Chapter 3
A Kaisoo Fanfiction
Cast : Do Kyungsoo (Gender switch), Kim Jongin, Oh Sehun, dll
Discalimer:
Fanfiction ini adalah remake dari sebuah novel berjudul "Complicated kat" yang di tulis oleh "Sekar Ayu Melati". Jadi saya hanya mengubah nama dan beberapa hal yang memang dipelukan untuk memperlancar jalannya cerita.
.
.
Chapter 3
Kyungsoo memandang fotografer berwajah tampan itu. Dia waiter sekarang! Kira kira satu setengah menit kyungsoo terbengong memandang sosok yang menggunakan seragam restoran itu. Sehun memandang kyungsoo dan fotografer itu dengan tatapan tidak suka.
"Siapa kau?" ujar sehun dingin
Yang ditanya membungkukan badannya dan menjawab dengan formal, "Kim Jongin, pegawai baru."
"Baik, pesanan kami sudah diantarkan, kau bisa pergi sekarang," ucap sehun dengan begitu angkuh
Jongin tersenyum sinis dan membungkuk pada sehun dan kyungsoo. kyungsoo takut jika jongin akan memasukan mereka ke RTE Magz sebagai headline.
"Hey tunggu, kau tidak akan memasukan kami sebagai headline kan, gara gara kami makan disini?" ucup kyungsoo dengan nada tinggi, kebiasaan kyungsoo kalau sedang panik
"Jangan khawatir kyungsoo-shi, thanks to you, saya segera dipecat setelah kejadian itu." Ucap jongin sarkastik, membuat kyungsoo merasa tidak enak kepada jongin.
"Kau boleh pergi sekarang" sehun berbicara dengan nada dingin.
"Aku akan segera pergi sehun-shi," ujar jongin dengan senyum sinis
Setelah jongin pergi, sehun menatap tajam kyungsoo "Aku tidak suka dia" katanya gusar.
"Apa urusanmu?" ucap kyungsoo ketus. Apa dia lupa jika kyungsoo sedang marah kepadanya? Jika dilihat sehun juga sebenarnya sedang menahan marah.
"Apa? Ini urusanku juga!"ucapnya
"Kenapa jadi urusanmu?" tantang kyungsoo
"Dasar cewek!"hardik sehun "Kenapa sih cewek selalu membuat segala sesuatu susah?memangnya kenapa kalau bukan urusanku"lanjut sehun.
"Cukup. Aku pulang" ucap kyungsoo dingin "Kau kirim saja tagihannya kerumahku"lanjut kyungsoo. kebetulan kyungsoo sedang tidak membawa uang. Satu hal yang memalukan, kyungsoo tidak pernah peduli dia membawa uang cukup atau tidak. Milk terperangah melihat kyungsoo berdiri dan pergi dari sana.
Kaki kyungsoo sudah mulai pegal setelah menaiki jembatan penyebrangan.
"Masih kuat?"
Suara bernada rendah itu terdengar manis ditelinga kyunngsoo, dia berharap itu adalah sehun. Tapi tidak kalah senang bahwa jonginlah yang mengatakannya. Tapi tunggu dia yang tadi memandang sinis kearah kyungsoo sekarang berubah manis.
"Eungg.. jujur saja kakiku mulai pegal"ucap kyungssoo pelan.
"Jalan dijembatan penyebrangan tidak cocok untuk seorang putri, ingin ku gendong di atas kuda putih?" tawarnya menggoda dengan nadanya yang jahat, yang membuat kyungsoo sangat jengkel.
"Apa maumu?"tantang kyungsoo
"Tidak. Lucu saja melihat cucu orang kaya sepertimu menyusuri jalana ramai dengan balutan T-shirt dan jins santai" katanya enteng
Setelah kurang lebih setengah pejalanan mereka lewati, kyungsoo akhirnya merasakan keberanian untuk mengatakan apa yang ia katakana."Kenapa kau begitu kejam?aku tidak bermaksud untuk merusak kameramu, aku bahkan ingin menggantinya tapi aku masih belum mempunyai cukup uang. Walaupun kakekku seorang presiden tapi dalam hal uang tetap saja ketat."
Jongin tertawa jahat. Dan kyungsoo merasa air mata menggenangi matanya, tapi untung saja masih bisa ditahan. Setelah itu terjadi keheningan diantara mereka.
"Aku tidak marah kepadamu, aku bahkan tidak memintamu mengganti kameraku" ujarnya panjang.
