Tittle:
Strategic Punishment
Author : SooBabySoo12
Main Pair: ChanBaek
Support Pair: KaiSoo, SuLay, HunHan, KrisTao, CrackPair!KrisHan
Rated: M
Genre: YAOI, NC, ROMANCE, COMEDY
Disclaimer: EXO kesayangan kita, milik bersama, milik Tuhan dan keluarganya. But, D.O is mine [dimusnahin Kai pake teleportnya]
SPESIAL THANKS:
minami Kz, minkook94, Su Hoo, adindaPCy, GingerBeeP, Mrswuhunhan, CussonsBaekby, BintangAlphard, cici fu, Exoo-klm, BabyWolf Jonginnie'Kim, Richa Byun926, odultLu, baexian ree, caaa (Guest), kkimjane, Guest(2), sofiamrwh, Stellar21 (Guest), chika love baby baekhyun, EXO love EXO, letslove-xo, bbaeksong92, KimKaihun8894, Luph ChanBaek KrisTao, angelaalay, FriederichOfficial, Jung HaRa, say yo, ssonghye, diahsshii, ade park, cbcb, seogogirl, Nataskuuk, Aya Nadyaa, Chanyeol hard, baekboy, Missunie, Fa, Guest, AkaSunaSparKyu, Beechanbaek, AnaknyaChanbaek92, KimChanChan0630, chanbaekins, deestacia, nutellabaekie, ChanBaek98.
==Makasih buat review-an dan follow+favo cerita ini! Huwaaa Soo terharu /nangis guling-guling/ padahal udah mikir ini cerita gaje abnormal gitu. Khususnya buat para reviewers, cheongmal gomawo yaa.. Soo padamuuh! #civok_atu-atu==
Ps: Sorry kalau kurang memuaskan wkwk, maklum eke author amatir yang masih terus belajar(?). Garis bawahi guys, it's my first time posting epep di sinih! Bangaptah~ | Yeeay! Akhirnya MV Love Me Right dah menembus 20M viewers! Seneng banget liat Dance practicenya LMR! Gomawo uri oppadeul! Soo saranghaee!
.
.
.
-00—!Warning!—00—
Typops betebaran, BL, NC, Dirty Talk di tiap percakapan
.
.
.
SETELAH MEMBACA TINGGALKAN REVIEW OR JEJAK LAINNYA JUSEYO! DON'T BE SIDER! SILENT REVIEWERS, BASHING NOT ALLOWED!
.
.
.
DON'T READ IF YOU DISLIKE YAOI AND NOT YAOI SHIPPER!
.
.
.
CHAPTER 4
.
.
.
LET'S LOVE CHANBAEK (1)
Thurs, 12 Jun
09:58
Lay invited Suho to the chat
09:58
Suho Joined the group
09:59
Lay invited Oh Luhan to the chat
09:59
Lay invited Kim Kai to the chat
09:59
Lay invited Oh Sehun to the chat
10:02
Kim Kai Joined the group
10:07
Oh Sehun Joined the group
LET'S LOVE CHANBAEK (4)
Kim Kai
Lay gege, kau melupakan kyunggie! – 10:08
10:09 – Eh, cheongmal? Mian… kau saja yang invite, Kai.
10:12
invited D.O to the chat
Suho
Gomapta, Yingxingie – 10:12
10:14 – Cheonma, chagi.
Kim Kai
Jangan bermesraan di sini, hyung. Menyebalkan. – 10:14
Suho
Bilang saja kau iri, Kkamjjong. – 10:18
Kim Kai
-_- – 10:21
10:22
D.O Joined the group
10:22 – Tuh, your prince sudah bergabung, Kai.
Kim Kai
Annyeong, Kyunggie chagi :* – 10:23
D.O
-_- – 10:24
Kim Kai
;_; – 10:24
10:32
Oh Luhan Joined the group
LET'S LOVE CHANBAEK (6)
Oh Luhan
Astaga… kalian benar-benar niat. – 10:46
Oh Sehun
Haha, jinjja daebak – 10:48
Kim Kai
Aish, apalagi ini!? dan ? Memangnya kalian sudah menikah!? – 10:48
Oh Luhan
Berisik kau Kkamjjong. – 10:50
Oh Sehun
Suruh Kyungsoo hyung menggunakan u-name . – 10:57
Suho
Eh? Kau tidak cadel, hun? – 10:58
Oh Sehun
Haha, kau lucu sekali, hyung. Ini kan chat -_- – 10:58
Suho
Khekhe, kupikir sama saja :P – 10:59
Kim Kai
Kau benar juga, Hun, khekhekhe – 11:00
D.O
Shireo. – 11:00
Kim Kai
Aish, kau langsung menolaknya, Kyunggie… padahal aku belum memintanya. – 11:01
Oh Sehun
Poor Kai – 11:02
Suho
Seperti yang sudah dirapatkan, arasso? – 11:28
11:32 – Chagi, aku lupa apa saja yang tadi kita rapatkan. Mian…
Oh Luhan
Kau benar-benar harus ke dokter, Xingxing. – 11:40
Suho
Untung saja kau tak lupa kalau kau namjachinguku, Yingxingie. – 11: 41
Kim Kai
Argh! Menyebalkan! Rasanya ingin left grup TT_TT – 11:41
Oh Luhan
Hush! Hush! Pergi kau Kkamjjong. – 11:42
11:43 – Khekhekhekhe XP
Suho
To do list
. . .
