Chapter 1: Kejutan hari pertama Akashi.

Tittle: Misteri hantu di Gym

Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi-sensei.

Warning: Gaje,Abal,OOC (kemungkinan over dosis),Absurd,OC,typo,Crack dan lain-lain…

Summary: Hari ini tahun ajaran baru di SMP N Teiko. Tapi Entah kenapa aku merasa akan ada sesuatu yang mengejutkan di hari pertamaku masuk SMP ini, Ku mainkan gunting sakti yang baru ku asah tadi pagi (!?) agar tidak cemas Dan saat ku buka pintu… BUUK! Ternyata firasatku benar.

Genre: Horror, Friendship & Humor(Insya Allah)

Rated: T (biar aman)

Author's Note: Halo minna-san, salam kenal ^^. Saya ini anak baru dan ini Fanfic pertama saya, jadi tolong dikmaklumi kalau ceritanya masih berantakan dan susah dimengerti. Jadi untuk para Readers… Tolong bantuanya ya!? X ). Dan Terima kasih sudah berkunjung dan membaca atau cuma numpang lewat (?) pun tidak apa-apa. Saya tetap berterima kasih.^^

.

.

HAPPY READING… I HOPE YOU LIKE IT

.

.


Gym indoor sekolah. Tempat murid atau klub sekolah berolahraga,berkumpul atau hanya mencari kesunyiaan tanpa harus kepanasan. Tapi apakah anda pernah melihat Gym di sekolah anda saat malam? Dan perlahan orang di sekitar anda meninggal satu persatu disana? Ada sesuatu yang aneh disana. Tapi apakah sebenarnya itu?

Di sebuah Gym Indoor sekolah elite, sedang diadakan pertemuan anggota klub basket baru. Dari yang rambutnya merah,kuning,hijau dan coklat hitam pun ada…

"Hajimashite, Nama saya Akashi Seijuuro dari kelas 7-1" kata seorang pemuda dengan rambut merah menyala dan tatapan matanya yang sangat tegas bin tajam setajam silet (?) memperkenalkan diri. Tapi tetap membungkuk formal menjaga image (Jaim).

Para anggota klub Basket yang sedang berada di sana hanya mengangguk kecil. Tapi ada juga yang berbisik-bisik…

"Hey, orang itu yang tadi kan?"kata anggota lain berbisik pada temannya.

"Ehm, benar. Gue kasihan juga sama dia. Tapi tetap aja lucu…Hihihihi"kekeh temannya pelan.

Pemuda bernama Akashi itu hanya diam dan kembali ke kakak kelasnya sedang memanggil teman-temannya yang menjadi tim inti klub untuk memperkenalkan diri.

Ia sibuk memikirkan kejadian tadi pagi TAPI tetap dengan muka biasa-biasa saja… Kejadian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya di hari pertama sekolah, yang membuat martabatnya turun 40% (sembako kali harganya turun) di sekolah.


FLASHBACK:

Krek! Akashi membuka pelan pintu kelas 7-1. Tapi saat ia akan mendongkak, Dengan tidak terduga ada tongkat pel yang terbang ke arahnya. Karna tidak sempat menghindar…

BUUK!. Tongkat pel itu pas mengenai kepala merahnya. Saking kencangnya Akashi sampai mundur beberapa langkah( maju jalan!) murid yang ada dikelas dan koridor memeperhatikan Akashi.

"Ittai~"ringisnya memegangi kepalanya, Lalu ia mencium bau yang sangat-sangat tidak enak bin bau bin asem."Ugh…Bau apa ini?"Tanya Akashi refleks menutupi hidungnya ."M-maaf, a-aku tidak sengaja" gagap seorang perempuan yang menunduk."Bau apa ini?" gumam Akashi tak mengubris ucapan perempuan itu "Cih, tau rasa lo kalau kena lemparan gunting gue nanti…"Batin Akashi.

"S-sebenarnya saya baru saja m-membersihkan mu-muntahan teman saya dengan pel itu" gagapnya."WHAT!?" Akashi mulai OOC. Murid lain yang menahan tawa semenjak tadi akhirnya tertawa ngakak.

Akashi sadar seragamnya kotor oleh bekas muntahan. Setelahnya Akashi terbirit-birit (Bukan karna ketahuan nyopet pastinya) mencari toilet tapi sayang karna ia masih anak baru. Ia tidak tau Dimana toilet…

Dan menurut sumber yang tidak dapat dipercaya (?), Ia ditertawakan satu sekolah dan dibantu mencari toilet oleh wali kelasnya (P.S: Ingat anak orang kaya, jadi sekolahnya gede banget dan elit bintang 200) .

END FLASHBACK:


Akashi malu sendiri (P.S: dalam hati tentunya) memikirkanya."Etto~ berikutnya, Aomine Daiki"kata kakak kelas yang tengah membaca kertas yang tertempel di papan triplek (Baca: Clipbroad).

