Tittle:

Strategic Punishment

Author : SooBabySoo12

Main Pair: Chanbaek

Support Pair: Kaisoo, Sulay, Hunhan, Krishan (crack pair), KrisTao, [Pair lain? Next Chap!]

Rated: M

Genre: YAOI, NC, ROMANCE, COMEDY

Disclaimer: EXO kesayangan kita, milik bersama, milik Tuhan dan keluarganya. But, D.O is mine [dimusnahin Kai pake teleportnya]. It's real my storiihh!

SPESIAL THANKS:

FriederichOfficial, Jung HaRa, say yo, ssonghye, diahsshii, ade park, cbcb, seogogirl, Nataskuuk, Aya Nadyaa, minkook94, Chanyeol hard, baekboy, minami Kz, Luph ChanBaek KrisTao, Missunie, Fa, Guest, BabyWolf Jonginnie'Kim.
#CIVOK_ATU_ATU

Ps: Sorry kalau kurang memuaskan wkwk, maklum eke author amatir yang masih terus belajar(?). Garis bawahi guys, it's my first time posting epep di sinih! Bangaptah~ | Ohiyaaaaa Happy 1200 Days with EXO! Argh! #antibaper saranghaja with these adorable oppadeul! #From12to11to10now9 #stillWEAREONE

.

.

.

-00—!Warning!—00—

Typops betebaran, BL, NC, Dirty Talk di tiap percakapan

.

.

.

DON'T READ IF YOU DISLIKE YAOI AND NOT YAOI SHIPPER!

.

.

.

CHAPTER 3

BAEKHYUN POV

Aku sangat mengagumi kakakku, Byun Luhan, bagiku dia adalah sosok malaikat cantik yang dilahirkan ke bumi, sayangnya menjadi seorang namja. Luhan hyung adalah sosok paling sempurna yang pernah aku lihat, wajah mungilnya yang dihiasi oleh alis dengan lekuk nyaris sempurna, mata hazel nan tajam dan lentik, hidung pipih, serta bibir ranum semerah strawberry—Ia benar-benar mengagumkan. Dia juga dianugerahkan kepintaran otak yang baik dan sangat bertolak belakang denganku. Kau bisa memanggilku brother complex, tapi memang itulah kenyataannya. Namun, semua kekaguman itu mulai sirna ketika aku melihat suatu peristiwa, saat itu aku masih kelas 1 SMP, Hyungku kelas 2 SMP.

.

.

.

===Flashback===

"Jangan cemberut terus, Baekkie…" tukas si jenius berkuping gajah yang waktu itu tingginya sudah mengalahkan aku yang terpaut satu tahun di atasnya, well, siapa lagi kalau bukan,

"Bagaimana mau berhenti cemberut, Yeollie… Huwee… ulanganku jelek lagi…" pekikku kembali menangis, well… Park Chanyeol,

"Aish! Jangan menangis di depanku! Aku benci namja cengeng. Kris Hyung mengajariku untuk menjadi manly dan manly tak boleh cengeng!" petuah Chanyeol sambil mencubit-cubit pipiku, yeah, dari kecil makhluk bertubuh tiang listrik ini selalu saja menyiksaku,

"Aah! A, Appo…! Lepaskan, dongsaeng tengik!" elakku seraya menepis tangan jailnya itu dan mengusap-usap pipiku yang sudah kupastikan berwarna merah karenanya,

Tanpa terasa perjalanan kami dari sekolah menuju rumah telah sampai, aku dan Chanyeol pun berpisah. Aku berjalan masuk ke dalam rumah yang seperti biasa sepi. Eomma sedang ada proyek di Tiongkok, sedangkan appa sedang dinas ke Edinburg. Mataku sedikit menatap bingung rak sepatu yang berada di lorong dalam rumah. Sepatu siapa? Sepertinya aku tidak pernah melihat Luhan hyung punya sepatu seperti itu… sepatu kets sporty berwarna hitam dengan list putih? Hyung tak pernah beli sepatu dengan warna gelap seperti itu, dia selalu memilih yang berwarna cerah. Tapi… rasanya aku pernah melihat sepatu ini entah dimana… aku memutar ingatanku dengan tekun dan… dapat! Sepatu Kris Hyung! Wow! Kris Hyung datang ke sini? Pasti duo jenius itu sedang berkolaborasi membahas soal-soal.

Aish! Aku selalu senang melihat mereka yang seperti itu! Di mataku, mereka berdua sangat keren dan sempurna! Yap, saatnya mata-mata Baekkie beraksi! Aku pun berjalan pelan menuju lantai atas—kamarku dan Luhan Hyung ada di lantai 2—Pelan-pelan, agen Baek! Grep! Yak, dapat kenopnya! Namun saat ingin memutarnya, tiba-tiba aku mendengar suara-suara aneh dari dalam,

"Euungghhh… Kriisshh…"

Heh? Suara apa itu? Aku menempelkan daun telingaku di pintu, dan suara aneh itu semakin terdengar,

"Ja, ah, Jangan, shhhh, terusshh menggodakuuuhhhh…ssssshhh!"

