Nae Appeun Sarang
.
Cast: Kris- Chanyeol-Kai and other member EXO
Pair: Krisyeol-Kaiyeol
Disclaimer : Kris belong to Chanyeol and Chanyeol belong to Kris… Kai belong to me '-'
Warning : Typo(s),BL,Gaje,Absurd,Aneh,jelek,plot difikir sambil ngetik (jadi rada aneh)
.
So cruel…
.
HELLO ^_^ ini apdet cepet ato lama kah *_* karena kemaren niatnya Hyunni lanjut klo review lebih dari sepuluh dan itu bener-bener lebih '0' jadi Hyunni lanjut 'w' dan Maaf klo Hyunni gk bisa bales review kalian satu-satu soal a beneran gk sempet karena ini Hyunni ujian juga dan ini dibuat disela-sela belajarnya Hyunni, bukanya sok sibuk tapi emang gk bisa. Ini juga udah lebih panjang dari chap kemaren tapi y gk panjang-panjang soal a pasti bakalan bosen semua 'Q'
Dan satu yg paling penting Hyunni minta maaf karena disini adegan NC nya Krisyeol di skip '0' jan bakar saya *pundung* tapi depan-depan bakalan ada banyak dan ini Hyunni juga berusaha biar gk ngecewain semuanya *cuap-cuap lebar/kebiasaan*
Happy Read ^^
~o0o~
Cahaya berusaha menerobos masuk kedalam kamar yang terlihat sangat luxury itu. Ditemani dengan kicauan burung di pagi hari membuat suasana jadi lebih nyaring. Meminta semuanya untuk terbangun dan melakukan kegiatan paginya.
Seorang lelaki dengan mata bulat itu mengerjap dan mencoba membiaskan cahaya matahari lewat retinanya. Ia mengerjap sekali sampai dua kali. Menggeliat tak nyaman dalam kungkungan seseorang. Dan ia baru tersadar. Soal kejadian kemarin malam yang hampir membuatnya gila. Ohh! Ingatkan kepadanya untuk lebih baik melupakan kejadian semalam. Ia mengerjap lagi. Kali ini membiarkan tangan kekar itu lebih memeluknya hangat. Kemarin bahkan lebih dari ini,jadi terlambat untuk memarahi lelaki yang sedang memeluknya ini.
"kau sudah bangun?" suara itu terdengar serak dan berat. Membuat semua suasana menjadi sangat berat. "sudah" Chanyeol membalas dengan lirih. Ia mulai melepaskan tangan namja itu dari tubuhnya. Mencoba untuk tidak tertarik kepada namja itu,lebih lagi dari apa yang mereka lakukan.
"eghh" Kris menggeliat mereggangkan otot-otot tubuhnya,berusaha memperbaik suasana hatinya. Sama seperti yang Chanyeol lakukan. Kris menatapnya singkat, menatapnya dengan lekat lalu memasang smirk yang berlebihan lalu kembali tidak peduli padanya. Chanyeol bersumpah akan membunuh Kris setelah ini. Kris meakukanya dengan sangat kejam kemarin malam. Chanyeol tidak menggodanya dan Kris tertarik sendiri padanya. Jadi tentu saja semua ini salah Kris. Dan bagaimana dia bisa berjalan dengan benar kesekolah hari ini?
"aku harus pergi sekolah" Chanyeol memulai dengan pelan dan hati-hati. Seperti kemarin. Chanyeol bukan tipe yang suka dengan kekejaman apapun itu. Ia bersumpah melihat tatapan tajam Kris kepadanya. Lagi. Dan itu membuatnya tidak nyaman. Chanyeol tidak nyaman dengan orang asing manapun.
"kau mau mengekangku disini? Aku butuh ganti rugi soal kemarin" ucapan Chanyeol melemah diakhir kalimat. Malu. Ia merona. Percuma saja menyembunyikanya,Kris sudah melihatnya semalam kan? Untuk apa menyembunyikan muka dengan angkuh. Chanyeol bukan Kris yang angkuh. Dan Kris tentu saja bukan Chanyeol yang baik hati.
