Chapter 3 : Indra ke-6 Kise.

Tittle: Misteri hantu di Gym.

Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi-sensei.

Warning: Gaje,Abal,OOC (kemungkinan over dosis),Absurd,OC,typo,Crack, dan lain-lain…

Summary: "Ini gara-gara kau!". Kepalaku memanas mendengarnya, rasanya darah ku naik ke ubun-ubun, siapa sih yang mau kayak gini,"Aku gak ngerasa salah tuh! ssu" balasku mengembungkan pipi."Tapi Tetap saja kan? Dasar BAKA!", Aku marah langsung mendoronya Tapi ia berdiri lalu…DUAAK!,kepalaku terasa sangat sakit.

Genre: Horror, Friendship & Humor (Insya Allah)

Rated: T (biar aman)

Author's note: Maaf, soal Summary-nya yang makin berantakan dan abstrak, Oh lalu Humornya agak akan dikurangi jadi sedikit.(Yah, karna Author tak terlalu memiliki sifat Humor). Agar gak lama-lama langsung saja…

Oh hampir lupa, terima kasih sebanyak-banyaknya pada: Caesar704,Kim Victoria,Uzumaki himeka,Lucia Michaelis, Hatsune 01 Story dan FujoDevilZ10.


.

.

HAPPY READING… I HOPE YOU LIKE IT

.

.


Hujan Lebat melanda kota Tokyo, seorang pemuda yang menggunakan kacamata sengaja memebuat teru-teru bozu dan memeasangnya di jendela perpustakaan sekolah."Aah, sudah 2 hari semenjak pemakaman kapten Hideki. Gym baru bisa digunakan nanti sore nanodayo"gumamnya. Sembari memperhatiakan buku tentang kimia. Yang disukai baginya hanyalah Oha-asa,Basket, musik,catur, kimia dan biologi.

Lalu tiba-tiba ia merasa sedikit pening dikepala ( minum aja Botd*e*s, iya kan? ),'kenapa pusing seperti ini.. s-seperti ada yang terlupakan nanodayo?'pikirnya memegangi kepala rambut lumutnya (?). Lalu ingatan 2 hari yang lalu terasa terulang kembali dengan cepat.

Cipratan darah, bola basket yang mengelinding, pintu yang terbuka cepat, tulisan di lantai lapangan basket,dan teddy bearnya yang hancur. Semuanya terasa diputar ulang (layaknya, film yang rusak) Pemuda itu merasakan keringat dingin mengalir di pelipisnya.

Krek!, suara pintu yang terbuka menyadarkan kembali."Shintaro, kau kenapa?" Tanya seorang pemuda dengan rambut merahnya (dan entah kenapa selalu aja ada gunting ditanganya)."tidak ada nonodayo"jawab pemuda yang dipanggil Shintaro itu sembari membetulkan letak kacamatanya.

"Hn, kalau begitu nanti berkumpul di Gym, 1 jam lagi" Meski pemuda lawan bicaranya tau kalau 'teman' berkacamatnya ini berbohong dia tetap menutup pintu lalu pergi.

Pemuda yang ditinggal sendiri merasa ada sesuatu yang aneh dengan penglihatanya,'Mungkin berdebu nanodayo' batinnya mengambil sapu tangannya lalu mengelap lensa kacamatanya tetap saja saat ia memakai kacamatnya kembali ia tetap melihat bayangan perempuan yang sedang menatapnya dengan tatapan sedih, ada beberapa luka di tubuhnya dan seragamnya penuh dengan bercak darah sedang berada di pojok perpustakaan.

"S-siapa…dan k-kenapa nanodayo?"tanya pemuda itu, perempuan itu hanya menjawab dengan suara lembut dan pemuda itu tak mengerti apa yang dikatakannya."Apa nanodayo?"bingung pemuda itu lalu mengobrak-abrik isi tasnya dan mendapati sebuah kitab biksu (Lucky item minggu lalu).

"A-aku t-tidak.."perkataan pemuda itu terhenti karna perempuan yang tadi berada di pojok ruangan itu menghilang."I-ini sebenarnya a-apa nanodayo?"gumamnya menutupi wajahnya dengan tangannya."I-ini sungguh mengerikan..seharusnya aku beli boneka lagi…nanodayo


.

.

X D

.

.


Semua anggota klub basket tengah menunggu anggota yang lain berkumpul di Gym,"Hey Akashi!", panggil pemuda kurang terang (?) lalu menguap lebar (yang katanya mengalahkan menguapnya kuda nil).

