Chapter 5

A Kaisoo Fanfiction

Cast : Do Kyungsoo (Gender switch), Kim Jongin, Oh Sehun, dll

Discalimer:

Fanfiction ini adalah remake dari sebuah novel berjudul "Complicated kat" yang di tulis oleh "Sekar Ayu Melati". Jadi saya hanya mengubah nama dan beberapa hal yang memang dipelukan untuk memperlancar jalannya cerita.

.

.

Chapter 5

"Sudahlah krys. Jangan bicara begitu," kilah jongin

Empat orang lainnya hanya terkikik mendenga nada malu di kalimat jongin. Wahh, sepertinya kyungsoo bergaul dengan seorang playboy. Lebih dari lima cewek dalaam setahun? Sungguh kyungsoo tidak pernah bertemu dengan yang seperti ini.

"Ini beda, krys. " kikik pemuda bernama chen

"Yah, aku mengerti. Spoiled rich girl, cewek kaya yang manja kan?" ujar cewek bernama krystal yang kini menatap kyungsoo dengan pandangan judes. Dan kyungsoo hanya menatapnya kosong.

Kyungsoo tidak mengerti kenapa dia mendapat perlakuan seperti ini. "Jangan membicarakanku seperti aku sedang tidak ada di sini,please," ucap kyungsoo saat mereka terkikik keras.

"Please katanya! Kau dengar?" seseorang dari mereka yang bersuara cempreng tertawa. Kyungsoo hamper saja menangis jika dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Untung saja dia sudah belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri. Dan untungnya gelap malam menyembunyikan raut wajah kyuungsoo yang hamper menangis.

"Maaf, maaf, aku tidak menyanka," bisik jongin lirih.

"Tidak menyangka apa?" gumam kyungsoo

Jongin diam saja

"Tidak menyangka teman temanku akan begini?" kyungsoo mengeraskan suara,dan kini teman teman jongin menoleh kepada kyungsoo dan jongin.

"Jangan berkilah jongin!" kecam krystal. "Mengaku sajalah pada cewek snob-mu itu. Kitakan sudah sejak lama membenci pejabat pejabat korup dan selebriti arogan."

"Cukup. Cukup. Hentikan krys," erang jongin

"Hentikan apa sih jong? Ayolah, sudah dari kecil kita bersama. Masa sekarang kau mau pura pura tidak begitu?" Ujar chen kejam

Kyungsoo tidk mau mendengar lagi. "Cukup. Aku tidak perlu mendengar lebih jauh lagi." Kata kyungsoo, berusaha terdengar anggun sekaligus angkuh.

"Cukup. Aku tidak perlu mendengar lebih jauh lagi." Salah seorang cewek yang ada di situ menirukannya dengan cukup payah. "Jangan bertingkah angkuh, cewek manja!" ujarnya cempreng. Rupanya dialah yang bersuara cempreng jelek.

Gerombolan itu tertawa lagi, membiarkan jongin menggeleng ngeri.

"Kau tau jongin? Aku tidak peduli. Aku pulang."

Kyungsoo berbalik dan berjalan setenang mungkin. Berusaha menenangkan degupan jantungnya yang hampir copot dari rongganya. Kyungsoo mendengar mereka melecehkannya lagi, dan tidak sepatah katapun yang terdengar dari mulut jongin, pengecut memang.

Kyungsoo berjalan dengan air mata yang berlinang, menjaga bahunya agar tidak bergetar. Sungguh kyungsoo tidak menyangka akan mendapat perlakuan sekejam itu. Seharusnya kyungsoo tidak pernah menginjakkan kaki di lapangan terkutuk itu hanya untuk bertemu dan dipermalukan oleh orang orang pinggiran itu.

