Chapter 2: Teror untuk Midorima.
Tittle: Misteri hantu di Gym.
Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi-sensei.
Warning: Gaje,Abal,OOC (kemungkinan over dosis),Absurd,OC,typo,Crack dan lain-lain…
Summary: Aku bermaksud untuk mencari kesunyian di dalam sangat sepi dan sunyi sampai aku bisa mendengar langkah sepatuku yang bergema. Aku makin erat mengengam Teddy bear berwarna jingga, berharap aku akan selalu beruntung dengan Lucky item ku ini. Tapi kesunyian serta keberuntunganku ini tak berlangsung lama… GYAAAA!, 'teriakan' menandakan kesialanku dimulai.
Genre: Horror, Friendship & Humor (Insya Allah)
Rated: T (biar aman)
Author's note: Hey, ketemu lagi? ^^, Saya sengaja Update cepat karna gak ada pekerjaan di rumah. Daripada hanya natap layar Handphone dan tv lebih baik update FFn kan? Dan Untuk Caesar704-senpai balasan Review pertanyaannya ada di Chapter ini. Selamat menikmati ^^!
.
.
HAPPY READING… I HOPE YOU LIKE IT
.
.
Di pagi hari Rabu, Daerah sekitar Tokyo jam 6.12 pagi… Aktivitas warga Tokyo pada hari rabu yang agak mendung itu terjadi seperti hari rabu sebelumnya.
Tapi tidak untuk seorang pewaris tunggal dari perusahaan Akashi's Company nantinya. Yah seorang pemuda berambut merah dan memiliki iris mata yang senada dengan rambutnya. Sedang berangkat ke sekolahnya menggunakan mobil limosin…
'firasat ku buruk, Dan…' Pemuda itu memperhatikan salinan biografi anggota klub basket yang telah dia dapatkan kemarin dari kapten Hideki. Kapten klub yang sekarang ( semenjak kepala merahnya terkena lemparan pel, firasatnya menjadi selalu benar),'… Sesuatu sedang tertuju padamu Midorima Shintaro' gumamnya lalu."Sopir, Tolong lebih cepat…
"Ittekimasu nanodayo!"kata pemuda berambut hijau (Sehijau daun pohon sakura #dilempar sandal), yang sudah siap dengan tas selempang dan seragam Teiko.'Semoga Teddy Bear ini membuatku beruntung, aku harus rela memecahkan celengan ayam jagoku(?!) demi ini' batinya meski sama sekali tidak menunjukan senyuman (Mungkin belum sikat gigi pake Pe*s*dent kali, ya?).
"Woy!, Dandan dulu ya? Lama amat" ejek (baca: Sapa) seorang pemuda gelap (baca: kurang terang) yang melambaikan tanganya lalu menguap malas."Ohayou, Midorin!, Wah Teddy bearnya lucu"Sapa seorang gadis imut dengan rambut merah jambunya.
"Ehm,Ohayou…nanodayo"balas pemuda rambut hijau menutup pagar rumahnya. Lalu 3 remaja SMP Teiko itu berangkat bersama ke sekolah…
"Yare~,Midorin. Dai-chan…" perempuan berambut merah jambu. Bernama Momoi Satsuki, membuka percakapan sembari berjalan lebih depan dari 2 lelaki di belakangnya.
"Jangan panggil aku seperti itu Satsuki!" omel pemuda dengan rambut indigo, bernama Ahomine (Eh, Salah maksudnya) Aomine Daiki."…" Sementara pemuda berambut hijau yang memakai kacamata bingkai hitam, hanya diam(No comment, Istilah kerennya).Namanya adalah Midorima Shintaro.
"Ingat gak?, kejadian pelatih Tanaka meninggal akibat serangan jantung hari senin lalu?"Kata Momoi seketika wajahnya yang sering tersenyum itu berubah menjadi dingin menandakan ia sedang serius (Harap tidak digangu).
"Lalu.." kata Aomine malas."Nah, orang yang 'tidak sengaja' mengangetkanya itu bukan hantu tapi anggota basket kita juga"Momoi memandang lurus jalan di depannya, Momoi notabenya adalah meneger baru yang cukup hebat di klub Basket meski dia memiliki kekurangan… dalam memasak sesuatu (Perlu saya ingatkan jangan komen rasanya ya?).