"Aish, kau benar-benar menggoda, Hannie-ah… teruslah mendesah, chagiihh!"

Bulu kudukku segera meremang, kupastikan suara yang sedang kucuri dengar itu adalah hyungku dan Kris hyung. Tapi… apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa Luhan hyung mendesah seperti itu?

"Ssshhhh, Aish! Sudah kubilanghh jangan menggoda, Kriisshh… masukanhh!"

"Apa yang dimasukkan, chagih?"

"Ituuhhh!"

"Khekhekhe… Ok, as your wish, Hannie!"

"Aaaaaahhh! A, appo… hiks…"

"Sakit sekali kah, Hannie? Apa kuhentikan sa—"

"Andwae! Nan gwenchanha, bergeraklah, chagih…"

"Ok, baby Hannie chagiya…"

Kriet Kriet Kriet Kriet

Aku meneguk salivaku kasar, dengan bermodalkan keberanian dan rasa ingin tahu yang memucak, aku pun memutar kenop pintu kamar Luhan Hyung sepelan mungkin, membukanya sedikit hingga mataku dapat menangkap sesuatu dari sela-selanya. Dan saat itu, aku segera terbelalak, suara desahan Luhan Hyung semakin jernih terdengar,

"Aaah! Theeereeeeeehhh, Krisshhh! Ssshhhh! Theeereeeeehhhh~~~!"

"Aish! Kau masih saja sempithh, Hanniehhh… padahal aku sudah melakukannya lebih dari sekali…"

Aku menutup kembali pintu itu pelan-pelan. Setelah tertutup sempurna, aku segera berjalan mundur menjauhi pintu itu. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuhku. Apa yang baru saja kulihat? Aku melihat Luhan hyung yang tengah berada di bawah Kris hyung—di atas ranjang. Sekiranya umurku bisa menjelaskannya walau tak sedetail orang dewasa, tapi aku yakin kalau mereka sedang melakukan 'itu'. Batinku berkecamuk. Kris dan Luhan hyung sama-sama namja, kenapa mereka melakukan itu? Bukankah hal seperti dilakukan dengan lawan jenis? Otakku semakin tak bisa bekerja, lenguhan Luhan hyung masih sayup-sayup terdengar di telingaku,

"—Kriiissshhh, fasterrhh! Aaah! Fasssstteeeerrrhhhh!—"

Aku menutup telingaku. Setidaknya hal itu bisa menghalangi lenguhan-lenguhan 'kegiatan' mereka menyambangi telingaku.

***Chanbaek***

Sejak saat itu, terkadang mataku sering menangkap gerak-gerik mereka yang hanya sekedar saling mencuri tatapan atau pun menautkan jari-jari mereka dalam beberapa detik. Tapi, setiap kali mereka berada dihadapan eomma dan appa, maka Luhan hyung akan berlagak ketus dan masa bodo terhadap Kris hyung—seperti tak ada hubungan apa-apa diantara mereka. Entah mengapa, sebagian diriku—yang berbatas perasaan brother complex—merasa senang dengan sikap Hyung, Ia jadi terlihat begitu bahagia dengan adanya Kris Hyung disampingnya. Namun, sebagian diriku yang lain—yang berbatas logika dan rasionalisme—merasa kecewa dengan prilakunya. Ini salah, dan itu adalah fakta.

Hingga suatu hari, musim panas kelas 3 SMP, aku mendapati hyungku tengah menangis merang-raung di kamarnya,

"Wae gurae, hyung…?" tanyaku yang masih berada diambang pintu kamar terbukanya,

Luhan hyung yang terisak, menatapku dengan mata yang penuh dengan bulir-bulir kesedihan itu, "Hiks, B, Baek-hiks-kie-hiks-ah…"

Jiwa brother complexku memuncak, dengan segera aku menghampiri sosok bergetar itu dan memeluknya, "Ssst, ssst, uljima, eoh? Uljima, hyung-ah.." ujarku sambil menepuk-tepuk punggungnya berirama, layaknya seorang ibu yang tengah menenangkan anaknya,

"Mi-hiks-mianhae-hiks-Baekkie-ah… Hyung-hiks-membuatmu-hiks-khawatir…"

"Aniya… Gwenchanha, hyung-ah… ssst, uljima… Wae gurae, eoh? Kau bisa menceritakannya padaku kalau kau ingin…"

"Ob-hiks-obso… kau akan-hiks-menyesal nanti, Baek…"

"Nan gwenchanha, hyung… ceritakan saja…"

"Aniya…hiks…shireo…hiks…yang jelas, hyung sekarang sangat terluka-hiks.."

Aku tertegun. Terluka? Wae? Apa ini karena… Kris-hyung…?

"Hatiku, Baek-hiks-sakit sekali—" suara tangisnya pecah lagi, yang bisa kulakukan hanya menepuk-tepuk punggungnya, menenangkannya dari tangisan akan rasa sakitnya itu. Saat itu, aku mulai mengukir nama Kris hyung di dasar hatiku yang paling dalam, dia masuk ke daftar black list di dalam sana. Namun, aku tak bisa membencinya, bagaimana pun, sosok Kris hyung adalah namja yang pernah menyambangi hati Luhan hyung dan membuatnya tersenyum.

