Tittle:

Strategic Punishment

Author : SooBabySoo12

Main Pair: Chanbaek

Support Pair: Kaisoo, Sulay, Hunhan, [Pair lain? Next Chap!]

Rated: M

Genre: YAOI, NC, ROMANCE, COMEDY

Disclaimer: EXO kesayangan kita, milik bersama, milik Tuhan dan keluarganya. But, D.O is mine [dimusnahin Kai pake teleportnya]

SPESIAL THANKS:

minami Kz, minkook94, Su Hoo, adindaPCy, GingerBeeP, Mrswuhunhan, CussonsBaekby, BintangAlphard, cici fu, Exoo-klm, BabyWolf Jonginnie'Kim, Richa Byun926, odultLu, baexian ree, caaa (Guest), kkimjane, Guest(2), sofiamrwh, Stellar21 (Guest), chika love baby baekhyun, EXO love EXO, letslove-xo, bbaeksong92, KimKaihun8894, Luph ChanBaek KrisTao, angelaalay

Makasih buat review-an dan follow+favo cerita ini! Huwaaa Soo terharu /nangis guling-guling/ padahal udah mikir ini cerita gaje abnormal gitu. Khususnya buat para reviewers, cheongmal gomawo yaa.. Soo padamuuh! #civok_atu-atu

Ps: Sorry kalau kurang memuaskan wkwk, maklum eke author amatir yang masih terus belajar(?). Garis bawahi guys, it's Soo's first time posting epep di sinih! Bangaptah~ | Duh eke tergoda sama iklan baskin robbin yg EXOxRV, D.O suamikuh astagah… menggoda banget minta dimakan(?) #curcol

.

.

.

Well, coz reviewnya not under 10, jadi Soo memutuskan untuk tidak mendelete ini cerita dan melanjutkannya! Gomawo, reviewers! Saranghaja!

.

.

.

BTW, MOHON MAAF LAHIR BATIN YAAAAHHHHH! MAAFIN SOO KALAU PIKIRANNYA YADONG BEGINI(?) SARANGHAJAAAAAAAA~ #WEAREONE

.

.

.

Happy reading!

.

.

.

-00—!Warning!—00—

Typops betebaran, BL, NC, Dirty Talk di tiap percakapan

.

.

.

DON'T READ IF YOU DISLIKE YAOI AND NOT YAOI SHIPPER!

.

.

.

CHAPTER 2

CHANYEOL POV

Aku terduduk lesu di bangku kelas, rasanya pagi ini jauh lebih buruk dari yang kemarin saat aku tengah uring-uringan dengan orang yang sama: Byun Baekhyun. Hari ini jauh lebih kelam, dan kurasa aku semakin terlihat seperti sosok hantu dengan kantung mata hitam yang berkantung lagi. Tiba-tiba sebuah tangan hinggap di pundakku,

"Hai, Yeol! Bagaimana dengan strategi kita? Apa Baek Hyung tersik—sa? Yeol? Ada apa denganmu, eoh? Kau bahkan lebih menyeramkan dari kemarin! Astaga! Temanku butuh pertolongan!" oceh Kai kelabakan,

"Ada apa thih, Kai? Kenapa ribut thekali?" samar-samar kudengar suara si cadel Sehun yang sepertinya baru datang,

"Lihat Hun! Lihat! Happy virus kita seperti mayat hidup pagi ini!"

Sehun datang menghampiri dan menatapku, "Hyung? Kau kenapa, Hyung? Apa kau belum tharapan?" Hun, kau lebih baik diam, atau aku akan menghajar sikap polos menjijikanmu itu,

Seperti pembaca pikiran, Kai mendaratkan jitakan mutakhir miliknya tepat di kepala Sehun, oh Kai yang baik, terimakasih telah mewakiliku untuk menghajarnya. "Aish! Anak tak berguna ini! Di otakmu hanya ada Luhan hyung dan yadong."

