MY VAMPIRE

Genre : Romance, Fantasy

Main Cast : Kim Jongin and Oh Sehun (KaiHun)

Desclaimer : Ini zaman dimana para werewolf dan vampire tinggal di bumi, dan bertingkah seperti manusia.

Terinspirasi dari novel terjemahan korea yang berjudul "Who Are You" dan "Wishing Her to Die". Mungkin bisa jadi ini adalah versi remake.

WARNING! THIS IS YAOI FANFICTION

Chapter sebelumnya :

Jendela kamar terbuka. Seberkas sinar matahari memasuki ruangan.

Setelah bertemu dengan Sehun, ia telah menghabisakn satu botol wiski. Kai masih memikirkan dimana Suho berteriak saat seseorang membunuhnya. Teriakkan itu masih sangat jelas Kai ingat. Saat itu, Kai hanyalah anak kecil yang tak bisa apa-apa, ia hanya menuruti Suho untuk bersembunyi. Ia merasa terpuruk sekarang.

Sudah pukul lima pagi.

Saat Kai mabuk, ia akan bangun lebih awal dari biasanya. Ia membuka laci yang berada disebelah tempat tidurnya, ia meminum obat penenang. Kai memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurnya. Aku membenci hidup di dunia ini.

["Membuatmu menderita adalah kesenangkanku, Pangeran Kim"]

.

.

Chapter 7 :

Kai menelepon Sehun.

Dengan suara yang masih terlihat sekali jika Sehun baru saja bangun tidur.

"Ini aku." Kata Kai.

"Iya.."

"Baru bangun ya?"

"Aku masih mengantuk tauuu. Aku kan punya ponsel sendiri, ini kan ponsel mu." Jawab Sehun.

"Itu kan Kai kecil ,dasar bodoh kau."

Kai sengaja memberi nama pada ponsel yang ia berikan pada Sehun. Kai memberinya nama 'Kai kecil'.

"Hah?" Sehun kebingungan.

"Kau mengerti tidak?"

"Apa?"

"Yang kau bawa-bawa itu adalah aku." Kata Kai dengan rasa percaya diri.

"Aku tidak mengerti."

"Kai kecil itu hanya kau yang punya dan hanya kau yang tahu."

"Ahaaa.. aku mengerti. Kau ingin aku memberi tahu semua orang jika Kai kecil adalah milikku?" goda Sehun.

"Heh. Tidak lucu tau." Ujar Kai.

"Sudah ya.." Kai menutup teleponnya.

Kai merasa kesal sekaligus malu. pipinya terasa sangat panas.

"Kenapa wajahku seperti ini sih." Gerutu Kai.

Kai jadi tidak nafsu untuk sarapan, jadi ia hanya meminum susu saja. Pagi itu Kai merasa bebas, tidak ada hal yang harus ia kerjakan. Kai akan menikmati hari yang bebasnya ini sebelum ia sibuk nanti. Tapi, beberapa saat kemudian Kai merasa sangat gelisah. Belum lama ia berbicara lewat telepon dengan Sehun, tapi ia sudah memikirkan Sehun lagi. Mungkin itu karena ia sangat penasaran dengan sosok Sehun.

000

Sehun cemberut kesal karena Kai memutuskan sambungan teleponnya begitu saja. Tapi Sehun tidak berbohong, ia merasa sangat senang Kai menghubunginya tadi. Apalagi Kai memberikan ponsel itu untuk Sehun, ponsel yang hanya Oh Sehun yang punya. Sehun akan menjaga baik-baik ponsel itu.

Malam tadi Kris mengghubungi Sehun. Sehun tidak mengangkatnya. Ia ingin menghapus semua kenangan tentang Kris. Ia sudah sangat setuju dengan hubungan Kris dan Luhan. Tetapi, Kris terus aja menelepon. Semoga saja tidak ada apa-apa.

Saat Sehun sedang mengecek ponselnya, tiba-tiba ada pesan masuk dari Kris. 'Tolong angkat teleponku'. Itu isi pesannya. Sehun merasa sangat berdebar-debar sekarang. Tak lama, Kris menelepon lagi. Sehun tidak tahan untuk tidak mengangkatnya.

"Ada apa, Kris?" tanya Sehun.

Disana terdengar suara kesedihan dan memohon, "Sehun, tolong bantu aku."

Sehun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Sehun merasa sangat khawatir sekarang. Sehun pikir, jika Kris sangat menderita sekarang karena memutuskannya. Pikiran yang sangat pede sekali bukan? Sehun meminta maaf dan segera memutuskan panggilan.

Sehun jadi tidak bisa tidur memikirkan Kris. Kenangan yang sudah hamper hilang itu, sekarang kembali muncul dipikiran Sehun. Hatinya sangat sakit sekali, "Kris sangat jahat."

