Chapter 4
A Kaisoo Fanfiction
Cast : Do Kyungsoo (Gender switch), Kim Jongin, Oh Sehun, dll
Discalimer:
Fanfiction ini adalah remake dari sebuah novel berjudul "Complicated kat" yang di tulis oleh "Sekar Ayu Melati". Jadi saya hanya mengubah nama dan beberapa hal yang memang diperlukan untuk memperlancar jalannya cerita.
.
.
Chapter 4
Percuma saja kyungsoo ke rumah xiumin, karena dia tidak mendapat saran atau komentar yang berarti. Kyungsoo tidak mengerti kenapa semua jadi aneh begini. Dan sebenarnya kyungsoo ingin meminta nasihat dari lay, tapi sebenarnya lay itu terlalu teoretis untuk bekomentar mengenai perasaan. Bagaimana dengan chanyeol? Sepertinya tidak. Chanyeol cuma adik kyungsoo, bukan orang yang mengenal sehun. Kyungsoo merasa kebingungan dan dia merasa semua orang itu menyusahkan.
Hubungan kyungsoo dengan sehun tidak membaik untuk satu minggu setelahnya, dan kyungsoo juga tidak bertemu lagi dengan si mulut kejam jongin. Jadi, selama satu minggu ini hidupnya terasa hampa. Kyungsoo tidak punya semangat untuk keluar rumah, bahkan untuk sekedar mampir di restoran mie dingin pedaas di sebrang jalan.
Minggu pagi kyungsoo memutuskan untuk mencoba melupakam semuanya dengan berjalan jalan di taman.
Pilihannya tidak salah. Taman di pagi hari sangatlah indah, hijaunya pepohonan yang sengaja ditanam, dan kicauan burung yang indah mengisi hati kyungsoo.
Yang paling kyungsoo suka adalah melihat bayi bayi yang ada di gendongan ibunya. Ibu ibu rakyat biasa jarang yang menyewa jasa babysitter untuk mengasuh bayinya. Bayi bayi itu merasakan sendiri kasih sayang dari sang ibu.
Kyungsoo tidak ingat bahwa jongin juga masuk dalam golongan rakyat biasa. Kyungsoo pun bertemu dengan jongin di taman.
Jongin sedang berkutat dengan anjing anjingnya. Ia telah melihat juga telah melihat kyungsoo jadi otomatis kyungsoo harus tersenyum ke pada jongin. Itu etika.
"Wah, wah!" komentar jongin. "Putri orang kaya sepertimu sedang apa di sini?" kata jongin dengan nada sinis.
"Memang apa pedulimu?" sahut kyungsoo ketus.
Jongin hanya tersenyuum ketus dan berjalan di sampig kyungsoo. mereka berjaalan dalam diam dan kyungsoo merasa canggung dengan suasana ini. Maksudnya, jongin begitu tampan kalau sedang tidak sinis, dan diamnya jongin membuat kyungsoo teringat bahwa kyungsoo pernah mengaggapnya cute. Dan sekarang kyungsoo benar benar canggung.
"Tidak pulang ke rumah dan memanjakan diri dengan spa?" Tanya jongin, tapi tidak dengan nada ejekan yang biasa digunakannya.
Kyungsoo menjawab alakadarnya, "Cucu presiden tidak selalu berarti spoiled rich girl, kau tau?" kata kyungsoo.
Jongin hanya mengangkat bahu, tapi tidak berkomentar apa apa.
Taman mulai ramai dan memang matahari mulai naik semakin tinggi. Kyungsoo merasa gerah karena matahari persis membakar tengkuknya. Kyungsoo mengikat rambutnya dengan model ekor kuda, gaya kasual yang selalu kyungsoo suka. Dan jongin melihat kyungsoo dari atas ke bawah dengan pandangan menilai.
"Kau tidak seperti cucu presiden, taauu" komentar jongin.
"Memang kenapa?" Tanya kyungsoo lugas
"Tidak, kau hanya tidak seperti sepupumu yang mengadakan pesta waktu itu." Maksud jongin pasti Baekhyun. kyungsoo memang berbeda dari baekhhyun. Hanya sekilas melihat saja, orang pasti sudah tau.
"Kupikir semua keluarga elite dan pejabat pejabat tinggi memiliki arogansi yang sudah ada sejak lahir pada diri mereka. Arogansi yang selalu menganggap kami, kaum pers, adalah musuh sekaligus alat untuk menaikan pamor mereka." Apa ini? Apa jongin sedang curhat atau secara tidak langsung menyindir kyungsoo?
