YOU ( Do Kyungsoo Love Story )
Chapter 3
Do Kyungsoo 25thn
Kim Junmyeon 30thn
Park Chanyeol 27thn
Kim Jongin 27thn
Kim Jongdae 32thn
Kim Minseok 27thn
Zhang Yixing 28thn
Do Kyungsoo love story /RatedM!/KyungsooGS!/[SUD.O]/[CHANSOO]/[KAISOO] Kyungsoo yang tidak mau jatuh cinta lagi bertemu dengan pria yang tidak ingin berkomitmen dan anti pernikahan dan hal hal yang berbau 'berkeluarga'. Tapi cinta mengalahkan segalanya walau berawal dengan keterpaksaan mereka bersama.
Chapter 3
Author POV
Kyungsoo merasakan ada sentuhan sebuah telapak tangan besar yang menyentuk pundak polosnya.
"Hallo nona DO"
Kyungsoo tahu suara siapa ini. Tidak salah lagi. Kim Junmyeon.
"akhirnya anda datang nona Do" sapa Junmyeon
"ah, presdir Kim. Terimakasih atas undangan pestanya, dan anda bisa memanggil nama saya saja Kyungsoo, presdir Kim."
Jawab Kyungsoo yang risih akan sebutan nona Do yang diberikan Junmyeon yang kesannya ia adalah pejabat atau apa pikirnya.
"baiklah Kyungsoo, anda juga harus memanggil nama saya saja dan jangan pernah panggil saya presdir atau tuan lagi! Oh iya dan bisa kah kita berbicara tidak terlalu formal? Ini bukan jam kerja Kyungsoo-ssi"
" a- aah baiklah pres—ah maksudku Junmyeon-ssi"
Junmyeon tersenyum mendengar Kyungsoo menyebutkan namanya.
"oh iya. Kyungsoo ayo ikut denganku kesana, kurasa kurang nyaman hanya berdiri saja disini" ajak Junmyeon untuk duduk ditempat yang disediakan diujung ruangan. Tampaknya usaha Junmyeon cukup berhasil untuk membawa gadis itu berduaan saja. Oh iya, aku lupa pesta macam apa ini.
Karena ini bukanlah pesta perayaan penting, sebenaarnya acara ini tidak begitu formal, karena bisa dilihat ballroom hotel ini disulap hampir mirip dengan klub malam mewah yang ada di lantai paling atas hotel ini. Hanya saja, dekorasinya masih sedikit lebih formal dan hanya lantai dansa, dj, bar, sofa sofa yang menjadikannya terlihat seperti klub malam. Dan tentu saja. Mewah.
Junmyeon mengajak Kyungsoo duduk ditempatnya yang sedari awal dia tempati untuk mengawasi pesta dan mengamati Kyungsoo.
Yixing sudah hilang entah kemana, mungkin pulang karena ia rindu istri tercintanya atau mungkin dia sedang keluar dari ballroom ini karena muak akan suasananya dan juga muak akan kelakuan sajangnim nya ini.
Junmyeon menuntun Kyungsoo untuk duduk di sofa yang ada disudut ruangan tersebut, dan ia menempatkan dirinya di sofa yang berlawanan arah dengan Kyungsoo. Junmyeon memulai pembicaraan yang awalnya mengenai proyek yang ditangani Kyungsoo. Ia memuji bagaimana arsitektur hotel barunya sesuai dengan apa yang ia inginkan yang Kyungsoo design lalu tentang kelanjutan proyek dan segala hal tentang urusan kantor sampai akhirnya pembicaraan kearah yang lebih personal,
"Kyungsoo bagaimana hidupmu? Bisa kau ceritakan?"
"kau tidak akan begitu tertarik dengan hidupku Kim Junmyeon-ssi"
"memangnya kenapa? Kupikir kau cukup menarik"
"hidupku seperti wanita lainnya yang bekerja diluar sana. Pagi bekerja, pulang bekerja sedikit menikmati waktunya lalu beristirahat dan seperti it uterus setiap hari, paling weekend aku akan memiliki waktu yang akan kuhabiskan semauku."
