Mianhae Chingu-ya
.
By Seoglyu Yeowang
.
Main Cast : Cho Kyuhyun and Lee Sungmin.
.
Genre: Romance, Friendship, Mystery
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.
.
Warning: Newbie, GS, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana
.
DON'T LIKE DON'T READ
SILENT READERS AND PLAGIARIST AREN'T ALLOWING
.
CHAPTER 5: INI ADALAH KEPUTUSAN KU
Enjoy it!
.
Pervious Chapter
"oppa." Ucapnya setelah membuka kotak merah yang ku berikan.
"hmmm,"
"apa kau melamar ku?" tanyanya
"anggaplah seperti itu. jika kau menerima ku." ucap ku terdengar pesimis
"kau tahu? Sejak aku bertemu dengan mu aku jatuh hati pada mu. Dan aku bahagia bahwa kau juga mempunyai perasaan yang sama terhadap ku. tetapi aku selalu memikirkannya, bagaimana jika itu bukan aku, bagaimana jika itu bukan kau, dan bagaimana jika aku bukan Sungmin. Aku pasti tidak akan sanggup melepas mu, tetapi aku juga tidak akan tega memisahkan kalian berdua." Jelasnya "karena hal tersebut aku telah memutuskan sesuatu." Ucapnya menggantung
"apa itu?" Tanya ku, kulihat dia masih menggenggam erat kalungnya
" aku… aku…."
.
.
.
" aku… aku…. Aku sudah memutuskannya. Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf jika aku ego-."
"tidak apa. Bukankah sudah ku bilang jika aku akan menerima semua keputusan mu." Ucap Kyuhyun memotong. Lebih baik dia pergi dari pada mendengar penolakannya. Sungguh dia tidak sanggup untuk mendengar penolakan gadis kecilnya.
Greeep~ sebuah lengan yang melingkar dipinggang dari arah belakang menahan langkah Kyuhyun untuk pergi, namun sepertinya sang namja enggan untuk berbalik lagi.
"kau bahkan tidak memberi ku kesempatan untuk menyelesaikan ucapan ku oppa." Ucapnya sedikit bergetar.
"mengapa kau seperti ini ming? Aku semakin sulit untuk ku melepaskan mu jika kau seperti ini." Jawab kyuhyun tanpa berbalik.
"sungguh aku tak sanggup jika harus mendengar penolakan mu." Ucap Kyuhyun lagi setelah tak mendengar jawaban dari gadis dibelakangnya.
"ming?" – tak ada jawaban. "Minnie ya?" – masih tak ada jawaban. " Lee Sungmin?" panggil Kyuhyun sedikit khawatir karena dia merasakan punggungnya sedikit basah.
"aku tak akan melepaskan mu jika kau akan pergi." Jawab Sungmin terisak
"baiklah aku janji tidak akan pergi." Putus kyuhyun dan tak lama pelukan di pinggangnya pun terlepas. Kyuhyun berbalik untuk melihat kondisi Minnienya.
"ya ampun Minnie, mengapa kau menangis?" tanyanya khawatir sambil menghapus jejak Kristal bening yang tercetak di pipi tembamnya.
Posisi mereka kini terduduk disalah satu bangku taman yang tersedia disana. sungmin yang masih terisak duduk di bangku taman sedangkan Kyuhyun bersimpuh dihadapannya untuk menyamakan tingginya (ngerti gak sih maksudnya?)
"Minnie-ya aku tak bermaksud untuk meninggalkan mu."
"aku tak percaya kau akan tega memintaku untuk melepaskan kalung ini." Ucapnya masih terisak untuk meredakan tangisnya.
"uljima… mianhae… aku berjanji tak akan melakukannya lagi. aku tak tahu jika kalung itu begitu berarti untuk mu." Ucap Kyuhyun menyesal.
"apa kau gila eoh?" kali ini sungmin sepertinya benar-benar kesal. " ini pemberian mu satu-satunya, bagaimana mungkin ini tak berarti bagi ku." ucap Sungmin sedikit membentak.
"mengapa kau malah tersenyum eoh?" sungmin yang sudah berdiri dibuat heran oleh Kyuhyun yang tersenyum menanggapi ucapannya.
greeep~ kyuhyun bangkit dan memeluk sungmin. " kau tahu? Aku bahagia mendengarnya." Bisik Kyuhyun di samping telinganya.
"kyuuu…" panggil Sungmin.
"hmmm…"
"bisakah kau melepaskannya? Aku malu." Pinta sungmin.
