Selamat pagi, siang, malam.
Saya kembali lagi di cerita yang gajenya gak ketulungan.
Daripada banyak omong mending saya balas review aja. Untuk yang punya accout lihat di PM masing-masing
Aiko : waaahhhh.. terimakasih aiko-san. Untuk asal muasal nanti dulu...hehe nanti ada flash backnya kok
Yuriko-chan: hehehe gomene yuriko-chan. Soalnya saya gak tau mau masukin siapa yang jadi hantu jadi saya bikin fang aja yang jadi hantu.. hehhe..iya mayat fang emang belum ketemu tapi dimana nya ntar yaa.. di chap akhir hehehe.. dan tak lupa terimakasih
IT desu: terimakasih reviewnya...saya nggak tau. Soalnya saya gak pernah liat anime another... coba nanti saya download... sekali lagi terimakasih sudah menunggu fic saya.
Noerhalimah: terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya.. ^_^
Semua review sudah dibalas mending langsung ke cerita
Warning: gaje, abal, typo(gak tanggung-tanggung typonya bisa sampai satu kata) dan beragam genus dan family(?)kesalahan lainnya.
^_^ Selamat membaca ^_^
Boboiboy bukan punya saya
Tapi punya animonsta saya pinjam charanya bentar
"dan dia disini" kata Yaya.
Haa? Dia disini?
Reflek aku mengedarkan pandangan keseluruh taman. Dan dia disana menatap kami berdua dengan tatapan mengerikan seperti dikelas tadi.
Glekkk...
"ah.. aku..aku akan pikirkan nanti"
"ehmm... terimakasih. Tak perlu memaksa jika kau tidak berani."
"Ahhh..i..iya"
oooooooooooooo
apa yang harus kulakukan ? jujur saja aku tak berani. Tapi aku tak bisa membiarkan yaya membantu anak itu sendiri.
"pssstt.. psstt boboiboy"
Gimana ini? Gimana...?
"BOBOIBOY"
"waahhh... gimana ngeluarinnya.. eh..."
"hahahahhahahahahahahaha"
Ahhh... ternyata aku melamu dan sekarang aku malah dibentak sama cekgu... eng cekgu... siapa tadi namanya lupa... kulihat semua temanku yang tertawa karena kebodohanku. Ugh... hari pertama sudah jadi badut kelas.
"kamu itu masih masuk hari ini sudah bikin onar.. sekarang kamu kerjakan soal didepan itu!"
"eh.. baik pak"
Ohh... bagus sekarang aku harus menjawab soal fisika yang rumusnya benar-benargak aku pahami.
Eng... 45 F=... C
Aduuhhh... ini rumusnya apa ya?
"kau bisa menjawab"
"Engg.. ti..tidak"
"duduk! Perhatikan pelajaran jangan melamun!"
"Baik pak"
Benar-benar deh. Aku malu banget. Udah melamun, dibentak guru dan tidak bisa menjawab soal.
"kau sih. Sudah aku panggili dari tadi tidak dengar"
"huuuhhh... seharusnya kau panggil aku lebih keras la.. Mimi"
"Mimi? Aku yaya la?"
"oh iye kah?"
oooooooooo
skip time
TENG...TENG...TENG...TENG
Syukurlah sudah waktunya pulang. Segera saja aku mengambil tas ku dan bergegas pulang. Jika saja sebuah suara tidak menghentikan langkahku.
"boboiboy kau piket sekarang mau?" tanya yaya.
"haa? Kenapa?"
"karena harusnya aku yang piket tapi aku harus ke ruang OSIS."
"haa? Yang lain? Memang Cuma kamu yang piket hari ini?"
"tidak. Yang piket aku, gopal,dan Reyhan. Harusnya ada lima tapi karena kurang murid jadi Cuma empat. Makanya kamu mau yang dapat jatah piket hari ini?"
"eh? Oke. Trus gopal dan Reyhan mana?"
