Chapter 5: Aomine tidak takut hantu!.

Tittle: Misteri hantu di Gym.

Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi-sensei.

Warning: Gaje,Abal,OOC (kemungkinan over dosis),Absurd,OC,typo,Crack,kekerasan dan lain-lain…

Summary: Aku akan buktikan pada mereka jika aku benar-benar tidak takut hantu, masa aku kalah dengan si cengeng Kise dan Satsuki. Ku berencana untuk ke Gym saat malam nanti setelah pulang sekolah, Tapi… Wuuush~!,Suara angin tetap membuatku takut dan suara pintu yang berdecit terbuka, membuat suasana makin mengerikan.

Genre: Horror, Friendship & Humor (Insya Allah)

Rated: T (biar aman)

Author's note: Author lagi gak enak badan nih,…Uhuk!. Langsung aja yah? agar para Readres gak nunggu lama. Tapi tentu saja saya tak lupa untuk membalas reviewnya ada dibawah biasa dengan ke dua, Merah dan biru muda kita..Ha-Hacchi!... Akashi Seijuro yang sadis dan Kuroko Tetsuya yang unyu-unyu… Ha-haaachi!.


(Akashi: Itu benar sekali Hotaru)

(Kuroko: Arigatou desu, Ini langsung saja ke pertanyaan karna berhubungan Ha-Haaachih~!… saya sedang tidak enak badan juga de-desu)

(Akashi:Tetsuya, Jangan lupa minum obatmu, makan makanan bergizi dan jangan banyak keluyuran setelah selesai latihan)

(Author: kalau aku~!?)

(Akashi: Kau juga deh)

(Kuroko & Author: Ha'i, Kaa-san)

(Akashi: Apa kata kalian? #memainkangunting)

(Kuroko & Author: Err… maksud kami,Haaachi~ .Ha'i wakil kapten)

(Akashi: Untuk pertanyaan pertama, Ini #membacanyalaluterbelalak… Err kau saja yang membacanya, Tetsuya #menyerahkankertas)

(Kuroko: memang kenapa Akashi-kun? #Menerimanyalalumembacanya. Aku tahu sekarang Akashi-kun, hihihi Haachi~)

(Akashi: Karna aku dibayar, aku akan menahan emosi)

(Kuroko: Tenang saya rangkum, Ehm Haaachi~. "Sepertinya Akashi-kun dan Aomine-kun kurang pekerjaan, kerjannya apa ?")

(Akashi: jawabannya saya dan Daiki masih anak SMP jadi tidak bekerja)

(Author: Salah Akashi-kun,Tapi yang jawab duluan Aomine-kun aja Haaachi~)

(Aomine: Yare~?, Em saya pemalas dan tugas ku setelah Chapter ini)

(Author: Gak biasanya kau jujur)

(Aomine: Ingat Author, Majalah Mai-chan untuk minggu depan)

(Author: Oh ya?, benar juga! Giliranmu sudah selesai Pergi sana… Berikutnya Akashi-kun)

(Kuroko: yang betul Akashi-kun, jangan salah)

(Akashi: Kau tak perlu mengingatkanku, Pekerjaanku memerintah orang)

(Kuroko: Haaacchi!, selanjutnya "Apa tujuan orang-orang itu dibunuh belum ketahuan kan?")
(Author: Ehm, Jawabannya baca semua chapter sampai selesai.)

(Akashi & Kuroko: Maaf Readers atas jawaban abstraknya)

(Akashi: sekarang pertanyaan yang menyudutkan Author,Hihihih…" Author jangan bicara di tengah cerita sedikit menganggu")

(Author: Saya akan coba kurangi…hiks…)
(Kuroko: Baik Langsung saja kita mulai…)

(Akashi: "Aomine tidak takut hantu!")


.

.

0_0

.

.


Di sebuah taman yang kebetulan terdapat 5 (kecoa) sahabat yang sama-sama anggota klub basket, Duduk bersama di sebuah kursi taman dan saat itu bunga sakura masih berguguran serasi dengan rambut pelangi mereka.

