Nae Appeun Sarang

Chap.3

Pair: KrisYeol,KaiYeol,KaiSoo

Other Cast: all member of

Disc: Kris belong to Chanyeol and Chanyeol belong to Kris

Warning: Typo(s),BL,OOC (sempat ketinggalan di chap. Kemaren2)Absurd, plot (difikir sambil ngetik),dll

.

So Cruel…

.

Brakk…

Chanyeol mencoba membuka pintu dirumahnya yang terlihat sangat sulit sehingga menimbulkan bunyi dentuman yang keras. Chanyeol tidak sengaja,salahkan sendiri pintunya yang mulai error(?). Pandanganya menelusuri keseluruh rumah mencoba mencari keberadaan orang-orang disana. Ia menyalakan lampu ruang tengah yang masih gelap.

Ia melempar sepatunya asal-asalan dan merobohkan tubuhnya di sofa panjang putih disana, kepalanya menengadah dan tertutup. Ia mencoba melupakan semuanya yang terjadi padanya sejak kemarin malam. Kenapa sulit sekali untuk melupakan lelaki itu?

Hhh~

Chanyeol menghela nafasnya panjang lalu mencoba berdiri untuk pergi kekamarnya.

Cklek…

"sudah pulang? Kufikir lupa rumah" suara itu. Chanyeol membuka pintu kamarnya malah mendapati Jongin tidur santai diranjang milik Chanyeol. Chanyeol masih berdiri disana dengan ragu-ragu berfikir untuk masuk. Kelihatanya ia harus berfikir dua kali untuk masuk kesana sebelum terlambat.

"Jongin apa yang kau lakukan disana?" Chanyeol dengan perasaan gusar melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya tapi ia tidak berniat menutup pintunya. Yeah, hanya was-was jikalau sesuatu terjadi ia bisa langsung lari dari sana.

"aku? Disini? Untuk apa ya?" Jongin malah bertanya membuat Chanyeol rasanya ingin mengusirnya dari kamar ini jikalau tidak mengingat kalau ini rumah Jongin,bukan rumahnya. Astaga.

"bisakah kau keluar seb-" "Kenapa?" Jongin memotong. Dengan nada rendah tapi penuh kedinginan. Chanyeol kan tidak mengusir kenapa dia begitu? Ahh..Astaga Jongin.

"aku akan ganti baju dulu" Chanyeol menuju lemari pakaianya sama sekali tidak berniat menatap Jongin diranjang sana. Chanyeol memilih-milih pakaianya dengan tidak konsen sama sekali hanya untuk mendengarkan tanggapan Jongin selanjutnya.

"hahaha..kenapa harus keluar? Kau bisa ganti disini….kita kan sesama laki-laki Hyung..lagipula kau kan gay" Chanyeol menghentikan aksi tanganya. Ia terdiam sambil mengerjap beberapa kali mendengar ocehan gila Jongin diranjangnya. Gay? Dia bilang Gay? Entah kenapa Chanyeol tidak terima dikatai begitu walaupun faktanya sebenarnya memang begitu.

"aku bukan gay Jongin jadi jangan berbicara yang tidak-tidak. Keluar sekarang!" Chanyeol memberanikan diri untuk menatap Jongin diranjang yang sedang meliriknya tajam disana. Sebenarnya Chanyeol takut dengan ekspresi Jongin tapi bukan berarti dia harus menangis diatas ranjang lagi kan? Mana boleh seperti itu.

Jongin tertawa pelan tapi penuh nada mengejek. Ia menghampiri Chanyeol yang masih sibuk untuk berdiam diri didepan almari tanpa melakukan apapun. Chanyeol diam tidak merasakan adanya aura(?) Jongin mendekatinya.

"kau mengusirku hmm?" Chanyeol bisa merasakan tangan melilit di pinggannya dengan erat dan ia juga bisa merasakan terpaan halus nafas Jongin. Chanyeol menjatuhkan tanganya dari almari untuk memegang tangan Jongin dipinggangnya.

"l-lepaskan Jongin" Chanyeol mencoba berkata sehalus mungkin. Tapi Jongin mendengarnya sebagai sebuah perintah. Jongin benci dengan Chanyeol yang suka mengatur seperti ini.