"hahahaha maksud pertanyaanku tidak seperti itu Kyungsoo."
Ujar Junmyeon sambil melontarkan tawa khasnya. Kyungsoo hanya menatap Junmyeon denngan tatapan penuh tanya.
"Kulihat kau datang kesini sendirian."
"ya. Rekan kerjaku yang kau undang juga keduanya berhalangan hadir, dan ya jadinya aku hanya membawa diriku sendiri kemari."
"apa tidak ada, kekasih?" tanya Junmyeon ragu ragu
"aku tidak tertarik dengan hubungan semacam itu Kim Junmyeon-ssi." Uncap Kyungsoo sambil mengambil gelas yang terisi red wine yang sedari tadi sudah tersedia di atas meja.
Junmyeon yang mendengar penuturan Kyungsoo pun tersenyum myeringai.
"kau benar-benar seperti diriku soo."
"benarkah?"
"aku juga bukan pria yang senang akan hubungan seperti itu. Terutama komitmen."
"tapi kau jangan salah paham. Aku juga memang ingin bebas tapi wanita mana sih yang tidak ingin berkomitmen. Hanya saja aku memang sudah tidak bisa merasakan hubungan seperti itu. Gairahku untuk mencitai sudah mati."
"jadi kau benar benar tidak akan berkencan dengan seorang pria?"
"mungkin saja, tapi jika hubungan tipe lain aku akan mepertimbangkannya."
"hubungan seperti apa itu?" tanya Junmyeon penasaran sambil menegak wishkey yang sedari awal ada di atas mejanya. Perbincangan keduanya yang sedari awal ditemani oleh minuman minuman keras membuat obrolan mereka sedikit ringan, bahkan mereka terlihat seperti teman akrab dan omongan mereka semakin lepas terbawa suasana. Dan menurut Junmyeon semua itu. Sempurna.
Kyungsoo menjawab pertanyaan Junmyeon
"Friends with benefit mungkin?" jawab Kyungsoo ragu ragu dan Junmyeon yang menyimak penuturan Kyungsoo langsung tersenyum menyeringai dan satu yang terlintas di otaknya.'menarik'
"lalu jika sudah menemukan 'pasangan' apa kau benar benar melakukan hubungan seperti itu?"
"tidak ada salahnya kan. Selama pria itu memenuhi kriteriaku." Jawab Kyungsoo yang sudah semakin tak terkontrol tapi kalau boleh jujur jika dalam keadaan sadarpun pasti omongannya pun akan sama saja tetapi jika dalam keadaan sadar, nyalinya untuk mengatakan hal ini tidak ada sama sekali apalagi mengatakannya dihadapan seorang Kim Junmyeon. Dan Junmyeon harus berterimakasih kepada wine, wishkey, beer dan berbagai minuman beralkohol lainnya yang ada diatas mejanya.
"seperti apa tipe pria mu untuk hubungan yang kau inginkan?" tanya Junmyeon sambil berharap dia masuk kekategori itu.
"mungkin pria yang dapat mengerti aku, cukup baik, tidak menginginkan komitmen denganku karna kami hanya berbagi gairah saja bukan cinta, tidak terlalu ikut campur dengan urusanku dan bisa merahasiakan hubungan kami."
Junmyeon menyimak penuturan Kyungsoo dengan sangat sangat serius. Sepertinya pria ini tertarik sekali dengan hubungan yang Kyungsoo sebutkan. Lalu seetelah itu bibir Kyungsoo terbuka kembali untuk mengucapkan kata selanjutnya.
"mungkin.. pria itu seperti.. dirimu. Kim Junmyeon."
Suho POV
"mungkin.. pria itu seperti.. dirimu. Kim Junmyeon."
