Mianhae Chingu-ya
.
By Seoglyu Yeowang
.
Main Cast : Cho Kyuhyun and Lee Sungmin.
.
Genre: Romance, Friendship, Mystery
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.
.
Warning: Newbie, GS, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana
.
DON'T LIKE DON'T READ
Note: Akan ada perubahan waktu dari yang tertulis di prolog, jadi author harap kalian tidak terfokus kesana untuk masalah waktu. Oleh karena itu akan ada sedikit pengulangan untuk memperbaikinya. Maaf untuk ketidaknyamanannya
CHAPTER 4: APA YANG HARUS KU PILIH?
Enjoy it!
Pervious Chapter
TOKYO – WINTER 2015
Seorang Namja dan Yeoja berambut senada, dark brown sedang berada di kamar tidur mereka. Sang namja baru keluar dari kamar mandi, terlihat dengan adanya lilitan handuk putih yang menutupi area privasinya dan rambutnya yang masih meneteskan sedikit air. Sementara yeojanya tengah berada di depan meja rias, mengeringkan rambut ikalnya menggunakan headdryer. Keadaannya pun tak jauh berbeda dari si namja, hanya menggunakan bathrobe dengan rambut lembabnya.
"kau yakin akan kembali kesana hmm?" tanyanya tepat di telinga kanan sang yeoja sambil memeluknya dari belakang
"oppa! kau mengagetkan ku saja."
"kau sangat cantik mengenakan kalung dan cincin itu." ucapnya memandang pantulan diri di cermin
"karena semua ini adalah pemberian mu oppa."
"mereka semua bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu sayang."
"chagia…."
"hmmm…"
"kau bahkan belum menjawab pertanyaan ku."
"kau akan selalu mendukungku kan?"
"tentu saja"
"pakai baju mu sana. Kau bisa masuk angin." Ucap sang yeoja menuju ranjang mereka
"aku mengerti."- "jadi bagaimana? Kau yakin akan kembali kesana?" tanyanya sembari mengenakan piayama tidurnya
"ini cita-cita ku kyu." Jawab sang yeoja ketika namjanya tertidur disampingnya
"baiklah sayang, aku akan terus mendukung mu."
.
.
.
"kyu…"
"hmmm…."
"aku takut"
"tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja"
"aku tak menyangka bahwa mereka begitu antusias dengan buku ku."
"itu karena kau sangat luar biasa sayang."
…
"kyu…"
"hmmm…"
"bagaimana jika ada yang mengenali ku?"
"tidak akan sayang, percaya pada ku. Eomma dan appa telah mengurus semuanya."
…
"kyu…"
"'hmmm…"
"apa kau mengenali ku?"
"tentu saja, bahkan jika kau menggunduli kepala mu sekalipun aku akan langsung mengenali mu."
"huft, mereka akan mengenali ku."
"tidak akan sayang"
…
"Chagia…."
"hmmm…."
"apa kau masih mengingat saat pertama kali kita bertemu kembali?"
…. "tentu saja. Aku tidak akan melupakannya" ucapku cukup lama.
"butuh waktu cukup lama untuk aku menyadarinya." "sekarang, kau sungguh jauh berbeda sayang."
"Yaaaa cukup lama" jawab ku.
"jadi kau tak perlu memikirkannya lagi" "sekarang tidurlah, karena esok pagi kita harus berangkat."
Kyuhyun benar, aku tak perlu lagi merisaukannya.
.
.
.
Nine Months Before
SEOUL – SPRING 2015
Seorang wanita paru baya yang hampir berkepala enam terlihat sibuk di dapur, ditemani dengan beberapa maid yang tengah menyusun makanan diruang makan. Cho Heechul, eomma dari Cho Kyuhyun tengah membantu Kim Ahjumma menyiapkan makan malam. Hari ini teman lama sekaligun calon besan dan calon menantu mereka akan malam malam bersama dikediamannya untuk merayakan kelulusan dari calon menantunya. Suaminya, Cho Hangeng masih berada dikantor setelah tadi pagi menghadiri acara wisuda sedangkan putranya, Cho Kyuhyun sedang menjemput calon menantu serta calon besannya.
Pukul 19:00 waktu setempat, mereka semua telah berkumpul dimeja makan. Menyantap makan malam dengan khitmat hingga semua nya selesai.
"aku tak menyangka kau akan kembali Minnie sayang, kami sangat merindukanmu." Ucap kyuhyun eomma setelah mereka menyelesaikan makan malam
"aku juga eommoni, senang sekali dapat bertemu kembali dengan oppa." Jawab sang gadis yang maksud.