Kyungsoo berjalan pulang dengan terseok seok. Matanya bengkak dan hidungnya mampet. Untunglah orangtuanya bukan tipe yang peduli kalau anaknya memasuki ruamah. Mereka hanya akan mengalihkan perhatian sebentar dari Koran atau dari apapun yang sedang mereka kerjakan untuk mengecek siapa yang datang, kemudian kemmbali ke apapun yang sedang mereka kerjakan itu. Tapi berbeda dengan kakak dan adiknya. Lay selalu tau kalau kyungsooo sedang habis menangis, dam ia akan mengintograsi kyungsoo setelah kyungsoo memasuki kamar. Untuknya lay sedang menginap di rumah temannya untuk menyelesaikan makalah mereka. Chanyeollah yang melihat kyungsoo dengan kondisi menyedihkan.

Chanyeol segera mengambilkan susu hangat untuk kyungsoo dan membawa kyungsoo duduk di tempat tidur. Kemudian chanyeol hanya memandang kyungsoo selama yang diperlukan sampai kyungsoo menceritakan semuanya. Chanyeol memang menyebalkan tapi dia juga kadang bisa baik.

Akhirnya, setelah setengah jam kyungsoo ditunggui oleh chanyeol dan susu yang diambilkan chanyeol sudah habis, kyungsoo terisak keras. Mulutnya mulai menceritakan semuanya. Tentang perlakuan jongin. Tentang teman teman jongin yang bermulut besar dan kasar. Tentang kyungsoo yang terjebak dalam kesepian karena masih belum kunjung berbaikan dengan sehun. Tentang opini kris. Dan tentang keletihan kyungsoo menghadapi semuanya.

Kyungsoo meledak dengan begitu hebat dan chanyeol hanya merangkulnya dengan brotherly. Chanyeol mengelus punggung kyungsoo dan membisikan bahwa kyungsoo sudah cukup sabar, kyungsoo sudah begitu hebat bisa menahannya. Chanyeol membisikan bahwa kyungsoo tidak sendiri dan solusi solisi masalah akan datang jika dia lebih terbuka.

Kyungsoo betul betul bersyukur memiliki adik yang hebat seperti chanyeol. Setelah suntuk menangis, kyungsoo akhirnya tertidur pukul dua dini hari.

Mereka tidak bisa bangun tepat waktu keesokan harinya. Chanyeol yang tidak sempat mandi, langsung berangkat setelah menci muka. Kyungsoo bangun, berkaca, dan mendapi matanya yang membengkak dan badannya meriang. Kepalanya berdenging, dan seperti ada ledakan kecil di otaknya. Dan selanjutnya dia tidak sadar apa yang terjadi kemudian.

.

.

Kyungsoo terbangun, sejenak di bingung. Dia baru menyadari ternyata tadi dia pingsan. Eommanya masuk dengan wajah panic dan membawa semangkuk sereaal dan susu hangat. Kalau eomma sampai berwajah seperti itu, artinya dia benar benar mengkhawatirkannya.

"Gadis ceroboh!" seru eommanya. Eommanya selalu menggunakan kata ceroboh ketika anak anaknya sakit. Yang kyungsoo bingung, sepertinya makin sakit mereka(lay,kyungsoo,chanyeol,tao) makin keras mereka di marahi. Tapi kyungsoo tau itu karena eommanya menyayangi mereka.

Eomma kyungsoo mengernyitkan kening dan berkata pelan "Aku sangat menyesal, tapi eomma harus meninggalkanmu kyungsoo. ada pertemuan dengan dokter di Rumah Sakit Cross Avenue pukul sepuluh nanti." Kyungsoo merasa dia tidak apa apa jadi eommanya itu tidak usah khawatir kepadanya.

Sayangnya kyungsoo tidak bisa mengatakan itu kepada eommanya, karena bahkan untuk berbicara saja dia merasa tidak kuat. Matanya perih dan panas yang menguar dari tubuhnya itu membuatnya gerah dan sekaliguss kedinginan. Kyungsoo sangat tidak nyaman dibuatnya.

