KNB48

.

Disclaimer : Tadotoshi Fujimaki – Kuroko no Basuke, 48 Family – Milik yang punya

Genre(s) : Friendship, Humor

Rated : T

Pair : AkaKuro/ AoKaga/ MidoTaka/ MuraHimu/ KasaKise (ga berarti banyak romance ha :3)

Warning: Au, Typo(s), Gaje, OOC (untuk berjaga-jaga), ada OC-nya (dimohon tidak muntah)

~Read and Review Please~

.

KirigayaKyuu©

.

.


"Jadi bagaimana menurut mu?"

Tiga wanita sedang duduk di kursinya masing-masing saling berhadapan meski di batasi meja melingkar di depannya. Wanita pertama bersurai coklat eboni se-tengkuk dengan manik yang senada dengan surainya yang sedang serius menatap beberapa foto di depannya. Wanita kedua–yang bertanya, bersurai baby pink se-pinggang, maniknya juga senada dengan surainya. Sedangkan wanita yang ketiga–terakhir bersurai hitam legam se-dada yang di kuncir kuda, taklupa kaca mata yang bertengger manis di hidungnya.

"Apa kau benar-benar berfikir mereka akan mau?" –wanita bersurai coklat itu mengangkat kepalanya yang sedari tadi menatap ke bawah, ke foto-foto tersebut.

"Tentu saja! Perkiraanku tidak mungkin salah! Tinggal minta tolong Kyuu-min aja ehehe~" –wanita yang bersurai baby pink cengengesan menatap kedua rekan kerja sekaligus sahabatnya.

"Kyuu?"

"Haah, baiklah. Tapi mereka ber sepuluh itu laki-laki lho, beneran mau di jadiin member?" tanya Kyuu.

"Mereka sebenarnya cukup menarik"

"Desu yo nee~ Riko-min dan kyuu-min harus bantuin aku ya!"

"Kalau begitu mari kita pikirkan solusi untuk mengajak mereka dulu, Satsuki, Riko."

"Baiklah"

.


.

Beberapa setelah perbincangan panjang kali lebar kali tinggi dengan dua sahabatnya, akhirnya, mereka bertiga membagi tugas masing-masing dan segera melaksanakannya. Kyuu, yang sudah biasa dengan hal seperti ini sepertinya bisa menyelesaikan bagiannya dengan mudah.

Kyuu mengirimi e-mail ke salah satu orang dari targetnya. Ah, target mereka.

Baru saja satu menit, dan orang itu sudah menjawabnya.

From: -uknown-

To: Kirigaya Kyuu

Subject: re: 48

Baiklah, aku setuju. Aku akan mengajak empat lainnya. Sisanya, aku serahkan padamu, Kyuu-san

"Yes! Eazy~" iya. Dia mengepalkan tangannya dan meninju udara. Menandakan keberhasilan telaknya–yang entah ke berapa.

"Kabarin Sats sama Ri dulu deh"

From: Kirigaya Kyuu

To: Momoi Satsuki; Aida Riko

Subject: Mission Complete

Satu klienku (ahaha klien :v) sudah okay, dan dia bilang akan menghubungi empat teman lainnya yang masuk daftar kita juga untuk di bujuk. Well, jika empat-empatnya goal, tugasku merekrut selesai di sini. Haha.

.


.

"Ck, mereka lama" gerutu seorang lelaki yang harusnya tampan menjadi sangar.

"Akashi-chhi! Gomen lama! Kita nungguin Aomine-cchi yang baru bangun!" teriak seorang lelaki(?) melambai-lambai kearah lelaki penggerutu ini. Eh tunggu. Dia bilang menunggu seorang temannya yang baru bangun? For god sake! This is one o'clock and he's just wake up? Maji ka?

"Hoa–"

"Ah, mana Daiki? Sini aku beri pelajaran berharga untuknya" lelaki yang di panggil Daiki itu–yang baru saja ingin menyelesaikan acara menguapnya–langsung menelan kembali uapannya dan segera berlindung ke belakang seorang le– Tiang listrik?! Ehem. Seorang lelaki tinggi–banget–bersurai ungu.

"Ma-maaf Akashi, aku kira spam dari Kise…" bela Aomine sambil diam-diam mengengok ke arah Akashi yang mau murka.

"Ck, lama. Baiklah langsung ke inti. Dikarenakan kalian telat, Daiki, Ryota, Shintaro, Murasakibara. Kalian harus ikut audisi denganku"

Satu

Dua

Tiga

"EEEHHHHHHH?!" empat orang yang baru datang itu langsung terkejut. Apa coba maksudnya dengan audisi? Audisi apa?!

"Tidak ada pengecualian. Bersiaplah jika ku hubungi lagi. Kalian boleh pulang"

Dan dengan kalimat tadi, Akashi pergi melenggang begitu saja. Meninggalkan empat manusia itu dengan mulut menganga dan otak yang berhenti bergerak. Bingung.

.


.

Satsuki sedang menunggu dua orang lelaki yang sedang sibuk bermain basket.

BRAKKK!

Bola yang di bawa lelaki bersurai merah-hitam itu masuk kedalam ring. Itu menandakan dia yang menang dan permainan berakhir.

"Maaf, Momoi-san atas menunggu lamanya"

"HUA– ah, iie betsuni…" Momoi yang sedang termenung lalu di kagetkan lelaki bersurai baby blue yang tiba-tiba sudah di depan matanya.

"Jadi, ada apa?" tanya si crimson langsung ke intinya.

"Ah, jadi begini. Aku ingin kalian mengikuti audisi 48…"

Satu

Dua

Tiga

"TIDAAAKK!" "Baiklah"

Ah, kalimat mereka barusan bertolak belakang.

