YOU ( Do Kyungsoo Love Story )

Chapter 6

.

Warning! Under 18 please don't read!

Dimohon apa yang ada di dalam ff ini untuk jangan ditiru karena apa yang di dalam ff ini sebenarnya tidak baik untuk dilakukan (hubungan seperti friends with benefits) mari membacanya sebagai hiburan dan pembelajaran agar memilih hidup yang lebih baik dari ini.

Do Kyungsoo 25thn

Kim Junmyeon 30thn

Park Chanyeol 27thn

Kim Jongin 27thn

Kim Jongdae 32thn

Kim Minseok 27thn

Zhang Yixing 28thn

.

.

Do Kyungsoo love story /RatedM!/KyungsooGS!/[SUD.O]/[CHANSOO]/[KAISOO] Kyungsoo yang tidak mau jatuh cinta lagi bertemu dengan pria yang tidak ingin berkomitmen dan anti pernikahan dan hal hal yang berbau 'berkeluarga'. Tapi cinta mengalahkan segalanya walau berawal dengan keterpaksaan mereka bersama.

.

.

ff ini terinspirasi dari beberapa adegan di fifty shades of grey, film friends with benefits yang diperankan justin timberlake dan mila kunis dan juga beberapa drama korea yang pernah aku lihat.

.

.

.

Chapter 6

Author POV

Ini hari senin, dan berarti Kyungsoo harus kembali bekerja. Kyungsoo bangun tepat pukul 5 pagi sesuai alarm yang ia set. Rutinitas Kyungsoo kembali seperti semula yaitu bagun pukul 5 pagi lalu memilih pakaian yang akan ia kenakan dan segera bergegas mandi dengan air hangat dan sabun wewangian bunga bungaan yang manis, lalu setelah siap ia memasak makanan yang simple dan mengenyangkan dan memakan sarapan paginya dengan tenang, dan berangkat ke kantor pukul 7.15 karna masih ada waktu 45 menit sebelum masuk, biasanya Kyungsoo mampir sebentar ke kedai kopi sebrang kantornya untuk membeli latte kesukaannya atau smooties sehat untuk pagi harinya. Dan pagi ini Kyungsoo melakukan aktivitasnya yang seperti biasa.

Sesampainya Kyungsoo di kantor ia sudah menemukan seorang Kim Jongin yang sedang duduk di kursi ruangannya tepat di kursinya dan dengan senyum menjijikan milim Jongin (menurut Kyungsoo). Jongin berteriak keras

"MAAFKAN AKU SAYANGKU KUMOHON AMPUNI AKU RATU IBLISKU"

Dan entah mengapa mungkin karena mood Kyungsoo yang sedang baik semenjak ia pergi liburan dengan Kim Junmyeon, Kyungsoo tidak marah marah kepada Jongin seperti biasa dan Kyungsoo hanya melemparkan senyumnya dan menarik tangan Jongin agar Jongin bangkit dari kursinya karena ia ingin duduk.

"tisdak usah berlebihan seperti itu Jongin. dan jangan kau ulangi berteriak seperti itu, aku belum tuli."

Jawab Kyungsoo dengan nada santai dan membuat Jongin terheran heran karena biasanya Kyungsoo akan naik darah akan sikapnya.

"ada apa dengan mu Soo? Kau tidak marah aku tidak jadi ke pesta?"

"untuk apa aku marah? Tak masalah buatku, kehadiranmu juga bukan suatu yang penting."

"yaa kupikir kau aka jengkel karena aku dan Jongdae hyung tidak jadi datang."

"ya awalnya aku marah sekali dan ingin membotaki rambut mu itu asal kau tahu, tapi tidak masalah karena pestanya cukup menarik."

Ucap Kyungsoo sambil menyalakan komputernya

"ah ya! Pestanya menarik karena presdir Kim kan?" tanya Jongin antusias

"kau ini seperti bibi bibi penggosip saja. Pergi sana kembali keruanganmu! Kau pikir kau digaji untuk bergosip?" jawab Kyungsoo sinis

Dan Jongin yang mendengar ucapan Kyungsoo yang sini pun tersenyum

"senang mendengarmu kembali berbicara seperti ratu iblis Soo. Kukira tadi kau baik padaku kerasukan setan basement kantor."

Dan akhirnya sekotak kotak tissue berhasil mengenai kepala Kim Jongin.

.

.

