Mianhae Chingu-ya
.
By Seoglyu Yeowang
.
Main Cast : Cho Kyuhyun and Lee Sungmin.
.
Genre: Romance, Friendship, Mystery
.
Length: Chaptered
.
Rate: T to M
.
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka tetapi cerita dan ide ini milik saya. Apabila ada kesamaan kejadian, waktu dan tempat itu hanyalah kebetulan semata.
.
Warning: Newbie, GS, Typo(es) dan Original Chara bertebaran dimana-mana
.
DON'T LIKE DON'T READ
.
CHAPTER 9: Dilemma?
Enjoy it!
Previous Chapter
"Minnie ya apa kau yakin ingin tetap melakukan meet and greet ini?" Tanya si namja
"tentu saja oppa. Aku tidak ingin membuat para pembaca kecewa. Mereka bahkan sudah sangat penasaran dengan penulis novel yang begitu terkenal itu." candanya
"lalu bagaimana jika ada yang mengenali mu ming?"
"tenang saja, bukannya kau akan selalu ada disamping ku dan membantu ku. bukan begitu oppa?"
.
.
"aku tentu tidak akan melakukan hal yang sama dengan dia. Hye Na adalah tokoh yang baik hati tetapi dia juga tokoh yang bodoh, akan ku pastikan bahwa aku tidak akan jatuh cinta dengan 'orang yang salah'"
.
.
"sudahlah oppa, dia benar. Bukankah tadi aku mengucapkan seperti itu." ucap Sungmin mencoba menengahi perdebatan kecil diantara mereka. "baiklah, siapa namamu noona?" Tanya sungmin setelah menandatangani bukunya dan ingin menuliskan nama si pemilik buku
.
.
"ah, ireumi…. Eun Ra. Park Eun Ra." Jawab sang gadis. "Senang bertemu kembali dengan mu Sungminiee. Ah bukan Hye Na-shi. Atau aku harus memanggil mu… Park Hye Jin." Sapa Eun Ra setelah melihat ekspresi terkejut dari lawan bicaranya.
.
.
.
CHAPTER 9
Kyuhyun's POV
Ahaaaah… betapa bahagianya aku saat ini. Disaat aku mulai menyerah setelah pencarian tak berarti selama sepuluh tahun, akhirnya dia kembali. Minnie ku, Minnie si gadis kelinci ku telah berubah menjadi seorang wanita dewasa yang benar-benar cantik. Apa salahnya bukan jika aku membantunya menggapai cita-cita kecilnya. Lihatlah, kini dia tengah tersenyum bahagia ditengah puncak karirnya dan betapa bahagianya aku dapat melihat dan berada disampingnya. Kalian pasti merasa iri pada ku.
Serangkaian kegiatan pembukaan telah selesai dilakukan dan kini kami, aku, siwon hyung, minnie, dan managernya tengah melangkah bersama menuju ballroom kembali untuk kegiatan terakhir yaitu fanssign. Terlihat antrian tamu undangan yang mulai mengekor hingga ke pintu keluar.
Satu persatu penggemar berinteraksi dengan Minnie, ada-ada saja permintaannya mulai dari berfoto bersama, berfoto aegyo, hingga meminta kami bernyanyi bersama tetapi tak terlihat sedikit pun raut kesal diwajahnya, hanya ada senyuman tulus dan tawa dibibirnya.
"chagi-ya, lihatlah aku tak menyangka dapat bertemu secara langsung dengan Sungmin." Ucap pengunjung berikutnya setelah tiba dihadapan kami
"kau benar sayang, sungmin dan oppanya." Jawab si namja.
"apa maksudmu dengan 'sungmin dan oppanya'?" 'apa maksudnya berkata seperti itu
"aku tidak salah bicara bukan? Noona sungmin sendiri yang bilang bahwa kau adalah oppanya."