"Midorin, Aomine-kun, Tetsu-kun dan Ki-chan. Kita ke sekolah ya? Udah mau siang nih" kata perempuan satu-satunya diantara mereka setelah selesai memakan Takoyaki."Hm, Ha'I" kata laki-laki dengan rambut biru mudanya, tanganya setia memegang sebuah buku sastra (yang tulisan kanji di dalamnya seperti semut berjajar).

"Kise, kenapa muka mu tampak mengantuk nanodayo?" Tanya laki-laki berkacamata pada laki-laki berambut kuning emas (murahan) disampingnya."Setelah pemotretan kemarin ssu, aku langsung pulang dan bermimpi menakutkan saat tidur ssu. Sungguh sangat mengerikan jadi aku gak bisa tidur… ssu" katanya (bercerita) sembari tertunduk lemas."Dasar penakut!" ejek laki-laki berambut biru tua dan warna kulitnya gelap ('kurang terang agar' maksudnya lebih sopan..).

"Aominecchi hidoii~ ssu!" rengek pemuda rambut kuning. Kise Ryouta,"Tapi kan aku lebih berani ssu, buktinya saat kejadain pembunuhan kemarin aku sanggup-" " ITU BUKAN BERARTI AKU TAKUT MELIHAT MAYATNYA. AKU HANYA LANGSUNG TERBURU-BURU KE RUANG GANTI UNTUK MEMBANTU MERASAKIBARA!" potong pemuda gelap galak, Aomine Daiki namanya. "Jujur aja Aominecchi takut ssu, BweeeK~" Kise menjulurkan lidah.

"Woy!, kalian mau di tinggal hah nanodayo?!"kata si rambut hijau berkacamata, Midorima Shintaro. Lalu 2 orang itu berhenti adu mulut dan menghampiri 3 temannya. " Ki-chan kenapa terus berantem sama Dai-chan sih?"kata perempuan berambut pink, Momoi Satsuki itu."Jangan panggil aku seperti itu Satsuki!" omel Aomine, "Momocchi bukan aku yang mulai ssu~!" rengek Kise.

"Aomine-kun, Kise-kun kalian berisik" kata pemuda berambut biru muda dengan kulit pucatnya, Kuroko Tetsuya. "Hidoii ssu~" rengek (bayi) Kise."Ayo jangan lama-lama disini. Aku gak mau dihukum sensei, nanodayo" kata Midorima memepercepat langkahnya."Dasar murid teladan" kata Aomine pelan sembari menbuang muka ( ke tempat sampah)."Apa katamu nanodayo?" geram Midorima.

Kuroko yang berjalan di belakang tersenyum (samar).' Jadi ini rasanya kehangatan sebuah persahabatan?...' batin Kuroko lalu teringat kejadian pembunuhan kemarin. Tatapannya berubah menjadi tajam (setajam silet).' Jika begitu aku akan melindungi mereka apapun yang terjadi…' batinnya mengepalkan tangan lalu tiba-tiba ia merasakan sesuatu...

"Kurokocchi sebentar lagi sampai ssu!, kenapa jalannya di belakang ssu?" ujar Kise saat melihat Kuroko dengan tatapan tajam dan ekspresi yang susah dijelaskan (Kalau ingin di jelaskan seperti ini : Ada 2 perempatan di dahinya,menunduk, ada aura berwarna ungu disekitarnya, kaki dan tangannya bergetaran) ."Err… Kurokocchi kenapa ssu?" Tanya Kise, yang lain serempak melirik Kuroko.

"Tetsu-kun, k-kenapa?" Momoi menatap tak percaya,"Kau makan apa pagi ini Tetsu?, aku yakin kau salah makan" tanya Aomine. "Atau karna kau depresi Aquarius tidak masuk 3 teratas keberuntungan Oha-asa nanodayo?" Tanya Midorima membetulkan letak kacamatanya dan mengakat teddy bear jingganya ( yang banyak tambalannya).