"Kurang Kkamjjongie, di otakku juga ada bubble tea ratha choco, kau thelalu melupakannya—Aduh thakit, Kkamjjongie…" rintihnya karena kembali mendapatkan bonus dari Kai,

"Aku tak peduli, cadel! Argh! Lama-lama bisa ikutan cadel bergaul denganmu! Yeol? Gwenchanha, eoh? Jebal, jangan diam seperti ini, katakan sesuatu!" rengek Kai sambil mengguncang-guncangkan pundakku,

"Baek… Kris… Kamar…" gumamku pelan,

"MWO!? Baek hyung dan Kris hyung pergi ke kamar bersama? Mereka melakukan 'iya-iya'?" Astaga, Kai, kurasa otak yadongmu sudah tahap kritis, aku segera melotot ke arahnya, "O, oh… bu, bukan itu? La, lalu apa maksudmu dengan Baek, Kris, dan kamar?" tanya Kai ketakutan,

Aku menghela napas dengan pandangan yang menerawang jauh, "Gomawo Kai, strategi yang kau berikan benar-benar sukses…"

"Cheongmal yo? Aish! Tentu saja aku, kan—"

"…membuat Baekhyun mengurung dirinya di kamar." lanjutku membuat Kai segera menganga.

.

.

.

Flashback

Rooftop sekolah

"Aku sudah mendapatkan caranya, Yeol." Tukasnya dengan tatapan kemenangan. Hell yeah! Aku suka tatapannya itu, "Dan kupastikan Baek Hyung akan menyesal karena telah membuatmu tersiksa."

Aku segera mendekatinya, "Bagaimana? Bagaimana?"

"Kunamakan strategi ini dengan… "Please touch me"!" serunya sambil mendesah-desah menjijikan,

Aku meneguk salivaku kasar, wow… namanya saja sudah terdengar…menggairahkan(?), "Ba, bagaimana pelaksanaanya, master?"

"Begini, aku tahu dari Kyunggie kalau hari ini adalah penyerahan hasil tes kimia, bukan? Dan kupastikan namjamu itu akan remed, mengingat betapa menyedihkan otaknya. Kujamin Baek hyung akan meminta orang untuk menjadi tutor, karena… Kyung bilang saat pembagian hasil maka keesokan harinya adalah remedialnya."

Aku mengernyitkan keningku, "Lalu? Apa hubungannya dengan strategi?"

"Akan kupastikan Kyung tidak akan menjadi tutornya hari ini, dan… tentu saja, dia kan memohon padamu untuk menjadi tutornya." Jelasnya sambil menunjukku,

"Setelah itu?"

"Setelah itu… sebelum kalian belajar bersama… kita akan membuatnya horny terlebih dahulu…"

Glek! "Ho, horny? Caranya?"

"Kajja!"

=Kelas 1A=

"Mwo? Thehun harus berbuat 'iya-iya' di rumah Luhannie?" tanya Sehun yang tengah menyedot susu kotak rasa cokelat di kelas, aku dan Kai mengepungnya di tempat duduknya sendiri,

=Kelas 3A=

"Hmm… bagaimana ya… aku sih terserah Hunnie chagi…" jawab Luhan hyung bernada sok manja membuatku sedikit menahan muntah, tahan Yeol… tahan… begini-begini, dia calon kakak iparmu…

=Ruang ekskul dance=

"Naega? Aku siap saja, coba kalian tanya pendapat Suho." Sanggah Lay gege yang tengah berlatih lomba,

=Ruang OSIS=

"Cheongmalyo!?" Suho hyung berdeham karena merasa suaranya yang tinggi membuat orang di sekitarnya menoleh, Ia mendekatkan jaraknya dengan kami berdua, "Tanpa kau menyuruhnya, aku juga suka sekali melakukannya dengan Yingxingie." Bisiknya sambil lalu mengedipkan salah satu matanya, Cih… dasar ketua OSIS yadong, bagaimana sekolah ini tidak mayoritas gay berotak yadong? Pemimpinnya saja seperti dia. (-_- abang gue astagah…)

=Di taman belakang sekolah=

"Yak! Dengan ini, strategi ciptaanku akan berjalan sukses!" tukasnya sambil mengembangkan senyuman evilnya,

"Jadi apa selanjutnya, Kai?"