Kemudian kyungsoo melihat jongin menatapnya dengan tatapan bimbang.
"Em..rumahku hanya dua blok dari sini. Kau mau pulang? Terimakasih sudah mengantarku."ucap kyunngsoo canggung.
Kyungsoo mengerutkan dahinya saat jongin tertawa."Siapa yang mengantarkanmu pulang? Aku bahkan sudah sampai di depan rumahku. Aduh kau ini kepedean sekali hahaha" kata kai sambil terus tertawa.
Lagi lagi kyungsoo di peermalukan oleh jongin. Apa mau jongin sebenarnya? batin kyungsoo. kenapa juga kyungsoo harus mengucapkan itu?
"Bye Kyungsoo-shi. Hati hati jalan di kota besar ini, mengingat kau tidak mampu mengenali jalan menuju rumahmu," ejeknya. Sebenarnya kekesalan kyungsoo saat itu sedang memuncak dan apa maksud jongin berkata seperti itu? Apa kyungsoo dianggap seperti anak kecil olehnya?,
"Kau masih kecil" tandas jongin puas. Bagus, kyungsoo sudah mendapatkan pernyataan yang ia inginkan. Jadi jongin memang menganggap kyungsoo anak kecil.
"Kenapa tidak sekalian kau menelepon orangtuaku untuk menjembutku dan membelikaku balon?" sindir kyungsoo kesal.
Jongin diam sesaat. "Consider it done," seringainya. Ternyata jongin memang tidak bermaksud untuk berbuat manis kepada kyungsoo.
.
.
Kyungsoo dan sehun tidak menjalani hari dengan begitu baik. Seperti biasa, pagi ini dimulai dengan kyunngsoo membeli sarapan dan berakhir dengan mereka berdua yang diam diaman. Siangnya mereka tidak saling menoleh walaupun kepala kyungsoo gatal ingin menoleh padanya.
Hari sekolah berakhir dengan menyebalkan dengan sehun melewati kyungsoo saat mengemudi mobilnya. Kyungsoo pun menaiki sepedanya dan melewati mobil sehun, tidak peduli sehun melihat atau tidak. Kyungsoo masih bingung mengapa sehun mendiaminya secara tidak jelas dan apa alasan sehun marah hanya karena melihat jongin?
Kyunngsoo pov
Jongin, cowok menyebalkan itu sedang apa ya? Beraninya dia menghinaku. Meremehkan seorang Do Kyunngsoo. Aku tidak akan hancur hanya karena dia membuatku patah hati. Tunggu, apa yang aku pikirkan? Patah hati? Karena apa? Karena siapa tepatnya aku pataah hati? Kenapa aku patah hati hanya karena dia mengejekku? Maksudku, yang kusuka Milk kan?
Tapi kalau aku benar menyukai Milk, bagaimana aku bersikap begitu keras kepadanya? Lalu, kalau aku tidak menyukai Jongin, kenapa aku begitu sakit hati mendeengarnya mengejekku? Aduh begitu banyak yang aku pikirkan hingga rasanya otakku tak lagi muat. Aku harus menumpahkan isi otakku di suatu tempat,seseorang, Xiumin! Aku harus menemui Xiumin!
Kyungsoo pov end
Saat diperjalanan menuju rumah xiumin kyungsoo melihat jongin, tapi kyungsoo pura pura tidak melihatnya dan mencoba untuk bersembunyi, karena dia sedang malas untuk bertengkar dengan jongin. Tapi percuma saja karena jongin sudah terlanjur melihatnya.
"Hey kyungsoo-sshi," sapanya setengah mengejek
"Hey jongin-sshi," sahut kyungsoo tanpa ekspresi. "Mau apa kau?"
"Hanya berjalan jalan, tidak bolehkah? Atau aku harus meminta izin kepada keluargamu?
"Jaga mulutmu!"
Jongin mengangakat bahunya tidak peduli.
Gonggongan anjing memecah kesunyian yang dingin. "Anjing siapa itu? Tolong hentikan," seru kyungsoo reflek menutup telinga.
"Sumber uang baruku," ucap jongin pendek
"Sumber uang? Pekerjaan barumu ?" Tanya kyungsoo
"Tidak banyak yang bisa kulakukan jika tidak ada uang. Aku harus mencari sumber pendapatan baru sebelum aku kembali menjadi fotografer,"
Kyungsoo merasa tersinggung. Yang pertama, karena kyungsoo telah menyebabkan jongin dipecat. Yang kedua, karena usia yang nyaris sama, jonngin sudah bisa mencari uang untuk memenuhi kebutuhannya, sementarakjyungsoo? Mencari uang demi mengganti kamera jonngin saja tidak bisa. Belum, paling tidak.