"Bu-bukan tapi…" Kuroko sengaja menggantungkan kalimatnya."Aku ingin ke toilet…" kata Kuroko pada akhirnya…

KRIK! KOAK!

KRIK! KOAK!

KRIK! KOAK!... (Suara jangkrik dan gagak lewat saling bersahutan)

GUBRAK! (jungkir balik)..."Bikin kaget aja Kurokocchi ssu!" kata Kise mengelus kepala kuningnya."Benar dugaanku, kau pasti salah makan." Kata Aomine sweatdrop (tingkat provinsi)."Maaf, tapi aku sudah tidak tahan" Kuroko lari masuk ke gerbang sekolah."Chotto Matte! (Baca: tunggu dulu), Tetsu-kun!" teriak Momoi lalu berhenti di gerbang sekolah melihat Kuroko masuk ke Gym."Kuroko ke toilet Gym, nanodayo" kata Midorima."Itu memang paling cepat" sahut Aomine.

"Kalian kesana!" kata Momoi panik (tingkat dewa)."Kenapa memangnya Momocchi ssu?" tanya Kise."Berbahaya kalau Tetsu-kun sendirian, mau teman kita itu dibunuh sama pembunuh misterius itu. Tentu tidak kan?" Momoi mendorong-dorong (maju mundur) Kise dan Midorima sampai terpaksa mereka ber-2 masuk.

"Eh?, seperti ada (seseorang) yang terlupakan" gumam Momoi berpikir,"Satsuki!" panggil Aomine dari jendela kelasnya."SEJAK KAPAN KAU KESANA?!, seharusnya kau ikut Midorin dan Ki-chan!" teriak Momoi. Tapi Aomine membalasnya dengan menguap lebar (bau terongnya)."Awas kau Dai-chan!" Momoi berlari menyusul teman masa kecilnya, Aomine menatap ke arah Gym.. "Ck, terlalu banyak hal misterius disana…


.

.

o_0

.

.


"Huuufft~, padahalkan sebentar lagi masuk ssu" gumam Kise sembari memutar-mutar bola basket di atas telunjuknya."Woy!, Kuroko kau sudah selesai nanodayo?" Tanya midorima di depan pintu toilet, Krek!.

"Maaf, menyusahkan kalian. Padahal aku bisa sendirian tidak perlu di antar" kata Kuroko datar (tripleks lagi)."Hm, tapi ini di suruh Momoi jadi…Eh ada seseorang nanodayo" Midorima menunjuk ke pojok Gym ( yang hanya ada tempat sampah). Tapi Kise dan Kuroko tak melihat apapun di penerangan yang samar-samar itu."Midorimacchi jangan takut-takuttin Ssu"kata Kise menjatuhkan bola basketnya.

"Tapi Midorima-kun bisa lihat yang gaib-gaib kan ?" ujar Kuroko datar (lagi),Hal itu membuat Kise mengalir keringat dingin di pelipisnya (Dan pungunggung panuannya)."K-kalian tidak usah takut" Kise mendengar sebuah suara."Kurokocchi!, Midorimacchi a-ada suara perem-perempuan" gagap Kise."Yah, aku lihat ada seorang wanita remaja yang memakai seragam sekolah kita nanodayo. Dengan luka di sekitar tubuhnya, dia ada di depan kita. Nanodayo" tutur Midorima membetulkan letak kacamatanya padahal ia sudah menelan ludah.

Glek!, Kise menelan ludah (juga )."maaf, saya hanya ingin bicara. Saya tak akan melukai kalian kok" kata suara perempuan itu ( yang hanya dapat didengar Kise), "Err… Dia bilang, hanya ingin bicara dengan kita dan tidak akan melukai kita" kata Kise sembunyi di belakang punggung Kuroko (Dari jauh juga udah kelihatan kau disana Kise-kun)."Katakan saja.." kata Kuroko. "Kuroko, dia tersenyum. Nanodayo" kata Midorima agak ngeri.

