Chapter 2 : First Day

.

.

TAK TAK

Byaaarrr

"Selamat datang di Maze Sehun dan Luhan!"

Semua terlihat begitu semangat merayakan pesta selamat datang ini. Setelah Sehun membawa Luhan ke Maze Baekhyun dengan semangatnya langsung mengusulkan pesta selamat datang untuk mereka, katanya pesta selamat datang ini wajib dilaksanakan. Tentu saja usulan Baekhyun ini langsung disetujui ole semuanya. Dan beginilah kondisi sekarang meja penuh dengan makanan, gelas gelas dipenuhi dengan cola. Dinding yang tadinya berwarna putih polos sekarang ditempeli pita-pita, balon dan masih banyak lagi, tentu saja kalian tahu ulah siapa ini, siapa lagi kalo bukan Baekhyun.

.

Cast : Oh Sehun, Xi Luhan

Supporting cast : EXO members and another supporters

Genre : Romance, Hurt, Drama, Friendship

Rated : T

Lenght : Chaptered

Warning : Genderswitch for all uke's, Typo (s) everywhere. If you don't like please don't read and close the tab

Disclamaire : all the cast is not mine. They belong to their parents and entertainment

Inspired by : Anime Sakurasou No Pet Na Kanojo and another ff

.

"Siap ? ayo!"

"Selamat makan"

Semua menikmati makanan yang mereka ambil sambil mengobrol bercanda satu sama lain.

" Ayo makan yang banyak Luhan, mengadakan pesta selamat datang di Maze sudah menjadi tradisi"

Baekhyun mengambil satu potong beef lalu menyuapkannya pada Luhan.

"Ini dia Luhan, ini enak dan lembut ah tapi jangan memakannya terlalu cepat ini masih panas nanti akan membakar lidahmu"

Luhan memandang Baekhyun dengan khas mukanya yang terlihat datar, lembut, dan polos, Luhan akhirnya memakan beef yang diberikan Baekhyun untuknya.

"Jadi kau berasal dari Cina, Luhan ? Kau akan masuk ke SM High School ?"

Tanya Chanyeol sambil menikmati makannya.

"Pindah"

"Dia akan masuk bagian musik kelas dua"

Zhang songsaengnim menjelaskan tentang kepindahannya Luhan. Chanyeol menggeser tempat duduknya menjadi sebelah Sehun lalu berbisik pada Sehun.

"Ayo kita lihat, tingginya kira-kira 164 cm, beratnya kira-kira 47 kg dan dari atas ukurannya adalah B 35, 34 dan 33"

Ucap Chanyeol sambil memperhatikan Luhan dari atas sampai bawah.

"E..ekhm"

"Apa menurutmu dia "rata" ? jangan sampai ukuran tadi membodohimu. Dia benar-benar langsing jadi kau dapat melihat dada yang lebih besar dari ukuran tadi, percaya padaku"

Ucap Chanyeol dengan yakinnya dan tertawa dengan mesumnya.

"A..apa – apaaan itu ?!"

Nggggrrrr

"Oi Hikari, maaf biasanya dia ramah dengan orang-orang"

Hikari, kucing yang Sehun temukan tersebut tidak biasanya bersikap begitu pada orang lain, mungkin Hikari cemburu majikannya lebih memperhatikan orang lain daripada dirinya.

"Kalau begitu, ini waktunya aku menyanyikan lagu baruku untuk menyambut kalian"

Baekhyun mengangkat salah satu tangannya dengan bersemangat dengan cepat dia meraih handphone dan memutar lagu yang buat, lagu tersebut masih berupa melodi.

"Sehun, Luhan~

Kami dari Maze telah menunggumu

Kuharap sekarang kita selalu berteman baik~

Okey!"

"Liriknya sangat tidak pas dengan lagunya"

Tentu saja sangat tidak pas melodi yang dimainkan lagu tersebut cocok untuk lagu ballad, sedangkan Baekhyun menyanyikannya dengan riangnya sampai-sampai melodi dan nyanyiannya menjadi dua lagu yang berbeda.

