Mianhae Chingu-ya
.
By Seoglyu Yeowang
.
Main Cast : Cho Kyuhyun and Lee Sungmin.
.
Genre: Romance, Friendship, Mystery
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.
.
Warning: Newbie, GS, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
CHAPTER 3: MUNGKINKAH AKU MENYUKAI MU?
Enjoy it!
.
Pervious Chapter
"Tōchaku to shuppatsu,-te ni itsumo nanika-te. Dōyō ni anata no unmei no yō ni" sesuatu yang tertulis di potongan kertas, yang artinya "kedatangan dan kepergian, sesuatu yang selalu beriringan. begitu pula dengan nasib mu."
. . .
Tak terasa penjelasan mereka yang lumayan mendetail menghabiskan waktu yang cukup lama. Aku menyadarinya ketika memandangi langit di taman dekat Kyakuden telah berubah warna menjadi orange keemasan. Ku ambil ponsel pemberian kyuhyun yang sejak tadi dalam mode getar. Ku lihat beberapa pesan masuk dan panggilan tak terjawab darinya setiap lima menit sekali. Tak lama ku lihat ponsel itu kembali bergetar.
"apa kau mau meneror ku dengan mengirimi pesan dan menghubungi ku setiap lima menit sekali eoh?"ucap ku setelah menerima panggilan darinya yang entah sudah keberapa kali
"mengapa jadi kau yang marah-marah? Seharusnya aku yang marah karena kau mengabaikan semua pesan dan panggilan ku." Jawab orang disebrang sana. "dimana kau?" tanyanya kemudian.
"aku di Kuil Sensoji."
"tetap disana, tiga puluh menit lagi aku sampai."
"yak. – PIP, dan sambungan telpon pun terputus mengiringi ucapanku yang juga terputus karenanya.
Dasar orang aneh, aku bahkan tidak memintanya untuk menjemput ku. Ku putuskan untuk menuju Nitemon Gate yang berada di belakang Kannondo Hall atau bagian Timur Kuil Sensoji dan menunggu Kyuhyun disana, sehingga dia dapat menemukanku dengan mudah.
.
.
.
Kyuhyun benar-benar tiba disini 30 menit setelah dia memutuskan sambungan telepon. Masih dengan pakaian yang sama dengan tadi pagi namun tanpa jas yang membungkus tubuhnya dibalik kemeja.
"maaf membuat mu menunggu lama." Ucapnya ketika bertemu dengan ku
"gwaenchanna. Seharusnya kau tidak perlu menjemputku." Jawab ku
"kau tau dimana apartment ku?" Tanyanya usil
'oh iya ya. Aku bahkan tidak tahu dimana apartmentnya.' aku pun menggelengkan kepala
"kau sudah makan malam?" Tanyanya lagi
Dan aku menggeleng lagi karena sungguh aku belum makan malam
"ayo kita makan malam dulu, aku tahu tempat makan yang enak disini dan aku jamin kau akan menyukainya." Ajaknya
"hmmmm" "baiklah." Jawabku
. . .
Kyuhyun kembali membawaku ke arah Hozomon Gate, lebih tepatnya ke Benten-do. Terdapat rumah makan tradisional kecil disebrangnya, kyuhyun bilang restoran itu adalah restoran yang paling terkenal di sini, Waentei-Kikko.
Meskipun kecil, suasana dirumah makan ini begitu ramai didalamnya. Dibagian sebelah kiri terdapat deretan meja-meja pengunjung, meja makan pendek khas orang jepang dengan kursi kayu duduknya, sementara di sebelah kanan terdapat meja seperti dibar tak lupa dengan botol-botol sake menghiasi juga dengan kursi-kursi tinggi didepannya. Diujungnya terdapat sebuah bale kecil, terdapat dua orang disana sedang menampilkan Tsugaru-shamisen serta musik tradisional jepang lainnya dengan menggunakan alat musik tradisional juga.