Kyungsoo POV

Sore ini sepulang kantor aku akan bertemu Baekhyun sahabatku. Aku sudah sangat merindukannya karena ia yang sempat pergi berlibur ke hawai selama sebulan. Dan kurasa aku akan bercerita tentang Junmyeon kepadanya.

Oh ya. Tadi siang Junmyeon sempat memberiku pesan singkat sekedar mengingatkanku untuk makan siang dan kemudian menelefon ku untuk bertanya tentang kelanjutan proyek hotel milik nya yang aku tangani, dan setelah itu Junmyeon mengajakku untuk makan malam besok dan aku meng iyakan ajakan menyenangkan darinya.

Setelah pulang kantor aku langsung menuju apartemen Baekhyun yang ada di daerah apgujeong.

Sesampainya disana aku langsung menuju kamar apartemennya di lantai 8 dan langsung masuk begitu saja karena aku mengetahui password apartemennya.

Aku masuk melangkah kedalam apartemennya dan menemukan Baekhyun yang sedang duduk bersila di sofa nya menghadap ke arah telivisi dengan secup eskrim berukuran jumba di tangannya. Hmmm tipikal Baekhyun ketika kelelahan adalah menonton drama dengan ditemani eskrim vanilla ukuran jumbo, bukannya istirahat tidur atau berendam di air hangat seperti apa yang sering aku lakukan.

Ketika Baekhyun melihatku yang sedang mengganti sepatuku dengan sandal rumah miliknya dia langsung menaruh eskrimya dan berlari memelukku dengan erat.

"KYUNGSOO-YAAA AKU MERINDUKANMUUUU"

"aku juga Baek. Dan bisakan kau tidak memelukku terlalu kencang?"

"oopss maaf Soo aku begitu merindukanmu."

Lalu kami memulai acara temu kangen kami dengan menonton drama yang Baekhyun tonton dan setelah selesai kami memasak makan malam.

"Baek setelah makan malam aku ingin bercerita sesuatu kepadamu."

"apa itu sangat penting Soo, sampai kita harus membicarakannya setelah makan?" tanya Baekhyun sambil memasukan salad udang ke mulutnya,

"hmmm kurasa ya." Jawabku ragu ragu

"baiklah, cepat selesaikan makanmu Soo-ie! Aku ingin mendengar ceritamu!"

.

.

Setelah Kyungsoo dan Baekhyun selesai makan malam mereka berduduk santai di atas tempat tidur Baekhyun untuk bercerita, persis seperti apa yang mereka sering lakukan dulu saat SMA.

Dan perbincangan Kyungsoo dan Baekhyun pun dimulai.

"Baek aku ingin bercerita."

"iya aku tahu Soo. Tentang apa?"

"tapi janji kau jangan kaget marah atau apapun itu kepadaku."

"ya aku janji asal kau tidak mengatakan kau akan pindah keluar negeri atau apapun yang akan meninggalkanku aku tak akan marah."

"baik lah kalau begitu aku akan mengatakannya kepadamu Baek, aku percaya padamu dank au harus janji tidak mengatakannya dengan siapapun."

Lalu Baekhyun menganggukan kepalanya.

"kau tahu Kim Junmyeon?"

"Kim Junmyeon? Pemilik S corp itu? Yang punya banyak Hotel itu? Yang pebisnis itu bukan?" tanya Baekhyun

"iya benar."

"ooh kalau Kim Junmyeon yang itu aku tahu. Aku sering melihat berita tentangnya di majalah."

"kau tau kalau hotel barunya yang sedang di bangun arsiteknya adalah diriku?"

"lalu?"

Kyungsoo menghembuskan nafas panjang sebelum mengatakannya

"kau tau kalau aku partner sex Kim Junmyeon?"

Dan seketika minuman yang sedang Baekhyun minum muncrat kemana mana

"kau serius?" tanya Baekhyun melotot

"aku serius Baekh dan aku tidak berbohong?"

"sejak kapan?"

"dua hari yang lalu."

"bagai mana bisa?"

Lalu aku menceritakan kejadiannya walaupun tidak lengkap.

"kami friends with benefit Baek."

"yatuhan Soo kenapa kau bisa seperti ini? Dan ini Kim Junmyeon Soo"

"ya lalu kenapa? Kami sama sama tidak ingin memiliki hubungan yang mengikat dan kami ingin sex jadi apa salahnya menjadi teman yang saling berbagi sex"

Dan dapat kulihat Baekhyun memegang kepalanya

"kau tidak takut dengan perbuatanmu?"

