Chapter 4: Penuduhan Murasakibara.
Tittle: Misteri hantu di Gym.
Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi-sensei.
Warning: Gaje,Abal,OOC (kemungkinan over dosis),Absurd,OC,typo,Crack,kekerasan dan lain-lain…
Summary: Aku sudah ada disana Tidak ada seorang pun aku mencari-cari kemana orang itu, aku masuk ke ruang ganti… Lalu menemukan sekotak Maibou dan anehnya ada pisau dapur didekatnya, aku mengambilnya ke 2 benda itu. BRAAK! Ada seseorang yang masuk… saat aku berbalik langsung saja aku membatu 'takut'.
Genre: Horror, Friendship & Humor (Insya Allah)
Rated: T (biar aman)
Author's note: Minna! ^^ saya balik lagi nih, ada yang kangen gak? (kalau enggak lewat aja Author's note ini :'( ). Senang nih Fanfic pertama banyak yang suka makannya Author lanjutin dan untuk balasan reviewnya ada dibawah…
(Kuroko: Ehm, selamat pagi para Readers. Saya Host Kuroko Tetsuya)
(Akashi: Dan saya Host Akashi Seijuro, pada pagi ini kita akan bicara dengan Author baru, Hotaru)
(Author: Aku Hotaru-chamaa tau!)
(Kuroko: Sumimmasen, Hotaru-san. Jika boleh jujur namamu bisa dibilang aneh #Authormojokdipojokan)
(Akashi: Sudahlah agar gak banyak cincang daging alias cing-congan, Ada yang pertanyaan yang sudah saya rangkum, Ehm "kenapa di Chapter lalu kurang seram,gak ada blood dan gak ada yang meninggal lagi. Tolong di lebih seramkan")
(Author: Um..Eh..A-Aku… g-gak ta-tahu..Ta-tapi…)
(Akashi & Kuroko: Ketularan aziz gagap ya?)
(Author: Gak lah!, jawabannya saya gak mood dan boleh jujur saya takut hantu dan cerita Horror, Insya Allah akan di lebih seramkan di Chapter ini)
(Akashi: Kalau takut cerita Horror kenapa buat cerita horror? #Authormengangkatbahu)
(Kuroko: Ada pertanyaan lagi." Kalimat akhirnya mengingatkan dengan Ciel phantomhive, apakah saya #Kurokonunjukdirisendiri. Punya peran penting?")
(Author: Ada, tapi peran penting Kuroko-kun nanti kapan-kapan.#Kurokoikutmojok, Jika boleh jujur saya tidak terlalu tahu tentang anime Kuroshitsuji, bahkan saya tidak tahu siapa tokoh utamanya… HEHEHEHE)
(Akashi & Kuroko: Tawamu kelebaran, Hotaru/Hotaru-san)
(Author: Sorry… lagi puasa nih, Ah. Mau buka pergi dulu #Authorpulang)
(Akashi: Maaf untuk pertanyaan yang belum sempat kami jawab..)
(Kuroko: karna Author gak mau ditanya lagi, Kita langsung ke Chapter 'Penuduhan Murasakibara')
.
.
HAPPY READING… I HOPE YOU LIKE IT
.
.
Di kelas 7-2, Kelas dimana terdapat pemuda model berambut kuning emas (murahan) dan pemuda pucat berambut biru muda ( yang setiap melihatnya selalu ingin terbang ke langit tinggi) dari klub Basket. Saat ini 15 menit lagi menuju jam pelajaran dimulai, Terlihat sekali sang Kuning (?) sangat bosan dan mengantuk…
"Huaaaammhh! ssu" Kise menguap lebar,"Kise-kun, menguapmu sama lebarnya seperti Aomine-kun, tapi tidak bau terong (?) seperti Aomine-kun" sahut Kuroko yang duduk di belakang Kise sembari membaca novelnya."Kurokocchi, Hidoii~ ssu~"rengek Kise seperti biasa.
"Ano~,Kurokocchi..ssu"panggil Kise sembari duduk menghadap Kuroko."Nande, Kise-kun?" Kuroko menutup novelnya lalu mereka terdiam sejenak, Kise mengacak-acak tasnya.
"Udah, lihat Majalahku yang baru tidak? ssu"Tanya Kise nyengir sembari memperlihatkan majalah dengan cover dirinya (Bayangin aja Kise bergaya alay)."Tidak peduli.." balas Kuroko (cuek) membaca novelnya lagi.