"Jadi maksudmu aku keluarga arogan?"kyungsoo tidak suka cara jongin mengucapkan "arogansi". Seolah olah mereka-kaum elit dan pejabat pejabat tinggi- itu sangat sombong dan angkuh.
Lalu mata jongin melirik kyungsoo sadis. "Jangan terburu buru menyimpulkan, aku tidak berkata itu kau dan keluargamu"ujar jongin. Kyungsoo merutuku mulutnya yang(lagi lagi) tidak bisa menahan perkataannya.
"Kurasa kau berbeda." Wow, kyungsoo tersanjung! "Kau tidak terlihat angkuh, kau bahkan mencoba membetulkan kameraku,"ucap jongin pelan, seolah membuka kembali kenangan yang pahit, yang sebenarnya tidak ingin ia ungkapkan.
Ngomong ngomong, mengenai kamera itu, sekarang hanya menginap di kamar kyungsoo dan nyaris tidak pernah di sentuh. Kyungsoo juga melupakan fakta bahwa kyungsoo sama sekali tidaak memiliki uang untuk menggantinya. Tapi kyungsoo tidak akan menyinggungnya agar jongin tidak menagihnya.
"Apa kau sudah membetulkannya?" Tanya jongin lirih
Ups, tampaknya harapan kyungsoo tidak terkabul. Kyungsoo tergagap selama setengah menit setelahnya,"Sebetulnya, kamera itu sekarang sedang dalam perbaikan"kyungsoo terpaksa berbohong.
"Kau sunggu tidak perlu melakukan itu. Kamera itu bukan apa apa. Aku mendapatnya dari perusahaan, dan aku sekarang sudah di pecaat, jadi itu bukan lagi masalah." Kyungsoo salah baerbohong. Setelah itu jongin melenggang pergi dengan anjin anjing titipannya.
Sekarang kyungsoo menyesali keputusannya mengistirahatkan pikirannya dengan pergi ke taman. Yang ada malah pikirannya semakin suntuk.
Setengah jam berikutnya mereka lewati dengan saling diam dan pura pura cuek satu sama lain.
"Kau berbeda dengan selebritis dan pejabat pejabat itu, kau tau?" akhirnya jongin angkat bicara. Memecahkan kesunyian yang tidak sunyi diantara mereka. Tidak sunyi karena dengusan dari anjing anjing yang jongin bawa.
"Oh ya?" ucap kyungsoo mencoba terdengar angkuh.
Jongin mendengus . "Jangan coba coba meniru keangkuhan kaummu, putri," ucap jongin.
Jongin lalu bercerita panjang lebar mengenai kekecewaannya pada pandangan kaum seleb terhadap pers. Para paparazzi yang mengejar berita mereka memang mengesalkan, tapi pers tidak selalu buruk. Kyungsoo akhirnya tau semua perasaan jongin yang di pendam selama ia menjadi fotografer.
Secara pribadi kyungsoo merasa kasihan pada jongin. Tapi mau bagaimanapun itu, tetap saja seleb dan pers itu tidak akan akur.
Kyungsoo benar benar menikmati jalan jalan yang mereka lakukan dari pagi itu. Mereka memutuskan makan siang di taman, dengan burger dan coke.
"Kau tidak di cari?"tanya jongin.
"Maksudmu?"tanya kyungsoo
"Yah, tidak ada yang mengkhawatirkanmu berpergian selama ini?"
"Dari pagi hingga sore maksudmu?"
"Ya"
"Jangan khawatir, aku selalu tahu diri. Aku akan pulang sebelum jam sembilan. Itulah aturan di keluarga kami."
"Benar benar daddy's little girl" komentar jongin sambil tertawa.
Lagi lagi kyungsoo melihat senyuman jongin yang memukau. "Hey, jangan tertawa!" hardik kyungsoo pura pura kesal."Kalau aku tidak tau diri, aku pasti akan ditelepon terus menerus. Dan kau tidak akan bisa bercerita tentang perasaanmu selama ini." Ujar kyugsoo penuh kemenangan.
Jongin mendadak berhenti tertawa."Tidak menceritakannya pun tidak masalah, jangan bersikap seolah kau memenangkan kepercayaanku" lalu jongin terkekeh menyebalkan, membuat kyungsoo tersinggung.
Hal yang tidak kyungsoo mengerti dari jongin adalah jongin bisa begitu menyebalkan, namun di sisi lain ada saja yang memukau darinya. Sekarang kyungsoo bingung harus membencinya atau menyukainya.