"sudahlah oppa, dia benar. Bukankah tadi aku mengucapkan seperti itu." ucap Sungmin mencoba menengahi perdebatan kecil yang terjadi. "baiklah, siapa namamu noona?" Tanya sungmin setelah menandatangani bukunya.
Aura tegang mulai menyelimuti Minnie, dengan perlahan dia mengalihkan fokus pada lawan bicaranya.
"ah, ireumi…. Eun Ra. Park Eun Ra." Jawab sang gadis. "Senang bertemu kembali dengan mu Sungminiee. Ah bukan Hye Na-shi. Atau aku harus memanggil mu… Park Hye Jin." Sapa Eun Ra setelah melihat ekspresi terkejut dari lawan bicaranya.
"kau tak apa ming?" tanyaku panik melihat Minnie terduduk lemas di kursinya setelah sebelumnya menjatuhkan novel dan pulpen yang dipegangnya.
"sepertinya kekasih mu perlu beristirahat tuan cho, lebih baik kau menyudahi acara ini karena sepertinya dia tak akan bisa melanjutkannya kembali." Ucap si namja yang belum diketahui namanya. "hubungi kami jika kau penasaran mengapa aku berbicara seperti ini." Ucapnya sebelum pergi seraya meletakkan sebuah kartu nama.
.
.
Kini kami berada di ruang perawatan salah satu rumah sakit di seoul, benar saja sesaat setelah mereka pergi, kami memutuskan untuk menghentikan acara setelah melihat kondisi minnie yang tak kunjung membaik. Terlihat Minnie tertidur pulas diranjangnya karena pengaruh obat penenang. Tak lama terdengar suara pintu terbuka, ternyata itu leeteuk eomma dan kangin appa.
"yeobo-ya lihat lah bagaimana uri Minnie sepeti ini. Hiks" rancau teuki eomma tak jelas saat melihat kondisi Minnie
"eommaaa, aku mohon tenanglah, Minnie tidak akan bisa beristirahat dengan tenang jika kau terus merancau tak jelas seperti ini." Ucapku menenangkan eomma.
"apa kau bilang eoh? Beristirahat dengan tenang? Kau fikir putriku sudah mati! Semua ini karena kau! Sudah ku bilanng bukan untuk mencegahnya melakukan semua ini. Kau bilang kau akan melindunginya! Aaaa!" rancau eomma sambil memukul-mukul dada dan perut ku.
"eomma tenanglah, aku tak akan lupa dengan janji ku." ucapku kembali menenangkan sambil memeluk teukki eomma. "apa kau tak sedih jika melihat Minnie sadar sedangkan kondisi eomma seperti ini?" tanyaku membujuk.
"yeobo kau harus kuat, aku yakin kyuhyun juga merasa sedih." Kali ini kangin appa yang berbicara.
.
Aku benar-benar tak habis fikir dengan apa yang terjadi, belum lagi identitas kedua orang misterius itu terungkap, tingkah Minnie setiap hari semakin aneh. Aku bahkan masih mengingat dengan jelas setiap ucapannya ketika pertama kali sadar.
.
.
Flashback On
Perlahan ku buka mata ku saat aku merasakan belaian di kepala ku ketika aku tertidur menunggui Minnie dirumah sakit. Ku lihat dia tersenyum pada ku. sungguh indah senyumannya.
"apa aku mengganggu tidurmu oppa?" tanyanya
"kau sudah sadar? Bagaimana keadaan mu? Apa yang kau rasakan? Tunggu sebentar, biar ku panggilan dokter untuk memerik…"
"andwaeyo oppa" ucapnya menahan ku.
"waeyo ming?"Tanya ku bingung
"aniyo oppa. Aku hanya ingin berdua dengan mu."
"tapi dokter harus memeriksa kondisi mu dulu."
"aku baik-baik saja."
"benarkah?" Tanya ku memastikan, dan dia hanya mengangguk lucu.
"cha! Duduklah disini" ucapnya sambil menepuk-nepuk tempat disampingnya yang kosong karena dia bergeser.