"Namaku Emiko Akemi, Tolong pada kalian hentikan pembunuh itu… dia sedang mengincar seseorang" kata mahluk kasar…Eh maksudnya halus bernama Emiko itu."Namanya…Emiko Akemi ssu, Di-dia minta kita menghentikan pembunuh itu ssu" kata Kise agak gugup... Eh salah maksudnya merinding.

"Itu pasti Emiko-san, kami akan berusaha menghentikannya" ujar Kuroko tersenyum tipis (setipis kertas )."Kuroko!, kalau pembunuh itu tahu kita sedang berusaha menghentikannya nanodayo. Dia pasti mencari kita untuk jadi sasaran berikutnya nanodayo!"kata Midorima."Tapi bukannnya kemarin kita setuju sama Akashicchi ssu" kata Kise pelan.

Midorima langsung bungkam (memakai lakban di mulutnya)." Terima kasih, aku senang… sebenarnya semenjak hari pertama kalian ke sekolah ini,kami sudah tahu kalian berbeda dan istimewa. Jadi sebagian dari kalian sudah aku dan teman-temanku berikan kemampuan" kata Akemi. "APA! Ssu?!, Jadi Emikocchi yang sudah membuat aku seperti ini ssu?!" rengek Kise."Apa yang dia katakannya nanodayo?" bingung Midorima (perlu saya ingatkan… Midorima dan Kuroko tak dapat mendengar apa yg mahluk halus katakan).

"Emikocchi bilang dia yang membuat kita jadi bisa yang aneh-aneh kayak gini ssu, padahalkan aku gak mau ssu. Aku jadi gak bisa tidur ssu!" protes Kise."Kise! dia hilang nanodayo!" kata Midorima karna tak melihat Emiko lagi. BUAGH! Kuroko memukul kepala Kise menggunakan tasnya, "Jangan kasar pada wanita… Kise-kun" ujar Kuroko datar dan dingin (jangan lupakan aura hitamnya). Glek! Kise makin ketakutan."Kurokocchi kau lebih menakutkan dari pada Emikocchi deh ssu…" ujar Kise pelan."Aku setuju nanodayo" sahut Midorima.

Ting! Tong! bel masuk berbunyi…

"Eh?" kata Kuroko kembali biasa. "Midorimacchi, itu suara bel kan ssu?"Tanya Kise, "Hm, benar nanodayo" jawab Midorima membetulkan letak kacamatanya. Lalu setelahnya… "GYAAAA!" teriak Kise dan Midorima buru-buru ke kelasnya diikuti Kuroko dari belakang (Tunggu Midorima-kun teriak? Ingat itu hanya imajinasi Author).

Sementara Emiko kembali muncul dengan senyumannya."Mereka teman yang baik…


.

.

: )

.

.


BRUK!, Suara yang menganggetkan seluruh murid laki-laki kelas 7-3 di ruang ganti khusus laki-laki, padahal baru saja 1 menit bel istirahat berbunyi."Siapa sih nanodayo?" gumam Midorima baru akan melepas pakaian olahraganya karna kebetulan jam pelajaran pertamanya penjaskes (Dan pelajarannya adalah SKJ, bayangin Midorima senam).

"Aduh Akashi!, sakit tahu!" rengek sebuah suara kasar (mirip preman yang suka mangkal di terminal) yang sangat Midorima kenal."Itu bukan salahku Daiki" sahut sebuah suara kalem,"Yare~, gomen Mine-chin" sahut suara malas. Midorima mendengus sabar, "Lebih baik masuk" kata suara datar."kenapa aku harus ikut sih?" sahut suara kebingungan."Ki-chan jangan dorong-dorong dong!" rengek suara perempuan,"Ini kelamaan ssu!" kata suara cerewet.