"Sekaran masih jam enam. Masih ada tiga jam lagi sebelum jam sembilan, tapi aku harus mengantarkan anjing anjing ini ke pemiliknya. Kau mau ikut atau pulanng saja?"
Kyungsoo ingin sekali ikut, entah karena alasan apa, tapi kyungsoo juga tidak ingin jadi bulan bulanan jongin. Akhirnya kyungsoo memutuskan untuk ikut dan akan pulang tepat jam sembilan.
.
.
Pemilik pemilik anjing itu kebanyakan orang kaya yang tinggal sendiri dan bekerja hingga petang. Sebagian dari mereka adalah eksekutif-eksekutif muda yang terlihat capek, namun matanya penuh semangat hidup. Mata mereka makin berbinar binar melihat kyungsoo ikut mengantarkan anjing mereka. Mereka mengetahui kyungsoo melalui kantor kantor mereka. Begini begini juga kyungsoo pernah ikut kegiatan sosial yang melambungkan namanya. Oke, bukan nama kyuungsoo, tapi nama kyungsoo dan sepupu sepupunya.
Yang lain adalah keluarga keluarga yang memiliki anak kecil yang di titipkan di penitipan anak selama mereka bekerja. Anak anak itu selalu bahagia melihat anjingnya di kembalikan. Malah ada seorang yang menurut jongin, selalu menunggunya dengan wajah berkerut, mencurigainya tidak akan mengemblikan anjingnya.
"Mukamu memang cocok sebagai kriminal" komentar kyungsoo sadis.
Jongin hanya menanggapinya dengan terkekeh menyebalkan, "Lebih baik dari pada anak kecil berkedok remaja yang terkenal." Kilah jongin
Setelah semua anjing itu di kembalikan, masih ada satu jam lagi sebelum waktunya kyungsoo pulang. Jongin mengajak kyungsoo ke tempat teman temannya.
"Waah, kau punya teman juga? Kukira kau tipe orang yang bekerja keras hingga lupa hidup,"
"Jangan salah. Tunggu sampai kau melihat teman temanku."
Jongin membawa kyungsoo ke sebuah daerah yang tidak mewah, tapi terlihat cukup bersih. Di sana kyungsoo menemukan sebuah lapangan terluas dan terindah dari yang pernah ia bayangkan. Jangan bayangkan lapangan yang rapi dengan tumbuhan tumbuhan pagar yang juga terpotong dengan rapi di setiap sisinya. Jangan bayangkan ring basket atau gawang yang rapi dan mahal dengan cat yang masih utuh. Bayangkan saja tempat kau bisa main skateboard atau melakukan breakdance dengan bebas.
Lapangan itu tidak rata. Banyak ceruk dalam, mungkin karena tertimpa sesuatu yang berat. Ada juga retakan yang panjang. Rumput dan ilalang tumbuh liar diantaranya, dan matahari petang menyinarinya. Tapi di lapangan itu kalian bisa merasakan ada semangat kebebasan yang menyambut. Kyungsoo sudah tidak sabar ingin mnginjakan kakinya di lapangan itu.
Sekelompok remaja dengan skateboard dan scooter, juga rollerskate, berdiri, menyerukan nama jongin dengan riang. Setelah mendekati jongin, mereka terkejut melihat kyungsoo.
"Aku tidak pernah menyangka akan melihatmu membawa cewek ke sini jong," adalah ucapan pertama yang di ucapkan salah satu dari mereka. Rasa bangga menjalani hati kyungsoo ketika mendengarnya.
"Jangan ngaco chen, jongin pernah membawa lebih dari lima cewek ke sini dalam jangka satu tahun." Terdengar suara cewek menyanggah dengan ketus. Karena agak gelap, jadi kyungsoo tidak dapat melihat wajahnya. Yang kyungsoo tau, alis cewek itu berkerut tajam. Sepertinya kyungsoo tidak disambut dengan hangat.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Sorry lama updatenya, niatnya dari kemaren kemaren, tapi entah kenapa gak bisa buka ffn dan kebetulan kuota juga abis :v. Buat yang minta hunsoo maaf banget nih yah, aku mah gak bisa bikinnya kalau hunsoo, lagian aku juga kaisoo shipper jadi susah hehe maaf yaa :'v
Jangan lupa review oke ;)
Hubungi twitter aja Chairi_Khalifa, kalau ada sesuatu yang penting.
