Jealous Fan-Xing

Author [ Takii_yuuki]

Genre [drama,comedy, hurt/comfort, yaoi, friendship, romance]

Main cast :

Zhang Yixing / Lay

Wu Yifan / Kris

Chen Xue Dong

Wang Likun

And other character..

Rating : M

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

Terinspirasi dari kegiatan solo Yixing di China, rencana dia main film 'Oh My God' dan kedekatan Yixing dengan pemain film Tiny Times Chen Xue Dong, saia pernah nge-ship mereka jadi couple, berharap bisa main film bersama setelah Chen follow akun weibo-nya Yixing dan sekarang jadi kenyataan. Dream Come True!

Chapter 2

Happy Reading...

.

.

Previous Chapter :

"Kita harus bicara,"

"Bicara apalagi?"

"Tentang kelanjutan hubungan kita…" Yixing menghela nafas, "Baiklah, tunggu sebentar." Yixing kembali ke kamarnya dan tak sampai 5 menit dia sudah kembali dengan memakai kaos dan celana training.

Yifan duduk di sofa sambil melipat kedua tangannya di dada. Yixing menghampiri Yifan dan duduk berhadapan dengan Yifan.

"Bicaralah,aku akan mendengarkannya Yifan…" ucap Yixing mantap.

.

.

Jealous Fan-Xing

.

.

"Entah kenapa akhir-akhir ini hubungan kita semakin jauh Xing."

"Aku tahu tapi aku hanya mengikutimu Fan, kau jarang menghubungiku dan aku, setiap kali menghubungimu selalu saja, 'Nomor Yang Anda Tuju Sedang Tidak Aktif!' lalu aku bisa apa? Kau begitu sibuk, bahkan meluangkan waktu untuk datang ke hotelku saja sulit sekali untukmu."

"Aku tidak bermaksud begitu Xing, aku berusaha datang ke hotelmu tapi jadwalku padat bulan ini, sulit sekali mencari celah untuk sekedar menemuimu."

"Sulit atau memang kau tidak bisa memanfaat kan jeda waktu yang ada."

"Xing..!" desah Yifan. Ping! Sebuah pesan masuk ke ponsel Yixing. Yixing mengambilnya dan membacanya. Ia hanya menghela nafas kemudian menunjukkan pesan yang dia baca pada Yifan.

"Kapan kau akan mengatakannya padaku?" Yifan mengambil ponsel Yixing dan membaca isinya, Yifan cukup terkejut.

"I-Ini…"

"Kau main film baru lagi dan aku tahunya dari berita online bukan dari kekasihku sendiri? Wah..nanti aku juga akan mendapat foto terbaru kekasihku berkencan dengan lawan main di film terbarunya? Begitu kah?"

"Xing, aku baru akan mengatakannya padamu. Aku tidak bermaksud merahasiakannya darimu."

"Kau tahu Fan, beberapa hari ini, tekananku sangat berat, rumor Tao akan keluar (ff ini dibuat sebelum Tao keluar ya) benar-benar membebaniku, haters yang mengatakan aku bermuka dua, semua yang kulakukan hanya pencitraan,sok jadi malaikat apalah semuanya benar-benar membuatku sedang berusaha membuktikan pada mereka, kalau aku benar-benar mampu tapi itu belum cukup. Harusnya kau tahu itu, bukan malah menambah bebanku."

"Yixing, kalau saja kau menceritakan padaku semua masalahmu, aku akan membantumu."

"Bagaimana aku cerita kalau kau saja sulit ku hubungi, beruntung aku bertemu Chen gege, dia sedikit banyak membantuku, meringankan bebanku."

"Chen lagi, Xing aku kekasihmu bukan dia, kenapa kau lebih percaya padanya?"

"Karena dia sahabatku sekarang. Dia yang lebih sering aku temui daripada kekasihku sendiri, Aku juga bertemu dengan Luhan gege dan kami menghabiskan waktu bersama, Lu-ge mau meluangkan waktunya untukku, sedangkan kau,kau mementingkan karirmu dan tidak memperdulikan perasaanku Fan."

"Xing, aku sedang membangun karirku disini, aku memulainya dari nol, aku adalah Wu Yifan bukan Kris lagi, aku sudah bukan anggota EXO seperti dulu."

