The World Has Changed
Created by : Angelalfiction
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Character : GoM, OC, Kagami.T
Genre : Romance, Friendship, Drama, School-life, Hareem.
Chapter 3
Meiko POV
Bel istirahat pun berbunyi dan aku hanya bisa duduk sendirian di kelas. Hh...kenapa tadi Akashi menolakku untuk mengikuti mereka ke ruang kepala sekolah ya? Malah menyuruhku duluan ke atap sekolah, huh...
"Meiko-chan!" panggil seseorang. Aku yang sedang bermalas-malasan di mejaku pun segera menyadarinya.
"Hotanda? Ada apa?"sahutku.
"Apa kau ada waktu sekarang?"
"Hmm...yah sekitar 10 menit. Ada apa?"
"Ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu."ucapnya yang langsung menggenggam tangan kananku dan membawaku menuju atap sekolah.
Selama menuju ke atap sekolah, banyak tatapan-tatapan yang mengarah padaku. Mulai dari tatapan biasa saja sampai tatapan iri. Banyaknya orang yang menatapku semakin membuatku harus berusaha menyingkirkan pikiran yang bisa membuat wajahku merona. Tch...itulah repotnya bersama dengan orang yang terkenal.
Setibanya kami di atap sekolah, aku pun mulai berjalan masuk tanpa melihat bahwa ada sesuatu-...
"Hu-huaa..."
Yang akan men-jegal kakiku.
Reflek aku memejamkan mataku. Namun, saat aku memejamkan mata, aku merasa ada yang menghalangiku untuk menyentuh lantai. Dan yang menguatkan dugaanku bahwa aku sedang di peluk sekarang adalah...aku merasakan pelukannya pada pinggangku mengerat.
"Kau tidak apa-apa Meiko?"
Suara ini...
Aku pun perlahan membuka kedua mataku dan terkejut.
"Hotanda?!" ucapku terkejut. Langsung saja aku melepaskan pelukannya dengan mendorongnya menjauh dariku.
"Ma-maafkan aku! Aku terlalu ceroboh!"ucapku yang langsung ber-ojigi padanya sekaligus menyembunyikan wajahku yang kini sudah memerah total.
Aku sekarang sangat-sangat malu sampai-sampai menatap kakinya pun aku ragu. Tak mau hanya berdiam diri di tempat, ku putuskan untuk pergi dari atap sekolah itu.
Aku pun segera kembali ke kelas dan tepat saat aku masuk kedalam, mereka semua ternyata ada di dalam kelas.
"Hai!" sapaku.
Namun, lama aku menunggu tak ada satu pun jawaban keluar dari mulut mereka semua. Ada apa ini?
"Kalian kenapa?"
Krik...
Krik...
Krik...
Keadaan ruangan yang masih sepi itu pun membuat suara jangkrik yang entah dari mana bisa terdengar sampai kelasku sangking sunyinya.
"Baiklah jika kalian ingin merahasiakannya dariku."
Ku abaikan saja mereka jika tetap berdiam diri seperti itu. Sekarang aku baru sadar, jika perkataan Reina waktu itu padaku sangat benar.
'Sunyi itu membosankan'
"Tidak ada rahasia kok Meikocchi." Kise pun menyahut yang membuat diriku langsung menatapnya.
"Serius?"
"Iya, ssu."
"Lalu apa penyebab kalian terdiam seperti ini? Dan kenapa tadi kalian tidak mengikutsertakan diriku saat kalian pergi?"
"Ka-kami barusan pergi untuk memberi proposal kepada kepala sekolah, nodayo."
"Apa? Tapi-...aku kan manager kalian! Kenapa aku tidak di ajak?"
"Kami hanya ingin membuat kejutan untukmu, Meiko-chan." perkataan Kuroko sontak membuatku terdiam. Kejutan katanya?
"Lalu kenapa sekarang kalian terdiam seperti ini?"
"Ahahaha...tidak ada apa-apa kok Meiko. Benar 'kan Kagami!"ucap Aomine yang langsung menyikut pinggang Kagami.
