Singkat cerita dari chapter sebelumnya…
Aida Riko, Momoi Satsuki, dan Kirigaya Kyuu adalah salah satu coach di 48–sebuah idol group terkenal sampai seluruh dunia–. Mereka berencana membuat brand new 48 idol group yang berisi laki-laki. Mencoba membawa grup ini melejit karena ketampanan mereka, dan juga sebagai asupan WOTA perempuan. Dapatkah ketiga sahabat itu melakukan pekerjaan se-menyusahkan ini? Dan bisakah orang-orang itu saling bekerja sama?
.
KNB 48
A Kirigaya Kyuu Fanfiction
Fujimaki Tadoshiki
48
(Aka/Kuro; Ao/Kaga; Mido/Taka; Mura/Himu; Kasa/Kise; Kiyo/Hyuu)
.
Hari ini akan–pasti–menjadi hari yang melelahkan untuk ke-tiga orang ini.
"Ruanganya sudah siap belum?!" teriak perempuan ber-surai ebony yang berkacak pinggang–kesal.
"Sebentar! Sedang di cek lighting nya!" teriak salah satu crew yang tampak kewalahan.
"Ck, cuman kerja segini aja udah capek gitu." –Aida Riko, memilih duduk dan memperhatikan pekerjaan 'lelet' crew daripada marah-marah terus. Good choise.
"Aku akan mengirimkan E-mail pada mereka." –Perempuan bersurai hitam legam yang di kuncir kuda dan berkaca mata mengambil smart phone miliknya dan duduk di samping sahabatnya itu.
From: Kirigaya Kyuu
To: [Tagged 10 contact(s)]
Subject: Audisi
Konnichiwa! Minna-san! Hari ini adalah audisinya! Pukul satu ini di harap sudah sampai di 48 Building's ya! Jangan telat lho~ nanti di makan Riko ehehe!
-Sent, 11.30; From, Tokyo-
"Yap, sudah terkirim. Kita tinggal tunggu ruangan dan Sats yang entah ada di mana"
"Haah…" Riko menghela nafas panjang "…sepertinya aku tidak bisa berharap banyak pada orang-orang itu"
Kyuu yang mendengar kalimat dari sahabatnya langsung bangun dari duduknya dan siap-siap mengomel "Apa-apaan Ri? Mereka pasti menjadi idol grup 48 terbeken sepanjang masa! Jangan ragu pada pilihan Sats! Dia tidak pernah salah dalam penilaian!"
'belum…' batin Riko "Iya-iya maaf. Hanya saja, melihat tabiat mereka…aku jadi tidak yakin…"
Tangan Kyuu menyentuh pundak Riko pelan "Hey, jika itu yang kau risaukan…kan Ri bisa memberi sedikit 'pelajaran' pada mereka. Iya kan?" usulnya. Ide yang buruk Kyuu…kau mau membuat member baru mu menyesal melihat manager sekaligus coach nya yang garang minta ampun, hah?
Riko nyengir kuda mendengar usulan Kyuu.
.
.
.
Satu jam berlalu. Mereka bertiga tengah berdiskusi di dalam ruang yang telah di sediakan mengenai audisi yang akan di mulai tiga puluh menit lagi.
Sedangkan di luar ruangan itu, sudah berkumpul dua belas orang. Tunggu. Kok dua belas? Dan, kok datengnya lebih cepet?
Kepala merah-hitam, merah, kuning, hijau, biru muda, biru tua, ungu, coklat, coklat, hitam, hitam, dan hitam duduk melingkar di lounge tempat menunggu. Mereka saling melempar tatapan tajam satu sama lain. Sampai seorang lelaki cebol ber kepala merah membuka suara.
"Aku Akashi Seijuro. Mari kita berkenalan" ajaknya. Eh, kenapa lebih mirip nyuruh ya?
"Aomine Daiki…hoaammm" –yang ngomong sambil nguap.
"Kise Ryota-ssu!" –yang mukanya sok manis.