'Dan aku tidak bisa menganalisis orang itu saat aku bepapasan denganya kemarin..,' pikir Momoi tak terdengar (kalau gak kedengeran pakai Toa aja, minjam dari Mahjid sono) Midorima dan Aomine.
"Yah, kudengar namanya adalah Kuroko nanodayo. Dan kata beberapa murid yang lain, Kuroko terkadang tak disadari keberadaanya(?)… nanodayo"jelas Midorima sembari membetulkan letak kacamatanya(P.S: padalah tuh kacamata gak melorot deh kalau diperhatiin).
"Glek!, D-dia benar-benar hantu?"Aomine menelan ludah (Dan bulu kuduk berdiri) mendengar kalimat 'tak disadari keberadaanya' ."Eh, jadi yang bicara . 'Sumimasen,senpai' dan 'Aku ada disini' itu Kuroko?" tanya Aomine masih bingung.
'Nih, anak IQ nya berapa sih…?' pikir Momoi dan Midorima bersamaan."Ehm, Dia bukan hantu tapi Kuroko-kun auranya tipis…"jelas Momoi sembari memainkan telunjuknya ke kanan dan ke kiri."Aura tipis apa maksudnya?" bingung Aomine sembari menggaruk kepala yang tidak gatal (kalau gatal berarti ketombean atau punya kutu).
"berarti dia tidak mengundang perhatian orang…"lanjut Momoi muncul perempatan (jalan raya) di dahinya."mengundang apa?, Ah mengundang Mai-chan ke sekolah kita ya?" kata Aomine berbinar membayangkan 'impiannya' terwujud (Dasar Nih anak ,di kepalanya cuma ada itu-itu aja…).
"Grrr!...DASAR AHOMINE!" Momoi hendak memukul Aomine (Berharap teman masa kecilnya itu sadar) dengan Batu raksasa (?) Tapi gagal karena…"Eh, kemana Midorin?"celetuk Momoi celingukkan mencari teman 'baru'-nya yang ramah lingkungan (?) itu.
Dan Batu Raksasa yang Momoi pegang langsung jatuh Terkena…"GYAAAA!" Teriak Aomine karna kaki kanannya tertimpa Batu tersebut (Kasihan kau Aho + Ero, kau pantas menerimanya ).
"Ah, Midorin darimana?"Tanya Momoi setelah melihat kedatangan mengejutkan(?) dari Midorima yang sedang mendekati Momoi dan Aomine yang kesakiatan meratapi kondisi kakinya yang mengenaskan(?) ." beli ini nanodayo" Midorima menunjukkan sebuah cincin dengan mata batu yang cukup besar berwarna hitam kehijauan."Ini namanya cincin batu akik nanodayo" lanjutnya. Seketika dunia tercengang Batu Akik made in Indonesia sampai ke Jepang di dunia Kurobas (?)…
.
.
.
X )
.
.
.
Setelah kejadian yang diluar nalar itu berlalu,Mereka pun sampai di sekolah SMP N Teiko tercinta…
"Err… Midorin kenapa kau membeli yang seperti itu?"Tanya Momoi masih agak sock (Entah karna batu akik atau apa?)."dari Oha-asa, katanya seminggu ini Cencer ada di peringkat 13 keberuntungan terendah,nanodayo. Jadi harus membeli aksesoris yang sedang popular di salah satu Negara di asia tengara nanodayo" jawab Midorima sembari membetulkan kacamatanya sehingga batu akiknya terlihat jelas (P.S: terkesan pamer) di jari manisnya.
"Heh?!, 13 zodiak? bukannya ada 12 zodiak ya?" bingung Aomine.'Syukurlah Batu Raksasa itu manjur...'batin Momoi haru karna teman masa kecilnya agak sadar dari kebodohannya (setelah dibentur dengan sesuatu) .
"Ah! Mine-chin,Sat-chin,Mido-chin!" panggil seorang raksasa terong (Ralat) Pemuda 2 meter dengan rambut ungu dan makanannya yaitu Maibou satu keresek (Baca: Kantong pelastik dan Maibou tersebut dibelikan Akashi).
"Ohayou!, Mura-chan, Ah Akashi-kun dan Ki-chan kau ada disini juga ya?"Momoi mendekat dengan ceria sementara Aomine dan Midorima mengekor sang induk (?), pemuda berambut merah hanya menyilang tangan sementara yang berambut kuning melambaikan tanganya ceria.