Luhan hyung berubah menjadi seorang paling ketus dan evil sedunia sejak hari itu, bahkan aku sendiri sering sekali dijahili olehnya. Sikapnya dingin, namun matanya selalu menyorotkan kesepian dan kesedihan mendalam. Hari itu, adalah terakhir kalinya Luhan hyung mau bertamu ke rumah keluarga Park, Ia selalu memiliki seribu alasan untuk menghindar. Dari sikapnya, aku semakin yakin bahwa: Hubungan antara Kris dan Luhan hyung telah berakhir dan patut digaris bawahi, dengan tidak baik.

"Baek, aku gay." Tukas Luhan hyung saat kami berdua tengah bermain PS di kamarku—ralat, hanya Luhan hyung yang bermain PS, sedangkan aku tengah mengerjakan tugas remedial—anehnya, dia mengatakannya semudah saat dia mengatakan 'Baek, aku lapar.'

"M,mwo!? Ke, kenapa tiba-tiba?" Alibi—Aku hanya pura-pura kaget saat itu, tapi yah, sedikit kaget juga karena makhluk evil itu mendadak mengungkapkan identitasnya,

"Karena aku bosan merahasiakannya darimu." Ucapnya datar, dengan pandangan yang masih ke layar tv,

Aku menghela napas, untuk saat ini aku memang sedikit terbiasa oleh pernyataan seperti itu, mengingat bahwa aku telah melangsungkan tahun pertamaku di SM Star SHS, sekolah yang hanya diperuntukan untuk namja dan mayoritas mempunyai keluhan penyimpangan sex alias gay.

"Kau sepertinya tidak terlalu kaget, Baek…?"

"Karena setiap harinya aku sudah disuguhkan oleh pemandangan itu di sekolah, hyung." Jawabku seraya memutar bola mata, Hell yeah~

Mendengar jawaban dariku, Luhan hyung hanya ber'oh' ria, "Baguslah kalau begitu."

Aku menghentikan aktifitas menulisku, mengumpulkan keberanian untuk mulai menanyakan hal-hal yang menjurus antara hubungannya dengan Kris. Oh ayolah… itu sudah satu tahun berselang, bukan? Jadi apa salahnya aku mengungkitnya sedikit(?), "Hyung." Panggilku yang hanya di balas oleh 'hm' malas darinya, "Se, sejak kapan kau…gay…?" aku meneguk salivaku kasar, oh man… It's scary…

Luhan hyung terdiam, Damn! Kurasa aku telah melakukan kesalahan besar! "Apa harus kujawab?" tanyanya kemudian membuatku sedikit bernapas lega, sedikit, setidaknya dia menjawab,

Jangan cari perkara, Baek! "A, aniya." Jawabku terbata dengan cepat,

"Ya sudah."

Haha, aku memang ditakdirkan untuk tidak membuka kotak Pandora versinya itu, membukanya berarti membunuh diriku sendiri, why? Karena aku harus mengingat kembali kejadian dua tahun yang lalu, kejadian yang paling ingin aku lupakan sepanjang hidup. Yah, setidaknya itu yang ada dibenakku, tak akan pernah kuingat lagi.

CKLEK

"KRIS HYUNG! AKU PUL—ang…"

Saat itu, kurasa waktu berputar kembali, ketika aku masih kelas 2 SMP dan tak sengaja memergokinya, perbedaannya hanyalah: kini aku kelas 2 SMA, jauh lebih mengerti secara spesifikasi apa yang sedang kulihat, lebih mirisnya lagi, bukan sosok Luhan hyung yang ada di bawah tubuh Kris hyung, melainkan seorang namja yang tak pernah kukenal. Tuhan, bila ini hukumanku yang telah menguping dan mengintip tiga tahun yang lalu, maka ini adalah hukuman tersakit yang pernah aku dapatkan. Chanyeol segera menghalangi penglihatanku yang terpaku pada sosok itu, sambil lalu memelukku dengan tubuhnya yang besar dan tinggi.

BRUUUK!

Aku mendorongnya dengan sekuat tenaga, trauma tiga tahun yang lalu mulai menerjang otakku. Aku tak ingin berlama-lama di dekat kamar itu, atau aku akan kembali mendengar hal-hal yang tak ingin aku dengar: lenguhan. Aku benci Kris. Dan itu adalah opini, karena sampai kapanpun logika irasional ini tak pernah bisa melakukannya. Kini, aku berlari tunggang-langgang ke rumah, berharap cepat dapat kutemukan kamar milikku sendiri yang aman. Rumah, aku sampai di sana, namun aku malah menemukan sosok Luhan hyung bersama namjachingunya, Sehun, tengah berangkul-ria sambil menonton tv,

"B, Baek? Ke, kenapa cepat sekali kembalinya?" tanya Luhan hyung seraya melepaskan rangkulan tangan Sehun dari pundaknya dengan mata yang sedikit kebingungan,

Aku hanya terdiam menatapnya. Hyung, aku benar-benar tak bisa mengatakan apa-apa padamu. Entah apa jadinya kalau kau sampai tahu,

"Kenapa kau pucat begitu, eoh?" serunya lagi padaku yang masih berdiri di lorong masuk ruang tamu, kini Ia tengah berjalan mendekatiku, "Apa kau sakit? Eoh? Ah! Appo! Yya! Byun Baekhyun! Kau kenapa sih!?" ocehnya padaku yang baru saja menepis tangannya yang hampir menyentuh keningku, dan setelahnya aku pun berlari menuju lantai 2: kamarku.