"kamilah yang sangat berbahagia disini, dapat menemukan uri aegya disaat kami sudah hampir menyerah. Benarkan yeobo?" ucap sang appa dari gadis yang dipanggil "Minnie" sambut menggenggam tangan sang istri "terima kasih kyu, kau telah menemukannya." Ucapnya kemudian
"aku tidak melakukan apapun abeoji." Jawab kyuhyun
"lalu kalian akan tinggal dimana setelah ini?" Tanya Cho hangeng – appa Kyuhyun kali ini
"kami belum tahu, aku akan menyerahkan keputusannya pada Minnie"
"dimana pun aku tak masalah, jika kami bersama." Kali ini si gadis yang berbicara
"menginaplah malam ini, eomma masih rindu pada kalian." Ucap eomma kyuhyun
"dan kalian juga dapat menginap disini kangin, leeteuk." Tambah hangeng
"kami harus ke jeju esok hari dan masih ada berkas yang harus diselesaikan." Jawab Kangin "Minnie-ya jika kau ingin menginap disini silahkan saja." Ucapnya lagi
Yang ditanya hanya melihat ke arah kyuhyun seolah-olah mereka sedang bertelepati
'bagaimana ini kyu?'
'terserah kau saja sayang'
'ayolah kyu'
"Minnie Minnie kau baik-baik saja?" Leeteuk mengibas-ngibaskan tangan dihadapan putrinya karena tak kunjung menjawab.
"ah, eomma. Aku baik-baik saja. Sepertinya aku pulang saja. Aku masih rindu pada eomma dan appa. Tak apa kan Heechul eomma?"
"tentu saja tak apa sayang. Kau bisa menginap disini kapanpun kau mau."
. . .
Sungmin's POV
Musim semi adalah musim yang paling ku suka. Musim dimana bunga-bunga kembali bermekaran, merubah hamparan salju menjadi padang bunga berwarna-warni. Oh ya, aku belum memperkenalkan diri. Perkenalkan Naneun Lee Sungmin imnida. Jika kalian bertanya siapa aku, aku hanyalah putri sematawayang Kangin appa dan Leeteuk eomma yang berusia 26 tahun. Tahun ini aku berhasil menyelesaikan study S1 ku di Seoul National University. Dan saat ini kami, aku, appa, dan eomma sedang dalam perjalanan pulang menuju kediaman kami sehabis menghadiri makan malam bersama di kediamanan teman appa.
"Minnie-ya apa kau yakin tak ingin menginap dirumah ku?" Tanya seseorang dibalik kemudi
"oppa! Tak bisakah kau hanya fokus mengemudi?" jawabku kesal, pasalnya ini sudah kesepulkalinya dia bertanya hal yang sama.
"sudahlah Minnie, Kyuhyun hanya ingin terus bersama mu." Ucap leeteuk eomma di kursi belakang.
"kau dengar itu? bahkan leeteuk eomma jauh lebih mengerti aku."
"ya sudah, kalo begitu menikah saja dengan leeteuk eomma!" aku sungguh kesal, aku tahu Kyuhyun sedang menggoda ku.
" lihatlah eommoni, ada tuan puteri yang sedang merajuk." Ucap kyuhyun setelah melihat posisiku yang sedang dalam mode merajuk andalan ku yaitu menyilangkan kedua tangan di perut dan membuat pose 'cemberut'
"sudahlah kyu, berhenti menggodanya. Kau tidak lihat puteri eomma yang jelek jadi semakin jelek."
"eomma! Eomma bahkan tak membelaku. Huweeee appa, eomma tidak sayang pada ku." Adu ku pada Kangin appa yang sedari tadi diam.
"Minnie-ya berhentilah bertindak kekanakan. Kau tidak malu eoh dilihat seperti itu oleh calon suamimu?"
"appa!" ucap ku kesal "lagi pula siapa juga yang mau menikah dengan ahjussi yang bahkan lebih memilih nenek-nenek dibandingkan aku." "weeeeeee" kataku lalu menjulurkan lidah pada Kyuhyun kemudian membuang muka. "aku benar-benar kesal pada kalian." Ucapku kemudian
"apa kau bilang ming? Ahjussi? Kita bahkan hanya berbeda dua tahun." Jawab kyuhyun yang sepertinya ditujukan kepada ku "eommoni, abojie berhentilah menggoda tuan puteri ku. Aku tidak mau jadi perjaka tua selamanya." Ucap kyuhyun kemudian dan aku tahu itu ditujukan pada kedua orang tua ku.