"Midorima Shintaro-nanodayo" –yang ngomong sambil ngebenerin kacamatanya. Padahal merosot aja enggak. Lihat aja hidungnya yang mancung itu.
"munch…Murasakibara…munch…Atsushi" –yang ngomong sambil nyemil. Bikin orang ngiler aja. Bagi-bagi kek. Eh?
Lima orang itu duduk bersebelahan, dan agak sedikit mengambil jarak dengan tujuh orang lainnya.
"Kuroko Tetsuya" –yang mukanya datar sedatar papan. Dari sudut matanya, bisa dipastikan kalau Akashi melirik kearahnya.
"Gue Kagami Taiga" Aomine yang awalnya sedang nguap, langsung ditelan–lagi–mendengar suara yang begitu seksi(?) di telinganya.
"Aku Kiyoshi Teppei, dan temanku Hyuuga Junpei. Kami kesini atas rekomendasi Kuroko." Jelas lelaki bersurai coklat.
"Lebih tepatnya, paksaan" tambah Hyuuga. Kiyoshi hanya bisa nyengir kuda.
"Himuro Tatsuya, salam kenal" –yang melemparkan senyuman dewa keseluruh orang disini. Orang-orang itu yang melihatnya langsung merasa sedang disurga dengan background langit berawan. Sedangkan Kagami yang melihat Himuro membatin. 'Aniki mitai…'
"Takao Kazunari desu~~" –yang ikut-ikutan sok manis kayak Kise. Dia melirik ke arah Midorima. Namun sayang seribu mantan. Midorima malah buang muka. Sombong nian nih anak.
"Wakamatsu Yukio, seorang WOTA" –orang terakhir di lounge mereka. Mendengar kata 'WOTA' ke-sebelas orang itu bingung sebingung bingungnya. Whats the fu**ing is WOTA? Batin mereka. Yah, namanya juga laki-laki macho. Mana tahu WOTA. Tapi Kise malah loncat-loncat seneng denger suara imut(?) Kasamatsu dan nyengir-nyengir kearahnya.
Derapan langkah kaki seorang waifu(?) seksi terdengar di telinga mereka semua. "Ah! Minna! Konnichiwa! Lho, kok datengnya lebih cepat?" tanya wanita itu–Momoi Satsuki.
"Konnichiwa…" jawab mereka semua bersamaan.
"Yosh, udah lengkap semua 'kan? Mari menuju ke ruang audisi!" Momoi melemparkan tinjunya ke atas, dan dilanjutkan dengan, "OOOOOUUUUUUU!" teriakan mereka para peserta yang bodoh.
"Oi! Ri-chan! Kyuu-chan!" Momoi melambaikan tangannya ke arah dua sahabat.
"Oi! Wha? Kok mereka udah masuk aja sih? Kan belum waktunya?" tanya Kyuu mewakilkan Riko.
"Ehehehe, habisnya mereka semua sudah disini. Kan kasihan kalo nunggu setengah jam. Semua persiapan juga sudah selesaikan?" perempuan ber-surai baby pink a.k.a bubble gum itu mengambil tempat duduk di samping kanan Riko.
"Yosh! Minna, konnichiwa. Silahkan kalian semua berdiri di sana" Riko menunjuk panggung kecil-kecilan di depannya. Mereka ber dua belas langsung naik mengikuti instruksi juri. Enam di depan–yang pendek–dan enam lainnya di belakang–yang tinggi–.
"Mari kita perkenalkan diri masing-masing. Aku Aida Riko. Manager dan coach kalian–jika terpilih" ujarnya. Lah. Kan emang dari awal udah kepilih kan? Apa itu cuman gertakan semata? Apa itu hanya alat pembangkit semangat? Apa itu– okay. Cukup.
"Aku Kirigaya Kyuu! Pelatih koreografi kalian! Yoroshiku ne!" Kyuu tersenyum tulus kearah mereka semua.
Dan suika-chan bangkit. "Momoi Satsuki desu~! Pelatih vocal kalian! Yo-ro-shi-ku ne!" ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Menggoda, bahasa kerennya.
