Chapter 1 : Our first meet


"Kita dapat menggunakan rumus ini.."
Terdengar sayup-sayup suara guru yang sedang menjelaskan di depan. Langit biru tanpa awan, cahaya matahari pagi yang menyegarkan, ah pagi yang cerah..setidaknya begitulah menurut sehun. Ya sehun sedang memperhatikan langit dari dalam kelasnya, sepertinya menatap langit lebih mengasikan daripada mendengarkan gurunya.
Sehun mengerutkan keningnya ketika merasakan ada sesuatu yang menarik-narik ujung celananya. Sehun merunduk untuk melihat sesuatu itu.

"Meong~"

Eh!? Kenapa ada kucing di dalam kelasnya. Sehun dengan agak terburu-buru menaikkan kepalanya

TUK

"Ahh kepalaku"

Gumamnya setelah kepalanya membentur sesuatu berwarna putih seperti bulu kucing...bulu kucing? Tunggu mengapa semakin mendekat ke arah ku

"Huwaaa.."


Cast : Oh Sehun, Xi Luhan

Supporting cast : EXO members and another supporters

Genre : Romance, Hurt, Drama, Friendship

Rated : T

Lenght : Chaptered

Warning : Genderswitch for all uke's, Typo. If you don't like please don't read and close the tab

Disclamaire : all the cast is not mine. They belong to their parents and entertainment

Inspired by : Anime Sakurasou No Pet Na Kanojo and another ff


-
BRAKK
"Aww shh"
Sehun terjatuh dari tempat tidurnya dengan posisi terlentang, ah sepertinya dia baru saja bermimpi aneh. Sehun perlahan bangun dari posisinya dengan tangan kanan memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.

"Eoh ini bukan kamar ku" ucapnya sambil berpikir dimana dia.

"Ah benar Maze"

Ucapnya kembali setelah mengingat dimana ia berada. Hari ini adalah hari pertama Sehun berada di Maze. Iris matanya tak sengaja melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya, pukul 06:10 masih terlalu pagi untuk pergi sekolah. Akhirnya Sehun memutuskan untuk membuat sarapan terlebih dahulu.
Sekedar informasi Maze terdiri dari dua lantai, Maze juga hanya memiliki sepuluh ruangan yaitu enam ruangan di lantai satu dan empat ruangan berada di lantai atas. Dua diantara enam ruangan di lantai satu adalah dapur yang sekaligus juga berfungsi sebagai ruang makan dan ruang satunya lagi diisi oleh mesin cuci. Sekedar informasi kamar Sehun berada di lantai satu.
Bola mata Sehun menangkap seseorang yang sedang berkutat di dapur. Seseorang tersebut memiliki tubuh yang tinggi -lebih tinggi darinya, rambutnya yang berwarna black platina diikat dengan model apple hair.

"Kau pasti anak baru itu"

Ucap seseorang itu dengan suara baritonenya, sepertinya ia menyadari keberadaan Sehun.

"Hm"

Sehun berjalan menuju kulkas ya walaupun ia merasa canggung membuka kulkas, mengambil air dingin untuk diminum.

"Ah siapa namamu?"

"Sehun, Oh Sehun"

"Keure, Park Chanyeol kau bisa memanggil ku hyung"

Chanyeol terkekeh pelan setelah melihat wajah Sehun yang datar datar saja.
Park Chanyeol tentu saja Sehun mengenalnya -mengetahuinya- . Siapa yang tidak mengenal Park Chanyeol seluruh warga sekolah mengenalnya. Kaya, tampan, berprestasi dalam bidang musik plus senyumnya yang dapat membuat semua perempuan berteriak histeris. Jangan lupakan juga gelar yang diberikan warga sekolah untuknya "Pemain Wanita" atau bahasa kerennya adalah "Playboy", meskipun mereka sudah mengetahui jika Chanyeol playboy tetap saja mereka mau jika diajak kecan oleh Chanyeol, rumor yang beredar juga mengatakan hubungan Chanyeol tidak pernah bertahan lebih dari satu bulan.