"Andai saja kau lebih bersabar, kau akan mendapat kesempatan sepertiku, jauh lebih banyak dariku Fan. Kau memiliki potensi yang lebih banyak dariku."

"Kau tahu kalau aku tidak bisa meneruskan kontrakku di SM dan kita sudah memutuskan untuk tidak membahas itu lagi."

"Jika Tao benar-benar ikut keluar, aku akan semakin tertekan. Aku akan menanggung beban sebagai satu-satunya member China yang tersisa di EXO. Kau tahu bagaimana rasanya Fan. Meskipun aku terlihat kuat tapi sebenarnya aku tak cukup kuat menanggung ini sendiri."

"Kalau begitu berikan bebanmu padaku, kita akan pikul bersama."

"Bagaimana caranya? Kau tahu bagaimana caranya? Kalau kau mau kembali ke SM, bebanku akan sedikit berkurang tapi kau sudah tidak ingin kembali kan?" Yixing mulai mengeluarkan airmata.

"Yixing, maafkan aku. Kalau ada yang bisa kulakukan untuk membantumu, aku akan melakukannya." Yifan menghampiri Yixing dan berlutut di hadapan Yixing dengan memegang kedua tangan Yixing.

"Pulanglah Fan, aku ingin istirahat. Besok aku syuting." Usir Yixing secara halus.

"Xing.."

"Kumohon pulanglah. Aku ingin sendiri."

Yifan hanya bisa menghela nafas, "Baiklah aku akan pulang, tapi berjanjilah, kau akan menghubungiku, apapun yang terjadi padamu. Aku akan berusaha menemuimu, menemanimu kapanpun kau mau." Yixing hanya mengangguk. Yifan mencium tangan Yixing dan beralih ke keningnya. "Selamat malam."

"Selamat malam." Dan Yifan pun meninggalkan Yixing sendirian di hotel. Yixing menangis, jujur ia sangat lelah,tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.

.

.

.

Keesokan paginya di lokasi syuting.

"Yixing..!" panggil Chen.

"Gege.." balasnya.

"Kau kenapa? matamu bengkak. Semalam kau menangis lagi?"

"Tidak ge, aku tidak apa-apa." Jawabnya bohong.

"Jangan bohong. Tunggu sebentar." Chen mengambil sesuatu dan diberikan pada Yixing. "Kompress matamu dengan ini sebelum masuk scene-mu."

"Terima kasih ge." Jawab Yixing sambil menerima kompresan dari Chen.

"Kalau kau butuh apa-apa, bilang padaku. Aku akan membantumu." Yixing mengangguk, "Aku syuting dulu, sudah masuk scene ku." Chen meninggalkan Yixing untuk syuting scene-nya.

Beberapa jam kemudian, syuting selesai. Yixing memilih istirahat sebentar sebelum pergi interview.

"Xing…" Chen menghampiri Yixing dan membawakannya vitamin.

"Gege, kau sudah selesai atau masih ada scene tambahan lagi?"

"Ada scene tambahan tapi masih nanti. Ini aku bawakan vitamin, minumlah. Ini juga pemberian dari temanku, cukup berkhasiat dalam menjaga stamina dan daya tahan tubuh."

"Terima kasih ge, kau perhatian sekali padaku."

"Kau sekarang temanku, ah bukan, kau saudaraku sekarang begitu juga yang lain. Aku tidak mau saudaraku sakit karena kelelahan. Setelah ini kau kemana lagi?"

"Ada nterview, lalu kembali ke Korea dan besok kembali kemari lagi."

"Wow, jadwalmu padat sekali,aku mungkin sudah gila dengan jadwal sepadat itu."

"Aku sudah biasa ge. Gege sendiri, dari sini ada acara apa lagi?"

"Pemotretan tapi tidak lama, aku juga ada janji bertemu dengan sahabatku. Kami akan makan bersama."

"Wahh sepertinya seru sekali, aku juga ingin makan bersama teman-teman."

"kapan-kapan kalau kau tidak sibuk, aku akan mengajakmu makan bersama teman-temanku."

"Benarkah Ge?"

"Tentu saja. sekarang istirahatlah sebelum kau pergi interview. Jangan lupa diminum vitamin-nya kalau tidak aku akan marah padamu."

"Siap ge." Jawab Yixing sambil berpose hormat. Chen tersenyum dan kemudian meninggalkan Yixing.

.