Sehun melihat Kai kecil yang tergeletak disamping Sehun. Ia mengambilnya, lalu memeluknya dengan erat, "Kai.."

000

Daun berguguran dengan perlahan-lahan, sekarang sudah memasuki musim gugur yang dingin. Ini adalah musim dimana para vampire pergi untuk mencari darah segar untuk memenuhi kelangsungan hidupnya.

"Alfa.." ucap seorang vampire bertubuh ramping dengan mengenakan jubah hitamnya. Jubah kebanggaan bangsa vampire.

"Ya, Minseok?"

"Ini sudah bulan purnama pertama."

Jongdae tersenyum menanggapi ucapan Minseok.

"Kim JongIn keponakkanku sang penerus bangsa vampire. Aku merindukanmu." lirih Lay.

Kilatan merah tiba-tiba terpancar dari mata Lay. Ia mengeluarkan taringnya. Mendengus-dengus bau disekitarnya.

"Arghh.. cepat cari buku rahasia itu, sekarang!"

000

Kai tenggelam dalam lamunannya. Namja itu memandang ke arah jendela. Sepanjang hari ini, Kai memikirkan Hyungnya, ia sangat merindukan sosok itu. Lama-lama membuat Kai merasa pusing. Kai segera beranjak dari duduknya dan keluar dari kamarnya.

Tiba-tiba suara bel berbunyi. Kai pikir jika yang datang adalah Kyungsoo. Kai segera membuka pintunya tanpa mengcek lewat intercom terlebih dahulu. Ternyata yang datang bukan Kyungsoo, melainkan Oh Sehun. Kedatangan Sehun membuat Kai terkejut.

"Aku datang diwaktu tidak tepat sekali, ya? Aku tidak bisa tidur, jadi aku memutuskan untuk kesini saja. Tapi, sepertinya aku mengganggumu. Kalau begitu aku pergi lagi saja." Sehun membalikkan badannya bersiap untuk pergi.

Kai tersenyum.

"Aku juga tidak bisa tidur." Kata Kai sembari menarik tangan Sehun, mencegah agar Sehun tidak pergi.

Di dalam apartemen Kai, keduanya terdiam dalam keheningan, mereka merasa sangat kikuk sekali. Sehun terus saja menatap tangannya yang tadi ditarik oleh Kai. Namja itu melihatnya, Kai memerhatikan Sehun. Apartemen Kai sangat luas, bisa-bisa dipakai untuk olahraga. Sehun berpikir, jika keluarga Kai benar-benar sangat kaya raya. Berbeda sekali dengan keluarga Sehun.

"Kau sering berpacaran?"

"Tidak sebanyak dirimu, pasti." Jawab Sehun.

"Tidak sebanyak aku?"

"Iya. Aku baru mempacari satu namja."

"Itu lebih banyak dari aku." Tanya Kai lagi.

Sehun berpikir, berarti Kai belum pernah berpacaran. Itu berita yang sangat menyenangkan bagi Sehun. Tapi, Sehun masih sangat tidak percaya pada ucapan Kai tadi.

"Apa pacaran itu menyenangkan?"

"Tentu saja."

"Apa yang menyenangkannya?"

"Berada disisi orang yang kau cintai dan sayangi. Tentu saja itu sangat menyenangkan."

"Kau pasti tidak punya teman, kan?" ejek Kai.

"Apa?!" Wajah Sehun menjadi garang. Ia hampir saja mengeluarkan taring serigalanya.

"Hey jaga ekspresimu!"

"Kau mau matinya, hah?"

Kai tertawa terbahak-bahak.

"Kau bilang waktu itu kau baru putus dengan kekasihmu, kan? Kenapa?" Tanya Kai.

"Ya pokoknya putus saja. Aku yang memutuskannya."

"Baguslah.."

"Kai.. aku punya rahasia." Suara Sehun terlihat serius.

"Apa itu?" Kai menatap Sehun.

"Kau akan tahu nanti. Aku itu berbeda dari yang lain."

Kai menatap Sehun bingung. Berbeda dari yang lain? Bukankah Oh Sehun memang berbeda dari yang lain? Oh Sehun adalah orang yang berhasil membuat perasaan Kai berantakan. Oh Sehun sangat berbeda.

000

Kai ingin sekali minum alcohol sekarang. Jadi, ia memutuskan untuk pergi ke bar. Begitu sampai di bar, ia segera memesa soju dengan beberapa camilan. Kai tertawa, melihat soju yang sudah tersaji oleh Kyungsoo dimejanya, ia jadi ingat Suho. Dulu Suho sange suka sekali meminum soju sampai berbotol-botol.

"Kau sedang ada masalah? Kenapa minum dipagi hari seperti ini?" Tanya Kyungsoo.

