After The Weeding
Novel Remake, karya Kim Ji-Oh
Min Yoongi
X
Park Jimin
MINYOON/MINGA/YOONMIN FANFICTION
New chara muncul~ Hoseok x Namjoon
RATED BERUBAH – UBAH SEWAKTU – WAKTU!
IF YOU DON'T LIKE. DON'T READ IT !
IF YOU WANT COPAS, WITH AUTHOR NAME JUSEYO
Genderswitch for Min Yoongi and other characters!
Happy reading~
.
.
.
.
Hoho~ sebelumnya makasih baik sider maupun yg bukan sider ataupun yg msh setia baca ini, favorit following juga. Makasih banyak. Mungkin pada bingung yah sm konflik yg terjadi. Ikutin aja alur ini terus. Nanti kalian jg paham. Aku dulu pertama baca ini juga bingung wkwk. Tp karena penasaran jadinya yahh dibaca terus. BTW ajhumma ingatkan ini emg remake novel ya sayang ^^
.
.
.
.
.
.
After the Wedding
Chapter 20
Aku Bebas di Pelukannya
Cinta adalah kebebasan! Hanya cinta yang merupakan sebuah kebebasan!
.
.
..
.
.
.
.
.
.
"Ehmm, Jimin… kau dengar sesuatu?"
Yoongi terbangun saat mendengar sebuah suara samar, sedangkan Jimin menyusup ke dalam selimut karena merasa terganggu. Namun, Yoongi malah mencoba bangun dengan susah payah.
"Handphone-ku. Biarkan saja, Yoongi."
"Sepertinya ini mendesak, apalagi karena orang ini menelepon tengah malam begini."
"Suruh tunggu saja, sampai matahari terbit."
Suara handphone masih terus terdengar. Walaupun sangat pelan, lama-kelamaan suara tersebut menjadi sangat mengganggu, seperti jam dinding antik yang terus berdetik. Di malam yang sunyi. Yoongi menghela napas dan berdiri. Ia menuju ruang tamu, mencari-cari handphone Jimin di antara baju-baju Jimin.
"Ha…"
"Pak Direktur, sudah diperbaiki! Saya sedang di Insa-dong, sudah diperbaiki! Sekarang anda bisa tenang!"
Apa maksudnya? Apa yang sudah diperbaiki sampai-sampai ia menelepon direkturnya tengah malam begini? Yoongi memastikan kembali layar handphone dengan wajah kebingungan sebelum menempelkannya lagi ke telinganya. Yoongi berpura-pura batuk kecil, lalu memulai pembicaraan.
"Mmm, apa anda sekretaris Pak Direktur? Sekarang beliau sedang tidur, mau dibangunkan?"
"Ah, Nyonya Besar! Ya ampun, dasar… ada sesuatu yang harus saya sampaikan."
"Ada apa? kalau memang mendesak, nanti aku bangunkan. Memang apa yang sudah diperbaiki?"
"Ya? Iyaa, ituu… patung buatan Nyonya Besar. Patung di atas meja Pak Direktur. Tadi pagi sekretaris perempuan yang baru menjatuhkannya sampai pecah. Pak Direktur benar-benar marah… Ya ampun, benar-benar menakutkan. Untunglah saya sering mendengar bahwa di Insa-Dong ada seorang seniman hebat, jadi saya datang ke sini dan berhasil memperbaikinya dengan sempurna. Hahaha…"
"Ja… Jadi begitu. untunglah. Terima kasih atas kerja kerasnya, Sekretaris Shim."
"Ah, tidak apa-apa, kok. Tolong sampaikan ke Pak Direktur, ya. Maaf karena menelepon malam-malam. Selamat tidur, Nyonya Besar."
"Iya, selamat malam."
Patung buatan Yoongi, yang ia kira telah dihilangkan oleh Jimin, ternyata diletakkan di meja kerja Jimin. Sepertinya Jimin sangat menyayangi benda itu. Hati Yoongi yang selama ini sedih tiba-tiba dipenuhi bunga yang bermekaran di musim semi. Pasti Jimin marah besar kepada nona muda yang memecahkan patungnya. Tidak. Sekretaris Shim juga terdengar sangat senang karena telah berhasil memperbaiki patung itu. Pasti amarah Jimin tidak hanya ditujukan pada sekretaris barunya. Padahal patung itu tidaklah seberhaga itu. Tenang, sekarang Yoongi merasa tenang. Hati Yoongi dipenuhi rasa lega dan bahagia.