BLAM!

Aku segera meringkuk dibalik pintu, tak lama, terdengar suara ribut-ribut di bawah dan semakin lama suara itu semakin dekat,

"—Kau apakan Baekkie, Yeol!?"

"Sumpah, ini bukan salahku, hyung!"

"Kalau begitu salah siapa, eoh!?"

TOK TOK TOK

"Baek? Baekhyun? Ini hyung! Cepat buka pintunya, Byun Baekhyun!"

"Chagi, bithakah kau lebih lembut lagi? Kalau begitu, Baek hyung tidak akan mau keluar…"

"Ah, benar juga…"

Tok Tok Tok

"Baek…? Hyung minta maaf karena telah membentakmu. Kau kenapa, Baek? Jangan menutup pintu seperti ini. Hyung tidak mengerti kau kenapa?"

"Hyung… sebenarnya, Baekhyun begini karena—"

Andwae! Jangan beritahu dia Park Chanyeol! "KAAAA!" Pekikku menghentikan kata-kata Chanyeol, dan setelah itu segalanya pun menjadi sunyi.

***Chanbaek***

Tok Tok Tok

Aku terbangun karena suara ketukan pintu, damn! Mataku berat sekali untuk dibuka! Ini pasti bengkak karena menangis semalaman. Bagaimana ini? Masa aku sekolah dengan mata seperti ini?

"Baek? Kau tidak berangkat?" terdengar sayup-sayup suara Luhan hyung dari luar pintu,

Astaga… apa yang harus kulakukan? Rasanya lidahku seakan membeku sesaat mendengar suara Luhan hyung di sana.

"Baiklah, kalau itu maumu, hyung akan berangkat sendiri. Jangan lupa untuk makan, Baek. Hyung sudah buatkan bubur di bawah, arasso?"

.

.

.

Klining!

Handphoneku kembali berbunyi, terlihat notif line yang berasal dari Kyungsoo, dan itu hampir mencapai 20 pesan,

Baekhyun, neo eodika? – 08:27

Baek, gwenchanha? – 08:58

Baek, kata Kai, Chanyeol seperti mayat hidup di kelas. – 09:33

Baekhyun-ah, balas pesanku! – 10:14

.

.

.

Baek, Cho-ssaem mencarimu. – 13:53

Aku segera terbelalak melihat pesan terakhir dari Kyungsoo. Astaga! Cho Kyuhyun sonsaengnim! Gyaaa! Otak bodoh! Kenapa aku bisa lupa dengannya? Hari ini remed Kimia! Gawat! Gawat! Cho ssaem evil itu akan menelanku hidup-hidup jika bertemu nanti! Saat ingin membalas pesan Kyungsoo, tiba-tiba layar handphoneku mendadak berganti menjadi panggilan masuk: Kkamjjong Terkutuk. Aish! Bocah ini mengganggu saja, apa dia tidak tahu kalau aku sedang kelabakan!?

Aku mengangkatnya—dengan terpaksa,

PIP

"Eoh? Chagi! Dia mengangkatnya!" – Kai

"Heh!? Cheongmal!? Berikan padaku!" – Kyungsoo

"Andwae, karena itu Handphoneku, maka aku yang harusnya bicara." – Kai

"Aish! Kim Jongin berikan padaku!" – Kyungsoo

"Shireo, kecuali kau mau mencium—" – Kai

Argh! Pasangan terkutuk itu benar-benar menyebalkan. PIP! Aku mematikan telepon itu, sepersekian detik kemudian handphoneku bergetar lagi, kini di layar handphoneku terpampang nama: D.O. Kuputar mataku malas, kemudian aku pun mematikan handphoneku. Aku butuh ketenangan. Biarlah, urusan Cho ssaem dan remed kimia, bisa dipikirkan besok saja.

.

.

.

Tok Tok Tok

"B, Baek? I, ini Chanyeol." Aku sedikit kaget dengan suara itu, "Baek hyung?" panggilnya lagi seraya mengetuk pintu, masa bodo. Aku malas berurusan denganmu, Park Chanyeol, namun tiba-tiba telingaku sedikit tertarik dengan percakapan yang terdengar diluar kamar, "Dia tak akan keluar."

"Hm… sejak kapan dia begini, Lu?"

DEG!

Suara itu!