Tuhan benar benar sedang memihak kepadaku. Dan Yixing, besok kau akan kuberi bonus!
Aku menatap intens wanita dihadapanku ini. Wajahnya yang memerah akibat pengaruh alcohol, mata indahnya yang mulai terlihat sayu, beberapa helai rambutnya yang mulai menutupi wajahnya member kesan sexy yang begitu membakar diriku. Mungkin kesadarannya dengan beberapa tegak tequila akan benar benar hilang.
Dan aku setelah mendengar kalimat terakhir yang terlontar darinya mulai mengajukan hubungan seperti apa yang dia inginkan..
Kyungsoo POV
Semakin kesini kurasakan diriku yang semakin mabuk karena perkataanku yang semakin tak terkontrol. Tapi bagaimana pun entah mengapa semua pembicaraanku dengan Kim Junmyeon sangatlah nyaman dan aku seperti bebas sekali mengoceh didepannya dan sialnya ocehan ku ini sudah menjurus ke vulgar tapi aku tidak menyesal. Karna dia cukup menggairahkan menjadi partner 'friends with benefit' ku.
Author POV
"mungkin.. pria itu seperti.. dirimu. Kim Junmyeon."
Cukup lama hening setelah itu dan kesadaran Kyungsoo nyaris hilang sepenuhnya karena minuman yang terus menerus ia tegak. Rencana awalnya untuk hanya sekedar setor muka gagal sudah.
Junmyeon yang masih menatap intens wanita dihadapannya ini akhirnya buka suara
"bagaimana jika aku menginginkan hubungan yang sama? Dan itu denganmu Kyungsoo"
"aku tidak bisa menolak tuan Kim." Jawab kyungsoo seductive
Junmyeon yang sedari awal sudah terbakar gairah mulai pindah duduk disebelah Kyungsoo dan melingkarkan lengannya di pinggang ramping Kyungsoo dan berbisik ketelinga wanita itu
"mulai sekarang. Kau. Adalah. 'Friend with benefit'ku. Kyungsoo."
Dan setelah itu Junmyeon mengecup telinga Kyungsoo hingga leher jenjangnya. Kyungsoo yang memang sudah tak sepenuhnya sadar akibat alcohol pun menanggapi perlakuan Junmyeon dan ia tak bohong kalau ia sama bergairahnya dengan pria itu.
Tangan Junmyeon sudah meraba-raba kedaerah yang memang sudah menjadi incarannya. Tubuh keduanya sudah begitu melekat. Kyungsoo sudah pasrah dalam pelukan pria penguasa itu.
Setelah lama berpangutan mesra, Junmyeon memutuskan meninggalkan pesta dan menyeret Kyungsoo ke kamar hotel pribadinya dan melanjutkan apa yang harus dilanjutkan sampai ia puas, sampai gairahnya semakin terbakar dan melayang karna kepuasan.
Dan kalau kau tanya Kyungsoo ia tidak menyesal. Bahkan ketika fikirannya kembali normal dan menyadari hubungan ini akan berlanjut sampai enta kapan. Mungkin sampai Junmyeon dan Kyungsoo meledak akan kenikmatan tak berujung atau sampai hukuman menantinya atas dosa ini. Kyungsoo tetap tidak menyesal. Kurasa belum..
Fast update yeeaaay! Maaf kalau kurang panjang. Tapi aku emang gabisa ngetik panjang2 karena feel ya pasti berentinya disitu hehe. Makanya aku usahakan fast update karna sekali ngetik langsung post takut mood akunya ilang. Jadi maaf ya kalau kependekan tapi aku janji kalau updatenya gak lama lama karna kalau panjang2 kayanya aku update lama karena ngetik yg tersendat2 nunggu mood atau gimana hehe.
Sekali lagi review juseyoooo pleaseee ehehehe
Thank you yang udah review, follow dan favorite ehehehe\
See youy next chapter~
150719 1:27AM