"takut apa?"

"ya takut, takut akhirnya kau malah jatuh kedalam pesonanya teralu dalam dan dia tidak."

"Baek, kau tahu kan aku tidak bisa merasakan cinta lagi? Hatiku sudah mati tidak bisa merasakan apa apa yang berhubungan dengan cinta"

Dan dapat kulihat air mukanya berubah dan terlihat sedang mengasihaniku

"lalu kalau sebaliknya? Ia yang mencintaimu?"

"tidak mungkin Baek. Kau tau kan ia pria seperti apa, dan lagian kita teman dan mungkin ia akan seperti mu menjadi sahabatku."

Lagi lagi aku melihat baekhyun memegang kepalanya

"kurasa aku pusing Soo."

Aku hanya tersenyum samar melihat Baekhyun yang sesekali memijit keningnya.

"Soo aku tidak bisa melarangmu untuk melakukan sex dengan siapapun dan apalagi dengan Kim Junmyeon ini karena dari apa yang aku dengar dia sangat menghargaimu dan kalian berteman. Tapi aku hanya menyarankan satu hal. Kau harus melakukan segala sesuatunya dengan aman okay? Aku tidak igin hal buruk terjadi padamu atau kau disakiti olehnya"

Lalu aku menerjang Baekhyun dan memeluknya

"terimakasih Baek."

.

.

Aku pulang pukul 10 malan dari tempat Baekhyun. Ketika aku berjalan di basement apartement Baekhyun mencari mobilku karena aku lupa parkir di mana. Ketika aku menemukan mobilku dan hendak masuk kedalam mobil tiba tiba ada seseorang yang menarik lenganku.

"kau sedang apa disini?" tanya suara jantan yang sangat kukenali itu.

Dan dia Kim Junmyeon.

"aku habis mengunjungi teman ku. Kau sendiri sedang apa?"

Lalu dapat kulihat Junmyeon sekilas tersenyum

"kau tidak tahu ya ini kan apartement milikku."

Dan aku baru ingat ini salah satu apartement milik S corp.

"kau mau mampir sebentar?"

"ah tidak terima kasih Jun. ini sudah malam dan besok aku harus bekerja. Aku tidak berani menyetir sendirian pulang apalagi ini jauh dari apartemenku."

"ah sayang sekali. Tapi tak apa besok kan kita akan bertemu lagi. Tapi jika kau kapan kapan ingin mampir kau boleh langsung ke lantai paling atas, oh ya tapi kau harus menghubungiku dulu takutnya aku tidak pulang kesini."

Hmmm dia benar benaar kayaraya pikirku untuk ke 2193010320287 kalinya.

"baiklah, aku harus pulang sekarang sampai jumpa."

Tapi sebelum pulang ddia menarikku sekali lagi dan kali ini dia menarikku kepelukannya

"hati-hati dijalan Soo." Ucapnya menggoda tepat di telingaku lalu ia mengecup bibirku kilat, dan setelah ia melepaskan pelukannya aku langsung masuk kedalam mobilku dan sebelum benar benar meninggalkannya kuturunkan kaca mobilku dan melirik sebentar ke arahnya lalu tersenyum

"sampai jumpa besok Jun"

Lalu ia tersenyum dan aku langsung melajukan mobilku untuk pulang kerumah dan beristirahat untuk esok hari.

.

.

Junmyeon POV

Hari ini cukup melelahkan karena banyak pekerjaanku yang belum selesai akibat aku cuti sabtu lalu, aku seharian ini pun harus mendengar Yixing yang menasehatiku tentang apa yang aku lakukan dengan Kyungsoo di pulau dan pekerjaanku yang terbengkalai oleh ulahku dan dia yang mengeluh karena waktu kosongnya jadi hilang karena ulahku tapi hanya kuhiraukan begitu saja dan sebagai gantinya Yixing meminta cuti selama 2 minggu dan langsung ku iyakan saja daripada ia mengomel terus dan sebagai ucapan terimakasihku juga karena berkat pria itu juga aku akhirnya bisa mendapatkan malam panas dengan Kyungsoo.

Karna sangkin lelahnya aku tidak pulang kerumahku yang berada di gangnam dan akhirnya memutuskan pulang ke apartemenku saja di apgujeong yang hanya menempuh waktu 15 menit dari kantorku.

