Ini ff kga aku edit lagi,

Sebenernya ff ini udh aku biat lama, mian baru di publish.

Oke, selamat membaca readernim

Chapter 2

Apa yang kau lakukan, HAH !. dengan wajah memerah luhan berteriah.
kau mau berbuat macam-macam terhadapku ?! luhan berucap.

Itu hukuman buatmu nona manis, karena untuk sebuah informasi yang ingin kau dapatkan dengan seperti itu, karena itu menyangkut masalah privasi orang lain. Maka, kau harus dihukum, Wufan dengan raut wajah menggoda.

Apa kau mau ku beritau tentang diri ku nona manis ?. Wufan seraya mendekatkan wajahnya ke wajah luhan.

Apa yang ingin kau lakukan, ajhussi. Dasar kau, ajhussi yadong ! luhan berseru, dengan tangan yang mendorong Wufan ke belakang, agar wajah memerahnya tidah kelihatan oleh Wufan.

Mwo, O_O Wufan syok dipanggil ajhussi yadong sama luhan.
apa kau bilang ?!. Wufan bersuara

Dengan luhan yang berlalu hingga tanggan yang ingin memutar kenop pintu, tetapi tertahan oleh suara yang memanggilnya.

Ya, Xi LuHan. Kita belum selesai, dengan wajah yang mengeras Wufan berlari menghampiri luhan dan mencengkram tangganya. Hingga wajah luhan sekarang berhadapan dengan wajah Wufan.

Hai ajhussi, appa ku ada dibawah. Kau mau berbuat macam-macam !. luhan, geram dengan semua ini hingga ia berucap seperti itu.

Wufan terkekeh, dengan penuturan luhan baru saja. Tautan tangan merekapun terlepas, dan luhan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan wajah Wufan yang sedang senyum-senyum sendiri.

~kamar mandi utama tepatnya di kaca yang berukuran besar~

Pagi menjelang dengan mereka sedang berkutat denga kegiatan masing-masing, luhan yang sedang ingin memasang softlansa berwarna birutua sedangkan Wufan yang sedang mencukur bulu-bulu halus yang ada di bawah hidung dan di atas bibirnya.

Dzing...dzing...dzing bunyi alat cukur itupun mengusik pemdengaran bunyinya seperti itu... hhe

Sudah cukup !, aku sudah tidak tahan dengan bunyi pencukurmu itu ajhussi. Luhan, dengan satu jari tenlunjuk mengacung tepat di benda tersebut.

Iya..iya sudah selesai. Wufan berucap final,

Kari ini juga kau kau bakal datang ke girl high school, ajhussi. Dengan ragu-ragu luhan berucap.

Hai, bisa tidak kau tidak memangilku ajhussi ! Wufan kesal, karena luhan selalu bilang dirinya adalah ajhussi. Panggil aku oppa ?!. perintaan Wufan final.

Ya, baiklah ajhussi... opss, mianhae Ooppa. Luhan dengan senyum cerianya.

Oke, itu baru benar. Oh ya, dengan pertanyaanmu tadi... hmm gimananya ia...

Luhan memperhatikan raut wajah Wufan dengan pantulan dikaca itu.

Aku serius oppa, jangan bercanda.

Aah, selanjunya mengeringkan rambut... Wufan berlalu, mengambil handuk kecil ingin mengeringkan rambutnya.

Huh, dasar menyebalhkan !. luhan mendengus dengan tangan yang berusaha menempelkan softlansa itu.

Tiba-tiba saja wufan sudah berada di sampng luhan lagi, terlebih sekarang ia selang mengeringkan rambutnya.

Oh, jadi sekarag bentuk kotak lensa seperti itu ya ?! Wufan ingin tau.

Luhan terkaget dengan penuturan Wufan barusan, bohong yang benar saja,tidak tau ? memberi jeda. Masa oppa tidak tau ?!

Tau apa...

Baiklah apa oppa mau lihat... dengan tangan yang menyodorkan beberapa senti ke depan, agar mempermudah aces indra penglihatan Wufan.