Brukk…

Brakk..

Chanyeol memejamkan matanya. Setelah dentuman pintu lemari dibelakangnya Chanyeol merasakan sebuah hantaman dipunggungnya dengan keras. Jongin sudah mencoba bersabar tapi Chanyeol membuatnya marah.

"kenapa Park Chanyeol yang ini suka sekali menghindar hmm?" tangan Jongin menelusup ke baju Chanyeol mencoba mencari-cari sesuatu yang disukainya disana. Chanyeol menggigit bibirnya dengan susah payah sementara Jongin sudah memulai aksinya.

"mhhh ak-aku hyunghhhmuhh Jonginn ahh lep-lepashhkan!" Chanyeol mencoba menahan desahanya tapi siapa lagi kalau bukan Jongin yang bisa menjinakkan mangsanya. Jongin menyeringai melihat ekspresi Chanyeol yang menahan sesuatu.

Chanyeol benci! Chanyeol tidak pernah suka dirusak oleh orang lain. Ia bukan tipe yang suka diperintah. Dan Jongin sama sekali bukan tipenya.

"J-Jong hnnn J-Jongin!janganhh lakukanh hal gila lagi…hhh~Ib-Ibumu akanhh Pulanghhh" Chanyeol benar-benar akan menjambak Jongin kalau pria itu juga tidak mau berhenti. Dan benar saja ucapan Chanyeol dianggap angin lalu oleh Jongin. Dan Chanyeol mulai tidak menyukai hal ini.

"JONGIN! Hh~" Chanyeol mendorong tubuh Jongin yang masih melilitnya dalam sekali dorong dan Jongin langsung terjatuh didepanya. Chanyeol menarik nafasnya dalam disaat ia benar-benar butuh oksigen untuk hidup.

"kenapa denganmu?" Jongin berdiri. Merapikan letak poninya yang berantakan sambil menghampiri Chanyeol yang enggan untuk menatap Jongin. Chanyeol mulai ambil seribu langkah untuk berlari dari sana.

Jongin sudah mempertimbangkan semuanya dengan matang. Dan benar saja…

Jongin duaribu kali lebih cepat daripada pria tinggi bertelinga peri itu. Sebelum Chanyeol sempat menggapai pintu Jongin lebih dulu menyeretnya kerajang berniat untuk melakukan hal gila yang Chanyeol katakan. Apapun yang Chanyeol katakan memang benar dan Jongin cukup gila untuk melakukannya. Tapi itu karena semua menganggapnya begitu psikopat dan Chanyeol cukup yakin bahwa Jongin memang benar-benar psikopat. Dan apapun yang Chanyeol katakan setidaknya Jongin membiarkanya berkata sebebas yang dia mau. Toh semuanya sudah berubah.

Park Chanyeol menjadi Kim Chanyeol…

Chanyeol masih berusaha mendorong Jongin yang faktanya sedikit lebih kecil darinya. Tapi karena Chanyeol namja yang tidak cukup kuat karena ia selalu menolak bila diajak pergi ke Gym dengan teman-temanya itulah hasil dari kemalasan Kim Chanyeol. Poor Chanyeol!

"aku hanya akan melakukanya sekali dan aku akan pergi hyung! Hanya biarkan aku melakukanya sekali" Chanyeol terdiam sebentar mendengar penuturan aneh Jongin. Ahh biarlah~ bukannya Jongin memang selalu aneh?

"tidak Jongin~ kau bisa membuatku-"

"apa kau fikir aku mau berhenti?" Jongin menatap manik Chanyeol sambil menyunggingkan senyum miringnya. Dan Chanyeol berusaha terlihat sebiasa mungkin. Sebiasa mungkin.

"Akan kuhancurkan semuanya~"

Srett….

Jongin menarik ikat pinggang Chanyeol tidak sabar dan beberapa detik lebih lama (mungkin) setelahnya Chanyeol sudah naked. Chanyeol menahan nafas melihat tubuhnya sendiri yang jelas-jelas terpampang di matanya saat ini.

"ahhh" Chanyeol berusaha menahanya tapi tidak bisa karena Jongin yang sengaja menyenggol penisnya dengan lututnya saat akan membuka celana miliknya sendiri.

Jongin gila Jongin gila…arghh aku lebih gila!

