Chapter 2

A Kaisoo Fanfiction

Cast : Do Kyungsoo (Gender switch), Kim Jongin, Oh Sehun, dll

Discalimer:

Fanfiction ini adalah remake dari sebuah novel berjudul "Complicated kat" yang di tulis oleh "Sekar Ayu Melati". Jadi saya hanya mengubah nama dan beberapa hal yang memang dipelukan untuk memperlancar jalannya cerita.

.

.

Chapter 2

Pagi tiba dan kyungsoo langsung masuk ke kamar mandi, tanpa berniat sedikitpun untuk menyentuh belasan majalah dan Koran yang tergeletak di karpet kamarnya. Kyungsoo keluar dan menyebarkan aroma jasmine favoritenya di kamar, dan langsung mengenakan seragam (yang terdiri dari kemeja putih berlambang mahkota, dan rok cokelat berbordir benang emas plus dasi pita merah hati, khas banget sekolahnya). Kyungsoo berlari tanpa memakan sarapannya, dan memutuskan untuk menaiki sepedah saja ke sekolah (benar benar dekat, bahkan bisa dengan jalan kaki).

Sesampainya di sekolah, kyungsoo berlari menuju kantin dan membeli sepotong roti tiramisu dan ice vanilla blend, kemudian berlari menuju kelas. Dan seperti yang kyungsoo duga, dia langsung di sambut oleh wartawan sekolah.

"Do Kyungsoo! Anda terjatuh di pesta sepupu anda tadi malam? Apa yang terjadi dan adda hubungan apa anda dengan fotografer muda dari RTE Magz hingga anda memutuskan untuk kembali dan merapikan kameranya?" todong seorang wartawan Koran sekolah, bagian kecil dari RTE Magz.

Kyungsoo diam dan menggelengkan kepalanya, tidak tahukah mereka hari ini kyungsoo sedang kalut?

"Do Kyungsoo tidak mau berkomentar, dan kini saya menanyai teman dekatnya di kelas, Sehun! Sehun, apakah Kyungsoo menyukai fotografer itu? Oke kalau sampai mereka membawa bawa Milk, itu urusan lain. Lagian kenapa harus Milk sih?

"Aku tidak mau berurusan dengan wartawan sekarang, keluar atau kupanggil seseorang untuk menendangmu dari sini" ups langkah yang salah

"Astaga seorang cucu presiden mengeluarkan makian!" seru wartawan itu mengkompromi kerumunan yang mulai ramai

"Komentari saja aku tidak pedulu!"ketika lay menerobos masuk

Dan lay langsung menyuruh semua wartawan di sana untuk menghapus semua yang telah di tulis oleh mereka, dan kerumunan mulai berkurang, syukurlahhh.

.

.

Milk nama sebenarnya Oh Sehun, adalah sahabat kyungsoo. Oke kyungsoo menyukai sehun sejak Junior High School dulu. Sebetulnya Milk bukan masuk dalam tipe kyungsoo. Memang sih dia cukup di gemari anak anak kelas 10 dan beberapa kelas 11. Asal kalian tau tipe kyungsoo itu yang seperti fotografer itu. Mata cokelat yang tajam, rambut cokelat, senyum yang mempesona. Mungkin hanya ada satu di dunia yang kaya gitu.

Tapi kyungsoo merasa rasa suka yang lain pada Sehun, rasanya kyungsoo begitu terbiasa dengan keberadaan Sehun di sisinya, ya walupun hanya sebagai sahabat. Sehun juga tidak bisa menghalau pers seperti aku. Matanya begitu beda dengan orang kebanyakan, entahlah, tetapi jika kyungsoo menatap mata itu kyungsoo seakan akan teenggelam dalam mata itu. Jika Sehun tersenyum membuat kyungsoo merasa banyak bunga bertebaran di hatinya. Canda tawanya tidak bisa membuat kyungsoo tidak tertawa. Oh iya , kyungsoo memanggil Sehun dengan sebutan Milk karena Sehun pernah menumpahkan susu yang ada di galon untuk makan siang ketika ia sedang bertugas membagikan makan siang di kantin. (Omong-omong Sehun adalah putra dari mentri kebudayaan dibawaah kekuasaan kakek kyungsoo. Maka dari itu ia masuk SM Royal High School)

"Kau masuk Koran hari ini kyung" ucapnya. "Yeah kau terjatuh" tuduhnya. "Yeah dank kau ditangkap oleh fotografer ganteng itu"tuduhnya lagi, ada sedikit nada sebal disana, cemburukah dia?