"kau bahkan tak malu memelukku dari belakang dan menangis dipunggung ku." goda kyuhyun yang berhasil membuat sungmin makin bersembunyi di dada bidangnya. "lagi pula kau malu pada siapa hmm?" Tanya Kyuhyun sukses membuat Sungmin melepaskan pelukannya.
"apa maksud mu?" Tanya Sungmin bingung
"apa kau tidak menyadarinya hmmm? Kita hanya berdua disini sayang." Jawab kyuhyun.
"kemana mereka semua?" Tanya sungmin setelah tidak berhasil menemukan siapapun disana.
"aku menyewa tempat ini untuk kita."
"tempat ini?" Tanya sungmin tak percaya, mengingat dia tahu betul dimana mereka berada sekarang.
"aku tahu akan seperti ini. Jadi bisakah kita melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda tadi? Aku tak ingin pengunjung lain kembali datang karena masa sewa yang telah habis."
"tidak sebelum kau memasangkan kembali kalung ku ketempatnya."
.
.
Disinilah mereka sekarang, duduk berdampingan disalah satu bangku taman yang tersedia disana. Mereka sama-sama menikmati pemandangan malam kota Seoul dengan Sungmin yang merebahkan kepalanya di bahu Kyuhyun dan tangan mereka yang bertautan. Lihatnya kini sebuah cicin melingkar indah disalah satu jari manisnya.
"aku tidak perduli, bahkan jika aku bukan Lee Sung Min aku akan tetap memperjuangkan mu. Hingga kau sendiri yang memintaku untuk pergi dari kehidupan mu." Ucap Sungmin
"Sstt, tak usah memikirkan apapun yang tidak mungkin. Kau sudah disini Minnie-ya bersama ku disampingku."
. . .
Sungmin's POV
Betapa bahagianya aku, diusiaku yang ke 26 tahun aku sudah menjadi sarjana dan memiliki pekerjaan meskipun masih dalam tahap ujicoba. Ditambah lagi sudah ada orang disamping ku, orang yang akan selalu ada disampingku, menemani hari-hari ku, kekasih ku, dan kini menjadi tunangan ku, Cho Kyuhyun. Oppa ku, teman ku, sahabat kecil ku. Aku diterima bekerja di S&K Entertainment setelah mengirimkan beberapa karya terdahulu ku.
Aku dan Kyuhyun memutuskan untuk travelling berkeliling korea sambil menyelesaikan pekerjaan ku. Di S&K Entertainment memiliki peraturan untuk mengirimkan draft atau ringkasan cerita sebelum diterbitkan dalam bentuk buku atau novel, draft tersebut nantinya akan dipublish di website S&K tentunya untuk dijadikan tolak ukur bagaimana respon pembaca terhadap karya kita sebelum dijadikan buku. Peraturan yang Unik.
Tujuan pertama kami adalah Jinhae. Jinhae atau Jinhae-gu adalah sebuah distrik di kota Changwon-si, provinsi Gyeongsangnam-do, sekitar 1 jam dari Kota Busan. Aku meminta kyuhyun untuk melihat bunga sakura yang berjatuhan. Setibanya kami di Jinhae, Yeojwa Stream. Sungguh indah pemandangan disini, ratusan pohon sakura berjejer ditepi sungai yang dibatasi dengan pagar merah. Sesekali kami berhenti untuk berpose dan mengabadikan gambar. Kami berhenti di Romance Bridge yang merupakan lokasi syuting drama Romance (2000). Kami menikmati suasana disana, memperhatikan setiap pengunjung yang melewati kami, ada yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun teman-temannya.
"Oppa aku iri melihat mereka…" ucapku ketika melihat sepasang kekasih yang saling menautkan jemarinya lewat dihadapan kami.
"apa yang kau irikan hmm? Kita bahkan lebih membuat mereka iri jika mereka melihatnya. Lihatlah bagaimana posisi kita?" Tanya Kyuhyun.
"huh kau sungguh tidak romantis." Decak ku kesal.
"oh ayolah, ditempat yang seindah ini kau masih bisa-bisanya merajuk." Goda Kyuhyun.
"aku mau kesana oppa." Tunjukku kebawah saja.
"kajja." Ajak Kyuhyun.
.
.
"baiklah, kau ingin kemana lagi setelah ini?" Tanya Kyuhyun setelah kami cukup lama disini.
"hhmmm, bagaimana jika kita ke kedai toppokki, tiba-tiba aku ingin memakannya." Ajak ku.
"jja, kita pergi."