"Hn" sahut pemuda dengan rambut merah baru keluar dari ruang ganti."Memangnya ada apa sih?, kita akan mulai latihan lagi nih?"tanyanya sembari memperhatikan sekitar,"Tidak, nanti kau akan tahu nanti" jawab pemuda yang dipanggil Akashi menyeringai tanpa sebab yang jelas (?).

Pemuda berambut indigo (biru tua kalau gak tau) dan berkulit kurang terang (bosen kalau gelap mulu), itu bernama Aomine Daiki. Menatap Horor pada pemuda yang ehm-lebih pendek-ehm disampingnya."Kenapa?" Tanya pemuda berambut merah itu, yang namanya Akashi Seijuro."Err…enggak" jawabnya lalu menjauh.'Cebol, tapi mukanya bikin serem…Iiih~'batin Aomine ngeri sendiri(?).

Sementara yang ditinggal hanya menatap benda yang ada digengamannya."Ini, bisa digunakan.."batinya, lalu memasukan benda tersebut ke sakunya dan bergabung pada para kakak kelas.

"Ehm, Baiklah semuanya sudah berkumpul?"Tanya satu-satunya perempuan ditempat itu namanya adalah Momoi Satsuki, sang menejer."Em, ada satu ssu~…Midorimacchi gak ada ssu"teriak laki-laki dengan rambut kuning keemasannya (Tapi bukan emas yang suka dijajahin di toko dekat pasar ya).Anggota lain pada nutup mulut..Eh salah maksudnya pada nutup telinga mendengar suara Kise yang cempreng.

"Baiklah, kita tunggu Midorin sebentar lagi…" tutur Momoi lalu mencatat sesuatu di papan clipboardnya."Woy!, Kise gak usah teriak kali" sewot Aomine (terlihat karna ada perempatan di dahinya)."Emang kenapa Aominecchi ssu~?" balas Kise mengembungkan pipi.

"Suara kamu itu bisa bikin kaca pecah BAKA!"teriak Aomine gak tahan melihat tingkah Kise yang mirip perempuan (karna baginya itu sangat menjijikan dan tidak gentle tapi dirinya sendirinya kagak…).Serempak semuanya milirik si empunya kepala biru tua dan kuning."Enggak tuh Ahominecchi sse~!"balas Kise sembari menunjuk kaca Gym (Padahal kacanya bergetar).

"JANGAN PANGGIL AKU AHO!"teriak Aomine mengakat kerah baju Kise."AHO TETAP AHO (Baik, kalau ada yang tahu Aho itu bodoh) ssu!" teriak Kise ikut mengakat kerah baju Aomine."Huuftt~"Akashi menghela nafas panjang."Atshushi lakukan sesuatu, besok pagi aku traktir" kata Akashi (menyuap) pada pemuda janggung yang tinggi badannya bisa dikatakan tidak normal, Namanya Murasakibara Atshushi. Tanpa pikir panjang Murasakibara menyimpan makanannya Lalu…

SRET! SRET!, Tiba-tiba ada sesuatu yang tajam melintas didepan wajah Kise dan Aomine lalu kerah baju mereka diangkat oleh tangan Murasakibara (bayangin aja ngakat anak kucing dilehernya kayak gimana coba?)."Mine-chin, Kise-chin gak boleh berantem"kata Murasakibara tetap dengan nada malasnya.

"Sayang lemparan ku meleset" kata Akashi,Serempak semuanya melihat kearah dinding 2 buah gunting merah menacap disana, mereka membantu karna ternyata, Anggota klub yang cukup ehm-pendek-ehm dan suka memerintah orang seenaknya ini, bisa melakuakn sesuatu yang diluar dugaan dan cukup terbilang (sangat) sadis.

"Ku pastikan aku akan menghukum kalian.. sebagai ganti karna guntingku di tepat menacap kepala kalian (?)"lanjut Akasi, Aomine dan Kise menelan ludah lalu Murasakibara menurunkan mereka."Aomine-kun, Kise-ku daijoubu desu ka?"Tanya seorang pemuda dengan kulit pucat dan berambut biru langit di musim panas (Aah~ indanya).Keduanya hanya mengeleng pelan."Souka.."balas pemuda bernama Kuroko Tetsuya itu.


.

.

.

.


Krek!,"Maaf, lama nanodayo"kata pemuda berambut lumut (hijau maksudnya), bernama Midorima Shintaro."Kau telat 5 menit Midorin"kata Momoi mengembungkan pipi."Gomen,nanodayo"balas Midorima bergabung dengan yang lain.