Krek! "Apa yang kalian lakukan di de-" perkataan Midorima terputus melihat 6 temannya dan 1 kakak kelasnya berjejal di koridor yang sempit itu (?)."Ugh..Aku sesak nafas" kata Aomine terjepit Murasakibara."Kalian ini sudah tahu sempit nanodayo!, bisa gak berhimpitan kayak gitu nanodayo!" sewot Midorima.

"Midorin kami nunggu kamu tahu!" kata Momoi keluar dari himpitan itu."Ayo, jangan buang watktu!" Akashi lepas dari himpitan itu lalu GUBRAK!... mereka terjatuh sialnya Aomine dan Kise tertindih Murasakibara (Sudah di ketahui itu sangat menyakitkan)."Sesak ssu!" Kise memukul-mukul lantai."Teman-teman… aku lihat cahaya" tutur Aomine dramatis."Jangan mati Mine-chin~"Murasakibara berdiri mengakat keduanya lalu mengoyang-goyangkan mereka.

Nijimura yang tidak terbiasa melihat tingkah para 'calon' GoM cuma sweatdrop (tingkat kelurahan) sendiri."Atshushi mereka tak akan mati, ayo… nanti akan sulit mencari Yukiko-senpai" tutur Akashi pergi duluan di ekori Midorima."Ha'I~" sahut raksasa itu masih mengakat Aomine dan Kise yang lemas (kayak kertas).

"Aku masih bingung kenapa tiba-tiba kalian mengajakku?" Tanya Nijimura masih di acara sweatdropnya."Kami membutuhkanmu Nijimura-senpai" kata Momoi."Hn, kami berencana untuk menghentikan pembunuh misterius di Gym itu, dan Akashi-kun memutuskan Kapten ikut" ujar Kuroko lalu menyusul Akashi cs.

Nijimura menganga… "Sebenarnya siapa kaptennya disini?" gumamnya."Gomen, Nijimura-senpai… Pasti tahu kan gunting Akashi-kun itu kejam" Momoi menyusul yang lain."KENAPA!" teriak Njimura sampai seluruh burung kabur ketekutan.


.

.


"Dia tak ada dikelasnya ssu" kata Kise setelah kembali bugar ( dari trauma ditindih Murasakibara ). "Cih, ini karna kita terlalu lama"kata Akashi."Kapten, tahu dimana Yukiko-senpai Nanodayo?"Tanya Midorima."AArrrghhtt!, emang ane pacarnya gitu?, yah meneketehe!" jawab Nijimura lebay (lebih tepatnya OOC)."Oh… /ssu/nanodayo" balas para GoM datar.

"Ah, sumimasen senpai…" Kuroko bertanya pada seorang murid wanita yang akan melewati mereka."Yah, ada apa?" sahut perempuan itu."Senpai tahu dimana Yukiko Amaya-san?" Tanya Kuroko."Saya sendiri, memangnya ada apa?" lanjutnya…"Are?" bingung Kuroko.(Bahkan Author ikut bingung…Padahal Author yang ngetiknya).

Perempuan dengan rambut hitam tergerai, tingginya yang hanya beda 20 cm lebih pendek dengan Kuroko dan tatapan mata yang dingin itu memiringkan kepala melihat Akashi cs.'kenapa aku tidak ingat ya? Padahalkan aku selalu pulang di jam yang sama dengan Amaya-san' batin Kuroko."teman-teman, ini Yukiko Amaya-san" kata Kuroko pada para GoM.

"Eh, sejak kapan?" bingung Momoi,"Tetsu, kapan kau menemukannya?" Tanya Aomine heran ( dan tidak sopan ),"Yokatta~…nyam" sahut sang titan ( dan entah sejak kapan sudah bersama snacknya),"Kita beruntung nanodayo" ujar Midorima,"kerja bagus Tetsuya.."kata Akashi memainkan gunting yang diambil dari sakunya,"Kurokocchi, kita jadi tak usah mencari Yukikocchi ssu" lega Kise. "kalian terlalu berlebihan…" sambung Nijimura.

