Tsuki : Yosh, kembali lagi dengan Tsuki~
Midorima : Kali ini apa yang akan kau lakukan –nanodayo
Tsuki : Ra-ha-si-a. Tapi sebelum itu, aku ucapkan terima kasih bagi yang udah review hiks aku terharu hiks
Midorima: Silahkan membaca –nanodayo. Bu-bukan berarti aku peduli –nanodayo.
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Pair : GoM X OC
Genre : Romance, Humor (dikit)
Rating : K+
Warning : OC, OOC (maybe), gaje
Don't like, don't read~
.
.
Kencan ala Kise Ryouta
Setelah acara perkenalan tadi siang, Kise sama sekali tidak bisa tidur. Small Forward SMA Kaijou ini terus-terusan berguling ke sana kemari di atas tempat tidurnya. Mata hazel-nya melirik jam di dinding.
"Pukul sepuluh malam –ssu," gumam Kise. "Ukh, kau terlalu imut Yumikacchi. Tapi kenapa kau bersama Iblis Merah –ssu," kata Kise frustasi. (Abaikan suara bersin di seberang sana)
Masih dalam posisi mau tidur, Kise tetap tidak bisa memejamkan mata. Kise menenggelamkan (?) wajahnya dalam bantal. Tiba-tiba bola lampu bersinar di atas kepalanya. Menerangi kamar Kise yang gelap. Di ambilnya ponsel dan menghubungi seseorang.
From : Kise-kun
To : Yumikacchi
Yumikacchi, maaf –ssu, kirim e-mail malam-malam.
Send
Berterima kasihlah pada kepolosan Yumika, yang dengan maunya memberikan nomor ponsel dan alamat e-mail-nya saat Akashi pergi ke toilet tadi siang. Tak berapa lama Kise mendapat balasan.
From : Yumikacchi
To : Kise-kun
Tak apa Kise-kun. Aku masih mempersiapkan peralatan sekolah. Dan sekarang mau tidur. Memang ada apa Kise-kun?
Send
Mata Kise bling-bling. Tidak menyangka e-mail-nya di balas. Secepat kilat Kise membalas e-mail dari Yumika.
From : Kise
To : Yumikacchi
Aku mau mengajakmu jalan-jalan –ssu. Kau baru di Jepang –ssu, jadi aku mau memperkenalkan tempat yang bagus untuk dikunjungi –ssu.
Send
Senyum Kise makin lebar. Tak lama ada balasan.
From : Yumikacchi
To : Kise-kun
Wah, kebetulan sekali. Besok Sei-kun ada latihan basket, jadi tidak bisa mengajakku jalan-jalan. Um, karena aku baru tahu tempat Maji Burger, besok kita kumpul di sana pukul 2 siang.
Send
To : Yumikacchi
From : Kise-kun
Oke –ssu.
Send
Melihat balasan dari Yumika barusan membuat Kise benar-benar senang. Apalagi Akashicchi sedang latihan –ssu. Kesempatan bagus –ssu, pikir Kise. Lalu dengan senyum di wajahnya Kise terlelap. Tanpa tahu apa yang akan terjadi besok. Lancar, ataukah ...
.
.
.
Siang harinya Kise sudah siap di Maji Burger pukul setengah dua, lebih cepat 30 menit dari kesepakatan. Tentu dengan seragam SMA Kaijou-nya. Tak peduli dengan pandangan ala fansgirl para gadis di sekelilingnya. Karena pikirannya sedang melayang tentang tempat-tempat romantis yang patut untuk di kunjungi. Membayangkannya saja membuat Kise senyam-senyum sendiri. Mengabaikan gadis-gadis yang menjerit melihat idola mereka tersenyum.
Ia tak boleh melewatkan kesempatan ini. Apalagi dengan susah payah meminta ijin pada Kasamatsu-senpai agar tidak latihan hari ini.
Dari pintu masuk Maji Burger datang seorang gadis berambut coklat madu. Dia memakai pakaian khas siswi SMA Rakuzan. Mata aquamarine-nya menelusuri cafe itu.
"Yumikacchi, sini –ssu," dari arah kejauhan sesosok laki-laki berambut pirang melambaikan tangannya.
Yumika tersenyum cerah melihat teman barunya. Lalu dengan kaki jenjangnya menghampiri tempat duduk Kise dan duduk di seberang meja (depan Kise). "Maaf lama, Kise-kun."
"Tak apa –ssu. Aku juga baru datang –ssu," bohong Kise. Dan dibalas hembusan napas lega dari gadis di depannya. "Kau sudah makan –ssu?" pertanyaan Kise dijawab gelengan dari si gadis.
"Pesan saja ssu. Aku yang traktir," tawar Kise.
"Eh, apa tak apa Kise-kun. Aku tak mau merepotkanmu," tolak halus Yumika.
"Tak apa –ssu. Aku justru senang dan tidak merasa keberatan kok –ssu," tawar Kise lagi. 'Duduk denganmu saja aku sudah bahagia –ssu.'
Melihat kesungguhan di mata hazel laki-laki di depannya, mau tak mau Yumika mengangguk. Melihat Yumika mengangguk, Kise langsung memanggil pelayan dan memesan makanan untuk gadis di depannya.
Fansgirl Kise yang melihat kedekatan keduanya membuat mereka iri. Apalagi dengan keimutan si gadis. 'Dia beruntung,' batin mereka nelangsa. Fansboy dadakan Yumika sejak kemarin juga mendesah kecewa. Kedua kumpulan fans itu menganggap mereka –Kise dan Yumika- sedang kencan, jadi sedikit memberikan privasi kepada mereka berdua.