"Baek apa ini yang kau sebut lagu untuk menyambut Sehun dan Luhan, bilang saja kau ingin menguji lagu barumu"

"Bisa dibilang begitu Yeoli, jadi bagian mana yang harus aku perbaiki Sehun ?"

"Tidak itu..menurutku itu sudah bagus, ya itu bagus"

"Eeyy itu saja ?"

"Menurutku bagian menuju reffnya harus sedikit dirubah"

"Benarkah Yeoli ? menurutku juga begitu"

"Kau bisa tambahkan nada ini untuk itu"

Mereka sudah asik dengan lagu buatan Baekhyun mengabaikan orang-orang yang berada disana yang masih dengan setia menatap mereka.

"Ah sepertinya mereka tidak akan berhenti, walaupun mereka sering bermain-main tapi tetap saja mereka serius jika mengenai hal seperti ini"

Ucap Zhang songsaengnim yang melihat mereka begitu serius. Sehun merasa hanya dia yang tidak memiliki impian, melihat Chanyeol dan Baekhyun yang begitu serius dengan impian mereka membuat Sehun merasa jika hidupnya selama hanya menghabiskan waktu dengan sia-sia. Sehun mengalihkan pandagannya ke arah lain, tak sengaja iris matanya bertemu dengan mata Luhan yang ternyata sedang memandanginya juga. Jantungnya tiba-tiba saja berdegup dengan kencang, entahlah Sehun tidak mengerti setiap kali ia melihat mata Luhan pasti seperti ini yang terjadi. Sehun merasa jika mata Luhan berbeda, matanya memiliki sesuatu yang membuat Sehun begtu tertarik kepadanya.

.

.

"Ini gawat, dia pasti mengira aku tidak ada apa-apanya"

"Argh kenapa aku jadi memikirkannya"

"Tapi dia masuk bagian musik itu artinya dia memiliki bakat yang hebat"

Sehun terlihat begitu menyedihkan sekarang, ya kalian tidak salah baca itu memang Sehun. Sehun yang kita ketahui memiliki sifat irit bicara berubah menjadi seseorang yang bermonolog sendirian. Dia berbaring sambil memeluk guling dan mengumamkan hal-hal mengenai Luhan, ditemani dengan Hikari yang sekarang sedang mencoba menaiki dada bidangnya.

Meong~

"Hari ini kau sangat gelisah Hikari, kau kenapa hm ?"

Meong

Hikari melompat begitu saja ke dari tempat tidur Sehun dan berjalan keluar dari kamar Sehun.

"Jadi begitu, kau tidak menyukaiku lagi ?"

"Baiklah kalau begitu aku tidak akan memberimu makan lagi"

Hoamm

"Sudahlah aku mau tidur saja"

.

.

.

Suasana pagi yang cerah udara yang masih segar, cuaca yang cocok untuk pergi ke sekolah dan bekerja.

"Yeoli ayo cepat tangkap aku"

"Tidak untuk hari ini"

Baekhyun berlari mengelilingi Chanyeol lalu berlari ke depan, setelah sudah di rasa cukup jauh dia berhenti lalu berbalik menghadap Chanyeol.

"Ayo Yeoli kejar aku"

"Hah..baiklah, hey tunggu aku!"

Akhirnya mereka pergi ke sekolah dengan saling mengejar satu sama lain. Lain lagi dengan keadaan di Maze, Sehun berada di ruang makan ditemani oleh Zhang songsaengnim. Seperti pagi sebelumnya Sehun sedang memberi makan Hikari sekali-kali ia bercanda dengan kucing itu.

"Semuanya berangkat pagi-pagi sekali, aneh"

Ucap Sehun yang masih tetap bermain dengan Hikari.

"Mungkin mereka sedang dikendalikan oleh makhluk asing"

Jawab Zhang songsaengnim yang sedang memakan sarapan pagi dengan santainya. Sehun yang mendengar ucapan songsaengnimnya ini hanya bisa menunjukkan wajah datar.