Post – 12:02
Suho
Jangan lupa lapor, arasso? Nanti akan kutandai yang sudah selesai. – 12:02
Oh Luhan
Aish, aku malas sekali untuk point terakhir -_- – 12:04
Oh Sehun
Hwaiting dear little deer :* – 12:07
Kim Kai
Aish… -_- – 12:08
D.O
Target terkunci, captain – 12:14
Suho
Good job, Kyung! – 12:14
12:15 – Kyungsoo daebak!
Oh Sehun
Baek hyung ke sini, menghampiri Chan hyung. – 12:16
Oh Luhan
Cih, dasar puddle itu -_- – 12:16
Suho
Jinjja? Yehet! Sesuai rencana! – 12:16
12:17 – Yehet!
Kim Kai
Library, 7th until drop! Let's move! – 12:18
Suho
Ayay, captain! – 12:19
Oh Luhan
Ayay, captain! (2) – 12:19
12:20 – Ayay, captain (3)
D.O
Ayay, captain! (4) – 12:20
Oh Sehun
Ayay, captain! (5) – 12:20
.
.
.
AUTHOR POV
Bel jam ketujuh menggema ketiap penjuru sekolah, dengan segera Baekhyun membereskan buku-bukunya yang ada di meja untuk dimasukkan ke dalam tas,
"Kau mau kemana, Baek?" tanya chairmatenya, Kyungsoo,
Baekhyun mendecih, "Terlalu cepat seribu tahun kau mengajakku mengobrol, Kyungsoo-sshi." Cibir Baekhyun sambil lalu berbalik badan meninggalkan bangkunya dan melesak keluar dari kelas secepat anjing helder yang tengah kelaparan,
.
.
.
LET'S LOVE CHANBAEK (6)
15:03 – Baekhyun sudah pergi menuju perpustakaan.
Kim Kai
Chanyeol baru saja bangun tidur -_- — 15:05
Oh Sehun
Dan sekarang baru berangkat. Kasihan Baek hyung. – 15:10
Suho
Ace One! – 15:11
Kim Kai
Hwaiting! – 15:12
.
.
.
BAEKHYUN POV
Sudah lebih 10 menit aku terduduk sendirian di salah satu sekat meja perpus, aku memilih tempat yang sedikit lebih ke dalam, karena bagian itu jauh lebih tenang dan sepi dan itu mampu membuatku konsentarasi— Well, aku tipe auditori, tidak bisa konsen dengan suara bising sedikit pun. Tapi, astaga… lama sekali tiang listrik yadong itu! Aish! Kalau bukan tutorku, sudah kuhajar dia. Aku memainkan pensilku berputar-putar di tangan, menghilangkan kebosanan sekiranya seperempat. Tiba-tiba, sosok namja berpostur bak namsan tower muncul dari balik rak buku, Ia menguap lebar dengan wajah yang terlihat seperti idiot sejati, aku segera mendapat jawaban tanpa harus bertanya padanya kenapa selama ini. Well, tiang listrik ini pasti tertidur di kelas (lagi), dan itu memang sudah hobinya.
"Sialan kau, aku sudah menunggu di sini dari tadi, paboya!" omelku sambil mempoutkan bibir kesal,
Chanyeol segera menghentikan kegiatan malas-malasannya dan berganti menjadi menatapku dengan tatapan dingin, "Bilang sekali lagi?"
Aku menjengit bingung, "Sialan kau." Yang itu?
"Selanjutnya?"
"Aku sudah menunggumu di sini dari tadi."
Ia mengerutkan keningnya, namun sudut bibirnya terlihat tertarik—menghasilkan senyuman bengkok kecil, "Coba ulangi lagi?"
Oh… kau memang benar-benar sialan, Park Chanyeol, kau tak bisa mengerjaiku! "Paboya!"