Setelah tiba di meja pengunjung, seorang waitress menghampiri kami, dengan memakai kimono sambil membawa buku menu. Dia menjelaskan menu dengan sangat ramah menggunakan bahasa inggris, sepertinya dia tahu bahwa kami adalah turis. Tetapi ketika aku bertanya menggunakan bahasa jepang, dia kembali menggunakan bahasa jepang. Setelah kami memesan, dia pergi. Sambil menunggu pesanan kami datang, aku memperhatikan sekeliling, interior disini elegan namun terkesan santai, alunan Tsugaru-shamisen menemani masa penantian kami
"aku tidak tahu kalau kau ternyata mahir berbahasa jepang." Ucapnya ditengah keheningan kami
"aku sengaja belajar untuk kemari." Jawab ku
"bagaimana hari ini? Menyenangkan? Kau sudah melenyasaikan tugas mu?" Tanyanya
"ckckck" ku lihat dia tersenyum "kenapa kau bertanya sekaligus? Aku tidak akan pergi kemana pun." Ucap ku santai
"menginaplah untuk hari ini."
"mwo?" aku tidak cukup bodoh untuk mengartikannya, tetapi dia sungguh berani
"bermalamlah sehari di apartment ku. Ini sudah malam, kita akan mencarinya besok jika kau tidak ada agenda research."
Untung saja waitress datang dan memberhentikan percakapan kami. Aku memesan Akimono Ponzu, menu utama bulan ini, sedangkan Kyuhyun memesan Tsukuri atau biasa disebut Sashimi. Dipiring ku terdapat akimono (liver of monk fish), ponzu (a mixture of citrus juice and soy sauce) dan yakumi (condiments and chopped chives), sedangkan di piring kyuhyun terdapat maguro (tuna), shun-no, shiromi-zakana (a white flesh fish), tsumamono (garnitures), dan wasabi. Dan kami memesan soft drink untuk minumannya, Kyuhyun bilang kami tak boleh mabuk karena dia membawa kendaraan.
. . .
Meskipun kami makan malam dalam diam, penampilan dari musik Tsugaru-shamisen dengan Master Fukui Kodai yang dimainkan oleh seorang pemain Tsugaru-shamisen handal di Jepang, dan pegawai restoran mampu mencairkan suasana. Setelah membayar tagihan, kami pun pulang. Dalam perjalan pulang, lagi-lagi tak ada pembicaraan apapun, hanya ada alunan musik yang di putar oleh Kyuhyun beberapa saat yang lalu.
.
.
.
Kyuhyun's POV
"kau bisa menempati kamar dimana barang-barang mu berada." Ucap ku begitu kita sampai di ruang tamu.
"terima kasih untuk bantuan mu."
"tidak masalah untuk ku." "mandilah duluan, kau pasti sudah sangat lengket"
"tidak usah, kau saja yang duluan. Aku ingin merapihkan barang-barang ku dahulu."
"uugh, kau sangat pengertian sekali." Gumam ku
Kami melangkah menuju kamar kami masing-masing di lantai satu. Ku lihat sekilas pintu kamar yang ditempati oleh Hye Na masih tertutup, mungkin dia benar-benar sedang berbenah. Langsung saja aku turun ke bawah untuk mandi.
"mandilah, setelah itu kau bisa istirahat," ucap ku ketika kami berpapasan di bawah anak tangga.
"ah, iya. Selamat beristirahat." Jawabnya kikuk
. . .
Didalam kamar, bukannya tidur aku malah mondar-mandir tak jelas. Hati ku sungguh tak tenang, dan aku tak mengetahui penyebabnya apa. Ku ambil ponsel ku yang berada di saku celana ku dan menghubungi seseorang.
"what's up my brother! Kenapa baru menghubungi ku? Kau berhasil mendapatkannya kan?" ucap seseorang di sebrang sana
"ah, hyung bisakah kau kemari dan mengurusnya?"
"ada apa?" tanyanya dengan nada yang berubah serius "aaah, atau jangan-jangan kau menyukainya? Dia cantik bukan?" tanyanya dengan nada santai kembali
"hyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuung, ayolah, kau kan tahu jika aku tak akan menyukai siapapun kecuali …"
"ara ara, aku tahu kau begitu setia pada Minnie mu. C'mon kyu, ini bahkan sudah hampir sepuluh tahun. Kau ingin jadi perjaka tua eoh? Ucapnya memutus ucapan sang adik
"apa kau bilang?" ucap ku sedikit kesal
"aku tidak mau tau, kau harus menjaganya baik-baik." – PIP sambungan telepon terputus.