"Aku sedang membuat pancake, kau mau?"

"Tentu kenapa aku harus menolak"

Sehun berjalan mengelilingi ruangan tersebut bermaksud untuk melihat-lihat.

Bruuk

"Aww!"

Terdengar suara perempuan yang mengaduh kesakitan. Sehun menatap Chanyeol dengan pandangan bertanya. Chanyeol mengangkat bahunya bertanda ia tidak tahu. Sehun yang penasaran mulai berjalan mendekati pintu, jika ia tidak salah dengar suara tersebut berasal dari sini. Saat menengok kearah tangga ia menemukan seorang perempuan yang sedang memegangi kakinya. Sehun menghampiri yeoja tersebut.
"Kau tidak apa-apa?"

"Kau masih bertanya seperti itu setelah melihatku begini!, aww pergelangan kakiku sakit, ayo cepat bantu aku berdiri"

ucap perempuan tersebut dengan sedikit merengek.

"N..ne"

Sehun memapah perempuan tersebut ke dapur, mendudukkannya di kursi meja makan.

"Kau kenapa baek?"

Tanya Chanyeol setelah melihat Baekhyun dipapah oleh Sehun. Ya perempuan tesebut adalah Byun Baekhyun orang-orang mengenalnya dengan kepribadian yang ramah, manja, tidak bisa diam dan seenaknya. Perlu diketahui juga jika Baekhyun ini adalah teman masa kecil Chanyeol bahkan mereka masih sangat dekat sampai sekarang. Baekhyun sangat protektif dengan Chanyeol, walaupun tubuhnya bisa dibilang mungil ia tetap tidak tinggal diam jika ada perempuan yang dekat dengan Chanyeol, mungkin ini alasan Chanyeol tidak pernah lama jika berpacaran.

"Yeollii pergelangan kakiku sakit"

Chanyeol berjongkok untuk melihat kaki Baekhyun. Terdapat sedikit memar dipergelangan kaki Baekhyun.

"Kenapa bisa begini hm?

"tadinya aku ingin mengejutkanmu, tapi aku malah terpeleset ditangga hehehe"

"Sudah ku bilang jangan melakukan yang aneh aneh"

Tak

Jari telunjuk Chanyeol mengenai dahi Baekhyun dengan cukup keras. Baekhyun meringis memegangi dahinya, bibir mungil tersebut mempout lucu.

"Sehun bisakah kau ambilkan air hangat untuk kaki Baekhyun ?"

"Ne hyung"

Sehun pergi meninggalkan mereka untuk mencari air hangat.

"Apa dia anak baru itu ?"

"Hm dia anak baru itu"

Ucap Chanyeol yang masih setia melihat kaki Baekhyun.

"Siapa namanya tadi Se..Se ?"

"Sehun, Oh Sehun mengapa kau jadi pelupa Baek"

"Aku tidak pelupa aku hanya tidak jelas mendengarnya tadi"

"Hey hey berhenti mempoutkan bibir mu Baek, bibirmu seperti bebek"

"Kau menyebalkan Park Chanyeol!"

Baekhyun dengan cepat mencubit tangan Chanyeol dengan keras.

"Auuhh hentikan Baek ini sakit"

"Ekhm...air hangatnya"

Sehun berdehem cukup keras, hey dari tadi mereka tidak mendengarkan Sehun ya setidaknya deheman tersebut menghentikan aktivitas mereka.

"Eoh thanks Sehun"

Chanyeol mengambil handuk dan baskom yang beriisi air hangat tersebut lalu mengompreskannya ke kaki Baekhyun. Baekhyun sedikit meringis saat merasakan handuk tersebut berada di kakinya.
Sehun berniat akan kembali ke kamarnya, setidaknya di kamarnya dia bisa mempersiapkan keperluannya untuk sekolah daripada disini menjadi lilin untuk mereka berdua. Tapi saat Sehun mencapai pintu seseorang memanggilnya.

"Sehun"

"Ne ?"

"Mian tadi aku membentakmu, perkenalkan namaku Byun Baekhyun aku berada di tinggkat yang sama dengan Chanyeol"

"Tidak apa-apa sunbae"

Sehun berjalan kembali menuju kamarnya.

