YOU ( Do Kyungsoo Love Story )
Chapter 5: our holiday
Do Kyungsoo 25thn
Kim Junmyeon 30thn
Park Chanyeol 27thn
Kim Jongin 27thn
Kim Jongdae 32thn
Kim Minseok 27thn
Zhang Yixing 28thn
Do Kyungsoo love story /RatedM!/KyungsooGS!/[SUD.O]/[CHANSOO]/[KAISOO] Kyungsoo yang tidak mau jatuh cinta lagi bertemu dengan pria yang tidak ingin berkomitmen dan anti pernikahan dan hal hal yang berbau 'berkeluarga'. Tapi cinta mengalahkan segalanya walau berawal dengan keterpaksaan mereka bersama.
Chapter 5
Kyungsoo POV
Makan malam berlangsung dengan begitu sempurna sambil diselingi oleh pembicaraan pembicaraan dengan aku yang mendominasi untuk bertanya dan seketika aku pusing karna mengetahui betapa kayanya orang yang ada di hadapanku ini, Kim Junmyeon.
Setelah makan malam, Junmyeon mengajakku berkeliling resort mewah miliknya dan akhirnya kami berhenti ke kolam renang yang menghadap ke pantai. Kami duduk di pinggir kolam renang sambil menikmati lampu lampu indah disekeliling kami dan suara ombak yang sedikit jelas terdengar darisini.
Aku dan Junmyeon berbincang bincang di tepi kolam renang sambil memasukkan kaki kami ke air. Disaat seperti ini Junmyeon tidak terlihat seperti presdir angkuh yang sangat berkuasa, justru disini Junmyeon terlihat seperti orang biasa dan beberapa kali dapat kulihat ia tertawa dan aku tersenyum melihatnya. Tidak ada Kim Junmyeon yang angkuh hariini. Kami bersenda gurau dan sesekali bersenandung. Kami bercerita beberapa hal mulai dari kita masih kecil dan benar benar, Kim Junmyeon ini memang terakhir kaya raya. Dia bercerita tentang dirinya yang tidak ingin berkomitmen dan ibunya yang memaksanya untuk menikah, dan aku tahu kenapa ia menginginkan hubungan frends with benefit denganku dan alasanyannya hampir sama denganku.
"aku butuh melampiaskan gairahku kyung dan aku ingin melampiaskannya kepada wanita yang tepat, dan aku tidak ingin menikah asal kau tahu karna aku tidak butuh hal hal seperti itu. Dan memang sudah lama aku berfikir akan hubungan sperti ini, kita berteman tetapi berbagi sex dan tidak akan ada tuntutan merepotkan karna kita hanya teman, mungkin bisa bersahabat. Dan ketika bertemu dengan mu seudah lama aku tertarik dan ternyata kita cocok" ucap Junmyeon kepadaku.
Dan aku bertanya kepadanya kenapa tidak menyewa pelacur saja dan dia menjawab "sebelumnya aku pernah menyewa pelacur pelacur kelas atas seperti seorang idol yang tengah naik daun dan masih membutuhkan pasokan dana untuk promosinya atau seorang model yang dijual agency nya untuk menjadi pelacur sesekali atau ada juga aktris terkenal yang memang bisa kutiduri dengan imbalan yang fantastis. Tapi pada akhirnya mereka tertarik denganku dan aku tidak suka karena mereka tidak lebih dari seorang yang pelacur yang ku sewa tapi mereka menginginkan hubungan denganku untuk popularitas atau untuk kesenangan mereka semata." Ucapnya Junmyeon dengan santai. Lalu aku bertanya
"lalu bagimu apa aku sama dengan pelacur pelacur kelas atas yang kau sewa itu?"
"jujur awalnya aku tertarik denganmu dan sempat berfikiran seperti itu, bahwa kau bisa kuajak ke ranjang dengan imbalan harta, tapi setelah berbincang bincang denganmu di pesta, ternyata kau tidak seperti itu, dank au sama sepertiku. Dan kufikir lebih baik berhubungan dengan satu wanita saja kan? Dan walaupun berhubungan dengan satu wanita saja aku tetap tidak terikat apapun denganmu dank au tidak akan menuntut lebih jadi kufikir kau tepat sekali untuk menjadi sahabatku lagi pula kau merupakan wanita independent yang sangat cerdas dan aku tidak akan malu jika suatu saat kita tertangkap kamera tengah bercumbu" ucap Junmyeon nakal dan aku hanya memberi pukulan ringan ke tangannya.