"ganti rugi untuk apa? Kita impas ingat" Kris berucap sambil berjalan keluar dari kenyamanan ranjangnya. Menghampiri Chanyeol yang bahkan masih setia menunggunya berdiri disisi ranjang sana. Kris duduk disisi ranjang mendongak menatap Chanyeol. Baru pertama Kris mendongak pada orang lain. Biasanya orang lain yang akan mendongak menatapnya. Dan dengan setia Chanyeol membalas tatapan angkuhnya. Chanyeol menunggu apa yang akan didapatnya setelah ini. Dia bisa mati kapan saja. Terserah saja. Chanyeol toh juga tidak suka dengan alur hidupnya yang itu-itu saja.
"kenapa denganmu?" Chanyeol berucap dengan kesal. Tiba-tiba ia merasa kedinginan. Ia kembali menatap Kris dengan enggan dan berharap Kris mau membebaskanya.
"kenapa apanya Bodoh!" Kris berdiri dengan cepat. Mengagetkan Chanyeol yang masih berdiri disana. Jarak mereka sangat intim bodoh!
"j-jangan mendekat lagi" Chanyeol menahan dada Kris yang terasa akan menempel pada dadanya yang terasa beku karena kedinginan. Chanyeol memundurkan langkahnya hati-hati. Sialan! Mati dengan hole robek mana boleh.
"p-permainanya sudah selesai. Kita impas. Biarkan aku pergi" Chanyeol hampir memekik kala mengatakanya. Seperti seorang bocah yang meminta lollipop kepada Ayah atau Ibunya. Sebenarnya Chanyeol tidak seperti itu. Kris tertawa meremehkanya, memandang tubuh Chanyeol berulang kali. Tidak peduli! Yang penting Chanyeol bisa keluar dengan selamat sudah seperti sebuah anugerah dari Tuhan. Kris kembali menatapnya dengan tatapan yang itu-itu saja kepada Chanyeol yang bahkan tidak melakukan apapun kepadanya. Penolakan itu bukan sebuah perlakukan tapi pernyataan!
"emhh..sebenarnya aku tidak yakin kau bisa berjalan" Kris melirik bagian selatan Chanyeol. Membuat Chanyeol langsung mengikuti arah tatapan Kris dan…
"Kyaaaaaaahhhhhhhh" Bodoh sekali! Kenapa ia baru sadar kalau ia tidak memakai sehelai benangpun kala itu. kenapa ia baru sadar disaat Kris jelas-jelas ada didepanya dan dari tadi memperhatikanya. Hanya karena tubuhnya? Ya Tuhan! Ingatkan Ibu Chanyeol untuk memukulnya setelah ini. Chanyeol terus memekik konyol lalu melompat kekasur untuk menadapatkan selimut disana dan ia menutupi tubuhnya yang polos itu. Sudah terlambat! Kris sudah melihatnya dan pose itu? Sialan!
"aku berusaha membuatmu sadar tapi kau terlalu bodoh!" Kris berucap sambil tertawa garing(?) ia lalu berjalan kekamar mandi dan setelahnya terdengar guyuran shower dan rutukan Chanyeol di dalam ruangan luxury nan besar itu.
~o0o~
"mau tetap disana atau ikut denganku?" Kris melemparkan handuk berwarna biru laut itu pada Chanyeol yang langsung sigap menangkapnya. Dan entah kenapa Chanyeol suka dengan baunya. Aroma khas seorang Kris. Ia memekik gila dalam hati. Sangat tidak bisa ditolerir.
"k-kemana?" Chanyeol ragu untuk kembali mencium aroma disana,namun ia kembali melakukanya. Terasa sangat bahagia. Kris membuka lemari pakaianya dan melemparkan sebuah kaos dengan warna abu-abu dan sebuah celana jeans panjang. "pakai itu,kau tidak akan pergi kesekolah" Chanyeol menatapnya horror.
"tidak mau! Aku harus pergi! Gila sekali kau ini..pulangkan ak-" ucapan Chanyeol terputus saat melihat Kris melepas handuk yang menutupi tubuhnya sebatas pinggang sampai kebetisnya itu. Kris melepaskan handuk yang menutupinya,membiarkan tubuh polosnya disantap oleh mata Chanyeol yang setia memandanginya dari mana-mana sampai kemana-mana. Ingatkan Kris untuk tidak melakukan hal ini lagi!
"h-hey..aku akan mandi sekarang" entah kenapa nada suara Chanyeol terdengar seperti gugup. Dia ternyata sangat menikmati tubuh Kris itu ya. Chanyeol sesegara mungkin pergi ke kamar mandi yang ada disana. Kris meliriknya lalu memasang smirk. Lagi.