"Yeol kenapa dia tidak memanggilku noona ya ? aku kan juga ingin dipanggil noona"

"Entahlah, mungkin dia takut denganmu"

"YA Park Chanyeol!"

-
Namja yang memiliki tinggi 183 cm ini sudah memakai seragam lengkapnya, celana warna krem kecoklatannya terpasang rapi, kemeja warna putihnya dibiarkan diluar celananya begitu saja, dasinya dipasang longgar tidak lupa ia memakai blazer warna biru tuanya. Rambutnya yang berwarna hitam tersebut menutupi dahi menambah kesan lucu sekaligus cool darinya.
Sehun -namja tersebut- membawa tasnya yang berada di tempat tidur. Sehun berjalan menuju dapur, perutnya sudah protes minta diisi makanan. Meja makan sudah diisi tiga orang disana ada Chanyeol, Baekhyun dan seorang guru jika Sehun tidak salah guru tersebut adalah Zhang Yi Xing atau biasanya murid-murid memanggilnya Zhang songsaengnim, dia adalah guru yang bertanggung jawab dengan asrama Maze ini.

"Sehun ayo kita makan liat Chanyeol sudah membuatkan pancake untukmu"

"Ne songsaengnim"

Zhang songsaengnim menyambut Sehun dengan ramah bahkan terkesan seperti anak kecil yang memanggil kakaknya untuk makan bersama. Begitu lah sifat Zhang songsaengnim sangat sayang pada murid-muridnya tapi jangan sampai membuatnya marah, jika ia marah mungkin imaje lemah lembutnya hilang begitu saja, sangat mengerikan.

"Songsaengnim aku pergi dulu"

Ucap Sehun setelah menghabiskan makanannya.

"Pergi kemana ?"

Apa aku sudah bilang jika Zhang songsaengnim ini "sedikit" pelupa.

"Sekolah sonsaengnim"

"Ahaha benar songsaengnim lupa jika kalian harus pergi sekolah"

Sehun hanya bisa menghela napas setelah melihat sifat gurunya ini.

"Sehunniee tunggu aku"

"Sunbae"

"Ayo kita berangkat bersama"

"Baek kau kau tidak mau berangkat bersamaku ?"

"Tidak! Kau menyebalkan hari ini wlee, kajja Sehunie kita berangkat"

Ucap Baekhyun dengan riang sambil menarik tangan Sehun dan berlari keluar.

Sehun dan Baekhyun berjalan dengan riangnya, mungkin kata riang lebih cocok untuk Baekhyun karena Sehun hanya memperhatikan Baekhyun dan menjawab apabila jika ia ditanya.

"Sehunie apa impianmu?"

"Sehunie?"

"Hm lucu bukan Sehunie, jadi apa impianmu?

"Entahlah aku belum memikirkannya"

"Kalau aku, aku ingin menjadi ibu rumah tangga! Selamat datang sayang, kau pulang cepat hari ini mau makan dulu atau madi dulu kyaa pasti menyenangkan"

Baekhyun bercerita dengan semangatnya bahkan saking semangatnya ia sampai memperagakannya pada Sehun, sepertinya Baekhyun berkhayal terlalu tinggi.

"Cha kita sudah sampai bye-bye Sehuniee sampai berjumpa lagi"

Ucap Baekhyun sambil berlari ke dalam sekolah, Sehun hanya melihatnya dengan datar dan menghela napas. Mungkin sekarang Sehun meyadari bahwa mulai sekarang hidupnya tidak akan setenang dulu lagi. Tiba-tiba sebuah tangan melingkari lehernya atau lebih tepat seseorang merangkulnya, ya siapa lagi kalo bukan temannya yang hitam ini, Kai.

"Oi oi baru sehari kau pindah kau sudah membawa perempuan saja, bukankah yang tadi itu Baekhyun sunbae ?"

"Aish lepaskan tangganmu"

"Hey jawab dulu pertanyaanku baru aku lepaskan"

Bukannya melepaskan tangannya dari leher Sehun, Kai malah semakin mempererat rangkulannya.