"Hehe aku lupa mengingatkanmu jika dia juga punya senyum yang mempesona"pancing kyungsoo. Dan sesungguhnya itu cuma candaan.

Tapi, yang kyungsoo lihat buakn seruan protesan manja yang selalu keluar dari mulut sehun. Tapi kali ini beda, terlihat ada tatapan marah di matanya.

"Milk?" Tanya Kyungsoo dengan hati hati. Tiba tiba saja kyungsoo merasa mata Sehun bukan tempat yang menyenangkan lagi. Tapi tak lama kyungsoo melihat kemarahan itu mereda dan dia berkata sambil menatap kyungsoo"Sudahlah," tapi yang kyungsoo lihat dimata sehun ada yang beda, perasaan terlukakah? Apa Milk kecewa pada ku? Batin kyungsoo.

.

.

"Aku pulang!"kyungsoo membanting pintu, membuat lontaran marah dari chanyeol dan teriakan dari tao, tapi kyungsoo tidak peduli. Kyungsoo berlari ke kamar lay. "Lay eonni!" seru kyungsoo. Menurut kyungsoo lay adalah jalan yang tepat. Lay menatap kyungsoo dingin.

"Kau sudah pulang, aku tau, tidak usah melapor seperti ini" seru lay. "Tolong bantu aku lay" pinta kyungsoo.

"Milk?" Tanyanya pendek. Langsung dibalas anggukan oleh kyungsoo. "Aku menjadikan fotografer yang kemarin menolongku sebagai becandaan, aku berkata kalau fotografer itu memiliki senyum yang menawan, dan sehun langsunf marah. aku harus bagaimana eonnii" cerita kyungsoo kepada lay.

"Kau bilang saja padanya" kata lay

"aku ngga mungkin bilang, sejak aku…"

"Sejak kau suka padanya kelas 3 smp dan kau tidak akan tahan melihatnya marah, dan dia menjadi kaku kepadamu kan? aku mengerti" . Itu yang kyungsoo suka dari lay, walaupun mereka tidak dekat, tetapi lay terlihat sangat memperhatikan adik adiknya dan mereka merasa diawasi.

"Mau kubantu?" Tanya lay sambil menatap kyungsoo

"Gomawo eonni! Kau memang eonniku yang terbaik

"tapi gimana caranya?" lay hanya mengendikkan bahunya

Sekarang mau gimana lagi? Toh kyungsoo sudah menyerahkan semuanya kepada lay, dan semoga sehun tidak marah lagi kepadanya. Kyungsoo juga berharap semoga eonninya itu tidak terlalu kasar kepada sehun.

Kyunsoo mendengar ringtone dari smartphonenya.. yeah lagunya hmmm, "Growl" by EXO. Ya pasti sehun yang menelfon, karena sehun memasang lagu itu sebagai ringtone jika dia yang menelepon. Kyungsoo dan Sehun sangatlah menggilai grup yang satu ini.

"Milk?" Tanya kyungsoo hati hati, satu menit, dua menit. Bagus , kayanya mereka bakal diem diemn mulu deh

"Kyuuungg.." akhirnya

"Milk, aku minta maaf, aku.."

"Maaf kyung maaf."

Sehun dan kyungsoo kembali diam. Kenapa sehun harus minta maaf? Pikir kyungsoo

"Aku minta maaf karena kita kan udah kenal sejak Junior High, tapi kayanya aku gak kenal baik kamu" keluh Sehun. "Aku…." Lanjut sehun

"Hmmm?"

"Aku munngkin cemburu kyung," tutur sehun

"Cemburu?" Tanya kyungsoo berdebar debar. Kyungsoo bahkan nyaris tidak sanggup bernapas, ditambah lagi sehun yang sekarang diam. Ayolah sehun, kyungsoo penasaran

"Ya aku cemburu. Aku cemburu sama… sama…"

"Sama siapa?"