Chanyeol merutuk dalam hati karena ulah gila Jongin. Sedangkan Jongin sangat menyukai wajah merah Chanyeol dibawahnya saat ini. Ohh~ dia akan gila jika tidak cepat-cepat melakukanya atau bisa-bisa ia tertangkap basah oleh Ibunya sendiri dan dia tidak akan mau jika harus solo di kamar mandi. Gila. Memang.

"Akan kuhancurkan lubangmu!"

"ARGHHHTTT! J-JongIn! Ssakittt…." Oh..Hell! dan Jongin benar-benar melakukanya. Menyeret paksa pinggang Chanyeol karena ketidak sabaranya dan memaksa Chanyeol untuk menungging didepanya dan memasukkan sepenuhnya kejantanannya dalam sekali hentakan. Membuat pria yang menungging didepanya ini meringis menahan panas dan perih dilubangnya yang dibobol paksa oleh adiknya sendiri tanpa penetrasi sama sekali. Dan itu jelas menyakitkan sekali bagi Chanyeol. Poor Chanyeol!

"hh~ sudah kukatakanhh untukhh ahh~ tidakhh melawan" Jongin menyodok lebih dalam untuk mencari-cari dimana titik yang akan merubah semuanya menjadi kenikmatan itu. Bahkan ia sama sekali tidak membiarkan Chanyeol untuk bernafas lebih normal karena hentakan-hentakan kasar yang dilakukannya.

"J-Jong-Jongin! Hentikanhh ARGHH!" Chanyeol yang menjadi korban kegilaan Jongin hanya bisa terdiam. Untuk apa berontak kalau Jongin sendirilah yang akan lebih menyakitinya.

Dan malam dimana keduanya melakukan sebuah kegiatan intim dalam ikatan saudara. Garis bawahi saudara. Derit ranjang yang mengiringi keduanya membuat Jongin malah semakin gila ditambah dengan desahan dan wajah merah Chanyeol yang menahan perih sama sekali tidak membuatnya merasa kasihan kepada kakaknya itu. Ia malah mempercepat tempo sodokanya pada lubang milik kakaknya kala menemukan dan mendengar desahan nikmat Chanyeol yang berarti Jongin sudah menemukan titik kenikmatanya.

Chanyeol benar-benar berusaha menumpu berat badanya pada tangan miliknya agar tidak terjatuh karena sodokan kuat Jongin. Chanyeol yakin jika Jongin tidak memegangi pinggangnya ia akan terjatuh dari tadi. Dia bahkan sudah tidak tahan lagi saat merasakan satu tangan kanan Jongin mengocok penisnya keras dan satu tangan kirinya memainkan salah satu puting Chanyeol.

Ada ribuan rasa aneh menggelitikinya. Mulai dari pantatnya yang sengaja menggoda Jongin dan menyebabkan Jongin sendiri malah gemas denganya sehingga melepas pinggang Chanyeol hanya utuk meremat pantat Chanyeol itu. Dan Chanyeol sendiri yang harus benar-benar menumpu berat badanya pada kedua tanganya dengan ekstra agar tidak terjatuh.

Dan satu perasaan aneh menggelitik saat merasakan penisnya berkedut dan membesar dan beberapa detik setelahnya ia hampir saja orgasme kalau saja Jongin tidak menutupi ujung lubang penisnya itu dan itu malah semakin menyiksa Chanyeol.

"J-jongg! B-biarkanhh ahh~ a-aku Arghtt!" Jongin malah semakin menutup akses keluar Chanyeol dan semakin mempercepat tempo hentakanya saat merasakan penisnya sendiri membesar dan berkedut di dalam lubang becek Chanyeol yang menjepit penisnya erat.

"bersamahh Hyughh"

Dan Chanyeol bersumpah dia merasakan keskitan di penisnya yang mulai membiru karena Jongin tidak membiarkanya keluar.

" HYUNGHH!" Dan sodokan ke duabelas Jongin ia berhasil orgasme di dalam lubang hangat Chanyeol begitu juga dengan Jongin yang membiarkan Chanyeol mengeluarkan miliknya juga dan milik Chanyeol lah yang paling banyak.