Blussssh – entah mengapa aku merona karena jawaban kyuhyun
"arra arra. Kami tidak akan mengganggu tuan putrimu lagi kyu." Jawab leeteuk eomma.
Hening tak ada lagi pembicaraan setelah itu. kami semua larut dalam fikiran masing-masing sementara aku tengah sibuk memperhatikan pepohonan dipinggir jalan.
"kyu" panggil ku setelah beberapa saat semuanya terdiam
"hmmm, ada apa sayang? Kau sudah tak merajuk lagi?"
"ish, aku ingin mengunjungi festival musim semi. Pasti sangat menyenangkan berjalan-jalan diantara pohon sakura yang daunnya berjatuhan."
"baiklah sayang, kita akan jalan-jalan berkeliling korea. Tetapi setelah kau menemui Siwon Hyung dan menandatangani kontrak dengannya. Bukankah kau ingin segera menerbitkan sebuah buku?"
"aku bahkan belum membuatnya."
"kita akan lakukan itu bersama-sama saat kita berlibur"
. . .
Pagi ini aku dan Kyuhyun mengunjungi kantor agensi S&K Entertainment yang terletak di distrik gangnam. Sebuah gedung bertingkat yang sangat besar dan mewah, sebanding dengan tingkat popularitasnya di negeri gingseng ini. Begitu kami turun dari mobil di halaman gedung, ada beberapa orang yang membungkuk memberi salam hormat. Kyuhyun bilang bahwa mereka yang berbaju hitam adalah para pengawal, sedangkan yang terlihat berbeda adalah sekretaris Yoon, sekretaris hyungnya.
Setelah diantar oleh sekretaris yoon, kami tiba diruangan Siwon oppa.
"whoooooa akhirnya kau datang juga brother" sapa sesorang didalam sana setelah menemui kami sambil memeluk kyuhyun.
"mianhae hyung, karena baru mengunjungi mu." Jawab kyuhyun
"ani, ani, gwaenchanna." Ucapnya sambil menepuk bahu sang adik. "omona, siapa yang datang bersama dengan mu kyu?" tanyanya ketika melihat ku disamping Kyuhyun.
"wait a minute!" ucapnya ketika kyuhyun hendak membuka mulut "Bukan kah kaaaau….." siwon oppa sedang mengamati wajah ku sambil mengingat-ingat
"dia Minnie hyung, Minnie ku, sabahat kecil ku, Lee Sungmin." Jawab Kyuhyun cepat.
"benar kah itu kyu?" Siwon seolah tak percaya. Untung saja Siwon oppa segera mengalihkan pandangannya dari ku.
"itu benar hyung."
"sepertinya aku tertinggal banyak cerita disini. Kau berhutang penjelasan pada ku." Ucapnya menuju meja 'kebanggaan'
"kau harus pulang jika ingin mendengarnya hyung." Celetuk Kyuhyun
"duduklah. Jadi apa yang membawamu kemari my brother?" Tanya Siwon setelah duduk dibangku kebanggannya pula.
Aku mengikuti kyuhyun oppa untuk duduk.
"Minnie seorang penulis, aku ingin kalian bekerja sama."
"benarkah itu Ming?" Tanya Siwon pada ku
"kyuhyun oppa yang memaksaku kemari. Padahal aku ingin menerbitkan karya atas jerih payah ku sendiri." Jawab ku
"kau benar, aku paling tidak suka dengan KKN hahahaha" canda Siwon. "apa kau pernah menulis sebelumnya? Aku akan menilai karya mu terlebih dahulu. Jika karya mu layak jual maka kita akan segera tanda tangan kontrak." Jelas Siwon
"aku pernah membuatnya, kamsahamnida atas pertimbangannya oppa." Ucapku
"hyuuuuuuuuuuuuuuung" itu suara kyuhyun yang sepertinya memprotes keputusan kami
"wae nae dongsaeng?" Tanya siwon
"kenapa kau harus menilai karyanya dahulu?" protes kyuhyun
"apa kau tidak mendengar penjelasan ku tadi eoh? Minnie mu saja tak protes, mengapa kau yang protes?"
"tentu saja, aku tidak ingin Minnie bekerja ditempat lain dan itu merugikan agensi kita." Jawab Kyuhyun keukeuh
"bilang saja kau tidak ingin berjauhan lagi dengan Minnie mu" cibir Siwon
"kau benar. Bagaimana mungkin aku bisa tidak berada didekatnya setelah sekian lama."
Mendengarkan pembicaraan kyuhyun dan hyungnya membuatku menunduk malu untuk menyembunyikan rona merah.