"Heh Kuroko! Yang menang one on one kali ini itu gue. Jadi yang berhak mutusin itu gue!" bentak crimson tidak suka.

"Sejak kapan ada peraturan seperti itu? Kagami-kun?" crimson–Kagami terhenyak. Ada benarnya juga perkataan teman didepannya ini.

"Baiklah kita berdua setuj–"

"–GUE gak mau. Lagi pula setau gue 48 itu idol grup untuk perempuan! Bukan laki-laki! Dan kalo gue masuk entar dikatain laki-laki ga macho lah apa lah! Kalo lu maksa juga gue ga mau, yah kecuali di traktir Majibu dua bulan. Ehem. Tonikaku, kalo elo maksa gue, lo aja yang ikut" cerocos Kagami ga jelas.

"Baiklah, aku akan mentraktir Kagami-kun Majibu selama sebulan. Jadi mari kita selesaikan obrolan ini okay? Kasihan moomoi-san yang sepertinya buru-buru" ah iya. Ada Momoi Satsuki di sini.

"Tidak juga kok Kuroko-kun. Ehm, jadi kalian berdua setuju? Baiklah~ jika aku kabari silahkan menuju 48 Building ya. Ja, Shitsureishimasu…" dan Momoi meninggalkan lapangan indoor itu dengan ngebut. Bingung dengan sifat mereka berdua. Oh! Jangan lupa untuk mengabari Kyuu dan Riko ya.

"Benarkan apa yang lu bilang tadi?!"

.


.

Entah mengapa Riko harus ikut turun tangan dalam merekrut target mereka. Kalau tempatnya saling berdekatan sih masih bisa di tolerir olehnya. Namun lokasi tiga orang terakhir ini di berbeda tempat! Hell no! Harus naik bus dan jalan sana sini dulu deh. Ribet. Yah meski mereka tinggal masih di kota yang sama.

Tiga orang sudah berhasil di rekrutnya. Takao Kazunari yang baru saja di datangi langsung mau. Himuro yang di iming-imingi dengan kalimat 'seorang lelaki bernama Murasakibara juga ikut' langsung setuju. Dan ini adalah orang terakhir.

"Hosh…Hosh…" Riko mengambil nafas dengan rakus. Menaiki tanggal yang jumlahnya ada seratus ini cukup melelahkan juga ya.

Baru saja Riko ingin memencet bel rumah nomor 1027 itu, tetapi sang empu sudah membuka pintunya terlebih dahulu.

"Eeto…konnichiwa…Kasa…matsu-san?"

"Ya, saya sendiri. Ada apa?"

"Ano…apakah anda berkenan mengikuti audisi 48?" tanya Riko to the point. Dia sudah terlalu lelah untuk berbasa-basi.

"Ah, tentu. Saya wota sebenarnya. Haha. Langsung tulis saja namaku. Dan maaf, aku harus segera pergi nona" dan lelaki itu langsung hilang dari hadapan Riko.

"Semua orang yang menjadi targetku…aneh!"

.


.

Setelah bertemu kembali di 48 building, mereka bertiga bercerita panjang lebar tentang apa yang terjadi hari ini saat merekrut target temuan Momoi Satsuki.

"Sumpah aku sirik sama Kyuu!" Momoi mendesis dibuat-buat.

"Sama aku juga! Targetku aneh semua!" Riko ikut-ikut mendesis.

"Ahahaha, dari pada begini, mending kita memperioritaskan tentang grup mereka bersepuluh dahulu yuk?" Kyuu mencoba melerai kesirikan mereka terhadap dirinya. Ha. Beruntung dia bisa mengambil nama 'Akashi Seijuro' kedalam target listnya sebelum mereka berdua. Ya meski wajah dari fotonya itu sangar, tapi Kyuu–yang sudah tahu tabiat orang dari sekilas lihat–tahu kalau lelaki ini punya sesuatu yang khusus diantara mereka bersembilan.

"Hm…bagaimana dengan nama grupnya dulu?" usul Riko yang mulai mereda.

"Ah! Kalau itu aku sudah menemukannya! KNB48! Ii namae deshou?" usul Satsuki. Kyuu dan Riko hanya mengangguk setuju.

"Lalu audisi apa yang akan mereka lewati?" tanya Kyuu.

"Menyanyi, menari. Apa lagi?" jawab Riko singkat.

"Hum, kalo yang lebih spesifik lain waktu aja. Kita ambil yang singkat dan mudah dulu. Toh mereka semua bakal di accept kok. Kita juga ngejar target kan?" jawab–oceh Satsuki seperti orang yang sudah coretsangatcoret berpengalaman.

"Okay, okay" Riko mewakili Kyuu untuk menjawab Satsuki.

"Yasudah, mumpung belum terlalu larut malam, coba kabari mereka tentang jadwal audisi kita minggu besok." Jelas Riko yang langsung di tanggapi dengan Satsuki dan Kyuu yang sibuk dengan iPhone mereka masing-masing.

Sepertinya hari esok akan menjadi hari yang sangat panjang.


A/n:

Hah :v hay hay. saya udah buat fic baru aja lol wkwkwk :v Tabestry Syndrome ku kambuh :v

kayaknya ini masih mentah ceritanya. terus masih aneh dan belum masuk alur (yellah alurnya aja belon buat buaakakakkakak ga lah bohong)

pairingnya banyak ya? ha. ga berarti romance yo../ buak :v

ada OC. iya. aku OC nya :v semoga ga muntah kayak di warning tadi ya :v. no comment. nobacot

so?

Lanjut or end? or delete?

Tabestry Syndrome : Kecenderungan dapet ide yang melimpah untuk membuat berbagai macam FF, tapi gak ada satupun yang selesai. Syndrome ini kayaknya paling merajalela di kalangan penulis deh ya?

Sonja,

Kirigaya Kyuu-chin