"Keure keure ia Baekhyun sunbae"

"Wahh daebak, bagaimana kau bisa mengenalnya ?"

"Dia berada di asrama Maze"

"Jinjayo kenapa aku baru tahu ya ?"

"Karena kau bodoh Jongin "

Terdengar suara perempuan mengintrupsi pembicaraan mereka. Perempuan tersebut adalah Do Kyungsoo ia juga salah satu teman dekat Sehun. Jika Kyungsoo bertemu dengan Kain pasti saja ada hal-hal yang diributkan bahkan hal sekecil nodapun mereka ributkan. Tapi sebenarnya mereka sudah berteman dari mereka masih balita.

"Eyy panggil aku Kai bukan Jongin, Kyung"

"Shireo, menyingkir dari sana kalian mengahalangi pintu masuk tahu"

"Ne ne nona Kyungsoo yang terhormat"

"Aish neo!"

Kyungsoo memang tidak suka jika ada yang memanggilnya nona katanya seperti berada di rumah saja. Kyungsoo memang berada dari keluarga yang berada tapi bukan berarti dia suka di panggil seperti itu. Kyungsoo juga tidak mau memanggil Jongin dengan Kai, katanya aneh saja ia tidak suka.

" Hey hey hentikan ini masih pagi, kajja kita masuk"

Sehun mererai mereka, jika mereka dibiarkan terus bisa-bisa telinganya panas mendengar omongan mereka.

"Sehun kudengar kau dipindahkan ke Maze apa benar ?"

"Hm begitulah"

"Wae? Kenapa kau bisa dipindahkan ?"

"Aku ketahuan memelihara kucing di asrama, ah maja aku lupa tidak memberi makan padanya"

"Bodoh kau kan sudah tau itu di larang dan kau sekarang masih mengkhawatirkan kucing tersebut, kau terlalu baik Sehun-ah"

Sehun hanya diam mendengar ocehan dari Kyungsoo, bagaimanapun jika ia membela pasti ia akan diceramahi juga.

"Sehun coba lihat ini mereka masuk majalah lagi"

"Mereka siapa ?"

"Chanyeol dan Baekhyun sunbae lihat mereka di keren sekali"

Dimajalah tersebut tercetak dengan jelas "PENONTON KONSER YANG DIADAKAN PARK CHANYEOL DAN BYUN BAEKHYUN MENCAPAI 300.000 ORANG".

Apa aku sudah bilang jika Chanyeol dan Baekhyun adalah superstar walaupun mereka tidak benar-benar masuk ke dunia hiburan dan hanya sesekali membuat lagu untuk sebuah perusahaan tapi mereka sudah memiliki fans dimana-mana. Lagu yang dibuat mereka benar-benar enak didengar, suara Baekhyun yang lembut bagaikan malaikat digabung dengan instrumen yang dimainkan chanyeol benar-benar membuat hati setiap orang bergetar.

"Daebak mereka benar-benar keren"

"Eoh Kyung kau juga tertarik dengan mereka ?"

Ucap Kai kaget mengetahui Kyungsoo tertarik dengan mereka, yang Kai tau Kyungsoo jarang sekali tertarik dengan hal-hal seperti ini.

"Hm suara Baekhyun sunbae benar-benar keren"

"Ah benar aku baru ingat kalau kau mengikuti les menyanyi"

Ucap Sehun yang masih membaca majalah tersebut.

"Eoh kau ingat, ne aku memang mengikuti les menyanyi walaupun aku tidak memiliki bakat alami seperti Baekhyun sunbae, aku harus berusaha sekeras mungkin untuk mencapai impianku mungkin saja di masa depan nanti aku akan satu panggung dengan Baekhyun sunbae"

Sehun dan Kai menatap Kyungsoo dengan pandangan antara kagum dan tidak percaya, Kyungsoo benar-benar serius dengan impiannya matanya yang buat itu berbinar bahagia saat menceritakan impiannya.

Impian ya?