"Eoh kau jangan lupa untuk mengantar Luhan ke sekolah Sehun"

"Ne songsaengnim"

"Ingat dia tanggung jawabmu, jika Luhan terluka aku tidak akan segan segan menghajarmu Sehun. Kau harus mengantarnya sampai sekolah, arra ? songsaengnim pergi dulu ne"

Sehun dengan cepat menganggukkan kepalanya. Walaupun Sehun bingung kenapa Luhan menjadi tanggung jawabnya, hey dia masih mau melihat matahari pagi. Perubahan raut wajah Zhang songsaengnim memang menyeramkan.

Setelah selesai memberi makan Hikari Sehun menuju lantai dua untuk membangunkan Luhan. Walaupun sebenarnya anak laki-laki tidak diperbolehkan untuk ke lantai dua yang lantai dua memang diperuntukkan untuk kamar perempuan saja. Tapi mau bagaimana lagi ia tidak mungkin menunggu Luhan sampai bangun sedangkan 30 menit lagi bel sekolah akan berbunyi, sangat tidak lucukan jika Luhan terlambat di hari pertama ia masuk sekolah.

TOK TOK TOK

"Luhan bangun, lagi kita akan terlambat jika kau tidak bangun"

"..."

Merasa tidak ada yang menjawab panggilannya Sehun berinisiatif untuk masuk ke kamar Luhan.

"Luhan aku masuk"

Klek

"..."

Brak!

"Kenapa kau tidak bilang jika kau sedang berpakaian Luhan"

Ucap Sehun dengan cepat, mukanya berubah menjadi merah. Jelas saja Sehun merasa malu, bagaimana tidak malu saat Sehun masuk kamar Luhan ia melihat Luhan sedang memakai kemeja sekolahnya. Maka karena itulah muka Sehun memerah.

Klek

Luhan keluar dari kamarnya, ia sudah berpakaian lengkap sekarang.

"Aku baru saja akan menjawabmu"

Ucap Luhan dengan nada datar nan lembut miliknya. Raut mukanya pun datar yang berkesan polos seperti tidak terjadi apa-apa.

"Kau bisa menjawabnya lebih cepatkan"

Ucap Sehun, sekarang raut wajahnya tidak seshock tadi walaupun rona pink masih terdapat sedikit di wajahnya. Bukannya mendengarkan Sehun, Luhan pergi begitu saja meninggalkan Sehun.

"Ayo kita pergi Sehun, kita bisa terlambat"

"Tunggu kau mau pergi sekolah dengan rambut yang begitu"

"Wae ? Kenapa dengan rambutku"

"Rambutmu berantakan Luhan"

"Aku tidak bisa membuatnya rapi jadi ku biarkan saja"

Sehun terdiam mendengar penjelasan Luhan. Sebenarnya Luhan ini perempuan atau jangan-jangan Luhan adalah perempuan jadi-jadian, kira-kira seperti inilah yang dipikirkan Sehun sekarang.

"Tunggu disana jangan-jangan kemana-mana aku akan merapikan rambutmu"

Sehun pergi mengambil sisir di kamar Luhan. Tapi saat memasuki kamar Luhan ia benar-benar terkejut.

"Huwaa"

"Kau kenapa Sehun ?"

"Kenapa kamarmu bisa seberantakan ini Luhan ?"

Kamar Luhan mungkin bisa dibilang seperti habia terkena badai. Sangat berantakan, baju dimana bahkan entah kenapa dikamar Luhan banyak sekali bungkus makanan ringan.

"Aku tidak tahu"

Ucap Luhan dengan polosnya sambil memiringkan kepalanya.

"Apa yang kau ingat-ingat yang kau lakukan semalam"

"Makan malam"

"Lalu ?"

"Mandi"

"Lalu ?"

"Memakai baju dan tidur"

"Lalu kenapa bisa kamarmu menjadi seperti ini"

"Aku tidak tahu"

Sekarang Sehun bukan lagi mempertanyakan apa Luhan perempuan atau bukan, tapi sekarang Sehun menanyakan apa Luhan itu manusia atau jangan-jangan Luhan itu ternyata alien. Hah entahlah lebih baik ia mencari sisir dan cepat merapikan rambut Luhan.

