After The Weeding

Novel Remake, karya Kim Ji-Oh

Min Yoongi

X

Park Jimin

MINYOON/MINGA/YOONMIN FANFICTION

RATED BERUBAH – UBAH SEWAKTU – WAKTU!

IF YOU DON'T LIKE. DON'T READ IT !

IF YOU WANT COPAS, WITH AUTHOR NAME JUSEYO

Genderswitch for Min Yoongi and other characters!

Happy reading~

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 3

Jika cinta menjadi sebuah rutinitas yang monoton, pasangan hanyalah dua orang kesepian.

.

.

.

.

.

.

Present Time…

Yoongi hanya bisa menghela napas panjang saat mengingat kembali perasaan memabukkan itu. Kenapa bisa seperti itu? Suaminya memang selalu seperti itu. Jimin takkan peduli pada perasaan orang lain jika sudah menetapkan hati. Mana mungkin seorang gadis muda dapat menghadapi lelaki yang jatuh hati pada pandangan pertama dan mendekati gadis tersebut dengan agresif? Jujur saja, tidak. Sang gadis seketika akan terhipnotis oleh lelaki itu. Gadis itu mengira akan hidup bahagia.

Yoongi bersandar, menggambar bathtub yang terbuat dari marmer itu dengan air. Keseharian monoton yang membosankan terus berlalu. Yoongi menyandarkan kepalanya di lengannya yang ia letakkan di pinggiran bathtub.

"Brrrrr…"

Yoongi menggertakkan bibirnya bak sedang mengejek dirinya sendiri. Ia takut tinggal di rumah besar ini sendirian. Kapan suaminya itu pulang? Sebenarnya Yoongi takut jika Jimin ada di rumah, tapi ia juga tidak suka kalau Jimin tidak ada. Walaupun Jimin tidak banyak bicara dan tidak pengertian, Yoongi berharap ia dapat bersandar kepada Jimin saat ini.

"Jimin… Cepat pulang."

Kepulangan Jimin tidak akan membawa keceriaan, tapi Yoongi takut sendirian dan merasa sesak berada di rumah yang sepi. Yoongi masih ingat bahwa Jimin marah saat meneleponnya, dan ia hanya bisa berharap Jimin bukan orang yang memendam dendam. Saat ini, Yoongi lupa tangannya selalu bergetar jika berada di samping Jimin.

Tanpa disadari, Yoongi tertidur karena air bathtub yang hangat. Ia terlelap beberapa jam dengan posisi tidak nyaman.

...

Jam 11.40 malam. Jimin tiba di rumah. Untunglah masih ada tempat parkir kosong sehingga Jimin dapat langsung memarkir mobilnya. Jimin menengadahkan kepalanya dan memandang apartemennya di lantai tiga. Jendela gelap. Sekarang, istrinya tidak menunggunya.

Jimin menelepon istrinya tadi sore. Berkali-kali, terus-menerus. Tidak ada hal penting yang ingin disampaikannya, tapi ia tidak dapat menahan amarahnya karena istrinya tidak lekas menjawab telepon darinya. Jimin hanya dapat memberikan penyesalan dan ketakutan pada istrinya, benar-benar pertengkaran yang tidak berguna.

Bagus. Lebih baik ia tidak menunggu dan tidur lebih dulu.

Tik, tik, tik, tik, tik, tik.

Pintu depan rumahnya langsung terbuka setelah Jimin memasukkan password di kunci pintu digital. Password-nya adalah enam angka pertama nomor KTP istrinya. Tanggal ulang tahun istrinya, sekaligus tanggal pernikahan mereka.

Jimin menemukan rumahnya dalam keadaan gelap gulita, namun ada seberkas cahaya yang menarik perhatiannya. Kamar mandi. Jimin melempar tas yang berisi dokumennya ke sofa dan melangkah ke sana.

Jimin ingin mengetuk pintu, tapi tangannya berhenti di tengah jalan. Ia memanggil istrinya dengan suara pelan.

"Yoongi, kau di dalam? Yoongi?"

Tidak ada jawaban. Jimin membuka pintu dengan hati-hati dan masuk tanpa suara.

Sejak kapan ia di sini? Pikirnya saat melihat istrinya tertidur di bathtub yang penuh busa. Kenapa aku ingin tahu hal itu?

Jimin melepas jaketnya dan menggantungnya sembarang di wastafel, lalu mengambil handuk dari rak kamar mandi untuk Yoongi. Ia menggendong istrinya dengan sangat hati-hati agar tidak terbangun. Tercium bunga wangi pekat yang melumpuhkan pikiran Jimin.

Ia lalu membaringkan tubuh istrinya di tempat tidur yang langsung memeluk seluruh tubuh Yoongi. Jimin menatap tempat tidur itu dengan tajam. Ia tidak suka melihat istrinya yang tertidur dengan nyaman.

Walaupun Yoongi sedang terlelap, walaupun itu hanyalah tempat tidur, Jimin tidak suka.

Park Jimin, kau cemburu pada tempat tidur?

Konyol.

Suara jam dinding terdengar sayup-sayup seakan meraya Jimin di tengah malam, memberi tahunya kalau sekarang sudah pukul dua belas malam. Walaupun banyak orang yang memiliki jam dinding antik, hanya sedikit yang terbangun dan mendengarkan dentangannya di tengah malam. Dentangan samar itu memperkuat pengaruh wangi Yoongi, sehingga membuat Jimin mendominasi istrinya sepanjang malam.

Hal yang akan disesalinya esok pagi.

Menyesal sampai ingin bunuh diri setiap matahari bersinar.

Namun, Jimin dikalahkan oleh rayuan itu juga malam ini.

Ah, ini salah istrinya… karena aromanya yang terlalu kuat dan karena bunyi dentangan jam dinding.

Jimin, memeluk dan mencium, berharap Yoongi akan sadar. Tapi, istrinya itu tetap menutup matanya, dan ketika Yoongi akhirnya terbangun, ia tampak sangat ketakutan. Teriakannya terdengar menyedihkan. Hah? Menyedihkan? Aku tidak peduli dengan hal seperti itu.

"Kau! Kau…! Kau!"

"Benar, ini aku. Suamimu. Suami yang… akan kau cintai dan akan terus kau cintai."

Jimin tidak suka mendengar suara beratnya. Yoongi melawan untuk sesaat yang akhirnya hanya bisa pasrah. Sial.

Kepasrahan istrinya selalu memadamkan semangat Jimin.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

YAAHHH! AJHUMMA KEMBALI DENGAN FF AJHUMMA! CHAP TIGA UPDATE. MAAF PENDEK T^T DI NOVEL ASLINYA JUGA PENDEK HUHU. BANYAK YANG GA NGERTI KAN JALAN CERITANYA? SAYA JUGA PAS PERTAMA BACA GA NGERTI HEHEHE. TAPI NANTI KESINI KESINI BAKAL NGERTI KOK. KKKK.

GA BANYAK KOMEN. HHUHU... SIBUK SAMA TRY OUT DAN TUGAS. DAN HABIS INI CEPAT SEKALI MAU UJIAN PRAKTEK DAN TULIS T^T. DOAIN AJA YA.

.

.

THANKS FOR READING

REVIEW PLEASE?

GOMAWO YANG UDAH REVIEW. MAAF GABISA DI BALES DISINI ATAU PAKE MESSAGE. SOALNYA AJHUMMA ON CMA SHARE FF AJA TT