"Kau pasti bisa melakukannya Kyung"

Ucap Sehun dan Kai berbarengan, Kai menggusak kepala Kyungsoo. Ya beginilah mereka walaupun mereka selalu bertengkar tapi tak jarang juga mereka mendukung satu sama lain, seperti sekarang Kai dengan tulus menyemangati Kyungsoo.

"Ya! Kau merusak tatanan rambutku"

"Sudah kau bagus dengan rambutmu yang seperti ini"

Bukannya berhenti menggusak rambut Kyungsoo Kai malah terus menggusak rambut Kyungsoo, mungkin sekarang lebih tepat jika Kai sedang memberantakkan rambut Kyungsoo. Terlihat Kyungsoo yang marah dan memberikan beberapa pukulan gratis untuk Kai. Sehun tersenyum melihat mereka yang sekarang sedang saling mengejek satu sama lain. Untung saja bel berbunyi dengan cepat, setidaknya bunyi bel ini dapat menghentikan aksi saling mengejek antara Kai dengan Kyungsoo.

Shin songsaengnim masuk, para siswa langsung berhamburan untuk duduk di tempat masing-masing. Pelajaran pun berlangsung, siswa dan siswi memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi di depan kelas. Tapi tetap saja walaupun SM High School memiliki siwa siswi dengan IQ diatas rata-rata, masih terdapat siswa yang menahan kantuk karna bosan bahkan ada juga yang dengan terang-terangan tertidur dan akhirnya kepala mereka terkena lemparan dari guru mereka.

Kriingg

Akhirnya bel istirahat berbunyi, guru-guru pun mengakhiri pelajaran mereka. Siswa yang memang sudah menahan lapar langsung menuju kantin bersama-sama. Sehun dan Kai pun tak jauh beda dengan siswa siswa lain mereka langsung menuju kantin jangan lupakan Kyungsoo yang mengekori mereka dari belakang. Bangku kanti sudah hampir penuh diisi oleh para siswa yang lain, untung saja masih ada bangku yang kosong untuk mereka tempati.

"Jongin cepat mengantri aku sudah lapar, sekarang kan bagianmu"

Ucap Kyungsoo setelah mereka duduk di bangku kantin, aneh memang tapi mereka memang mempunyai bagian masing-masing seperti sekarang hari ini bagian Kai yang membawa pesanan mereka.

"Baiklah Kyung kau mau makan apa ?"

"Aku mau bibimbab saja"

"Keure dan kau Sehun ?"

"Samakan saja dengamu"

Kai pun pergi mengantri. Sehun yang sedang asik memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang tidak sengaja melihat Chanyeol dan Baekhyun yang sedang mencari tempat duduk.

"Chanyeol hyung!"

Panggil Sehun dengan sedikit berteriak. Mata Chanyeol melihat-lihat siapa yang memanggil namanya, akhirnya ia menemukan siapa yang memanggil namanya. Kakinya yang panjang melangkah kearah Sehun tidak lupa juga ia mengajak Baekhyun.

"Yo Sehun"

"Sehunie kita bertemu lagi, bolehkah kita duduk disini sepertinya tidak ada lagi bangku yang kosong"

"Ne sunbae, tidak apa-apa kan Kyung ?"

"N..ne tidak apa-apa"

"Kau licik sehunie kau memanggil yeolli dengan hyung kenapa aku tidak dipanggil noona"

"Ne? Ah ne noona"

"Pesanan datang"

Untung saja Kai datang suasana di meja tersebut benar-benar canggung.

"Hyung noona perkenalkan mereka teman-temanku"

"Anyeonghaseyo Do Kyungsoo imnida"

"Anyeonghaseyo Kim Jongin imnida biasa dipanggil Kai hehe"

"Ne salam kenal"

"Cha ayo kita makan, perutku sudah protes dari tadi"

Ucap Baekhyun sambil memegangi perutnya tidak lupa juga bibirnya yang mempout lucu.

"Ne"

Mereka makan dengan nikmat diselingin dengan obrolan ringan, tentu saja kalian tahu siapa yang paling banyak berbicara siapa lagi kalo buka Baekhyun.