Akhirnya Sehun menemukan sisir Luhan setelah mengeledah kamar Luhan.

"Luhan kemari aku akan merapikan rambutmu"

Luhan diam saat Sehun menyisir rambutnya. Sehun dengan telaten menyisir rambut Luhan. Rambut Luhan begitu lembut seperti rambut bayi. Bahkan wanginyapun seperti wangi bayi. Tanpa sadar tangan Sehun mengusak rambut Luhan dengan lembut.

"Sehun, apa rambutku sudah rapih ?"

"A..ah ne"

Sehun terkejut mendengar suara Luhan. Dengan cepat Sehun menjauhkan tangannya dari rambut Luhan.

"Ayo kita pergi, kita bisa terlambat Luhan"

Ucap Sehun sambil memengang tengkuk nya, lalu melihat jam yang ternyata 15 menit lagi bel akan berbunyi lalu menarik tangan Luhan menuju lantai satu. Sadar akan tangannya yang masih memengang tangan Luhan, Sehun dengan cepat melepaskan tautan tangan mereka.

"Mian.."

Dengan cepat Sehun memakai sepatunya.

"Arrgh kenapa jantungku berdegup dengan kencang, ayolah apa kau tidak bisa sedikit tenang"

Gumam Sehun dengan sangat pelan pada jantungnya.

"Sehun"

"Hm, kenapa ?"

"Bisakah kau menalikan sepatuku ? Aku tidak bisa menalikannya"

"Hah sebenarnya apa yang kau lakukan selama ini Luhan"

Ucap Sehun sambil menarik rambut hitamnya.

"Bermain biola"

"Hanya itu ?"

"Mendengarkan musik"

"Lalu ?"

"Bermain biola"

"Hah sudahlah lupakan"

Ucap Sehun frustasi. Setelah menalikan sepatu Luhan, Sehun dan Luhan pergi ke sekolah dengan terburu-buru.

.

.

"Hey kau kenapa lemas pagi-pagi begini huh ?"

Tanya Kai pada Sehun yang menengkurapkan kepalanya diatas meja miliknya.

"Kau terlihat menyedihkan Hun dengan mukamu yang seperti itu"

"Sudahlah Jongin jangan mengganggunya begitu"

Kai mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang sedang asik membaca.

"Memang kau tahu Soo dia kenapa ?"

Kyunsoo mengangkat bahunya cuek.

"Aish kau sama saja"

"Kau berisik Kai"

Sehun akhirnya bersuara setelah beberapa saat tadi dia terlihat seperti mayat hidup.

"Akhirnya kau bersuara juga Hun, ku kira kau kehilangan suaramu"

Kai tertawa terbahak-bahak dengan lelucon yang ia buat, tawanya mulai mereda saat dirasa Sehun dan Kyungsoo tidak tertawa.

"Tidak lucu ya..hehe"

Kai memegang tengkuknya sambil tertawa canggung. Tangan Kyungsoo sepertinya sudah tidak tahan untuk tidak bertemu dengan kepala Kai. Terlihat sekarang Kyungsoo melayangkan pukulan penuh kasih sayangnya pada Kai. Tentu saja Kai hanya bisa mengaduh dan tidak bisa melawan, poor Kai.

"Kau kenapa sih Hun ?"

"Kau tahu pagi ini pagi yang paling melelahkan disana"

"Maksudmu di Maze ?"

"Hm, memang dimana lagi Kai-ah "

Kai sebenarnya ingin tertawa melihat ekspresi Sehun sekarang, tapi tentu saja Kai tidak mau menjadi orang yang tertawa diatas penderitaan teman. Jadi sebisa mungkin ia menahan tawanya ini.

"Jadi hanya gara-gara itu kau seperti ini, kau ada-ada saja Hun"

"..."

Sehun melihat Kai dengan deathglarenya.

"Hey hey tidak usah sampai melihatku begitu, eoh Hun kau tidak lupa untuk berlatih dance sepulang sekolah kan ?"

"Eoh benar hampir saja aku melupakannya"

"Soo kau mau ikut ?"