"Yosh, giliran kalian! Di mulai dari kamu. Nama, umur, nomor telepon, alamat rumah, golongan darah, pin bb–" "Oi Ri! Kelebihan" bisik Kyuu. Riko langsung ingat umur dan diam.
Momoi menunjuk Akashi–yang karena pendek kebagian di depan–.
"Akashi Seijuro, 21 tahun. Pemain shogi"
"Kuroko Tetsuya, 21 tahun. Guru TK part time"
"Takao Kazunari desu~, 21 tahun juga! Aku barista di moonbucks!"
"Kise Ryota-ssu! Umur yang sama-ssu! Model! Taukan?" narsis. Narsis banget. 'kita aja ga pernah ngeliat muka ente di majalah' batin mereka semua sama.
"Kasamatsu Yukio, 23 tahun. Seorang WOTA" jelasnya.
Momoi tesenyum kagum "Wah ada WOTA! Tandanya kalo soal lagu udah ga susah lagi dong ya?" tanyanya yang dibalas dengan senyum kecil Kasamatsu.
"Aku Himuro Tatsuya, 23 tahun. Yoroshiku minna. Ah, aku Pâtisserie di toko ayahku" Himuro tersenyum bak malaikat. Meski poni menutupi mata sebelah kirinya, senyuman itu tidak ketutupan poni sama sekali. 14 orang yang lain cengok ngeliat halo malaikat imajiner di atas kepala Himuro.
Semua bagian depan sudah memperkenalkan dirinya. Sekarang, giliran orang-orang di bagian belakang.
"Aomine Daiki, 22 tahun. Pemain basket. Hooaamm"
"Kagami Taiga, 22 tahun. Pemain basket–juga." Aomine menelan gas yang nyaris keluar dari mulutnya. Pemain basket juga? Wah.
"Lo bisa main basket?" tanya Aomine dengan wajah ngesok.
"Hm? Nantangin lo?" balas Kagami gak kalah ngesok.
"Ayo one-on-one sama gue sekarang!"
"Ayo! Siapa ta–" "Omae tachi…" kalimat Kagami terpustus. Mereka semua dapat mendengar bahkan meraskan hawa menyeramkan dari depan Aomine. Yap. Akashi yang merasa kebisingan, kesal.
"S-suman!" dan mereka berdua langsung kicep. Bahkan para coach juga langsung kicep.
"Er…giliranku ya? Aku Kiyoshi Teppei. Maaf main langsung datang. Kami berdua di rekomendasikan Kuroko untuk ikut. Hehehe, ah sou! Kami berdua 24 tahun" Kiyoshi melirik ke Hyuuga.
"Hm, benar apa kata Kiyoshi. Aku Hyuuga Junpei 24 tahun. Kami punya bengkel kecil di dekat rumah Kiyoshi" jelasnya.
Lelaki ber-surai hijau lumut ini membenarkan posisi kaca matanya yang tidak turun se sentipun dari hidung mancung (UDAH TUH GW BOLD!) nya. "Midorima Shintaro, 24 tahun–nodayo. Aku sukarelawan di rumah sakit sekitar yang membutuhkan doker–nanodayo"
'–nanodayo?' batin mereka semua bersamaan minus Akashi, Kise, Aomine, dan lelaki titan ini.
"munch…kalau aku…munch…Murasakibara…munch munch…Atsushi, 23 tahun munch…suka Maibou!" dan mereka semua sweatdrop ditempat melihat titan ungu ini.
"Ahahaha, semuanya sudah saling berkenalan kan? Oh! Hyuuga-kun, Kiyoshi-kun, kalian boleh ikut audisi ini kok." Jelas Riko.
"Yeay! Mari kita mulai audisinya! Dimulai dari…" semua orang menunggu kata-kata Kyuu "Tes bernyanyi!"