Chamkaman.. biar aku pakai saja di mata ku agar oppa bisa melihat hasilnya. Bila kotak lensa itu kupakai akan terlihan terlihat lebih besar di mata ku. Dengan senyum cerahnya,

Thadaa... sudah masuk sempurna !. nah, iris mataku sekarang jadi terlihat lebih besar sekarang.

Dengan tangan menyentuh pipi luhan dan wajah yang mendekat, hingga beberapa centi.
Padahal kelihatan sama saja... apa bedanya tidak pakaipun matamu yang asli sudah terlihat besar...

Luhan menepis tangan Wufan, tapi tetap saja lebih baguskan !

Ya... ku hargai usahamu, Wufan menghargai hasil usaha luhan yang ingin terlihat bagus itu.

Wufan dengan tampang stay cool dia menyisir rambutnya, menghadap ke kaca itu. Ia tidak sadar bahwa sekarang luhan sedang memperhatikannya.

Kalau diperhatikan baik-baik, dia kelihatan tampan juga... ahh luhan baru saja terpanah dengan wajah tampan Wufan. Dan tiba-tiba wajahnya memerah,

Ada apa... Wufan pun tersadar akan sosok yang memperhatikanya barusan.

T- tidak, A-ada apa-apa... dan berlalu meninggalkan Wufan.

Drap..drap.. kenapa aku menjadi berdebar-debar...

Dug,, langsung ketahuan ya kalau sama detektif... appa luhan yang sedari tadi mengintip mereka di tempat persembunyianya itu, akhirnya ketahuan juga. Tapi sebenarnya kau sudah bisa berteman dengan luhan ya... haha

Apa hyung mencemaskan hal itu... Wufan bersuar suara.

Justru sebaliknya... yifan, aku punya permohonan padamu.

~girl high school~

Diruang ganti... glek, luhan yang baru saja ingin melepas baju. Sontak menjadi kaget dengan teriakan teman satu sekolahnya, yang bernama byun baekhun.

Masa... serius, benar ada detektif di sini ?!

Luhan apa kau sudah dengar !? appa nya kyungsoo menyewa detektif untuk mengawasinya ?!. baekhyun bertanya kepada luhan perihal informasi yang iya dapat dan dengar barusan.

Iya benar tidak bisa dipercayakan ?!. xiumin menambahkan perkataan baekhyun.

Ekh.. jadi yang lagi di awasi oleh Wufan itu adalah D.O Kyungsoo. Luhan berbicara dalam hatinya,

Aku pernah keluar tanpa izin, sehingga appa langsung menyewa detektif untuk mengawasiku... kalian taukan appa ku seorang kolegan yang sedang naik daun sekarang. Makanya, ia rela menyewa detektif dengan biaya yang mahal untuk mengawasi ku.

Detektif itu kerjaannya ngapain deh ?! baekhyun menimpali.

Ya.. mengawasi atau membuntuti tiap hari untuk mendapatahkan informasi, sehingga orang yang ia cari dapat di tangkap. Jawab kyungsoo final,

Waah... kayak artis saja di buntuti oleh fansnya, Yixing berseru.

Luhan berpura-pura kesusahan memakai bajunya, karena takut kalau di ajak ngobrol juga. Dalam hatinya... padahal aku mau merahasiakannya. Dan berlangsung pergi meninggalkan teman-teman di dalam ruangan, dengan langkah mengendap-endap.

Sedangkan mereka berempat masih saja membicarakan detektif itu,

Memanya bisa dipercaya kalau dia tidak bakal tergoda dengan yoeja-yoeja manis seperti kita !? kalau dia sampai macam-macam bagaimana... meskipun kita bukan luhan tetapi kita bisa sajakan macam-macam, baekhun menimpali perkataan kyongsoo.

Luhan gimana menurutmu ?! mereka serempak menoleh kehadapn luhan.

Help ! luhan bersuara dalam hatinya meminta pertolongan atas semua masalah yang akan dia alami nanti jikalau ketahuan.

