Mianhae Chingu-ya

.

By Seoglyu Yeowang

.

Main Cast : Cho Kyuhyun and Lee Sungmin.

.

Genre: Romance, Friendship, Mystery

.

Length: Chaptered

.

Rate: T to M

.

Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.

.

Warning: Newbie, GS, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana

.

DON'T LIKE DON'T READ

CHAPTER 2: DATANG DAN PERGI – SESUATU YANG BERIRINGAN

Enjoy it!

Pervious Chapter

"Chagia…."

"hmmm…."

"apa kau masih mengingat saat pertama kali kita bertemu kembali?"

Pertanyaan Kyuhyun kembali membuatku mengingat pertemuan pertama ku dengannya, satu tahun yang lalu.

.

.

.

…. "tentu saja. Aku tidak akan melupakannya" ucapku cukup lama.

"butuh waktu cukup lama untuk aku menyadarinya." "sekarang, kau sungguh jauh berbeda sayang."

"Yaaaa cukup lama" jawab ku. Pikiran ku kembali mengingat masa-masa pertama kami bertemu kembali

Flashback On

Kyuhyun's POV

Jarum jam di dinding telah menyentuh angka 11 untuk bagian yang lebih pendek dan angka 12 untuk yang lebih panjang tetapi mata ku masih enggan untuk terpejam. Diriku kembali teringat akan gadis incaran Siwon hyung, sudah 7 jam sejak dia meninggalkan apartment ku. Ku harap dia sudah menemukan tempat tinggal yang yang nyaman dan aman. Sedikit lagi, sedikit lagi diri ku benar-benar terlelap dalam mimpi sebelum suara bel membawa ku kembali ke dunia nyata.

"ughh siapa yang malam-malam seperti ini bertamu" rancau ku tak jelas khas orang bangun tidur. Lima menit pertama aku abaikan karena mungkin saja itu hanya orang iseng yang mengganggu, tetapi setelah 10 menit berlalu, bel itu masih saja berbunyi. Ku putuskan untuk mengeceknya.

'uggh apa itu cheonyeo gwishin' fikir ku ketika hanya melihat rambut panjang kusut di intercome yang terpasang di dinding

Ditengah kebimbangan ku memilih untuk keluar atau tidak, masih dengan memandangi pemandangan 'penampakan' melalui intercome dihadapanku ku lihat sang objek terjatuh sehingga menimbulkan bunyi yang cukup terdengar di telinga ku.

"omona dia terjatuh? Berarti dia adalah manusia. Bagaimana ini bagaima?" ucap ku panic. Tanpa berfikir apapun lagi segera ku buka pintu untuk melihat keadaannya.

"Nyonya? Nyonya? Anda baik-baik saja?" Tanya ku dalam bahasa jepang sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya. - nihil tidak ada respon. "Nyonya? Nyonya?" aku masih berusaha menyadarkannya namun hasilnya masih sama. Ku putuskan untuk membalik badannya untuk membawanya ke klinik terdekat.

"omona! Park Hye Na! gwaechanna?" ku putuskan untuk membawanya masuk dan membaringkannya di ranjang. Ku lihat keadaannya, cukup mengkhawatirkan. Masih dengan pakaian yang sama sewaktu meninggalkan apartmentt ku petang tadi namun basah kuyup dan wajahnya pucat pasi serta dingin. "apakah kau belum memakan apapun? Kenapa dingin sekali?" ucap ku ketika menyentuh tangan dan dahinya. "kenapa kau basah kuyup?" ucap ku bingung melihat keadaannya. Bergegas ku berjalan ke arah jendela dan membuka kecil tirainya. "ugh mengapa harus turun hujan? apa kau belum mendapat tempat tinggal sehingga memutuskan untuk kemari?" Tanya ku bermonolog lagi.