"aku dibawah saja Minnie-ya"
"baiklah" ucapnya sambil cemberut
"hentikan itu atau aku akan mencium mu saat ini juga." Ucap ku. uggh sungguh aku tak tahan melihat tingkah lucunya yang imut.
"yak byuntae-ya!"
"ya ya ya Minnie ya hentikan ini. Kau mau aku lupa ingatan karena kau memukul kepala ku terlalu keras." Ucapku meringis sambil melindungi kepalaku yang menjadi sasaran amukannya.
"aku tak mau mempunyai oppa yang mesum seperti mu."
"benarkah ming?"
"…"
"Ming?"
"…"
"baiklah jika itu maumu, aku akan pergi." Sungguh, aku hanya mencoba untuk menggodanya. Namun setelah aku berbalik dan melangkahkan kaki beberapa langkah, dia tak kunjung bersua untuk menahan ku. 'ada apa dengannya?' fikirku.
"jangan pergi. . . kumohon jangan pergi." Ucapnya lirih terdengar ketika ku membuka gagang pintu.
"hanya kaulah yang ku punya saat ini. Kumohon jangan tinggalkan aku sendiri." Bisiknya namum masih dapat terdengar ditelinga ku.
"chullie eomma pernah bilang bahwa kau terus mencariku selama sepuluh tahun. Aku sangat berterima kasih. Kau ingin aku berhenti dari menulis bukan baiklah aku akan menurutinya. Tapi aku mohon jangan temui orang itu. apa kau lebih mempercayai perkataan seseorang yang baru kau temui beberapa menit? Kumohon oppa jangan lakukan itu. . . . aku mohon percayalah pada ku"
Kriiieeet terdengar pintu terbuka "istirahatlah, aku akan pulang ke rumah sebentar untuk mengambil keperluan mu selama disini. Jangan fikirkan apapun, sebentar lagi teukki eomma dan chullie eomma akan datang." Ucapku sebelum melangkah keluar.
.
Flashback Off
.
.
"aarrrgghhh! Minnie-ya apa maksud ucapan mu?" gumam ku.
Kondisi jalanan yang lenggang pun mendukungku untuk menambah laju kecepatan mobil. Setibanya dirumah, aku bergegas menunu kamar tidur Minnie, setelah mengambil beberapa kepeluan dan memasukkannya kedalam tas, akupun begegas keluar. Ketika melewati mejanya, kulihat ada foto terbarunya bersama aku, kedua orang tuanya dan keluarga besarnya, dia terlihat sangat cantik ketika tersenyum. Ku lihat laci mejanya sedikit terbuka, rasa ingin menyelidiki pun hinggap dalam hati. Perlahan ku buka laci tersebut, kulihat sebuah kotak yang kutahu adalah tempat menyimpan kalungnya. Dibawahnya terdapat bingkai foto yang diletakkan terbalik.
"mengapa diletakkan terbalik? Memangnya itu foto apa?" Tanya ku bingung
Kriiiiiennnng…. Ponsel ku berdering ketika aku hendak mengambil bingkai tersebut
"yeoboseo"
"…."
"ne, aku masih dirumah. Waeyo?"
"…"
"mwo, bagaimana bisa?"
"….."
"baiklah, aku akan segera tiba disana. Eomma kau tolong tenangkan dia dulu selama aku dalam perjalanan dan jangan lupa untuk memanggil dokter."
"…."
"ne, aku mengerti."- pip
Setelah sambungan terputus, bergegas ku ambil tas dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Bagaimana dia melakukan hal nekad seperti itu ketika aku tidak ada.
.
.
.
Setibanya disana, kulihat teukki eomma terduduk lemas di kursi pengunjung sedangkan chullie eomma berdiri didepan pintu masuk.
"bagaiman keadaannya eomma?" tanya ku ketika telah tiba dihadapannya.