GAWAT (T_T)...

Oh ya xiumin... luhan pura-pura tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan dan berlalu menghampiri xiumin yang bertanya kepastian wajah si detektif tersebut.

Kyungsoo apa kau pernah lihat wajah detektif itu misalnya... luhan bertanya.

Kyaaa... di belakang luahan teman-temanya pada meneriaki seseorang.

Xiou luhan ada ?!

Deg... suara itu. Apa benar dia ada disini... lalu luhan memutar tubuh kearah temanya yang sedang di depan pintu ruangan kelasnya.

Sudah kuduga pasti mencari luhan ?! seru baekhyun

Luhan apa dia kenalanmu... Yixing bertanya kepada luhan.

Haii... Wufan memberi salam kepada luhan dengan wajah yang susah di artikan.

Tidak lama kemudian datanglah para yoeja penggangu, hingga suasanya menjadi ramai akan kedatangan para yoeja itu. Kau punya hubungan apa dengan luhan ?! pertanyaan salah satu dari yoeja itu, ditambah pertanyaan.. jarang banget ada namja yang keren sepertimu di sekolah khusus yoeja ?!...

Wakh ! luhan syok dengan kedatang para yoeja itu yang berbondong-bondong menghampiri Wufan dan bertubi-tubi memberikan pertanyaan yang menyudutkan dirinya, apakah benar dia mempunyai hubungan denganya. Dengan detektif itu yang pada dasarnya ingin di tutupi olehnya. Pokoknya tidah boleh sampai ketahuan ! luhan bersuara dalam hati.

Luhan... aku ingin berbicara sebentar denganmu...

~bawah tangga~

Kalau ketahuan kyungsoo bagaimana HAH.. kau ini ngapain kemari ?!

Akukan mengaku sebagai kenalanmu, jadi aku tidah bakal dicurigai. Tenang saja lagi pula... kata-kata Wufan terputus karena di potong oleh perkataan luhan.

Jali kau menggunakan ku sebagai tamengmu !? luhan geram dengan kelakuan namja satu ini yang melibatkan dirinya.

Lalu pakai ini untuk jaga-jaga... Wufan menyodorkan sebuah kotak berwarna hitam

Apa ini... luhan mengernyip heran.

Ini lat penyadap yanga dilengkapi GPS.

HAH...

Mungkin kau berfikit yang semestinya menangani orang-orang jahat seperti itu adalah pera penegak hukum. Tapi tetap saja kalau seandainya ada orang yang sangat jahat benar-benar menyusup ke sekolah ini. Tentu kau perlu membawa benda inikan jaga-jaga... perkataan Wufan terhenti lagi karena di potong oleh luhan.

Hah?! Bukanya kau Cuma mau memanfaatkanku sebagai pembantu dalam kasusmu. Luhan menekankan kata pembantu dalam ucapanya,

Tapi gimana kalau terjadi sesuatu padamu... Wufan sangat mengkhawatirkan keadaan luhan.

Sesuatu apaan hah.. tidak masuk akal, luhan berlalu meningalkan Wufan.

Glep.. tiba-tiba ada tangan yang memegang tangan luhan.

Ini karena aku mengkhawatirkanmu... kalau kau begini kau jadi menghambat pekerjaanku..

Khaast...dasar rendahan ! ternyata dari pada mengkhawatirkan diriku dia lebih mengkhawatirkan pekerjaannya. Luhan berusaha untuk melepaskan tanganya dari genggaman tangan Wufan.

Tenanglah... Wufan mengumam.

Pokoknya aku tidah akan menuruti perintah ajhussi sepertimu ! jawab luhan finis.

Bruk.. badanya tebentur dinding itu, karena di dorong oleh Wufan. Dan tiba-tiba saja benda kenyal itu menempel di bibir cerrybell luhan. Luhan, badanya sontak menegang dengan mata melebar. Wajah Wufan sangatlah dekat denganya, karena tidak ada jarak antara wajahnya dengan wajah Wufan.