Kai menyuruhku mendekatinya, "Setelah ini… Baek Hyung malang itu akan disuguhkan pemandangan 18+ dimana-mana, dan sudah pasti dia akan horny—kecuali kalau dia memang tidak normal." Aku mengangguk-anggukan kepalaku, "Lalu, Baek hyung yang malang akan kesulitan berjalan, saat itulah kau muncul Yeol, menawarkannya tumpangan dan mengancamnya agar menunggu bis terkutuk itu datang jika tak mau. Kuyakin 1000% dia akan memilih ikut denganmu dengan keadaanya yang seperti itu. Sesampainya di rumah… dia akan semakin horny melihat scene Hunhan sebagai hidangan utama strategi kita. Kau menyeretnya untuk belajar di rumahmu… dan sehabis itu… kalian berdua, berada di kamar itu… dengan keadaan Baek Hyung yang tengah kualahan akan hornynya…"

Shit! Celanaku menyempit! Aku langsung mengerti jalan ceritanya, "Arasso, arasso! Jangan dilanjutkan lagi." Kai segera bersmirk ria tanda kemenangan.

=Pulang sekolah=

Petuah sang master benar-benar menakjubkan! Kini aku tengah melihat Baekhyun yang tengah berjalan dengan aneh menuju gerbang sekolah. Tanpa ba-bi-bu, aku pun segera menghampiri sosok mungil itu, entah mengapa melihatnya yang seperti itu membuatku ingin sedikit menggodanya.

Tin!

=Gerbang rumah keluarga Byun=

"Thanks" ucap Baekhyun sesaat turun dari motor,

Hm, inilah saatnya untuk memulai permainan intinya, "Sama-sama, hyung. Oh iya, bagaimana dengan ulanganmu? Bukankah katamu hari ini dibagikan hasilnya?"

Gotcha! Namja mungil ini segera terdiam seribu bahasa, kau membutuhkanku Baek! Dan itu adalah fakta! Baekhyun masih tertegun, "Hyung…?" aku pun melambaikan tanganku di depan mukanya, dalam beberapa detik kemudian, Ia mengerjap-kerjab mata bulan sabitnya, astaga… manisnya. Sangat.

"Yeol! Kumohon… bantu aku…" Hahaha! Aku menang! Melihat wajah puddlenya ini aku jadi ingin menggodanya, yah, well, sedikit.

=Ruang tamu Keluarga Byun=

"—Huwa! Sehun!? Luhan Hyung!? Apa yang sedang kalian lakukan, eoh?" Khekhekhe, kena kau Baekhyun! Dan kini aku menyeret Baekhyun menuju rumahku, tak lupa untuk memberikan isyarat tangan tanda terimakasih kepada peran mereka berdua.

=Depan kamar Chanyeol=

"Yeol, apa Kris hyung sudang pulang?" tanyanya berbisik padaku

"Molla. Wae?"

"Aku mendengar sesuatu dari kamar Kris hyung."

"Mungkin dia pulang."

"Cheongmal? Oh, aku ingin bertemu dengannya!" Cih, menjijikan sekali, kau benar-benar seperti maniak hyungku, Baek,

Dengan begitu bersemangat, Ia membalikkan tubuhnya menghadap pintu kamar Kris yang tepat berhadapan dengan kamarku, "KRIS HYUNG! AKU PUL—ang…"

Baekhyun tiba-tiba menghentikan seruannya, heh? Kok mendadak sunyi? Kenapa dengan Baekhyun? "Hyung? Kau kenap—" Shit! Damn it! Mataku juga sukses membesar melihat pintu kamar yang kini telah terbuka, Kris Hyung! Dia sedang melakukan 'iya-iya' di dalam sana dengan seseorang yang tak bisa kulihat dengan jelas!

"Y, Yeol…? Kau kah itu…?" seru Kris terbata yang kini tengah menghentikan 'kegiatannya' karena tertangkap basah,

Kulihat punggung mungil Baekhyun bergetar, aargh! Hyung sialan! Aku pun segera bergerak cepat menutup pintu kamar Kris dan memutar badanku menghalanginya dari pandangan pintu, sambil lalu mendaratkan pelukan ditubuh mungilnya. Tanganku menepuk-tepuk punggung bergetarnya,

"B, Baek…? Kau—Ukh!" Sial! Aku didorong olehnya sampai punggungku menghantam pintu kamar Kris, Baekhyun berlari meninggalkanku dan selang beberapa waktu kemudian, aku mendengar suara pintu depan yang terbanting. Detik itu aku menyadari bahwa: aku telah melakukan kesalahan besar, karena telah mencoba menghukum seorang namja polos. Dan Tuhan berbalik menghukumku.

Flashback End

.

.

.