"kondisinya sudah lebih membaik ketika dokter memberinya obat penenang. Sekarang dia sedang beristirahat." Jawab chullie eomma
"bagaimana bisa terjadi seperti itu? Apa kalian tak becus menjaganya eoh?" ucap ku terbawa emosi
"apa kau bilang? Kau bilang kami tak becus? Jika kami tak becus lalu kau apa namanya?" kali ini teukki eomma yang menjawab
"apa maksud mu eoh?" emosi ku semakin tersulut mendengar jawabannya.
"kyunniee tenanglah... ketika kami tiba, minnie memang sudah tidak ada diruangannya. Seorang suster melihatnya sedang mengejar seseorang hingga ke depan rumah sakit. Tetapi ketika kami memanggilnya, ia malah menghindari kami dan berlari ke atap sambil berteriak histeris. Dia bilang, kau tidak boleh menemuinya, kau harus mempercayaiku, ku mohon jangan tinggalkan aku terus menerus hingga keatap, di atap...
"eomma ku mohon hentikan." Ucapku memotong pembicaraannya. Sungguh aku tak sanggup mendengar kelanjutannya.
"eomma maafkan aku, aku yang salah. Tak seharusnya aku meninggalkannya sendiri seperti itu. Aku memang bodoh. Maafkan aku." Ucapku menyesal.
.
.
.
Bulan demi bulan berlalu, kini kondisi Kyuhyun dan Sungmin mulai menjauh. Hal ini dikarenakan Kyuhyun yang harus bolak-balik Seoul-Tokyo untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi disana, ditambah lagi Sungmin yang sedang sibuk mengurus keperluan butik barunya yang akan di buka beberapa minggu lagi.
Sejak beberapa bulan yang lalu Sungmin menggeluti bidang baru, yaitu fashion. Kyuhyun tahu, ialah yang meminta Sungmin mencari kesibukan yang baru selama dia tidak ada. Tetapi kini ia menyesal karena Sungmin terlalu fokus hingga mengabaikan kesehatannya sendiri.
"Minnie ya kau mau kemana?" tanya kyuhyun melihat Sungmin yang sibuk sendiri sehabis sarapan
"Aku harus ke gangnam oppa"
"Sepagi ini? Kau bahkan baru kembali 8 jam yang lalu."
"Bagaimana lagi oppa. Aku harus melihat kesiapan disana sendiri oppa."
"Bagaimana jika kau mengutus orang untuk kesana ming?"
"Aku tidak bisa melakukannya oppa. Bukankah sudah berkali-kali kita berdebat tentang hal ini?"
"Karena kau tidak mau mendengarkannya ming."
"Aku berangkat dulu neee... Chu" setelah meninggalkan kecupan ringan di pipi, Sungmin pun pergi.
. . .
Kyuhyun baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan para manager dari artis-artis asuhannya, namun kini ia sudah bergegas untuk menghadiri peresmian butik baru minnie, ya hari ini merupakan peresmian butik barunya. jalanan seoul yang sedikit padat mau tak mau membuatnya harus rela sedikit lebih lama dibalik kemudi. Hingga di persimpangan lampu merah ponselnya pun bergetar.
"Oppa eoddiseo? Apa kau lupa ini hari apa? Mengapa kau belum datang hmm?"
"Tentu saja aku mengingatnya ming, aku sedang dalam perjalanan. Jalanan sedikit padat saat ini."
"Baiklaaaaah... Cepat datang nee, ada yang ingin ku tunjukkan pada mu."
"Ayayay capteeen"
"Sudahlah, jangan balas pesan ku lagi, fokus saja pada kemudi mu oppa."
"Ckckck kau lucu sekali ming" gumam kyuhyun setelah melihat isi pesan dari minnienya.
Sementara itu di lokasi peresmian, Sungmin sedang berkumpul dan berbincang dengan beberapa orang yeoja. Sesekali mereka cekikinan setelah melihat sesuatu yang ditunjukkan oleh Sungmin dari ponselnya.