"apa kau nyaman dengannya ming?" Tanya Siwon pada ku
"pertanyaan macam apa itu hyung" protes kyuhyun
"diamlah, aku sedang bertanya pada calon adik ipar ku." Ucap siwon "siapa tahu dia bisa menjadi calon istri ku." Ledek siwon. Aku terkejut mendengar candaan hyungnya Kyuhyun yang sudah kelewaatan.
"hyuuuuuuuuuuuung, aku tidak mau Minnie ku mempunyai masalah dengan 'bayi besar' mu"
"arra, arra, lagi pula aku tidak akan sanggup berpisah darinya." "mianhae ming aku hanya bercanda."
"gwaenchanna oppa."
"baiklah, aku akan mengirimkan prasyarat kontraknya pada kyuhyun. Kau bisa membacanya terlebih dahulu." Jelas Siwon
"kamsahamnida oppa." Ucapku lagi sambil menunduk memberi hormat.
" baiklah hyung. Kami harus pergi kesuatu tempat. kami pergi dulu hyung, jaga kesehatan mu, aku menyayangi mu hyuuung." Ucap Kyuhyun dramatis.
"aku juga menyayangi kalian. Pergilah." Jawab siwon dengan gaya mengusir.
"aaaah, aku lupa menanyakan tentang Hye Na pada bocah tengil itu." gumam Siwon setelah Kyuhyun dan Sungmin pergi.
. . .
Kyuhyun's POV
Aku benar-benar menepati ucapan ku untuk mengajak Sungmin berkeliling Korea. Lima tahun tinggal di Jepang membuat ku sangat merindukan tanah kelahiran ku. Berbicara tentang Sungmin, dia adalah sahabat kecil ku. Kami berteman sejak Sekolah Dasar, waktu itu aku menemaninya menunggu jemputan dan ternyata rumah kami bersebelahan. Kami bermain setiap hari, aku, Minnie, dan siwon hyung. Aku selalu memanggilnya Minnie karena dia begitu imut dengan gigi kelincinya persis seperti 'bunny' dan dia memanggil ku oppa karena dia anak tunggal. Entah sejak kapan aku memiliki perasaan lebih pada Minnie, namun karena peristiwa itu aku belum juga menyampaikan bagaimana perasaan ku yang sesungguhnya.
Disini lah kami sekarang, Namsan Tower sebagai destinasi pertama kami berkeliling Negara gingseng ini. Hari ini aku ingin memperjelas hubungan kami, ani maksudku adalah status hubungan kami. Sengaja aku pilih malam hari, karena aku ingin menunjukkan padanya betapa indah suasana malam kota Seoul jika dilihat dari puncak Namsan Tower.
"whoooa oppa, ini sangat indah." Komentarnya setelah melihat pemandangan kota Seoul dari puncak Namsan Tower
"kau sudah mengatakannya 10 kali sejak kita sampai disini." Jawab ku
"minnie-ya apa kau tidak lapar?" Tanya ku khawatir, pasalnya ini sudah jam 8 dan dia melewatkan makan malamnya hanya untuk melihat pemandangan disini.
"ani, aku sudah kenyang."
"kau bahkan belum memakan apapun sejak tadi siang."
"baiklah, 10 menit saja. Biarkan aku menikmatinya 10 menit lagi." Tawarnya.
"baiklah." Sungguh aku tak tega untuk menolak permintaannya.
"Minnie-ya" panggil ku setelah lima menit kami terdiam.
"ne oppa. Waeyo?" tanyanya menengok ke arah ku.
"ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." Kini kami saling berhadapan
"katakanlah"
"bisakah kau melepas kalung mu sebentar." Pinta ku
"apa maksud mu oppa? Kau tahun bukan jika kalung ini sangat berarti untuk ku." tanyanya sedikit kesal.
"hanya sebentar saja." Ucap ku memohon, aku tahu ini pasti sangat sulit dan membingungkan untuknya.
"ada apa dengan mu oppa?" Tanyanya lagi tetapi tetap melepaskan kalungnya.
"aku hanya ingin memastikan sesuatu." Jawabku "aku tidak tahu kau melakukan semua ini dengan tulus, atau karena terpaksa. Aku tidak tahu sejauh apa kau telah mengingatnya. Yang aku tahu ini semua pasti sangat mendadak untuk mu. Tetapi kau harus tau, bahwa aku bahagia, kami bahagia dapat bertemu dengan mu kembali."
"aku tahu itu. dan aku benar-benar bahagia bisa bertemu kalian."