.

1 Jam sebelum pergi ke bandara.

Tut-tut-tut! Pip! "Yeoboseyo…" sapa Yixing, "Yifan..Ada apa?"

"…"

"Tidak usah, aku akan ke bandara sendiri, kau lanjutkan saja syutingmu."

"…"

"Kau jangan berlebihan, tidak ada yang mengantarku, Chen gege masih ada pemotretan kalau itu yang ingin kau ketahui. Perlu aku beri nomornya atau managernya dan agar kau bisa bertanya keberadaan dia sekarang?"

"…"

"Nde. Terima kasih." Pip! Yixing menutup teleponnya, ia memijat kepalanya yang sedikit berdenyut nyeri dan kemudian bersiap ke bandara.

.

.

At Korea

"Hyung, kau istirahat saja dulu setelah itu kita berangkat ke music bank." Saran Baekhyun.

"Terima kasih Baek." Yixing merebahkan dirinya di sofa sambil menunggu kedatangan member yang lain. Baekhyun duduk di sebelah Yixing.

"Hyung apa kau sudah tahu kalau Yifan hyung akan bermain film lagi?"

"Sudah." Jawab Yixing singkat,

"Kau tidak marah?"

"Sejujurnya aku marah tapi mau bagaimana lagi, dia sudah tanda tangan tidak punya hak untuk marah padanya Baek."

"Hyung, lawan mainmu, eum siapa itu? Namja itu? Chen-Chen siapa ya?"

"Chen Xue Dong gege."

"Ya itu.."

"Kenapa dengannya?"

"Dia tampan. Sangat tampan dari Yifan hyung."

"Ya itu memang benar."

"Siapa yang tampan?" tanya Chanyeol tiba-tiba, saat itu dia baru saja dari dapur.

"Chen Xue Dong, lawan main Yixing hyung di film terbarunya itu."

"Oh namja itu, ya dia memang tampan. Memangnya kenapa? kau ingin menjodohkannya dengan Yixing hyung?"

"Kalau Yixing hyung mau, lebih baik dengan Chen itu daripada Yifan hyung."

"AKu setuju." Ujar Chanyeol ikut-ikutan.

"Kalian ini bicara apa sih? Kami hanya berteman, dia memang baik dan perhatian, tipe menantu idaman. Kapan-kapan kalau dia ke Korea, aku akan mengenalkannya pada kalian."

"Dia pernah main film dengan member Wonder Girls kan? Di film Bad Sister. Film China-Korea dan Tiny Times." Chanyeol menambahkan.

"Iya.."

"Hyung, kau tidak akan pergi kan?" tanya Baekhyun mendadak sedih.

"Maksud kalian apa? Tentu saja tidak. Memangnya pergi kemana?" tanya Yixing bingung, namun Baekhyun tidak menjawab begitu juga Chanyeol.

.

At Music bank

Mereka perform 'Call Me Baby' di tengah Show tangan Yixing terluka namun ia abaikan hingga selesa perform.

"OMO! Hyung tanganmu berdarah." Kyungsoo berlari kearah Yixing dan mengambil sapu tangan untuk membebatnya. "Kau bawa obatmu hyung?"

"Ada di tas." Para member EXO berkerumun namun Kyungsoo menyuruh mereka untuk menyingkir karena hal itu malah akan membuat sesak.

"Kai tolong ambilkan obat di tas Yixing hyung. Sekalian plester dan perban."

"Memangnya ada apa?"

"Tangan Yixing hyung terluka. Ppali…" Kai berlari mengambil obat, Xiumin membantu Kai dengan mengambil Plester dan perban. Kemudian luka Yixing segera di obati. "kau harus berhati-hati hyung."

"Terima kasih Soo." Yixing tersenyum dan berterima kasih pada Kyungsoo dan yang lainnya.

.

.

Keesokan harinya - Back to China

Selesai syuting, Yixing kembali ke hotel tempatnya menginap, dalam perjalanan, ia mengambil ipadnya dan membaca informasi yang sedang update.

.

Tao EXO Dirumorkan Hengkang, Xiumin Hapus Instagram

Di tengah-tengah merebaknya rumor tentang keluarnya Tao dari EXO dan SM Entertainment, rekan segrupnya Xiumin kedapatan menghapus secara permanen akun Instagram-nya, exoxm90.