Kise mengembungkan pipi (Gak mungkin mengembungi balon kan?, nanti bisa meletus), lalu menghela nafas panjang."Sebenarnya sejak kemarin aku suka mendengar (tukang bakso keliling ) sesuatu yang aneh, Kurokocchi~ ssu" ujar Kise pelan."Memang kenapa?, apa karna hukuman (neraka) dari Akashi-kun?" Tanya Kuroko meski masih fokus membaca novel."Iya sih, tapi-"."Pasti mengerikan sekali hukumannya?" Kuroko memotong perkataan Kise dengan wajah watadosnya (Baca: Wajah tanpa dosa).
"Dengarkan dulu..SSU~" Kise merengek keras."Berisik Kise-kun.."ujar Kuroko menyimpan kembali novelnya ke tasnya."Nih, gini ya?. Saat itu…"Kise memperhatikan Kuroko tidak fokus mendengarnya."Kenapa Kurokocchi? ssu" lanjut Kise. Kuroko menunjuk sesuatu di belakang Kise. Saat Kise menoleh…
"Eh, Sensei gomen, lama gak ketemu nih ssu" Kise kaget+gaje ( tingkat provinsi ) karna gurunya sudah memperhatikannya dengan tatapan penuh selidik. "Kise-san, kau bicara apa?" Tanya Sensei itu kalem. Setelah Kise sadar…"Sumimmasen, Sensei! ssu" Kise berdiri dan membungkuk,"Ya, sudah" ujar Sensei itu.'Syukurlah…'batin Kise dengan mata berbinar dia tak jadi di hukum lagi.
.
.
: P
.
.
Saat jam ( yang dinantikan) istirahat, seperti biasa para 'calon' GoM ke atap untuk memakan bento atau sekedar tidur (Ini yang pasti Ahomine). Bahkan ada kapten Nijimura (Alasannya ikut masih menjadi misteri..hihihihi)…Sangat tampak (?), Pemuda berambut hitam itu sedang bicara pada si merah jambu dan si merah.
"Momoi, 10 hari dari sekarang kita akan ikut Turnamen tolong siapkan semuanya" kata Nijimura pada sang menejer satu-satunya."Em, tentu saja akan ku persiapkan" sahut Momoi lalu membalas dengan senyumannya."Em, kapten.. boleh saya bertanya sesuatu?"kata Akashi setelah selesai memakan onigiri."Yah ada apa?" Tanya Njimura." Tapi ini bukan tentang klub, tapi tentang Gym kita…" ujar Akashi pelan.
Otomatis seluruh (sekolah yang bisa mendengarnya) anggota lain memperhatikan pembicaraan itu (Bahkan Aomine terbangun dari mimpi Mai-channya)."Ehm, maksudmu tentang pembunuhan yang terjadi akhir-akhir ini?" ujar Nijimura terdiam lalu meminum air (ASI-nya) mineralnya."Hn, iya.." jawab Akashi.
Angin berhembus lembut menerpa rambut pelangi mereka, dan sang Kapten menatap langit, para anggota GoM penasaran (tingkat dewa) menunggu jawaban (informasi lebih tepatnya) dari Nijimura."Aku tidak tahu " jawab Nijimura pada akhirnya dengan wajah biasa-biasanya. Mendengarnya mereka…
Aomine terjun dari atap… eh salah maksudnya jungkir balik, Kise membeturkan kepala ke tembok, Murasakibara lari-larian ( mengejar snack yang terbawa angin ),Momoi jadi rakus memakan bento buatannya sendiri ( lalu muntah ), Kuroko tersedak milkshakenya,"Aww, nanodayo" Midorima yang sedang menjahit lucky itemnya ( Teddy Bear warna jingga ) langsung tertusuk jarum, Dan Akashi… SRET! Melempar gunting yang tinggal 1 mili terkena hidung Nijimura.( Sesuai dengan yang tertulis di Peringatan sekolah yaitu 'HATI-HATI GUNTING MELAYANG! ATAU ANDA KEHILANGAN RAMBUT DAN HIDUNG ANDA').
"Akashi!, kau hampir membuatku jantungan!" protes Nijimura."Hn,Gomen kapten…"balas Akashi."Tapi, aku tahu siapa yang bisa menjawab pertanyaan kalian" lanjut Nijimura kembali tenang.
Semuanya kembali menghadap (Tuan mereka) Nijimura dengan tatapan penuh selidik (yang agak mengerikan kecuali Kuroko dan Akashi yang lebih mengerikan tentunya)."Hey, jangan tatap aku seperti itu!" protes ( lagi ) Nijimuara."SIAPA!? /Nanodayo/ssu" kata mereka serempak ( dengan nada yang sangat mengintimidasi ).