Pukul sembilan tepat eomma kyungsoo akhirnya meninggalkan kyungsoo setelah mengawasi kyungsoo dengan wajah khawatir. "Oh, mom, sudahlah!" kata kyungsoo. "Aku tidak apa apa oke? Eomma bisa pergi sekarang" tukasnya. Menurut kyungsoo eommmanya itu terlalu khawatir. Masalahnya adalah kyungsoo tidak terlalu nyaman dengan keberadaan eommanya yang akan terus menerus mengeceknya dan membuatkannya sup atau bubur. Bisa empat kali makan jika eommanya ada di rumah.

Pokoknya kyungsoo lega setelah akhirnya eommanya pergi.

Pintu kamar kyungsoo tiba tiba terbuka saat kyungsoo sedang asik memandang obat obatan dan thermometer di samping tempat tidurnya. Kyungsoo juga memandangi handphonenya dengan pandangan kosong. Sesekali kyungsoo memainkan handphonenya hanya untuk mengecek beberapa sms yang masuk. Begini begini teman kyuungsoo bukan Cuma sehun looh. Lumayan banyak juga yang lain. Dan tepat sekali dugaannya, banyak sekali yang menanyakan kenapa dia tidak masuk.

Kyungsoo pikir eomanya yang masuk, mendadak membatalkan pertemuannya dengan dokter dokter tua renta itu (eomma kyungsoo sering membatalkan pertemuannya dengan siapapun jika salah satu anaknya ada yang sakit). Bahkan eommanya pernah membatalkan perjalanan singkatnya ke luar kota dengan, entah siapa, dari kantor jasa sosialnya hanya karena tao sakit. Tapi, itu tao sih.

Ternyata yang masuk adalah joan, pelayan keluarga kyungsoo yang sering membuatkan makanan dan mencuci pakaian. Tapi kyungsoo memang lebih senang joan yang dating daripada eommmanya. Joan memperlakuakannya dengan wajar, bukan seperti pasien sakit tifus yang bandel tidak mau diinfus. Dan seperti yang kyungsoo harapkan joan masuk membawa makanan yang aneh aneh. Tidaak terlalu aneh sih, tapi yang jelas bukan bubur tanpa rasa.

Joan membawa tortilla. Kyungsoo selalu suka tortilla. Juga sambal salsanya. Dengan tomat, bawang bombai, paprika, dan daun cilantro. Bisa juga ditambah alpukat. Selalu enak walau kyungsoo tidak bisa makan terlalu banyak.

Tortilla buat joan membuat perasaan dan keadaan tubuh kyungsoo jauh membaik. kyungsoo senang sekali joan datang. Dan tidak hanya tortilla yang joan bawa, tapi juga banyak dvd yang di sukai joan. Joan memang suka sekali nonton, sebagian besar film yang kyungsoo tonton berasal dari joan. Akhirnya kyungsoo dan joan menghabiskan waktu di rumah dengan menonton film tentang persahabataan. Kyungsoo selalu suka film film yang seperti itu. Membuat kyungsoo berharap mempunyai sahabat cewek lebih banyak dari sekarang. Maksudnya, sehun kan tidak bisa diajak maskeran atau membicarakan cowok.

Kyungsoo dan joan banyak tertawa, dan kyungsoo pun sudah merasa lebih baik sekarang, jadi dia bisa pergi ke sekolah keesokan harinya. Chanyeol dan tao pulang bersama, tidak heran sih. Mereka memang akrab dari dulu. Mereka langsung berkutat dengan kesibukkan masing masing. Chanyeol dengan PSPnya dan tao dengan pekerjaan rumahnya.

Benar benar keluarga yang aneh. Kontras sekali perbedaannya. Kyungsoo yakin chanyeol punya segudan pr untuk di selesaikan, sama yakinnya dengan tao yang sebenarnya tidak memiliki pr tapi belajar untuk besok. Kyungsoo memutuskan untuk meninggalkan mereka dan masuk kekamarnya. Paling nyaman memang berada di kamar sendiri. Kyungsoo bisa bebas mengkhayal apapunn yang terlintas dipikirannya.