"Yya! Kubilang ulangi, bukan minta kata yang selanjutnya." Omelnya sambil berkacak pinggang,
"Paboya!" ulangku sekali lagi dan semakin lama aku semakin suka tiap melafalkan kata-kata itu untuknya, (khekhekhe)
"Ya sudah, aku pergi sa—"
"Aish! Yyak, Kau ini, masih saja bercanda! Aku sedang diburu waktu, Yeol." Potongku dan Chanyeol pun kembali membalikkan badannya, kemudian Ia pun terduduk dibangku yang berada di sampingku—bangku yang menempel pada tembok sehingga dia bisa bersandar,
Ia menghela napas malas, "Yang mana?" Aku pun segera menunjuk salah satu soal yang berada di buku cetak, Ia mengernyit sebentar, "Astaga… Laju reaksi saja kau tak bisa? Keterlaluan kau, Byun Baekhyun." Ia memejamkan matanya, "Laju reaksi bagian mana yang tak bisa?"
"Molari—"
"Yya! Itu sama saja semuanya!" Aku terlonjak karena bentakkannya, Tuhan, Park Chanyeol berubah menjadi begini galak kalau sudah menyangkut pelajaran… Ia memegangi keningnya, "Beritahu aku teori apa saja yang kau ketahui dari laju reaksi."
"La, laju reaksi dipengaruhi oleh—"
"Jangan yang itu! Anak TK juga tahu kalau hanya pengaruh Laju reaksi!" What the hell? Mana ada anak TK yang sudah belajar kimia!? "Mana soal ulanganmu yang remed?"
Aku mengeluarkan kertas ulanganku, belum sempat memberikannya, Chanyeol sudah merebutnya dari tanganku. Ia memperhatikan kertas itu dengan serius, "Sudah kuduga tak ada teori, kau beruntung. Baiklah mari kita mulai dari molaritas. Kupastikan kau akan jenius setelah keluar dari sini." Tukasnya sambil mengusap hidungnya dengan jempol.
Chanyeol menyuruhku merapat dan Ia mulai menjelaskan materi, namun entah mengapa samar-samar kami berdua mendengar suara aneh dari balik bilik meja kami,
"Ah, chagiya~ Apa tidak apa-apa kita melakukannya di sini?"
"Gwenchanha, chagih… area sini tempat tenang untuk perpustakaan,"
"Uuh, ternyata kau semakin berani."
'What
The
Hell
?'
Apa itu? What is that? Don' tell me—
"Abaikan saja. Ayo konsentrasi Byun Baek! Lihat, molaritas itu hanya—"
"memberimu rangsangan sedikit saja sudah menggoda begini."
"Ehem! Molaritas itu, cukup kau hapalkan rumus yang satu ini," lanjut Chanyeol sambil menunjuk salah satu sisi buku yang terdapat rumus, "Cukup masukkan—"
"Tanganmu ke bawah sini chagih~"
"Masukan rumus ini ke dalam soal, kau pasti menemukannya. KONSENTRASI BYUN BAEKHYUN!"
What the heaven is this? Mana bisa aku konsen sedangkan di sebelah sedang beriya-iya dengan hot? Chanyeol melotot padaku, oke, oke! Arasso, Park ssaem. Kau benar-benar luar biasa. Aku mengangguk, lalu memperhatikan buku yang Ia tunjuk dengan seksama,
"Chagi, sebaiknya kita pergi dari sini."
"Kau benar."
Fiuh… akhirnya manusia-manusia menyimpang itu pergi. Pasti karena lengkingan suara bass Chanyeol yang menyeramkan tadi.
"Coba masukkan rumusnya ke sini, lalu masukkan yang ini." Chanyeol benar-benar professional, dia tetap menuntun dan mengajariku dengan tekun, aku jadi bersemangat mengerjakan soal yang diberikan, namun tiba-tiba tangan Chanyeol memukul pelan—tapi cukup membuatku meringis sakit—punggung tanganku yang sedang menulis, "Yyak! Kubilang rumus yang ini! Biar pun hasilnya sama, tapi akan berbeda espektasinya! Ulang!" setidaknya aku masih bisa memaklumi dan tidak mengayunkan kepalan tanganku sekarang ke wajahnya, karena dia sedang menjadi tutorku.
.
.
.