.
.
Habis makan siang, Yumika dan Kise pergi ke taman di tengah Kota Tokyo. Pohon bunga sakura bermekaran dengan indah. Banyak pengunjung yang datang ke taman itu. Sekedar berkumpul dan menikmati pemandangan bergugurannya kelopak bunga sakura.
Senyum manis terukir di wajah cantik Yumika. Angin musim semi menerbangkan kelopak bunga sakura dan rambut coklat madu Yumika yang tergerai.
Sesaat Kise nagis bombay melihat kejadian itu. 'Aku jatuh cinta –ssu,' memikirkan jantungnya yang berdetak membuat pipi Kise memanas sesaat, membuat tangis bombay Kise semakin deras.
Menormalkan detak jantungnya yang tak karuan. Lalu dengan (sok) keren di dekatinya Yumika perlahan.
"Yumikacchi," panggil Kise. Gadis yang dipanggil menoleh ke arah Kise. Senyum belum pudar dari wajahnya.
"Ada apa Kise-kun?" Tanya Yumika.
"Di de-dekat sini ada yang jual crepe –ssu. Enak lho," akhirnya setelah melewati perjuangan panjang Kise dapat berbicara setelah jantungnya berdetak tak karuan.
Di tatap bingung oleh Yumika, Kise tertawa. "Ayo –ssu," Kise menarik tangan kanan Yumika dan mengajaknya berlari.
Sedangkan yang ditarik awalnya terkejut tapi dapat mengimbangi kecepatan lari Kise yang tidak terlalu cepat.
Setelah sampai di warung crepe Kise memesan dua maple crepe. Satu untuknya dan satu untuk gadis di sampingnya. Lalu mereka berdua duduk di bangku di bawah pohon sakura. Banyak anak – anak yang bermain ke sana kemari. Kise dengan semangat memakan maple crepe miliknya. Sedangkan Yumika masih agak ragu untuk memakannya.
Tapi melihat dengan semangat Kise memakannya. Yumika memakan sedikit untuk mencoba. Enak, pikirnya. Ini pertama kali baginya untuk makan makanan seperti ini. Karena saat ia ke luar negeri, lebih tepatnya Los Angeles atau LA, ia belum pernah makan makanan yang namanya crepe.
Yumika makan maple crepe miliknya dengan semangat. Walau masih ada kesan anggun dan elegan dalam memakannya. Karna dalam keluarga Nanamura, sopan santun itu di utamakan.
Melihat gadis di sebelahnya makan maple crepe miliknya dengan mata berbinar membuat Kise tak mampu tersenyum.
Yumika telah selesai makan maple crepe. "Enak Kise-kun," komen Yumika.
Sedangkan Kise tersenyum lebar. " Benarkan –ssu. Warung crepe di sini enak –ssu."
Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 5 sore. Kise mengantar Yumika sampai depan rumahnya. Tak mau gadis seimut Yumika terluka di tengah jalan. Walau itu sebenarnya modus Kise agar tahu alamat rumah si gadis.
"Makasih jalan-jalannya Kise-kun. Hari ini aku senang. Um, maaf harus sampai diantar segala. Padahal rumah Kise-kun dengan rumahku kan jauh," ucapan permintaan terima kasih dan maaf dari Yumika.
"Sama-sama –ssu. Dan aku sama sekali tidak keberatan," kata Kise dengan senang. Mencoba membuat gadis di depannya tidak merasa bersalah.
Lalu setelah melambaikan tangannya Kise dengan langkah ringan pulang ke rumahnya.
FIN~
Tsuki : Yeyy, yang dapat giliran pertama adalah Kise Ryouta (jingkrak-jingkrak)
Kise : (nangis bombay) Makasih –ssu. Aku bisa kencan dengan Yumikacchi –ssu (meluk Tsuki)
Tsuki : Se-se-sak~ K-Kise~
Omake
Hari ini klub basket SMA Kaijou sedang berlatih. Kise sang perfect copy juga berlatih dengan semangat. Setelah kemarin kencan –menurut Kise- dengan Yumika, sang pujaan hati –menurut Kise juga-.
Lalu sang kapten aka Kasamatsu datang dan menendang Kise.
"Baka Kise!" Teriak Kasamatsu. Sedangkan Kise yang diperlakukan semena-mena mulai nangis buaya.
Dengan ponsel yang masih di tangan, Kasamatsu memberikan hukuman pada Kise. Hukuman yang tak tanggung-tanggung. "Kau ku hukum karena kemarin keluyuran. Padahal kau mau langsung pulang. Akashi mengatakan padaku bahwa hukumanmu membersihkan gym dan latihanmu di gandakan 30 kali lipat selama sebulan. Walau aku tak tahu Akashi mengetahui acara keluyuranmu tahu dari mana, aku sama sekali tak peduli."
Kise yang mendengar hukuman dari Senpainya menangis buaya. Dua buah sungai mengalir dari kedua matanya. "Hidoii –ssu, Kasamatsu-senpai."
Lalu Kise baru ingat. Tadi kalau tidak salah Kasamatsu-senpai bilang Akashi.
Degg
Kise gelagapan. 'Jangan-jangan Akashicchi melihatku pergi dengan Yumikacchi -ssu. Tapi kemarin aku tidak melihatnya –ssu,' batin Kise nelangsa. Bertambah susah untuknya mendekati teman masa kecil dari Akashi.
"Hidoii –ssu, Akashicchi."
Menghiraukan seringai menyeramkan dari seseorang berambut merah di seberang sana.
Review~