"Ani, aku ada latihan vokal dengan paduan suara"

Selaun mengikuti les vokal Kyungsoo juga mengikuti ekstrakulikuler paduan suara, sedangkan Sehun dan Kai mengikuti dance.

Kringggg

Bel sekolah berbunyi, para siswa mulai memasuki kelas masing-masing bersiap untuk menerima pelajaran.

.

.

Jam sudah menunjukan waktu makan siang, bel berbunyi menandakan pelajaran telah usai para siswa berhamburan menuju kantin untuk melepas rasa lapar yang sudah menyiksa mereka. Tidak berbeda dengan siswa lain, tiga sekawan inipun pergi menuju kantin. Sekarang adalah bagian Sehun untuk memesan makanan mereka, setelah menanyakan pada Kai dan Kyungsoo ingin memesan apa ia segera mengantri untuk memesan makanan tersebut.

Setelah mendapatkan makanannya ia segera menghampiri Kai dan Kyungsoo. Seperti biasa mereka sudah berseteru kecil, entah apalagi yang mereka debatkan.

"Hey hey sudah makanan kalian bisa dingin kalau kalian terus seperti ini"

"Terserah aku dong, bagaimanapun ini caraku memegang sumpit"

"Soo, makananmu akan lama habisnya jika kau memegangnya seperti itu"

Mereka tidak menghiraukan ucapan Sehun. Malah sekarang mereka saling mengejek satu sama lain, Sehun sudah menyerah untuk melerai mereka lebih baik ia makan makannya sambil menonton mereka lumayanlah dapat tontonan gratis.

"Sehun"

Sehun menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari orang yang memanggilnya.

Uhuk uhuk

Sehun tersedak, terkejut melihat Luhan dengan muka datarnya sangat dekat dengan Sehun.

"Apa kau tidak bisa muncul dengan cara normal huh"

"Tadi aku sudah memanggilmu"

"Ekhm..Hun kenapa tidak bilang kau mempunyai teman semanis ini, bukankah kita teman"

Ucap Kai dengan salah satu tangannya merangkul Sehun. Rupanya Kai sudah tidak beradu mulut lagi dengan Kyungsoo. Kai tersenyum sudah tersenyum manis saja pada Luhan yang duduk dihadapannya. Kyungsoo yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas.

"Apa dia temanmu di Maze ?"

"Hm, dia Xi Luhan dia pindahan dari Cina..sekarang ia tinggal di Maze"

"Anyeonghaseyo Xi Luhan imnida"

Luhan membungkuk dan memperkenalkan dirinya.

"Ahh kalian berdua tinggal bersama di Maze, sepertinya kalian cukup akrab"

"A..kalau itu.."

"Sehun adalah pria pertama ku"

"A..apa pertama ?" Kyungsoo terlihat sangat terkejut saat mendengarnya, Sehun yang selama ini dia kenal ternyata seperti itu, ya beginilah kira-kira pemikiran Kyungsoo setelah mendengar ucapan Luhan.

"Bukan seperti itu Kyung.." Sehun sepertinya menangkap kesalah pahaman disini, dia mencoba mejelaskannya pada Kyungsoo tapi sayang Kyungsoo lebih cepat dari Sehun.

"Sehun kau berani - beraninya!"

Tangannya Kyungsoo sudah siap untuk melayang. Sedangkan Sehun, mukanya memelas ia ingin menjelaskan kesalah pahaman ini pada Kyungsoo tapi keadaan sekarang membuatnya terpojok.

"Luhan..jelaskan dengan benar, Kyung ini bukan seper-"

"Aku senang Sehun menjadi yang pertama" ucap Luhan dengan polosnya

"Huwa Hun kemarin Baekhyun sunbae sekarang perempuan manis ini, kau hebat juga Hun"

Bukannya menenangkan Kyungsoo, Kai malah dengan santainya berbicara seperti itu. Terang saja Kyungsoo semakin ingin menghajar Sehun.

"Oh Sehun...kau!"

Kyungsoo langsung menyerang Sehun dengan tangan mungilnya. Tidak sakit memang pada awalnya tapi jika terus dipukuli seperti itu juga tetap saja sakit.