"yak hyung, hyung, halo? Hyung?" ucap ku masih tak percaya bahwa sambungannya sudah terputus. "arrrgh! Sial!" karena kesal, aku pun membanting ponsel keluaran terbaru itu ke ranjang.
Aku berjalan menuju meja kerja ku, ku buka salah satu laci disana. Ku ambil sebuah bingkai yang terletak terbalik disana. Terdapat dua orang anak kecil berlawanan jenis dengan latar pantai berdiri disana. Sang namja yang terlihat lebih tinggi sedang merangkul sang yeoja disebelahnya yang terlihat mengembungkan pipinya. "Minnie-ya kau dimana? Kau baik-baik saja kan disana? Bogosippo." Tanpa terasa butir-butir air mata ku menetes membasahi pipi, selalu saja begini tiap kali melihat photo ini. Tak ingin terlalu lama terlarut dalam kesedihan, aku pun kembali meletakkan bingkai tersebut ketempatnya dan merebahkan diri ini diranjang.
. . .
Pagi ini aku telah bersiap dimeja makan. Untung saja kemarin aku membeli bibimbap jadi bisa dihangatkan, aku masih menata sarapan di meja makan saat ku lihat Hye Na menuruni tangga.
"ayo sarapan dulu." Ajak ku
"waaaah bibimbap. Kau bisa mendaptkannya disini?" tanyanya ketika tiba dimeja makan.
"tentu saja. meskipun tinggal di jepang, aku lebih menyukai masakan tanah air." Jawab ku
"biar ku bantu." Ucapnya ketika melihat ku kesulitan membawa gelas.
"tak apa, duduklah."
Selama sarapan, kami hanya fokus terhadap makanan. Tak ada yang berbicara sama sekali.
"hari ini kau ada agenda research?" Tanya ku setelah sarapan
"bukankah hari ini kau ingin menemaniku mencari tempat tinggal?" ucapnya bertanya
"ah itu, kita bisa menundanya jika kau tidak bisa."
"tidak apa. Jadwal ku fleksibel."
. . .
Hye Na's POV
Jika yang kalian fikirkan dengan menemani mencari tempat tinggal yang ditawari Kyuhyun adalah mendatangi setiap apartment atau agen-agen rumah sewa itu adalah sebuah fikiran yang salah. Karena setelah sarapan, aku dan kyuhyun hanya berdiam diri di apartmentnya. Saat ini aku dan kyuhyun sedang duduk di sofa dengan beberapa lembar berisi berkas-berkas apartment.
"aku telah menyeleksi beberapa yang terbaik untuk mu." Ucapnya ketika memberikan berkas-berkas tersebut. "pilihlah"
Kulihat beberapa berkas apartment, setelah ku lihat semuanya satu persatu, ada beberapa persamaan diatara semuanya yaitu mereka sama-sama memiliki fasilitas yang lengkap, memiliki luas lebih dari 15 meter persegi dan yang membuat ku aneh adalah mereka semua tertelak di Shibuya.
"bagaimana?" tanyanya ketika aku sedang melihat halaman terakhir
"kyuhyun-shi" panggil ku tak yakin
"hmmm" dia menjawabnya dengan gumaman
"kenapa mereka semua ada di shibuya?" Tanya ku tak yakin
"karena aku tak ingin kau jauh dari ku."
"apa maksud mu?"
"aku hanya ingin memantau dan memastikan bahwa kau baik-baik saja. Kau bisa mengunjungi ku jika membutuhkan apapun."
"mengunjungi? Tunggu dulu, ini dimana?"
"Shibuya. Dekat dengan Ikenoue Station dan Higashikitazawa Station"
"huft, pantas saja."
"kau sudah memutuskan? Kita bisa langsung survey kesana sekarang."