LET'S LOVE CHANBAEK (6)
Suho
Kalian tahu? Park Chanyeol itu terdengar sangat mengerikan saat mengajar. – 15:49
Kim Kai
Apa kau berhasil, hyung? – 15:50
Suho
Molla. Kami ketakutan sendiri saat dia mengaum seperti macan yang terusik. – 15:50
Lay
Dia benar-benar menyeramkan. – 15:52
D.O
Ceritakan, hyung! – 15:54
Lay
Saat kami mulai mengeluarkan suara-suara menggairahkan tanpa benar-benar melakukannya, Chanyeol sudah mulai berdeham, kami menyambung-sambungkan perkataannya dan terdengar menjadi vulgar dan mesum. Saat itulah, Park Chanyeol berteriak keras memarahi Baekhyun, kurasa Baekhyun kehilangan konsentrasi di situ. – 15:57
15:57 – Aish… puddle itu benar-benar memalukan -_-
Oh Sehun
Bagaimana pun dia dongsaengmu, Luhannie… haha. – 16:00
Kim Kai
Jadi, intinya strategi yang ini berhasil apa tidak? – 16:03
Lay
Molla, Suho masih terus menamati mereka di perpustakaan. Aku sedang menuju ruang guru karena panggilan Lee-ssaem perihal lomba.– 16:05
Lay
Kita tunggu informasi darinya. – 16:06
Suho
KALIAN PASTI TIDAK PERCAYA DENGANKU! – 17:08
Kim Kai
Wae irae, hyung!? – 17:08
Lay
Waeyo? – 17:09
Suho
0:28 )))
(Play) (Share) – 17:11
.
.
.
CHANYEOL POV
"Selesai! Nah, sekarang cepat temui Cho Ssaem dan balas dendamlah, Byun Baek!" seruku sambil melepaskan pensil mekanik dari tanganku, Baekhyun menyunggingkan senyuman puas di wajahnya, mata sabitnya mengatakan seolah-olah aku adalah malaikat penolongnya, "Bisakah kau cepat pergi? Jangan memandangiku seperti itu terus!" Oh ayolah Byun Baek, aku ingin cepat-cepat ke kamar mandi!
"Chamkanmanyo, Park ssaem, aku akan kembali dengan hasil memuaskan!" ucapnya sambil lalu berdiri dan berbalik badan meninggalkanku.
Akhirnya, dia pergi juga, Tuhan! Aku pun segera beranjak berdiri juga dan pergi meninggakan tempat dudukku. Toilet! Toilet! Aku butuh itu sekarang juga! Beruntungnya toilet laki-laki lantai satu sangat sepi saat itu, karena mayoritas penghuninya adalah anak kelas tiga yang tengah disibukkan dengan pelajaran tambahan. Aku melesak cepat memasuki salah satu bilik toilet, menutup pintunya dan kemudian duduk di atas kloset yang tertutup. Kenapa tertutup? Karena aku bukan ingin buang air besar atau semacamnya, tapi…
Sreeeet
Suara resleting celana yang kubuka, kemudian aku pun menarik turun celana seragam sekaligus celana dalamku, segera keluarlah benda tegak itu dari sana. Oh damn good! Finally, benda menyiksa ini terbebas juga dari saranganya. Well, aku horny. Because what? Because of suara-suara menyebalkan dari oknum tak bertanggung jawab, kemudian Byun Baekhyun sendiri, tapi aku terus berakting professional dan menekan semua libido yang membuncah-buncah di kepalaku. Pikiran kotor itu menjalari otakku ketika mendengar kegiatan gila itu, sesekali mataku terperangkap oleh tingkah Baekhyun yang kurasa membuatku semakin buruk. Menggigit bibir bawah, menyentuh bibir cherrynya itu dengan telunjuk tangannya, ataupun tak sengaja mengekspos leher putihnya saat tengah mengerjakan soal, tiap kali melakukan itu, aku merasa Ia memanggilku untuk mulai melumat bibir cherrynya or mulai memberikannya jejak dileher putihnya itu. Astaga… malangnya diriku, hanya melihat dia yang seperti saja sudah membuatku horny bukan kepalang. Ini semua karena orang-orang itu! Tak mau berlama-lama, aku mulai menyentuh penisku dengan kedua tangan, aku mulai menggedik nikmat, dan tangan-tangan itu mulai melakukan tugasnya, mengocok dalam tempo lambat, sedang kemudian semakin brutal, tak lupa pikiranku ikut membayangkan sosok Byun Baekhyun yang tengah menggigit bibir bawahnya, menganggap bahwa dia tengah menggodaku dengan tangannya yang melakukan blowjobs pada junior lapar ini.
"Aaah…sssshhh…B, Baekkhhh… kauhh benar-benarhhh…"
Lenguhan itu lolos keluar dari mulutku, aku mempercepat tempo tanganku mengocok-kocok penisku sendiri sembari terus memikirkan Byun Baekhyun.
"Baekkhh… fasterhhh… tanganmuhhh benar-benarr..aakkhh…ssshhh!"
Kurasa aku semakin mendekati klimaksku, tanganku mulai lelah, namun aku tetap menggerakan tangan-tangan ini,
"Akkkhh… Byun Baekhh! Aku hampirhhh….sshhh…sampaihhhh! BYUN BAEKKKHHH!"