"A..aa Soo hentikan ini sakit"

"Tidak akan! Kau berani-beraninya Oh Sehun!"

"Sudalah Kyung kasian Sehun"

"Diam kau Jongin"

Ya seperti ini lah keadaan sekarang, Kyungsoo masih setia memberikan pukulannya pada Sehun, dan Sehun terlihat sangat menyedihkan. Jangan tanyakan bagaimana Kai sekarang dia sudah tertawa terbahak-bahak melihat Sehun tersiksa, poor Sehun.

"Sehun teman pria pertamaku, selama ini aku hanya memiliki teman perempuan"

"..."

Hening. Tiga sekawan itu terdiam seketika. Oke sebenarnya hanya Kyungsoo saja yang terdiam. Sedangkan Kai masih tertawa walaupun tidak seheboh tadi.

"Sudah kubilangkan ini bukan seperti yang kau pikirkan Soo" ucap Sehun.

"Mian..hehe"

"Soo, kau harus melihat wajah Sehun tadi, wajahnya sangat mengenaskan" siapa lagi yang berbicara seperti ini selain Kai.

"Aish kau ini...dan kau Luhan seharusnya kau mengatakanya dari awal jadi ada yang salah paham kan"ucap Sehun

"Aku sudah mengatakannya" jawab Luhan dengan datar, lalu melanjutkan makannya.

"Hey hey kau memakan makananku Luhan"

"Aku lapar"

"Sabar Sehun sabar semua ini ada jalan keluarnya(?)" Ucap Sehun pelan sambil menarik napas lalu membuangnya. Sepertinya Sehun harus sering-sering bersabar mulai sekarang.

.

.

Sehun berjalan menghampiri keran air yang berada di halaman sekolah, katanya ia ingin mencari angin segar.

Sehun menunduk, kepalanya lebih rendah dari keran. Lalu membuka mulutnya siap meminum air yang keluar dari keran tersebut. Saat sedang asik dengan kegiatannya tiba-tiba terdengar suara seseorang.

"Ada apa ini ? Menghabiskan makan siangmu sendirian"

Oh ternyata Zhang songsaengnim.

"Aku hanya makan setengah makananku jadi aku minum air untuk mengisi setengahnya"

"Hahaha Hun kau menyedihkan"

Zhang songsaengnim malah menertawakan Sehun. Bukannya memberikan kata yang lebih manusiawi, hah Zhang songsaengnim kau ada ada saja.

"Luhan menghabiskan makananku, bukankah songsaengnim ini walinya ayo ganti rugi padaku"

"Ah benar kau belum mengubah penelitian karirmu ya?"

"Jangan mengubah topik, ini tentang Luhan"

"Kau mengisinya dokter, itu sudah biasa lagipula menjadi dokter tidak cocok untukmu"

"Songsaengnim apa kau meragukanku.."

"Jadi seperti Baekhyun, dia jenius"

"Memang apa yang ditulisnya ?"

"Eoh dia menulis 'Masa depanku terlalu cerah untuk dilihat haha' bukankah dia jenius"

Zhang songsaengnim mempraktekkan bagaimana Baekhyun yang menjelaskan penelitian karirnya lengkap dengan tangan yang diangkat tinggi-tinggi dan nada khas Baekhyun.

Sehun yang mendengarnya hanya bisa diam kehilangan kata-katanya.

"Dia itu alien, makhluk bumi tidak akan melakukan itu" gumam Sehun

"Jadi berhentilah bermain-main, kata 'Perguruan tinggi' sudah cukup bagi mereka"

"Tapi.."

"Pikirkanlah baik-baik, aku hanya memberitahumu saja" ucap Zhang songsaengnim dengan senyum lembutnya lalu pergi meninggalkan Sehun begitu saja.

Sehun terdiam ia tidak mengerti mengapa Zhang songsaengnim menganggapnya bermain-main. Tapi seketika raut muka Sehun berubah saat menyadari sesuatu.

Dia mengganti topiknya

.

.

"Kami pulang"

Sehun dan Luhan akhirnya pulang dari sekolah setelah belajar dari pukul depalan pagi hingga pukul lima sore. Maze terlihat sepi, sepertinya semua orang belum kembali.