"Sudah lah, lupakan"

"Hey kau tidak bisa seenaknya milk!" bentak kyungsoo

"Kamu penasaran kyung? Aku cemburu banget loh"

Tanpa basa basi lagi kyungsoo langsung mematikan teleponnya. Dia terlalu kesal kepada sehun, seenaknya sekali dia seperti itu.

.

.

Kyungsoo memutuskan untuk mendiami sehun keesokan harinya. Sehun terlihat sangat menyesal atas kelakuaannya. Tapi bukannya jika seperti ini, sangat menunjukan kyungsoo itu berharap kepada Sehun? Aduh kyungsoo sepertinya kau mengambil keputusan yang salah.

Bel istrahat berbunyi dan kyungsoo masih tidak ingin berbicara kepada sehun. Dia pergi menuju kantin untuk membeli sepotong tiramisu cake dan chocolate milkshake. Tiramisu seperti selalu mengisi hari hari kyungsoo. Sehun datang mendekati kyungsoo, dia membawa pizza sosis kesukaan kyungsoo, lalu sehun meminta maaf sambil menyodorkan pizza itu tapi kyungsoo sedang tidak ingin pizza. Memangnya pizza membuatku memaafkanmu, batin kyungsoo. dan kyungsoo memutuskan untuk pergi. Sebenarnya kyungsoo senang saat sehun memohon meminta maaf kepadanya, tapi dia harus memiliki harga diri. Kalau kyungsoo itu baekhyun pasti dia sudah melabrak sehun.

.

.

"Aku pulang!"

Chanyeol memandangiku dari balik bungkus sereal yang baru. Bagus, eomma pasti akan marah karena sereal barunya dibuka, padahal yang lama saja belum habis. Kyungsoo juga melihat tao yang sedang menyantap mie dingin yang di beli di restoran china di ujung jalan. Eomma pasti akan lebih marah karena tao tidak memakan makanan yang ada. Ada apa dengan keuarga ini Sereal sarapan di makan pada waktu makan malam.

"Chan mana jung ahjuma?" diamnya chanyeol dianggap tidak tahu oleh kyungsoo

Jung ahjumma selalu memabantu untuk menyiapkan makan malam (dan makan siang tao) untuk keluarga kyungsoo, jika eomma sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Tiba Tiba Smartphone kyungsoo berbunyi, "Growl" lagi. Sehun menelepon, untuk apa? "Ya, hai kyung, mau makan malam denganku?

"Maaf, aku.."

"I don't take no as an answer, kyung please."

Kyungsoo tidak bisa menolaknya, lagi pula dia juga sedang lapar

"As you wish"

Sehun menjemput kyungsoo, tepat saat perutnya berbunyi untuk yang ke lima kalinya.

"Hai kyungsoo"

"Oh, jangan terlalu formal milk"

Kyungsoo menaiki mobil sehun tanpa mengatakan apa apa. Di dalam mobil pun merka hanya berdiam diri. Betapa mengejutkannya persahabatan yang dipertahankan selama 3 tahun bisa menjadi begini dalam semalam.

Sehun memang sangat mengenal kyungsoo. dia membawa kyungsoo ke restoran murah yang panas dan sesak dengan aroma makanan yang baru matang. Kyungsoo memang nyaris tidak menyukai restoran formal dimana untuk makan saja harus tampil indah.

"Chicken burger, kentang goreng, dan minuman besoda, please," kata sehun

"Aku harus sering sering ke sini."

"Aku juga, tolong tambah kentangnya lagi" ujar sehun pelan

Seusai memesan makanan, kyungsoo bertanya kepada sehun "Ada apa sebenarnya?"

Sehun bertanya balik. "Kau yang ada apa? Kenapa marah kepadaku hanya karena aku berkata begitu? Kau tidak serius menganggapku cemburu kan?

Kyungsoo tersentak. Pertaanyaan sehun tadi tepat menusuk nuraninya. Benarkan, untuk apa kyungsoo begitu? "Aku…."

"Kim Kyungsoo?"

Saved by the….what? Saat aku menengok ke sumber suara aku mendapati sepasang mata cokelat memandang lurus ke arahku,

Mata cokelat itu. Rambut cokelat itu. Dia…. Si fotografer!? Kenapa dia ada di sini!?

.

.

.

.

TBC

Setelah baca jangan lupa review oke hehe. Maaf juga kalau masih banyak typo maklum lah. Makasih juga yang udah ngereview ff ini.