Crooot crooot
Aah… Finally.
.
.
.
LET'S LOVE CHANBAEK
((( 0:28
17:11 – (Play) (Share)
Kim Kai
Fuck this shit! Aish! Jinjja! No kidding, dude! – 17: 12
D.O
Kai! Jaga kata-katamu! – 17:13
Oh Sehun
Aku tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Serius, ini benar-benar… – 17:13
Oh Luhan
Gila! Park Chanyeol! – 17:13
Lay
Astaga. – 17:14
Kim Kai
Mianhae, chagiya. Tapi… aku benar-benar tak habis pikir! Chanyeol Onani! – 17:15
17:16 – Aku juga masih tak percaya kalau dia akan melakukan ini.
D.O
Aku juga tak habis pikir. – 17:18
Oh Luhan
Dia menahannya selama satu jam? Dia mengajari Baekhyun dengan penyiksaan seperti itu? Hell is real! – 17:20
Oh Sehun
Chan hyung memang benar-benar hebat. Kalau aku mungkin sudah memperkosamu di perpus, Lu, kkkk :D – 17:22
Oh Luhan
Sebelum itu terjadi, kau sudah tak bernapas, Hun! – 17:22
Oh Sehun
Just kidding, Hannie-aah ;_; – 17:24
Kim Kai
Aish! Jinjja, Baek hyung benar-benar membuatnya tersiksa, Luhan hyung! Aku iba pada Chanyeol. Dongsaengmu benar-benar payah! – 17: 26
17:26
Oh Luhan deleted Kim Kai from the chat
Oh Sehun
Asdfghjkl! Yya! Luhan hyung! Kenapa kau mengeluarkan aku, eoh!? (Kai) – 17:27
17:27
Oh Luhan deleted Oh Sehun from the chat
D.O
-_- Hyung… kau benar-benar kejam. Bahkan dengan namchinmu sendiri. – 17:28
17:28 – Lu, jangan bercanda. Jangan leftkan mereka berdua! Mereka punya peran paling penting!
17:30
Suho invited Kim Kai, Oh Sehun to the chat
17:30
Kim Kai joined the group
17:30
Oh Sehun joined the group
Oh Luhan
Kalau kau melakukannya lagi, aku tak segan-segan left! – 17:31
Kim Kai
Ampun hyung TT_TT . Damai, ok? – 17:32
Oh Luhan
Ok. – 17:32
Oh Sehun
Mianhae, chagiya… Sehun tidak bermaksud, Kai yang merebut hpku tiba-tiba. – 17:33
Oh Luhan
-_- – 17:33
.
.
.
AUTHOR POV
Terlihat namja mungil yang berlarian dengan wajah yang begitu bahagia, Byun Baekhyun, Ia baru saja menyelesaikan remedial kimia dengan Cho ssaem. Dilihat dari wajahnya, dapat disimpulkan bahwa namja ini dinyatakan lolos remed. Senyum tak berhenti menghiasi bibir cherrynya yang manis, Baekhyun masuk ke dalam perpustakaan, dan langkahnya segera terhenti di dekat bilik-bilik tempat duduk perpustakaan yang salah satunya ditempati oleh seorang namja bertubuh raksasa yang tengah menenggelamkan wajah tidurnya dilipatan tangan yang menempel di meja. Chanyeol, dia tertidur setelah lelah melakukan permainan solo di kamar mandi. Tapi, bagi Baekhyun Ia tertidur karena lelah mengajarnya, tapi itu bukan kesimpulan yang salah juga.
"Hm… kasihan sekali Park ssaem, dia pasti kelelahan. Mianhae, Yeol…" gumamnya sambil lalu menggeser bangkunya dan duduk, Ia menyangga kepala miringnya dengan siku, memperhatikan si jangkung yang tengah tertidur pulas,
"Euuungh…" lirih Chanyeol dan sedikit menggerakan kepalanya, mengganti posisi hingga kini wajahnya dapat terlihat total di mata Baekhyun,
Baekhyun tertawa kecil melihat wajah bodoh Chanyeol yang masih terlelap, perlahan telunjuk Baekhyun bergerak mendekati kening lebar Chanyeol, Ia menyentuhnya dan sedikit menekan, "Kau benar-benar terlihat bodoh, Yeol, khekhekhe, tapi sialnya jenius." bisiknya terkekeh, namun kekehannya terhenti dan berganti dengan mata yang terbelalak karena tiba-tiba salah satu tangan Chanyeol yang bebas mencengkram pergelangan tangan Baekhyun. Jantung Baekhyun semakin mencelos, saat tangannya dituntun kebibir penuh milik Chanyeol dan kemudian,
Hap!
