Mianhae Chingu-ya

.

By Seoglyu Yeowang

.

Main Cast : Cho Kyuhyun and Lee Sungmin.

.

Genre: Romance, Friendship, Mystery

.

Length: Chaptered

.

Rate: T to M

.

Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.

.

Warning: Newbie, GS, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

CHAPTER 7: Rabbit Liontin

Enjoy it!

Pervious Chapter

TOKYO – WINTER 2015

Seorang Namja dan Yeoja berambut senada, dark brown sedang berada di kamar tidur mereka. Sang namja baru keluar dari kamar mandi, terlihat dengan adanya lilitan handuk putih yang menutupi area privasinya dan rambutnya yang masih meneteskan sedikit air. Sementara yeojanya tengah berada di depan meja rias, mengeringkan rambut ikalnya menggunakan headdryer. Keadaannya pun tak jauh berbeda dari si namja, hanya menggunakan bathrobe dengan rambut lembabnya.

"kau yakin akan kembali kesana hmm?" tanyanya tepat di telinga kanan sang yeoja sambil memeluknya dari belakang

"oppa! kau mengagetkan ku saja."

"kau sangat cantik mengenakan kalung dan cincin itu." ucapnya memandang pantulan diri di cermin

"karena semua ini adalah pemberian mu oppa."

"mereka semua bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu sayang."

"chagia…."

"hmmm…"

"kau bahkan belum menjawab pertanyaan ku."

"kau akan selalu mendukungku kan?"

"tentu saja"

"pakai baju mu sana. Kau bisa masuk angin." Ucap sang yeoja menuju ranjang mereka

"aku mengerti."- "jadi bagaimana? Kau yakin akan kembali kesana?" tanyanya sembari mengenakan piayama tidurnya

"ini cita-cita ku kyu." Jawab sang yeoja ketika namjanya tertidur disampingnya

"baiklah sayang, aku akan terus mendukung mu."

.

.

.

"kyu…"

"hmmm…."

"aku takut"

"tenanglah sayang, semuanya akan baik-baik saja"

"aku tak menyangka bahwa mereka begitu antusias dengan buku ku."

"itu karena kau sangat luar biasa sayang."

"kyu…"

"hmmm…"

"bagaimana jika ada yang mengenali ku?"

"tidak akan sayang, percaya pada ku. Eomma dan appa telah mengurus semuanya."

"kyu…"

"'hmmm…"

"apa kau mengenali ku?"

"tentu saja, bahkan jika kau menggunduli kepala mu sekalipun aku akan langsung mengenali mu."

"huft, mereka akan mengenali ku."

"tidak akan sayang"

"Chagia…."

"hmmm…."

"apa kau masih mengingat saat pertama kali kita bertemu kembali?"

…. "tentu saja. Aku tidak akan melupakannya" ucapku cukup lama.

"butuh waktu cukup lama untuk aku menyadarinya." "sekarang, kau sungguh jauh berbeda sayang."

"Yaaaa cukup lama" jawab ku.

"jadi kau tak perlu memikirkannya lagi" "sekarang tidurlah, karena esok pagi kita harus berangkat."

Kyuhyun benar, aku tak perlu lagi merisaukannya..

.

.

.

SEOUL – WINTER 2015

Seorang Namja dan Yeoja berambut senada, dark brown tersebut kini sedang berada dalam perjalanan menuju kediaman orang tuanya setelah pesawat yang mereka tumpangi dari Jepang mendarat dengan selamat di Incheon International Airport setengah jam yang lalu. Selama perjalanan tak henti-hentinya sang namja melihat yeojanya yang duduk disampingnya ini gelisah.

"Minnie-ya berhentilah memegangi liontin mu seperti itu." pinta Kyuhyun yang mulai jengah karna gadis yang disampingnya melakukan hal tersebut sejak mereka bangun tadi pagi.

"aku sangat takut oppa. Bagaimana jika ada yang mengenali ku?" jawabnya

"kalau kau seperti itu, akan semakin banyak orang yang mengenali mu sayang." Ucap Kyuhyun.

"apa maksud mu oppa?" Tanya gadis itu bingung.

"apa kau mau para wartawan bertanya karna kau selalu memeganginya? Lepaskan liontin mu itu" pinta Kyuhyun

"oppa! Sudah ku bilang bukan jangan pernah meminta ku untuk melepaskannya." Protes gadis yang dipanggil Minnie itu.

"aku hanya ingin menukar liontin mu…"

"apa maksudmu?"

"lepaskan dulu liontin mu itu Minnie-ya." Minnie melepaskan kalung yang menghiasi lehernya kemudian memberikan liontinnya pada Kyuhyun.

