MY VAMPIRE

Genre : Romance, Fantasy

Main Cast : Kim Jongin and Oh Sehun (KaiHun)

Desclaimer : Ini zaman dimana para werewolf dan vampire tinggal di bumi, dan bertingkah seperti manusia.

Terinspirasi dari novel terjemahan korea yang berjudul "Who Are You" dan "Wishing Her to Die". Mungkin bisa jadi ini adalah versi remake.

WARNING! THIS IS YAOI FANFICTION

Chapter sebelumnya :

Semangat Kai semakin hari semakin menurun. Ia juga sering merasa haus, walau sudah memium banyak minuman, tetap saja ia tetap merasa haus. Aku butuh darah.

"Kesabaran orang kan ada batasnya!"

Kai merasa sangat marah, ia memukul meja dengan cukup keras. Kyungsoo yang sedari tadi memerhatikan Kai pun terkejut melihantnya. Kyungsoo peasaran Kai selalu menghabiskan waktunya di bar dan selalu melihat ke arah pintu masuk. Sebenarnya siapa yang Kai tunggu?

"Ayo hubungi aku dooongg.. arghhh!" tiba-tiba Kai berteriak.

Ya. Kai menunggu Sehun. Ia menunggu namja berkulit pucat itu.

Ia sangat merindukannya.

["Pangeran Kim.. jangan pernah berharap bisa mengambil jiwa mu kembali."]

Chapter 6 :

Satu hari lagi terlah berlalu, sekarang genap sudah empat hari Kai menunggu Sehun. Kyungsoo sangat berharap Kai cukup sampai hari ini saja menunggu namja itu. Kyungsoo terus saja memperhatikan Kai. Saat ini sudah pukul tujuh malam, yang mana para pengunjung mulai berdatangan. Kai berharap, jika salah satu dari pengunjung yang datang hari ini adalah Oh Sehun.

"Sebenarnya siapa yang kau tunggu sih, Kai?" Kyungsoo yang penasaran menggebrak meja dengan wajah yang kesal.

Tiba-tiba Kai bangkit dari tempat duduknya sekarang.

"Hyung minggir ishh.." Dengan halus dan pelan Kai mendorong Kyungsoo kerena hyungnya itu menghalangi arah pandang mata Kai. Kyungsoo sangat kesal karena Kai melakukan itu padanya, tapi Kyungsoo pun tetap berbaik badan untuk melihat sebenarnya siapa yang Kai tunggu.

"Hari ini hyung yang traktir ya.. ayolah Luhan Hyung?"

Namja itu.

Benar, ia adalah namja manis itu.

Namja yang tidak tahu malu itu.

Namja itu Oh Sehun.

Kai segera berdiri, namun dengan cepat Kyungsoo menahan tangan Kai.

"Kai…"

Perkataan Kyungsoo diabaikan oleh Kai. "Aku sangat sibuk, hyung."

Baru pertama kali Kai memperlakukan Kyungsoo seperti itu, dan itu membuat Kyungsoo sangat marah.

Mata Kai berubah. Sudah lama ia menunggu Sehun. Jika dipikirkan kembali, kelakuan Kai itu sangat menggelikan. Tapi, apa boleh buat.

Kai terus merasa aneh. Beberapa hari lalu ia merasa terpesona oleh Sehun. Dan akhirnya, namja itu berdiri didepannya.

"Hei! Kau!"

Sehun mengulurkan tangannya pada Kai, lalu berkata, "Sudah cukup lama…"

Belum selesai Sehun berbicara, namun Kai sudah menarik pergelangan tangannya. Sehun berusaha untuk melepaskannya, namun ridak bisa. Tenaga Kai terlalu besar.

"Cepat ikut aku."

Dengan cukup kasar Kai menarik Sehun. Kai membawanya pergi keluar bar.

Luhan melihat itu dan menduga jika orang yang membawa Sehun adalah Kai yang sering diceritakan oleh Sehun.

"Hei tanganku sakit tauuu!" teriak Sehun.

Pergelangan Sehun terasa sangat sakit dan perih, terlihat bercak merah pada kulit pucatnya. Teriakkan Sehu tidak Kai hiraukan, Kai tetap berjalan menarik Sehun. Sehun sangat bingung, sebenarnya ada apa dengan Kai, kenapa ia bersikap kasar seperti ini padanya.

