa Kai? Sampai-sampai aku menangis seperti ini karenanya. Heh.. Oh Sehun sadarlah kau. Ehhh.. tapi tunggu, saat berada didekat Kai, aku bisa mencium aura yang aneh. Seperti aku mencium itu pada tubuh Kris.. aaa, mungkin karena aku mabuk. Iya, karena aku mabuk." Sehun berkata pada dirinya sendiri.

Sehun menderita bukan karena namja asing itu. ia hanya merasa sedih, karena Kai tidak mengenalnya.

"Kenapa ia tidak mengenaliku?"

ooo

Another side

Keadaan di desa ini sungguh ramai. Semua warga desa berkumpul di lepangan yang tidak bisa dibilang besar ini. Wajah mereka terlihat sangat terlihat ketakutan.

"Oh Yang Mulia.. apa yang harus kita lakukan? Bulan purnama akan segera datang. Jika kita tetap tidak bisa menemukan tubuh Pangeran Kim…" ucapan pemuda itu terpotong.

"Berhenti Lay, aku tahu perasaan kalian. Sungguh sulit untuk bisa menemukan keponakkan ku. Kami sudah mencarinya bersama-sama selama setengah abad, tapi tetap tidak ada hasil apapun. Aku merasa jika bangsa vampire akan benar-benar musnah." Ucap Jongdae.

"Tapi alfa, kau tidak bisa menyerah seperti ini. Bangsa vampire adalah bangsa yang sangat kuat sejak lama. Apa kita akan kalah hanya dengan satu orang saja?" ujar pemuda disamping Lay –Minseok-.

Sang Alfa hanya bisa tersenyum pahit. Matanya berubah menjadi merah, ia merasa marah.

"Aku tidak akan mengalah. Kerahkan seluruh pasukan untuk tetap mencari keponakkanku!"

Bangsa vampire diambang bahaya..

ooo

Kekacauan yang terjadi tadi pagi, membuat Kai tidak betah berada diapartemennya. Kai berjalan ke arah kanan apartemennya untuk menuruni tangga. Ia lebih menyukai menggunakan tangga daripada naik lift. Itung-itung olahraga.

Baru saja Kai melangkahkan kakinya pada anak tangga yang pertama, tiba-tiba langkahnya terhenti. Kai melihat seseorang duduk membelakanginya di anak tangga ke tiga. Punggung itu serasa tidak asing bagi Kai. Oh itu tidak mungkin.

"Benarlah itu dia?"

Orang itu adalah Oh Sehun. Kai menuruni anak tangga itu lagi, lalu duduk disamping Sehun. Wajah Sehun sangat pucat dan terlihat kusut. Kedua matanya terlihat sembab. Sehun menatap Kai dengan pandangan benci dan kesal bahkan marah. Kai hanya bisa mengekspresikan rasa menyesalnya.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini suara Sehun tersengar tajam. Sehun berkata pada Kai, "Apa tadi kau bilang? Kau mengusirku? Kau menyesal hah? Apa sekarang kau merasa bersalah padaku? Awas saja aku akan terus mengawasimu. Karena aku mempunyai insting yang kuat seperti serigala!"

Kai mendengarkan omelan Sehun sembari memerhatikan tubuh Sehun yang bergetar. Kai merasa ingin tertawa sekarang. Tapi, ia menahannya.

ooo

Saat ini Sehun sangat merasa terpuruk, keadaannya sungguh kacau. Ia merasa seperti tidak mempunyai tujuan yang pasti. Tapi, ada satu hal yang sungguh jelas bagi Sehun, pertemuannya dengan Kai adalah memang sebuah takdir. Sehun jadi ingin bertemu dengan Luhan. Ia merasa bersalah karena sudah ragu pada hyungnya itu. Selama ini Luhan selalu menemani Sehun, begitu pula sebaliknya. Ia ingin menceritakan semuanya pada Luhan.

ooo

Luhan tersenyum melihat Sehun yang seperti dulu lagi, penuh ceria dan semangat. "Kemarin kau kemana?"

"Ke rumah pangeran dong.."

"Apa?"

"Hyung, aku bertemu dengan pangeranku.."

"Aku mohon, aku tahu kau masih sakit hati. Tapi, berhenti bersikap konyol seperti ini Oh Sehun. Kau membuat aku semakin merasa sedih." pinta Luhan.

"Luhan hyung, kau percaya dengan ramalan kan?"

"Jangan-jangan kau ke peramal?" tanya Luhan kaget.