"Maaf, boleh kami minta waktunya?" Tanya Akashi formal."Memangnya ada apa?" Tanya balik Yukiko."Kami hanya ingin bertanya…" lanjut Akashi. "Bolehkah jika bicaranya di Atap nanodayo, disini terlalu ramai… nanodayo" kata Midorima (kalau disitu menghalangi jalan tentunya)."Hm, baiklah" kata Amaya.

Lalu mereka pergi keatap tapi saat di perjalanan naik tangga…

"Kapten, apa hubungan kapten dengan Yukiko?" Tanya Aomine."Err… Dia mantan menejer di klub basket saat tahun pertamaku tapi semenjak kematian 2 murid kelas 9 di Gym. Dia memundurkan diri dengan alasan belajar" jelas Nijimura."Oh…" sahut Aomine malas."Menurut yang aku dengar dari teman kelas 9 sih, Yukiko selalu menyempatkan diri ke Gym saat pulang sekolah dan terkadang suka terlihat bicara sendiri" lanjut Nijimura,"Membosankan…" komen Aomine.

Sementara Akashi yang mendengarkan, memikirkan sesuatu di kepala merah tomatnya (?) lalu menyeringai penuh ambisi…

Krek!."Cuacanya bagus…" ujar Momoi. Lalu mereka bersembilan duduk di lantai atap yang diteduhi oleh bayangan tank air (Buka tank baja ya..)."Aku ingin tidur… Huaaammh!" gumam Aomine lalu... SRET! Akashi melempar gunting yang baru berhasil memotong sehelai rambut Aomine."Daiki kau harus mendengarkan…" titah Akashi."Ba-baik.." sahut Aomine.

"Jadi apa yang ingin kalian tanyakan?" kata Amaya melipat tangan di depan dada."Apa Amaya-san tahu tentang pembunuhan di Gym?" Tanya Kuroko. Amaya diam… "Yah, 2 orang murid kelas Sembilan yang pertama mati itu teman baikku…" jawabnya iris goldnya tampak teduh."S-senpai tak pernah bilang?" kata Nijimura."Karna tidak ada yang tahu kecuali aku dan mereka… sebenarnya aku berteman dengan mereka setelah mereka mati" tuturnya dengan nada yang sangat tenang.

JEDAAR!, seperti ada petir menyambar di siang bolong. Itulah yanga di dipikiran para GoM dan Nijimura (lebay deh)."K-kau indigo nanodayo?"Tanya Midorima."Hm, begitulah bukannya kau juga bisa, meski kau tak bisa mengerti apa yang mereka katakan, benarkan?" Tanya Amaya."Kenapa Yukikocchi bisa tahu ssu?" Tanya Kise."Tidak ada urusan kalian harus tahu…" jawabnya."Cuek sekali… nyam" tutur Murasakibara.

"Etto… Yukiko-senpai, bisa tolong ceritakan dari awal ?" Tanya Momoi,"Jika bisa tolong jangan terlalu menakutkan…" Aomine gemetaran,'Hihihihi… Aominecchi bener-bener penakut' batin Kise tertawa kecil."Baiklah akan aku ceritakan…


Yukiko Amaya's Story:

"Baik, kau akan jadi menejer tunggal… apa kau sanggup?" tanya laki-laki dewasa berambut hitam,"Hm, tentu aku akan berusaha" ujar perempuan kelas 8 itu dengan iris mata goldnya.

Yukiko Amaya namanya, kelas 8-4. Tidak ada alasanya untuknya menjadi seorang menejer dari klub Basket, tidak ada temannya juga yang bergabung di klub ini ataupun hal yang lain. Tapi hanya satu tujuan yang membawanya menjadi menejer…

"Menejer! Tolong airnya, aku belum dapat bagian" kata salah satu anggota,"Gomen, i-ini.."Amaya memeberikan botol air minum itu lalu ia melirik ke pinggir lapangan basket,para gadis pemandu sorak disana sedang membuat gerakakan baru membuat para anggota klub basket agak tidak fokus.