"Aku hanya sedang ingin saja, hyung."

"Aku yakin kau pasti belum makan. Kau harus makan dulu, Kai. Nanti perutmu sakit."

"Aku datang kesini kan untuk makan. Hyung cerewet sekali sih."

Walaupun Kai terus saja protes, tapi itu cukup membuat Kyungsoo sangat senang. Ada perasaan senang karena dirinya yang dicari oleh Kai pagi hari ini.

"Kau terlihat gelisah." Kyungsoo bergumam pelan.

"Jangan pedulikan aku, hyung." Jawab Kai.

"Kau masih ma uterus minum hah? Kau sudah menghabiskan tiga gelas, Kai!"

"Iya, aku berhenti."

"Biar karyawanku yang membersihkan mejanya nanti."

"Aku ingin sendiri hyung." Pinta Kai.

"Baiklah.. aku akan pergi."

Kyungsoo segera meninggalkan Kai sendiri. Ruangan itu terasa sangat sepi sekarang. Tiba-tiba Kai sangat merasa benci dengan suasana hening seperti ini, padahal biasanya ia sangat menyukainya.

Mabuk. Setelah tadi ia sarapan, sekarang Kai meneguk kembali alcohol. Ia tidak peduli jika akan mabuk berat sekarang.

Kai memerhatikan ponsel yang berada disebelahnya. Tiba-tiba, Kai ingin mendengar suara namja pucat itu. Kai ingin melihat Sehun sekarang.

"Baru saja aku mau menelponmu!" langsung terdengar pekikkan suara setelah telepon tersambung.

"Hah apa?" Kai tidak bisa menangkap dengan baik apa yang diucapkan oleh Sehun.

"Aku.. eum aku rasa Kai kecil sedang mengawasiku."

"Apa? Apa yang dilakukan oleh anak itu?"

"Aish.. yang aku maksud itu kau. Masa setelah memberiku ponsel, kau jarang menghubungiku."

Kai tertawa kecil mendengar penuturan Sehun.

"Baiklah. Hei, Kai kecil. Kumohon berderinglah. Ah, menyebalkan. Kenapa tidak kau duluan saja yang meneleponku? Oh Sehun kenapa kau pengecut sekali. Bilang saja jika kau sedang ingin berbicara dengan Kai." ujar Kai.

"Itu kau tahu.."

"Datanglah kesini. Ayo kita makan."ajak Kai.

"Makan apa?"

"Aku sedang ada di bar biasa. Datanglah, ada banyak makanan disini."

Setelah Kai memberitahu tempatnya, sontak Sehun tertawa dengan keras. Ternyata itu adalah ruangan dimana mereka pertama kali bertemu.

Sudah setengah jam Kai menunggu Sehun. Waktu berjalan lama sekali. Satu detik sak seperti satu jam rasanya. Dasar kura-kura, membosankan sekali menunggu.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu terdengar. Itu pasti Sehun.

"Masukllah." Kata Kai.

Begitu melihat Sehun, ia terlihat seperti kelinci. Kulitnya yang putihseperti kelinci putih. Membayangkan Sehun berjalan dengan melompat-lompat membuat Kai tertawa terbahak-bahak.

"Kenapa tertawa?" tanya Sehun.

"Kau mirip sekali dengan kelinci."

"Heh.. menyebalkan!"

Sehun merasa kesal. Sehun tidak suka dengan kelinci, kerena itu menggelikan. Sehun bangkit dari tempat duduknya. Akan tetapi, sebelum itu Kyungsoo muncul tiba-tiba, membuat Sehun terduduk kembali. Kyungsoo muncul dengan wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam pada Sehun. Membuat Sehun merasa ketakutan. Aku kan werewolf, masa aku penakut sih.

.

.

.

.

.

Another side :

Namja itu melihat ke arah telapak tangannya, melihat kegiatan seseorang dan tersenyum menyeringai.

"Hiduplah senang dulu, Kim JongIn. Karena setelah ini, kau akan mati!"

TBC

Kyaaa~ chapter 7 udah update nih. Gimana menurut kalian?

Makin kesini-kesini makin gk rame ya?

Soalnya aku lagi bingung -_-

Maaf kalau updatenya lama. Aku kalau pulang sekolah suka sore, jadi udah keburu capek. Jadi jarang buka laptop, kecuali ada tugas. Mianhae T.T

KaiHun momentnya bakal muncul nanti ya. Sabar wkwk

Oh iya, sebenernya aku gk mau ngasih tau siapa yg vampire dan werewolf, biar kalian penasaran xD

Tapi yaudah lah aku kasih tau ya.

Kai vampire

Sehun werewolf

Luhan werewolf

Kris vampire

Jangan lupa review yang banyak ya wkwk