"Nah, Minna semuanya sudah ada..Silahkan Akashi-kun yang umumkan"kata Momoi tersenyum."Hn, baiklah" balas Akashi, semuanya diam mendengarkan."Aku yakin kalian semua sudah menegetahui meninggalnya kapten Hideki, Sekarang atas keputusan dari para senpai dan pengurus lainnya. Saya akan mengumumkan kapten kita yang baru"tutur Akashi, semuanya sempat kaget tapi kembali tenang.

"Shuzo Nijimura dari kelas 8-4" kata seorang pemuda dengan rambut hitam dan mata yang cukup sipit dan tajam berdiri antara Momoi dan Akashi."Semuanya aku tak suka orang-orang yang tidak mau bekerja dan tidak mau mandiri…Orang yang seperti itu adalah PAYAH"ujarnya."Ha'i, Kapten!"katanya semuanya mematuhi perkataan sang kapten baru itu.

Midorima tidak memperhatikan semua itu, fokusnya tertuju pada seorang laki-laki yang berdiri didekat tihang keranjang basket. Kepalanya menunduk tapi pakaiannya penuh bercak darah.'Ada apa ini…' batinnya bingung lalu kembali memfokus pada kapten barunya.

"Dan Akashi Seijuro adalah wakil kapten kita…" lanjut Nijimura melirik Akashi. Semuanya awalnya tampak tidak percaya, "Yang meragukanku… akan tahu akibatnya"tutur Akashi sembari memainkan gunting. Mereka menelan ludah lalu.."B-baik, wakil Kapten!" kata mereka serempak."Bagus, anak-anak buahku…"kata Akashi meyeringai.

"Ayo, semuanya kiata LATIHAN!"teriak Nijimura penuh semangat sembari mengakat kepalan tangan ke udara,"Yosh,Kapten!" kata mereka semuanya serempak mengakat tanga ke udara."Untuk Daiki dan Ryouta.."kata Akashi mendekati mereka berdua."Nanti jangan dulu pulang ya?"kata Akashi dengan senyuman (menyeringai) pada mereka berdua."Err…Ha'i, wakil kapten…/ssu


.

.

.

.


"Nah, kalian berdua tolong pel dan bersihkan seluruh lantai lapangan basket ini ya? Dan jangan ada yang terlewat sedikitpun"titah Akashi sembari menodonkan gunting yang selalu ia asah (?) kepada wajah model dan preman itu,(Tolong pada adik-adik jangan di tiru ya?)."Baik.../ssu"jawab mereka sudah pasrah."Ini akibat kalian berantem dan membuat kegaduhan…"tutur Akashi lalu pulang.

"Shintaro apa yang kau pikirkan?" Tanya Akashi karna sedari tadi Midorima melamun menatap tihang basket dan diam dia di ambang pintu,"Tidak, nanodayo" jawab Midorima."Lemparan Shootmu tadi tidak meleset…"tutur Akashi pergi,"Bukan itu Nanodayo!"balas Midorima berbalik menatap punggung Akashi."Sudahlah aku tahu, kau terlalu merendahkan diri"lanjut Akashi,"Tidak! nanodayo" Midorima menyusul Akashi.

Sementara dengan susah hati (?), 2 teman yang saling tidak akur itu menjalankan hukuman mereka,"Aominecchi ini embernya ssu~"kata Kise,"Bersihkan dan sapukan dulu Kise Teme!"kata Aomine sembari mengumpulkan sampah,Kise tidak suka diperintah oleh Aomine tapi tetap melaksanakan perkataan Aomine ( ingat Kise gak menganggap ini titahan).

"Aominecchi itu belum bersih ssu!"kata Kise sembari menunjuk lantai."Bersihin aja sendiri"sahut Aomine, Kise ngambek."Tapi aku juga tidak mau kayak gini ssu" gumam Kise berusaha sabar."Ini bukan salah aku" sahut Aomine,"Salah siapa ssu?" kata Kise polos.

" Tapi Ini gara-gara kau!" teriak Aomine bergema di Gym. Kepala Kise memanas mendengarnya (wajah memerah menahan marah bukan merona yang pasti).'siapa sih yang mau kayak gini' batin Kise,"Aku gak ngerasa salah tuh! ssu" balas Kise mengembungkan pipi."Tapi Tetap saja kan? Dasar BAKA!", Kise marah langsung mendekati Aomine lalu mendoronya Buuk!,Aomine terjatuh terduduk.

Tapi Aomine berdiri lalu…DUAAK! Aomine membalas mendorong Kise (Saudara-saudara ini kejadian dorong-mendorong harap tidak melakukan dirumah), Kepala Kise membentur lantai lalu pingsan."Eh, woy Kise kau gak mati kan?!" panik Aomine.