"Ikuma-kun!"salah satu dari para pemandu sorak itu meneriaki nama kapten klub Basket Ikuma Kayou."Hn, ada apa?" Tanya Ikuma pada perempuan berambut panjang coklat caramel itu." Nanti kita pulang bersama ya?"tawar perempuan itu."Baik, Akemi-chan" jawab Ikuma.

Amaya hanya menghela nafas, banyak pekerjaannya yang belum selesai. 'I-ini berat…' batinnya. Lalu tak terasa matahari sudah terbenam. Amaya masih mengumpulkan seragam tim di ruang ganti untuk nanti dibawanya ke laundry.

BRAAK!, suara barang yang terjatuh keras menganggetkanya. Lalu Amaya mengintip dari celah pintu ruang ganti…

"Tapi, Pelatih!. Kita masih membutuhkan pemandu sorak!" bentak Ikuma pada pelatih, Amaya melihat bench terbalik sepertinya baru di tendang."Dengar, anak muda mereka hanya akan menganggu konsentrasi kalian!" balas Pelatih."Aku akan keluar dari klub jika mereka di bubarkan!" kata Ikuma lalu membuang ludah di depan pelatih."Kau!" geram pelatih."Sampai jumpa pelatih.." Ikuma menekankan kata 'pelatih' lalu keluar Gym.

Amaya yang melihat itu hanya diam.'Ikuma-senpai…' batinnya lalu melanjutkan pekerjaanya. Lalu pulang tapi sebelumnya ia melihat Ikuma dan Akemi pulang dengan wajah cemas…

"tak apa, Akemi-chan pelatih itu tak akan membubarkan kalian"ujar Ikuma."Hm, semoga…" balas Akemi. Amaya hanya mendengar sedikit pembicaraan itu lalu melanjutkan perjalanannya…

Keesokan harinya…

END Yukiko Amaya's Story:


Ting! Tong! Bel masuk berbunyi…

"Sepertinya besok kita bisa lanjutkan Yukiko-senpai atau mau istirahat berikutnya?" ujar Akashi."Hm, terserah kalian saja" balas Amaya turun dari atap sementara mereka berdelapan masih diam di tempat.

"Jadi siswa dan siswi yang mati itu… Ikuma dan Akemi?" Tanya Aomine,"Mungkin saja..nyam" balas Murasakibara. "Itu benar" kata Nijimura dengan pose berpikir (yaitu menopang dagu).

"Akashicchi, tadi pagi aku, Midorimacchi dan Kurokocchi bicara sama Arwah Akemicchi ssu"kata Kise,SRET! Akashi melempar guntingnya."KENAPA KAU TIDAK MEMBERITAHUKU DARI AWAL HAH?!" bentak Akashi (I-ini OOC).Kise langsung menciut.

"Ah, aku gak percaya kalau hantu itu ada.." kata Aomine tiba-tiba."Dai-chan!" kata Momoi."Apa Satsuki?, kalian tidak membuktikanya… Kau Kise dan Midorima hanya bisa bicara tanpa bukti" lanjut Aomine."Baka, nanodayo.." kata Midorima kesal."Aomine-kun, tidak percaya?" Tanya Kuroko (dengan wajah licik meski tetap datar)."Yah, memang kenapa Tetsu?" Tanya Aomine.

"Kau sebenarnya takut kan Daiki?" kata Akashi dengan tatapan penuh selidik."Hah?!, apa yang kau bicarakan Akashi?" Tanya Aomine."Aku punya rencana" kata Kuroko."Eh?" bingung mereka kecuali Kuroko ( ya, iyalah...)."Bagaimana untuk membuktikan Aomine-kun tidak takut hantu, kita tantang Aomine-kun ke Gym saat malam" usul Kuroko.