"Eoh aku baru ingat, Sehun kau tadi dipanggil Zhang songsaengnim katanya ada hal penting yang harus di bicarakan"

"Zhang songsaengnim ?"

"Ne"

"Hm baiklah "

Karena mereka sudah selesai mengisi perut mereka akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kelas masing-masing.

"Kai Kyung kalian duluan saja aku akan menemui Zhang songsaengnim terlebih dahulu"

"Oke"

Sehun berjalan menuju ruang guru, sesampainya di ruang guru ia segera mencari Zhang songsaengnim.

"Songsaengnim mencariku ?"

"Eoh Sehun ya songsaengnim mencarimu"

"Ada apa songsaengnim ?"

"Ini, sepupuku akan pindah ke Maze hari ini"

Zhang songsaengnim memberikan sebuah photo pada Sehun, didalam photo tersebut terdapat anak kecil dengan gaun berwarna biru dan menggunakan topi.

"Dia tinggal di China, dia pernah tinggal di Korea tetapi hanya sebentar namanya Xi Luhan, bisakah kau jemput setelah pulang sekolah ?"

"Ne!? Tapi kenapa aku mengapa bukan Chanyeol Hyung atau Baekhyun Noona ?"

"Mereka sibuk hanya kau yang sedang tidak sibuk, bisakah ?"

"Ne baiklah, tapi mengapa dia di asrama Maze ?"

"Dia cocok disana, dia akan tiba di depan stasiun pukul 6"

"Ne songsaengnim"

"Terima kasih Sehun kau yang terbaik"

Sehun membungkukkan badannya, lalu pergi untuk kembali ke kelasnya.

Sehun berjalan ke arah stasiun, sudah lama ia tidak berjalan-jalan dikota seperti ini. Langit merubah warnanya menjadi jingga mencarkan cahaya yang kehangatan di sore hari. Akhirnya Sehun sampai di depan stasiun, di duduk di kursi taman yang berada di depan stasiun tersebut. Bunga-bunga terbangan mengikuti angin, ah benar sekarang musim semi. Tangannya terjulur untuk mengambil kelopak bunga yang jatuh di atas kepalanya, tiba-tiba angin bertiup menerbangkan kembali kelopak bunga yang berada di kepala Sehun. Sehun memperhatikan bunga-bunga yang berterbangan itu, sampai mana nya melihat seorang perempuan yang sedang duduk dibawah pohon.

Eoh bukankah dia...

Sehun dengan segera menghampiri perempuan tersebut, setelah sampai didepan perempuan tersebut Sehun bingung harus mengatakan apa.

"Hei, Kai ingin menjadi warna apa ?"

Tanya Perempuan tersebut dengan lembut pada Sehun.

"A..aku? aku belum begitu memikirkannya"

"Kalau begitu pikirkanlah"

Sehun memegang rambutnya gugup.

"Aku tidak tahu ingin menjadi warna apa, tapi untuk kali ini, kurasa...warna-warni ?"

"Warna-warni ?"

"Bagaimana denganmu, kau ingin menjadi warna apa ?"

"Aku belum pernah memikirkannya"

"Hei.."

Perempuan tersebut mengambil salah satu kelopak bunga yang berada di roknya.

"Saat ini mungkin...putih"

Sehun tersenyum mendengarnya.

"Namaku Oh Sehun Zhang songsaengnim memintaku menjemputmu"

"Yi Xing jijie ?"

Sehun menatap photo yang diberikan oleh Zhang songsaengnim.

Seberapa tua photo ini? Setidaknya dia sudah 3 tahun lebih tua sekarang. Tapi...entah kenapa, aku tahu kalau ini dia.

"Sehun, Sehun nama yang bagus. Terdengar indah...

Aku suka itu"

Deg

"Aku suka itu"

-To Be Continue-


Cha Cha Cha keluar nih chapter 1 nya hehehe

Mian kalo jadi gj ini, ada yang baca ff abal-abal ini ?

Mohon bantuannya masih baru netes ini telurnya hahahaha

So wanna review?

Love you

Peanutchoco