"Apa kau benar-benar bertukar pesan dengan Cho Kyuhyun?" tanya salah satu yeoja yang mengenakan dress merah maroon.
"Kau tidak percaya? Perlukah ku lakukan video call saat ini juga?" Jawab Sungmin tak senang.
"Ani ani, kau bisa memperkenalkannya pada kami langsung, maka kami akan benar benar percaya pada mu hye jin ya."
"Berhentilah memanggil ku dengan nama itu! Kau ingin aku memperkenalkan pada kalian?" tanya sungmin ragu
"Waeyo baby? Itu hal mudah bukan? Kecuali kau memang mengada-ada mengenai tuan muda cho mu itu."
"Hahahaha" semua orang yang terlibat dalam pembicaraan itu pun tertawa mendengarnya terkecuali Sungmin.
"Hentikan! Akan ku buktikan bahwa itu bukan hanya khayalan ku saja, lihat saja nanti!" ucap Sungmin kesal.
Kyuhyun's POV
Aku baru saja menginjakkan kaki di butik ini tetapi ku lihat Minnie sudah berlari menghampiri ku dari dalam sana. Ada apa dengannya tak biasanya dia seperti ini.
"Waeyo ming? Kau tak perlu berlari seperti itu..." ucapku melihatnya yang sedikit terengah-engah.
"Kau lama sekali oppa." jawabnya sambil mempoutkan bibirnya
"Hentikan itu ming, kau ingin aku menerkam mu saat ini juga eoh?"
"Kau benar-benar menyebalkan oppa."
"Aku juga mencintaimu ming..."
"Aish, masuklah kalau begitu."
"Apa aku ketinggalan banyak ming?"
"Kau tertinggal setengah acara tuan cho."
"Benarkah? Padahal aku sudah berusaha secepat mungkin untuk datang kemari."
"Benarkah?
"Tentu saja. Waeyo ming? Apa ada sesuatu yang salah?
"Aniii ... Hanya sajaaa..."
"Katakan minnggg..."
Krrriiieeng~~
"Tunggu sebentar ming" ucap kyuhyun pada sungmin
"Yeoboseo"
"..."
"Nde? Itu bagus, kapan?"
"..."
"Mwo? Aku sedang di gangnam saat ini."
"..."
"Katakan pada mereka untuk menunggu ku sebentar jika mereka memang bersungguh-sungguh."
"..."
"Ndee aku mengerti."
"Waeyo oppa?" tanya Sungmin yang terlihat kebingungan.
"Anii, tapi sepertinya aku harus segera kembali ke kantor ming."
"Wae? Kau baru saja tiba?" kali ini ia bertanya dengan nada sedikit panik.
"Ada investor dari luar yang tertarik pada salah satu artis ku."
"..." ia tak menjawab, Namun kekecawaan jelas terlihat diwajahnya.
"Mianhae ming. Baikalah, sebelum aku pergi, apa ada yang bisa ku lakukan?" tanyaku bernegosiasi
"Apa kau akan benar-benar melakukannya?" tanyanya tertarik
"Tentu saja ming, asal kau tidak memintaku untuk meloncati namsan tower saja." jawabku bergurau.
"Mana mungkin oppa. Kau lihat sekumpulan yeoja disana?" tunjuk minnie pada segerombolan yeoja di pojok sana.
"Yang mana? Yang itu? Tanya ku memastikan.
"Benar, maukah kau memperkenalkan diri pada mereka?"
"Mwo? Berkenalkan dengan mereka?"
"Waeyo oppa? Bukankah kau bilang akan melakukannya."
"Aku tidak ingin berkenalan dengan orang asing ming..."
"Tapi mereka teman-teman ku oppa."
"Mereka adalah teman-teman mu? Baiklah kalau begitu..."
"Cha, kuantar kau kesana."