AUTHOR POV

Terlihat namja mungil bersurai cokelat keemasan lembut tengah menenggelamkan wajahnya diantara tumpukkan bantal, sesekali terdengar isakan lirih dari sana. Ya, Byun Baekhyun, namja mungil yang baru saja terkena syok. Kemarin, entah Tuhan sedang ingin menguji namja manis ini atau apa, Ia melihat orang yang dikaguminya sedang melakukan 'iya-iya' di kamarnya yang gelap. Ya, Park Yifan atau biasa dipanggil Kris, kakak dari Park Chanyeol yang bertaut umur 3 tahun lebih tua darinya. Boleh dikatakan bahwa, Kris merupakan orang yang paling berharga dalam hidupnya. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang tentang namja itu, tak ada yang mengetahui. Hanya Tuhan dan Baekhyun yang saling menyimpan rahasia itu bak kotak Pandora.

Tok Tok Tok

"Baekkie-ah? Ini hyung… Ayolah keluar, eoh?" panggil Luhan sang kakak yang sangat khawatir dengan dongsaeng satu-satunya itu, karena sedari malam Baekhyun tak keluar dari kamar.

"…"

"Baekkie…?"

"…"

"Arasso, aku tak akan mengganggumu. Tapi hyung harap kau cepat keluar dan makan, Ok?"

"…"

Luhan menghela napas panjang, kemudian Ia pun berbalik badan meninggalkan pintu kamar Baekhyun yang tertutup rapat dan tak ada jawaban.

"Ba, bagaimana, hyung?" tanya Chanyeol cemas sambil lalu bangkit berdiri dari sofa—Chanyeol segera mampir ke rumah Baekhyun saat pulang sekolah—Luhan hanya menggeleng, Chanyeol menghela napas panjang untuk beberapa saat Ia mengutuki dirinya sendiri dalam hati,

"Pulanglah, Yeol… kau juga harus makan dan istirahat."

"Tapi eomma menyuruhku untuk mengajak kalian berdua makan di rumah…" timpal Chanyeol lemah,

"Obso… aku bisa masak ramyeon instan, Baekkie juga akan kumasakkan itu ketika dia keluar nanti."

"Ta, tapi—"

"Pulanglah…"

***Chanbaek***

CHANYEOL POV

Kuenyakkan badanku di atas sofa panjang ruang tamu, rasanya hari ini begitu berjalan lambat tanpa si cerewet Baekhyun yang suka sekali mengganggu hidupku di mana-mana. Aku menghela napas lagi, entah sudah keberapa kalinya kegiatan sepele ini kulakukan. Samar-samar kudengar suara langkah kaki yang menuruni tangga, aku memejamkan mataku, menganggap tak ada orang lain di rumah sepi ini kecuali aku,

"Yeol? Kau sudah pulang?" tanya suara baritone itu yang sudah pasti milik hyungku, Kris, aku hanya terdiam tanpa membuka mata sedikit pun, terdengar helaan napas kasar darinya, "Kau masih marah denganku, eoh?"

Menurutmu!?

"Oh ayolah, Yeollie… apa salahnya hyung melakukan itu dengan namjachinguku sendiri di rumah?"

Namjachingu? Ternyata kau benar-benar gay, hyung? Aish! Sekarang bukan itu masalahnya! Yang harus kupersalahkan adalah, kenapa kau tidak mengunci pintunya? Itu kesalahan besar, Hyung!

"Yeol? Aargh… kalau kau diam seperti ini benar-benar membuatku frustasi, Yeol. Jawab aku! Apa yang harus aku lakukan, eoh?"

Pikirkan sendiri, otak yadong!

"Arasso, aku minta maaf dan besok aku akan memperkenalkannya padamu, puas?"

Kubuka mataku menatap sosok tinggi di depanku, Hyung, kau benar-benar tak punya hati! Harusnya yang kau mintai maaf adalah Baekhyun, bukan aku! Aaargh! Kenapa bisa ada cinta segitiga seperti ini? Bahkan cinta segiempat! (Ditambah namjachingunya Kris)

"Jangan cuma menatapku, Yeol. Aku bukan lumba-lumba yang bisa menangkap pancaran sonar dari diammu itu. Ucapkan sesuatu!"

Aish! Manusia satu ini! "Kenapa harus aku?" tanyaku yang akhirnya membuka suara,

"Huh?"

"Kenapa harus aku yang dimintai maaf olehmu, hyung? Harusnya Baek hyung yang mendapatkan itu."