Chanyeol menenggelamkan telunjuk Baekhyun ke dalam mulutnya, lidah Chanyeol memainkan jari lentik itu di dalam mulut. Astaga… wajah Baekhyun segera memerah total, Chanyeol kembali memasukan jari yang lain hingga akhirnya 3 jari lentik Baekhyun berada di dalam rongga bersaliva itu. Jantung Baekhyun semakin tak karuan berdetak, Ia merasakan sebuah sensasi asing yang menjalari ujung-ujung jarinya, benda tak bertulang itu terus melumat lembut jari Baekhyun layaknya lollipop.
"Nggh, Y, Yeol…?"
Chanyeol menghentikan kulumannya, dan mengeluarkan jari-jari itu dari mulutnya. Benang bening segera terlihat ketika Ia keluarkan jari Baekhyun—saliva Chanyeol.
"Y, Yeol—"
Sret!
Tangan panjang Chanyeol mendadak menarik kepala Baekhyun hingga membuatnya menungging, dan kemudian—
Chuup!
Mata sabit Baekhyun melebar sempurna, ketika kedua benda kenyal itu dipertemukan. Sengatan listrik segera mengaliri seluruh permukaan wajah Baekhyun yang sebelumnya memang telah memerah. Satu detik, dua detik, tiga detik,
Chanyeol melepaskan bibirnya, "Aku sudah tak tahan hanya mengulum jari manismu, chagi… Bibirmu benar-benar menyenangkan." Ucap Chanyeol yang masih terpejam sambil lalu kembali menautkan bibirnya, Baekhyun yang masih terkena shok hanya bisa pasrah dengan perlakuan Chanyeol,
Chuup!
Bibir Chanyeol kini mulai bermain-main di bibir cherry Baekhyun, membuat lumatan-lumatan kecil di bibir Baekhyun yang masih terkatup rapat,
"Aah… cpk, buka mulutmu, sayang~"
Baekhyun memejamkan matanya, dengan berat, Ia mendorong paksa tubuh Chanyeol hingga membuatnya terjatuh dari kursi. Bunyi bedebam terdengar kemudian, Chanyeol meringis kesakitan karena bokongnya yang terantuk sempurna dengan lantai perpustakaan. Kini matanya baru terbuka, dan mata itu segera menangkap sosok mungil yang sedaritadi hadir di dalam mimpinya,
"Aish! Sakit sekali… yya! Byun Baek—" kata-katanya tercekat ketika melihat mata bulan sabit itu berkaca-kaca dan beraut kacau, "Bae, Baekhyun!?"
Baekhyun berdiri dari tempat duduknya, Ia menutup bibirnya yang baru saja diperkosa oleh Chanyeol. Matanya mulai berderai cairan bening, hati Chanyeol mencelos hebat, melihat orang yang Ia sukai begitu terpukul di depannya, Ia mulai bangkit perlahan, menyeimbangkan tubuh limbungnya yang masih kurang konsentrasi akibat baru bangun tidur,
"Ma, maafkan aku, Baek… kukira itu hanya mim—"
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi Chanyeol, "Sialan kau Chanyeol!" caci Baekhyun, kemudian Ia berlari melewati Chanyeol dan meninggalkannya pergi keluar dari Perpustakaan,
Beruntung kini lorong sekolah telah benar-benar sepi, tentu saja, sekarang sudah pukul 6 lewat. Semua siswa telah pulang sejak pukul setengah 6, Baekhyun terus berlari dengan isakan perih. Baru semalam Ia mengatakan pada hyungnya bahwa Ia akan membuktikan menjadi namja normal dan menepis fakta yang ada, namun hari ini dia malah di cium oleh seorang namja, dan lebih parahnya namja itu adalah Park Chanyeol—jangan lupakan fakta bahwa itu adalah ciuman pertamanya. Ia melambatkan langkahnya karena isakkannya semakin menjadi-jadi bahkan menggema di seluruh lorong dengan penerangan redup itu.
GREP!
Lengan Baekhyun tersambar oleh cengkaraman tangan yang besar, langkahnya sukses terhenti karenanya,
"Baekhyun!" suara bass itu menyambangi telinganya, suara yang paling tak ingin Baekhyun dengar untuk saat ini dan kedepannya, "Maafkan aku, ok? Kan sudah kubilang aku tidak sengaja."
Baekhyun masih tak mau menatap pemilik suara dan tangan itu, Ia masih saja terpaku pada lorong kosong di depan sana, "Lepaskan, sialan!"