"Yap, betul kata Kyuu-chan. Untuk lagu, bebas. Yang pasti kita akan menilai suara kalian! Uhm…" Momoi mengecek kertas di depannya. "…bisa mulai dari Akashi-kun? Kau sepertinya hebat, jadi dimulai darimu dulu ya!" ujarnya senang. Akashi tersenyum tipis dan mengangguk.
"Aittakatta! Aitakatta! Aitakatta! Yes! Aitakatta! Aitakatta! Aitakatta! Yes! Kimi ni…" udah. Iya udah. Segitu doang. Akashi cuman nyanyi satu bait.
"Wah! Meski cuman satu bait, suara kamu bagus ya! Gerakannya juga bagus, padahal ini belum nyanyi pake gerakan." Komentar Momoi.
"Aku setuju sama Sats!" Kyuu mengancungkan jempol. 'yah, dari mukanya juga cakep lah'
"Hm…95!" dan standing appalauze(?) dari para member lainnya terdengar sampai merauke.
"Dan… siapa selanjutnya?"
"Aku-ssu! Aku-ssu!" nggggg…suara cempreng.
"Ah, Ki-kun! Okay! Silahkan!"
"Twinkle, twinkle, little star. How I wonder what you are. Up above the world so high. Like a diamond in the sky. Twinkle, twinkle little star. How I wonder what you are" dan semua jawdrop di tempat. Gak salah tuh? Udah 21 tahun lagunya masih…ya…errr…well, itu bukan problem sih.
"Hyaaa! Lagu anak-anak! Suara Ki-kun pas baget sama lagunya! Kakkoi!" Momoi tepuk tangan histeris. Yah, emang sih, pas sama suaranya,
"Mukanya juga pas. Harusnya dia buat album lagu anak-anak! Ehehe" canda–atau emang beneran–Kyuu.
"Yosh, 89!" yang lain bertepuk tangan.
"Heeeee, tanggung 0,1-ssu! Ah ga papa deh" rengeknya gak jadi.
Badan titan lainnya naik ke atas panggung. "Err…aku dan Hyuuga boleh nyanyi bersama?"
"Ehm… Boleh-boleh" Riko memberi keputusan.
"Yosh, ayo Hyuuga!"
"Se'no. Daisuki da, kimi ga daisuki da. Boku wa zenryoku de hashiru. Daisuki da, zutto daisuki da. koe no kagiri sakebou. Daisuki da, kimi ga daisuki da. Iki ga kurushiku naru yo. Shimatte okenai, oogoe daimond~!" satu detik. Dua detik.
"WOOOOOOAAAAAAAA" Momoi dan member lainnya sibuk histeris. Gerakan-gerakannya kelihatan begitu alami. Suara merekapun enak di dengar. Sugoi!
"S-U-G-O-I!" Teriak Momoi dan Kyuu bersamaan.
"Yosh, kimetta. 98!" dan suara tepuk tangan semakin ricuh."Ehem, selanjutnya?"
"Yah! Kalo boleh nyanyi bareng, gue nyanyi sama Kuroko aja deh! Mau gak Kuroko?" tanya Kagami pada partnernya.
"Hum, boleh juga. Lagu ini ya" dan mereka berbisik sambil naik ke atas panggung.
Kuroko mengangguk "Shoudou ga atte! Usoppachi ni idonde. Boku to kimi to ga, shunjinkou love song! Langsung menuju reff!" urgh, di tengah-tengah lagu ada pengrecok a.k.a Kagami.
Mereka berdua muter-muter di panggung kayak komedi puter. Eh. Ballerina maksudnya "hengen jizai no, Majikaru sutaa. Idai naru manneri datte ii janai? Ito mero aosa o, mada michinu kokoro naraba. Zenbu ager ze" mereka saling berhadapan sok drama "kimi ni chikau"
"Woah…sugoi na…mirip pasangan suami istri ya?"
Jleb!
Ucapan Momoi barusan membuat Kagami dan Kuroko serasa ngenes. Udah nyanyi bagus-bagus, komentarnya malah kayak begitu.