"Ohayou mo, Momocchi! Midorimacchi! dan…" Kise mengembungkan pipi saat akan menyapa Aomine." Ahominecchi~ ssu" lanjutnya malas."Eh, kenapa bagian namaku seperti itu BAKA!" ejek Aomine."TEME!" Kise membalas sembari menjulurkan lidahnya."Sudah, kalian ini seperti anak SD" Midorima menengahi mereka berdua.
"Ehm" Akashi hanya membalas dengan anggukkan,"Nanti saat istirahat pertama datanglah ke atap bagian Utara dan untuk Daiki jangan coba-coba kabur" Titah Akashi sembari mengajungkan gunting merah yang selalu ia asah (?).
"Haaaah?, untuk apa aku menurutimu?. Lebih baik aku tidur"omel Aomine tidak sayang nyawa.'Kupastiakan kau akan terkena kesuliatan nanti dimasa depan…' batin Akashi menahan emosi."Oh, sebelum aku menjelaskan alasanya, ada yang akan berkenalan dengan kalian" lanjutnya memperhatikan sekitar.'Kemana anak itu?'
"Aku ada disini" sahut sebuah suara tiba-tiba."Dimana /ssu~/nanodayo?" Aomine, Kise,Midorima dan Momoi celingukan mencari sumber suara. Murasakibara cuek karna sedang sibuk dengan pacarnya (Baca: Maibounya). Sementara Akashi yang sudah tahu cuma diam."Aku disini sedari tadi…" Pemuda berambut biru muda muncul di tengah-tengah mereka.
"S-sejak kapan / ssu/ nanodayo?!"kaget mereka, berambut biru muda yang senada dengan warna matanya itu Cuma menghela nafas pelan."Ne~ Ini yang mengagetkan pelatih kemarin …" Akashi menepuk pundak pemuda itu pelan.
Semuanya tampak tak percaya kecuali Kise (P.S: Baca chapter sebelumnya kalau gak tau) dan Murasakibara yang tetap sibuk."Perkenalkan saya Kuroko Tetsuya dari kelas 7-2 dan saya bukan hantu, Dozou Yoroshiku "Pemuda bernama Kuroko membungkuk.
'Wah, tampan dan kelihatanya juga baik…' batin Momoi dengan blusing yang berlebihan.
'Kurokocchi bisa main basket gak ya? Badanya kayak gitu (Baca: pendek) tapi kayaknya enak di peluk' batin Kise sama-sama dengan blusing.
'Um, Kuro-chin bisa dimakan gak ya? (pikiranmu Cuma ada makanana)" batin Murasakibara sembari makan 2 maibou sekaligus.
'Aku harus cari tahu bintangnya ( tetap saja bicarakan Oha-asa ya?) dan sepertinya tidak berbakat dengan basket…'batin Midorima.
'Udah pendek, pucat, gak punya semangat, ngagetin orang dan hidup lagi…"batin Aomine (merendahkan).
'Bakat menghilangnya (Baca: Misdirectionnya) bisa digunakan dalam Basket…' batin Akashi menyeringai.
Dan itulah yang dipikirkan 'calon' anggota generasi keajaiban saat pertama kali bertemu dengan Phantom six man mereka…
" Nanti kalian harus ada di atap, ada yang harus kubicarakan pada kalian dan ini ada sangkut pautnya dengan klub basket kita"kata Akashi lalu mereka pun beranjak ke kelas masing-masing…
.
.
.
.
Ting! Tong!, Bel tanda istirahat pertama berbunyi…
Akashi menunggu dengan sabar kedatangan (calon anak buahnya) di atap sembari menunggu ia asik bermain shogi (Dan tentu saja lawannya adalah dirinya sendiri).
Yang pertama datang adalah Murasakibara, Alasan kenapa tihang listrik ungu ini menuruti titahan Akashi karna tadi pagi ia di traktir Maibou oleh raja gunting itu.
Kedua adalah Kuroko, sejak mereka pulang bersama dari Gym sore itu mereka menjadi teman baik. Sehingga Kuroko pun percaya dengannya…
Ketiga Kise,alasanya karna dia tak mau dikerumuni oleh para fansnya jadi ia memilih bergabung ke atap ( Terpaksa ).
Keempat, Momoi dan Aomine (Kenapa si pemalasan nurut) karna Momoi memaksa Aomine kalau sepertinya pembicaraan tersebut akan menyenangkan, Jadi Aomine terpaksa ikut…
Dan yang terakhir…(Tak kunjung datang)
"Kemana Shintaro?" Tanya sang gunting (ralat) Akashi. Karna biasanya maniak Oha-asa tersebut akan ikut.