"hh~" Chanyeol menghela nafasnya dengn sangat lega. Tubuh Chanyeol seketika ambruk saat Jongin melepaskan penisnya dari lubang hangatnya membiarkanya menghirup nafas dengan sangat lega.

Jongin melumat bibir Chanyeol pelan dan setelah itu ia membiarkan Hyungnya itu terbangun didalam dunia fantasi mimpinya.

~o0o~

"engghh" Chanyeol membuka kedua matanya perlahan mencoba membiasakan cahaya matahari di matanya. Ia menengok kesamping dan mendapati Jongin sudah tidak ada tapi ia mendengar sara berisik gemercik air shower di kamar mandi disana. Dikamar Jongin dan itu berarti namja tan itu sedang membersihkan diri. Chanyeol memandang tubuh polosnya dibawah selimut kamar Jongin dan itu justru membuatnya merasa menjijikkan.

Chanyeol menaikkan selimutnya sampai menutupi dadanya.

Cklekk…

Chanyeol menatap Jongin yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya dan membiarkan tubuh atasnya terlihat oleh mata bulat yang sedang mengawasinya.

"J-Jongin! Ak-"

Srett….

Jongin melepaskan handuk yang melilit pinggangnya membiarkan Chanyeol menatapnya. Chanyeol yang mengetahui hal itu membulatkan matanya

Ini seperti dejavu…

Chanyeol menatap lekat lekuk tubuh Jongin yang ada dihadapanya. Dan itu berhasil membuatnya untuk tidak bernafas selama beberapa detik karena melihatnya.

Dan beberapa saat ia masih menatapnya sampai Jongin ikut menatapnya dan Chanyeol baru sadar kalau ia sudah memandanginya terlalu lama. "kenapa?" Jongin bertanya dengan nada datar sedatar raut wajahnya yang membuat Chanyeol ingin menendang pantat pria tan itu dengan keras. "t-tidak ada" Chanyeol tergagap "mau sampai kapan kau disana?"

Deg…

Kriss…

Chanyeol terdiam menanggapi perkataan Jongin barusan. Ia jadi teringat sesuatu yang membuatnya begitu gila akhir-akhir ini. Siapa lagi kalau bukan namja pirang yang sudah memperkosanya waktu itu.

Srett…

"auhhh" Chanyeol melenguh pelan saat Jongin menariknya dari ranjang dan itu membuat tubuh polosnya terekpos dengan jelas tetapi Jongin hanya diam saja "keluar dari kamarku!" mata Chanyeol membulat. Entah sudah kebera kali ia melakukannya. Mana mungkin dia keluar dengan keadaan telanjang seperti ini. Bagaimana kalau Ibu Jongin tahu? Ohh..bukankah itu seharusnya bagus. Ia tinggal laporan dan Jongin akan mendapat bogem mentah untuk sarapan paginya. Bukankah itu baik?

"jangan mencoba untuk mengadu pada Ibuku Kim Chanyeol!"

Hell… -_-

Baru saja ide itu keluar dari otak Chanyeol tapi kenapa namja tan itu malah menghancurkan idenya. Kalau ia melaporkanya pasti Jongin akan…akan..yeah, Jongin memang suka seperti itu.

Pupus sudah harapanya untuk bisa bebas dari jerat Kim Jongin. Ya Tuhan! Chayeol rasanya ingin lenyap dari dunia sekarang juga kalau begini caranya.

"mandi disini saja, pakai bajuku jangan sampai membuatnya curiga!" Jongin melepar sebuah T-shirt serta celana pendek selutut kepada Chanyeol dan oh! Bukankah ini akan terlihat aneh jika ia memakai pakaian Jongin. "t-tidak usah aku pakai punyaku saja" Chanyeol kembali menaruh baju itu di ranjang Jongin dan memunguti bajunya sendiri yang berserakan dilantai.

Keras kepala…

Jongin hanya mengendikkan bahunya acuh lalu menata alat-alat sekolahnya untuk berangkat sedangkan Chanyeol mulai memakai bajunya dan sedikit menata rambutnya. Dia tidak akan mau mandi di kamar mandi Jongin apalagi memakai baju Jongin itu akan membuatnya semakin gila dengan mencium aroma khas Jongin.