"Yeoboseyo, chagiya? Eung, aku sedang ada tamu di rumah." Suara Luhan hyung yang terlihat sekali menghindari percakapan dengan Kris hyung,

"Aish, dasar anak itu…" – Kris

Pikiranku berkecamuk, entah setan apa yang merasuki pikiranku, tapi aku ingin sekali membuat Luhan hyung sedikit menyesal. Aku tak suka Ia selalu menghindari Kris hyung seperti itu, padahal aku yakin Ia masih, bahkan sangat menyukainya. Aku benci sikap egois Luhan hyung, sikapnya benar-benar membuatku geram!

CLEK

===Flasback End===

.

.

.

CLEK

"Ucapkan sekali lagi." Pinta Luhan hyung yang lebih terdengar seperti perintah, Ia menatapku dengan kedua mata hazelnya yang dingin,

"Aku menyukai Kris hyung." Ulangku sambil membalas tatapan dinginnya,

Aku mengharapkan dia memukulku sekarang , tapi tiba-tiba Luhan hyung terkekeh, "Leluconmu lucu sekali, Baek. Sejak kapan kau gay, eoh?"

"Sejak kelas 2 SMP, selama itu aku terus menyukai Kris hyung." Mata lentik Luhan hyung sukses melebar mendengar rekayasa yang kubuat, gotcha! Kau terpancing, hyung-ah, "Dan perlu kau catat bahwa ini bukan lelucon, hyung, aku serius." Lanjutku mantap,

"K, kau—"

"Yeah, aku tahu hubunganmu dengan Kris hyung, dan itu benar-benar menyiksaku. Jadi sekarang, kumohon jangan mengganggu hubungan kami."

"Pfffttt!" Luhan hyung tertawa keras sekali, benar-benar terbahak dan terpingkal-pingkal sendiri, krikkrik… hello… ada aku di sini yang tengah kebingungan, hyung (sweatdrop), "Kau benar-benar lucu, Baekkie!"

"A, aku bilang aku sedang tidak bercanda, hyun—"

"Kau tahu, tadi aku membicarakan apa di telepon dengan Sehun?" potong Luhan hyung tiba-tiba,

"M, mwo?"

"Sehun menceritakan padaku kenapa kau mengurung diri di kamar, itu semua karena kau tak sengaja memergoki Kris yang sedang 'iya-iya' kan? Dengan namjachingunya? Jangan berbohong padaku, Baek. Aku percaya pada Sehun karena dia adalah sahabat dekat Yeollie."

Shit! Sehun sialan! Semua rencanaku hancur dalam sekali obrolan. Kuhabisi kau cadel! Aku janji!

"A, aku—"

Puk! Puk! Puk!

Tangan Luhan hyung segera mendarat di pundakku, Ia menyeringai penuh kemenangan, "Jangan pernah berbohong padaku, Baek. Sekiranya kau ingin berbohong, pandang dulu siapa lawanmu. Kau pembohong yang payah." Aku mengerjap-kerjap mataku, kurasa aku telah terserang boomerangku sendiri, dan itu adalah fakta, "Kajja, akan kubuatkan ramyeon special untukmu yang tengah bersedih, Baek." Lanjutnya sambil merangkul pundakku.

Selama menikmati ramyeon buatan Luhan hyung, Ia menceritakan hubungan kelamnya bersama Kris hyung, mendengarnya benar-benar membuat seluruh bulu kudukku meremang. Partner Sex? What the Hell!? Entah setan apa yang merasuki pikiran mereka berdua, hal itu terjadi begitu saja. Luhan Hyung sepakat menjadi partner sex Kris hyung. Hubungan itu berjalan selama hampir dua tahun, sialnya selama itu juga perasaan Luhan hyung tumbuh dari partner sex menjadi cinta satu pihak, kenapa satu pihak? Yah… Kris hyung brengsek itu tak mengidahkan perasaan Luhan hyung sedikit pun. Bahkan, setelah dua tahun berjalan, tiba-tiba Kris hyung memutuskan hubungannya dengan Luhan hyung karena jatuh cinta dengan temannya,

"Huang Zi Tao." Ucap Luhan hyung sambil memandangi panci ramyeonnya, "Dan sampai sekarang mereka berpacaran, yeah, yang kemarin kau lihat itu namjachingunya, Tao." Lanjutnya kembali menyeruput ramyeon,

Aku hanya menatap Luhan hyung dalam diam, astaga… dia kuat sekali, bahkan Ia menceritakannya tanpa titihan air mata satu tetes pun. Kau… benar-benar keren, hyung. Walaupun keren ditempat yang salah.

"Aish! Jangan memandangku seperti itu, pabo! Cepat makan ramyeonmu, atau kau akan menyesal kalau sudah dingin nanti." Omel Luhan padaku yang hanya menampangkan cengiran aneh diwajahku, aku pun kembali melahap ramyeon,

"Jadi… kau serius menyukai si naga yadong, Baek? Atau… jangan-jangan si tiang listrik yadong?"

"OHOOK! Uhuk uhuk! Yya! Luhan Hyung-ah!" sukses sekali si devil ini membuatku tersedak, Ia hanya terkikik geli sendirian melihat kemalanganku, "Aku normal!"

"Oh ya? Bukannya tadi kau mengaku sudah gay sejak kelas 2 SMP…?"