Kris menunggu Chanyeol sambil memainkan handphonenya asal-asalan. Membiarkan ketikan-ketikan email itu terkirim kepada seseorang yang dinamai ' ' olehnya.
To:
From: (Wu Coorperation)
Subject : Chanyeol
Chanyeol tidak akan masuk hari ini. Kau pasti bisa membuatkan ijin untuk muridmu itu kan? Ah-ya..aku akan memulangkanya setelah urusanku denganya selesai..terimakasih untuk kerjasamannya noona Kim
Tinggal beberapa detik ia akan menekan tombol send sebelum semua perhatianya beralih pada Chanyeol yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kaos abu-abu yang terlihat sangat kebesaran tapi masih mau terpakai dengan rapi ditubuh Chanyeol karena tingginya yang sebelas-duabelas lah(?) dan celana jeans yang Kris yakin Chanyeol menekuk bagian pinggangnya sehingga terlihat sangat pas dipakai olehnya walaupun ukuranya masih saja kebesaran. Kris menatapnya dua detik lalu berusaha tidak mengeluarkan tawanya. Image yang selalu dijaganya bisa terbakar kapan saja. Chanyeol Pabbo!
"emhh..K-kris" Chanyeol berucap saat Kris kembali menatapnya tanpa berkata apa-apa. Mau apa sih? Chanyeol sebenarnya sangat gatal untuk melubangi kepala mesum itu dengan pistol kesayanganya. Sayang saja dia tidak membawanya. Memang seharusnya Chanyeol tidak melakukanya atau mendekam kedinginan di penjara lebih baik? Bukankah berdiri didepan Kris Wu lebih baik? Tentu saja jawaban Chanyeol 'iya' Tertawalah!
"ayo pergi sekarang" Kris beranjak dari sana setelah menekan tombol send dihandphonenya itu setelah beberapa saat terganggu. Salahkan Chanyeol yang tiba-tiba berdiri didepanya dengan baju sialan itu.
"kemana?" Chanyeol masih berdiri disana. Mengerjap sesekali seperti anjing yang meminta makanan favoritnya. Dan Kris hanya terdiam ditempatnya tidak berniat berbalik dan bertanya.
"bajumu sangat aneh dilihat..ayo membeli satu untukmu" Kris berucap setelah berfikir mau kemana dia pergi. Chanyeol mengerjap lagi. Kris ingin mencubit pipinya kalau tidak megingat image yang dia miliki. Lagi.
"mau pergi tidak?" Kris beranjak keluar kamar diikuti langkah panjang Chanyeol yang mengikutinya dari belakang seperti seekor anjing yang sedang mengekori majikanya. Menggemaskan.
Chanyeol mengikuti langkah Kris yang entah kemana perginya. Ia hanya ingin mengikuti namja itu. sesekali ia melirik ke sana-kemari melihat betapa mewahnya rumah Kris. Dan kenapa berutungnya Chanyeol dipertemukan dengan namja didepaya ini.
Kris berhenti dan otomatis namja dibelakangnya juga ikut berhenti mengikuti langkahnya yang sama-sama panjang itu. Kris membuka sebuah pintu mobil audy hitam yang memang sudah biasa Chanyeol tahu. Tapi Chanyeol sedikit terkejut saat mendapati di garasi itu bukan hanya ada audy hitam yang mereka tumpangi. Ada beberapa mobil ferarri dan limousine? Chanyeol bahkan terkejut Kris bisa mendapatkan semua itu dari mana? Kaya sekali dia. Dan biar kuperjelas kalau Chanyeol ingin semua itu. Ohh Poor Chanyeol!
~o0o~
Sementara dirumah keluarga Kim yang sedang sepi-sepinya karena sedang mengajar disekolah dan keberadaan Kim Chanyeol yang sedang kemana dan dimana bersama Kris pun ia tidak tahu.
Brakk…
Suara debuman pintu itu terdengar menggema diseluruh ruangan. Seorang namja berkulit tan bersama dua namja lainya memasuki rumah itu dengan nafas tersenggal.
"ahh..kabur seperti ini apa enaknya? Aishh~ seharusnya aku tidak ikut kalian tadi" gerutu seorang namja tinggi bermata panda kepada pemilik rumah dan satu temanya. Sehun,Tao,dan Jongin atau biasa dipanggil Kai.