"lihatlah, mereka terlihat begitu serasi." Ucap Kyuhyun seraya mendekatkan dua buah liontin dikedua tangannya.

"tentu saja oppa. Karena mereka sepasang."

"jika bukan karena ini aku tidak akan pernah menemukan mu sayang" ucap Kyuhyun sambil mengangkat liontin yang dia pegang dengan tangan kirinya – itu milik Minnie.

"itu benar oppa. aku akan selalu mengingat hari itu, hari dimana Heechul eomma menemukanku."

.

.

.

Flashback On

SEOUL – WINTER 2014

Ini adalah malam Natal, malam dimana semua keluarga berbahagia dan berkumpul bersama dirumah. Pukul 10 malam Kyuhyun baru tiba di rumah orang tuanya. Kedatangan Kyuhyun tentu saja disambut hangat oleh ibunya yang membukakan pintu. Heechul eomma sangatlah cerewet, terbukti ketika wanita parubaya yang terlihat seperti remaja 17 tahun itu langsung menarik putranya dan berceoteh ria mengenai malam natalnya yang membosankan karena dikira dirinya tidak datang. Terlihat Hangeng appa, Siwon Hyung serta Kangin dan Leeteuk, appa dan omma dari sahabat kecilnya, Lee Sungmin. Rasa bersalah terlihat di wajah Kyuhyun ketika melihat kedua orang yang telah dia anggap sebagai orang tuanya sendiri itu.

"Hei, Cho Kyuhyun kenapa kau membawanya kemari eoh?" Tanya Siwon sambil menunjuk orang yang dimaksud.

"apa maksud mu Siwoonnieeee, adik mu ini tentu saja datang dengan eommanya yang cantik ini, benar kan kyuuu? Omonnna dia siapa kyu? Dari mana makhluk ini berasal?" Tanya Eomma Kyuhyun histeris ketika melihat seseorang dibelakang putranya.

"mungkin saja itu Kekasihnya Kyuhyun" – itu suara Leeteuk eomma yang terdengar sedih.

"ani ani Leeteuk eomma. Aku mengenal yeoja itu." jawab Siwon

"bagaimana bisa aku mengenalkannya jika kau langsung menarik ku kemari eomma." Jawab kyuhyun.

"yak! Anak kurang ajar. Mengapa kau menyalahkan ku eoh?" protes Heechul eomma.

"ishh, apoo eomma. Mengapa kau memukul ku?" protes Kyuhyun sambil memegangi kepalanya yang telah menjadi korban keganasan Heechul.

"arra arra. Kalian duduklah, aku akan mengambil minuman. Dan kau bisa menjelaskannya nanti." Ucap Heechul eomma.

.

.

"Jadi, mengapa kau membawanya kemari kyu?" Tanya Siwon lagi

"kau mengenalnya Siwonnieee?" Tanya Heechul eomma

"tentu saja, aku sangat menenalnya."

"lalu siapa dia?"

"dia. . . Park Hye Na."

"aku tak perduli siapa namanya. Yang ku tanyakan mengapa dia bisa bersama dengan adik mu?"

"eomma tak bisakah kau tidak kasar padanya." Protes Kyuhyun. "Baiklah aku akan mengenalkannya pada kalian. Dia Park Hye Na. aku mengenalnya di jepang karena dia teman bisnisnya siwon hyung."

"jika dia teman bisnis hyung mu. Mengapa kau membawanya kemari eoh? Seharusnya kau lebih menghargai perasaan teukiie eomma dan kangin appa. Dasar anak kurang ajar!"

"ya ya ya eomma berhentilah memukuli kepala ku" protes Kyuhyun sambil menghindari amukan eommanya dengan bersembunyi dipunggung hyungnya.

"ya ya ya kalian berhentilah berkelahi." Lerai Hangeng appa.

"heechuliee sebaiknya kami pulang saja. Bukan begitu yeobo?" ucap Leeteuk eomma setelah semuanya diam.

"kenapa harus kau yang pulang? Bukankah kau sudah berjanji ingin menginap disini?" Tanya Heechul "jika memang ada yang harus pulang bukan kalian orangnya." Sindir Heechul

"eomma!" protes Kyuhyun saat mengetahui siapa yang dimaksud eommanya.

"kau tak seharusnya membentak eomma mu seperti itu. eomma mu benar, jika ada yang harus pergi maka akulah orangnya." Ucap Hye Na

"kau tak boleh pergi. Aku yang membawamu kemari." Jawab Kyuhyun.