~o0o~

"tunggu Chanyeol!" Chanyeol yang baru saja menyelesaikan makanannya berhenti karena melihat Ibu Jongin yang menghamprinya. "iya" HyunHee menyerahkan beberapa kertas untuk Chanyeol baca dan akhirnya pun Chanyeol membacanya. Tapi begitu matanya menangkap sebuah tulisan yang mengejutkanya "a-pa? s-surat pindah?" Chanyeol terkejut degan isi dari kertas-kertas tersebut. Itu adalah surat pindah Chanyeol dan….

JONGIN?

Hell NOO!

Chanyeol memekik dalam hati. Masalahnya ini dia bersama Jongin? Kalau dia sendiri sih tidak keberatan. Tapi ini? Dia akan dipindahkan dengan Jongin.

"kenapa mendadak eomma?" Chanyeol merutuk dalam hati. Bisa-bisa dia semakin hancur berdekatan dengan Jongin. HyunHee mengernyit mendengar ungkapan Chanyeol "apanya? Bukankah kau ingin pindah waktu itu" dan Chanyeol akhirnya hanya menyetujui kepindahan mereka.

"apa Jongin sudah berangkat? JONGIN!" dan tanpa menyahutpun Jongin sudah muncul dengan gaya coolnya dan menghampiri Chanyeol dan HyunHee "ada apa?" dia bertanya dengan nada sinis kepada keduanya sambil duduk di meja makan dan memakan sebuah roti yang sudah diolesi selai coklat entah milik siapa.

"Jongin,Chanyeol! Aku sudah mempersipkanya…kalian pindah sekolah sekarang juga karena aku sudah mengurus semuanya"

Uhukk..

Jongin terbatuk susu miliknya sendiri mendengar penuturan Ibunya sedangkan Chanyeol berusaha mati-matian untuk tidak mengumpat karena dia sudah sangat gemas dengan segala umpatan yang belum keluar sama sekali dari mulutnya. Sedangkan Jongin langsung saja menatap nyalang Chanyeol seakan berkata -ini-pasti-karenamu- Chanyeol menggigit bibir bawahnya dengan gemas.

"eomma mana bisa mendadak seperti ini. Aku tidak mau" Jongin bersikeras untuk tetap tidak pindah. Chanyeol yang mendengar penuturan manja Jongin tiba-tiba saja merasa aneh. Sejak kapan Jongin jadi seperti ini?

"eomma sudah persiapkan semuanya..ayo berangkat" dan dengan perkataan terakhir yang tidak bisa diganggu gugat tersebut waita itu kemudian menyeret kedua anaknya menuju ke garasi mereka dan mengantar keduanya. Dan dengan berat hati Chanyeol melangkahkan kakinya mengikuti eommanya dan Jongin yang kelihatanya juga enggan. Bahkan Chanyeol tidak sempat megatakan salam perpisahan kepada teman-teman sekelasnya apalagi Jongin yang bahkan baru mengetahui hal ini juga belum mengatakan apapun pada Sehun dan Tao tentang kepindahanya.

~o0o~

Dan disinilah mereka bertiga. Berdiri di depan gerbang sebuah sekolah menengah atas yang sangat terpadang tapi sayangnya ini bukan sekolah seni dan bukan keinginan kedua namja yang dipindahkan kesini

E.X. ~

Dan setelah HyunHee memberikan tepukan dibahu mereka berdua akhirnya kedua namja itu memaksakan kaki mereka untuk menapaki sekolah barunya itu.

"tenang saja Eomma sudah mengatur semuanya" dan HyunHee meninggalkan mereka berdua. Hanya berdua.

Suasana begitu hening saat kedua namja bersaudara itu masuk kedalam gerbang sekolah baru mereka. Hanya Jongin yang sesekali bersiul dengan santai sedangkan Chanyeol hanya berjalan mengikuti dibelakangnya seperti seorang anjing yang megikuti majikanya.

"masuklah!" Chanyeol menatap Jongin yang mengarahkan dagunya kesebuah kelas didepan mereka. Kenapa Jongin menyuruhnya? Bukankah tadi kata Ibunya mereka satu kelas?