Kyuhyun kembali menuju ranjang tidurnya, sekilas ia melihat kondisi Hye Na yang masih tak sadarkan diri. Kemudian dirinya terlihat mondar-mandir, lalu diam memikirkan sesuatu. Dari wajahnya jelas terlihat ekspresi khawatir. Tak lama dia mengelurkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah menghubungi seseorang, ia bergegas menuju lemari pakaiannya, mengambil piyama, handuk dan mantelnya, meletakannya di sisi ranjang yang kosong, dan bergegas turun menuju dapur.

Ting nong ting nong – bel berbunyi

Kyuhyun keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi baskom air hangat dan handuk kecil, berjalan cepat menuju pintu.

"masuklah, dia masih tak sadarkan diri di kamar." Ucapnya pada sang tamu. "kau harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu, aku sudah menyiapkannya disana. Dan bawalah ini, siapa tahu kau membutuhkannya." Ucapnya lagi sambil menuju ke kamarnya

"aku tahu apa yang harus aku lakukan, kau tenanglah." Jawabnya sambil menerima nampan yang kyuhyun berikan.

Sang tamu naik ke lantai satu, masuk ke dalam kamar Kyuhyun dan menutup pintunya sedangkan dirinya menunggu diluar. Menunggu dengan gelisah, tak sedetik pun dirinya diam, hanya mondar-mandir di depan pintu bahkan sesekali hendak membuka pintu namun dibatalkan. Setelah menunggu setengah jam sang tamu kembali keluar dan menghampiri Kyuhyun yang terduduk lesu di sofanya.

"keadaannya baik-baik saja. Dia hanya kedinginan dan kelelahan yang diperparah dengan anemianya yang kambuh. Aku telah mengganti pakaianya dan memberikan obat. Biarkan dia beristirahat dengan tenang malam ini." Ucapnya memberikan penjelasan

"gamsahabnida uisanim." Jawabnya kemudian membungkuk memberi hormat. "kau selalu bisa ku andalkan." Ucapnya kemudian

.

Kyuhyun memang menghubungi Lee uisanim, dokter pribadinya. Hanya dialah yang terlintas dibenak kyuhyun saat itu. setelah mengantarkan Lee uisanim keluar, Kyuhyun kembali masuk kedalam apartment dan menuju kamarnya untuk melihat kondisi Hye Na. wajahnya terlihat damai ketika tidur, tidak terlihat pucat lagi. Jauh lebih baik dibandingkan ketika dia datang tadi.

"hoooooam" kyuhyun menguap

"ughh, ini bahkan sudah hampir jam setengah 2, pantas saja aku mengantuk." Ucapnya bermonolog. Kyuhyun melangkah menuju kamar tamu dan merebahkan dirinya di ranjang.

.

.

.

Sang surya sudah menampakkan dirinya di ufuk timur tetapi dua cucu adam berbeda gender itu masih terlelap dialam mimpinya masing-masing, bias-bias cahaya yang masuk memelewati ventilasi pun masih tak dapat mengganggu mereka dari tidurnya hingga pekikan sang yeoja dikamar utama berhasil membangungkan sang namja dari tidur cantiknya di kamar tamu.

"uggh, ini bahkan baru jam 8" ucap kyuhyun dengan suara serak khas orang baru bangun tidur dan jangan lupakan mata merahnya pertanda bahwa dirinya masih mengantuk. Dan suara orang panik di koridor kamar terpaksa membuatnya terbangun untuk mengeceknya

"omona, mengapa kau bisa berada disini juga? Dimana ini? Dan mengapa aku sudah berganti pakaian?" Tanyanya ketika melihat ku keluar dari kamar.

"melihatmu histeris seperti ini, ku anggap kau sudah benar-benar pulih." Jawab ku yang kemudian melangkahkan kaki menuruni tangga menuju dapur

"kau mau?" Tanya ku ketika melihatnya terus memperhatikan ku meminum segelas air.