Chanyeol tersentak dengan suara dingin Baekhyun, "Shireo!" egoisnya memuncak dalam berapa detik, karena sosok mungil itu tak mau menatapnya, namun kini sosok itu mulai menoleh setelah mendengar jawaban darinya,
"Kau belum puas mengulum jariku, eoh!? Kau belum puas menciumku, EOH!?" matanya menyorot tajam mata onyx Chanyeol, wajah manisnya kini telah berubah menjadi kacau, tanpa aba-aba, tangan kekarnya menyambar pinggang Baekhyun dan mengangkatnya ke atas punggung, membopong tubuh ringan Baekhyun secara paksa, tak peduli empunya memberontak setengah mati. Chanyeol terus berjalan tegap melewati lorong-lorong itu ditemani oleh teriakan Baekhyun serat pukulan tangannya yang terus menerjang kepala dan punggung Chanyeol.
BRUK!
Tubuh Baekhyun diturunkan kasar dan disandarkan di tembok belakang sekolah, "Kau! Kenapa kau membawaku ke sini!?"
TEP!
Salah satu tangan Chanyeol ditempelkan di tembok, Ia menatap Baekhyun dengan wajahnya yang tak seramah biasanya, "Jawabanku tentu belum puas, Baek!" geram Chanyeol padanya,
"M, mwo—"
"Kau bertanya padaku apa aku belum puas menciummu dan mengulum jarimu?" Ia menghela napas kasar, "Jawabanku BELUM PUAS, BYUN BAEK."
Baekhyun terkesiap, air matanya mulai menggenang lagi.
"Apa kau tahu, selama 4 tahun ini aku terus dan terus tersiksa karena terus menahan perasaan ini padamu, Baek?" Bugh! Tangan mengepal Chanyeol memukul tembok yang disandari Baekhyun, "4 tahun tidak cukup terbayar dengan dua ketidaksengajaan itu, Byun Baekhyun!"
Tes Tes…
Air mata Baekhyun kini benar-benar berjatuhan bebas melewati pipi mulusnya yang memerah, perasaannya begitu campur aduk. Tanpa perlu menjelaskannya, Baekhyun sudah mengerti maksud namja bertubuh jangkung itu. Memang benar Baekhyun selalu saja remedial dalam berbagai pelajaran, tapi dia tak sebodoh itu sampai tak dapat menebak jalan cerita apa yang tengah dibawakan oleh seorang namja bernama Park Chanyeol yang kini tengah mengukungnya di antara tembok. Chanyeol menyukainya, dan itu sudah berjalan 4 tahun. Bukan waktu yang singkat untuk sebuah proses percintaan.
"Ke, hiks, kenapa?" cicit Baekhyun terisak, alis Chanyeol bertautan bingung, "Kenapa harus aku, eoh?"
"Mwo?"
"Sudah kubilang, aku tak seperti Luhan hyung. Aku jelas berbeda darinya." Baekhyun menggigit bibir bawahnya menahan isakan yang rasanya ingin benar-benar meledak, "Aku—"
"Normal?" Chanyeol terkekeh miris, "Ya, kau normal Baek, sedangkan aku tidak." Lanjutnya disambili oleh senyuman tipis yang terlihat begitu nelangsa,
Chanyeol melepaskan kungkungannya dari tembok, membiarkan Baekhyun terbebas dari lengan-lengan panjangnya, "Maafkan, aku, Yeol… bukan maksudku mengatakan itu. Tapi… hanya saja… aku selalu berpikir bahwa… kau dan aku… hanyalah teman masa kecil, dan itu tak lebih. Karena kau dan aku adalah namja, dan itu wajar, tak ada hubungan lebih antara kita."
Raksasa itu masih terus menundukkan kepalanya, menenggelamkan ekspresi wajahnya yang tak perlu dijelaskan lagi bagaimana bentuknya. Hancur. Itulah yang dirasakan oleh namja itu.
"Kumohon, Yeol. Kembalilah seperti yang dulu, masa-masa dimana kita sebagai teman baik… dan akrab satu sama la—"
"Kau tahu, Baek? Jika ada seseorang yang menembak, lalu ditolak oleh orang itu, maka hanya satu jawabannya, tak ingin melihat lagi sosok penolak itu, dan itu adalah fakta." Chanyeol akhirnya menunjukkan wajah tersembunyinya, namun hal itu justru membuat namja mungil itu kembali terkesiap dengan kata-kata yang Ia ucapkan, "Kau baru saja menolakku, Baek. Dan itu juga fakta."
Tubuh Baekhyun meringsut di tembok, Ia benar-benar dilanda kegemingan sekarang, pikirannya sangat berkecamuk, "A, aku tidak menolakmu, Yeol!" Baekhyun menelan salivanya kasar, "Hanya saja, aku masih belum bisa menerima ini semua." Ucap Baekhyun lirih,
Maksudnya?