"Jadi sekarang kau penjaga anjing?" Tanya kyuungsoo
Jongin tertawa. "Tidak, kau kira hanya penjaga anjing yang membawa anjing sebanyak ini? Aku pelatih mereka"
"Pelatih? Melatih merka untuk apa?"
"Aku melatih mereka untuk berbagai macam hal"
Kyungsoo megernyitkan kening.
"Oh kau tidak percaya? Ini buktinya, aku melatih anjing satu ini untuk menjadi petualang di hutan dekat perbatasan korsel dan korut, menghadapi tentara tentara yang bertugas aku melatih yang ini menjadi mata mata sehebat James Bond."
Orang gila, hanya itu yang ingin kyuungsoo katakan. "James Bond tidak nyata," komentar kyungsoo.
Jonginn melihat kyungsoo dengan pura pura marah. "Kalau kau berkata seperti itu, monggu bisa sedih!" seru jongin. Monggu nama salah satu anjing yang dibawa jongin. Dan kyunngsoo bingung harus berkomentar apalagi.
Setelah beberapa waktu kyungsoo menghabiskan waktunya bersama jongin dan anjing anjing yang dilatihnya, kyungsoo akhirnya menyimpulkan, "Kau memang penjaga anjing, dasar konyol,"
Jongin nyengir dan menimbulkan efek yang sangat dahsyat untuk kyungsoo. wajah kekanakannya begitu memikat. "Itulah gunanya imajinasi, anak kecil,"tandasnya. "Pekerjaan tidak akan menjadi membosankan jadinya."
Aku tersenyum, dia atau aku yang anak kecil? Tapi kyungsoo mengakui ide jongin itu kreatif. Imajinasi tak terbatas untuk pekerjaan yang membosankan, itu keren. Sekarang jongin tidak terlalu menyebalkan lagi. Lucu, karena kyungsoo baru saja membencinya. Tapi kata orang, batas antara benci dan cinta itu tipis.
"Eh, oh, aku harus pergi."kyungsoo memutuskan untuk segera menemui xiumin
Jongin mengangkat kepalanya dan menganguk singkat.
"Bye jong."
"Bye" balas jongin pendek.
Bye, jong. Bye. Apa yang mereka lakukan? Diantara mereka bahkan tidak ada keakraban. Apa yang mereka tadi lakukan?
.
.
Kring! Kring!
Bel telah kyungsoo bunyikan, tetapi masih belum di jawab juga. Aneh, biaasanya maid di rumah xiumin sigap.
Kring!
Masih tidak ada yang membuka
Brakk!
Dugg!
Bunyi apa itu? Ceklek. Ternyata pintunya tidak di kunci.
Dukk!
Ouh, terlalu keras. Ada apa di balik pintu?
Kyungsoo terkejut melihat pemandangan di balik pintu. Xiumin terbaring jatuh dari kursi rodanya.
"Xiumin! Ya Tuhan!" kyungsoo segera membangunkan xiumin, dan karena panik, tanpa sengaja kyungsoo malah menabrakan pungung xiumin pada pegangan kursiroda.
"He" gumam xiumin lemah. Kyungsoo membelalakan mata padanya. Mungkin xiumin gila, sudah jatuh begitu masih bisa tersenyum.
"Chill out, kyung," ucapnya
"Chill out? Kau pasti gila. Kau ini kenapa bisa terjatuh? Di mana perawatmu?
Xiumin memiliki perawat di rumahnya, yang bertuga untuk merawatnya dan kris(kaka xiumin) sejak kecil.
"Perawatku pulang ke kampunya untuk 2 minggu, ibunya sakit,"
"Lalu para maid mu kemana?"
Xiumin hanya menggeleng kecil sambil tersenyum."Kau tahu aku. Aku tidak suka membiarkann orang mengurusku," katanya tegas. Kyungsoo menggerutu marah dan Tak lama kris dating dari arah ruang keluarga.
"Aku yang menjaga xiumin, kyung." Katanya
Kyungsoo melihatnya tidak percaya "Kau seharusnya tidak membiarkannya sampai terjatuh!" kata kyungsoo marah.