"Bagiku ini team yang bagus. Kalau semuanya kayak gini, lebih bagus lagi!" Kuroko dan Kagami dengan gusar bergerak turun dari panggung. Beh, jurinya katarak kali ya? Udah bagus-bagus juga komentarnya malah begitu.
"Yosh! 90!" nambah ngenes deh.
Seorang lelaki berbadan kecil naik ke atas panggung. Seorang WOTA. Yap, siapa lagi kalau bukan,"Selanjutnya aku ya?" Kasamatsu tersenyum tipis.
"Okay, silahkan" Kyuu mempersilahkan.
"Ehem." Dia membersihkan tenggorokannya "I want you! I need you! I love you! Atama no naka. Gangan natteru music,Hebii rooteeshon!" Dia memutarkan badannya 360 derajat. Dan selesai. Hanya sepenggal lagu yang di nyanyikannya. Sama seperti Akashi.
Meski begitu, suaranya enak di dengar.
"Sudah? Segitu doang?" Aomine meluncurkan suara sombongnya.
"Iya. Terus?" uh-oh. Jangan berantem please.
"Kantoku! Cepat beri dia nilai! Gue–aku mau nyanyi!"
Riko yang tengah terdiam menonton sinetron dadakan satu detik itu terhenyak. "Ah? Eh, eh iya! Err…85!" teriaknya lantang. Kasamatsu mendelik ke arah Aomine. Seperti menantangnya.
"Hmph! Misete yaru!" "Yo. Gue mau nge-rap" ga ada yang nanya, bahkan ga ada yang mau tahu weh.
"Hontou wa shitteru, hontou no koto wo. Dare yori doryoku shteru sugata. Mienai furi shite nno wa. Wakatteru nda wakatteru nda, dakedo…" dan lagu baru saja akan memasuki tahap rap,
"…Dou ni mo kou ni mo nan nai kara toka nanto kakan toka itte. Minna mo jibun mo jibun mo jibun mo jouzo ni damakurashite. Ittai zettai boku wa, nani wo hokoreru darou. Ano hi no boku wa, boku wo warau kana. Motto, sora wa aoi hazu sa. Now, start it right away!" bagian rap selesai dengan dramatik.
"Haahh…" Aomine menghela nafas.
Satu.
Dua.
Tiga.
"GILAAKKKKKK! ANJEEEEERRRR!" beberapa teriakan seperti itu terdengar di dalam ruangan audisi. Bahkan tepukan tangan yang menggema juga terdengar. Dan dengan ini, Kasamatsu menerima kekalahannya.
"HAHAAHAHA. YANG BISA MENGALAHKAN GUE HANYA GUE SEORANG! HAHAHAHA!"
Krik, krik, krik
Err, perasaan aja atau tadi ada jangkrik lewat? Dan, wait. Kenapa langsung pada sunyi?
"Ah, Dai-chan! Itu keren banget lho!" 'Dai-chan?' Aomine membatin.
"Ya! Aku juga setuju–" "Kalo gitu doang gue juga bisa keleus" celetuk Kagami memotong. Beh. Mau berantem lagi.
"APA LU? MAU BERANTEM HAH?"
"AYOK! SIAPA TAKU–"
"KALIAN BERDUA! DENGARKAN OMONGANKU DULU BISA GAK SIH?! BOLOT BANGET DAH AH!" uh-oh. Kyuu ngambek. Uh-oh.
"Wayoloh, wayoloh, ayoloh Kagami! Ayoloh Aomine!" goda Takao, Kise dan Kuroko.
AoKaga(lho) mendengus"BERISIK!"
"AKAN KU LANJUTKAN YA…" Kyuu mengambil nafas panjang "…tashikani, rap Aomine-kun itu bagus. Tapi ngeliat akhlak (ceilah akhlak) kau yang kayak gitu. Aku gak yakin deh"
Aomine sweatdrop di tempat. Kasamatsu menyeringai.
"Yosh, 85,1"
BAH.
"Apa-apaan itu?!" teriak Kasamatsu tidak terima.