"aku belum memutuskan, ada dua apartment yang menarik perhatian ku."
"baiklah, kita akan melihatnya kesana. bersiaplah"
. . .
Tujuan pertama kami adalah Setagaya Umegaoka, sebuah apartment seluas 17,14 meter persegi yang terletak di distrik Setagaya. Hanya berjarak 10 menit dengan berjalan kaki dari umegaoka station. Jadi hanya berjarak sekitar 2,5 km dari ikeonoue station, stasiun terdekat dari apartment kyuhyun. Aku tertarik dengan kamar 201 yang terletak dilantai satu. Setelah menemui si-pemilik gedung, dengan diantar olehnya pula, aku dan Kyuhyun di izinkan untuk melihat kedalam.Seperti yang dilihat pada berkas, begitu membuka pintu, terdapat kitchen set disebelah kiri, kamar mandi disebelah kanan dan diujung ruangan terdapat kamar tidur dengan dua jendela.
"bagaimana? Apa kau menyukainya?"tanyanya setelah kami melihatnya.
"entahlah, aku tidak menyukai posisi mesin cuci yang berada di luar."
"baiklah, kita ketempat selanjutnya."
Tempat selanjutnya adalah Sangenjaya Casa Alegre "A" yang terletak di Mishuku,Setagaya-ku. Berjarak 10 menit dari Sangenjaya Station yang berjarak 5,2 km dari Umegaoka Station. Setelah 20 menit kami pun tiba disana. Gedung bercat kuning dengan dua lantai. Aku tertarik dengan kamar 105. Kali ini apartment seluas 20,3 meter persegi. Sama seperti sebelumnya, setelah menemui si pemilik gedung, kami pun di izinkan untuk melihat-lihat. Fasilitas digedung ini hampir sama dengan yang sebelumnya yaitu Shower, Western closet, washing machine, televise, LAN/Wifi, Kitchen set, Refrigerator, Microwave dan AC/heater. Hanya saja mesin cucinya terletak di dalam ruangan, kitchen set berada disebelah kanan pintu masuk dan dikirinya kamar mandi, jendela hanya satu namun barang-barang tambahannya lebih banyak, seperti vacuum cleaner, selimut, dan jemuran."bagaimama? Kau menyukainya?" tanyanya ketika kami sudah melihat-lihat
"aku suka, ini jauh lebih baik." Jawab ku
"jadi yang mana pilihan mu?" tanyanya lagi
"yang ini saja."
Hanya sekedar informasi, pembayaran dilakukan dimuka sebesar empat kali harga sewa perbulan, untuk biaya sewa, uang jaminan, fee ke agency apartemen, dan biaya-biaya lain. Selain itu juga mereka membutuhkan penjamin, jika si penyewa merusak, terlambat bayar atau apapun maka sang penjaminlah yang membayarnya. Karena penjaminlah, aku membutuhkan Kyuhyun.
. . .
Kyuhyun benar-benar menepati ucapannya. Dia baru mengunjungi ku 2 kali semenjak kepindahan ku itupun hanya diakhir pekan. Berarti sudah 3 minggu aku di Jepang, tak terasa sebentar lagi natal, apakah natal tahun ini akan ku lewati sendirian lagi? Tiba-tiba aku mengingatnya, pasti menyenangkan jika dia disini, merayakan natal bersama ku. Ada semacam perasaan menggelitik saat memikirkannya. "eomma, appa bogosippo" gumam ku ketika melihat bingkai foto yang terletak diatas meja.
Ting nong ting nong
'siapa yang bertamu malam-malam seperti ini?'
"taraaaaaaaaaaaa aku membawakan bebek panggang dan soju." Ucapnya ketika aku membukakan pintu sambil mengangkat tangannya yang penuh dengan kantung-kantung.
"mau apa kau kemari?" ucap ku bingung
"uugh, tak bisa kah kau mempersilahkan tamu mu masuk? Aku sangat kedinginan diluar sana dan ini sungguh berat." Dia menyerahkan kedua kantung itu kepada ku sebelum masuk
"aaaah, ingatkan aku untuk membelikan mu meja makan." Ucapnya dari dalam kamar.