Sesampainya di basement aku memarkirkan mobilku di tempat parkir khusus untukku dan ketika akan berjalan menuju lift aku dapat melihat seorang wanita yang tengah berjalan kebingungan dan dari punggungnya saja aku sudah tau kalau itu Kyungsoo. Tuhan benar benar memberkatiku untuk urusan Kyungsoo. Terimakasih tuhan.

Akupun menghampirinya yang sudah hendak memasuki mobilnya.

"kau sedang apa disini?" tanyaku

"aku habis mengunjungi teman ku. Kau sendiri sedang apa?"

"kau tidak tahu ya ini kan apartement milikku."

"kau mau mampir sebentar?" tawarku penuh harap

"ah tidak terima kasih Jun. ini sudah malam dan besok aku harus bekerja. Aku tidak berani menyetir sendirian pulang apalagi ini jauh dari apartemenku." Hmmm dia benar ini sudah malam

"ah sayang sekali. Tapi tak apa besok kan kita akan bertemu lagi. Tapi jika kau kapan kapan ingin mampir kau boleh langsung ke lantai paling atas, oh ya tapi kau harus menghubungiku dulu takutnya aku tidak pulang kesini."

"baiklah, aku harus pulang sekarang sampai jumpa."

Tapi sebelum dia memasuki mobilnya aku menarik tangannya sekali lagi dan kali ini aku memeluknya

"hati-hati dijalan Soo." Ucapku dengan nada rendah di telinganya lalu kukecup bibir indah menggodanya yang memabukkan.. manis pikirku.

Setelah aku melepaskan pelukannya dialangsung masuk kedalam mobil lalu dia menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum

"sampai jumpa besok Jun"

Lalu aku tersenyum dan ia langsung melajukan mobilnya. Aku terus tersenyum terus dan ketika sampai di penthouse milikku aku masih tersenyum dan segera membersihkan diri lalu tidur karna aku tak sabar untuk hari esok. Besok makan malam dengan Kyungsoo.

.

.

Author POV

Keesokan harinya Kyungsoo menjalani aktivitas nya seperti biasa betipula denga Junmyeon.

Kyungsoo yang hari itu pergi ke proyek pembangunan milik Kin Junmyeon pun mengecek pembangunan hotel yang ia tangani, sedangkan Jongin dan Jongdae mengecek apa yang mereka kerjakan.

Kyungsoo selesai mengecek beberapa hal dan menatap gedung hotel yang baru 65% jadi dan masih dalam tahap pembangunan dari bawah gedung. Ia menatap hasil karyanya yang belum jadi dari bawah sampai atas gedung.

Kyungsoo masih terus menatap gedung yang belum jadi itu sampai ada payung yang melindunginya dari sinar matahari. Ketika Kyungsoo menoleh ke sampinya, tampaklah Kim Junmyeon.

"sedang apa kau disini Jun?"

"ini kan hotel milikku Soo. Aku berhak mengontrol apa yang menjadi milikku."

Saat itu Junmyeon mengenakan pakaian formalnya seperti biasa dan menggunakan kaca mata hitam rancangan designer ternama. Tangannya kirinya menggenggam paying besar berwarna hitam yang sebagian sisinya melindungi tubu Kyungsoo.

Lalu Junmyeon mendekatkan bibirnya ke telinga Kyungsoo dan secara cepat membisikkan sesuatu ketelinga wanita itu.

"Ku tunggu kau nanti malam, dandan yang cantik sayang."

Lalu setelah membisikkan perkataannya ke telinga Kyungsoo, Junmyeon langsung pergi melangkah meninggalkan Kyungsoo dan meninggalkan wanita.

Kyungsoo kembali ke kantor setelah makan siang dan pikirannya buyar akibat Kim Junmyeon yang datang ke proyek.

Waktunya pulang dan Kyungsoo memutuskan segera pulang taku takut Junmyeon menjemput di apartemen. Kyungsoo membereskan barang barangnya dan beberapa cetak biru yang ada di meja gambarnya dan meamsukkannya ke tabung. Tak lama kemudian Jongdae oppa datang tanpa mengetuk ke ruangan Kyungsoo.

"Kyung ada yang mencarimu di bawah dan asal kau tau kehadiran orang itu membuat ku kaget karna ia mencarimu!"

"memang siapa yang mencariku oppa?"

"client kita." Jawab Jongdae enteng

"client kita banyak oppa"

"hmmmm baiklah… Presdir Kim ada di bawah" ucap Jongdae sambil menepuk pundak Kyungsoo, dan Kyungsoo segera berlari menuju loby kantor.