Kami naik keatas dan berjalan di sepanjang tepian sungai untuk mencari kedai toppokki. Setelah menemukannya, kami masuk dan mencari tempat duduk yang kosong. Kyuhyun memesan makanan dan aku menunggunya sambil membaca perjanjian kontrak yang dikirimkan oleh Siwon oppa.
.
Setelah menyelesaikan makan, aku dan Kyuhyun kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan kami berikutnya adalah Gunung Jangbok, masih didaerah Jinhae. Setelah menaiki anak tangga sejumlah 365 anak tangga dan melalui puncak tangga Ilnyeon Gyedan kami menikmati pemandangan ribuan sakura berlatar belakang laut. Sungguh indah.
Kami pun turun dan pulang setelah merasa bosan. Kyuhyun menyewa ruangan di Avenue hotel yang masih terletak didaerah Changwon agar kami tidak pulang terlalu jauh. Selama perjalanan pulang tak ada pembicaraan yang terjadi dan aku langsung membuka laptop ku dan mulai mengetikkan sesuatu disana.
"mandilah dulu ming, kau bahkan belum berganti pakaian."
. . .
"Minnie-ya? Kau masih bisa mengerjakannya nanti bukan?"
. . .
Kurasakan lengan Kyuhyun melingkar dileherku.
"Minnie-ya kau tidak mendengarkan ku hmm?" tanyanya
"aku sedang dalam feel yang baik untuk menulis oppa." Jawab ku.
"tapi tetap saja kau harus mandi dahulu" ucapnya.
"baiklah-baiklah aku mandi. Tapi setelah ini jangan ganggu aku ketika menulis." Terpaksa aku menuruti permintaan Kyuhyun dan menghentikan kegiatan ku untuk pergi mandi.
.
Aku baru saja selesai mandi, masih dengan menggunakan bathrobe aku berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambut. Kulihat Kyuhyun sedang serius melihat ke laptop ku.
"Minnie yaaa…" panggil Kyuhyun
"waeyo oppa?" Tanya ku tanpa melihat kearahnya.
"apa kau yakin akan mengangkat cerita ini?" Tanya Kyuhyun.
"apa kau membacanya oppa?"
"aku membacanya. Kau yakin tidak apa-apa mengangkat cerita itu?"
"aku taka apa-apa oppa. Pesan moralnya sangat bagus untuk disampaikan." Jawabku meyakinkannya.
"lalu kenapa kau memilih menggunakan nama Hye Na sebagai tokoh utamanya?"
"dengarkan aku oppa, aku sangat menyukai nama itu. dan aku yakin aku akan baik-baik saja karena kau akan selalu ada disampingku. Bukan begitu oppa?" ucapku ketika aku dan Kyuhyun sama-sama duduk ditepi ranjang.
"aku akan selalu mendukung mu sayang."
"baiklah, aku harap kau menepati ucapan mu. Jja kau mandilah, aku akan melanjutkan yang tadi." Aku pun kembali berkonsentrasi pada tulisanku, sedangkan Kyuhyun pergi mandi.
. . .
Kyuhyun's POV
Tak ada yang lebih membahagaiakan lagi jika kau telah bersama dengan orang yang kau sayang. Apa lagi jika kalian sudah berpisah selama sepuluh tahun bukan? Bersama dengannya dan memenuhi semua keinginannya. Mekipun Sungmin menerima pernyataan ku sewaktu di Namsan Tower dan kami telah bertungan tetapi aku merasa ada yang kurang bahkan hambar. Beberapa bulan kami bersama, aku merasakan ada yang berbeda dengannya, awalnya aku mengira itu hanya perubahan sikap karena masa pubertasnya tetapi itu semakin terlihat beberapa saat setelah dia menerbitkan karya baru dan kami melakukan travelling, dia terkesan menyembunyikan sesuatu.
Ini adalah musim panas dan kami berada di Busan. Setelah mengunjungi Jinhae dimusim semi kami, lebih tepatnya aku mengajaknya menikmati suasana Pantai Haendae karena Sungmin kecil yang ku ketahui sangat menyukai pantai. Untuk pergi kesini pun kami harus berdebat, tak terhitung sudah berapa kali dalam 3 bulan terakhir kami berdebat hanya karena tulisannya. Entahlah, kadang terlintas difikitanku apa mungkin wanita yang berada disamping ku ini bukanlah Minnie-ku? tetapi sepuluh tahun kehilangannya membuatku benar-benar tak bisa untuk hanya sekedar memikirkannya.