Yoongi masuk kembali ke kamarnya, menutup pintu lalu bersandar di pintu. Terlihat siluet Jimin yang panjang yang sedang tidur tengkurap di dalam kegelapan. Walaupun Yoongi tidak membuat suara sama sekali, Jimin tetap menoleh dan memandang Yoongi. Tampan. Suaminya sangat tampan. Haruskah kubelikan ia onxy hitam pekat untuk bahan patung berikutnya? Atau patungnya saja yang nanti dilambangkan dengan onxy? Pasti sangat bagus.
"Kenapa? Dari siapa?"
"Oooh, Sekretaris Shim. Sekretaris perempuan itu masih kerja di kantormu?"
"Sial! Benar-benar tidak peka! Seharusnya ia tidak memberitahumu. Maaf. Tangan perempuan bodoh itu bergerak ke sana kemari dan akhirnya memecahkan patung buatanmu."
"Tidak, katanya sekarang sudah diperbaiki, kok. Kau tidak memecatnya, kan?"
"Siapa? Aaah, iya."
"Maksudnya?"
"Aku langsung memecatnya. Aku tidak mau lagi melihat perempuan yang melakukan hal bodoh sejak hari pertamanya masuk kerja."
"Jiminniiieeeeee…"
Yoongi merasa simpati kepada perempuan muda yang dipecat pada hari pertamanya bekerja. Ck ck ck. Apalagi, Jimin adalah orang yang selalu berteriak dan memperlakukan semua orang di sekitarnya seperti kucing yang menangkap tikus jika sudah marah. Pasti ia sangat terkejut, apalagi itu hari pertamanya.
"Hmmm."
Yoongi yang merasa simpati telah menetapkan hatinya. Jimin telah menghancurkan hari kerja perdana perempuan muda itu karena peristiwa sepele, jadi Yoongi ingin menenangkan amarah Jimin yang masih membara. Kalau begini, mungkin aku bisa membuat salah satu orang di sekitar Jimin menjadi orangku.
Yoongi duduk di pinggir tempat tidur sambil mengusap punggung Jimin. Jimin langsung bereaksi karena sentuhan Yoongi.
"Suruh ia kembali ke kantor, Jimin."
"…"
"Katanya, kau membuat orang-orang di sekitarmu kesulitan saat aku di Pulau Jeju, kan? Memecat seseorang karena melakukan kesalahan untuk pertama kalinya sepertinya agak keterlaluan, deh. Ya, kan? Suruh ia kembali, ya?"
"…"
"Kalau kau terus bersikap keras kepala…"
Yoongi terus merayu Jimin. Sepertinya sangat cocok jika aku membuatkan patung onxy hitam untuknya. Kalau aku menghadiahkan patung itu padanya, dimana Jimin akan meletakkannya, ya?
"Uugh… Yoongi, dasar… oke! Aku akan menyuruhnya kembali. Yoongi…" Jimin berusaha menahan Yoongi yang terus mendekat dan merayunya. Mendorongnya hingga terjatuh ke tempat tidur.
Jimin mengangkat badannya sampai posisinya terlihat setengah duduk, ia melihat Yoongi yang memandanginya dengan mata penuh canda. Cantik. Jimin mengulurkan tangannya dan memeluk kepala Yoongi. Wajah Yoongi makin mendekatinya. Cantik…
"Aku mencintaimu, Jimin."
"Iya."
"Aku akan membuatkanmu patung lagi dalam waktu dekat. Patung yang keren."
"Iya."
Jimin mengelus-elus Yoongi, memuaskan diri dengan menikmati kecantikan dan cinta sang Istri. Yoongi tertawa kecil, membalas kasih sayang Jimin. Memberikan seluruh diri dan cintanya pada sang suami pada malam itu untuk kedua kalinya. Mereka saling berpelukan. Saling berbagi. Menghembuskan dan menghirup udara yang sama. Lagi dan lagi. Keintiman, gairah, kemesraan, dan cinta, memadukan mereka berdua.
"Aku mencintaimu, Yoongi. hanya kau, hanya kau seorang…" desah Jimin.
Puncak kepuasan yang merupakan salah satu bahasa cinta, bahasa cinta yang paling sejati. Park Jimin mencintai Min Yoongi. Min Yoongi mencintai Park Jimin. Hanya itu yang penting di dunia ini.
END
.
.
.
Akhirnya END juga fanfict ini, sengaja langsung publish 3 capt, permintaan maaf karena keterlambatan saya TT dari kemaren diluar kota terus.. sebulan saya diluar kota, menjadi tukang ojek sana sini. Hahaha, and H-3 Pengumuman SBMPTN guys. Doain ya readers makasih sudah mendukung FF ini dari awal sampai akhir dan ga pernah bosen maaf ya karena suka apdet lama" TT
See you in another fanfiction guys~
THANKS FOR READING
REVIEW PLEASE?