Kris Hyung mengerjap-kerjap matanya, "B, Baekhyun? Wae gurae…?"

"Aargh! Enyah saja kau hyung!" geramku sambil lalu menutup wajahku dengan bantal, sejak kapan sih hyungku ini menjadi orang idiot? Menyebalkan!

"A, arasso, arasso, aku akan menemui Baekhyun dan meminta maaf. Apa setelah ini kau akan memaafkanku?"

Terserahmulah. Baekhyun juga tak akan membuka kamarnya untuk siapapun. Sekiranya itu yang kupikirkan.

.

.

.

=Rumah keluarga Byun=

GREP!

Persetan denganmu Byun Baekhyun! Mulutku sukses menganga sesaat melihat Baekhyun yang membuka pintunya sebelum ada ketukan dari Kris hyung, bahkan kini Ia memeluknya dengan erat!? Darah dipucuk kepalaku segera mendidih melihat pemandangan pahit itu, sebegitu sukanya kah kau, Baek dengan hyungku?

=Ruang makan keluarga Park=

"Makan yang banyak, Baek… katanya kau belum makan apapun dari semalam." Ujar Kris sambil menyumpiti lauk dan ditaruh di atas sendok Baekhyun, Baekhyun hanya mengangguk-angguk kikuk, cih, mengumbar kemesraan di depanku, eoh?

Aku sedikit menghentak-hentakan sendokku ke dasar piring untuk mengambil nasi, saat ingin melahapnya, tiba-tiba Luhan Hyung menaruh sebuah lauk di atasnya, aku pun segera menatap bingung kelakuan makhluk evil bertopeng malaikat itu,

"Makan yang banyak, Yeol. Kau belum makan apapun dari kemarin." Tukasnya mengikuti perkataan Kris barusan, apa yang sedang makhluk ini pikirkan, eoh? "Wae? Kau tidak mau lauknya? Ya, sudah akan ku—"

"A,aniya, gomawo, hyung." Elakku seraya melahap makanannya,

Suasana hening lagi, namun tiba-tiba terdengar sebuah lagu dengan suara mendesah-desah,

Dum..dum,dum, Ah… Lady luck…dum,dum, Aha, dum,dum, Aha..

Sigana jogeumman deo dallyeobwa, yeah, I promise gi—PIP!

"Mian." Ujar Luhan hyung sambil lalu meninggalkan meja makan, "Yeoboseyo, chagiya? Hm, Wae?" Ck, si cadel itu ternyata, ngomong-ngomong nada dering Luhan hyung menggoda sekali, yeah, dia memang sangat dewasa—catat: dalam artian lain.

Krikrikrik

Oh, damn, kepergian Luhan hyung adalah sebuah kesalahan! Sekarang para pelaku cinta segitiga berada di meja makan, buruknya lagi, tempat dudukku berada di sampingnya. Aargh! Luhan Hyung… cepatlah kembali… jebal!

"Oh iya, bagaimana dengan sekolahmu, Baek? Apa ada kesulitan?" si makhkluk menyebalkan itu membuka bahan pembicaraan, tapi tidak denganku—hanya Baekhyun,

"Eh? Hm… yah… seperti biasa, aku harus menjalani remedial, tak seperti kalian berdua." Jawab Baekhyun sambil menyumpit kembali nasinya, berdua? Ternyata dia masih menganggapku ada, eoh?

Kris tertawa renyah, "Kau selalu begitu, Baek. Bantulah dia, Yeol, kau kan pasti sudah menguasai pelajaran kelas dua, well, walaupun kau masih kelas satu…" Aku terperanjat sedikit karena Kris mengikut sertakan aku juga dalam percakapannya, kemudian aku pun melirik Baekhyun yang masih berkutat dengan mangkok nasinya, cih, sepertinya makhluk ini tak mau kuikut campuri,

"Kenapa tidak kau saja, hyung. Pasti Baek hyung jauh lebih senang," Ups, kau terlalu jujur, Yeol, "Ma, maksudku, jauh lebih mengerti dibandingkan aku yang mengajarinya." –dan itu memang kenyataan bahwa kau pasti lebih senang dibandingkan bersamaku, aku kembali meliriknya yang kini juga tengah melirikku,