Begitu kami tiba di Busan kami langsung menuju pantai Haendae. Beruntunglah kami karena datang kemari pada saat Haeundae Sand Festival sedang berlangsung, sehingga kami dapat menikmati berbagai aktivitas yang diadakan disana meskipun keadaan pantai sangat padat. Sebelum menyewa tenda ku ajak sungmin berkeliling pantai melihat sculptures-sculptures disana, benar-benar menakjubkan. Sungmin terkadang meminta ku untuk mengabadikan gambarnya atau kami mengambil gambar bersama ketika menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Setelah itu kami hanya duduk disalah satu tenda sambil memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.
.
Sungmin's POV
Musim Panas, aku telah menyelesaikan tugas ku sebulan yang lalu. Dan kini kami sedang berada di Haeundae beach. Tetapi entah mengapa aku merasa kesal padanya karena selalu menyebut Sungmin kecil diantara kami. Saat ini aku hanya duduk-duduk malas dibawah tenda sambil menunggu kyuhyun yang membeli minuman. Ku lihat tiga orang gadis dihadapan ku sedang berdiri sambil membicarakan sesuatu.
"hey kalian, sudah membaca draft terbaru yang dikeluarkan oleh S&K?" Tanya salah satu dari gerombolan pengunjung yang berdiri didepan tenda ku.
"S&K merilis draft baru?" Tanya pengunjung yang lain masih dari gerombolan yang sama.
"begitulah. Aku sudah membacanya. Tapi sepertinya itu penulis baru." Orang yang berbeda berbicara.
"aku juga sudah membacanya. Apa menurut kalian S&K akan menerbitkannya dalam bentuk buku?" Tanya orang pertama yang berbicara.
"memangnya kenapa?" orang yang kedua bertanya
"endingnya sedikit menggantung. Dia bahkan kehilangan orang tua tetapi belum menemukan oppanya." Jawab orang yang ketiga.
"benarkah ada akhir yang seperti itu?" Tanya orang yang kedua.
"yak! Apa kau belum membacanya Ha Ra-ya?" Tanya orang pertama kesal
"aku memang belum membacanya. Wae? Aku juga tak begitu suka dengan penulis baru." Jawab orang yang dipanggil Ha Ra kesal
"sudahlah, kenapa kalian berdua jadi bertengkar? Bukankah kita kemari untuk bersenang-senang bukan?" ucap yang satu lagi menengahi. "kajja, kita lanjutkan perjalanan." Ucapnya setelah kedua sahabatnya berhenti berdebat.
Tak lama setelah mereka berdua pergi, aku melihat Kyuhyun datang sambil membawa 2 buah minuman.
"maaf menunggu lama. Aku harus sedikit antri untuk mendapatkannya." Ucapnya memberikan salah satu minuman kepada ku.
"tidak apa, duduklah."
.
.
Hari sudah mulai gelap, aku dan Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke hotel. Setelah menaruh barang-barang dia mengajak ku untuk makan malam di sebuah restoran lokal. Kyuhyun meminta izin untuk ke kamar mandi, lagi-lagi aku mendengar beberapa pengunjung membicarakan draft terbaru keluaran S&K.
"chagia, apa kau sudah membaca draft terbaru dari S&K?" Tanya pengunjung wanita dimeja sebelah ku kepada kekasihnya.
"yang mana sayang? Karya dari penulis favourite mu atau karya dari penulis yang baru?"
"penulis yang baru."
"ah, tadi malam aku membacanya. Aku tidak menyangka ada wanita sebodoh Hye Na. untuk apa dia mencampuri urusan orang lain." Komentar sang namja.
"aku juga tak menyukai Hae Woo." Ucap sang Yeoja tak kalah.
"dia wajar bersikap seperti itu. pria mana yang tidak akan mengambil kesempatan emas."
"apa maksud mu eoh?" Tanya si Yeoja kesal.
"bukan apa-apa."
"akan ku bunuh kau jika melakukan hal yang sama dengan Hae Woo."
"tapi ku rasa Eun Ra memiliki perasaan pada Hae Woo." Gumam sang yeoja.
"chagiaaa, mengapa kita jadi berdebat hanya karena karya penulis baru itu." ucap sang namja menenangkan. "jja, habiskan makanan mu."
Setelah mereka kembali menyantap hidangannya. Kualihkan pandangan ku kedepan. Ku lihat Kyuhyun sudah terduduk dihadapanku.
"sejak kapan kau kembali?" Tanya ku terkejut.