"Aish! I, itu kan…"

"Tipuan? Khekhekhekhe… Kau benar-benar payah Byun Baekhyun. Tapi, kurasa kau harus mulai untuk berhenti mengatakan bahwa kau adalah normal."

"M, mwo? Shireo! Aku ini benar-benar normal, hyung."

"Ck,ck,ck, entah mengapa aku sekarang sudah tak bisa mempercayai perngakuanmu itu, Baek."

"W, wae gurae?"

"Karena kupikir, cepat atau lambat, kau akan benar-benar terperangkap dalam duniaku. 99,9% gay itu terpengaruh karena lingkungan, dan kau? Kau ada di dalam lingkunganku, lingkungan gay, bahkan sekolah kita juga menuntut hal yang sama."

"Andwae. Akan kubuktikan kalau aku tak akan terpengaruh oleh fakta itu."

Luhan hyung hanya mengangkat bahu, "Well… I'll see you soon."

***ChanBaek***

CHANYEOL POV

Seperti biasa, aku mengeluarkan motor kebanggaanku ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah Sembilan—sekolah dimulai pukul 9. Kunyalakan mesinnya dan mulai menancapkan gas, namun motorku kembali berhenti ketika melewati gerbang rumah Baekhyun, seperti ada sebuah medan magnet yang kuat di sana. Aku tertegun sejenak menatapi gerbang itu,

CKLEK

Mataku segera terbelalak ketika kulihat sosok mungil itu keluar dari gerbang rumahnya, matanya juga ikut melebar kita melihat diriku yang tengah terpaku di depan rumahnya. Aku berdeham, Baekhyun menundukkan kepalanya,

"Y, yo!" sapaku kemudian,

"Yo."

"Kemana Luhan hyung? Apa dia tidak sekolah?"

"Dia masih menunggu—oh itu dia jemputannya datang," mataku mengikuti arah mata Baekhyun yang sedang menatap jauh sebuah motor yang mulai mendekati rumah,

"Hai, thelamat pagi." Sapa sosok itu yang ternyata si cadel, jemputan Luhan hyung, "Kalian thudah baikkan rupanya?"

CKLEK

Pintu gerbang kembali terbuka, kini sosok Luhan hyung yang terlihat, matanya juga sedikit melebar ketika mengarah kepadaku, "Hai, Yeol, kau datang menjemput Baekhyun?" tanyanya girang,

"Yya! Luhan hyung!" – Baekhyun

"A, ani—"

"Sudah jangan banyak buang waktu, kalian berangkat bersama saja." Potong Luhan hyunng sambil menerima helm dari Sehun dan memakainya, Ia pun menaiki motor bagian belakang Sehun, "Kajja, Hun."

"All right, chagi. Ppai kalian berdua, kami duluan." Motor Sehun melaju meninggalkan kami berdua,

Astaga… aku menelan salivaku kasar ketika melihat kembali Baekhyun yang tengah berdiri di depan gerbangnya. Hell yeah… hanya berdua? Apa yang harus kulakukan? Tenang Park Chanyeol, kau cukup mengobrol dengannya seperti biasa, "Bagaimana, Baek? Mau berangkat bersama? Sudah jam Sembilan kurang 18 menit."

"Eung, sudah pasti aku akan terlambat kalau naik bus terkutuk." Jawab Baekhyun sambil lalu naiki kebagian belakang motorku,

"K, kau sudah memaafkanku?"

"Aku tak pernah dendam padamu, Yeol. Hanya emosi sesaat, justru harusnya aku yang minta maaf." Sanggahya pelan dari belakang punggungku, "Mianhae." Lanjutnya kemudian, aku sedikit merasakan perasaan panas yang menjalar di sekitar pipiku ketika Ia mengatakan itu dipunggungku—ralat dibelakangku,

"Aish! Kita ini kenapa jadi canggung begini, sih? Ayolah… kembali seperti kita yang dulu, ok?"

Baekhyun tertawa renyah, "Kau benar. Menjijikan sekali melihat kita yang seperti ini. Yosh! Ayo kita menggila seperti dulu!" serunya bersemangat, "Astaga! YEOL! SUDAH JAM 09: 52!" teriak Baekhyun dengan seratus oktafnya,

"Shit! Pegangan yang kencang, Baek, aku akan menggunakan si setan merah ini."

***ChanBaek***

AUTHOR POV

"Chagi, pulang ini kita ke rumahku, ne?" ucap namja berkulit tan yang sedang berjalan menuju kelas bersama seorang namja yang berpostur lebih pendek dengan mata bulat menggemaskan, siapa lagi kalau bukan pasangan unik Kaisoo, Kai dan Kyungsoo, Kyungsoo segera menjauhkan badannya dari Kai,

"Ke rumahmu lagi?"