"Wah… sayang sekali, kalau untuk pelajaran SMA… sepertinya aku sudah lupa. Tapi… mungkin aku akan belajar lagi, khusus untukmu, Baek." Aku segera melirik Baekhyun, dan terang saja, semburat merah sudah menyambangi pipi mulusnya. Tuhan, bunuh aku sekarang…

"Jangan terus menggoda dongsaengku, naga yadong, atau aku akan menghajarmu nanti." Sela Luhan hyung yang telah kembali ke meja makan, entah sejak kapan sosok evilnya itu sangat berkilau di mataku, kini dia benar-benar seperti malaikat, Ia pun kembali duduk dibangku yang berada di sebelah Kris,

Kris terkekeh, "Kau tetap ketus seperti biasa, Hannie…"

"Kalau tak suka, jangan undang aku untuk makan di sini lagi. Aku bukan tipe Baekhyun yang bisa tergoda oleh kata-kata menjijikanmu itu," celetuk Luhan dengan tatapan yang masih terfokus pada mangkoknya,

"Yya! Luhan-hyung!" seru Baekhyun,

"Argh! Menyebalkan sekali!" geram Luhan seraya menaruh sumpitnya secara kasar di atas meja, "Aku jadi tidak selera makan. Aku pulang saja!" Ia bangkit berdiri dan berjalan cepat meninggalkan meja makan, astaga… ada apa ini? Kenapa jadi keruh begini?

Aku ikut bangkit dari tempat duduk dan berlari kecil mengejar sosok itu, dan… Grep! Aku menahan lengannya yang sudah hampir sampai pintu, "Ada apa, Hyung? Ayolah kembali, kau baru makan sedikit tadi." Sanggahku padanya yang tak menoleh kepadaku,

"Kau saja yang kembali, Yeol. Aku sudah kenyang." Titahnya bernada pelan masih tak menoleh,

"Geotjima! Kau past—"

"Sudah kubilang aku tidak mau! Aku bisa bikin ramyeon di rumah! Hiks," pekiknya menoleh padaku dengan mata yang sedikit berkaca-kaca? Bahkan Ia sedikit terisak? Wae gurae?

"H, hyung…? K, kau…?"

"L, lepaskan aku, tiang listrik!"

BLAM!

Luhan hyung menghilang bersama pintu yang kini telah tertutup rapat. Ada apa dengan Luhan hyung? Kenapa dia menangis? Apa tadi dia bertengkar di telepon dengan si cadel?

"Luhan hyung pergi?" tanya suara yang sudah tak asing lagi dari arah belakangku, Baekhyun,

Aku sedikit kaget akan kehadirannya, tapi bukan saatnya untuk bercanggung ria sekarang, "Eung. Dia menolak kembali."

Ia mengangguk, "Kalau begitu aku juga akan pulang." Grep! Dengan reflex aku menahan kenop pintu dengan tanganku, menghentikan langkahnya, "Yya, Park Chanyeol, kenapa menahan pintu, eoh?"

"Baek… apa kau… menyukai… Kris-hyung?" Pertanyaan itu dengan mulus lolos dari mulutku, mata sabit Baekhyun sedikit melebar,

"M, Mwo?"

"Apa kau menyukainya? Kris Hyung?" ulangku lagi,

Baekhyun terkekeh dengan kening mengkerut, "Apa ini waktu yang tepat untuk membahas itu, Yeol?"

"Ya." Aku ingin segera mengetahuinya, Baek!

Baekhyun mendorongku kuat, hingga tanganku terlepas dari kenop pintu, "Kalau begitu kau adalah namja payah!" ketusnya sambil lalu melesak keluar dan membanting pintu.

BLAM!

Aku tertegun. Hari ini, aku terkena bantingan pintu sebanyak dua kali, mirisnya dengan marga yang sama: Byun.

AUTHOR POV

Di sisi lain, seorang namja berparas tampan terduduk diam di meja makan, hanya dia yang masih berada di sana. Memandangi bangku sebelahnya yang baru saja ditinggal pergi oleh pemiliknya. Kini Ia menengadahkan wajahnya ke langit-langit rumah, menghela napas panjang sambil lalu menenggelamkan mata onyx oleh kelopak sayunya,

"Kau masih terjebak masa lalu rupanya…" gumamnya sambil tersenyum tipis.

=Rumah Byun=

Tok Tok Tok

"Hyung…?" panggil Baekhyun pelan,

CKLEK

"Mwo?"

"Kau kenapa?"