Momoi mengeleng, Aomine mengakat bahu,"Gak tahu ssu" jawab Kise,"Maaf, tidak…"jawab datar kuroko, dan Murasakibara hanya makan dan makan snacknya (?).
"Uh, sudahlah. Kalian ada yang tahu tentang Gym sekolah kita?" Akashi memulai pembicaraan sembari membereskan bidak shoginya."Ah, Aku tahu Akashi-kun…" Momoi mengakat tangan ( layaknya anak TK yang akan menjawab pertanyaan dari gurunya)."hn" sahut Akashi."Menurut informasi yang aku dapat, sebenarnya tanah tempat dibangunya Gym adalah tanah pemakaman…"ujar Momoi.
Glek!, Aomine menelan ludah, Kise merinding dengan wajah pucat, Akashi menyeringai (?), Kuroko mengedipkan mata (Entah karna perkataan Momoi atau matanya kena debu), dan Murasakibara menghentikan makannya lalu makan lagi (?).
"…Dan 3 tahun yang lalu ada seorang siswi yang bunuh diri di kamar mandi Gym, lalu beberapa hari setelahnya ada seorang siswa yang mati secara misterius. Terkadang juga murid yang masih ada disana dari jam 5 sampai 6 sore akan melihat penampakan hantu atau mendengar suara aneh"cerita Momoi membuat mukanya seseram mungkin.
"Kemarin aku melihatnya…"celetuk Akashi, serempak kepala warna-warni mereka melirik sang pemilik rambut merah itu."Be-benarkah?! ssu" Kise tidak percaya."Ehm, tepatnya sore setelah pelatih kita meninggal, Aku memang tak bisa melihatnya secara jelas, karna lampu sudah dimatikan hanya samar-samar saja dan juga sosok itu meminta agar dia tak ditinggalkan"ujar Akashi kalem.
"Apa jangan-jangan itu hantu pelatih" sahut Kuroko datar (Datar banget nih anak)."Mungkin saja itu hantu siswa dan siswi yang meninggal itu" Murasakibara ikut bicara.
"Satsuki, apa para senpai sudah ada yang pernah melihat penampakan ini sebelumnya"Tanya Akashi berpikir."Etto…Ada, biasanya dari murid kelas 3 sekarang" jawab Momoi."Ehm…mungkin saja itu hantu" lanjut Akashi.
"Hey tunggu!, Hantu itu tidak ada! Ssu"protes (teriak) Kise sudah mengucur deras keringat dinginnya,"Iya, I-itu benar" sambung Aomine menahan rasa takutnya.
"Tapi-" perkataan Akashi terpotong. "GYAAAA!" terdengar suara yang teriakkan memilukan."Suara apa itu?"seketika mereka berdiri lalu menengok ke bawah atap tepat di dibawah Gym dimana suara teriakkan itu berasal.'Midorima, aku harap kau tidak ada disana' batin Akashi menggigit bibir bawahnya."Ayo ke Gym" komando Akashi lalu mereka berlari terburu-buru ke Gym.
.
.
0_0
.
.
"Cih, lebih baik aku mencari kesunyian" gumam Midorima, sebelumnya ia mengurunkan niatnya ke atap karna dia tidak peduli dengan titahan Akashi. Toh dia tak menganggap Akashi dan yang lainnya sebagai teman. Lalu ia ke perpustakaan tapi disana ia malah diejek karna membawa boneka Teddy bear jingga, lalu ia memutuskan pergi ke Gym.
Di dalam Gym sangat sepi dan sunyi sampai Midorima bisa mendengar langkah sepatunya yang bergema. Ia makin erat mengengam Teddy bear berwarna jingga, berharap ia akan selalu beruntung dengan Lucky itemnya ini.
Midorima memperhatiakan sekitar, cahaya tidak terlalu terang karna jendela kecil di atas tembok Gym hanya memancarkan sedikit cahaya matahari. Dia mencari bola basket untuk dilemparkan (Yah, mana mungkin dimakan kan?) ke keranjang basket.