"Y-yukiko Amaya da-dari ke-kelas 9-3" Gagap Nijimura ketakutan. Setelah mendengarnya semua menjadi biasa bahkan tersenyum (kecuali Akashi yang menyeringai, Midorima yang mengganguk sembari membetulkan letak kacamatanya dan Murasakibara yang biasa)."Err… aku lupa ada urusan pergi dulu ya?" NIjimura kabur sembari membatin: 'ANGGOTA KLUBKU MONSTER!' (P.S: Tolong abaikan).
Semuanya sempat diam dengan ekspresi yang sama seperti tadi."Ano~ sekarang apa?" Tanya Kuroko kembali poker face."kenapa kita sampai sejahat itu dengan Nijimura-senpai.." gumam Momoi bingung sendiri."Ya, sudah semuanya kembali ke kelas 5 menit lagi bel masuk"kata Akashi membereskan kotak bentonya yang sudah habis."Darimana Akashicchi tahu? ssu" Tanya Kise. Lalu terdengar… TOOOET! (tanda 5 menit sebelum masuk kalau 'TING TONG' bel masuk).
Semuanya sweatdrop ( dengan suara belnya )."Itu suara terompet rusak atau bel sih?! Rasanya kemarin-kemarin nggak kayak gitu!" omel Aomine."Tentu saja Kemarin-kemarin kau tidur jadi tidak sadar, nanodayo" sahut Midorima."By the way, Aka-chin kenapa bisa tahu?" Tanya murasakibara (P.S: Sang titan OOC). "Firasatku selalu benar, kalian tahu itu kan?" balas Akashi menyeringai.
"Aku juga bisa, dengar suara orang yang gak ada wujudnya..ssu" kata Kise sembari menggaruk pipi."A-aku, bisa lihat hantu, t-tapi bukan maksudnya aku pamer nanodayo"kata Midorima sembari membetulkan letak kacamatanya.
"Heh? Benarkah?, kenapa kalian bisa aku enggak?" Tanya Aomine heran." Karna kau Aho, /nanodayo/ssu" balas Kise, Midorima dan Akashi turun dari atap."Aku gak Aho, buktinya aku lulus SD!" teriak kesal Aomine." Yang sabar ya Mine-chin/ Aomine-kun" kata Kuroko dan Murasakibara ikut turun, Aomine menganga tidak percaya kalau teman-temannya berpendapat jika ia memang Aho."Ayo ke kelas, Dai-chan Aho" kata Momoi menyeret Aomine.
.
.
: D
.
.
Laki-laki bertubuh tinggi ( tidak normal ) masuk ke kelasnya, kelas 7-5. Lalu duduk di bangku yang paling belakang ( yah, bayangin aja kalau duduknya di depan, orang di belakangnya gak bakal bisa lihat apa-apa selain punggung sang titan ). Namanya adalah Murasakibara Atshushi.
Murasakibara menatap malas ke arah luar jendela sembari terus memakan snacknya. Karna haus dia mengambil botol air minumnya ( Yang selalu disiapkan ibunya tentunya ) di kolong meja. Tapi ia melihat sebuah surat di dalamnya ( Tunggu surat?, Apakah itu surat cinta?. Tapi dia kan Titan, Apakah sang titan yang suka makan ini menemukan jodohnya?).
"Yare~" Murasakibara membuka amplopnya yang polos ( Gak ada tulisan apapaun dia amplop maksudnya ). Ternyata di dalamnya hanya ada kertas kecil. Dia pun membacanya…
' Datanglah ke Gym, tapi sebelumnya pastikan tidak ada orang disana. Jika kau sudah yakin tidak ada orang disana, Carilah aku… aku akan memberikan apa yang kau inginkan… Bahkan Maibou sekali pun.'
Murasakibara sama sekali tidak melihat ada nama di suratnya lalu ia pun menyimpan surat itu ke saku celananya. Tak lama Bel berbunyi, "Baiklah, demi Maibou… ( Pikirannya hanya makanan, bahkan yang seperti itu di percaya ).
.
.
0_0
.
.