Luhan terdiam sejenak sambil menatap Baekhyun dalam-dalam, seperti tengah menjelajahi pikiran Baekhyun dari manik matanya, "Obso." Ujarnya singkat, "Ka. aku mau sendiri. Jangan ketuk pintuku lagi." Lanjut Luhan sambil memundurkan badannya ke dalam kamar, dan…

BLAM

Pintu kamar Luhan kembali tertutup rapat. Baekhyun menghela napas panjang, entah apa yang ada dipikiran namja manis bermata sabit itu, Ia kembali angkat bicara,

"Kau marah padaku karena memeluk Kris Hyung tadi, eoh?"

"…" Tak ada jawaban, Luhan hanya bersandar diam di balik pintu,

"Kalau kau diam, berarti aku anggap 'iya', hyung."

Luhan mengeratkan kepalanya tangannya, matanya terpejam dengan bibir bawah yang Ia gigit, "Bukan urusanmu."

"Tentu urusanku, Hyung." Timpal Baekhyun sukses membuat Luhan sedikit terperanjat dengan sikap yang tidak biasa dari dongsaengnya itu, "Karena aku menyukai Kris hyung."

CLEK

Luhan membuka pintu kamarnya dengan cepat, matanya segera menatap tajam dongsaeng itu, "Ucapkan sekali lagi." Ujarnya bernada dingin,

"Aku menyukai Kris hyung." Ulang Baekhyun mantap.

TE BE CE – with amukan readers


Soo's Time:

Gyaaaa! Mianhae ini chapter dikit, ya? Duh, maksud Soo biar misterius gitu /dihajar readers/ but, tenang aja gaes, untuk chapter selanjutnya semoga lebih panjang dan lebih hot(?) Well, di chapter ini ga ada hot-hotnya sama sekali (?) soalnya lebih difokusin sama kesedihannya si Baekkie. Huhahuha. Tunggu Chap selanjutnya, ne! Review Juseyoooooo :*


Answer's time

minkook94: Aish, peka banget deh wkwk, gomawo udh jadi reviewers pertama~ Hiks Soo terharoo #nangiskejer

minami Kz: Happy reading yaaah

Su Hoo: Sip! Keep reading yaah

GingerBeeP: Aigoo, gomawooo #ngelapingus #terharu keep reading yaah

kkimjane: Ayay captain!

CussonsBaekby: Aish, Soo jadi malu abang tiri(?) aku ketawan lagi ena ena wkwk #taboked. Happy reading!

Sofiamrwh: Wuakaka, hadyuh suka gitu emang si princess Baekkie #ukesejati. Aish… Soo jadi kebayang lagi deh tuh #taboked

caaa: khekhekhe, yekeles cyiin… kalo setannya setampan Kris, Soo mah jadi apeng #plak

Guest: Onani… woah.. O.O#NoseBleed #abaikanWuahaha #ketawaevil, semua kegalauan(?) terjawab di chap ini yaaah /walau gak semua/. Gomawoow

Stellar21: #ngelapingus #terharu gomawo udh mau penasaran sama ini cerita gaje. Saranghaja!

Misunnie: #Ikutkelabakan wuakakak, bahasanya astagaah~ Soo ampe ngakak baca reviewannya. Khekhekhe, happy reading chingudeul!

BabyWolf Jonginnie'Kim: Gomaptaaah~ Happy reading readersdeul!

adindaPCy: Haihaiii~~~ Nae punya dongsaengie yuhuu~~ Gomapta udah mampir diepep eonni :*

Richa Byun926: Khekhekhe, Soo jadi maloo #taboked Aih, Soo juga mau sama Yeollie yang ngejomblo #dihajarreaders+fans

Letslove-xo: siap qaqa~!

Guest: Siiiaaaaaaaapppppppppp,,,

Luph ChanBaek KrisTao: Emang tuh dasar si Baekkie #dipelototinBaekkie #Sweatdrop #NyengirKuda Hmm…. Sama panda ga yaaaaahhhhh? Wkwkwk tunggu yaa next chap!

Yaaap! Sekiranya itu dia jawaban dari Soo! Sekali lagi, gomapta buat para reviewers, Soo jadi makin semangat nerusin ini cerita #gaje. Jangan bosen ngereview yaach! #alaymode:ON #WeAreOne #ChanBaek Saranghajaaaaaa~~~