"Ahahaha...tentu saja!"
Selesai Kagami menjawab Aomine, aku pun menatap aneh mereka semua. Ada sesuatu yang mereka rahasiakan dariku. Aku tahu itu.
"Lalu, bagaimana dengan proposal kalian?"
"Proposal kami di terima. Besok kepala sekolah akan membangun GYM dan lapangan outdoor bersamaan. Karena GYM membutuhkan waktu yang lama, maka untuk sementara waktu kita akan latihan di lapangan outdoor." jelas Akashi. Aku pun mangut-mangut saat mendengarnya.
"Hmm...berapa lama lapangan outdoornya selesai di buat?"
"Mungkin sekitar 1 minggu, nodayo."balas Midorima.
Hah?! 1 minggu? Bagaimanapun juga, 1 minggu itu bukan waktu yang sebentar...
"Wahh, 1 minggu ? Berarti kalian tidak bisa ikut pertandingan Kirigaku Festival ya?" keluhku.
"Kirigaku festival itu apa, ssu?!"
"Kirigaku festival itu acara yang di adakan oleh sekolah itu sendiri. Jika kalian menang di situ saja, sekolah kita juga kalian akan di lirik banyak orang!"
"Huh? Masa?"
"Ih, Aomine-kun kok nggak semangat gitu sih? Iya, serius! Soalnya basket di duniaku itu tidak pernah sanggup melawan Amerika walaupun di Asia kita selalu juara. Jadi, di duniaku ini basket tidak terlalu banyak penggemarnya."ucapku sambil memandang mereka semua. Dan entah kenapa, aku bisa melihat ekspresi aneh tercetak di wajah mereka.
"Hehehe...kalau masalah juara kayaknya sudah bukan masalah lagi deh Meiko. Soalnya kemarin kita semua sudah melihat bahwa bakat kami masih ada. Jadi, soal kemenangan sudah pasti kita mendapatkannya."ucap Kagami panjang lebar. Sementara aku yang mendengar ucapannya langsung mendecih pelan. Sombong sekali ucapannya...
"Itu benar Meiko."dan Akashi pun menanggapi ucapan Kagami dengan sebuah seringaian.
"Terserah kalian saja. Tapi pendaftaran terakhir Kirigaku festival itu hari ini. Serius nih kalian mau ikut?"
"*nyam*nyam*nyam*...tentu saja mau Meiko-chin..." jawab Murasakibara yang tak henti-hentinya mengunyah snack yang baru saja ku belikan untuknya.
"Kalau soal Jersey tampaknya aku bisa meminta bantuan ibuku. Tempat latihan kalian sekarang dimana? Apakah kalian sudah mendapatkannya?"
"Di dekat rumah Tetsu, Meiko."
"Oh..."
Selanjutnya yang kulakukan adalah menelepon Kaa-sanku untuk memesan jersey sebanyak 7 buah dan tentunya seharian itu kami mengurusi persayaratan mengikuti Kirigaku Festival. Entah kenapa aku merasa kalau pembicaraan kami barusan terlalu formal sekali. Mereka ini kenapa sih?
.
.
.
-SKIP TIME-
Akhirnya kami semua sudah tiba di lapangan yang mereka maksud. Yah...secara teknis, lapangan ini bukan dekat dengan rumah Kuroko-kun sih...tapi letaknya benar-benar di depan rumahnya!
"Wah, ini sih bukan dekat lagi...lapangannya benar-benar ada di depan rumah..."gumamku terkejut.
"Hehehe...kami semua memilih tempat ini supaya kalau cape kita semua bisa beristirahat di rumah Kurokocchi, ssu!"kise pun berteriak dengan ceria sementara aku menatapnya terkejut. Wah..ternyata maksud mereka memlih tempat ini karena ada tempat istirahat gratisnya...ckckckck..aku merasa kasihan dengan keluarganya Kuroko-kun...