Sesampainya di loby ia dapat menemukan Kim Junmyeon yang mengenakan kemeja berwarna abu tua dan celana kain berwarna hitam yang begitu pas di kakinya. Penampilan Junmyeon saat itu tidak seformal biasanya dan Kyungsoo yakin hanya beberapa orang yang mengenalnya karna Junmyeon juga mengenakan kaca mata dengan frame berwarna hitam yang tidak begitu besar.

Dan Kyungsoo benar benar berharap kalau pria yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya itu tidak dikenali orang orang disana dan hanya Jongdae yang melihatny, karena kalau ada yang mengenalinya habislah Kyungsoo menjadi bahan gossipan satu kantor.

"apa yang kau lakukan disini Jun?"

"menjemputmu."

"kenapa harus ke kantor sih"

"karna aku ingin menjemputmu disini."

Kyungsoo hanya mendengus sebal

"ayo kita pulang. Kau sudah membawa pakaian untuk menginap?"

"tidak. Aku fikir kau akan menjemputku di apartemen jadi aku tidak membawa baju ganti untuk besok ke kantor."

"yasudah lah tak usah nanti kita beli saja. Ayo."

Dan Junmyeon langsung menarik Kyungsoo menuju mobilnya yang diparkir di luar.

"Jun tunggu.. bagaimana mobilku?"

"biarkan mobilmu disini. Besok aku yang akan mengantarmu ke kantor."

.

.

Selama di perjalanan suasana cukup mengasyikan bagi Kyungsoo karena Junmyeon menyalakan music yang merupakan slera Kyungsoo. Lagu dari Artic Monkeys – Arabella mengalun selama perjalanan, dan Kyungsoo tak bisa menahan diri untuk tidak ingin bernyanyi. Dan Kyungsoo tau ternyata seorang Kim Junmyeon menyukai music seperti ini yang sungguh anak muda sekali. Kyungsoo benar benar menemukan sisi lain Kim Junmyeon sekali lagi.

Ternyata Junmyeon mengajak Kyungsoo berbelanja pakaian dulu utuk ia kenakan saat bermalam di rumah Junmyeon dan besok ketika Kyungsoo pergi ke kantor, dan Junmyeon membawa Kyungsoo kesebuah butik milik designer favorite Kyungsoo, Kwon Boa. Harga baju baju disini begitu fantastis dan Kyungsoo harus menyelesaikan satu proyek baru bisa membeli sebuah gaun rancangan Kwon Boa yang terkenal elegan dan tentunya sexy. awalnya Kyungsoo menolak Junmyeon untuk membeli pakaian disini namun Junmyeon memaksa dan malah memilihkannya pakaian. Satu bodycon dress berlengan pendek dan panjang se lutut berwarna putih gading dan warna coklat susu disisi sebelah kanan dan kiri yang cocok untuk Kyungsoo kenakan ke kantor, tak lupa Junmyeon memilihkan tas dan sepatu yang cocok untuk Kyungsoo kenakan dan Kyungsoo benar benar setuju kalau selera fashion Junmyeon sangat bagus. Junmyeon awalnya akan membelikan Kyungsoo sebuah gaun tidur canti berbahan sutra berwarna soft pink dengan harga 150.000 won dan harus memohon agar Junmyeon tidak membelikannya gaun tidur tersebut walaupun Kyungsoo menginginkannya karena itu sangat cantik dan terlihat sangat nyaman digunakan untuk tidur tapi menurut Kyungsoo membeli sebuah gaun tidur dengan harga yang mahal itu sangat tidak wajar dan akhirnya Kyungsoo meminta agar nanti ketika sampai di rumah Junmyeon ia memakai pakaian Junmyeon saja. Lalu tak lupa mereka mampir sebentar ke toko pakaian dalam. Dan kali ini Kyungsoo yang memaksa untuk membelinya sendiri dan meninggalkan Junmyeon di dalam new Bentley nya.

.

.

Setelah membeli keperluan Kyungsoo untuk bekerja besok yang membuat Kyungsoo tidak enak setengah mati kepada Junmyeon karena Junmyeon hampir mengeluarkan uang sebesar 1 juta won hanya untuk membelikannya pakaian tas dan sepatu untuk besok ia pakai ke kantor, tapi Junmyeon bilang itu tidak seberapa. Dan diperjalanan menuju entah kemana ini pun Kyungsoo hanya terdiam karena masih merasa tidak enak kepada si Kim kaya.