Dia mengangguk

"ini" ucapku memberikannya gelas yang baru, ku lihat dia menenggak habis minuman yang ku berikan. "duduklah, kita sarapan dahulu. Aku yakin kau belum memakan apapun semenjak meninggalkan apartmentt ku kemarin." Ucapku kemudian

Ku lihat dia mendengus kesal namun masih mengikuti permintaan ku untuk duduk. Aku memutuskan untuk membuat sandwich dan segelas susu karena itu yang tersedia di kulkas.

Kyuhyun dan Hye Na sarapan dalam diam, hingga kyuhyun memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu

"jadi apa yang membawa mu kemari malam-malam dan ditengah hujan lebat?"

"uhuk uhuk" Hye Na terlihat tersedak, dengan sigap kyuhyun memberikan gelasnya

"gwaenchanna?" Tanyaku dan hye na mengangguk

"habiskan dulu makanan mu setelah itu bicarlah. Aku tak ingin kau mati konyol karena tersedak." Ucap ku asal tetapi sukses membuat dirinya tersenyum

Saat ini mereka tengah berada di ruang tamu, duduk di sofa saling berhadapan. Setelah sarapan kyuhyun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Dan setelah bersiap, disinilah mereka sekarang, melanjutkan sesuatu yang sempat tertunda.

Hye Na's POV

"jadi, bisa kau ceritakan bagaimana bisa dirimu berakhir di depan apartment ku dalam keadaan pingsan dan basah kuyup seperti semalam?" tanyanya menyelidik

"huft baiklah" jawabku pasrah. Dia sepertinya tipe orang yang keras kepala.

Aku pun menceritakan kepadanya secara mendetail mulai dari mengunjungi tempat research untuk bahan skripsi, makan malam, dan berakhir pada keputusasaan karena tidak berhasil menemukan tempat tinggal sedangkan hari sudah semakin larut ditambah lagi hujan turun ketika aku dalam perjalanan kemari.

"jadi kau memutuskan kembali kemari untuk menumpang tidur?"

"tidak, aku kemari hanya untuk bernegosiasi kembali dengan mu." Jawab ku

"bernegosiasi?" tanyanya tak percaya

"ya, bernegosiasi." Ucapku penuh keyakinan

"apa maksud mu?" 'apa dia itu bodoh?'

"aku bersedia bergabung bersama S&K Entertainment."

"benarkah?"

Aku mengangguk "tapi kau harus menjadi penjamin ku." Jawabku

"oh ayolah, aku bahkan bisa memberikan mu sebuah apartment baru jika kau mau. Kenapa aku harus menjadi penjamin mu?"

"disini sangat sulit mencari hunian sementara dan tanpa penjamin."

"baiklah, aku akan mengurus tempat tinggal mu selama disini. Bagaimana?"

"asalkan bukan hotel dan apartment"

"baiklah baiklah, apalagi mau mu eoh?"

"kita akan mulai bekerja sama setelah aku lulus, bagaimana?"

"bagaimana jika kau melarikan diri?"

"oh ayolah, aku bukanlah orang bodoh yang akan menyia-nyiakan tawaran pekerjaan."

"aku butuh jaminan."

"apa yang kau inginkan?"

"aku ingin kita terus berkomunikasi selama itu dan kau harus memberi tahu dimana kau bermukim di korea, bagaimana?"

"baiklah, asalkan kau tidak mencampuri urusanku."

"hari ini kau akan kemana?" tanyanya kemudian

"kembali mengunjungi tempat research"

"aku harus ke agensi. Setelah selesai hubungi aku, kita akan mencari hunian untuk mu. Aku takut kau tidak suka jika aku yang memutuskannya." Ucapnya "tuliskan nomor ponsel mu." Seraya memberikan ponsel kepada ku.

"ak akuuu aku meninggalkannya di seoul." Jawab ku asal

"apa kau gila?"

"untuk apa juga aku membawa ponsel? Aku tidak mempunyai siapapun untuk dikabari."