Pada 23 April, pencarian nama akun tersebut di Instagram tidak menghasilkan halaman apapun. Itu artinya akun yang bersangkutan telah di-nonaktifkan atau dihapus secara permanen. Padahal, jumlah pengikut lelaki 25 tahun itu sudah lebih dari 2 juta orang.

.

"Apa benar itu? Kenapa aku tidak tahu? Ah mungkin karena aku terlalu sibuk, jadi aku jarang membuka instagram."

Tiba-tiba ponsel Yixing berdering. Ia melihat ID Caller-nya 'Yifan Calling'. Yixing pun mengangkat teleponnya dengan sedikit enggan.

"Yeoboseyo…"

"…"

"Aku sudah sampai jam 10 tadi."

"…"

"Kau pasti tak bisa menjemputku jadi untuk apa menelponmu,"

"…"

"Maaf aku ada jadwal Fan, mungkin malam pulangnya, kau bisa pergi dengan orang lain. Ya, mungkin lain waktu"

"…"

"Bye.." Pip! Yixing menutup ponselnya, ia menghela nafas, "Aku rasa hubungan ku dengan Yifan tidak akan berhasil." Yixing mendial nomor baru,"Yeoboseyo, Lu Ge, apa kau sibuk?"

"…"

"Maukah kau menemaniku makan? Di hotel tempat menginapku saja."

"…"

"Nde, aku tungggu." PIP! Yixing menutup ponselnya dan ia memilih untuk mandi.

.

.

Tok-tok-tok! "Ya sebentar." Yixing bergegas membuka pintu dan terlihat Luhan dengan memakai jaket tebal beserta masker untuk penyamaran.

"Lu Ge, akhirnya kau datang juga."sapa Yixing.

"Aku harus melewati kerumunan wartawan yang lalu-lalang di depan. Hampir saja ketahuan." Ucap Luhan buru-buru masuk.

"Maafkan aku Le Ge, aku malah merepotkanmu."

"Tidak apa-apa. Ada apa kau menyuruhku kemari? Kau ada masalah lagi dengan Yifan?" tanya Luhan sambil melepas semua atribut penyamarannya.

"Aku tidak tahu Ge, semakin hari hubungan kami semakin menjauh, dia terlalu sibuk mengejar karirnya sebagai actor." Yixing pun mendudukkan dirinya di sofa sebelah Luhan. "Aku rasa Yifan sudah berubah sekarang."

"Dasar naga jelek, berani sekali dia membuat Yixing-ku menangis. Aku akan menelponya dan memarahinya besok, kalau perlu sekarang saja."

"Jangan Ge, nanti masalah-nya akan semakin rumit. Aku mencoba mengerti posisinya tapi dia malah semakin jauh."

"Kenapa kau tidak putus saja dan mencari yang lain?"

"Tidak semudah itu Ge, kami menjalani hubungan ini sejak lama, bagaimana mungkin aku putus begitu saja dengan Yifan hanya karena seperti ini."

"Tapi kau sekarang sedang bekerja sama dengan Chen Xue Dong kan? Dia lumayan tampan. Baik dan sopan. kalau saja aku tidak bersama Sehun, aku sudah memilihnya."

"Ya memang Chen gege itu baik hati, dia juga perhatian padaku tapi kami seperti saudara tidak lebih."

"Yifan cemburu kan dengan kedekatan kalian?" Yixing mengangguk, "Tentu saja dia cemburu, dilihat darimana pun Chen lebih baik dari Yifan, dia lebih tampan, lebih sukses secara karir karena dia memang sejak awal adalah actor dan Yifan, dia baru memulai."

"Aku rasa cemburunya berlebihan, Chen gege sudah memiliki kekasih, untuk apa dia cemburu. Aku yang harusnya cemburu, kau tahu kan ge, rumor hubungan Yifan dengan sutradaranya-Jinglei, belum lagi banyak fans yang menjodohkan Yifan dengan Likun, aku semakin tidak berdaya. Dan sekarang dia bermain film baru tanpa memberitahuku, baru kemarin aku tahu. Ge, aku sudah tidak kuat menjalani hubungan seperti ini."

"Ya, aku tahu Xing. Maafkan aku, harusnya aku terus disana dan menemanimu. Maafkan aku."

"Sudahlah ge, aku sedang tidak ingin membahas itu."