"soo jadi mulai sekrang kita adalah teman dan jangan ragu jika kau butuh apapun dan jangan sungkan kepadaku karna kita teman right? Dan jika aku menginginkanmu di ranjang tetapi kau tidak menginginkannya kau bisa menolak dan aku akan memperlakukanmu dengan baik."
Aku hanya tersenyum kepadanya dan membiarkannya berbicara lagi, karna aku senang dengan dirinya yang banyak bicara ketimbang dirinya yang bersikap dingin irit bicara. "Soo, ayo kita ke kamar, angin malam semakin kencang, kau bisa sakit." Lalu aku menurut dan membiarkan Junmyeon manggenggam tanganku dan menyeretku masuk.
Junmyeon membawaku ke kamar pribadinya di resort ini dan aku tepukau akan interiornya.
"Soo, aku akan mandi terlebih dahulu, kau bisa bersantai sebentar dan.. oh iya sudah ada pakaian yang pas untukmu di lemari, kau bisa mengeceknya." Lalu Junmyeon pergi melangkah kedalam kamar mandi. Lalu aku berjalan ke arah lemari besar yang ada di ruangan kecil di pojok kamar yang bersebelahan dengan kamar mandi, dan ketika kubuka pintu lemari pakaian tersebut ada beberapa pakaian cantik, oh tuhaan aku disini hanya sampai besok hari dan dia menyiapkan pakaian seperti aku tinggal disini saja. Aku dapat melihat ada beberapa dress musim panas cantik dengan warna warna cerah yang tergantung di lemari, dan setelah kulihat lihat ada beberapa lingerie yang tergantung dan damn! Lebih banyak lingerie yang tergantung dan beberapa bikini yang terlipat di laci lemari daripada baju yang pantas dipakai keluar dari kamar. Dapat kulihat lingerie berwarna putih dengan renda dan tidak terlalu menerawang seperti lingerie lainnya yang sangat menerawang dan menantang. Dan karna tidak ada baju tidur dan kufikir Junmyeon memang membelikannya karna ingin melihatku dengan lingerie lalu kuputuskan untuk mengambil lingerie putih yang sedaritadi aku pilih untuk kugunakan setelah mandi. Sambil menunggu Junmyeon yang masih membersihkan diri, aku berjalan menuju balkon kamar dan berdiam diri menatap pantai sambil menumpukan kedua lenganku di pagar pembatas balko. Aku menatap laut malam indah dengan langit yang bertabur bintang dan menikmati suara ombak yang menenangkan sambil menerawang kejadian kejadianku dengan Junmyeon kebelakang. Kejadian kejadianku dan Junmyeon memang berlangsung begitu cepat tapi Junmyeon seakan sudah tau segala sesuatu tentangku dan ya mungkin saja dia menyewa orang suruhan untuk menyelidiki latar belakangku karna mungkin hal seperti sekarang tidak terjadi, dan ya aku memang tertarik dengannya karna dia tampan dan gentle, oh ya tentu saja tertarik bukan arti menyukai untuk menjadikannya kekasih. Dan yang paling penting kami membutuhkan satu sama lain dan memiliki hubungan tanpa terikat satu sama lain. Kami teman.
Lalu tibatiba dapat kurasakan ada sepasang tangan yang melingkar di perutku dan wangi khas after shave yang mulai sekarang menjadi favoritku dan wangi mint khas pria yang sangat menggoda ini.
"kenapa kau disini Soo? Kau bisa masuk angin, anginnya begitu kencang malam ini, lebih baik kau masuk kedalam dan berendam dengan air hangat. Ada aroma theraphy didalam agar kau tambah rileks." Lalu Junyeon menarikku kedalam dan menutup pintu kaca yang menghubungkan kamar tidur dengan balkon. Dan aku pun bergegas masuk ke kamar mandi, mungkin Junmyeon benar, aku memang membutuhkan berendam di air hangat beraroma teraphy.