"dengarkan aku, aku menyukai mu. Bahkan jauh sebelum kejadian itu terjadi, tidak perduli seperti apa masa lalu mu, aku tetap menyukai mu."
"bukankah kita sudah sepakat untuk memulainya ketika di Jepang?"
"tidak, kali ini aku bertanya kepada mu sebagai Lee Sungmin, sebagai Minnie ku sahabat kecil ku. kau harus tahu betapa sakitnya aku ketika kehilanganmu 10 tahun yang lalu, betapa gilanya aku karena tak mampu menemukan mu meskipun aku tetap mencarimu selama lima tahun hingga aku harus pindah ke Jepang untuk menenangkan diri." Aku berhenti sejenak untuk mengontrol emosi ku. "aku ingin kau selalu bersama ku Minnie-ya, menemani hari-hari ku. tetapi aku tahu, aku tak bisa egois dengan menahanmu berada disamping ku. Kau pernah punya kehidupan sebelum kita bertemu kembali. Aku tidak ingin memaksakan, jadi aku akan memberi mu pilihan." Lagi ku hentikan ucapanku sejenak, untuk melihat ekspresi Sungmin "jika kau bersedia berada disamping ku, menemani hari-hari ku sebagai Lee Sungmin, sebagai Minnie-ku silahkan gunakan kalung itu kembali dan gunakan ini." Ucapku seraya memberikan sebuah kotak. "atau kau bisa membuang kalungnya jika kau ingin terbebas dari ku." ucapku lagi sebagai pilihan kedua.
"oppa." Ucapnya setelah membuka kotak merah yang ku berikan.
"hmmm,"
"apa kau melamar ku?" tanyanya
"anggaplah seperti itu. jika kau menerima ku." ucap ku terdengar pesimis
"kau tahu? Sejak aku bertemu dengan mu aku jatuh hati pada mu. Dan aku bahagia bahwa kau juga mempunyai perasaan yang sama terhadap ku. tetapi aku selalu memikirkannya, bagaimana jika itu bukan aku, bagaimana jika itu bukan kau, dan bagaimana jika aku bukan Sungmin. Aku pasti tidak akan sanggup melepas mu, tetapi aku juga tidak akan tega memisahkan kalian berdua." Jelasnya "karena hal tersebut aku telah memutuskan sesuatu." Ucapnya menggantung
"apa itu?" Tanya ku, kulihat dia masih menggenggam erat kalungnya
" aku… aku…."
.
.
.
.
To be Continue
.
Akhirnya selesai juga Chapter 4, mana nih suaranya yang selalu bertanya kemana ming? Kenapa ming belum muncul? Kapan ming muncul? Di chapter ini Minnienya udah munculkan? Udah ke jawab juga kan ada hubungan apa diantara Kyumin? Dan apakah di chapter ini kalian sudah menemukan bukti-bukti untuk menjawab Siapa itu Hye Na? apakah Hye Na itu Minnie? Dan bagaimana Kyu bisa ketemu lagi dan tau kalo itu Minnie? Ah, mian, aku masih ingin membuat teka-teki untuk memunculkan efek mystery jika semua itu belum terjawab hehehehe
.
Chapter ini ku persembahkan untuk teman ku, yang udah support dan kasih masukan buat aku. Udah kejawab kan? Akan ada problem diantara Minnie, Kyuhyun dan Siwon apa engga? Mianhae chingu, aku gak tega buat mommy lebih lama lagi menderita.
.
Khusus chapter ini aku akan buka open request untuk para readers, jawaban seperti apa yang kalian inginkan sebagai jawabannya Minnie? Dan dichapter selanjutnya, kira-kira tempat wisata apa aja yang kalian inginkan sebagai tempat berlibur Kyumin selama di Korea? Siapa tau bisa jadi bahan pertimbangan aku buat chapter selanjutnya. Inget, urutan menjadi prioritas utama yaaaaaa, atau yang didahulukan.
.
Special thanks to :
Tika137 | kyuxmine | dewi,k,tubagus | TiffyTiffanyLee | Cho Hyun Ah SparKins 137 | danactebh | abilhikmah | Rly,C,JaeKyu | Guest (1) | Guest (2) | PaboGirl | PumpkinEvil | | isjkmblue |
.
Gomawo juga buat para readers maupun siders yang udah baca, review, follow dan favorite. Bagaimana? Bagaimana? Jelek kah? Hancur kah? Mengecewakan? Aku paling suka saat buat chapter ini, makanya ini selesai hanya dalam hitungan hari. silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran
.
.
.
See you soon, annyeong