Sehun sudah tidak tahan ingin menceriakan semuanya pada Luhan. Saking semangatnya, Sehun sampai mengeluarkan kuping serigalanya. Benar-benar imut.

"Kau kenapa? Tidak biasanya kau berubah seperti ini." tanya Luhan aneh.

"Hyung, aku ingin cerita.."

Setelah itu, Sehun langsung menceritakan semuanya dengan wajah yang berseri-seri.

"Jadi maksudmu, namja yang ada dimimpimu itu adalah namja yang berada ditandu waktu itu?" tanya Luhan.

"Iya hyung.."

"Suara yang aku dengar waktu itu 'Jangan hanya menjalani cinta yang menyedihkan' itu suara dia? Aaah.. makannya kau terlihat sangat bingung?" tebak Luhan semangat.

"Iya! Iya kau benar hyung." Jawab Sehun.

Sebenarnya Luhan sangat sulit untuk mempercayai adiknya ini. Tapi, Sehun bukanlah tipe orang yang suka berbohong. Sehun itu seperti anak-anak, ia sangat polos. Wajahnya sangat berseri-seri dan penuh rasa semangat.

"Apa kau mengenal namja itu Sehun-ah?"

"Tidak, aku tidak mengenalnya hyung. Dia juga tidak mengenalku." Sehun menjawab dengan ekspresi yang sangat polos.

"Berarti, namja itu tidak mengalami mimpi sepertimu ya?"

"Kayanya iya.."

"Sehun, bisa saja kau dan namja itu saling mencintai dikehidupan sebelumnya kan?"

"A-aah?' Sehun kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Luhan.

"Coba kau pikirkan, didalam mimpimu, pasangan itu saling mencintai'kan?"

"Iya, tapi orang itu sudah meninggal hyuuung.."

"Apa?" Luhan terlihat terkejut.

Sehun sangat sedih mengingat betapa menderitanya orang itu. Hanya mengingat mimpi itu saja sudah mampu membuat seorang Oh Sehun ingin menangis. Hatinya sungguh sakit. Dan akhirnya Sehun kembali menangis.

"Walau begitu.." ucap Sehun setelah menghentikan tangisannya.

"Apa?" tanya Luhan.

Sehun tiba-tiba merasa semangat kembali. Namja manis itu melanjutkan ucapannya, "Walaupun Kai tidak mengenali diriku, tetapi aku akan tetap berada disisinya sampai kapan pun."

"Wah.. bagus juga!"

"Aku tidak peduli ada atau tidak adanya hubungan dengan kehidupan sebelumnya, aku harus tetap bersemangat." Sehun mengeluarkan taring dan ekornya. Ekornya bergerak pelan mengikuti gerakan tubuh Sehun yang penuh semangat.

"Wahh.. kau sangat bersemangat sampai kau berubah menjadi serigala. Hahaha.." Luhan senang melihat Sehun yang seperti ini.

"Luhan Hyung!" tiba-tiba Sehun berteriak kencang.

"Apa sih, mengagetkanku saja."

"Hyung.. aku merasa sangat menyukai Kai. Aaa.. aku suka sekali padanya!"

"Itu bagus, kau harus mendapatkannya."

"Ini kah namanya cinta pada pandangan pertama? Yang seperti dibicarakan para manusia itu? hihihi.. Kai-ku! Kai-ku! Cintaku Kai!"

Melihat Sehun bersemangat, membuat Luhan merasa lega. Rasa gelisah memikirkan Sehun pun jadi hilang.

"Tapi, hyung.."

Luhan menatap Sehun seakan-akan berkata, 'kenapa lagi?'

"Aku seperti mencium aura vampire pada tubuhnya. Tapi, itu sedikit berbeda dengan yang aku cium ditubuh Kris."

Mendengar pernyataan Sehun, Luhan sangat terkejut. Ia membulatkan matanya lucu. Ini sungguh sangat aneh. Bukankah..

ooo

TBC

Yaaaa.. chapter 4 udah diupdate ^^

Gimana menurut kalian dichapter ini? Maaf kalau mengecewakan dan gk dapet feelnya ToT

Makasih banyak yang udah mau review. Maaf gk bisa panjang-panjang.

Review kalian membuat aku semangat buat ngelanjutin ^^

Tapi, kalau semakin sedikit yang baca, kayanya bakal aku Discontinued deh..

Oh iya, rencanya aku mau bikin ff twoshoot buat sampingan, remake dari film Thailand "My Bromance" ada yang mau?