Bentley Continental GT yang dikendarai Junmyeon hari itu akhirnya berhenti disebuah restaurant perancis yang bertema sky dining yang sangat keren interiornya kata Kyungsoo.

Makan malam Kyungsoo dan Junmyeoon hari itu berjalan seperti makan malam biasa saja jika tidak ada dua gelas Chateau Lafite 1865 yang merupakan salah satu wine termahal di dunia dengan harga $4,650 pergelasnya. Kyungsoo benar benar pusing ketika Junmyeon memesan minuman mahal itu untuk makan malam hari itu dan lagi lagi ketika Kyungsoo protes Junmyeon hanya berkata "sudah jangan difikirkan. Aku tidak akan jatuh miskin hanya dengan ini."

Ya. Kim Junmyeon sangat kaya.

Setelah acara makan malam yang sangat mewah itu walaupun suasana dan pakaian mereka terlihat santai tapi jika kalian melihat tagihan makan malam itu kalian akan tak habis pikir karena tagihan makan malam Kyungsoo dan Junmyeon dapat membeli satu unit apartemen menengah dengan 2 kamar tidur di daerah gangnam. Yasudahlah lagian Kim Junmyeon mengeluarkan uang nyari 130 juta hanya untuk makan malam itu seperti membeli permen karet di swalayan depan apartemen Kyungsoo.

Mereka pulang menuju rumah Junmyeon yang berada di perumahan elit pinggir kota yang merupakan rumah rumah milik para pejabat dan para miliyarder korea. Awalnya Kyungsoo mengira Junmyeon akan membawanya ke rumahnya yang berada di gangnam, namun Junmyeon malam membawanya ke rumah.. ah tidak ini sebuah mansion mewah yang memiliki taman yang luas sekali. Lagi lagi Kyungsoo pusing mengetahui betapa kayanya partner sex nya ini.

Kyungsoo dan Junmyeon masuk ke mansion yang ternyata milik keluarga Kim tersebut. Junmyeon membawanya kesana karna katanya ia merindukan rumah orangtua nya disana dan ia ingin mengajak Kyungsoo kesana. Namun sayangnya mansion sebesar itu hanya dihuni para maid karena ayah dan ibu Junmyeon tinggal di rumah mereka yang berdiri dekat perkebunan jeruk milik nenek nya Junmyeon di sebuah desa semenjak Junmyeon yang memimpin perusahaan, karena katanya mereka ingin menghabiskan masa tua di desa dengan udara yang asri dan terjauh dari kebisingan di kota. Adik perempuan Junmyeon juga masih menetap di German menyelesaikan studi kedokterannya disana.

Mereka berdua langsung menuju kamar Junmyeon yang berada di lantai 2 dan sunngguh benar benar kamar inj seluas apartement Kyungsoo. Kamar Junmyeon memiliki ruang santai tersendiri lalu kamar tidur yang sangat luas yang memiliki ranjang king size lalu ada ruangan yang merupakan lemari pakaian dan terakhir ada kamar mandi luas dengan jacuzzi hmmm Kyungsoo rasa tempat favorite nya di kamar Junmyeon yang sebesar apartement nya ini adalah kamar mandinya, karena kamar mandi Junmyeon sangat luas dan begitu mewah, cocok sekali untuk melepas lelah dengan berenda di hot tub.

Kyungsoo POV

"Jun kau tau kamarmu hampir sama besarnya dengan unit apartemenku yang memiliki 2 kamar tidur?"

Dan Junmyeon hanya terkekeh pelan. Lalu ia pergi menuju ke dalam kamarnya dan melepas kemejanya lalu melemparkan bajunya ke sisi ruangan yang terdapat keranjang pakaian kotor.

"Soo aku mau mandi, kau mau ikut?"

Aku menatapnya sebentar dan ia menatapku balik dengan tatapan menantang, aku berfikir sebentar sampai aku mengeluarkan seringaian nakalku.

"ayo mandi bersama Jun."

.

.

Setelah mandi bersama yang diselingi sex di dalam jacuzzi lalu di shower box kami beristirahat menonton film di kamar Junmyeon.

Aku memakai kaos putih polos milik Junmyeon yang kebesara ditubuhku hingga menutupi setengah pahaku, sedangkan Junmyeon memakai kaos hitam yang terlihat pas dan celana tidur pendek berwarna biru muda dengan gari biru tua.