"biarkan aku mengantar mu hari ini, kau harus ikut aku dulu kesuatu tempat, dan aku tidak menerima penolakan untuk kali ini." "bersiaplah, barang-barang mu kau simpan saja dikamar tamu"

"gunakan ini. Aku hanya tidak ingin hyung ku mencincang tubuh ku hanya karena membiarkan dirimu lecet." Masih ku ingat ucapannya ketika dia memberikan ku goody bag berisi ponsel keluaran terbaru merek korea yang baru dibelinya ketika kami singgah sebentar di Omotesando. tak ingin lebih merepotkannya aku meminta kami untuk berpisah disini, awalnya dia menolak dan bersikeras untuk mengantarkan ku tetapi perjanjian tadi pagi untuk tidak mencampuri urusanku berhasil membuatnya mengalah dengan terpaksa. "hati-hati, kabari aku jika terjadi apapun." Ucapnya sebelum kami berpisah.

. . .

Dengan berbekal kamera digital, hari ini aku berencana mengunjungi Kuil Sensoji yang terletak di Kaminarimon, Taito, Tokyo, Japan, dekat Stasiun Asakusa. Jadi aku hanya perlu menuju Stasiun Omatesando dan menggunakan Ginza Subway Line untuk sampai disana. Hanya dengan membayar 240 yen Aku akan tiba di Stasiun Asakusa dalam 30 menit. Kemudian berjalan sekitar 3-5 menit. Menyenangkan bukan?

Kuil Sensoji, Kuil Buddha yang konon adalah yang tertua dan yang paling populer di Tokyo. Kuil Sensoji sendiri lebih dikenal dengan nama Asakusa Kannon Temple, yang merujuk pada legenda yang menjadi awal berdirinya kuil ini. Ya, kuil ini memang dipersembahkan untuk Bodhisattva Kannon, yang juga dikenal sebagai Guan Yi maupun Dewi Welas Asih (Goddess of Mercy).

Sebelum masuk ke kuil sensoji, aku melalui Kaminarimon atau Thunder Gate, sebuah gerbang megah yang menjadi pintu terluar Sensoji Temple sekaligus menjadi simbol dari Asakusa. Kaminarimon di desain masif dengan lentera kertas berukuran besar di bagian tengahnya. Di kanan dan kiri gerbang terdapat 2 patung dewa pelindung, yaitu Raijin sang Dewa Petir dan Fujin sang Dewa Angin.

Di belakang Kaminarimon, terdapat Nakamise Douri atau Nakamise Street. Wangi semerbak kemenyan bercampur dengan wangi ragi roti menyambut indera penciuman ku ketika memasuki jalan sepanjang 250 meter yang didedikasikan bagi pejalan kaki untuk berbelanja dan berdoa ini. Jalan ini mungkin hanya sepanjang 250 meter tetapi aku menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk melewatinya karena disana terdapat sekitar 89 toko yang menjual oleh-oleh-oleh khas Jepang, snack, fashion, serta makanan karena aku tak ingin melewatinya begitu saja, mengunjungi toko-toko yang menarik perhatian ku untuk melihat-lihat, mengabadikan gambar, membeli makanan, maupun membeli cendera mata benar-benar menghabiskan waktu ku selama 60 menit. Ujung dari Nakamise Street ini adalah sebuah gerbang yang menjadi pintu masuk ke kuil Sensoji, yaitu Hozomon Gate atau Treasure House Gate.

Begitu memasuki Hozomon Gate, aku dapat melihat main hall dari kuil Sensoji yang dipersembahkan untuk Kannon Bosatsu. Sebelum sampai ke main hall, aku menyusuri koridor yang disebelah kirinya terdapat pagoda setinggi 5 tingkat di sebelah kiri, serta berbagai toko souvenir yang berderet di kanan dan kiri koridor. aku juga menemukan tempat melempar batangan kayu untuk mengetahui peruntungan. Setelah memperhatikan dan memotret bagaimana cara melakukannya dari para pengunjung, aku pun tertarik untuk mencobanya karena ramalan di kuil ini terkenal akan ketepatannya.