"apa kita harus pindah dari sini? Kulihat kau tidak nyaman."
"tidak apa, itu berarti mereka menerima karya ku. jja kita makan, pesanannya sudah datang." Ucap ku mengalihkan pembicaraan.
.
.
Sinar mentari perlahan memasuki kamar tidur ku melalui ventilasi udara, perlahan ku mataku ketika sinar tersebut semakin banyak intesitasnya mengenai wajah ku. ternyata, Sungmin yang membuka gordennya.
"bangunlah oppa, ini sudah siang. Kau bahkan melewatkan sarapan mu." Ucapnya dari dekat jendela.
'selama itukah aku tertidur' ku lihat jam beker yang terletak di atas meja. Sudah pukul setengah 9
"kenapa kau tidak membangunkan ku ming?"
"aku tak tega. Kau terlihat pulas sekali ketika tidur." Jawabnya.
'benarkah dia Minnie-ku?' seingat ku minnie bahkan tidak suka melihat ku ketiduran
Flashback On
Sebuah pantai menjadi latar belakang mereka. terlihat dua orang pria dan wanita dewasa duduk dibawah payung besar sedang bercengkrama, mengobrol ringat sambil diselingi tawa. Disamping mereka terdapat seorang anak lelaki berusia 10 tahun sedang tertidur. Dan tak jauh dari mereka terdapat seorang anak perempuan sedang menggali pasir pantai.
"eommaaaaaaaaa, appaaaaaaaaaa, oppaaaaaaaaaaaaaaaa lihatlah, Minnie menemukan kerang yang sangat cantik." Teriak anak perempuan tersebut.
"hati-hati sayang. Siapa tahu itu beracun." Ucap sang eomma.
"Minnieeeeee coba kemari dan lihatlah, oppa mu sedang tertidur." Ucap sang eomma dari anak laki-laki tersebut.
"oppppppppppppppppaaaaaaaaaaaaaaaaaa…." Teriak Sungmin kecil menghampiri kedua orang tuanya.
"oppa irona, oppa irona" ucap sungmin membangunkan oppanya sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya. Namun nihil dia tak kunjung bangun.
"eomma appa mengapa oppa tak bangun-bangun?" Tanya Sungmin kesal
"mungkin dia lelah sayang, seharian ini dia berlarian bersama mu padahal tadi malam tidur larut karena begitu senang karena kalian akan ke pantai bersama." Jelas Heechul eomma.
"eomma appa hiks apa oppa tidak ingin bermain lagi dengan ku sehingga dia lebih memilih untuk tidur hiks… hiks. . . huweeeeeeeeee" tak lama tangis Sungmin pun pecah.
Leeteuk eomma terpaksa bangkit untuk menenangkannya.
"cup cup cup uljima sayang. Apa kau tak malu dilihat oleh Siwon oppa hmm?" Tanya leeteuk eomma sambil menunjuk Siwon yang sedari tadi sibuk dengan dunianya.
"hiks aku tak perduli hiks bahkan oppa tak bangun juga mendengar ku menangis hiks huweeeeee dia sudah tidak sayang lagi pada Minnie" Sungmin semakin kecang menangis.
"mari kita bangun kan oppa mu bersama-sama. Bagaimana?" ucap Leeteuk eomma memberi penawaran.
"ani, aku sendiri yang akan membangunkannya." Kedua orang tua itu bingung melihat perubahan mimik muka Sungmin yang mendadak senang kemudian bangkit dari pangkuan eommanya.
"apa yang akan Minnie lakukan sayang?" Tanya Leeteuk pada suaminya ketika melihat Sungmin kembali dengan memegang sebuah ranting.
"aku juga tidak tahu." Jawab Kangin
Sungmin menghampiri Kyuhyun yang masih tertidur pulas, dia menyentuh tubuh Kyuhyun menggunakan ranting dari kaki hingga dada perlahan sehingga menimbulkan kesan merayap.
"oppa bangulah, lihat ada ular merayap diatas tubuh mu." Teriak sungmin berulang kali sambil menggesekkan ranting ke tubuh Kyuhyun.
"yak ular, mana ularnya mana ularnya, jauhkan dari tubuh ku." teriak Kyuhyun frustasi kemudian berhenti ketika mendengar tawa Sungmin.
"bwahahahaahaha kau sungguh bodoh oppa." Ucap Sungmin sambil tertawa lepas.
"yak! Lee Sungmin! Kau mengerjaiku eoh?" Tanya Kyuhyun kesal kemudian menghampiri Sungmin.