"maafkan aku telah membuat suasana damai di malam natal menjadi kacau. Aku permisi." Ucap Hye Na memberi salam kemudian bangkit dan berjalan menuju pintu, mengabaikan Kyuhyun yang berbicara padanya.

"ya ya ya Park Hye Na tunggu aku." Teriak Kyuhyun "eomma tak seharusnya kau bersikap seperti itu padanya, aaaargghh!" bentak Kyuhyun kesal

.

.

Hye Na's POV

Tak seharusnya aku menerima usulan Kyuhyun untuk merayakan natal bersama dengan keluarga besarnya di Seoul. Seharusnya aku cukup tahu diri untuk mengetahui siapa diriku ini. Sejak kami datang pertama kali, bahkan orang yang dipanggil eomma oleh kyuhyun itu pun tak menyadari keberadaan diriku yang berada dibelakang putranya hingga orang yang ku ketahui sebagai hyungnya Kyuhyun itu bertanya. Heechul eomma tak menyukai keberadaan ku dirumahnya atau mungkin dia tidak menyukai kedekatan ku dengan Kyuhyun. Oh ayolah siapa juga yang tidak akan kesal diperlakukan seperti itu? lebih baik aku pergi dan kembali kerumah ku, ah ani, aku bahkan tidak memiliki rumah di korea ini. Kemana saja asal tidak bersama nenek lampir yang menyebalkan itu. bukannya aku tidak mendengar teriakan Kyuhyun yang meminta ku untuk berhenti, namun tingkah laku Heechul eomma benar-benar membuat ku jengah. Langkah ku terhenti ketika seseorang berhasil menahan pergelangan tangan ku, kalian pasti mengetahui bukan siapa orangnya.

"Hye Na ya kumohon maafkan eomma ku. aku tahu dia sungguh keterlaluan." Ucap Kyuhyun

"aku sudah menolaknya bukan. Tetapi kenapa kau masih saja keras kepala membawa ku kemari?"

"aku minta maaf. Aku tidak tahu jika reaksi eomma akan seperti ini."

"aku memakluminya. Jadi biarkan aku pergi dari sini."

"kau ingin tinggal dimana? Ini sudah sangat larut. Menginaplah semalam disini. Aku akan menjelaskannya pada eomma dan mengantar mu besok." Pinta Kyuhyun

"baiklah. . ." ucap ku mengalah

.

Kini disinilah aku berada, disalah satu kamar tamu kediaman keluarga Cho. Setelah melalui perdebatan yang panjang akhirnya heechul eomma mengizinkan ku untuk tinggal disini satu malam. Terkadang aku merasa iri pada Kyuhyun yang masih memiliki eomma yang sangat perhatian padanya seperti itu. aku tahu, Heechul eomma adalah orang yang sangat baik. Ku dengar seseorang mengetuk pintu kamar yang aku tempati.

"apa aku mengganggu ku?" Tanya orang yang mengetuk pintu

"tentu saja tidak. masuklah…"

"aku minta maaf atas kejadian tadi. Bukan maksud ku melakukan itu" ucap orang itu.

"aku dapat memahaminya nyonya cho." Jawab ku

"aku bersikap seperti itu karena aku merasa tidak enak pada teukki dan kangin." Jelas Heechul

"kau sudah mengatakannya bukan?"

"ah iya, kau ada hubungan apa dengan putra ku?"

"kami hanya rekan bisnis. Ya rekan bisnis hanya itu. . ."

"benarkah?"

"sungguh hanya itu"

"kyuhyun bahkan tak pernah mengajak teman yeojanya sejak dia kehilangan sahabat kecilnya sepuluh tahun yang lalu. Agak aneh bukan jika sekarang dia membawa mu kemari?"

"sahabat kecil?"

"yaaa, putri semata wayang teeuki dan kangin."

"Kyuhyun selalu bermain bersamanya hingga dia hilang sepuluh tahun yang lalu. Dia mungkin masih terus mencarinya hingga sekarang."

"aku memahaminya sekarang mengapa kau sangat menjaga persaan mereka."

"kau istirahatlah, perjalanan kemari pasti sangat melelahkan bukan?"

"terima kasih atas perhatian mu."

"aku hanya tidak ingin menimbulkan kesan buruk dipertemuan pertama kita." Ucapnya kemudian meninggalkan ku sendiri.

Aku benar bukan? Heechul eomma adalah orang yang baik. Lebih baik aku mandi dan pergi tidur karna hari sudah semakin larut.

.

.

Pagi ini matahari bersinar cerah mengiringi hari yang penuh suka cita ini. Aku berterima kasih pada tuhan karenanya natal ku ditahun ini tidaklah sendirian.