"ehmmm... Reyhan itu OSIS jadi dia juga ada pertemuan. Tapi kalo gopal?"
kulihat sekarang kelas telah kosong melompong, huhh... bagus gopal melarikan diri.
"dasar anak itu, tak pernah mau piket. Ahh... maaf boboiboy mungkin kamu akan piket sendiri. nanti kalo urusan di ruang OSIS telah selesai aku akan membantumu"
Yaahhhh... begitu lah sekarang aku harus piket sendiri. Aku tak bisa mengelak lagi, dan sekarang aku hanya pasrah saja.
"baik, aku akan piket"
"terimakasih boboiboy." Ucap Yaya sambil menunjukkan senyumnya yang manis.
"eng..eh..iya"
Setelah mengatakannya yaya segera berlalu mungkin dia ke ruang OSIS. Dengan terpaksa ku ambil sapu dan mulai menjalankan tugas piket.
"huhh... awas saja besok gopal. Lari dari tanggung jawab"
Aku benar-benar kesal. Padahal aku ingin pulang dan tidur. Ingin sekali aku lempar sapu ini dan pergi pulang.
15 menit telah berlalu. Dan huhh akhirnya aku selesai piket. Aku benar-benar lelah.
"aku akan pulang" cepat kuambil tasku dan beranjak pulang.
WUSSS...
Oo..ohh.. tubuhku membeku ketika merasakan hembusan angin.
"keluarkan aku... gelap ... aku tak bisa lihat apa-apa"
Sebuah suara terdengar ditelingaku. Sebuah suara yang sangat pelan namun cukup membuatku gemetar ketakutan. Ku gerakkan kakiku untuk pulang.
Ehh... tubuhku tak bisa bergerak. Kulihat ia berdiri didepanku. Wajahnya menunduk. Tangannya diulurkan kearahku. Mataku terbelalak ketika tangannya menyentuh keningku dan dia menghilah bagai kabut.
Kulihat darah mulai keluar dari dinding dan lantai. Pintu pun perlahan terbuka. Segera saja aku berlari keluar kelas. Aku terbelalak ketika melihat anak itu diseret oleh 2 orang. mereka menggunakan seragam yang sama dengan seragamyang kugunakan namun seragam itu seperti model kuno. Kulihat ia meronta dan mencoba memukul tapi kekuatan dari kedua orang itu mengunci pergerakannya.
"lepaskan aku. Brengsek jika kau ingin bertarung hadapi aku satu persatu"
Salah satu dari orang itu , aku rasa aku pernah melihatnya. Tapi dimana?
"diam.. berani kau mendekati Zilla. Kau sudah kuperingatkan berkali-kali. JANGAN MENDEKATI ZILLA, KAU MASING BELUM MENGERTI KAH FANG"
"brengsek"
Aku langsung berlari menuju kearahnya dan mencoba menolongnya. Namun sebelum aku mencapainya, aku berhenti membatu ketika melihat darah di kakiku. Aku memandang darah itu dan kembali menatap ketiga anak itu. Tapi mereka sudah menghilang. Kemana mereka?
Fang.. apa Fang nama anak itu?
Aku segera berbalik.
Kelas? Yang kulihat sekarang aku ada di kelas. Eh.. bukannya tadi aku sudah berlari keluar dan seharusnya aku ada di lorong.
"kau?"
Aku melihatnya lagi. Anak itu ada di bangkunya dan seperti menulis sesuatu. Dengan mengumpulkan seluruh keberanian aku mendekatinya.
"apa maumu?"
Anak itu mendongak dan mengeluarkan seringaian yang benar-benar menakutkan. Aku harus menahan diriku agar aku tidak lari meninggalkan kelas ini. Sekarang yang kulihat kedua tangan anak itu mengeluarkan darah. Tanpa sadar aku melangkahkan kakiku mundur satu langkah. Kutatap anak itu lagi, perlahan darah mengalir dari kedua matanya. Seringaian anak itu semakin lebar.
