After The Weeding
Novel Remake, karya Kim Ji-Oh
Min Yoongi
X
Park Jimin
MINYOON/MINGA/YOONMIN FANFICTION
RATED BERUBAH – UBAH SEWAKTU – WAKTU!
IF YOU DON'T LIKE. DON'T READ IT !
IF YOU WANT COPAS, WITH AUTHOR NAME JUSEYO
Genderswitch for Min Yoongi and other characters!
Happy reading~
.
.
.
.
.
.
.
.
CHAPTER 4
Jika kenangan bukan lagi sesuatu yang indah dari masa lalu, melainkan telah menjadi alasan untuk menilai masa sekarang, maka nilailah cinta yang ada di sisiku saat ini. Namun, kalau kau bahkan tidak dapat menilai cinta, hatimu kosong.
.
.
.
Jimin membalikkan badannya saat mendengar suara air dari kamar mandi. Cincin pernikahan istrinya, tergeletak di meja samping tempat tidur, menarik perhatiannya. Sejak kapan cincin itu ada di situ?
"Ca… cantik sekali. Jimin, benar ini untukku? Benar? Benar?"
Jimin ingat saat Yoongi selalu bertanya tiga sampai empat kali untuk hal yang sama. Yoongi menerima cincin itu dengan sangat senang. Yoongi sangat manis pada hari itu.
"Cerewet. Benar itu untukmu. Kalau kau bertanya lagi, aku ambil lagi, lho!"
"Ya ampun, kenapa bisa begitu? Park Jimin! Kau tidak boleh mengambil kembali barang yang sudah kau berikan! Ah, cantik. Cantik sekali…"
"Itu cincin kawin."
"…!"
"Tutup mulutmu, Ikan Mas."
"Menikah? Kapan…?"
"Segera!"
"Segeraaa? Tapi aku harus lulus kuliah dulu. Kampusku tidak mengizinkan mahasiswinya menikah. Aku harus lulus dulu, Jimin."
"Kau tidak butuh ijazah dari kampus itu. Memangnya orang yang bergelut dalam bidang seni harus punya ijazah?"
"Bicaramu manis sekali, ya. Kalau aku sih takkan bicara seperti itu."
"Ah, begini… aku mencintaimu, Yoongi! Aku akan memberikan segala yang ada di dunia ini kepadamu! Belajarlah pelan-pelan, tapi terimalah cintaku sekarang, sekarang, sekarang!"
Itulah yang diajarkan istrinya kepada Jimin. Melamarnya dengan cara wajah serius dan bahasa tubuh yang lucu. Perilaku istrinya tidak beda dengan jawaban "ya", sehingga Jimin hanya tersenyum tipis melihat aksi kocak Yoongi. Perasaan hangat dan puas menyebar di dalam dada Jimin, tapi Jimin hanya tersenyum. Jika Jimin tahu, jika Jimin mengetahui kekecewaan istrinya, ia akan selalu memeluknya.
"Huh."
Kenapa ia menelantarkan cincin kawin yang dulu sangat disukainya? Menu pembicaraan besok pagi pasti tidak menyenangkan.
"Cantik sekali. Mahal, ya?"
"Kalau mahal kenapa? Mau pamer ke teman-temanmu?"
"Tiiidak."
Sebenarnya, batu besar yang berkilauan di jarinya adalah berlian biru. Mahal? Itu adalah berlian biru tiga karat yang dikelilingi delapan buah berlian satu karat. Harganya hampir setara dengan sebuah rumah. Jimin memilih batu mulia itu setelah menghubungi ahli perhiasan di New York, London, dan Belgia. Selain itu, cincin tersebut dibuat oleh perancang perhiasan dan pengrajin baik di dunia. Cincin satu-satunya di dunia, cincin yang hanya dapat di pakai oleh perempuan yang menjadi istrinya.
"Jimin, aku takkan melepaskan ini seumur hidupku. Kalau aku mati lebih dulu, aku akan membawa cincin ini ke peti matiku. Ingat, ya."
"Perjanjian verbal tidak bermakna."
"Huh! Oke, kalau perkataanku tidak dapat dipercaya, ayo lakukan dengan ciuman!"
Saat itu istrinya langsung menciumnya setelah berkata seperti itu. Tapi akhirnya, janji itu menjadi sebuah janji yang kosong, tidak berbeda dengan janji verbal.
Jimin memandangi cincin istrinya yang mengeluarkan cahaya kebiruan bak ingin membakar cincin tersebut.
Walaupun tidak membawanya sampai ke peti mati, setidaknya kau harus menjaganya dengan baik!
.
.
.
.
.
Yoongi memandangi perempuan asing di dalam cermin. Mata dan ujung hidungnya yang merah karena terlalu lama menangis terlihat persis seperti mata dan hidung pencandu alkohol. Kulitnya seperti terbakar. Salah satu bagian khusus di badannya terasa sangat sakit dan nyeri setiap kali ia bergerak. Terdapat luka baru akibat suaminya di atas luka yang sudah membaik.
"Benar, ini aku. Suamimu, suami yang kau cintai dan akan terus kau cintai."
"Orang gila, abnormal."
Yoongi mencaci maki suaminya sambil memandang perempuan di cermin. Perempuan itu juga mencaci maki suami Yoongi, seakan setuju dengan apa yang dikatakan Yoongi. Rekan dalam menjalankan kejahatan. Terlihat seraut senyum yang sama persis di wajah Yoongi dan perempuan itu. Kedua perempuan bermata penuh kesedihan tersebut tersenyum dengan susah payah, lalu membalikkan badan dalam waktu bersamaan.
Jangan berbalik. Itu bukan aku.
Yoongi berjalan keluar dari kamar mandi dengan terhuyung-huyung, lalu menuju kulkas. Ia mengambil beberapa es batu dan menempelkan ke mata dan hidungnya. Awalnya ia merasa tersengat, tapi lama-kelamaan indra perasaannya mulai kebal. Tetesan dari es batu yang mencair mengalir ke pergelangan tangannya, membasahi lengan baju handuknya. Air dingin. Bukan hanya wajahnya, air tersebut juga membuat pikirannya mati rasa, membuatnya melayang kembali ke "masa-masa menyenangkan."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
YAAHHH! DORAWAJWO~ I WANT YOU BACK BACK BACK BACK BACK/? YAA AJHUMMA COMEBACK. MAAF CUMA SEDIKIT NIH HUHU T_T SOALNYA AJHUMMA NGETIKNYA NGEBUT. MAAF YA KALO ADA KESALAHAN.
.
.
THANKS FOR READING
REVIEW PLEASE?
GOMAWO YANG UDAH REVIEW. MAAF GABISA DI BALES DISINI ATAU PAKE MESSAGE. SOALNYA AJHUMMA ON CMA SHARE FF AJA TT