"Eung, belajar lagi, ne?" ulang Kai sambil menarik Kyungsoo kerangkulannya,

"Aish! Shireoyo!" tolak Kyungsoo sambil memukul tangan Kai yang merangkul pundaknya, "Bilangnya belajar, tapi pada akhirnya kau akan menyeretku ke atas tempat tidurmu dan melakukan itu sampai beronde-ronde." Bantah Kyungsoo membuat Kai terkekeh sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal, saat sedang memandangi luar jendela, mata Kyungsoo terhenti pada dua sosok namja yang tengah berada di parkiran, "Loh, itu kan… Baekhyun? Dia bersama dengan Chanyeol?"

"Heh? Mana?" Kyungsoo menunjuk dua sosok itu dari kaca lantai dua, dan benar saja, Kai segera mendapati mereka berdua tengah mengobrol di tempat parkir, "Aish, mereka sudah baikan ternyata, eoh? Sekalinya baikan seperti magnet yang tak terpisah." Kai berdecak-decak sambil terkekeh kecil,

"Kalian berdua thedang melihat apa?" suara itu segera menghentikan aktifitas Kai dan Kyungsoo, ternyata yang menyapa mereka adalah Sehun yang sedang berjalan bersama Luhan di arah yang berlawanan dengan Kaisoo,

"Oh, hai, Hun, luhan hyung, Kalian sudah lihat itu?" tanya Kai sambil menunjuk kembali menunjuk Baekhyun dan Chanyeol yang berada di parkiran lantai satu,

Sehun dan Luhan memicingkan mata mereka kemudian Sehun pun tersenyum, "Mereka jadi berangkat berthama, hyung." Sanggah Sehun pada Luhan yang juga senyum-senyum sendiri melihat dongsaengnya,

"Eung, sudah kuduga mereka akan melakukannya." Jawab Luhan sambil mengangguk-anggukan kepala,

"Eh, kalian sudah mengetahuinya?" – Kai

"Majayo…" – Hunhan

"Melihat mereka aku jadi ingin berbuat iseng… khekhekhe…" tukas suara khas holang kaya yang entah mengapa sudah berada di samping Kaisoo,

"Su, Suho-hyung? Sejak kapan ada di sini, eoh?" sontak Kai pada Suho masih tersenyum evil melihat pemandangan itu, sedangkan Lay yang berada tepat disamping Suho melambaikan tangan pada semuanya, "Lay gege, annyeong."

"Annyeong, dongsaengie~ Yya! Myunnie, jangan gunakan otak yadongmu itu untuk mengerjai mereka." Oceh Lay sambil memukul pelan punggung Suho, Suho melepaskan pandangannya dari jendela karena Baekhyun dan Chanyeol telah pergi dari sana,

"Tapi, aku sependapat dengan Suho." Tanggap Luhan sambil bersmirk ria, "Apalagi hanya tinggal mereka berdua yang belum menyatu, kan?" semuanya mengangguk, "Kemarin Baekhyun bilang kalau dia akan membuktikan kalau dia bisa survive menjadi normal. Khekhekhe, aku benar-benar ingin mengujinya…"

"Cheongmal? Baekhyunnie bilang begitu? Wow…" Lay menggeleng-geleng,

Suho tertawa keras, semuanya segera menatap guardian angel itu kebingungan, "Kalau begitu… mari kita uji Byun Baekhyun." Tuturnya sambil menyunggingkan smirk.

Oh God… Please save Baekhyun TT_TT

***ChanBaek***

"Baekhyun, nanti kau di suruh remedial pulang sekolah." Seru Kyungsoo sesaat bel istirahat berdering,

"Mwooo!? Kenapa baru bilang, eoh?" Baekhyun segera kelabakan mendengar hal itu,

"Hehe, aku lupa. Mianhae…" sanggah Kyungsoo terkekeh

"Aish! Ottokhe…? Kyung kau harus mengajariku! Jebal…ne?" pinta Baekhyun dengan jurus andalannya,

"Shireo." Mata Baekhyun membuka sempurna mendengar jawaban chairmatenya itu, what the heaven? Seorang Baekhyun ditolak? Apalagi oleh namja bernama Kyungsoo yang notabenya selalu menuruti permintaan chairmate puppy eyes-nya itu,

"M, mwo!? K, kau menolak permintaanku, Kyung?"

"Eung, wae? Aku punya kesibukan sendiri, Baek. Tak mungkin aku selalu mengiyakan permintaanmu."

"Yya, Kyung-ah… jebal… aku janji ini terakhir kalinya aku minta tolong padamu… jebaaall…" rengek Baekhyun sambil menarik-narik tangan Kyungsoo,

Kyungsoo menepis tangan Baekhyun, "Aish, kau ini! Shireo. Minta saja sama Chanyeol sana, kalian sudah baikan, kan?"

Baekhyun mempoutkan bibirnya, "Ish, awas kau kalau minta bantuan padaku. Akan kubalas kau kalau aku sudah jenius, Kyung." Gerutu Baekhyun sambil mengangkat tangannya bersiap untuk memukul Kyungsoo, kemudian Ia pun berjalan keluar kelas, tanpa Baekhyun sadari, Kyungsoo segera mengeluarkan handphonenya dan mengetik sesuatu di sebuah grup line yang berjudul 'LET'S LOVE CHANBAEK',

Target terkunci, captain – 12:14

.

.

.