Aku memakai kamar mandi sedikit lama karena terlalu asik dengan berendam, dan setelah membersihkan diri aku mengambil handuk dan melilitkannya ketubuhku dan berjalan ke pintu yang menghubungkan dengan ruangan lemari pakaian. Akhirnya aku benar benar memakai lingerie yang aku pilih sebelumnya dan pelan pelan berjalan keluar dari ruangan berganti. Dapat kulihat Junmyeon yang sedang duduk menghadap jendela kaca besar yang menyuguhkan pemandangan malam pantai, lalu aku berjalan menghampirinya dan Junmyeon menoleh ke arahku dan aku menurut saja ketika Junmyeon menyuruhku untuk duduk dipangkuannya. Junmyeon melingkarkan tangannya di pinggangku dan menciumi tengkuk hingga pundakku. Lalu Junmyeon menggenggam tanganku "Kau cantik sekali." Ucapnya. "terimakasih atas lingerie-nya Jun," dan aku tersenyum nakal. "Lingerienya pas sekali ditubuhmu. Aku harus berterimakasih kepada pegawaiku yang telah kuperintah untuk membelikan pakaian untukmu, karena pakaian pakaian yang ia beli pas sekali dan terlihat indah saat kau pakai, kau sempurna." Dan aku tersipu malu mendengar pujiannya. Lalu setekah itu Junmyeon mempertemukan bibirnya dengan bibirku, kami mulai bercumbu mesra. Tangannya mulai menjelajahi tubuhku dan Junmyeon mulai menurunkan tali tipis lingeriku sehingga kini bahu kananku polos tanpa apapuun dan ia mulau menciumi leher sebelah kananku hingga ke bahuku. Junmyeon meniggalkan kiss mark kemerahan di leher dan bahuku, padahal kiss mark yang kemarin ia bubuhkan disana belum juga hilan dan sekrang ia sudah menambahnya lagi. Junmyeon yang sudah tak sabaran mulau membuka kaos nya dan melemparnya asal, lalu ia mengangkat tubuhku dan menghempaskannya keranjang dan mulau merusak lingerie pemberiannya dengan merobeknya kasar dan aku sempat melotot protes tapi Junmyeon tetap melanjutkan aksinya. Gairah yang sudah sangan menggebu gebu harus segera diselesaikan dan permainan kami malam itu detemani oleh suara suara ombak yang samar samar terdengar dan desasahanku serta erangan jantannya akan kepuasan, dan kami tidak puas hanya melakukannya sekali.
Aku terbangun pagiharinya karena silau matahari yang mengganggu. Pertama yang kulihat adalah jendela besar yang menampakkan pantai dan ketika kulihat kebawah keaarah lantai kayu aku dapat melihat berapa kain tipis berenda berwarna putih yang sudah tak terbantuk berserakan dilantai. Dan dapat kurasakan tangan yang melingkar di pinggangku lalu kecupan kecupan ringan di telinga kiriku hingga bahu polosku.
"selamat pagi Soo."
"pagi Junmyeon."
"apa tidurmu nyenyak?"
"lumayan nyenyak." Dan aku berbalik kearah Junmyeon dan menempatkan kepalaku diperpotongan lehernya sambil mengendus ngendus lehernya mencari kenyamanan. Junmyeon mengelus kepalaku mesra.
"apa semalam aku meyakitimu?" tanya Junmyeon dan kugelengkan kepalaku lalu mengecup bibirnya cepat.
"tidak Jun, semalam kau memperlakukanku dengan baik, tetapi hanya satu yang tak kusuka." Lalu Junmyeon mengerutkan alisnya penuh tanya.
"kau menghancurkan Lingerie ku."
"nanti akan kubelikan lagi yang baru untukmu."
"dan lalu akan kau hancurkan lagi, begitu?"
"mungkin saja. Aku terlalu terburu-buru tadi malam. Kau begitu menggairahkann." Aku hanya merona malu mendengarnya.
"ayo kita mandi bersama" ucap Junmyeon lalu menggendongku paksa menuju kamar mandi.
Setelah bersiap siap aku dan Junmyeon sarapan di teras resort yang menampakkan bukit kecil yang indah di belakang resort. Sarapan pagi itu begitu manis karena kami yang semakin menjadi teman saat itu. Setelah sarapan, aku dan Junmyeon pergi keluar untuk menikmati pantai, sekedar untuk berjemur sebentar karena sore nanti kami harus segera pulang. Aku memakai dress musim panas berwarna putih dan sandal cantik berbunga berwarna pink yang ada di lemari, tak lupa aku juga memakai bikini cantik berwarna biru muda polos didalam dress yang aku kenakan. Junmyeon terlihat memakai kaos polos berwarna hitam dan celana pantai bermotif serta sandal yang simple dan ia memakai snapback birunya serta kaca mata hitam yang aku tahu harganya sangat mahal sedang bertengger di hidungnya. Junmyeon terlihat jauh lebih muda 3 sampai 5 tahun dari umurnya dengan penampilan itu.
