MY VAMPIRE
Genre : Romance, Fantasy
Main Cast : Kim Jongin and Oh Sehun (KaiHun)
Desclaimer : Ini zaman dimana para werewolf dan vampire tinggal di bumi, dan bertingkah seperti manusia.
Terinspirasi dari novel terjemahan korea yang berjudul "Who Are You" dan "Wishing Her to Die". Mungkin bisa jadi ini adalah versi remake.
WARNING! THIS IS YAOI FANFICTION
Chapter sebelumnya :
"Ini kah namanya cinta pada pandangan pertama? Yang seperti dibicarakan para manusia itu? hihihi.. Kai-ku! Kai-ku! Cintaku Kai!"
Melihat Sehun bersemangat, membuat Luhan merasa lega. Rasa gelisah memikirkan Sehun pun jadi hilang.
"Tapi, hyung.."
Luhan menatap Sehun seakan-akan berkata, 'kenapa lagi?'
"Aku seperti mencium aura vampire pada tubuhnya. Tapi, itu sedikit berbeda dengan yang aku cium ditubuh Kris."
Mendengar pernyataan Sehun, Luhan sangat terkejut. Ia membulatkan matanya lucu. Ini sungguh sangat aneh. Bukankah..
Chapter 5 :
Sehun naik ke lantai 20.
Dengan langkah yang pelan, akhirnya Sehun sampai di depan pintu yang ia tuju. Lalu, dengan perlahan ia memncet bel yang berada disamping pintu itu. Beberapa kali Sehun memncet bel, tetapi tidak ada jawaban dari sang pemilik apartemen itu. Mungkin aku terlalu pagi datangnya, tapi kan ini sudah jam 7.
Selama menungu, Sehun memikirkan Kai. Kai terlihat lebih tua beberapa bulan darinya, dengan umur yang masih sangat muda, Kai sudah memiliki apartemen yang mewah seperti ini.
Cklek.
"Hyung, kenapa datang pagi sekali."
Kai pikir yang datang adalah Kyungsoo.
Kai keluar hanya dengan menggunakan boxer pendek berwarna hitam, menyuguhkan pemandangan indah buat Sehun.
"Wahh.. kau sexy juga ya ternyata." kata Sehun dengan penuh keceriaan.
Kai terkejut, ia langsung menutup pintu kembali.
"Heh jangan terburu-buru begitu, tenang saja Hyung bisa menunggumu kok." Sehun mencoba mengerjai Kai.
Sehun mencoba untuk menahan tawanya, jika ia menceritakan ini pada Luhan, pasti hyungnya itu akan memarahinya.
Pintu kembali terbuka.
"Jangan begitu serius ah.. kau menyeramkan." Sehun mengerjai Kai lagi.
Kai sudah merasa kesal dan marah karena Sehun mengganggu waktu tidurnya. Namja itu berkata, "Kenapa dating pagi-pagi seperti ini hah? Kau tidak tidur?"
"Aku tidak bisa tidur karena ada hal yang mengganggu dipikiranku."
"Aku tidak peduli, itu sih masalahmu. Aku lelah, jangan menggangguku." ucap Kai tak peduli.
"Kai lelah kenapa?"
"Aku mabuk semalaman."
"Sama siapa?" Sehun terus saja bertanya pada Kai, membuat pria didepannya ini merasa sangat kesal.
"Temanku lah.. kau cerewet sekali sih."
Sehun berharap kesadaran Kai belum kembali, jadi dengan begitu Kai mengijinkannya untuk masuk kedalam. Sehun memperhatikan wajah Kai, Sehun bisa melihat jika namja ini benar-benar merasa lelah.
"Memangnya kau mau apa datang kemari Oh Sehun?"
"Emm.."
"Kalau tidak ada, lebih baik kau pergi sana."
"Kau tidur saja, aku akn duduk di sofa lalu melihat-lihat apartemen mu.." ujar Sehun.
Jika Kai menolaknya, pembicaraan ini tak akan pernah selesai, jadi lebih baik ia menuruti permintaan namja cantik ini.
"Terserah kau saja.." namja itu langsung melanjutkan kegiatan tidurnya.
ooo
Terdengar riuh suara di desa yang bisa dibilang desa para vampire. Terlihat semua orang berkumpul disuatu titik, seperti ada yang terjadi. Ada yang menangis, bahkan menangis histeris.