Setelah mendonasikan 100 yen, aku pun mengocok wadah yang berisi batangan kayu untuk mendapatkan salah satu batangan kayu yang terlempar. Setelah mendapatkannya aku menuju sebuah lemari untuk mencari potongan kertas yang sesuai dengan angka pada batangan kayu yang terlempar itu.

"Tōchaku to shuppatsu,-te ni itsumo nanika-te. Dōyō ni anata no unmei no yō ni" sesuatu yang tertulis di potongan kertas, yang artinya "kedatangan dan kepergian, sesuatu yang selalu beriringan. begitu pula dengan nasib mu."

Apa itu maksudnya? Benarkah ramalannya tepat? Aku memang kehilangan orang tua ku tetapi sudah hampir empat tahun berlalu aku tidak mendapatkan apa pun. Karena kesal dan menganggapnya salah, aku pun mencobanya lagi hingga 5 kali, tetapi hasilnya sama.

"dasar, penguras uang pengunjung kurang ajar. Lebih baik aku segera melanjutkan perjalanan dari pada berdiam diri disini dan kehilangan lebih banyak uang karena hal yang tidak berguna seperti ini." Ucap ku kesal karena terus mendapatkan hasil yang sama namun tidak sesuai dengan harapan ku.

Kembali menyusuri koridor, aku menemukan pancuran air suci dan tempat pembakaran dupa. Sambil memperhatikan pengunjung yang datang untuk berdoa, jari-jari ku tak berhenti untuk mengabadikan setiap langkah-langkahnya. Gambar-gambar yang berhasil ku ambil adalah ketika pengunjung sedang bersuci di pancuran, pengunjung yang sedang membeli dan membakar dupa di tungku yang berada di depan tangga menuju bangunan utama, kemudian berebut mengasapi diri dengan cara mengipas-ngipaskan asap ke badan atau meraup asap dengan tangan dan mengusapkannya ke muka sambil berdoa di depan Kuil Asakusa. Mereka percaya asap yang keluar dari tungku yang berada di halaman Kuil Asakusa itu bisa mengusir berbagai macam penyakit.

Selanjutnya aku dapat langsung melihat bangunan utama dari Kuil Sensoji yaitu main hall, yang memiliki nama lain Kannondo Hall. Kannondo Hall berdiri megah dan indah dengan dominasi warna vermilion.

Bangunan ini juga dihiasi oleh beraneka lentera kertas berukuran besar berwarna merah, dengan tulisan kanji berwarna hitam. Untuk menghormati pengunjung yang datang aku pun ikut berdoa disini dengan cara mengatupkan kedua tangan sambil mengucapkan kalimat "namu kanzeon bosatsu" yang kurang lebih berarti "saya mempercayai Bodhisattva Kannon".

Setelah dari Kannondo Hall, aku berjalan-jalan mengitari kompleks kuil untuk mengambil beberapa gambar. Kuil Sensoji memiliki banyak bangunan yang tersebar ke dalam beberapa blok. Setiap bangunan memiliki fungsi dan sejarah yang berbeda-beda. Misalnya saja Yakushido Hall yang dibangun pada tahun 1649 dan Yogodo Hall yang merupakan tempat bagi penganut Bodhisattva Kannon. Keduanya berada di blok sebelah kanan dari Kannondo Hall. Tidak jauh dari blok ini, terdapat Awashimado Hall dan Zenisuka Jizo-do Hall yang sudah berdiri sejak tahun 1800-an.

Setelah dirasa mendapatkan gambar yang cukup, aku pun kembali ke koridor utama dan menuju ke arah Hozomon Gate untuk mengunjungi Demboin dan Chingodo Hall. Demboin sendiri merupakan tempat tinggal dari kepala kuil Sensoji selama beberapa generasi.. Disini terdapat Kyakuden (gedung tempat menerima tamu), Ojoin (perpustakaan dan ruang sekolah), serta taman yang indah. Selain foto dan wawancara dengan pengunjung, aku pun memerlukan wawancara dengan mereka untuk memverifikasi data. Kyakuden dan Ojoin dibangun pada tahun 1777 dan 1871, dan masih sangat terawat hingga saat ini.