Tanpa kata apapun Luhan pergi menuju lantai dua begitu saja, membiarkan Sehun yang masih melihatnya dari belakang.

"Jangan lupa untuk ganti bajumu" teriak Sehun yang dibalas oleh keheningan. Sehun mengangkat bahunya bertanda ia tidak ambil pusing karena itu. Sehun memutuskan untuk mengganti segaram sekolahnya dengan baju yang lebih santai.

Setelah sampai di kamarnya Sehun segera membuka satu persatu kancing baju seragamnya lalu membuka keseluruhan bajunya. Tubuhnya yang atletis dengan otot tangan dan perut yang belum terbentuk sempurna itu terlihat pas.

Sehun mengganti seragamnya dengan kaus berlengan pendek berwarna putih dengan celana santai selutut. Sehun merebahkan dirinya di tempat tidur, merasa tidak ada yang bisa dilakukan Sehun mulai memejamkan matanya untuk istirahat.

.

Tak terasa sudah satu jam Sehun terlelap, keadaan Maze masih seperti awal hening seperti orang-orang akan pulang terlambat hari ini. Tapi ada yang sedikit berbeda dari keadaan awal, sekarang terdengar suara permainan biola yang digesek dengan indahnya melantun di Maze ini.

Suara ini tak sengaja membuat Sehun yang terlelap jadi terbangun. Sehun yang baru saja terbangun dibuat penasaran dengan suara biola ini. Ia mulai mencari asal suara biola tersebut, sampai akhirnya ia berdiri di depan pintu kamar Luhan. Suara biola tersebut berasal dari sini, Sehun mencoba melihat ke dalam kamar Luhan melalui celah pintu, pintu tidak tertutup rapat.

Bisa Sehun lihat disana Luhan sedang memainkan biola dengan mahir raut wajahnya benar-benar menggambarkan ia sangat menghayati permainannya. Wajah Luhan yang disinari oleh cahaya matahari senja sangat mempesona ditambah dia sedang memainkan biolanya dengan serius.

Tanpa sadar Sehun terus memperhatikan Luhan. Sehun seperti terkena hipnotis dia bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Luhan. Ini seperti bukan Luhan yang Sehun kenal tadi pagi, Luhan yang ini berbeda.

Klek

Pintu terbuka, Sehun tidak sengaja mendorongnya. Permainan Luhan berhenti, ia mengalihkan pandangannya ke arah pintu.

"Sehun..."

"Oh hai...tadi aku tak sengaja mendengar permainan biolamu, permainanmu sangat bagus" Sehun menggaruk punggung lehernya sambil tertawa canggung.

"Terimakasih"

Suasana canggung langsung menghiasi tempat tersebut. Oke mungkin hanya Sehun yang merasakannya karena Luhan hanya diam sambil menatap Sehun.

"Kami pulangg"

Untung saja Chanyeol dan Baekhyun datang, jadi setidaknya Sehun bisa melarikan dari suasana canggung ini.

"...kalo begitu aku akan menyiapkan makan malam dahulu" Luhan mengangguk sebagai jawaban.

.

.

Pagi ini Sehun mendapat giliran untuk membuang sampah keluar, sayang sekali ia kalah hompimpah tadi. Setelah meletakkan sampah-sampah yang ia bawa Sehun segera bergegas pulang. Tapi saat ia berbalok ia menemukan Kyungsoo yang berjalan menuju sekolah.

"Eoh pagi Soo, kau bangun pagi sekali"

"Pagi Hun sekarang jadwal piketku jadi aku harus bangun pagi-pagi"

"Hmm"

"Sehun perempuan kemarin..dia berada di kelas musik kan ?"

"Luhan ? Ya di bermain biola, permainannya bagus..dia sangat serius saat memainkaannya. Aku ingin menyemangatinya, tapi...ini juga untukmu Soo"

Warna merah kentara terlihat disekitar pipi Kyungsoo, mukanya terasa panas. Padahal Sehun hanya menyemangatinya saja.