"Jongin kita satu kelas kan?" dan Jongin hanya mengangguk menanggapinya "kenapa kau tidak masuk juga?" Jongin memutar bola matanya dengan malas "tidak ada yang menyuruhku" ucapnya santai,terlalu santai malahan. Chanyeol menggigiti bibirnya dan itu membuat Jongin gemas untuk tidak mencium namja itu.

"berhenti menggiggiti bibirmu seperti itu! kau membuatku lapar" dan Jongin pun mendahului Chanyeol yang masih mematung mendengar perkataan Jongin. Jongin mengetuk pintu kelas itu dan menampilkan seorang guru wanita yang sangat cantik. Jongin bahkan sempat lupa kenapa dia mengetuk pintu kalau tidak Chanyeol yang unjuk bicara padanya.

"begini, kami murid pinda-" "ohh kalian Kim Chanyeol dan Kim Jongin kan?" guru itu memotong ucapan Chanyeol dan Chanyeol pun mengangguk sambil tersenyum dan Jongin hanya memutar kedua bola matanya dengan malas. Wajahnya saja cantik, tapi kelihatanya cerewet sekali.

"aku wali kelas kalian Lee Taeyeon" dan setelah itu wanita itu menyeret keduanya untuk masuk kekelas.

"kelihatan sekali kalau sekolah rendahan" Jongin menggumam dan sebenarnya Chanyeol mendengarnya hanya saja ia berfikir mood Jongin sedang tidak baik jadi dia hanya diam saja. memang keadaan kelas itu sedikit ricuh apalagi melihat kedatangan Chanyeol dan Jongin banyak yang tiba-tiba saja menggumamkan nama mereka dan ada beberapa gadis duduk di bagian belakang yang bahkan berteriak dengan gemas melihat Jongin begitu juga Chanyeol.

"perhatikan! Mereka adalah murid baru disini jadi jaga sopan santun kalian! Silahkan memperkenalkan diri" dan Taeyeon saem mempersilahkan mereka berdua berkenalan. Chanyeol menatap Jongin disampingnya yang kelihatanya sedang tidak mood untuk diganggu dan akhirnya Chanyeol memilih memperkenalkan diri dulu.

"em..aku Kim Chanyeol..kalian bisa memanggilku Chanyeol. Mohon bantuanya!" dan setelah ia memperkenalkan diri Chanyeol membungkuk Sembilan puluh derajat kepada para siswa disana lau tersenyum dengan ramah.

Chanyeol menatap Jongin yang juga belum berkenalan dan Chanyeol dengan takut-takut menyenggol legan Jongin dengan ragu memperingatkan namja itu dan dengan putaran bola mata. Lagi. Jongin memperkenalkan dirinya singkat.

"Kim Jongin" dan setelah itu perkenalan pun berakhir. Chanyeol dan Jongin duduk di satu bangku di bagian tengah.

Hell -_- (aku sudah mengatakanya berapa kali?)

Mereka duduk satu bangku di kelas dan sekolah yang sama dan satu lagi yang perlu digaris bawahi mereka serumah dan em..sering tidur bersama. Yeah, tidur dalam arti yang lain.

"eh..Chan-siapa? Chanyeol..iya..Hey Chanyeol!" seorang namja berwajah imut mendorong-dorong kursi Chanyeol dan itu membuat pria bertelinga lebar itu menengok kearahnya dan menjawab "apa?" dengan penuh seadanya.

Pria berwajah imut itu mengulurkan tanganya pada Chanyeol dan memberikan sebuah perkenalan hangat dan singkat. "aku Byun Baekhyun..panggil Baekhyun ya" dan setelah mengatakan hal itupun Baekhyun tersenyum begitu juga dengan Chanyeol membalas senyuman pria itu. Baekhyun melirik Jongin yang berada disaping Chanyeol. Ternyata pria tan itu sedang bermain ponsel didalam kelas dan kelihatanya ia mendapat pesan dadakan dari kedua sahabatnya, Sehun dan Tao yang heboh karena kepindahanya. Dan Baekhyun pun yang memang sifatnya "sok" akrab itu pun memukul lengan Jongin dengan sedikit keras membuat Jongin memberikan deathglare terbaiknya sedangkan Chanyeol saja yang melihat itu kaget tentu saja. Ia saja tidak pernah memperlakukan Jongin seperti itu malah sebaliknya.