Mereka adalah anak yang suka sekali menghabiskan uang mereka,berfoya-foya serta membolos di jam pelajaran. Bahkan mereka suka sekali kabur dari sekolah. Ketiga namja yang sangat dikagumi semua siswa lainya karena keberanian mereka membolos. Dan bahkan kejadian tahun lalu,saat Jongin,Sehun,dan Tao dengan berani membully seorang guru sampai masuk rumah sakit selama dua minggu lamanya (aneh gk? '-' kalo aneh skip kalimat ini *_*). Mereka sudah beberapa kali dipanggil ke ruang konseling. Percuma saja,mereka saja tidak mau berusaha untuk berhenti dari kelakuanya. Mereka tidak berani mengeluarkan tiga namja itu dari sekolah karena status mereka semua. Yeah,status yang sangat tinggi.
Sehun,adalah anak pemilik yayasan sekolah. Sekolah bisa saja dirubuhkan kalau mengeluarkan anak satu itu dari sana. Tao, adalah anak dari kepala sekolah itu sendiri. Sedangkan Jongin anak dari guru music disekolahnya, Kim HyunHee. Walaupun Tao dan Jongin tidak memiliki status tinggi seperti Sehun, mereka tidak pernah takut karena Sehun selalu melindungi mereka. Lucu sekali cara mereka.
"apa untungnya pelajaran music seperti itu? ishh meyebalkan" Sehun menyambung ocehan Tao sambil menidurkan diriya di sofa rumah Jongin. Tao sesekali melirik kesana-kemari seperti mencari seseorang.
"Chanyeol Hyung tidak ada dirumah?" pertanyaan itu membuat Jongin yang sedang menonton televisi itu juga ikut mengedarkan pandanganya kesekitar rumahnya sendiri. Seingatnya kemarin, dia juga tidak melihat Chanyeol dirumah. Kemana pria itu?
"bukankah seharusnya dia disekolah?" Sehun bertanya. Jongin menernyit lalu sedetik kemudian ia kembali fokus ke depan. Melupakan semuanya yang membuatnya mendidih.
"aku tidak melihat dia disekolah sejak kejadian kemarin" Tao kembali mengoceh babibunya. Sehun menatapnya sambil mengernyit.
"kejadian? Kejadian apa?" sebelum Sehun sempat bertanya Jongin sudah lebih dulu berlalu seperti kereta yang sedang terlambat(?) ke tujuan.
"kemarin, saat aku tidak sengaja berniat untuk membolos di UKS aku melewati kelas Chanyeol Hyung yang sedang ramai-ramai…kufikir ada ap-"
"jangan bertele-tele ZiTao" Jongin memotong dengan geram membuat Tao mencibir karenanya. Ini dia juga sedang menjelaskan malah diomeli. Nanti saja kalau langsung ke arah pembicaraan pasti akan tanya kenapa lah..apa lah..mengapa lah? Lah.. Jongin suka begitu kalau bicara makanya Tao ingin menjelaskan dari awal. Jongin Pabbo!
"aku melihat dua orang yang sepertinya orang suruhan menyeret Chanyeol Hyung dari sana..aku juga melihat disana" Tao sudah selesai menjelaskan intinya. Jongin masih mencoba mencerna apa yang dikatakan Tao begitu pula Sehun. Setelah sadar dengan apa yang dikatakan Tao mereka berdua membulatkan matanya yang sama-sama sipit itu lalu…
"kenapa?" secara bersamaan Sehun dan Jongin mengucapkanya tanpa sadar. Sekedar ingin tahu. Tao merengut kesal. Sudah dia duga kalau mereka akan bertele-tele seperti ini. Tao tidak suka tanya-menanya makanya tadi dia ingin menjelaskan dari awal.
"heh…makanya kalau ada orang berbicara dengarkan dulu" Tao nyerocos tak jelas didepan Sehun dan Jongin.
"aku dengar Chanyeol Hyung seorang sniper?" nadanya seperti informasi tapi disaat bersamaan juga terdengar seperti bertanya pada Jongin yang sedang menatapnya sambil sesekali menggeram dengan kesal.
"a-apa itu benar?' Sehun menyahut sambil menatap Jongin yang sedang kesal sendiri dengan semua yang Tao katakan.