Kai tiba-tiba berhenti, sekarang Kai melepaskan tangan Sehun.

"Sakit tauu.. huhuhu. Kau kenapa sih?"

Kai menatap tajam mata Sehun. "Kenapa katamu hah?"

Saat menatap mata Sehun, ada yang aneh pada diri Kai. Ia serasa sangat pusing. Aku tidak bisa menahannya, bau ini..

Sebenarnya siapa Oh Sehun?

Kai merasa marah dengan situasi yang dialaminya sekarang. Namja yang baru dikenalnya, namja yang baru pertama kali dilihatnya, tapi mampu membuat perasaan seorang Kai menjadi sangat berantakan.

Kai memegang bahu Sehun.

"Kenapa kau selalu menangis jika melihatku?!" Kai berucap dengan nada penuh rasa marah.

Sehun sangat bingung dengan Kai sekarang.

"Siapa kau hah? Yang tiba-tiba muncul di depanku? Aku baru pertama kali melihatmu, kenapa kau selalu menangis melihatku? Aku tidak mengenalmu, kau hanyalah namja yang sangat tidak tahu malu yang seenaknya masuk ke dalam kamar orang lain. Kau diajarkan sopan santun tidak hah?!"

Entah kenapa Kai mengeluarkan perkataan kasar seperti itu. Aku tidak ingin melakukannya. Kai menatap mata Sehun, ia sungguh merasa menyesal.

"Tidak kenal aku juga tidak apa-apa. Tapi bisakah kau berkata dengan lebih lembut? Hatiku sakit sekali."

Sehun menutup wajah dengan kedua tangannya, bahunya bergetar. Membuat Kai sangat menyesal melihatnya. Akan tetapi, Kai adalah tipe orang yang sangat sulit untuk meminta maaf.

"Sudah selesai menangisnya?" tanya Kai.

Sehun mengusap air matanya, lalu mengangguk dengan lucu.

"Ma… ah, kenapa kau selalu menangis jika melihatku?"Kai sangat ingin meminta maaf, tapi kenapa sangat sulit untuk mengucapkannya.

"Jadi, kau menarikku kemari hanya untuk bertanya itu saja?"

"Tanya apa?" jawab Kai.

"Itu nanya kenapa aku selalu menangis jika melihatmu."

"Ya.. lalu…."

"Ada lagi?" tanya Sehun.

Kai menggaruk-garuk kepalanya dengan canggun. Ia sangat malu mengucapkannya.

"Tapi, kau jangan salah paham ok?" ujar Kai.

"Iya.."

"Kau menyukaiku, kan?" kata Kai.

"Iya, aku suka padamu.." jawab Sehun santai.

"Yang namanya menyukai seseorang itu berarti selalu teringat pada orang itu, selalu mengkhawatirkan orang itu, ya kan?" tanya Kai pada Sehun.

"Iya." jawab Sehun singkat.

"Kata-katamu memusingkan, Kai. Jika ada dua orang yang ingin melakukan segala sesuatunya bersama, bukankah itu disebut dengan cinta?" ujar namja manis itu.

"Ah.. ci-cinta?" Kai tergagap.

Sehun mengganggukkan kepalanya.

Seketika wajah Kai memerah. "Aku pergi."

"Yakk.. kok pergi?" Sehun tidak terima ia ditinggal begitu saja.

Kai melangkah dengan gontai. Untuk menjawab ucapan Sehun saja ia tak sanggup.

"Kai! Kaii! Masa sudah lama tidak bertemu, kau malah pergi secepat ini sih?"

Kai tadinya terlihat lesu, tiba-tiba membalikkan badannya dengan semangat. Kai mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya lalu menyerahkannya pada genggaman tangan Sehun. Sehun jadi bingung.

"Aku sangat benci dengan namanya penasaran, jadi kau sungguh menyukaiku?" tanya Kai.

"Jika dibandingkan dengan Kris, aku lebih menyukaimu." jawab Sehun.

"Siapa Kris?"

"Mantan pacarku."

"Heh, dasar pembohnog ya kau. Kau mau mempermainkan aku hah?"

"Apa maksudmu?"

"Kau bilang sudah lama menyukaiku. Terus bagaimana dengan mantan pacarmu tadi hah?"

"Ah itu.. aku juga baru tahu jika kau itu nyata."