"Kalian semua! Cepat! Kita akan mulai latihannya!"teriak Akashi yang tanpa kusadari sudah ada di tengah-tengah lapangan. Setelah Kise, Kagami, Kuroko, Midorima, dan Aomine yang ada di sebelahku pergi ke tengah lapangan, Akashi yang berada di tengah-tengah lapangan pun perlahan mendekatiku.
"Meiko..."
"Ada apa Sei-kun?"
"Bisa kau ambil sepeda yang ada di rumah Tetsuya?"
"Eh, buat apa?"
"Kami akan jogging keluar lapangan ini. Memangnya kamu mau ikut jogging?"
"Eh? Ti-tidak perlu...heheheh...kalau begitu aku akan mengambil sepeda dari rumah Kuroko-kun yah!"
tidak perlu waktu yang lama, aku pun segera berlari secepat kilat untuk mengambil sepeda Kuroko-kun. Ck..bisa gawat kalau aku ikut jogging bersama mereka.
Dan setelah aku menaiki sepeda, para Kiseki no Sedai itu pun segera mendahuluiku di depan. Aku dengan sepeda yang sedang ku kendarai ini pun, menatap mereka yang ada di depanku. Wah...mereka terlihat sangat kuat.
1 jam kemudian...
Aku yang sedang mengendarai sepeda pun mulai kelelahan mengayuh sepeda. Tapi saat aku menatap ke depan, para Kiseki no Sedai itu tidak ada yang memasang wajah lelah sama sekali. Apa mereka tidak sadar saat jogging?!
2 jam kemudian...
Karena merasa sudah sampai batas, aku pun segera menyusul Aomine yang berlari paling belakang.
"Hei, apa kalian tidak ada yang lelah?"
"Hehehe...kau sudah lelah ya Meiko? Kalau kami sih biasanya selesai Jogging minimal baru selesai setelah berlari selama 4 jam."
Aku pun berhenti mengayuh sepedaku. Apa mereka gila yah? Jogging selama 4 jam?! Pantas saja tubuh mereka bentuknya bagus sekali...
Baru saja aku ingin menyusul mereka, tiba-tiba di kaca spion sepeda Kuroko, aku melihat seorang pria berkacamata ehm...sekitar usia 30-an sedang memperhatikan kami dari tiang listrik yang kemungkinan di pakainya untuk menyembunyikan diri. Tak mau lebih lama lagi, aku pun segera menghiraukan pria itu dan menyusul Kiseki no Sedai yang sudah berlari sangat jauh dariku.
.
.
.
Selama latihan pun aku hanya bisa melihat mereka dari tempat duduk di pinggir lapangan. Dari sini aku bisa melihat Akashi yang sedang memerintah mereka. Hihihihi...entah kenapa melihat mereka yang akrab seperti itu sangat menyenangkan sekali. Aku pun segera melihat arloji yang ada di tangan kananku. Hmm...sudah jam 6 sore.
"Sei-kun, sudah jam 6 sore!"teriakku.
"Latihan selesai."
Setelah mereka yang mengikuti instruktur Akashi bersorak gembira, aku pun segera menyiapkan 7 botol air mineral dan langsung membagikan kepada mereka satu per satu.
"Ano, apa kalian semua nyata?"
Aku mendelikkan mataku saat mendengar suara dari ujung lapangan. Dia, pria yang tadi bersembunyi di tiang listrik itu!
"Kau siapa?"Akashi yang ada di depanku pun segera menatap pria itu tajam. Pria itu tersenyum canggung sebelum ia kembali melanjutkan kata-katanya.
"Saya Fujimaki Tadatoshi. Maaf jika kedatangan saya membuat kalian semua terganggu. Tapi, apa kalian Kiseki no Sedai? Ano, maaf jika saya menanyakan hal aneh. Habisnya kalian mirip sekali..."
Ti-tidak mungkin! Dia Fujimaki-sensei?!
"Kami memang Kiseki no-..." aku pun cepat-cepat memotong ucapan Akashi sebelum mereka menyebarkan identitas asli mereka.