"DIAM KALIAN! KITA LANJUTKAN INI SAMPAI SELESAI!"
Sunyi…
"Terima kasih. Nah sekarang, sisa empat orang. Bagaimana kalau bareng-bareng aja?" mereka semua memandang Kyuu takut-takut kucing(?). 'galak juga nih orang' gitu mungkin pikir mereka.
"Baiklah, Kyuu-chin, kami nanyi berempat. Biar cepet selesai dan aku bisa makan maibo ku" semua orang sweatdrop di tempat. Dan, apa itu Kyuu-chin? Chin maksudnya bencong gitu? Eh itumah Cyin yah (:v).
"Satu, dua, tiga!" ancang-ancang lagu di mulai. Takao, Midorima, Himuro dan Murasakibara bersiap-siap bernyanyi. "balon ku ada lima" semua orang terjungkang dari duduknya.
"Rupa-rupa warnanya. Merah, kuning, kelabu. Merah muda dan biru. Meletus balon hijau! DOR!" Takao pura-pura menembak Midorima. Dan yang di tembak hanya bisa mendengus.
"hatiku sangat kacau. Balonku sisa lima. Rupa-rupa warnanya" selesai. Tunggu. Tunggu. Lho kok liriknya keganti?
"Wah, keren juga. Kok bisa singkron rame-rame sih?" kali ini Kyuu memasang wajah tersenyum. Ke-empat orang itu melupakan rasa takutnya.
"Suara kalian juga pas banget." Tambah Momoi.
"Yosha! 95,1!" Riko. Serius deh.
"YEEAYYY! Shin-chan lihat nilai kita tinggi!" wait. Shin-chan?
"Hey, masih ada audisi menari lho"
Dan semua jawsdrop di tempat.
.
.
.
"Selamat ya! Kalian semua di terima!" ucap Momoi, Kyuu dan Riko bersamaan.
Yang lainnya? Hanya tertunduk lesu. Audisi menari itu sangat menyusahkan. Karena apa? Juri intinya adalah Kyuu. Maygat.
"Nah, besok kalian kesini lagi ya! Bawa pakaian dan barang-barang seperlunya! Ah! Jam sembilan pagi okay?" Riko memberi pengumuman sebelum bubar.
"Okay…" jawab mereka lesu.
.
.
.
Keesokan harinya, 48 Building
"Yoshi! Semua sudah berkumpul?!" teriak Aida Riko ceria.
"Sudah!" jawab mereka serentak. Kenapa bisa serentak? Yah, sebenarnya tadi ga se kompak ini. Mungkin karena sedikit 'pelajaran' dari Riko kali ya?
"Ayo naik ke dalam mobil!"
Selama perjalanan, mereka semua sibuk sendiri.
Akashi yang mulai PDKT sama Kuroko.
Aomine berantem nge-rap sama Kagami.
Kise yang ngisengin Kasamatsu.
Takao yang neriakin 'Shin-chan' terus saat Midorima mencoba tidur.
Himuro yang menawarkan jelly beans dari Amerika kepada Murasakibara.
Kiyoshi dan Hyuuga mengobrol bersama Aida Riko–kantoku.
Sedangkan Kyuu dan Momoi, sedang memikirkan satu 'tugas' yang belum selesai dalam perekrutan ini.
.
.
"Youkoso…48 training house e" ucap Riko, Kyuu dan Momoi.
Ke dua belas orang yang baru keluar dari mini bus itu berdecak kagum. Tempat tinggal mereka sekarang seperti cottage–emang cottage sih kayaknya–terbuat dari kayu.
Tempatnya juga adem, dekat hutan kecil, dan juga dekat kota. Tempatnya fleksibel.
"Ayo masuk! Jangan sungkan" ingat Momoi. Ya, bagaimanapun ini akan menjadi rumah mereka.
Para lelaki tamvan itu memasuki rumah lebih dalam–sambil menggeret koper–.