"Kau sudah bekerja keras dengan latihan vokalmu, kau benar-benar sangat gigih untuk meraih cita-citamu. Aku senang melihatmu begitu"

Pipinya bertambah merah setelah mendengar ucapan Sehun yang terakhir, ditambah dengan senyum lembut dari Sehun. Ia sangat senang mendengarnya, ia janji akan terus berjuang untuk meraih cita-citanya.

"Ka..kalau begitu aku pergi dulu"

"Sampai berjumpa di sekolah Soo"

Kyungsoo berlari, tidak lupa ia melambaikan tangannya pada Sehun. Senyumannya terus terlihat dari bibir heartshape miliknya, hari ini ia merasa sangat bersemangat.

Sepeninggalan Kyungsoo Sehun tidak seceria tadi, mukanya sedikit murung.

"Semua orang sangat mengagumkan" gumamnya.

Luhan, Kyungsoo. Mereka tahu apa yang mereka harus lakukan.

Sehun merenggangkan badannya dengan mengangkat kedua tangannya keatas. Wajahnya menengadah ke arah langit.

Aku bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Chanyeol sunbae dan yang lainnya. Karena itu..suatu hari aku akan menemukan keinginanku.

Sehun memasuki ruang makan, telinganya mendengar alunan biola klasik yang di putar oleh Chanyeol. Begitu damai dan sejuk, siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa tenang.

"Indahnya" ucap Sehun

"Terimakasih"

"Eh? Mengapa kau berterima kasih padaku Luhan?"

"Aku yang memainkannya"

Sehun mengerutkan dahinya, bagaimana bisa Luhan yang memainkannya. Chanyeol yang kebetulan sedang berada disana juga ikut berbicara.

"Kau masih belum tahu juga ?"

"Chanyeol hyung.."

"Lihat cover albumnya"

Sehun yang masih terlihat bingungpun mengikuti ucapan Chanyeol. Bola mata Sehun membesar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Cover album tersebut memang biasa saja, berwarna navy blue. Tapi yang membuat Sehun terkejut adalah tukisan yang terpampang jelas di cover tersebut. 'Xi Luhan' benar nama inilah yang sukses membuat Sehun terkejut.

Sehun segera berlari ke kamarnya membuka handphonenya, mencari mesin pencari. Ia dengan cepat menuliskan kata 'Xi Luhan' , tiba-tiba ia teringat perkataan Zhang songsaengnim saat pertama kali memperkenalkan Luhan padanya.

"Kau tidak melihatnya di siaran Tv atau di majalah ?"

Kala itu Sehun tidak mengerti apa yang dikatan Zhang songsaengnim.

Sehun mengklik seacrh..dan munculkah berbagai artikel tentang Xi Luhan.

'Musisi jenius di usia yang masih sangat muda'

'Gadis jenius memasuki dunia musik internasional'

'Konser tunggal Xi Luhan'

Sehun mengklik salah satu dari artikel tersebut. Sehun benar-benar dibuat terdiam seribu bahasa.

Ini tidak seperti Chanyeol dan Baekhyun sunbae. Luhan adalah...

.

.

.

- To Be Continue –

Ada yang masih inget ff ini ?

Hehe mian ilang gitu aja, uhhh gila akhir-akhir ini banyak tugas baget sampe susah buat nerusin ff ini

Semua tugas ini membunuhku T.T

Jangan Lupa review biar semangat buat lanjutinnya hehe

Dannn buat Oh Juna93, Big thanks for you hehe makasih banyak karena udah review :D review lagi ya hehe

Oh Juna93 : anehnya kaya gimana? Hmm...aneh disinituh aneh dari segi sikap dan cara berpikir mereka gitu jadi mereka yang tinggal yang di maze itu orang2nya limited edition wkwkwkwk...kalo buat hunhan yang ngomongin warna itu sebenernya Luhan tu nanya kalo kamu warna kamu pingin jadi warna apa buat mengisi orang lain...ya semacam gitu, sebenernya disana si hunhun juga gak begitu ngerti wkwkwk

Kata terakhir...jangan lupa buat review nee~

Love You

Peanutchoco