"OH,YES! Aku sudah menduganya!. SATSUKI KAU BERHUTANG MAJALAH MAI-CHAN PADAKU!" teriak pemuda berkulit hitam yang dengan percaya diri berteriak sesuatu yang (pasti tahulah?) memalukan. semua yang ada di Gym cuma terdiam dan bengong melihat tingkah pemuda berambut indigo itu. Akashi melipat tangan dan Cuma mengeleng pelan."Mesum…" batinnya.

"Yosh!, Aomine Daiki dari kelas 7-4" kata pemuda hitam bernama Aomine itu sambil bergaya sok keren. anggota lain menganga melihat tingkah Aomine."terlalu percaya diri…pasti namanya Ahomine bukan Aomine "batin Akashi mengelengkan kepala Aomine kembali ke barisanya."Err…Kise Ryouta"lanjut kakak kelas.

Seorang pemuda bertubuh atletis serta berambut pirang di samping Akashi Berbinar senang(P.S: jangan lupakan blusing yang ada disekitarnya), Lalu langsung… Gerp! Memeluk sang kakak kelas yang notabenya adalah seorang laki-laki.

"Arigatou~, Senpai-cchi telah memanggil namaku ssu~!"kata pemuda bernama Kise itu."Hey!, Apa-apaan ini?!. Aku masih normal tahu!" gerutu kakak kelas itu, Untuk ke tiga kalinya murid-murid menganga bahkan ada yang jungkir balik ( tapi enggak arkobat ya) mengira Kise adalah MAHO (manusia homo).Sementara "Suaranya dapat mengemparkan dunia…" batin Akashi OOC.

"Salam kenal! Ssu~, Namaku Kise Ryouta yang super duper ganteng Ssu~. Saya seorang model dari majalah Galau Ssu~. Oh ya saya dari kelas 7-2 ssu~"kata Kise ceria sembari sesekali bergaya layaknya model ( ya, iya dia kan model ). "Cerewet sudah dipastikan cengeng…"batin Akashi. Lalu pemuda itu kembali ke barisanya.

Sang kakak kelas yang sempat sweatdrop melihat tingkah Kise, akhirnya kembali ke alam sebenarnya (!?)."Eh, lalu…Midorima Shin-chan" bingung kakak kelas membaca tulisannya sendiri.

"Ppppff…HAHAHAHAH!" tertawa mereka membahana tapi tentu saja Akashi hanya diam."Eh, salah. Maksudnya…Midorima Shintaro"kata Kakak kelas itu sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hajimashite, Namaku Midorima Shintaro (udah tau!) dari kelas 7-3 nanodayo. Lucky item untuk zodiak ku cancer (gak nanya tuh) adalah dompet Hello kitty nanodayo"kata pemuda berambut hijau (ramah lingkungan) sambil mengakat dompet hello kitty berwarna pink sementara tangan lainya membenarkan posisi kacamatanya.

"HAHAHAHAH!"tawa pun kembali membahana."Jangan tertawa atau kalian akan mendapatkan sial, tapi ini bukan memperingatkan nanodayo. J-jadi aku tidak peduli! nanodayo"katanya sembari kembali ke barisannya."Tsundere…"batin Akashi.

"Aduh, perutku sakit karna tertawa…Ano~ berikutnya Atshushi Murasakibara. Namanya panjang juga"kata kakak kelas + komen nama orang."Nyam, Giliran aku ya?~" ucap malas seorang titan (baca:Raksasa) yang tinggi berambut unggu dan tetap setia dengan kekasihnya (baca: makanannya) kebetulan berada di belakang Akashi maju ke depan.

"tinggi…"batin Akashi menganga"Nyam…Atshu-nyam-shi..Nyam..Mura-nyam-sakibara…nyam..7-5~"kata pemuda jangkung bernama Murasakibara itu sembari memakan snack lalu kembali ke barisannya."Sayang dia pemalas…"batin Akashi. "Tidak ada yang membuatku tertarik…"lanjutnya.

"Nah, Murasakibara-kun yang terakhir jadi ini pelatih kita, Tanaka-san"kata kakak kelas kepada bapak-bapak yang rambutnya tinggal separuh karna di potong mesin rumput (?).

"Sumimasen, senpai~"tiba-tiba ada suara datar yang merusak keheningan malam (baca: sore)."Siapa?" bingung kakak kelas, Akashi pun bingung darimana suara halus nan serem itu berasal.

"Aku ada disini"lanjut suara itu yang ternyata berasal dari seorang pemuda berwajah datar dan berkulit pucat yang sedang berada di belakang pelatih."KYAAAA!, HANtuuuu~" lebay si pelatih lalu… BURK! Mati ditempat dengan tidak elit. Semuanya diam termasuk sang hantu(?) ikut diam.(Saking lamanyaaa…)

1 detik..."Pe-"

1 menit…"Pela-"

1 jam… "PELATIH!"