Author POV
Mereka berdua berjalan jalan di pantai sambil sesekali bermain air. Jika dari jauh mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berlibur, tetapi nyatanya tidak, mereka hanyalah teman. Ya teman, teman yang berbagi sex.
Setelah itu Junmyeon dan Kyungsoo duduk di tempat duduk yang disediakan di pinggir pantai. Junmyeon seketika melepas kaos nya dan bermaksud untuk berjemur dan akhirnya Kyungsoo pun melepas tali dress nya dan membuka dressnya hingga terpampanglah bikini yang ia pakai. Junmyeon terpesona melihat Kyungsoo yang memakai bikini sexy pemberiannya. Lalu sebelum benar benar tertimpa sinar matahari, mereka saling mengoleskan sublock satu sama lain, dan tangan nakal Junmyeon sesekali meremas dada kyungsoo dari samping ketika sedang mengoleskan sunblok ke punggung Kyungsoo dan hanya dihadiahi cubitan ringan di perut berotot nya.
Mereka berjemur sebentar dan memutuskan kembali ke resort untuk berenang disana saja. Setelah berenang, mereka masuk kedalam dan membersihkan diri sebelum makan siang.
Makan siang tidak begitu special, hanya makan siang biasa di dalam ruangan sambil diselingi tawa mereka sesekali.
Setelah makan siang, Junmyeon dan Kyungsoo bersantai di rooftop sambil menikmati semilir semilir angin dan suara ombak dari atas sana. Kyungsoo yang bosan akhirnya meminta Junmyeon untuk melakukan sebuah permainan, dan akhirnya Junmyeon meminta seorang pelayan untuk mengantarkan papan catur beserta pion nya ketempat mereka. Junmyeon memang akan memainkan permainan catur dengan Kyungsoo, tetapi bukan Kim Junmyeon namanya kalau tidak memiliki kejutan. Junmyeon memberikan peraturan permainan catur yang tidak biasa, yaitu jika salah satu dari mereka kehilangan pion, maka salah satu dari mereka harus menanggalkan pakaian mereka satu persatu, dan Kyungsoo menyesal meminta Junmyeon untuk melakukan sebuah permainan.
Kyungsoo yang tidak begitu pandai bermain catur kalah telak dengan Junmyeon yang sedari kecil pandai bermain catur, ayolah dia cerdas dan kepandaian nya bermain catur setara dengan atlet atlet catur diluar sana. Dari awal permainan Kyungsoo sudah kehilangan satu kancing bajunya dan sekarang Kyungsoo sudah harus menanggalkan celana dalamnya dihadapan pria ini dan terlihat sekali Kyungsoo yang kesal dan Junmyeon yang menyeringai penuh kemenangan. Kyungsoo sudah telanjang bulat dan Junmyeon hanya kehilangan kaosnya dan firasat Kyungsoo benar, tiba tiba Junmyeon menyerangnya dengan ciuman yang terburu buru dan Junmyeon menuntaskan gairahnya yang berkobar di atas sofa santai yang terdapat di rooftop resort mewah miliknya sambil di temani angin pantai yang segar dan suara suara alam pantai yang menenangkan, dan rencana mereka pulang sore itu gagal karena kelakuan sang presdir Kim ini.
Junmyeon dan Kyungsoo pulang malam harinya dengan Kyungsoo yang membawa banyak sekali kantong kertas ke aprtementnya. Junmyeon memaksa Kyungsoo untuk membawa pakaian pakaian yang ada dilemari pulang ke seoul. Junmyeon mengantarkan Kyungsoo sampai ke dalam apartemen Kyungsoo pukul 10 malam, Kyungsoo yang sudah lelah sekali karena perjalanan yang tidak sebentar langsung menghambur ke kasur dan Junmyeon pamit dengan kecupan panas di bibir wanita cantik ini. Dan setelah terdengar pintu apartemen tertutup, kyungsoo pun memejamkan matanya terlelap mengistirahatkan diri karena besok adalah hari yang panjang, senin dan Kyungsoo harus kembali ke kantor.
Gimana ceritanya semoga memuaskan yaa.. ini chapter terpanjang yang aku tulis chapter ini 2000+ words.
Jadi ditunggu review nya yaa.. aku baru akan lanjut chapter berikutnya kalau review untuk chapter ini lebih dari 10.
Thank you~~ see you next chapter~~~