.

.

Pukul enam sore ada ketukann di pintu rumah kyungsoo.

Biasanya kalau bukan lay pasti eommanya kyungsoo yang mengetuk. Appanya kyungsoo sama sekali tidak pernah terdengar mengetuk pinntu, karena appanya selalu pulang larut malam setelah kyungsoo tidur.

Aneh, ketukan itu tak kunjung berhenti juga, batin kyungsoo.

"Joan!" seru kyungsoo dari kamarnya di latai dua. Sepertinya joan tidak mendengar teriakkan kyungsoo.

Kali ini pengetuk membunyikan bel yang nyarinng bunyinnya.

"Joan!" ini pasti tamu. Lay dan eommmanya tidak akan pernah membunyikan bel. "Joan, kau dimana sih?" akhirnya kyungsoo memutusskan untuk turun dan mencari joan. Kyungsoo benar benar malas menyambbut tamu hanya denga baju tidurnya yang berantakan itu.

"Joaaaann!" kyungsoo berseru panjan. Kyungsoo melirik meja makan dan dilihatnya chanyeol dan juga tao masih ada di sana, tapi tidak ada yang beranjak untuk membukakan pintu. Yang benar sajaa..

"Yaa! tunggu sebentar!" seru kyungsoo pada sang tamu.

"Maaf, maaf" ucap kyungsoo segera setelah membuka pintu

"Hai, kyuung." Sapaan yang terlonta maupun yang melontarkannya membuat kyungsoo nyaris lompat dari tempatnya berdiri. Sehun berdiri di sana dengan senyum salah tingkah,

Kungsoo benar beenar tidak siap dengan kehadiran sehun di depannnya, bahkan sehun masih menggunakan seragam sekolahnya, dan kyungsoo denga baju tidurnya yang menurutnaya engga banget itu. Kyungsoo hanya melongo sebelum berlari secepat kilat ke atas dan memakai pakaian yang lebih sopan.

Dengan sedikit gemetaran kyungsoo memakai kaos yang lebih baik, tapi celananya tidak di ganti, kemudian kyungso berlari lagi kebawah dan menemui sehun.

Sehun menatap kyungsoo lama dan tersenyum canggung. Kyungsoo bersikap sama canggungnya dengan orang yang duduk di sebelahnya.

"Jadi…kenapa tidak masuk hari ini?" sehun memecahkan kesunyian diantara mereka. Kyungsoo tidak bisa menatapnya. Karena tentu saja mereka belum benar benar baikan dan kyungsoo juga terlalu canggung untuk bisa tenang menatap matanya.

"Tidak penting kenapa" jawab kyungsoo singkat. Sungguh, ini bukan karena kyungsoo ingin bersikap ketus kepada sehun hanya saja rasanya kyungsoo terlalu canggung. Kyungsoo rasa sehun sedikit kecewa dengan sikapnya.

Kemudian kyungsoo merasakan chanyeol, adiknya itu, duduk di dekat mereka,"pegang dahinya" ujar chanyeol.

Kyungsoo kira chanyeol berbicara pada siapa, ternyata chanyeol sedang berbicara dengan sehun yang terlihat bingung dan kecewa Karen kyungsoo bersikap ketus padanya. Serta merta sehun memegang dahi kyungsoo sebelum kyungsoo mencegahnya.

Dalam sepersekian detik sehun segera melepaskan tangannya lagi. "Oh, kau panas sekali," ujarnya pelan. Kyungsoo memng belum benar benar pulih. Sekarang kepalanya pun terasa pusing. Chanyeol, adik kyungsoo, menggumam puas. Mungkin chanyeol juga capek melihat sehun dan kyungsoo yang terus diam diaman, karena tak lama kemudian chanyeol meninggalkan kyungsoo dan sehun dengan senyum yang lebar seolah senang telah memberi bahan pembicaraan.