BYYUUUR!, Kise mengerjapkan mata lalu merasa kedinginan."Hey, kau gak mati kan? bangun woy!" seru Aomine, yang sayup-sayup terdengar Kise."Ugh, Ittai~ ssu" ringis Kise duduk."Sorry, Kise gak ada air lain. Agar cepat aku pakai air bekas ngepel"ujar Aomine menggaruk kepala yang gak gatal.

Kise gak peduli dengan perkataan Aomine. pelan-pelan Kise mendengar suara halus,"K-kau tak apa?" kata suara perempuan itu."Aominecchi ada orang lain di sini ssu?" Tanya Kise."Eh, gak tuh hanya aku dan kamu disini" Aomine mengakat sebelah alis."Ada suara Aominecchi ssu" kata Kise merinding lalu aura dan udara dingin menyelimuti mereka.

"Kise, kita kabur aja. Perasaan ini gak bakal beres"bisik Aomine."Uh,i-iya juga ssu" balas Kise."Kami ingin bicara denganmu" kata suara itu."Aominecchi, suaranya ada lagi"kata Kise merinding."Baik, ini tasmu dalam hitungan ke 3 kita lari" kata Aomine pelan.

"1…2…3, Ka-KABUUUR!" seru Aomine setelah membukakan pintu lalu lari tungang langgang bersama Kise."Hantu!, emak tolong Kise! (Gaje nih anak)Ssu~" teriak sembari lari."Woy, siapa Emak?"Aomine heran."Oh eh, iya KAA-SAAN SSU~!" lanjut Kise masih berteriak.

Sementara di Gym."mereka bisa membantu kita iya kan..?" kata seorang perempuan tersenyum tapi tubuhnya transparan."Yah,kau benar"kata Pemuda di sampingnya sama-sama terluka dan transparan."Apa tulisan yang kalian buat tidak akan membuat mereka takut" kata lak-laki yang lain usianya terlihat lebih muda dari laki-laki serta perempuan tadi dengan luka di dada."Semoga saja tidak …

Setelahnya pitu Gym tertutup cepat oleh angin, "Mereka… orang-orang yang merendahkanku. Harus Mati..HAHAHAHAH!" tawa seorang laki-laki yang tidak jauh dari Gym."Mati..dan MATI…


.

.

0_0

.

.


KISE's POV:

GYAAA!, Kami-sama aku takut ssu. Onee-chan!, Otou-san!, Kaa-san! aku taku please HELP ME..HELP!

Uh,aku mendengar sesuatu yang aneh ssu, suaranya pelan tapi mirip manusia dan gak ada wujudnya apa itu? aku takut, apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka mau dari aku…

Apa jangan-jangan hantu?, tolong jangan sakiti teman-temanku lagi ssu. Tolong jangan sakiti mereka… karna aku sayang pada mereka, bahkan pada Aominecchi ssu…hiks…


.

.

.

.

Midorima menjadi seorang indigo (yang bisa melihat sesuatu yang gaib) setelah kepala pusing diperpustakaan dan Kise dapat mendengar suara yang gaib setelah terpeleset di lantai Gym. Sebenarnya apa yang terjadi?

Dan siapa yang membuat Kise, Akashi, dan Midorima mengalami hal yang tidak wajar itu?. Serta sebenarnya apa yang ada di Gym?

KEPO nih? ( yang tidak kepo lambaikan tangan), yang kepo cekidot ke…


.

.

.

.

TBC~

Maaf para Readres, Author lagi gak mood jadi kekurangan ide. Maaf ya? Di chapter berikutnya para GoM mulai menyadari sesuatu… Oh ya tolong Review ya? Apakah Momoi-chan akan ikut dalam petualangan misteri?

Mau dilanjutkan Please RnR ya? ^^

(Momoi: aku ingin ikut!, nanti siapa yang akan menjaga Dai-chan)

(Aomine: Jangan panggil aku seperti itu dan Kau bukan penjagaku Satsuki!)

(Akashi: Shintaro apa yang ada dijarimu? Jangan gunakan jika berlatih)

(Midorima: Err…Tapi ini… ya, sudah wakil kapten nanodayo)

(Kuroko: kenapa aku cuma muncul sedikit Hotaru-san?)

(Author: Maaf, kau kan pendiam)

(Murasakibara: nyam… Ehm, Hota-chin ada benarnya…nyam)

(Kise: A-aku gak b-bisa tidur ssu~… HUWEEE!)

Tolong Review ya?, terima kasih ^^