Kami menonton film action di ruang santai kamarnya dengan ditemani secangkir comomile tea untukku, secangkir kopi untuk Junmyeon dan sepiring besar kentang goreng untuk Junmyeon. Aku tidak memakan kentang goreng karna ini sudah malam dan aku tidak ingin tubuhku berubah seperti kuda nil, tapi Junmyeon memakannya dan tubuhnya tetap saja atletis dan aku benci tubuhku yang gampang sekali mengembah jika aku tidak mengontrol makanku.

Aku terus bersender ke dada bidangnya sampai film selesai. Mungkin kami terlihat seperti sepasang kekasih tapi tidak. Kami bahkan tidak saling mencintai. Kami friends with benefits jika aku harus mengatakannya lagi.

Setelah film selesai Junmyeon membawaku ke kamar tidurnya, dan aku tahu maksud ia mengajakku kemari adalah untuk membawaku ke ranjangnya dan menggagahiku sampai puas sampai gairah membakar kami, sampai kenikmatan menembus alam sadar kami, sampai ia mengerang penuh pelepasan menandakan selesainya permainan kami yang tak hanya satu kali.

.

.

Pagi harinya Junmyeon mengantarku ke kantor dengan Aston Martin Vanquish V12 hitam miliknya. Aku sudah bilang padanya untuk mengantarku dengan mobil yang tidak mencolok tapi Junmyeon memakai mobil yang sungguh sangat mencolok jika memasuki wilayah perkantoranku, jadi aku memintanya untuk menurunkanku di tepi jalan dekat kantor dan dia setuju walaupun awalnya ia protes tetapi setelah kujelaskan akhirnya Junmyeon setuju dan setelah menurunkanku dijalan ia langsung melesat menuju kantornya.

Sesampainya di kantor aku bertemu Jongin di dalam lift, kebetulan hanya kami berdua disan dan dia memulai pembicaraan denganku.

"mobilmu menginap disini semalaman ya Soo?"

"hmm"

''aku dengar Kim Junmyeon kemarin kesini dari Jongdae hyung."

Dan seketika aku terdiam. Aku tidak mungkin mengatakan kalau aku memiliki hubungan dengan Kim Junmyeon dan apalagi hubungan friends with benefits yang kami jalankan. Aku masih terdiam dan kurasa lift bergerak sangat lambat untuk hanya mencapai lantai 7.

"ada apa ya Kim Junmyeon kesini dan hanya menunggu di loby. Sepertinya ia menunggu seseorang."

Jongin terus mengoceh dan aku masi terdiam.

"tadi pagi aku melihatmu turun dari Aston Martin Vanquish di ujung jalan dekat kantor. Mobil siapa?"

Skakmat! Aku masih terdiam dan entah mengapa aku menjadi sedikit panic saat Jongin menanyakan pertanyaan ini.

" Kenapa kau tidak jujur Soo? Aku sudah melihat mu berciuman dengannya kemarin di Sublime. Dan aku kecewa padamu."

Setelah ia mengucapkan kalimat terakhirnya pintu lift terbuka di lantai 7 dan Jongin pergi berlalu begitu saja meninggalkanku yang melotot menatapnya tak percaya Jongin mengetahui apa yang aku dan Junmyeon lakukan tadi malam di restaurant prancis yang kami datangi. Dan apa tadi? Ia kecewa? Padahal ia sendiri yang suka menjodoh jodohkan aku dengan Junmyeon. Atau Jongin tau kalau aku dan Junmyeon adalah partner sex?

Dan setelah pertemuanku dan Jongin di hari itu kami jadi jarang bertemu dan hanya bertemu ketika ada urusan penting soal kantor. Jongin jadi jarang menggangguku lagi dan aku senang walau kadang jadi merasa sedikit kesepian tapi aku pun tak tau masalahnya. Kalau ia kecewa dengan aku yang berhubungan dengan Kim Junmyeon kenapa ia harus kecewa?

.

.

Author POV

Siang itu Junmyeon baru selesai mengadakan meeting dengan salah satu klient dari London dan Junmyeon segera bergegas menuju ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai sampai Yixing masuk ke ruangannya.

"ada apa Yixing?"

"ini ada tawaran kerja sama dari beberapa perusahaan asing, kau bisa melihatnya"

"kau taruh saja disana" tunjuk Junmyeon pada space kosong di mejanya.

Junmyeon yang sibuk membaca beberapa laporan dari anak perusahaan yang ia miliki kembali melirik Yixing yang masih ada di depannya.