"Mungkin kau harus tetap tidur kyung," kata sehun yakin.

"Tidak!" bala kyungsoo mantap

"Tapi kau panas sekali!" bantah sehun

"Tidak, aku sudah jauh lebih baik dari tadi pagi."

Sehun menatap kyungsoo kesal. Kyungsoo balas memandanginya dengan raut wajah yang paling menyebalkan yang bisa di buat kyungsoo. "Memanya kenapa sih kau kesini?" kyugsoo menantaang sehun.

Sehun mencibir "Aku tadinya ingin meminta maaf"

Tadinya? " Lalu apa yang membuatmu mengubah tujuannmu?" tanya kyungsoo

Sehun merengut. Kesal, " karena kau bersikap begitu menyebalkan, do kyungsoo."

Kyungsoo tertawa. Sehun tertawa. Kemudian sehun mengeluarkan sebungkus mie dingin pedas yang di belinya di seberang jalan. Ini adalah salah satu trik untuk merayu kyungsoo. kyungsoo melahapnya dengan senang, sama sekali tidak menawarkan sesendokpun pada sehun. Padahal kyungsoo itu sedang demam, tak boleh makan makanan pedas sebetulnya. Tapi karen mie pedas ini salah satu makanan kesukaannya, jadi ya mau bagaimana lagi.

Seketika sehun dan kyungsoo sudah berbaikan.

Sebelum pulang, sehun menatap kyungsoo lembut di ambang pintu. Kyungsoo jadi salah tingkah. Tiba tiba sehun mendekati kyungsoo. dan sehun mencium kening kyuungsoo. Dan langsung pergi sambil mengucapkan "bye" pada kyungsoo.

Tubuh kyungsoo tambah demam. Tapi hatinya sungguh bahagia. Ini ciuman pertama dari milk, walaupun hanya di kening. Yang penting kebekuan diantara mereka sudah mencair.

.

.

Kyungsoo sudah bisa bersekolah keesokkan harinya, dan sehun dengan senang menyambutnya di kelas. Mereka berdua duduk bersama lagi seperti biasa, dan beberapa teman teman cewek mereka mengitari mereka. Sekedar menanyakan keadaan kyungsoo.

Sebagian besar dari mereka, dari yang kyungsoo tahu, hanya cari muka agar ayah mereka naik jabatan di perusahaan ayah kyungsoo. atau paling tidak, cari muka agar dapat koneksi dengan presiden. Ini realita. Banyak sekali yang bermuka dua.

Setelah gerombolan itu pergi, kyungsoo dan sehun tertawa bersama. Tidak menyadari ini mungkinn akan menjadi yan terakhir atau mungkin tidak untuk selamanya.

Jam istirahat pertama, sehun membisikan sesuatu kepada kyungsoo. "Kyunng," kata sehun tepat di telinga kyungsoo. sebagai cewek yang menyukainya dari kelas 7 di junior high school dulu, kyungsoo dapat merasakan jantungnya berdebar keras. Tapi sebagai sahabatnya, kyungsoo penasaran dengan apa yang akan sehuun bisikan.

"Luhan pindah ke sekolah kita."

Luhan? Kyungsoo mengerutkan keningnya. Cewek itu… yang kyungsoo ingat, bukankah luhan pacar sehun di junior high school dulu.

.

.

.

.

TBC

Maaf sebelumnya, updatenya lama banget ya, maklum tugas numpuuk sekali, apalagi tugas kelompok-_- maaf kalau di chap ini mengecewakan kalian duh.

Oiya, mungkin di beberapa chap kedepan, jonginnya bakan ngilang dulu kali yee, soalnya bakal ada maslah masalah yang lain yang bikin kyungsoo pusing sendiri duuhh. Kasian kyungsoo-_- :v

Maaf juga masih banyak typo sepertinya—"

Aku butuh review kalian yaaa, aku tunnggu lohh. Hehe….