"Mereka itu tim basket Tokyo Gakuen. Aku managernya.."ucapku dengan cepat. Ketujuh pria yang sedang bersama denganku sekarang itu pun kini menatapku dengan aneh. Tapi, ku hiraukan saja. Bahaya jika Fujimaki-sensei tahu jika ciptaannya nyata.
"Benarkah? Tapi, gaya permainan kalian benar-benar mirip sekali dengan tokoh buatanku! Kau, Akashi Seijuro. Kekuatanmu emperror eye. Midorima Shintarou, long range shoot. Kise Ryouta, perfect copy. Aomine Daiki, agility-mu sangat bagus. Murasakibara Atsushi, kamu sangat kuat. Kuroko Tetsuya, misdirection. Dan...astaga! Bahkan ada Kagami Taiga! Ini sebuah keajaiban!" Fujimaki-sensei itu pun mulai seru sendiri sementara aku memijit keningku. Pasti dia senang karena bisa menemukan manusia asli dari tokoh anime buatannya sendiri. Dan, aku yakin. Pasti dia ingin mengambil mereka untuk membuat live action yang sempat di tentang oleh fans-nya sendiri karena jika Fujimaki-sensei membuat Kiseki no Sedai pada live action dengan rambut yang tidak berwarna akan membuat para fans menjadi kecewa berat. Tapi, semua itu akan berubah jika mereka setuju saat Fujimaki-sensei menawari mereka.
"Ah! Apa kalian mau menjadi pemain film?"tawarnya.
Nah, dugaanku tepat sekali bukan?
"Aku mau, ssu! Teman-teman, kalian mau kan?!"
Dan, Kise. Jelas dia mau. Kan dia mau banget eksis.
"Ck...nggak ah. Ngerepotin banget." Aomine yang ada di sebelahku pun mengacuhkan pertanyaan Fujimaki-sensei dan mulai kembali memberes-bereskan barangnya. Tapi, Fujimaki-sensei tetap gencar menawari mereka. Bahkan sekarang ia mendekati Aomine.
"Aomine-kun. Jika kau bermain di film-ku, nanti kalian semua bisa di tawari menjadi pemain nasional Jepang loh... Bahkan, kalian bisa menjadi pemain internasional." rayu Fujimaki-sensei. Ayolah, Aomine-kun! Jangan terima tawarannya! Karena jika kau menerimanya, maka aku pasti tidak akan bisa bersama dengan kalian lagi...
Aomine tampak menimbang-nimbang sebelum akhirnya menjawab, "baiklah. Kurasa bagus juga tawaranmu..."
Innerku pun segera menjedukkan dahi-ku ke tembok imajiner buatanku. Aomine baka!
Pandanganku segera menatap yang lainnya. Kurasa mereka juga tergiur dengan tawaran Fujimaki-sensei. Sial, ternyata pembuat mereka jauh lebih memahami perasaan mereka...
Aku pun segera menundukkan kepalaku. Yah...kurasa sampai di sini saja pertemuanku dengan Kiseki no Sedai...
PLUK...
Tiba-tiba sebuah tangan segera mendarat di kepalaku.
"Kami setuju jika anda mengikutsertakan gadis ini bersama kami."ucap Akashi sambil menatapku lembut. Aku pun terpana.
"Ah, manager kalian yah...ehm...boleh juga. Dia bisa jadi Momoi Satsuki! Jika kalian benar-benar setuju dengan tawaranku, kalian bisa mendatangi tempat ini besok. Jaa!" setelah memberikan kartu namanya, Fujimaki-sensei pun segera berlari menjauhi kami.
"Sebenarnya aku masih bingung dengan yang di ucapkan paman itu. Kenapa dia mengenal kita?"tiba-tiba Kuroko bertanya.
"Ehm...jika aku menjelaskannya pasti lama...Akashi dan Midorima sudah tahu kok..jadi kalian bisa bertanya pada mereka berdua." jelasku. Mata mereka semua pun langsung memandang Akashi dan Midorima.
"Benarkah itu Aka-chin, Mido-chin..?"