Kris mengerutkan keningnya. "Percayalah, aku tau lebih banyak tau dari yang kau tau, kyung" nadanya benar benar mengintimidasi kyungsoo. "Dia sudah begitu sejak dua minnggu yang lalu, berkeras ingin bekerja sendiri dan memintaku untuk naik ke kursiroda sendiri"lanjur kris. Kyungsoo tidak percaya xiumin melkukaannya.
"Sebenarnya perawat kami dipulangkan selama 2 minggu olehnya untuk beristirahat. Dan maid yang lain di biarkan berlibur ke kanada."
Usai pennjelasan dari kris, kyungsoo hanya bisa diam memandang xiumin yang tersenyum bersalah di depannya. Kyungsoo tidak mengerti orang orang yang berusaha keras hingga mengabaikan segala fasilita yang ada. Yaampun, kenapa orang orang di sekitar kyungsoo sepertinya tipe pekerja keras semua? Kyungsoo yang terlalu malas atau mereka yang terlalu keras berusaha?
"Oh, terserahlah. Xiumin, aku membutuhkanmu,"tegas kyungsoo
"Kalau begitu duduklah kyung"
Jadi di sinilah kyungsoo sekarang, bercerita panjang lebar tentang semua yang menimpanya akhir akhir ini, tentang sikap sehun yang aneh dan kesadisan jongin, lalu kejadian di restoran yang membuatnya benar benar gila.
"Tapi kukira kalian bersahabat" seru xiumin
Kyungsoo mengangguk sedih, dan nyariis tidak bisa menahan air matanya. Tapi kyungsoo beerhasil mengeraskan hati dan melanjutkan lagi kisahnya. "kami memang bersahabat, tapi aku benar benar tidak tau apa yang membuatnya seperti itu. Aku kecewa sekali padanya."
"Mungkin dia benar benar cemburu" kris mengejutkan dengan mendadak berkomentar
"Kriss!" sergah kyungsoo , buakan haknya untuk mencuri dengar pembicaraan kyunngsoo dengan xiumin. "Kau!" bentak kyungsoo kesal.
Kris mengangkat bahunya cuek, dan melanjutkan opininya."Cowok tidak bisa sejujur itu tentang perasaan mereka, tauu,"ucap kris sok tau, "Taruhan, dia pasti benar benar cemburu melihat si fotografer tampan yang kau puja."
Cemburu? Sehun tidak mungkin cemburu. Kyungsoo jadi sarkastik begini, memangnya karena apa?
"Kau tidak kenal Milk"
"Kau yang tidak mengenalnya. Cowok bisa berubah kalau ada yang mengubah mereka, konyol." Tandas kris. Kyungsoo tidak percaya. Memang apa yang mengubahnya? Kyungsoo tidak bisa lagi berharap tinggi, dan kyungsoo menolak untuk mempercayai harapan sekecil apapun itu.
Xiumin memberi tatapan mengancam kepada kris, menyuruhnya diam. Tapi kris nekat meneruskan."Kau mungkin tidak sadar kyung, tapi ada kemunngkinan besar milk menyukaimu." Cukup. Kyuungsoo memandang kriis kecal, sedikit putus asa. Dan kyungsoo berusaha sekuat tenaga menolak lagi di dalam hatinya. Kyungsoo itu cucu presiden, tapi dalam urusan asmara seperti gadis desa pingitan.
"Apa yang bisa kau buktikan padaku, bahwa teorimu itu benar?" tantang kyungsoo
Kyungsoo sengaja memberikan efek dramatis dengan menggantung nadanya diakhir kalimat, dan memang, kris tidak mampu menjawabnya. Hanya sekedar teori dari sesama cowokt idak bisa membuktikan apa yang sehun rasakan kepada kyungsoo.
"Aku pulang"
.
.
.
.
.
TBC
Mau ngucapin makasih sama yang udah riview. Dan maaf ya kalau masih banyak typo. Terus masalah kebahasaan yang kurang kalian mengerti maaf juga soalnya maklumlah baru pertama kali bikin ff hehe. Kalau ceritanya kaya sinetron Indonesia, aku kurang tau ya, soalnya aku juga cuma ngeremake novel, terus nulis aja apa yang aku inget dan nambahin yang aku lupa. Jadi intinya aku minta maaf atas kekurangan dari ff ini.
Dan kalau mau ngasih saran atau komentar lebih lanjut bisa hubungi twitter aku aja Chairi_Khalifa, tapi aku gak nerima komentaran pedes yang bisa bikin moodku nerusin ff ini ilang ;)