"dilarang bermain ponsel dikelas Kim Jong- emhh..Kim Jongin!" Baekhyun yang melihat deathglare Jongin maih saja tidak bisa diam dan malah asik megerjai Jongin yang jelas-jelas moodnya sedang buruk. Jongin yang mendengar ocehan babibu(?) Baekhyun tak menanggapinya dan malah measang headset ditelinganya.

Tangan Baekhyun terulur untuk melepas headset itu namun tangannya lebih dulu dicekal oleh Jongin dan dengan tatapan mata yang membunuh itu (Chanyeol berani taruhan). Baekhyun terdiam menanggapi tatapan mata Jongin yang bahkan jelas-jelas itu berarti dia tidak mau diganggu. Chanyeol yang melihat itu akan melepas cekalan tangan Jongin namun Jongin malah menatapnya sama dengan ia menatap Baekhyun dan itu membuatnya terdiam menatap keduanya.

"tidak ada yang pernah memerintahku sebelumnya! Jangan sekalipun kau noona Byun" Baekhyun mendelik mendengar embel-embel "noona" yang digunakan Jongin tapi cengkraman tangan Jongin yang semakin mengerat membuatnya merintih pelan dan membuatnya tidak jadi memprotes Jongin.

Chanyeol segera saja bertindak karena hampir semua orang disana memperhatikanya "J-Jongin kita sedang dikelas" Chanyeol berucap lirih yang malah disambut oleh tatapan memincing Jongin. Baekhyun semakin merintih karena Jongin mulai memutar pergelangan tanganya.

"aku tidak suka orang seperti-"

"hentikan Kim Jongin! Kau mengganggu pelajaran!" tangan Jongin tiba-tiba saja terlepas dari pergelangan tangan Baekhyun saat mendengar penuturan seseorang yang berani memotong ucapanya. Jongin memandang nyalang orang yang duduk disebelah Baekhyun. Siapa dia berani sekali? Sedangkan pria yang bermata bulat disamping Baekhyun (read: masih bulatan dia daripada Chanyeol) hanya menatapnya datar bahkan Chanyeol langsung terpana melihatnya. Besar sekali nyalinya?

Dan Jonginpun menyeringai melihat namja bermata bulat itu lalu kembali ke posisi duduknya tapi masih tetap bermain ponselnya.

Siapapun itu! Jongin tidak pernah bercanda sekalipun

~o0o~

Bel istirahat berbunyi dan semua siswa bersorak mendengarnya. Waktu untuk menghibur diri dari semua pelajaran yang megekang kita.

Semua siswa dikelas Chanyeol sudah keluar didalam sana tinggal Jongin,Chanyeol,Baekhyun dan namja bermata bulat tadi. Chanyeol tidak tahu harus pergi bersama siapa karena tidak mungkin juga dia pergi bersama Jongin yang pasti menolaknya mentah-mentah.

"Kyungsoo! Ayo pergi kekantin!" rengekan Baekhyun membuat Jongin sangat muak mendengarnya.

Ohh jadi namanya Kyungsoo?

Jongin menyeringai.

"ayo kekantin bersama Yeol" Chanyeol mendongak menatap Baekhyun dan namja bermata bulat yang Chanyeol dengan barusan namanya Kyungsoo itu. Chanyeol hampir saja beranjak kalau saja tidak mendengar ponselnya berderit.

From: xxxxxx

Atap!

Chanyeol mengernyit. Nomor tidak diketahui? Tapi bagaimana bisa dia mengiriminya pesan berisikan atap?

"ayo Yeol kita pergi bersama" Baekhyun merengek sedangkan Chanyeol menggeleng pelan "maaf Baek..aku ada urusan sebentar" dan setelah itu Chanyeol memutuskan untuk pergi kea tap sekolah yang ada disini.

"ohh aku juga noona Byun" dan Jongin berkata setelah melihat kepergian kakaknya pada Baekhyun dan Kyungsoo

Srett…

Baekhyun terkejut Jongin menarik tangan Kyungsoo dengan erat menyeret namja bermata bulat yang jelas-jelas tidak mau ikut denganya tapi Jongin menyeretnya dengan keras bahkan Kyungsoo yakin tanganya akan memerah sebentar lagi.