Kai penasaran apa yang terjai sebenarnya. Ia tak yakin posisinya sekarang sebagai vampire seperti mereka atau hanya seoarang penonton.
"Ini pertanda buruk untuk bangsa kami, alfa." seseorang disamping namja itu berbicara.
"Black Shadow tidak akan ku maafkan kau!"
Aku ada dimana? Kenapa mereka seperti tidak melihatku disini.
Mimpi yang aneh. Saat mata Kai terbuka, keringat dingin bercucuran dari tubuhnya. Ia melihat ke arah sofa. Kai baru ingat, Sehun sedang berkunjung ke rumahnya. Sehun sedang tidur di sofa. Kai beranjak dari kasurnya, lalu berjalan mendekati sofa yang Sehun tiduri. Kai terkejut melihat Sehun berkeringat juga seperti dirinya.
Sebenarnya ada apa ini?
Jantung Kai berdetak dengan sangat cepat. Rasanya seperti ingin copot saja.
Kai merasa jika ada sesuatu di apartemennya, sepertinya ia harus pindah apartemen. Tiba-tiba Kai melihat Sehun menangis. Kai ingin sekali memeluk Sehun untuk menenangkannya.
Jangan menangis ku mohon. Kenapa kau sering sekali manangis Oh Sehun?
Kai merangkul pundak Sehun, dan menyebabkan Sehun terbangun dari tidur –tidak nyenyaknya-.
"Ah.. kenapa udaranya panas sekali." kata Sehun.
"Kau kan kaya, kenapa disini panas sekali. Pantas saja kau tidur hanya menggunakan boxer mu itu. ck."
Sehun bersikap biasa, seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
"Dasar tidak malu ya.." ujar Kai.
"Apa kau bilang hah?"
"Kau tadi menangis lagi bodoh."
"Ah begitu ya.. kan aku sudah bilang waktu itu. Apa kau lupa….."
"Sudah sana kau pergi! Kau mengganggu ku tahu." Kai memotong perkataan Sehun.
Sehun mengerucutkan bibirnya lucu, lalu ia beranjak pergi dari tempat itu.
"Baiklah, nanti juga masih banyak waktu kok. Kalau begitu aku pergi dulu ya!"
Sehun berpikir jika ia harus pergi sekarang. Ia mersa sangat bingung dengan apa yang terjadi padanya. Ia butuh ketenangan sekarang.
ooo
Sudah lama Kai tidak berjalan kaki. Ia jarang sekali pergi keluar rumah untuk sekedar berjalan-jalan. Saat ini, Kai berjalan dan terus berjalan. Ia seperti orang yang baru pertama kali ke bumi saja. Ia merasa asing melihat ke sekelilingnya. Akhir-akhir ini pikirannya terasa kosong, ia memilih untuk tidak memikirkan apapun sekarang. Ia masih berusaha untuk meredam rasa dendam pada orang yang membunuh kakaknya -Suho-. Kai memutuskan untuk pergi kr bar tempat Kyungsoo itu bersama tamannya –Chanyeol-.
"Kau sudah datang."
"Ya, aku bosan di rumah sendiri." ujar Kai.
"Eh, bagaimana dengan namja asing itu?" tanya Chanyeol.
"Siapa maksudmu?"
"Namja yang waktu itu mabuk di hotel mu, Kai."
"Ahh.."
Mengingat kelakukan aneh Sehun membuat senyum Kai mengembang diwajahnya.
"Apa kau mengenalnya Kai?" Chanyeol terus bertanya pada Kai.
Kai bingung harus menjawab apa pada Chanyeol. Biasanya Kai akan menceritakan semuanya, tapi sekarang ia merasa malas untuk diceritakan.
Aneh. Kai seperti terhipnotis.
"Mau pesan wine?" Kai menawarkan.
Chanyeol menganggukkan kepalanya, tanda setuju.
Chanyeol masih penasaran dengan sosok namja asing itu. cahnyeol sendiri jarang sekali melihat Kai berhubungan dengan orang lain, selain sahabat dan Kyungsoo. Ia merasa jika pertemuan Kai dengan namja asing itu bukan hanya kebetulan belaka saja.
"Kau membuat namja itu menangis ya? Kau menyakitinya?" chanyeol sengaja mengungkit masalah tentang namja asing itu lagi, ia masih penasaran bagaimana perasaan Kai. Kai hanya diam dan terus meminum wine nya, tanpa ada niat untuk menjawab pertanyan Chanyeol.