"eomma tolong aku, oppa terlihat seperti seekor monster yang ingin memakan ku." ucap Sungmin bersembunyi dibalik sang eomma.
"yak oppa hentikan, ini geli, sangat menggelikan. Aku hanya tidak suka melihat mu tertidur, tapi kenapa kau malah menggelitiki ku." rancau Sungmin tak jelas ketika Kyuhyun berhasil menangkapnya dan menggelitikinya.
Flashback Off
.
.
Tujuan kami hari ini adalah Busan Aquarium Haendae, karena aku ingat Sungmin kecil sangat menyukai laut dan ingin melihat kehidupan dibawah laut. Tapi yang kulihat hari ini adalah sesuatu yang benar-benar berbeda. Sungmin hanya mengikuti dibelakang tanpa terlihat tertarik sama sekali.
"oppa! Tak bisakah kita ketempat yang lain?" tanyanya. Ini sudah ke sepuluh kalinya dia bertanya hal yang sama sejak tiba disini.
"waeyo Minnie-ya?" Tanya ku mencoba sabar "bukankah kau selalu ingin kemari hmm?" Tanya ku mengingatkan.
"aish, sudah ku bilang berapa kali bukan? Itu dulu oppa! Sekarang tidak lagi! Aku benci pantai dan aku tidak suka laut!" bentaknya.
"kenapa kau jadi berteriak pada ku?" Tanya ku kesal.
"oppa membentak ku? hiks" tanyanya mulai berkaca-kaca.
"Minnie-ya kau menangis?" Tanya ku hati-hati.
"apa perduli mu eoh?" bentaknya kemudian pergi
"yak Lee Sungmin tunggu aku! Kita bisa bicarakan ini baik-baik" teriak ku mengejar Sungmin yang mulai menjauh.
. . .
"oppa. Aku ingin kita tinggal di Jepang."
"ming kenapa tiba-tiba?"
"aku hanya tidak sanggup mengingat semuanya."
"lalu mengapa kau mengungkapnya kembali. Bukankah eomma dan appa sudah berusaha untuk menguburnya?"
"oppa? Bukankah kau bilang bahwa aku bebas untuk menentukan pilihanku sendiri?"
"ya, aku memang pernah bilang itu."
"lalu kenapa kau menanyakannya kembali? Atau kau ingin mengingkari ucapan mu untuk selalu mendukung segala keputusan ku?"
'selalu saja seperti ini'
"jadi bisakan kita kembali ke Jepang?" tanyanya lagi
"akan ku bicarakan dahulu dengan appa dan eomma." Putus ku
"ku harap kau benar-benar menepati ucapan mu untuk selalu mendukung keputusan ku." ucapnya mengintimidasi.
.
.
.
.
To be Continue
Taraaaaaa selesai sudah chapter 5. Sebenernya Aku suka banget sama chapter ini, tapi aku sedih karena ngerasa berantakan maparanin kegiatan mereka di Jinhae dan Busan. Semua itu karena aku pusing mikirin alur waktunya. Buat yang belum tahu, Jinhae itu Jinan :D
.
Gimana udah chapter lima nih, kalian udah bisa menebak belum endingnya seperti apa? Ada misteri apa dibalik ff ini? Dan kira-kira kenapa judulya Mianhae Chingu-ya? Chapter depan rencananya aku mau munculin seperti apa cerita yang dikirim oleh Minnie yang di terbitkan oleh S&K, kira-kira pada setuju gak nih? Tapi aku bingung, menurut kalian lebih baik dipecah menjadi beberapa chapter atau satu chapter aja? Karena lumayan panjang, kurang lebih 8k word. Berarti sebentar lagi ff ini sampe pada klimaksnya yeaaaay
.
Special thanks to :
Tika137 | kyuxmine | dewi,k,tubagus | TiffyTiffanyLee | Cho Hyun Ah SparKins 137 | danactebh | abilhikmah | Rly,C,JaeKyu | Guest (1) | Guest (2) | PaboGirl | PumpkinEvil | isjkmblue |
.
Gomawo juga buat para readers maupun siders yang udah baca, review, follow dan favorite. Bagaimana? Bagaimana? Jelek kah? Hancur kah? Mengecewakan? Ayo dong buat para siders tak ingin kah kau menunjukkan diri? Hanya sekedar untuk memberikan semangat untuk fast update. Silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran ataupun hanya sekedar memberi semangat untuk fast update.
.
.
.
See you soon, annyeong
