Saya kembali. Terimakasih sudah membaca, mereview, memfollow, dan memfavorit fic saya

Saya akan balas review. Yang punya aku account lihat di PM masing2.

Yuriko-chan : wah.. Terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya.. Disini saya mulai terornya.. Hehe

Noerhalimah: terimakasihsudah membaca dan mereview fic saya.

Aiko: hahaha.. terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya

Selamat membaca

Warning: typo. Abal. Gaje. Dan sama sekali gak serem.

Boboiboy bukan punya saya saya pinjem charanya bentar.

Boboiboy POV

Pelajaran matematika hari ini menjadi pelajaran paling mengerikan bagiku. Selain pelajarannya yang benar-benar membuatku pusing. Ada juga anak yang selalu menatapku.

Kulirik anak itu lagi dan begidik setiap aku melihatnya. Ohh.. Yang benar saja. Selam 1 jam penuh ia menatapku tak bergerak. Dan aku tak pernah mendengar suaranya.

Kringgggg...

Fiuh untung bel tanda jam pelajaran pertama berakhir dan sekarang aku akan tanya pada anak itu. Kulirik ia sekali, dan oh.. Tentu saja ia masih melihatku. Dengan tatapan mata yang mengerikan. Uh... aku tak bisa menahan ini lagi. Kubalikkan tubuhku kan kuberanikan diri untuk bertanya.

"Hai.. Kau siapa? Kenapa kau melihatku terus?"

mencoba bersikap sopan, dia hanya menatapku seolah tidak mendengar kata-kataku. 'hai bisakah kau menjawabku?' ingin sekali aku mengatakannya. Kalau saja aku bukan anak baru disini. Jujur aku tak mau mencari masalah di hari pertamaku.

Kulihat sudut bibirnya mulai terangkat. Ohh... Syukurlah dia mau tersenyum. Tapi ohh.. Jantungku rasanya mau copot saja. Ketika senyuman itu lebih tepat disebut seringaian. Uhhh... Mengerikan. Rasanya bulu kudu ku berdiri... aku benar-benar ketakutan.

Wushh... perasaanku saja atau ada angin yang dinginnya menusuk tulang. Kulihat yang lain hanya melihatku dengan tatapan yang menurutku.. menganggapku Aneh.

"Selamat pagi anak-anak"

Ohh.. Untung saja guru sudah datang. Cepat-cepat aku menatap ke depan. Guru itu mulai mengabsen satu per satu siswa mengangkat tangannya. Dan aku pasti nomor abseb terakhir yah aku baru masuk hari ini sih...

"Yaya"

"Hadir bu" kata gadis berkerudung pink itu.

"Ying"

"hadir bu" catat namanya Ying.

"Dan Boboiboy"

Loh.. Kok sudah aku lalu anak ini namanya siapa?

"Ha-hadir bu"

Kulihat anak itu lagi, anak itu masih menatapku. Seperti tak peduli namanya tak dipanggil.

Aku mengacungkan tanganku. Mencoba untuk menanyakan mengapa anak itu tidak dipanggil.

"Iya Boboiboy?" tanya guru itu melihat aku mengacungkan tangan.

"Ehmm.. Cikgu kenapa anak ini tidak di panggil?"

Tanyaku sembari menunjuk anak yang ada dibelakangku.

"Anak? Siapa? Dibelakangmu kan kosong."

Ucap guru itu. menghiraukanku dan memulai pelajaran.

DEGGG...

Eh... Lalu dia siapa? Kulihat lagi anak itu seringaiannya semakin lebar. Ohhh... Aku benar-benar takut sekarang. Seringaian itu benar-benar membuatku merinding. Dan apa aku saja yang bisa melihatnya? Kenapa aku sial sekali hari ini?

Segera saja aku menatap ke depan. Kulirik yang lain mereka menatapku. Tatapannya seperti mengatakan bahwa ku aneh.

Oke... Kurasa ini tidak bagus.

Kulirik anak dibelakang ku lagi. Tapi dia tak ada.

Oh... Aku sungguh bersyukur. Aku menatap ke depan lagi dan betapa terkejutnya aku ketika melihat anak itu berdiri di dekat guru yang sedang menulis. Kulihat anak itu menggerakkan tangannya seperti ingin menuliskan sesuatu. Perlahan tangan pucat itu membentuk huruf dan merangkai kata 'Keluarkan Aku' sewarna darah. Tubuhku semakin bergetar. Kulihat teman teman yang lain. Tak ada yang terganggu. Kukembalikan pandanganku ke arah papan.

Dia? Dimana?

Anak itu menghilang bersama dengan tulisannya.

Tubuhku bergetar. Ohh... Tuhan... Ini benar-benar tidak lucu.

1 jam penuh aku diam dan menahan rasa takut. Setidaknya dia tidak duduk dibelakangku kali ini.

Kringgg...

Bel tanda istirahat berbunyi. Guru yang mengajarpun pergi keluar. Aku hanya diam mematung.

"Hi.. Saya Gopal"

"Huaaa"

Karena terlalu memikirkan anak itu aku berteriak kaget ketika salah satu anak disini menyapaku.

"hehe... maaf. Saya Gopal. Kawan baik kamu."