Orang-orang di kyakuden sangat ramah, mereka sangat mengapresiasi para pengunjung terutama mahasiswa dan turis mancanegara yang tertarik dengan tradisi mereka dikuil ini, sehingga mereka dengan senang hati berbagi cerita dengan mereka yang membutuhkannya seperti aku sekarang ini.

. . .

Tak terasa penjelasan mereka yang lumayan mendetail menghabiskan waktu yang cukup lama. Aku menyadarinya ketika memandangi langit di taman dekat Kyakuden telah berubah warna menjadi orange keemasan. Ku ambil ponsel pemberian kyuhyun yang sejak tadi dalam mode getar. Ku lihat beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab darinya setiap lima menit sekali. Tak lama ku lihat ponsel itu kembali bergetar.

"apa kau mau meneror ku dengan mengirimi pesan dan menghubungi ku setiap lima menit sekali eoh?"ucap ku setelah menerima panggilan darinya yang entah sudah keberapa kali

"mengapa jadi kau yang marah-marah? Seharusnya aku yang marah karena kau mengabaikan semua pesan dan panggilan ku." Jawab orang disebrang sana. "dimana kau?" tanyanya kemudian.

"aku di Kuil Sensoji."

"tetap disana, tiga puluh menit lagi aku sampai."

"yak. – PIP, dan sambungan telpon pun terputus mengiringi ucapanku yang juga terputus karenanya.

Dasar orang aneh, aku bahkan tidak memintanya untuk menjemput ku. Ku putuskan untuk menuju Nitemon Gate yang berada di belakang Kannondo Hall atau bagian Timur Kuil Sensoji dan menunggu Kyuhyun disana, sehingga dia dapat menemukanku dengan mudah.

.

.

.

To be Continue

Taraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa akhirnya selesai juga chapter 2 nya. Cieeee yang diajak jalan-jalan ke Kuil Sensoji, coba aja kyunya bisa ikut. Gimana jalan-jalannya? Membosankan pastinya ya, mian itu adalah tuntutan cerita. Karena dia kan ke Jepang untuk research bukan untuk jadi tawanannya kyu. #abaikan. Aku ingetin sekali lagi, author pakenya alur campuran, jadi sering flashback dan kebanyakan membahas masa lalu terutama masa lalunya ming selama 10 tahun menghilang, jadi jangan pada bingung lagi yaaaaah. Tapi tenang aja, endingnya ming tetep sama kyu ko. *eh keceplosan hehehehe apa lagi yah? Segitu aja kali yah, maaf juga untuk pendeskripsian di Kuil Sensoji yang tidak begitu mendetail atau mungkin ada yang salah, karena author sendiri belum pernah kesana. Tenang aja, author bakal berusaha untuk seakurat mungkin dalam membuat ff, karena misi aku adalah "mari berimajinasi berdasarkan fakta yang ada." Dan harapan aku adalah kalian tetap mendapatkan ilmu yang benar sambil refreshing. Oh ya, aku juga minta maaf untuk chapter satu yang mengalami beberapa kali revisi, itu semua agar kalian lebih nyaman membacanya. Oke oke aku tau ko cuap-cuapnya udah panjang banget, jadi cukup segini aja. Kali ini beneran deh.

Gomawo buat para readers yang udah baca, review, follow dan favorite. Bagaimana? Bagaimana? Jelek kah? Hancur kah? Mengecewakan? Dan semoga kalian tidak bingung lagi. Sudah fast update belum? Sudah diperpanjang 500 word loh ini hehehe. silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran

.

.

.

See you soon, annyeong