"Wah, benar itu akashi, Midorima?"
"Benar." jawab keduanya kompak. Setelah itu, kami segera bercerita panjang lebar di lapangan outdoor itu. Hehehehe...aku semakin bersemangat saja! Bagaimana hari esok ya? Apa yang akan terjadi pada kami besok? Dua pertanyaan itu pun terus menerus mengelilingi pikiranku. Kurasa aku jadi bersemangat sekali! Apalagi minggu depan, kami akan mengikuti pertandingan Kirigaku Festival. Wah...memikirkannya saja sudah membuatku senyam-senyum sendiri. Hehehe...
End Meiko POV
Normal POV
SLURP...
"Hmm! Jus Mangga memang yang terbaik..."gumam Hotanda. Di seberang meja yang ia tempati, Mikaya Ai menatap Hotanda dengan sedih.
"Bagaimana dengan...rencanamu?"ucap Ai pelan. Hotanda pun segera tertawa dengan kencang.
"Hahaha...kurasa lumayan berhasil. Seandainya jika ke-tujuh pria nyentrik tidak melihatnya...rencanaku pasti berhasil seratus persen."ucap Hotanda sedikit kesal. Ai pun segera menundukkan kepalanya.
"Ooh.."
"Pokoknya sebagai sahabatku, kau harus membantuku untuk mendekati Meiko-chan, Ai. Kau ingin melihat sahabatmu ini semakin tenar bukan? Melalui Meiko, aku akan mendapatkan tawaran sebanyak mungkin. Apalagi jika aku menjadi pacarnya dan menikah dengannya. Wow...membayangkannya saja sudah membuatku terlena. Aku bisa menjadi konglomerat! Hahaha!"tawa Hotanda.
BLUKH...
Tiba-tiba sebuah tas melayang ke wajah Hotanda.
"Itte..."keluh Hotanda sambil mengusap-usap wajahnya.
"Baka! Aku benci padamu!" teriak Ai yang saat itu juga langsung pergi dari restaurant VVIP yang di pesan Hotanda. Sedangkan Hotanda sendiri hanya menatap bingung Ai yang mulai menjauh.
"Dia kenapa sih? Kok tiba-tiba marah kayak begitu? Memangnya ada yang salah dari ucapanku?"gumam Hotanda.
.
.
.
"Hiks...hiks..."
Setibanya di apartemen, Ai pun langsung menidurkan dirinya di kasur dan menangis.
'Aku pasti membantumu, Hota-kun. Tapi, kenapa kamu harus mengatakan sampai menikah dengannya? Apa kamu benar-benar menginginkannya? Pernah tidak sedetik pun kau memikirkanku?'pikir Ai dalam hati.
Jujur, entah kenapa walaupun dirinya sangat membenci Meiko yang sudah membuat Hotanda berpangling padanya, tapi ada dirinya yang lain seakan mengatakan bahwa tidak bisa membenci Meiko. Entah apa itu, yang jelas dia merasa bahwa dia pernah membenci Meiko namun dirinya sangat menyesali perbuatannya.
"Payah...dasar lemah!"teriak Ai pada dirinya sendiri.
"Aku tidak bisa membenci orang! Aku memang lemah! Aku tidak bisa membenci orang yang sudah membuatku kesal! Hiks..."lagi-lagi Ai menyalahkan dirinya sendiri.
"Aku sangat mencintaimu, Hota-baka..."gumam Ai sebelum ia tertidur karena terlalu lelah menagis selama berjam-jam di kamarnya.
.
.
.
TBC
hehehe...bagaimana chapter ini? Di review yah! Hehehe...terima kasih untuk para pembaca fic Angel! Maaf jika chapter ini masih banyak Typo, gk nyambung, dll yg berunsur kesalahan.
Untuk chapter selanjutnya akan ada banyak OC. Jadi Angel akan menjelaskan profil mereka di awal cerita supaya para readers bisa memahami ceritanya.
Thanks for reading 'The World Has Changed chapter 3'