"Besok kau ada syuting?"

"Ada tapi tidak lama, hanya beberapa jam saja, lalu kembali ke Korea sore harinya. Nanti aku juga ada syuting, tapi Cuma sebentar."

"Ada jeda waktu kah antara kau selesai syuting dengan kau pulang ke Korea?"

"Sekitar 3jam. Memangnya kenapa?"

"Kau jangan kemana-mana saat jeda waktu itu, tetap di hotel."

"Waeyo?"

"Pokoknya kau disini saja, jangan kemana-mana. Jangan mengangkat teleponn darinya, dari siapapun, kecuali manager-mu tapi selebihnya, teleponmu kau nonaktifkan saja."

"Memangnya kau mau melakukan apa Ge?"

"Pokoknya kau turuti saja kemauanku."

"Nanti kalau dia kemari dan memaksa masuk bagaimana?"

"Biarkan saja."

"Lalu?"

"Sudahlah lihat saja besok. Aku jamin si naga bodoh itu akan menyesal telah membuatmu menangis."

"Baiklah kalau itu maumu Ge. Asal jangan terlalu berlebihan." Ucap Yixing menurut saja pada Luhan.

"Beres Xing, kau tenang saja." ucap Luhan menenangkan Yixing.

.

.

Setelah makan bersama Luhan, Yixing pergi ke lokasi syuting untuk pengambilan beberapa scene.

Yixing terlihat bersama ke-3 pemain lain sedang bermain dengan bayi yang menjadi salah satu cast di film-nya. Yixing terlihat begitu senang saat bermain dengan bayi itu. Aura keibuannya terlihat, bahkan saat ia menggendongnya, bayi itu tertawa senang dan tidak menangis.

"Bayi itu terlihat nyaman digendonganmu." ucap Chen pada Yixing.

"Aku tidak tahu Ge, aku menyukai bayi ini."

"Ya syukurlah, semoga selama syuting bayi ini tidak rewel."

"Aku akan mengurusnya kalau dia rewel." Yixing menawarkan diri.

"Siap nyonya Zhang." Ujar Chen dengan posisi hormat.

"Yak gege, aku namja bukan yeoja." Ucap Yixing sebal.

"Tapi kau terlalu manis untuk seorang namja." Chen menyentil hidung Yixing.

"Berhenti menggodaku atau ku laporkan pacarmu." Ancam Yixing.

"Hiii…Aku takut…" Chen kemudian berlari meninggalkan Yixing.

.

.

Selesai syuting, Chen menghampiri Yixing. "Hei Xing, apa kau ada syuting atau acara setelah ini?"

"Tidak hyung, memang kenapa?"

"Apa kau mau ikut makan malam dengan ku dan teman-temanku? Kebetulan kami akan makan malam bersama, hari ini temanku ulang tahun."

"Eum sepertinya boleh juga hyung, tapi tidak merepotkanmu kan?"

"Tidak, nanti kau naik mobilku saja, biar manajer-mu pulang untuk istirahat."

"Nde ge, aku ikut denganmu."

"Oke, aku tunggu di mobil." Chen meninggalkan Yixing yang sedang berkemas, selesai berkemas Yixing pamit pada manager-nya dan menghampiri Chen. Mereka pun berangkat ke restaurant.

.

.

At Restaurant

Chen bertemu dengan teman-temannya yang bermain di Tiny Times, Kai Koh, Amber Kuo, dan beberapa lagi teman yang bukan dari kalangan artis. Mereka berkenalan dengan Yixing satu persatu dan kemudian memesan makanan.

"Jadi ini member EXO, Zhang Yixing. selama ini aku hanya melihatmu dari TV tapi ternyata dari dekat kau begitu tampan."puji salah satu teman Chen.

"Terima kasih ge, tapi kau terlalu berlebihan, aku tidak tampan, Chen gege lebih tampan."

"Yixing memang begitu, dia selalu memuji orang lain padahal dirinya sendiri juga tampan." Timpal Chen.

"Chen ge, jangan memujiku terus nanti aku besar kepala dan saking besarnya, kepalaku bisa pecah lo." Canda Yixing. mereka semua tertawa.

"Ternyata selain sopan, dia juga lucu." Tambah Amber. Chen mengacak-acak rambut Yixing gemas. Mereka pun melanjutkan makan malam dengan berbincang dan berbagi pengalaman mengenai music dan acting.