Ya, kalian benar, dia Cho Kyuhyun. Orang yang tadi sedang aku lamunkan kini berada diapartment ku. Setelah mengambil piring dan gelas, aku menghampirinya setelah mengambil meja makan lipat, dan memasangkannya diruang yang masih kosong.
"kau tak perlu membelikannya, aku sudah punya." "untuk apa kau kemari?"
"aku hanya mampir"
"aku tahu kau berbohong. Kemarilah, bukankah kau ingin makan bebek panggang dan soju ini bersama." Ucapku saat melihatnya berbaring diranjang setelah aku menata menu makan malam dimeja.
"kau benar, aku merindukan mu. Persetan dengan peraturan bodoh mu itu, aku selalu ingin melihat mu." Ucapnya setelah tiba dimeja dan menenggak segelas soju.
"kau bahkan baru kemarin kemari."
"aku tidak perduli, tak bisa kah kita berbagi password apartment ini?"
"apa kau berencana menguntit ku saat tidur?" ledek ku
"ah, bukan begitu." Dia terlihat gelagapan. Aku hanya tak ingin mati kedinginan karena lama menunggu kau membukakan pintu." Ucapnya lebay
"hahaha aku tak mau mendengar penjelasan apapun tuan muda Cho." Ucap ku menutup telinga
"yak yak yak kau harus mendengaranku." Ucapnya sedikit kesal
"bwahahahaha" "muka mu sungguh jelek ketika serius seperti itu." ledek ku
Semua percakapan kami lakukan sambil menyantap bebek panggang dan sesekali menenggak soju.
"mengapa kau membawa bebek panggang dan soju?" Tanya ku ketika kami mulai terdiam kembali
"sebentar lagi kan natal."
"aku tahu, tapi masih tiga hari lagi."
"ikutlah ke Seoul bersama ku saat natal."
Lagi-lagi dia membahas hal ini , dia bahkan sudah membahas hal ini seminggu yang lalu. "tuan Cho sepertinya kau sudah mabuk."
"aku tidak sedang mabuk, dan aku sadar. Ikutlah ke seoul, aku akan mengenalkan mu pada appa dan eomma."
"tuan Cho!" bentak ku kesal
.
.
Flashback Off
.
.
"jadi kau tak perlu memikirkannya lagi" "sekarang tidurlah, karena esok pagi kita harus berangkat."
Kyuhyun benar, aku tak perlu lagi merisaukannya.
.
.
.
To be Continue
.
Di chapter ini aku akan membahas beberapa review kalian yang cukup menarik perhatian, langsung aja yaaaaaaaaaaaaaaa
Q: ming blm muncul
A: dia akan muncul ko, atau mungkin dia sudah muncul tapi diumpetin kyu hehehehe
Q: Ini cerita nya hyena itu Sungmin kan? Soalnya aku bingung dari kmrn min ga muncul2.
A: silahkan menyimpulkan berdasarkan fakta yang ada chingu hehehe, min nya bakal muncul ko dichapter-chapter selanjutnya.
Q: knp judulnya mianhae chingu-ya? siapa yg kira2 bkl minta maaf?
A: ah, ini review yang paling ngena buat aku. Gomawo sudah mengingatkan, tenang aja, ini baru awal, setelah beberapa chapter dan mencapai klimaks kalian bakal tau kenapa saya memilih judul ini dan siapa yang meminta maaf pada siapa, so silahkan tetap stay jika kalian masih penasaran.
.
Special thanks to :
Tika137 | kyuxmine | dewi. | TiffyTiffanyLee | Cho Hyun Ah SparKins 137 | danactebh | abilhikmah | Rly. | Guest | PaboGirl | PumpkinEvil |
.
Gomawo juga buat para readers maupun siders yang udah baca, review, follow dan favorite. Bagaimana? Bagaimana? Jelek kah? Hancur kah? Mengecewakan? Aku tau ini lama banget updatenya, aku baru punya waktu untuk publish sekarang mianhae readers ku. silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran
.
.
.
See you soon, annyeong