"apa lagi yang kau perluka Yixing?"

"bagaimana wanita itu?"

"wanita? Wanita siapa?"

"arsitek itu, bagaimana kabarnya?"

"Kyungsoo? Kabarnya baik sekali, dan ia beda dari wanita wanita sebelumnya yang aku tiduri."

Dan dapat dilihat Yixing yang tampak pusing dengan tingkah bos nya ini.

"Presdir aku hanya ingatkan agar kau berhati hati dan jangan sampai hubunganmu dengannya terendus oleh media."

"ya aku tahu Yixing, terimakasih atad usulannya."

Yixing benar benar kesal dengan Junmyeon kali ini.

"bisakah kau menghentikan kebiasaanmu yang meniduri pelacur?"

"Kyungsoo bukan pelacur Yixing!" ucap Junmyeon penuh penekanan.

"lalu apa? Bukannya Kyungsoo sama seperti pelacur pelacur kelas atas yang sering kau sewa itu?"

"dia temanku Yixing. Pelacur itu melayaniku dan mendapat imbalan sedangkan Kyungsoo tidak. Kami friend with benefits,"

Dan Yixing ingin pingsan mendengarnya.

"Presdir apa yang kau lakukan kali ini?!"
"tenang lah Yixing, tidak usah sepanik itu." Jawab Junmyeon santai dengan masih membaca beberapa laporan. Yixing akhirnya mengatakan apa yang ingin ia bicarakan sedari awal.

"Presdir, sebenarnya ada yang ingin saya katakana."

"apa Yixing? Kau ingin cuti?"

"tidak. Nyonya beasar berpesan kepadaku untuk menyampaikan sesuatu padamu karna ia tidak ingin menyampaikannya sendiri karna ia sudah tau apa reaksimu."

"memangnya apa yang ingin eomma bicarakan padaku sampai kau jadi perantaranya?"

"nyonya menyuruh anda untuk segera mencari calon istri dan menikah. Ia tidak akan menjodoh jodohkanmu lagi tapi ia ingin kau segera mencari calon istri pilihanmu sendiri."

Junmyeon yang tadinya masih berkutat dengan beberapa laporan langsung menatap Yixing dengan tatapan protes.

"Yixing kau tau kan aku tidak ingin berkomitmen? Berpacaran saja aku tidak ingin apalagi menikah? Aku ini ingin bebas!"

"tapi Presdir ini keinginan tuan dan nyonya besar, dan memang sudah seharunya anda menikah dan memiliki keturunan untuk menjadi penerus anda."

"sudahlah Yixing jangan membahasnya lagi dan membuatku kesal."

"tapi kau harus memikirkannya lagi Presdir. Dan satu lagi adik anda akan pulang beberapa hari lagi karna ia sudah lulus sekolah specialist kandungan di Jerman."

"adikku? Luhan akan pulang?"

"iya Presdir, nona Luhan akan pulang beberapa hari lagi dengan suaminya,"

"apa? Suaminya? Adikku sudah menikah?"

"nona Luhan sudah menikah di Jerman dengan dokter bedah yang sama sama berasal dari Korea, Presdir. Dan ini yang membuat nyonya besar ingin anda segera menikah karena adik anda sudah menikah terlebih dahulu tanpa sepengetahuan tuan dan nyonya besar."

Dan sekarang giliran Junmyeon yang pusing mendengar Yixing berbicara.

.

.

TBC

Yeees update jugaa dan ini chapter terpanjang yang aku buat sesuai dengan permintaan readers yang bilang ff nya kependekan dan kurang panjang niiih aku kasih 4000 words lebih. Maaf banyak typonya yaah

Tapi aku aga kecewa dengan review yang ga mencapai target..

Terimakasih untuk yang udah review, follow, favorite ff ini, tanpa kalian semangat nulis aku gaada.

Setelah ini kayanya aku bakal ngaret bannget update ff ini karena tiba tiba feel ceritanya ilang entah kemana dan aku agak engga semangat ngetik ini dan aku bakal focus lanjutin ff aku yang satu lagi yaitu THE LOVERS yangakan update satu minggu sekali, tapi kalau mood dan feel ff ini udah kembali insyaallah aku lanjutin secepetnya yaa walaupun gatau kapan tapi aku janji bakal ngelanjutin ff ini sampe tamat,

Review Juseyooo~

Akhir kata sekian dan terimakasih.

HyeyeonJung.