.

.

.

Keesokan harinya, seperti yang Luhan perintahkan, Yixing berdiam di kamar sambil menunggu, entah apa yang akan dilakukan Luhan pada Yifan, ia tak tahu. Ia juga menonaktifkan ponselnya.

"Sebenarnya apa yang Luhan ge lakukan pada Yifan ya?" tanyanya sambil mondar-mandir di kamar. Ia melihat kopernya sudah tersusun rapi tinggal ia bawa karena ia telah membereskannya. "Hah? Sebenarnya apa yang mereka lakukan sih, aku penasaran." Yixing pun merebahkan dirinya di bed. Ia mengambil boneka unicorn pemberian fans dan ia mainkan untuk menghilangkan kebosanan.

Tak berapa lama kemudian, BRAK! Pintu terbuka kasar, Yixing menghentikan kegiatannya dan bangun untuk melihat siapa yang datang. ia berjalan keluar dan ia melihat Yifan tergesa-gesa menghampirinya.

"Yifan…Eeummphhh…" tiba-tiba Yifan menciumnya kasar, "Yifhh-aanhh-a-appahh-yang-k-kau-lla-kukan-eummpphh.." Yixing berusaha melepaskan diri, dan beberapa saat kemudian ia berhasil melepaskan dirinya dari ciuman Yifan. "Hei apa yang kau lakukan? Apa kau gila menciumku sekasar itu?" tanya Yixing marah.

"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku." ucap Yifan tiba-tiba.

"Huh?" Yixing terbelalak bingung. "A-apa maksudmu?"

"Jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu Xing, aku minta maaf karena aku mengabaikanmu, maafkan aku." Kemudian Yifan memeluk Yixing erat.

"Yak-yak apa yang terjadi?" Yifan melepas pelukannya dan menatap Yixing dalam-dalam.

"Luhan bilang, kau meminta putus dariku karena sikapku, dan kau tidak mau melihatku lagi. Demi Tuhan Xing, aku tidak mau berpisah denganmu, kuakui aku cemburu dengan kedekatanmu dan Chen tapi aku tidak mau berpisah darimu."

"What? Lu-Luhan ge bilang seperti itu?"

"D-dia juga bilang, kau mencoba bunuh diri dengan minum obat tidur, beruntung dia kemari tepat waktu jadi kau tidak jadi bunuh diri. Kau seperti itu karena aku, dan aku sangat merasa bersalah Xing." Yixing semakin terbelalak. "K-Kau tidak akan meninggalkan ku kan Xing, kumohon jangan tinggalkan aku."

"A-aku tidak akan meninggalkanmu Fan."

"Berjanjilah.. berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku dan aku akan berubah,aku akan lebih memperhatikanmu, aku tidak akan mengacuhkanmu lagi."

"Nde-nde-nde…" jawab Yixing gugup. Yifan tersenyum dan kemudian memeluknya kembali. 'Lu ge melakukannya sampai sejauh itu, daebakkk.' Puji Yixing dalam hati.

"Yixing.." panggil Yifan.

"Nde.."

"Aku merindukanmu."

"Aku juga."

"Aku benar-benar merindukanmu."

"Ya aku juga." Yifan melepas pelukannya.

"Xing.."

"Nde... kau kenapa Yifan?" tanya Yixing bingung.

"Aku merindukanmu." Ucap Yifan dengan penuh penekanan.

"Y-ya-ya, aku juga, bu-bukan-kah aku su-sudah mengatakannya."ucap Yixing takut-takut.

"Aku rindu yang lain." Ucap Yifan sensual.

"Wh-wh-what?" Tiba-tiba Yifan menggendong Yixing dan membawanya ke kamar. "H-hei apa yang kau lakukan? Yifan.. andwee… " teriak Yixing. BRAk! Yifan menutup pintu kamar Yixing dengan kakinya.

.

.

TBC

HEI I'M BACK! Maaf ya kalau ceritanya gaje, gak sesuai harapan, author baru kembali dari luar kota dan blank ide, jadi maafkan author jika tidak sesuai harapan.

Terima kasih buat semua yang review, follow and mem-favorit ff ini. terima kasih banyak. #deepbow. Maaf typo bertebaran. Gomawo...! disini aku buat karakter Yixing agak lebih tegas. maaf..