Tapi sebuah bola basket mengelinding ke kakinya, dari arah ruang ganti padahal pintunya tertutup. Midorima mengakat sebelah alisnya lalu mengambil bola tersebut. 'Semoga bukan kesialan…' batin Midorima menaruh boneka di samping kakinya lalu mengambil bola basket. Saat ia akan memulai ancang-ancang melakukan shoot jarak jauh…
"GYAAAA!" terdengar suara teriakkan yang memekakan telingnya Burk! Midorima jatuh terduduk lalu BRAK! Pintu ruang ganti terbuka keras."S-siapa?. Aku akan datang!"kata Midorima terburu-buru masuk ke ruang ganti lalu menemukan pemandangan yang mengerikan…
"Ka-kapten Hideki!" pekiknya menemukan tubuh kaptennya yang berlumuran darah menyiprat ke setiap sisi loker ruang ganti."Kapten bertahanlah" Midorima duduk di samping tubuh kaptennya itu."Ja-ja..jangan" ucap kakak kelas yang memangil Midorima untuk perkenalan anggota kemarin itu."Apa yang kapten katakan?" bingung Midorima lalu menyobek seragamnya untuk menekan luka di dada Hideki.
Tapi tak lama Hideki menghebuskan nafas terakhirnya."A-ada apa?"kata Akashi, setelah sampai di ruang ganti Lalu terbelalak. Murasakibara menjatuhkan snacknya,Momoi menutup mulutnya menahan tangisnya,Kise terbelalak kakinya gemetaran,Aomine hanya bisa diam dan Kuroko hampir terjatuh bersandar pada tembok (P.S:Karena di dorong oleh badan Murasakibara).
"K-kenapa bisa terjadi?" gagap Kise."Aku tidak tahu, semuanya sudah terjadi saat aku datang kesini…"kata Midorima menahan sock."Lukanya sangat parah, Ini bukan perbuatan manusia…"gumam Akashi."Aku panggilkan ambulan" kata Kuroko mengeluarkan Handphonenya."Lebih baik, aku temui guru"kata Midorima tanganya berlumuran oleh darah,Akashi mendekat lalu mentup kedua mata Hideki. "Semoga kau tenang…"gumam Akashi, sementara yang lain menunduk sedih.
Midorima keluar dari ruang ganti lalu terkaget dengan apa yang dilihatnya, teddy bearnya hancur lalu saat ia memperhatikan lantai lapangan basket ia terkejut."Berhati-hatilah…Midorima"gumam Midorima membaca tulisan huruf kapital besar di tengah lapangan basket dan tulisan itu tertulis menggunakan darah."Ini buruk…
Midorima's POV:
Teriakan menandakan terror untuk ku dimulai. Itulah yang ada dibenakku, Kenapa orang/apalah itu, mengancamku sampai membuat Lucky itemku sampai hancur.
Aku merasa tak membuat masalah dengan murid-murid disini, aku hanya bertingkah seharusnya… Apa nasibku akan sama dengan kapten. Mati dengan luka di dada...
Apa aku akan mati, Jika begitu aku akan menyiap Lucky item yang paling kuat agar aku selalu beruntung. Bagaimana pun aku masih muda dan belum menjadi seorang doktor. Kuharap apapun itu tidak mengangguku dan teman-temanku…
Tunggu aku mengatakan 'teman', Ah itu tak mungkin meski… aku sebenarnya memiliki 6 teman aneh.
.
.
Semenjak terkena lemparan pel, firasat Akashi menjadi selalu benar. Bahkan tentang sesuatu yang akan terjadi dengan teman kacamatanya Midorima, Apa yang akan terjadi pada Midorima selanjutnya? Apa ia akan berhasil melewati terror itu bersama teman-temannya? Sebenarnya misteri apa yang terjadi di Gym? Dan siapa yang membunuh kapten Hideki?
Para Readers yang berkepo ria langsung aja ke…
.
.
.
.
TBC~
Nah, Readers misteri mulai bermunculan dan soal batu akik Midorima akan ada gunanya nanti…
(Kise: A-aku takut ssu~ Hotarucchi seharusnya hantu gak ada ssu~)
(Aomine: dasar penakut!)
(Kuroko: jadi penasaran sebenarnya itu apa ya?)
(Momoi: nanti Tetsu-kun tau di chapter 3)
(Midorima: yang ingin tau yang meneror ku siapa?. harus Review, agar Fanfic ini dilanjutkan nanodayo)
(Akashi: kalau tidak gunting melayang…CRKIS!)
(Murasakibara: Read-chin Review ya?, agar aku bisa di traktir lagi sama Aka-chin)
Arigatou minna-san ^^ Please RnR ya?