Kai adalah tipe pendengar yang sangat baik, ia akan mendengarkan semua curahan temannya. Akan tetapi, jika sudah membicarakan dirinya, ia serasa sulit sekali untuk menjawabnya.
"Dia menangis lagi." Kai berkata pada Chanyeol.
"Hah kenapa?"
Kai masih ingat saat Sehun duduk di sofa apartemennya. Sebenarnya Kai tahu jika Sehun sedang menangis saat itu. Semenjak bertemu dengan Sehun, ia merasa ada yang aneh pada dirinya, termasuk dengan mimpi tadi.
Kai merasa aneh saja, ada ya orang yang beru pertama kali bertemu langsung menangis lalu mencurahkan isi hatinya begitu saja. Kai selalu berusaha mengingat apakah ia pernah bertemu dengan Sehun sebelumnya, tapi percuma saja. Akan tetapi, pikiran mengenai Oh Sehun selalu saja menghantui pikiranya.
Mungkinkah aku tertarik padanya? Ah, itu tidak mungkin terjadi.
Kai menganggap jika itu hanya perasaan penasaran untuk sesaat saja.
"Hei, sepertinya aku sakit." ujar Kai.
"Saki tapa?"
"Aku merasa otak ku seperti kosong, aku tidak bisa mengingat lebih banyak lagi."
"Mungkin kerena kau sering mabuk." jawab Chanyeol dengan santai.
Kai merasa bingung, ia sangat penasaran dengan namja itu. Sayangnya ia hanya tahu namanya Oh Sehun. Ah.. memikirkan ini membuatku haus, aku ingin darah. Eh..
Kai keluar dari bar, ia menuju tempat dimana ia pernah bertemu dengan namja itu. kai berharap, ia bisa bertemu dengannya lagi.
Kyungsoo merasa sangat senang bisa bertemu Kai disini.
"Wahh Kai, kau datang. Kau sudah makan belum?" tanya Kyungsoo.
"Aku ingin menghitung pengeluaran bar dulu ya, nanti kita mengobrol lagi." Kyungsoo terlihat sangat semangat sekali.
Bisnis bar Kyungsoo sangat besar, ia sudah membuka cabang ampai ke luar negeri.
Kai tidak menyadari jika Kyungsoo diam-diam memperhatikan Kai sambil menghitung pengeluaran barnya. Tatapan pada Kai hanya tertuju pada pintu masuk.
Sehun, Oh Sehun. Datanglah Oh Sehun..
Kai menopang dagunya di meja sambil terus mengamati pintu masuk.
ooo
Sudah tiga hari berlalu, tetapi Kai masih tetap belum melihat tanda-tanda kedatangan Sehun. Sebenarnya Kai tidak tahu, apakah Sehun sering datang ke bar atau tidak. Namun, bar ini pernah Sehun datangi, jadi ada kemungkinan ia akan kemari lagi. Seharian Kai selalu menghabiskan waktu di bar, hanya untuk menunggu Sehunnya datang. Eh tunggu, Sehunnya?
Semangat Kai semakin hari semakin menurun. Ia juga sering merasa haus, walau sudah memium banyak minuman, tetap saja ia tetap merasa haus. Aku butuh darah.
"Kesabaran orang kan ada batasnya!"
Kai merasa sangat marah, ia memukul meja dengan cukup keras. Kyungsoo yang sedari tadi memerhatikan Kai pun terkejut melihantnya. Kyungsoo peasaran Kai selalu menghabiskan waktunya di bar dan selalu melihat ke arah pintu masuk. Sebenarnya siapa yang Kai tunggu?
"Ayo hubungi aku dooongg.. arghhh!" tiba-tiba Kai berteriak.
Ya. Kai menunggu Sehun. Ia menunggu namja berkulit pucat itu.
Ia sangat merindukannya.
["Pangeran Kim.. jangan pernah berharap bisa mengambil jiwa mu kembali."]
TBC
Kyaaa.. mianhae baru bisa post *bow*
Beberapa hari ini lagi males buat ngetik. Maaf ya, semakin kesini semakin gk rame ceritanya. Maaf juga gk bikin ngefeel ToT maaf juga kalau alurnya kecepetan, Karena emang gini ceritanya.
Ayo terus semangatin saya ya.. kkk~ review kalian sangat membantu. Aku sering bacaan review kalian terus. Maaf gk bisa panjang-panjang ya. Mohon pengertiannya.
Apa ceritanya aku berhentiin aja ya?