=Kelas 1A=

"Yeol, aku minta bantuanmu." Tukas Baekhyun tepat di depan meja Chanyeol yang tengah membaca novel sambil memperdengarkan iPod, "Park Chanyeol!" panggil Baekhyun sambil melepas headsetnya,

"Yya! Kau ini kenapa, sih? Jangan suka menarik headsetku, pabo, nanti rusak lagi!" omel Chanyeol sambil melotot, "Mwo!? Kau mau apa, eoh?"

"Ajari aku. Kimia. Remedial pulang sekolah."

Chanyeol memutar matanya malas, "Hidupmu penuh remedial, Baek. Shireo. Aku sedang sibuk!"

"Yya! Kau sedang sibuk apa, eoh? Menyebalkan sekali semua orang mengatakan sibuk padaku hari ini!" Baekhyun mempoutkan kembali bibirnya sambil melipat kedua tangannya kesal, oh, Byun Baekhyun kau benar-benar membuat Chanyeol kesulitan kalau kau melakukan hal seperti itu, benar saja, namja berpostur tiang listrik itu pun menyerah, Ia menghela napas panjang,

"Aish! Kau benar-benar, Byun Baek. Jam ketujuh sampai pulang aku free, ambil bukumu, temui aku diperpus."

Baekhyun segera bersorak ramai sendirian, sedangkan Chanyeol kembali memasang headsetnya dan membaca novelnya lagi. Di luar pintu, terlihat Kai yang tengah bersmirk ria sambil mengetik sebuah pesan di grup berjudul 'LET'S LOVE CHANBAEK'

Library, 7th until drop! Let's move! – 12:18

TE BE CE - Fiuh~


Soo's Time

Soo is back! Mian updatenya rada ngaret wkwk, efek pulang kampung... di kampung Soo sinyal udah kayak EXO(?) langka beneeeerrr... hari ini Soo baru nyampe, trus langsung update deh buat kalian! #capektapihepi Oh iya, gimana? Udah kejawab belum yah buat chapter 2 nya? Soo harap chapter 3 dapet jawab semua pertanyaan(?) sok daripada banyak cuap-cuap abnormal, review juseyoooo…!


Answer's time:

FriederichOfficial: Khekhe, udah terjawab belum nih? Jadi? Cinta segi berapa hayoo? Gomawo sudah mampir and baca and review! Tunggu next chap!

BabyWolf Jonginnie'Kim: Jiahaha… love banget! Kamu reviewers terpanjang yang pernah aku baca huweee gomaptah~ Jadi? Bagaimana? Sekeren apa Kris hyung di sini? Biasa aja… Cuma humoris, org humoris disukai banyak orang, kan? Doakan saja mba yunnie, semoga ganti kartu yang sinyalnya bagus biar bisa nangkep sinyal dari cahyo(?) #Taboked. Hm… gimana ya… kamu akan tauk deh kenapa Sehun kek anak kecil gitu, tunggu ya penjelasannya :* Tapi Soo bakal bikin Thehun sdikit manly deh buat kamu :) Gomaptah~~~~ Hwaiting! Keep review yaaah :*

Jung HaRa: Wuakaka, pesona abang kris emang sunguh-sungguh terlaluh~ Mian yaah.. aku ga tepat janji huweeee ;_; Keep reading, dear!

baekboy: Huweee~~~~ Mianhae, mianhae… -_-

minkook94: udah kejawab di chap ini yah, reviewersdeul tercintaah~ alasan manggil namja payah… hmm… because si cahyo ga mau ngertiin si mba yunnie yang lagi punya masalah berat sendiri(?) Dia kan juga lagi emosi, jadi yah gitu deh… tauk kalo lagi emosi org kek gimana(?) gitu deh, meledak-ledak ga jelas #IniApasihGueGakJelasBanget. Gomaptah dah ngikutin nih cerita gajeh~ Saranghaja~

minami Kz: Udah kejawab kan di chap ini? Gomaptah~~~

Luph ChanBaek KrisTao: Khekhekhe, KrisTao tetep di hati koook! Tenang-tenang… Siiiiaapppp!

Misunnie: Huaahahahahah reders penasaran, Soo bahagia, coz itulah tujuan utama Soo #dihajar Oke, tunggu selanjutnya ya, readersdeul!

Chanbaek Hard: Siiiiiaaaapppp :v

Fa: Hmm… RnR? Read and Review kah(?)

ade park: lalalalalalala siap kakak!

Guest: Wuakakakak, hebat kamuh bisa nebak #taboked Jangan tembok dong khekhekhe, siiippp gomaptah dah review! Keep reading, yap!

cbcb: Segitiga enam kek lambang EXO(?) khekhekhe, aiiihhh Soo terharu dikata ini cerita gaje seru #nangis Siap!

Yaaap! Sekiranya itu dia jawaban dari Soo! Sekali lagi, gomapta buat para reviewers, Soo jadi makin semangat nerusin ini cerita #gaje. Jangan bosen ngereview yaach! #alaymode:ON #WeAreOne #ChanBaek #Happy1200DaysWithEXO Saranghajaaaaaa~~~