"Omona bukankah kau presdir baru S&K Ent.?" tanya yeoja yang mengenakan dress hitam ketika kami tiba disana.
"Whhhaaa daebak bagaimana bisa kau mengenalnya hye jin ya?" lagi-lagi yeoja berambut blonde yang bertanya.
"Bukankah sudah ku bilang jangan pernah menyebut nama itu lagi?" bisik sungmin
"Waeyo ming?" tanya ku pada sungmin ketika aku melihat ia berbisik pada salah satu temannya.
"Ani oppa, gwaenchanna. Cha kau bisa memperkenalkan diri pada mereka sekarang."
"Baiklah, annyeong naneun Cho Kyuhyun imnida. Senang berkenalan dengan kalian. Dan seoga kalian bisa terus bekerja sama dan menjaga uri minnie. Salam kenal."
"Apa kau benar-benar bertunangan dengan hye hyaa appo ekhm maksud ku dengan Sungmin?" kali ini yeoja yang mengenakan dress merah maroon yang bertanya.
"Aku yakin kalian berteman cukup dekat hingga uri minnie hingga ia telah bercerita banyak pada kalian." jawab ku. Sungguh aku tak menyangka bahwa Sungmin bercerita sejauh itu.
"Ming, ada lagi yang kau inginkan?" tanya ku pada Minnie
"Anii, gomawo oppa."
"Baiklah, aku harus kembali ke agensi. Maaf tidak bisa menemanimu hingga akhir acara.
"ucapku menyesal. "Selamat menikmati acaranya. Sampai nanti dirumah ming..."
" Nee oppa gwaenchanna. Bye ... Hati-hati"
. . .
Sinar matahari perlahan memasuki sudut-sudut ruangan kamar bercat putih ini melalui sela-sela ventilasi udara. Perlahan menyusuri tiap-tiap bagian kamar hingga mengenai sebuah gundukan bertutupkan selimut diatas ranjang, ya itu Cho Kyuhyun. Merasa tidurnya terusik, kyuhyun pun bangkit dan melihat jam di dinding kamarnya, pukul 11. Setelah mencuci muka, ia pun keluar kamar untuk menemui minnienya di kamar yang berada di sampingnya. Setelah mengecek ke dalam, ternyata hasilnya nihil. Pikiran buruk mulai menghantui kyuhyun, mungkinkah ia tak pulang mengingat sungmin yang sering pulang larut akhir-akhir ini. Tak lama terdengar ponselnya berdering, menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang.
"Yeoboseo"
"..."
"Nde, ini dengan saya sendiri."
"..."
"Baiklah aku akan segera kesana. Segera setelah kau memberikan alamatnya."
"..."
"Nde, aku mengerti." - pip
. . .
Waktu masih menunjukkan pukul 11:41 tetapi sepertinya mirotic club tak pernah tidur. Bunyi dentuman musim dj dan bau alkohol meyambut kedatangan kyuhyun disana, setelah berbicara pada seorang bartender, diantarnya kyuhyun ke lantai atas dari gedung ini. Gelap, itulah kesan pertama yang kyuhyun dapat dari lantai ini, lantai yang dedesign denga kamar-kamar disisi kiri dan kanannya itu hanya diterangi oleh sebuah lampu redup ditengah-tengah lorongnya. Setelah tiba didepan sebuah kamar, bartender tersebut memberi hormat kemudian pergi.
"Semoga, kau tidak ada didalam sana ming." gumam Kyuhyun sebelum membuka pintu.
.
.
.
To be Continue
.
Tatarattata akhirnya punya kesempatan buat ngelanjutin ff ini. Adakah yang masih ingat dengan ini?.
Gomawo juga buat para readers maupun siders yang udah baca, review, follow dan favorite. Tanpa cuap-cuap, tanpa basa basi, semoga kali menyukai chapter ini. Silahkan tinggalkan jejak untuk kritik dan saran.
.
.
.
See you soon, annyeong