Semakin lama luhan merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik, karena ciuman itu. Ya, ciuman kedua yang dia rasakan bersama namja berumur tiga puluhan yang sedang mencium dia sekarang ini dan luhan menikmatin ciuman itu. Manis, itu yang ia rasakan hingga ciuman itu mnjadi lumatan-lumatan kecil.

Hmm... apa yang kau lakukan, luhan mengumam disela-sela ciumanya.

Akh... lama kelamaan luhan kehabisan oksigen gara-gara ciuman yang tidak terhenti itu dan ciuman itu akhirnya terlepas, Wufan menghentikan ciuman itu. Karena ia tau, ciuman itu akan berakhir tidak baik, ini di sekolah...

Akhirnya kau tenang juga... setelah mencium luhan,Wufan bersuara.

Deg.. deg.. deg.. jantung luhan berdegup kencang. Lebih tepatnya memburu karena pasokan oksigen yang tersisa sedikit.

Ternyara cara lama yang dulu begitu populer "untuk menenangkan seseorang adalah dengan segera menciumnya" masih efektif sampai sekarang. Berlalu meninggalkan luhan yang terpaku menatap kepergian Wufan.

Tunggu... luhan, suaranya akhirnya bisa kembali normal dengan sedikit menaikan beberapa oktaf.

Apa lagi...

Sebenarnya kau takut gagal kalau seandainya kau tidak sampai tepat pada waktunyakan... luhan sedikit mengkhawatirkan Wufan.

Aku tidak akan gagal. Wufan dengan berucap dengan keyakinan dirinya.

Kubilangkan gimana kalau seandainya tidak tepat pada waktunya.

Aku pasti tidak akan membiarkan itu terjadi... Wufan dengan jawaban akhirnya.

Wufan ?! tiba-tiba saja luhan sangat mengkhawatirkan Wu YiFan.

~koridor~

Apa-apaan wajahnya itu... luhan berlari menyusuri koridor denga wajah yang memerah dan mengegrutu. Seperti tidak terjadi apa-apa padahal hbis mencium seorang yoeja ! memalukan kenapa aku tidak menolak ciumanya, BODOH.

Luhan, akhirnya datang juga. Kyungsoo mengkhawatirkan luhan karena ia baru saja ada, semenjak dari tadi menghilang di bawa oleh Wufan. Ya, bisa dibilang begitulah,

Deg...

Pelajaran olah raga sudah dimulai... baekhyun memberi tau luhan.

Cukup-cukup mengapa aku harus memikirkan dia... akh, bruk luhan terjatuh. Karena ia tidah melihat bahwa di depanya ada tangga "dari tadi dia selalu memikirkan ciuman itu".

Lu, kok lama banget kau memangnya ngapain dengan pacarmu yang dewasa itu ?! hihi...

Dia bukan pacarku ! luhan berteriak

Ajhussi-ajhussi seperti dia bukan level ku...

Heh, padahal aku irii loh lu... seandainya saja detektifku juga keren sepertinya. Kyungsoo dengan wajah membayangkan detektifnya itu.

Ekh.. kyung sudah tau wajahnya...

Aku pernah lihat sekilah waktu dia lagi membutuntiku, wajahnya seperti namja yang sudah beristri lu. Gimana kalau sampai gosip... luhan itu-tu orangnya ! kyungsoo, tanganya yang sedang menunjuk-nunjuk seseorang yang berada di balik semak-semak yang di himpit dua pohon besar. Pria itu bertopi, berkacamata dan memakai baju seperti detektif, sangat mencurigakan.

Eek !? orang itu ?!

Rraak... bunyi semak-semak beradu dengan orang itu.

Kok beda orang... sambil berlari luhan menghampiri orang tersebut. Apa ada detektif lain selain Wufan, kalau begitu... kalau dia atasannya, aku mau melaporkan soal ciuman tadi, tolonh tunggu sebentar...

Grep... syut tiba-tiba saja rambut luhan di tarik.

#ToBeCo