Sesuai yang yang ditulis dalam surat itu, Sorenya sang tihang bendera ungu ( Bosen kalau titan atau tihang listrik terus.. ) menuju ke Gym lebih dulu. Sebelum murid lain kesana…
Krek!, Murasakibara menyembulkan kepalanya dari celah pintu lalu menatap sekelilingnya gelap, agak berdebu Dan tidak ada siapa pun… "Gomene, ada orang disini~?" tanya murasakibara dengan nada malasnya.
Selama beberapa detik tidak ada suara apa pun yang menjawab pertanyaannya."Maibounya dimana? Sudah tidak ada orang disini~… " lanjutnya ( Memikirkan makanannya lagi… ).Murasakibara celingukkan mencari seseorang yang di maksud dalam surat… Lalu di pun mencari keberadaan orang yang akan memberikannya Maibou tersebut ( Cieee bahasa nya ).
Adapun tempat yang ia cari untuk menemukan ( emang anak kucing yang hilang ) orang itu adalah seperti berikut…
Ruang ganti ( Ini sih normal ), di balik loker ( Memang kenapa itu orang harus sembunyi? ),Kolong kursi dan meja ( Hey, memang orangnya berapa ukurannya ), tempat sampah dibelakang Gym ( Gak mungkin ada disana! ), gudang tempat menyimpan alat olahraga ( Gak jadi masuk karna takut banyak tikus ), dibawah bench ( gak mungkin ada disitu Mura-kun ) dan di balik tihang keranjang basket.
Anehnya ia melihat ada logam berbentuk bulat yang menempel dan disertai lensa di salah satu sisi, Tapi Murasakibara hanya diam dan melanjutkan pencarian calon Maibounya tercinta (?).
Ia diam di tengah-tengah lapangan basket sudah 6 menit lebih dia mencari sesorang yang dapat menemaninya… Eh salah maksudnya orang yang menulis surat !.. ciit!, suara pintu ruang ganti yang berdecit dan terbuka itu membuat Murasakibara mengalihkan perhatiannya.' Bukanya tadi udah ditutup ya?' gumamnya lalu masuk kesana.
Tak ada apapun disana, sama seperti tadi kecuali… ada sekotak Maibou diatas bench dan anehnya ada pisau dapur didekatnya,Murasakibara mengakat alis. Lalu Murasakibara mengambilnya ke 2 benda itu. BRAAK! Ada seseorang yang masuk sembari membanting pintu… saat Murasakibara berbalik ia langsung saja membatu ketakutan.
Orang yang memakai jubah hitam dan topeng itu berlumuran darah serta di tangannya ada sebuah pisau dan sabit ditangan lainnya. Murasakibara langsung menjatuhkan maibounya dan menganggam erat pisau dapur di tangan.
Lalu tanpa sebab orang bertopeng itu menyerang Murasakibara, karna tangannya Murasakibara gemetaran pisaunya terjatuh. Orang itu hendak menusuk Murasakibara tapi dengan cepat Murasakibara menghidar dan BRUUUK! Menendang orang itu sampai terpental ke dinding." Kenapa kau menyerangku!?" bentak Murasakibara dengan aura hitamnya.
"ADA MAYAT!" teriak seseorang di luar ruang ganti, Murasakibara yang memakai jubah itu keluar dan kabur lewat pintu belakang."Siapa yang membunuhnya?!" beberapa orang masuk ke ruang ganti dan menemukan Murasakibara."hey, jadi kau yang membunuh kapten Hideki ya!" emosi salah seorang dari mereka.
"Tidak aku, tidak membunuh siapa pun" kata Murasakibara menutup ke-2 telingnya."Bohong!, pisaunya ada di dekatmu!" balas yang lain."T-tapi…" "Dasar pembunuh!" salah satu dari mereka hendak memukul Murasakibara tapi tiba-tiba… GERP!, tangan orang itu di tahan Aomine."Jika kau memukulnya kupastikan kau akan ku pukul juga" geram Aomine."Kalian semua jangan menuduh orang sembarangan keluar dan hubungi kantor polisi dan rumah sakit"titah Akashi. Semuanya keluar kecuali para 'calon' anggota GoM.
"Mura-kun daijoubu?"Tanya Momoi khawatir pada Murasakibara yang duduk di bench,"mereka seharusnya tahu, jangan sembarangan menuduh orang nanodayo. Tidak ada darah di pisaumu tadi Murasakibara nanodayo. Jadi tak mungkin kau pembunuhnya" kata Midorima. Krek! Akashi masuk,"Bagaimana Akashi-kun?" Tanya Kuroko.