"Nah kalian duduk dulu di sini, Ri mau ngumumin pembagian tempat tidur" jelas Kyuu, sambil meletakan kopernya di dekat dinding.
"Yosh!" kenapa kantoku kita suka sekali bilang yosh? "Satu kamar berisi dua orang. Nah, untuk menentukannya, ada caranya!" ucapnya sok misterius.
Mata-mata para dua belas laki-laki guanteng ini di tutupi selendang berwarna hitam, supaya tidak dapat melihat.
"Nah, kalau kalian harus mencari satu orang! Kalau sudah, dipeluk! Er, maksudnya di tahan! Okay?" teriak Momoi.
"MULAI!" Riko juga ikut teriak. Kyuu, menatap DSLR-nya puas.
Mereka semua saling bertubrukan, mencari satu orang sesuai perintah Riko. Ah, khusus Midorima dan Hyuuga, setelah mata mereka di tutupi selendang, kaca mata di gantung kembali ke tempat semula. Jadi, yah begitu.
"GOTCHA!"
"Aku dapat"
"Aku tertangkap-nodayo"
"Dapat-ssu!"
Riko menengak satu botol le mine**rale sampai se'ep.
"Yak! Buka selendang kalian!" titahnya.
Kyuu dalam posisi memotret. Momoi menyiapkan suaranya.
"Orang yang kalian tangkap adalah room mate kalian!"
Hening.
Sunyi.
Jeda.
"APA?!" teriak mereka rame-rame bak sinetron, ataupun opera sabun.
"Nah kalau untuk kamar, kalian bebas pilih. Ada di lantai tiga! Latihan besok pagi! Sampai bertemu besok!" Kyuu mewakilkan Riko dan Satsuki untuk pamit undur diri–mengemas barang-barangnya.
Kagami menangkap Aomine.
Midorima di tangkap Takao.
Kise menangkap Kasamatsu.
Himuro tertabrak Murasakibara dan akhirnya tertangkap.
Kuroko tersandung gunting, dan terjatuh di pelukan Akashi.
Kiyoshi mencium bau Hyuuga dan menangkapnya.
Itulah skenarionya.
Nasib. Tidak ada unsur kesengajaan.
Atau mungkin mereka dari awal sudah saling incar.
Yah, sabar-sabar aja deh!
"Ayo kita ke atas" titah Akashi menutup chapter gaje kali ini.
~TBC~
A/n:
Hai hai hai hai hai! ^3^/ #ledakinkonfeti
AKHIRNYA BISA UPDATE FIKSI LAGI HAHAHHAHAHHAHA. aku memilik KNB48 :v
GIMANA? MENGECEWAKAN BUKAN?
ha :v
aku ga tau mau ngomong apa lagi, yah u know lah, ay em author no chot chot. :3
TAPI AKU HARUS HIATUS SATU MINGGU. baca sih masih ya. tapi buat update...hiatus :v
aku ujian. harus ngapalin contekan #lho. :v
Daftar lagu yang Kyuu pake di chapter ini:
Akashi: Aitakatta! AKB48
Kise: Twinkle Twinkle Little Star
Kiyoshi & Hyuuga: Oogoe Daimond! AKB48
Kuroko & Kagami: Magical Star! Grandrodeo
Kasamatsu: Heavy Rotation! AKB48
Aomine: Start It Right Away! Hyadain
Himuro, Murasakibara, Takao, Midorima: Balonku Ada Lima
Dah ya~
RnR please... aku pengen tau siapa yang berbaik hati mau meluangkan waktunya untuk membaca fic anak umur 13 tahun yang absurd ini! ^3^/
Peluk, Cium, Cubit,
Kirigaya Kyuu
Ps: ini harusnya udh di update jam 5 sore. tapi karena kuota modem habis, harus melorot dari waktu yang sudah di tentukan :v. Tanoshimi iko ze! #apalah :v
Pps: aku mengganti sesuatu di sini. ada yang nyadar? (di cerita ini :v)
Ppps: pengen buat fic RiEren :v fandom sebelah :v #curcol