"kufikir eomma sudah menyuruhnya berhenti" Jongin memberi jeda sesaat memperhatikan kedua rekanya itu. "dulu Chanyeol suka sekali dengan dunia seperti itu..sebelum Appanya menikahi eommaku dia dulu adalah seorang sniper. Tapi setelah Appanya meninggal saat kejadian tak terduga waktu itu kudengar ia kembali les sniper…tapi aku tidak tahu sebenarnya.. Arghhh Chanyeol itu" ucapan Jongin terdengar seperti menahan amarahnya diakhir kalimat.
"apa dia sangat hebat?" tanya Sehun. Jogin menggeleng lalu menyenderkan kepalanya ke kursi.
"jadi karena itu…" Tao menggumam membuat kedua temanya menoleh padanya.
"kudengar Chanyeol Hyung menembak sesuatu yang kutahu dari informasi bahwa itu adalah sebuah sabu-sabu yeah semacam itu…tapi kenapa dia menembaknya? Akhirnya dia kena juga kan" Tao mengucapkanya dengan tenang sementara Jongin yang terlihat hampir meledak saat itu juga.
"apa dia seorang gangster?" Sehun mengemukakan pemikiran konyolnya. Jongin terhenyak dan berfikir mana mungkin.
"kalau iya dia seorang salah satu dari gangster mestinya saat ia diseret waktu itu kelompoknya datang..dan seharusnya kalau dia mengatakan tidak sengaja bukankah dia disuruh seseorang..yang..eumhh kau fikir siapa itu?" Tao kembali mengemukakan pemikiranya yang sedikit mengejutkan hari ini. Jika biasanya Tao suka loading lama kali ini ia berfikir sangat cepat dan jenius. Minum apa Tao kemarin? Ahh..Lupakan.
Jongin mengernyit "mana mungkin dia anggota gangster" fikirnya pendek.
"tanya saja eommamu" perkataan Sehun membuat Jongin langsung mengambil handphone nya untuk menghubungi Ibunya. Sehun dan Tao menunggu dengan serius. Mereka menunggu beberapa detik sampai akhirnya mereka terhenyak sendiri mendengar ringtone lagu di sekitar mereka. Itu jelas bukan milik ketiganya.
"dia meninggalkan ponselnya" Tao melompat dan memberikan ponsel itu pada Jongin saat ia menemukanya dibawah bantal yang dia sender sedari tadi. Jongin menerimanya. Mematikan ponselnya sendiri dan membuka ponsel Ibunya itu.
"apa-apaan ini" Jongin merasa darahnya mendidih disaat ia membuka handphone Ibunya dan mendapatkan email dari seseorang yang tertulis dengan jelas bahwa itu adalah 'Mrs Wu' yang ia tidak tahu siapa.
Sehun dan Tao segera melompat untuk melihatnya saat melihat wajah masam Jongin.
To:
From: (Wu Coorperation)
Subject : Chanyeol
Chanyeol tidak akan masuk hari ini. Kau pasti bisa membuatkan ijin untuk muridmu itu kan? Ah-ya..aku akan memulangkanya setelah urusanku denganya selesai..terimakasih untuk kerjasamannya noona Kim
Sehun dan Tao mengernyit melihat pesan itu.
"siapa ? apa hubunganya dengan Chanyeol Hyung" Tao kembali menjadi Tao yang banyak tanya lagi. Tao yang suka loading lama.
"apa kau fikir Mrs Wu adalah orang yang membawa Chanyeol Hyung" Tao kembali bertanya saat pertanyaan pertamanya saja belum tertuntaskan. Jongin benar-benar dibuat kesal hari ini.
"kau akan mendapatkan semuanya sepulang nanti" Jongin menggumam dengan pelan sehingga kedua temanya tidak dapat mendengarnya. Terlihat kerutan di dahina menahan amarah yang sudah ingin meledak seperti kembang api lebaran (aneh? Skip kalimat ini)
~o0o~
Disisi lain Chanyeol dan Kris sedang menikmati makan siangnya di sebuah restoran bernuansa klasik setelah berhasil memilihkan Chanyeol sebuah T-shirt,Jeans panjang, dan entah mengapa ia juga mendapatkan sepatu kets cream. Chanyeol fikir Kris terlalu berlebihan membelikanya semua ini. Sebenarnya ia juga terlalu malu untuk menerima semuanya karena difikir Chanyeol adalah pihak tersalah disini. Dan ia tidak tahu kenapa Kris mau melakukan semua ini.