"HAH!, kalian ingin aku mati di bunuh?!" protes Aomine."Dai-chan kan gak takut dan kuat…" goda Momoi."Aku akan minta izin ke pihak sekolah.." kata Nijimura ikut-ikutan."Itu ide yang bagus Tetsuya, untuk perkembangan rencana kita" kata Akashi, yang lain mengangguk."Kalau Aominecchi kabur sebelum 20 menit ssu, berarti kau kalah denganku dan Momocchi ssu"kata Kise.

Aomine membatu."Tenang saja Aomine aku akan beli lucky item untukmu nanodayo"kata Midorima (Oha-asa lagi di kepala rumputnya)."Aku gak butuh!" teriak Aomine."Teman-teman..nyam.. sudah waktunya kita ke kelas~" Murasakibara menginggatkan. karna pikiran mereka lemot ( alias lola)…

Loading start:…

25%...

78%...

99%...

100%...

Complete…

"TIDAAAAK!" teriak mereka. Lalu lari siang (?) ke kelas masing-masing meski pada akhirnya mereka mendapatkan hadiah hukuman dari para sensei dan yang paling menyesal adalah Nijimura…( Dan karna hal itu mereka tak dapat merasakan jam istirahat berikutnya ).


.

.

X D

.

.


Malamnnya Aomine diam sendiri di Gym setelah pulang sekolah, sembari bermain basket."Ck, hantu itu tidak ada…" gumamnya. Lalu JLEB! Lampu tiba-tiba saja mati. Glek! Aomine ketakutan memeluk tihang basket. Wuush! Suara angin yang berhembus dari fentilasi udara membuatnya makin ketakutan.

'Kami-sama tolong aku hanya ada 2 yang ku takutkan saat ini pembunuh misterius itu dan hantu gentayangan… tolong bantu aku!' lalu… cit!..ciit!. suara engsel pintu yang berdecit dan udara dingin. Menambah seram suasana.

Sampai Aomine tidak menyadari ada orang yang menggunakan topeng dan memegang sebuah pisau tengah mengincarnya…


.

.

0~0

.

.


Aomine's POV:

GYAAAAAAAA!, demi majalah Mai-chan yang baru!, Ini sungguh sanggat GILA dan TIDAK DAPAT DI TERIMA!. Tetsu kau ini bukannya bayanganku? Sejak kapan Bayangan mempermainkan cahayanya bukanya seharusnya cahaya yang mempermainkan bayangannya?.

Kenapa kau menusukku dari belakang ini sungguh sangat tidak bisa di terima!.Eh tapi… Aku mulai merasakan keberadaan orang lain di Gym saat ini…

AAARRRRGGGHHHTTT!, tidak ada waktu untuk memikirkan hal seperti itu, lebih baik makan bento buatan Satsuki daripa diam disini…


.

.

.

.


Haacchi~!, para hantu mulai menampakan keberadaan mereka. apakah Akashi cs yang unyu-unyu bisa menuntaskan misi mereka menghentikan sang pembunuh?,

Dan Apa yang sebenarnya terjadi pada Ikuma dan Akemi?. Lalu kenapa Amaya tahu semuanya?

Penasaran gak? Atau pada KEPO? Langsung aja ke…Haaachi~


.

.

.

.

TBC~

HA-HAAACHI~!

Gak banyak ngomong deh, langsung aja…

Please banget tolong RnR ya? ^^

(Murasakibara: kasihan thor-chin…mau maibou~?)

(Momoi: Mu-kun, Orang yang sakit flu tidak makan Maibou)

(Aomine: Teriyaki burger?)

(Akashi: itu tak mungkin, lebih baik sup tahu yang sehat dan bergizi)

(Kuroko: Hm, bagaimana dengan Vanilla milkshake itu sangat enak)

(Midorima: sejak kapan kau tergila-gila dengan makanan Kuroko, nanodayo?)

(Kise: Yang pasti banyak-banyak minum air putih ya ssu?)

(Nijimura: kenapa kalian malah ngomongin makanan?)

Senangnya di perhatiakan para GoM, Terima kasih sudah mau membaca readres ^^… HAAAACHI~!