Katanya sambil menjabat tangan ku. Haa? Kawan baik?

Anak ini gendut, orangnya kayak orang india deh kayaknya.

"ohh... hai Boboiboy. Aku Ying. Dia memang macem tu lah. Orangnya agak aneh..ma"

Kata gadis keturunan china memperkenalkan diri sembari mencemooh Gopal.

"oh.. tak apa. Namaku Boboiboy" Kataku memperkenalkan diri sekalli lagi dan sekarang aku sudah punya teman. Gopal dan Ying. Ingat nama-nama itu Boboiboy.

"hi.. aku Yaya. Aku ketua kelas disini" kata anak yang duduk di depanku. Ehmm... kurasa anaknya baik dan lumayan cantik. Terlihat berwibawa pantas jadi ketua kelas.

"hoi... Boboiboy kenapa kau tadi bilang ada anak di belakang kau?"

"ehmm... itu... tadi..."

"sudah lah Gopal. Lebih baik kau ikut aku ke kantin dan berkeliling. Dan kalian berdua tetap disini"

Kata Yaya mengajakku dan memperingatkan Ying dan Gopal. dan ingatkan aku untuk berterimakasih pada Yaya, yang telah menyelamatkanku dari pertanyaan yang tak bisa kujawab tadi.

"tap..."

Belum sempat Gopal mengajukan protes pada Yaya. Yaya segera menarikku menuju kantin.

"Boboiboy kau segera beli makanan aku tunggu disini! Ada yang ingin aku bicarakan padamu" Setelah sampai di kantin Yaya segera menyuruhku untuk cepat membeli sesuatu.

"uhmm.. tak apa. Aku sudah makan tadi"

"oke. Ikut aku saja kalau begitu!"

Meski ragu aku mengikuti Yaya. Yaya berajalan melintasi lapangan dan menuju ke sebuah taman kecil yang sepi.

"duduk sini Boboiboy" Kata Yaya menunjuk satu bangku panjang di taman itu.

"eh kenapa?"

Aku benar-benar tak mengerti mengapa ia mengajakku ke tempat yang sepi ini. Meski aku bingung aku tetap duduk disamping Yaya. Yang sudah dulu mengambil tempat duduk.

"ada yang ingin aku bicarakan kepadamu"

"haa...? ada apa Yaya?"

"kau bisa melhat anak yang ada di belakang bangkumu?"

"ha?" sumpah aku benar-benar takut sekarang. Tapi setidaknya ada yang bisa melihatnya jugaa.

"ehm.. iya. aku bisa melihatnya? Kenapa? Kau juga bisa melihatnya?"

Aku memutuskan untuk mengakuinya meskipun aku ragu tetapi jika ia bertanya seperti itu ia takkan menganggapku aneh kan?

"tidak, aku tidak bisa melihatnya. Namun aku bisa mendengar dan merasakan dia ada disana. Maka dari itu aku memilih duduk di deret bangku dekat jendela sendirian. Teman-teman yang lain tidak ada yang menempatinya. Kurasa mereka takut"

"dan kau tak takut? Jika aku bisa memilih tempat duduk akupun takkan duduk disana. Kau berani sekali"

"dia ingin dikeluarkan" kata Yaya mengacuhkan perkataanku. Aku binggung. Maksudnya dia ingin dikeluarkan.

Dah ohh.. aku ingat tulisan 'keluarkan aku' berwarna merah darah yang ditulis oleh anak itu.

"jadi?"

"kita harus mengeluarkannya. Sudah cukup aku diganggu dengan suara, tulisan dan keberadaannya dibelakangku. tetapi aku tak bisa melihatnya aku tak tau cara mengeluarkan atau berkomunikasi dengannya. Dan ketika kau mengatakan bahwa ada anak yang tak diabsen dan menunjuk bangku belakangmu. Aku kaget dan ingin langsung mengatakannya padamu. Tapi aku harus bersikap normal agar aku tak di bilang aneh. Dan aku tau bahwa kau bisa melihatnya"Ucap Yaya menjelaskan semuanya.

"jadi kau memintaku untuk.."

"ya. Aku memintamu untuk membantunya"

Haa... ini gak mungkinkan? Ini mimpi kan? Ohh.. jujur saja aku itu penakut dan sekarang aku harus berhadapan dengan hantu. Dan membantunya.

"ehmm... aku tak yakin Yaya. Hal-hal seperti ini bukan untuk main-main." Ucapku ragu.

"ohh.. tak apa kalau kau tak bisa. Aku tau ini berbahaya tapi aku juga tak bisa menyelesaikannya sendiri" kata Yaya dengan senyum.

"dan dia disini" kata Yaya.

Haa? Dia disini?

Reflek aku mengedarkan pandangan keseluruh taman. Dan dia disana menatap kami berdua dengan tatapan mengerikan seperti dikelas tadi.

Glekkk...

"ah.. aku..aku akan pikirkan nanti"

"ehmm... terimakasih. Tak perlu memaksa jika kau berani."

"Ahhh..i..iya"

TBC. Or disc

Waaaahhhhh... ch. 2 jadi jujur saya bingung mau nulis apa jadi gini deh.

Terimakasih sudah membaca fic gaje saya.

Akhir kata review please dan lanjut atau enggak?