Kris menatapnya yang sedang terdiam dikursinya setelah menerima makan siangnya di restoran itu.
"kau tidak mau memakanya?" Kris bertanya dengan dingin. Chanyeol mendongak kemudian sedetik setelahnya ia memandangi sepatu kets cream barunya. Ia tidak tertarik untuk menikmati semuanya. Terimakasih saja.
"aku tidak lapar" Chanyeol mengeluh. Ia memang tidak bohong. Ia sama sekali tidak lapar malah ia ingin cepat-cepat pergi dari sana. Kris memandangnya dengan tajam saat Chanyeol juga menatapnya.
"makan semuanya..aku sudah repot-repot membawamu kesini jangan membuatku untuk membentakmu ditempat umum seperti ini" Kris kembali berucap dengan dingin dan terakhir tatapan tajam yang Chanyeol dapatkan darinya. Salah apa sih dia?
"tapi aku tidak lapar" Chanyeol kembali mengeluh tidak tahu apa resiko yang ia bisa dapatkan.
"kau benar-benar tidak mau memakanya?" Kris mendentingkan sendok di piringnya dengan keras hingga menimbulkan bunyi nyaring. Membuat sebagian orang disana menatap mereka berdua. Chanyeol tidak enak kepada orang-orang disana yang menatapnya. Ia ingin Kris berhenti menatapnya tajam karena orang-orang pasti berfikir yang tidak-tidak.
"KENAPA KAU SUSAH SEKALI UNTUK DIATUR?" Kris berteriak dengan keras disana benar-benar membuat Chanyeol langsung menundukkan kepalanya. Ia tidak mau melihat mata Kris lagi dia juga malu untuk melihat sekitarnya yang pasti sedang memperhatikan mereka berdua. Kris itu temperament sekali. Kadang dia juga bai-baik saja kepada Chanyeol tapi kadang juga jadi seperti monster.
"K-kris hentikan! Aku akan memakanya" Chanyeol sebenarnya tidak akan mau mengatakanya kalau saja ia tidak melihat tatapan semua orang didalam sana apalagi para pelayan yang sedang bekerja. Jadi malu kan dia?
"bukankah aku menyuruhmu memakanya dari awal? Lakukan saja" Kris berkata dingin benar-benar tidak peduli dengan tatapan orang-orang. Chanyeol akhirnya menyuapkan satu sendok dengan enggan kemulutnya. Dan ia sangat lega melihat pada akhirnya orang-orang tidak lagi memperhatikanya. Tapi Kris masih saja memperhatikanya dengan tajam.
"kau benar-benar tidak mau makan?" Kris berkata dingin. Kenapa sih? Bukanya Chanyeol sudah melakukan apa yang ia bilang lalu kenapa lagi dengan pria yang satu ini?
"ak-aku sudah m-memakanya" Chanyeol menunduk menghentikan acara makannya dan memilih untuk diam. Diam saja salah apalagi kalau ia terlibat perdebatan dengan Kris? Ahh..sudahlah.
"kau ingin aku melakukan apalagi?" Kris terdengar frustasi ditelinga Chanyeol. Chanyeol ragu untuk memandangnya tapi pada akhirnya ia mendapati Kris menatapinya dengan tajam. Kenapa mata Kris itu-itu saja? kapan ia bisa tersenyum?
"ayo pergi" Chanyeol kembali dikejutkan dengan Kris yang tiba-tiba mengajaknya pergi. Pria itu tidak sabaran sehingga dengan cekatan menarik lengan Chanyeol dengan kasar dari sana meninggalkan tatapan-tatapan di dalam sana.
Srett…
Brak…
Chanyeol mecoba memejamkan matanya saat Kris menutup pintu mobil dengan keras membuatnya terkejut. Setelah kejadian diseret-seret dan setelahnya Chanyeol mendapati tanganya yang merah dan sedikit lecet.
Brakk…
Chanyeol mencoba untuk tetap tenang saat Kris sudah berada disampingnya. Di kursi kemudi dengan wajah yang seakan akan meledak. Chanyeol tidak melakukan apapun dan kenapa hari ini dia salah terus?