Anyir... aku tak tahan lagi. Segera saja aku berlari keluar kelas.
SREEEKKK... BREEEKK
Belum sampai aku ke pintu. Pintu itu telah ter tutup dan terkunci. Kuraih handle pintu dan mencoba membuka nya.
Tidak bisa..sial
Segera aku berlari kearah jendela berniat untukmelompat keluar dari jendela namun..
Dek...dek..dek
Seluruh jendela telah tertutup dan tentu saja terkunci. Kulihat anak itu berdiri dan berjalan pelan ke arahnya.
"TOLOOONGGG" aku benar-benar takut sekarang. Dengan panik aku mencoba berteriak tapi percuma tak ada yang mendengar teriakanku. Dia semakin dekat denganku. Aku semakin panik.. kulihat seringaiannya semakin lebar dan mengerikan.
"tidak.. JANGAN MENDEKAT.. TOLONG... TOLOOOOONGGG"
Boboiboy POV end
"JANGAN MENDEKAT. TOLOOOONG"
Yaya segera menghampiri boboiboy yang tertidur di ranjang UKS.
"boboiboy... hei... bangun"
"TOLONG..."
Boboiboy segera membuka matanya dan terduduk di ranjang UKS. Dilihatnya pertama kali adalah Yaya yang memandangnya khawatir.
"kau kenapa boboiboy?"
"engg.. yaya? Aku dimana? Dan apa yang terjadi padaku?"
"aku dan Reyhan menemukanmu pingsan dikelas tadi. Tadinya aku dan Reyhan ingin membantumu piket. Tapi saat kami membuka pintu kelas aku melihatmu pingsan dilantai. Sekarang Reyhan sudah pulang. Ada apa? Apa dia?"
"ya... aku melihatnya... dia menunjukkan masa lalunya... dia diseret oleh dua orang temannya. Tapi kurasa akku mengenal salah satu dari orang yang menyeret anak itu? Pakaian mereka sama seperti kita namun modelnya masih kuno. Kalau tidak salah mereka bilang 'jangan mendekati zilla' atau apalah itu."
"ohh... jadi dia pasti terbunuh oleh orang-orang itu."
"ohh... kenapa harus aku yang bisa melihatnya? Dan kalau tidak sallah namanya Fang. Ya.. namanya Fang"
"Fang... aku seperti pernah dengar nama itu"
"haa? Dimana?"
"Entahlah. Mungkin aku akan mencari tau nanti. Tapi jika kau bilang mereka menggunakan seragam yang sama seperti seragam kita. Berarti.."
"mereka murid dari sekolah ini?"
"ya. Mungkin murid sekolah sini beberapa tahun yang lalu."
"benarkah? Hehh... Yaya akku akan membantumu"
"benarkah boboiboy. Jangan membantuku karena kau terpaksa. Jika kau takut kau tak perlu membantuku. Ini berbahaya"
"karena ini berbahaya aku membantumu. Tak mungkin aku membiarkanmu melakukan ini semua sendiri. Lagi pula hanya aku kan yang bisa melihatnya"
"huhh... baiklah. Lebih baik kita sekarang pulang. Besok saat istirahat kita mencari biodatanya di perputakaan"
"baiklah. " kata boboiboy menyetujui.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari telah sore dan tak ada lagi orang yang ada di sekolah.
Bisakah mereka membantu Fang dan mengungkap kematiannya? Siapa kah yang telah membunuh fang?
TBC or disc
Yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeiiiiiiiiiiiiiiiiii...
Chapter 3 telah selesai... maaf GAJE nya benar benar gak bisa di tolerir.
Terimakasih sudah membaca fic saya
Beneran ini gak horor lho...
Akhir kata review pleaseeeeeeeeeeeeeeee...
Oke.. saya akan bertanya hal yang sama seperti yang lalu lalu...
Ini dilanjut atau stop aja?