"eomma appa apa kalian bahagia disana? Apa kalian dapat melihat ku disini? Selamat natal eomma, appa. Aku merindukan kalian. Sangat merindukan kalian." Ucap ku sambil memandangi figura berisi foto ku bersama ke dua orang tua ku. pandangan ku terhenti pada sebuah kotak emas didalam tas ku ketika aku ingin mengembalikan figura itu ketempatnya.

"oppa." Lirih ku ketika membuka kotak tersebut "aaarrgghhh kepala ku!" sungguh kenapa rasa sakit ini datang kembali. Ku buka seluruh isi tas ku untuk menemukan obat pereda nyeri, namun nihil. Aku ingat obatnya berada di blazer ku dikamar mandi. "arrgghhh kepala ku!" masih dengan menahan rasa sakit dikepala, ku langkahkan kaki menuju kamar mandi.

.

.

Normal's POV

"aaarrgghhh kepala ku!"

Jeritan itu terdengar dari dalam kamar yang di tempati oleh Hye Na ketika Heechul hendak mengajaknya untuk sarapan. Rasa panik tentu saja hinggap pada diri Heechul, dia pun bergegas dan mengetok pintu kamar namun hingga jeritan kedua kembali terdengarpun tak ada respon sama sekali dari dalam. Setelah beberapa saat, Heechul memutuskan untuk masuk dan mengeceknya. Ternyata tidak dikunci.

"Hye Na-shi gwaenchanna? Mengapa kau berteriak seperti itu?" teriak Heechul ketika dia melihat keadaan kamar yang cukup berantakan namun tidak menemukan siapa-siapa disana.

"aku baik-baik saja." Jawab Hye Na dari dalam kamar mandi.

"jika kau sudah baikan, turunlah ke bawah untuk sarapan."

Setelah menyampaikan pesan itu Heechul berniat untuk turun ke bawah, namun langkahnya terhenti ketika melihat sesuatu diantara barang-barang Hye Na yang berantakan diatas ranjang.

"ini tidak mungkin! Bagaimana bisa? Kyuhyunieeee, yeobooo, teukiah kemarilah. Ini tidak mungkin, bagaimana bisa ini berada disini?" rancau Heechul tak jelas ketika melihat benda yang dimaksud.

"eomma/ yeobo/ heechulie" ucap kyuhyun, hangeng dan leeteuk bersamaan ketika melihat kondisi Heechul yang pingsan di lantai.

"yeobo sadarlah. Sadarlah." Ucap hangeng menyadarkan istrinya

"sebenarnya ada apa ini? Kau kenapa chuliee?" Tanya leeteuk sedih

"appaa. Leeteuk eomma." Panggil Kyuhyun "mungkinkah ini yang menyebabkan eomma jatuh pingsan?" Tanya kyuhyun sambil memperlihatkan benda yang dimaksud

"minniee ya" lirih leeteuk eomma kemudian pingsan.

"yak teukiie ya kenapa kau pingsan juga?" hangeng semakin bingung melihat leeteuk yang juga jatuh pingsan. "kyuhyun-na bantu appa mengangkat leeteuk, dan appa akan mengangkat eomma mu." Putus Hangeng

"ada apa ini? Kenapa eomma mu dan leeteuk ahjumma pingsan? " Itu suara Hye Na yang baru keluar dari kamar mandi.

"kau? Tunggulah disini. Ada yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Kyuhyun kemudian pergi menyusul appanya yang telah keluar lebih dahulu.

.

.

"bagaimana keadaan eomma mu dan leeteuk ahjumma kyuhyunna?" ini sudah kali kelima Hye Na menanyakan pertanyaan yang sama setelah lima menit yang lalu Kyuhyun kembali ke kamar tamu tempat Hye Na berada. Sama seperti pertanyaan-pertanyaan sebelumnya yang berakhir tanpa respon, pertanyaan kali ini pun sama. Raut mukanya menunjukkan bahwa Kyuhyun jelas terlihat menahan amarahnya, lengan kirinya terkepal erat memegang sesuatu yang menjadi penyebab kedua eommanya jatuh pingsan. Otaknya tengah berfikir keras memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang harus ditanyakannya pada gadis yang dibawanya dari jepang, gadis yang mungkin menjadi pemilik dari benda tersebut.

"siapa kau sebenarnya?" pertanyaan itulah yang akhirnya terucap pertama kali dari bibir Kyuhyun.

"apa maksudmu kyuhyunna?" Hye Na terlihat bingung "bagaimana keadaan eomma mu dan leeteuk ahjumma?" tanyanya lagi.