"A-astaga! Kyung!" Baekhyun menjerit takut sesuatu terjadi mengingat Jongin sangat kasar. Baekhyun berlari mengikuti kedua namja itu tetapi mereka berdua telah menghilang entah keana saat Baekhyun keluar dari pintu kelasnya.

"Kyungsoo!" Baekhyun takut sesuatu terjadi.

Dan dilain tempat, tepatnya di unit kesehatan Jongin dan Kyungsoo berada disana.

Srett…

Brakk…

Kyungsoo memejamkan kedua matanya terkejut. Ia mengerang pelan mendapati perih dipunggungnya karena bantingan keras Jongin. Begitu ia membuka matanya ia mendapati kedua tanganya sudah dalam kendali Jongin. Namja tan itu mendekatkan bibirnya ditelinga Kyungsoo berbisik sensual disana

"jadi namamu Kyungsoo! Hmm..aku suka namja sepertimu" Jongin meniup telinga Kyungsoo membuat pemiliknya geli sendiri degan apa yang Jongin lakukan.

"l-lepasakan" Jongin tertawa mendengar suara takut Kyungsoo

"tadinya kau begitu keras kepala dan pada akhirnya kau memohon seperti ini? Menjijikkan" Jongin meremas sesuatu dibawah milik Kyungsoo dan

"ahhh~ ap-apa yang anghhh~" Kyungsoo mendesah mendapati miliknya diperlakukan seperti itu oleh Jongin. Jongin mendapati wajah memerah Kyungsoo dan ia malah semakin bermain-main diarea selatan Kyungsoo dengan gemas.

Srett..

Plakk..

Kyungsoo menitikkan air matanya dilecehkan oleh Jongin seperti itu. Ia mendapati pipi kanan Jongin yang memerah karena tamparan kerasnya membuatnya berfikir bahwa ia adalah lelaki jantan bukan seorang lelaki lemah yang bisa diperlakukan seperti itu.

Jongin menggerang pelan dan mengusap pipinya setelah melihat Kyungsoo berlari dari sana dengan deraian air matanya.

~o0o~

Chanyeol sudah berada di atap sekolah itu setelah perjuanganya untuk bertanya-tanya kepada murid yang lewat mengingat ia siswa baru disini. Chanyeol menengokkan kepalanya berusaha mencari seseorang yang mengiriminya pesan singkat.

Chanyeol mengernyit mendapati seorang pria tinggi berambut pirang dengan setelan jas yang sangat cocok dikenakanya. Chanyeol menghampiri pria itu. Apa mungkin dia yang mengiriminya pesan singkat? Chanyeol memilih menghampirinya dan bertanya kepadanya.

"permisi! Apakah anda yang mengirim-"

Chanyeol terkejut saat mendapati pria itu berbalik menatapnya sambil memberikan sneyum miringnya. Jantungnya berdegup kencang dan kupu-kupu bertebangan di perutnya dengan brutal. Pria itu melangkah emndekati Chanyeol yang masih mematung dengan apa yang terjadi.

"apa kabar sayang?"

TBC

Or

Delete ._.

Ao ._. ada yg masih nunggu ff abal saya ini? Maaf lama apdet soalnya mengingat ini puasa sebenernya author pengen lanjutnya setelah bulan puasa tapi keinget banyak ide Krisyeol numpuk disini jadi saya putusin buat lanjutin ff ini di malam hari +_+ (maaf kan saya Tuhan!)

Adegan NC diatas sama sekali gk hot kan?

Saya juga tahu ._. tapi mengingat ini sudah terlanjur rated M mau digimanain lagi ._. oh iya..disini main pair nya tambah KaiSoo couple loh *yg KaiSoo shipper mampir yok*

Kalian jangan bayangin Chanyeol yg di Mv Exo Call Me Baby atau yg Love Me Right ya! soalnya itu bakal menghancurkan character disini soalnya di Mv itu Chanyeol bukan lagi cute +_+ tapi malah cool kan? Bayangin aja Chanyeol di K-Will you don't know love :" atau Miracle in December :"v di Mv itu mungkin bisa membantu biar character saya gk ancur banget disini :"

Author banyak Bacot~

Salam Krisyeol :*

Save KrisYeol~ See You next Chap!

Siders sesekali mampir gk papa kan :"

Please Review!