"aku dan kapten sudah menjelaskannya pada Polisi, kau tak bersalah Atshushi"kata Akashi melipat tangan di depan dada."Memang siapa yang terbunuh sekarang ssu?" Tanya Kise."Penjaga sekolah, ada banyak luka yang mengerikan" tutur Akashi."Memang bagaimana awalnya Mura-kun?" Tanya Momoi sedikit sock.
"Aku mendapatkan surat ini…" Murasakibara mengeluarkan surat dari saku celananya lalu Akashi membacanya."Setelah itu aku kesini sebelum orang lain datang, aku mencari orang yang akan memberikanku maibou itu.." Murasakibara menunduk semuanya sweatdrop karna masih juga mikirin makanan. "Tapi aku tak bertemu dengannya sampai aku kembali ke ruang ganti ,menemukan pisau dan kotak maibou. Tapi tak lama orang berjubah itu datang dan menyerangku lalu dia kabur setelah mendengar ada orang lain masuk ke Gym" kata Murasakibara pelan. Semuanya diam…
"Kita harus menagkap orang itu.." kata Kuroko tiba-tiba."Kurokocchi ssu?" bingung Kise."Yah, Tetsuya benar. Kita haru menghentikan orang itu membunuh anggota kita dan bagian dari sekolah kita" kata Akashi."Tapi kan kita-" "kita bisa Shintaro" potong Akashi semuanya diam mendengarkan perkataan Akashi.
" aku setuju, kita pasti bisa" kata Kuroko meski datar."Aku ikut dengan Akashi-kun dan Tetsu-kun"kata Momoi tersenyum."Terima kasih sudah membela ku Aka-chin, jadi aku ikut" kata Murasakibara tersenyum."T-tapi nanti kita bisa ketemu H-hantu-" "Kau takut Ryouta?" potong Akashi."Err… tidak. baik aku ikut" kata Kise senyum meski keringat dinginnya mengucur di punggungnya."Masa aku kalah dengan Satsuki, Yosh aku ikut rencana kalian" kata Aomine. Semuanya melirik Midorima."Err… Aku ikut nanodayo" kata Midorima membetulakan letak kacamatanya.
"Baiklah, yang pertama kita lakukan adalah bertemu dengan Yukiko Amaya" kata Akashi,"Amaya-senpai sudah pulang.." kata Kuroko."Darimana kau tahu Tetsu?" Tanya Aomine."Tadi sebelum kesini aku lihat di pulang dengan cemas" jawab Kuroko."Baiklah jika begitu besok…" kata Akashi, para 'calon' anggota GoM itu mengangguk…
Tanpa mereka sadari ada kamera yang mengawasi mereka dari balik tumpukan kardus di pojok ruang ganti…
.
.
0~0
.
.
Murasakibara's POV:
Aka-chin dan yang lainnya membantuku~… Mereka baik padaku. Aku akan berusaha membantu dan melindungi mereka…Arigatou~.
Yare~, Siapa orang itu beraninya menipu dan menjebak ku, sehingga anggota yang lain salah paham padaku. Tapi dia jujur Maibounya benar-benar ada… dan tanpa curiga aku memakannya.
Jika tanpa ada teman-temanku, aku mungkin akan dipenjara dan apa yang akan dikatakan kakak ku dan orang tuaku… Senang memiliki teman seperti mereka iya kan~?
.
.
.
.
Sang titan ungu dijebak oleh sesorang dengan sebuah surat. Dan para GoM pun memutuskan untuk memulai rencana mereka mencari sang pemunuh yang sebenarnya. Apakah rencana mereka berhasil? Dan apa hubungannya dengan Yukiko Amaya?
Kepo nih? ( Author kehabisan kata-kata ) langsung aja ke…
.
.
.
.
TBC~
Kyaaa!, OC author mulai beraksi nih. Di chapter berikutnya banya fakta yang terkuat ke permukaan (air sumur ). Dan Akashi-kun makin terlihat wibawanya lho~?
Please banget tolong RnR ya? ^^
(Kuroko: Aku dengar Dia itu seorang Miko dari salah satu kuil)
(Akashi: itu mungkin, karna itu hanya gosip Tetsuya)
(Midorima: Hantu akan datang, nanodayo)
(Kise: TIDAK!, Siapkan dukun dan kemenyan Aominecchi!)
(Aomine: #CaridukunkeIndonesia)
(Momoi: Penakut banget sih Dai-chin!)
(Murasakibara: Jangan lupa bawa duren Mine-chin!)
(Nijimura: Err… kalian bicara apaan sih?)
Arigatou Readres~ ^^