"apa kau bilang? bagaimana keadaan mereka?" eomma ku dan leeteuk ahjumma? Apa kau akan tetap menanyakan pertanyaan yang sama setelah mengetahui penyebab mereka seperti itu?" Kyuhyun masih mencoba untuk terlihat berbicara normal. Namun intonasi serta pergerakan tangannya yang semakin erat mengepal jelas menunjukkan bahwa pria tersebut tengah menahan amarah. "siapa kau sebenarnya?" akhirnya Kyuhyun pun meledak. "apa kau salah satu dari komplotan penculik itu?" Tanya Kyuhyun sambil menunjukkan apa yang sedari tadi dipegangnya. Sebuah kalung berliontin kelinci dengan lubang berbentuk bintang.

"kyuhyunna mengapa itu bisa ada padamu?"

"mengapa ini bisa ada pada ku? seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada mu. Mengapa benda ini ada pada mu eoh?"

"kumohon kembalikan itu pada ku. itu satu-satunya milik ku yang sangat berharga."

"milik mu? Apa kau merampasnya dari seseorang eoh?"

Plaaakkk "sekarang apa lagi ini? Kau menuduh ku sebagai pencuri setelah tadi menuduh ku sebagai penculik? Kembalikan pada ku." "aku tidak mengerti apa maksud mu memvonis ku sebagai penculik dan pencuri tetapi kau tidak bisa mengambil barang orang lain sembarangan. Aku tidak perduli jika yang lain, kecuali yang ini. Karena ini adalah peninggalan dari oppa ku satu-satunya."

"arrgggh kepala ku!"

.

Flashback Off

.

.

"aku bahkan benar-benar bodoh mengira dirimu sebagai penculik dan pencuri." Ucap Kyuhyun menyesal

"sudahlah oppa. Bukankah sekarang aku sudah ada disini? Disamping mu?"

"kau benar."

"lalu apa yang akan kau lakukan dengan liontin itu?"

"ah ini?" kau pegang yang ini. Dan aku pegang yang ini. Jika wartawan bertanya kau bisa menjawabnya sebagai souvenir novel bukan? Anggaplah sebagai pasangan dan kau juga akan membagikannya sebagai merchandise.

"kau benar-benar ingin aku membagikannya sebagai merchandise?"

"tentu saja tidak. kita bisa membuat replikanya bukan?"

"ah, ide mu sungguh luar biasa oppa."

"jadi kau tidak perlu merisaukan apapun sayang. Karena eomma dan appa telah mengurus semuanya.

.

.

.

To be Continue

.

Taraaaaaaaaaa Chapter 7 is coming. Yang chapter 6 itu hanya cerita yang dibuat oleh ming, mungkin ada beberapa bagian yang nyata dan fiksi hahahahahaha. Ada yang sadarkah ada kesamaan antara tokoh Hye Na yang ada di cerita fiksi buatan ming itu dengan Hye Na yang bertemu dengan Kyuhyun setahun yang lalu.? Yup, dia adalah Park Hye Na yang Kyuhyun temui setahun yang lalu di Jepang, Sung Min nya yang kini ada disampingnya. Udah dikasih juga kan flashback gimana kyu bisa tahu kalo itu ming. Yeeeaayyy selamat buat kalian yang tebakannya benar.

.

Tadinya aku berencana hiatus karena jadwal kuliah yang benar-benar padat. Tapi seorang author memotivasi ku untuk tetap melanjutkan fic ini hingga tamat. Jadinya beginilah aku sempatkan menulis dan update disaat waktu senggang. Maaf banget sempat berfikiran untuk hiatus, maaf juga karena buat kalian bingung dengan fic ini, terimakasih juga buat kalian yang nyempetin untuk baca maupun review disetiap chapternya. Kalian lah penyemanagat ku yang sesungguhnya.

.

Special thanks to :

Tika137 | kyuxmine | dewi,k,tubagus | TiffyTiffanyLee | Cho Hyun Ah SparKins 137 | danactebh | abilhikmah | Rly,C,JaeKyu | Guest (1) | Guest (2) | PaboGirl | PumpkinEvil | isjkmblue | kyukyu | Oh kyuhae |

.

Gomawo juga buat para readers maupun siders yang udah baca, review, follow dan favorite. Bagaimana? Bagaimana? Jelek kah? Hancur kah? Mengecewakan? Sudah mulai terjawabkan pertanyaan-pertanyaan kalian? Ayo dong buat para siders tak ingin kah kau menunjukkan diri? Hanya sekedar untuk memberikan semangat untuk fast update. Silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran ataupun hanya sekedar memberi semangat untuk fast update.

.

.

.

.

See you soon, annyeong