Sehun sangat bingung menjelaskannya pada Kai. Kalau dengan Luhan, ia akan menceritakannya dengan rinci. Tetapi, jika ia menceritakannya pada Kai mengenai mempi itu, mustahil Kai akan mempercayainya. Bisa-bisa Sehun dicap orang gila oleh Kai.

"Kau bercanda?" tanya Kai dengan terus menatap tajam mata Sehun.

"Sampai kau benar-benar mengenali siapa diriku. Aku tidak akan bercerita apa-apa lagi padamu."

"Ya ampun Oh Sehun kau merasa dirimu hebat hah?! Baiklah. Di ponsel itu hanya ada satu nomor, dan jika berdering kau harus mengangkatnya kapanpun itu. Aku pergi."

"Itu nomor siapa?"

"Nomor ku."

000

Malam dengan bulan purnama pertama tahun ini telah datang. Bangsa werewolf terlihat berkeliaran di hutan untuk mencari mangsanya. Suara lolongan terdengar di sepanjang malam itu. Para warga tidak berani untuk keluar pada malam ini. Ditakutkan jika akan dibunuh oleh para werewolf.

Awooooooo.. Awoooooo..

Salah satu serigala putih terlihat berdiri di bawah sinar rembulan. Matanya terlihat merah, tanda jika ia sangat marah.

Sreeettt..

Angin berhembus dengan cepat. Serigala putih itu bisa merasakan jika ada yang datang mendekatinya. Dengan sigap serigala putih itu membalikkan badannya.

"Untuk apa kau datang kemari, Kris?" tanya Luhan –serigala putih itu-.

"Lu.. kau tidak mencari mangsa?"

"Tak usah basa-basi.. untuk apa kau kemari hah? Arrghhh!" Luhan mengeluarkan taring tajamnya, menatap Kris dengan tajam.

"Aku butuh bantuanmu.." ujar vampire itu.

"Hahaha lucu sekali. Seorang vampire membutuhkan bantuan werewolf?" desis Luhan.

"Aku mohon, Lu.. Bangsa ku sangat membutuhkan bantuanmu."

Luhan berjalan mendekati Kris. Mendekatkan kuku tajamnya pada wajah Kris, lalu berkata "Untuk mencari jiwa Pangeran Kim mu itu?"

"Aku mohon Lu.. kau tidak ingin aku mati'kan?"

Boooommmm.. (suara dentuman)

Luhan menghancurkan batu besar yang berada dibelakangnya dengan tatapan mata. Luhan memang dianugerahi dengan kekuatan telekinetik, kekuatan yang diturunkan dari mendiangan Ibu nya.

"Kenapa juga kau harus mati?" lirih Luhan, ia memejamkan matanya.

"Jika sampai bulan purnama keempat bangsa kami tidak juga menemukan cara untuk mengembalikan jiwa Pangeran Kim. Maka, bangsa vampire akan musnah." Jelas Kris.

"Aku mencintaimu, Lu.." lanjutnya.

Awooooooo..

Luhan tidak menghiraukan ucapan Kris. Ia terus saja melolongkan suaranya dengan sangat jelas. Aku juga mencintaimu, Kris Wu.

000

Jendela kamar terbuka. Seberkas sinar matahari memasuki ruangan.

Setelah bertemu dengan Sehun, ia telah menghabisakn satu botol wiski. Kai masih memikirkan dimana Suho berteriak saat seseorang membunuhnya. Teriakkan itu masih sangat jelas Kai ingat. Saat itu, Kai hanyalah anak kecil yang tak bisa apa-apa, ia hanya menuruti Suho untuk bersembunyi. Ia merasa terpuruk sekarang.

Sudah pukul lima pagi.

Saat Kai mabuk, ia akan bangun lebih awal dari biasanya. Ia membuka laci yang berada disebelah tempat tidurnya, ia meminum obat penenang. Kai memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurnya. Aku membenci hidup di dunia ini.

["Membuatmu menderita adalah kesenangkanku, Pangeran Kim"]

000

TBC

Aku udah update lagi nih. Gimana dengan chapter kali ini? Pasti makin gk rame ya T_T

Maaf ya suka banyak typo. Soalnya males buat cek lagi :3

Sabar ya buat romance KaiHun nya wkwk.

Ayo review lebih banyak lagi, biar aku nambah semangat ^^