"katakan dimana rumahmu?" Kris menatapnya dengan tajam diselingi helaan nafas frustasi yang terdengar panjang sekali. Chanyeol yang medengarnya kembali terkejut. Kris mau mengantarnya pulang? Kenapa tidak dari tadi saja. Chanyeol merasa sangat bahagia.
"emhh..k-kau mau mengantarku pulang?" Chanyeol menatapnya ragu. Kris mengusap wajahnya denan kasar.
"kau fikir untuk apa aku memulangkanmu? Katakana dimana rumahmu?" Chanyeol terhenyak lagi. Beberapa menit kemudian mobil itu sudah melaju ke arah yang Chanyeol tunjukkan.
Hening. Mereka memilih untuk menikmati perjalanan dalam diam dan penuh kecanggungan. Chanyeol tidak berani mengatakan apapun saat itu. Ia terlalu takut. Chanyeol tidak mau Kris marah lagi karenanya. Ia tidak akan mau menjadi korbanya.
"a-ap-apa kita sudah impas?" Chanyeol berkata tanpa menatap lawan bicaranya. Setelah bergelut dengan mata batinya untuk berkata tidak kepada Kris dan ternyata dia hanya dibalasi dengan helaan nafas.
"anggap kita sudah impas…anggap ini semua sudah selesai dan anggap kau tidak pernah bertemu dengan pria bejat sepertiku" Kris berucap dengan nada tenang. Chanyeol terhenyak mendengarnya. Apa tadi Kris mengatakan dirinya sendiri pria bejat? Sudahlah lagipula ini sudah berakhir.
"apa kita tidak akan bertemu lagi? Apa aku harus berpura-pura tidak mengenalmu jika kita bertemu" Chanyeol menatap iris mata kelam milik Kris dengan penuh perasaan. Ada penyesalan ada juga kebahagiaan. Ia ingin pulang tapi entah mengapa rasanya berat sekali untuk meninggalkan Kris yang sudah menyetubuhinya kemarin malam.
Mendesahkan namanya dengan gila. Menciumnya. Merasakan bersama bagaimana surga dunia itu. Chanyeol merasakan semuanya. Sangat sulit untuk melupakan semua kejadian secepat kilat itu.
Kris menatapnya. Mereka sudah sampai didepan rumah Kim HyunHee, rumah Chanyeol. Kris masih menatapnya dengan setia.
"berpura-puralah…kita tidak pernah bertemu..anggap kau tidak pernah mengenalku selama ini" Kris menatap Chanyeol yang juga menatapnya dengan iris yang berkaca-kaca. Air mata Chanyeol langsung saja meloloskan dirinya setelah Kris mengatakan hal itu. Apa arti ini semua? Jangan anggap Chanyeol bermain-main kali ini. Kris sudah mempermainkanya,menyetubuhinya lalu meninggalkanya sendirian. Sampai kapan kehidupan Chanyeol yang seperti ini terjadi?
"Maaf dan termikasih untuk semuanya Kim Chanyeol" Kris berucap lirih. Melepas sabuk pengaman ditubuh Chanyeol lalu melepas miliknya sendiri. Mendekat kearah Chanyeol dan mulai mensejajarkan wjah mereka berdua. Chanyeol merasakan hangatnya terpaan nafas Kris diwajahnya.
Kali ini sebuah ciuman cinta terukir didalamnya. Bukan sebuah kesalahan kalau Chanyeol menikati ciuman ini. Karena mungkin ia sudah jatuh terhadap pesona seorang Kris Wu. Terluka dan mencoba bangkit untuk meraih tanganya, Chanyeol yakin ia bisa merubah segalanya. Dari benci menjadi cinta. Chanyeol yakin ia bisa.
Saranghae…
TBC
Wakwaaww! *_* jelek kan :" paham juga author kalo ini absurd..ini kan pemikiran absurd author juga '0'
Gimana nih author sedih gk bisa lagi nemuin Krisyeol moment yang real ;_; kapankah ada Krisyeol moment lagi (ngarep)
Makasih yang udah review di chap kemaren author seneng banget bacanya '0'
semoga chap ini lebih memuaskan daripada yang awal….
Give me some review again babe 'w'
See You :*
KRISYEOL-KRISYEOL-KRISYEOL
Save KrisYeol ;_;
We're ONE !