.

.

0_0

.

.


Akashi dan anggota klub basket lainnya terdiam menatap Ambulan yang membawa tubuh pelatih yang telah terbujur kaku ke Rumah sakit jiwa (?)."Mana Hantu yang tadi?"Tanya Aomine pada Akashi,"Sok kenal…"batin Akashi.

"Kata senpai, dia dibawa ke kantor kepala sekolah untuk menjelaskan. Yang kudengar pelatih memiliki penyakit jantung yang cukup parah"tapi Akashi tetap menjawabnya."I-ini sebuah kesialan…"celetuk Midorima."Aku hiks...jadi i-ingin nangis…Huweee!"tangis Kise lebay,Murasakibara tetap memakan snacknya.

Semuanya pun pulang karna kejadian yang tidak disangka-sangka itu, kecuali Akashi yang terdiam di ruang ganti.

Pada akhirnya hari pertama Akashi bergabung dengan klub basket itu menjadi hari duka baginya."Maaf pelatih saya tidak sengaja" Akashi terdiam mendengar suara itu.

"Siapa yang masih di Gym, jam 6?" pikir Akashi membawa tasnya. Sesampainya dilapangan basket di melihat sesosok mahluk pendek berambut biru langit yang dikira tuyul (Ralat) seorang pemuda memakai seragam sekolah dan berambut biru langit.

"Kau kenapa?"Tanya Akashi. Pemuda itu berbalik menatap Akashi."Tidak, aku hanya meminta maaf. Karna aku pelatih meninggal"katanya datar dengan muka yang sama datarnya."Oh, kau hantu yang tadi?"Tanya Akashi."Ano~…aku bukan hantu tapi Kuroko Tetsuya dari kelas 7-2"jawab hantu (?) bernama Kuroko itu.

"Berarti kau sekelas dengan Kise, ayo pulan-"BRAK! sebelum perkataan Akashi selesai dia mendengar sebuah suara."Akashi-kun kau mendengarnya?"Tanya Kuroko meski datar sedatar tembok."Berarti saat pengenalan anggota, Kuroko ada disini…"batin Akashi."Ehm, mungkin kucing ayo kita pulang. Ini sudah malam nanti penjaga sekolah yang mengunci Gym" kata Akashi mengajak Kuroko pulang."Ha'i.." jawab Kuroko.

Saat lampu Gym sudah dimatikan dan Akashi akan menutup pintu, sementara Kuroko sudah berjalan duluan."J-jangan tinggalkan aku~"kata sesosok mahluk yang membuat Akashi terdiam di ambang pintu dan tangannya yang memegang gagang pintu gemetaran.

"Akashi-kun kenapa?" Tanya Kuroko tak jauh. Akashi berbalik menatap Kuroko,"Ti-Tidak ada"jawab Akashi bohong lalu menatap kembali ke dalam tak ada apapun."Halusinasi…" batin Akashi menutup pintu. Lalu mereka berdua pulang...


Akashi's POV:

Kejutan di hari pertama ku di sekolah:

1. Terkena lemparan tongkat pel bekas membersihkan muntahan sungguh sangat tak terduga dan menjijikan.

para anggota klub yang aneh… Jika begini aku harus menyiapkan mental dan fisik untuk 2 tahun mendatang.

kematian pelatih membuatku kecewa dan jika boleh jujur sedih menghadapinya…Meski aku baru mengenalnya selama 1 menit

.di Gym, aku yakin ini akan menjadi awal yang mengerikan…Tapi entah kenapa?, aku harap firasatku yang selalu benar ini akan salah. Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi…


.

.

Apakah firasat Akashi akan benar lagi kali ini? Lalu sebenarnya apa mahluk di dalam Gym itu? Dan apa ini ada sangkut pautnya dengan kematian pelatih?

KEPO? KEPO nih?. Kita langsung saja lanjutkan ke…

.

.

.

.


TBC~

Aduh, minna-san saya jadi malu sendiri nih (Akashi: kayak aku kena tongkat pel). Humornya kagak garing sama sekali dan dikit banget…

Maaf ya?, kalau para Readers kecewa karna berantakan dan ancur kayak cuhcur. (Murasakibara: Hota-chin itu bisa dimakan gak?)heheheh Ada beberapa paragraph yang saya ikut nimbrung nih walau gak dianggap.

Tolong ya RnR please ^^

(Kise: Review yah?, Kan kasihan Hotaruchhi, ssu~)

(Midorima: Review anda akan membantu Hotaru melanjutkan FFn ini, tapi bukan berarti aku peduli padanya nanodayo~)

(Kuroko: Tolong ya Review?.terima kasih)

Arigatou, minna-san ^^