"Aku hanya sedang bingung, Yeol. Aku benar-benar bingung, di sisi lain aku ingin mempertahankan kenormalanku, namun di sisi lain aku tak ingin kehilanganmu. Aku—"
Chuup!
Bibir Chanyeol telah membungkam kelanjutan perkataan namja manis itu, kedua tangannya menekan tengkuk Baekhyun guna memperdalam ciuman. Baekhyun kembali mengeluarkan air mata, perlakuan Chanyeol membuatnya semakin tak berdaya. Ciuman itu begitu dalam, namun bibir Baekhyun tetap bungkam seperti sebelumnya, terkatup rapat seperti hatinya. Chanyeol terus melumat bibir itu, mengigit bibir bawah Baekhyun dan melesakkan lidahnya secara paksa di dalam sana, meraupnya berkali-kali, memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, sampai akhirnya Ia mengakhiri sendiri ciuman sepihak itu dengan dahi yang tertempel satu sama lain. Nafas Chanyeol terasa di wajah Baekhyun, kemudian, Ia menarik tubuh mungil Baekhyun hingga jatuh kepelukannya,
"Beri aku kesempatan, Baek… Kumohon… setidaknya setelah itu, kau boleh menolakku." Chanyeol mengeratkan pelukannya, perlahan tangan Baekhyun mulai bergerak kepinggang Chanyeol mengeratkan masing-masing tangannya di sana—tidak melingkarkannya, hanya sekedar mengeratkan.
"Waktu, Yeol. Aku hanya butuh waktu."
***ChanBaek***
Motor merah itu berhenti di depan gerbang rumah Baekhyun, Baekhyun pun segera melenggang turun dari motor tersebut. Chanyeol sang pengemudi tampan melepaskan helmnya, Ia menyunggingkan senyuman manis pada Baekhyun yang tengah berdiri di samping motornya,
"Thanks, Yeol." Ujar Baekhyun tersenyum lemah,
Chanyeol menyentuh pipi mulus Baekhyun dengan telapak tangannya lembut, jempolnya dibiarkan mengelus pipi itu perlahan, "Maafkan keegoisanku, Baek. Maaf telah membuatmu kesulitan menghadapi prinsipmu sendiri. Maafkan aku."
"Asal kau tak meninggalkanku, Yeol. Apapun."
"Kau takut aku meninggalkanmu?" Chanyeol menaikkan salah satu alisnya,
"Aku hanya tak bisa membayangkan bila tak ada orang jenius yang bisa mengajariku seperti kau, Yeol." Baekhyun terkekeh, Chanyeol mulai mempoutkan bibirnya, "Bercanda. Entah mengapa aku merasa takut akan hal itu. Aku masih belum tahu kenapa, mungkin karena terlalu sering bersama?"
Namja tampan itu tertawa renyah, "Mungkin karena daya Tarik ketampananku, Baek." Tuturnya narsis seperti biasa,
Baekhyun mendecih, "Kau masih kalah tampan daripada aku, tiang listrik!"
"Mana ada! Kau itu manis, tahu!"
"Aku tidak mau memulai perdebatan sekarang, Yeol. Aku manly dan tampan, dan kau harus mengakui itu."
"Hmph! Oke, oke, Tuan Manly nan tampan. Aku tak akan memulai perdebatan sekarang, puas?"
"Ya, sangat puas!" Tak kuat lagi namja tinggi itu untuk menahan hasratnya mengacak-acak rambut caramel milik Baekhyun yang tiap kalinya selalu telihat lembut dan berwangi manis,
Tin!
Suara klakson menghentikan kegiatan Chanyeol yang tengah mengusak gemas rambut Baekhyun, sorot lampu mobil menyilaukan pandangan mereka berdua, beberapa detik kemudian, mesin mobil itu mati, kemudian keluarlah sosok jangkung dari dalam sana, namja itu bertepuk tangan setelahnya,
"Wow, apa aku tertinggal sesuatu?" tanya suara yang tak asing lagi untuk di kenali, "Hyung melihat pemandangan indah di sini."
"Kris hyung.." Panggil Baekhyun lirih, yah, namja tinggi itu adalah Kris, wajahnya terlihat berbinar-binar
"Apa kalian… berpacaran?"
"Bukan urusanmu!" timpal Chanyeol kasar,
"Ok, ok, baiklah bukan urusanku." Tuturnya yang kini telah berdiri di dekat mereka berdua,
"Mau apa kau? Kenapa tidak masuk saja langsung ke dalam?"
"Ah, aku malas, lagi pula di sini ada Baekhyun, jadi sebaiknya aku sekalian saja melakukannya di sini."
"Melakukan apa?"
"Kau lupa? Hhh… Tunggu di sini." Kris berbalik badan kembali menuju mobilnya, Ia membukakan pintu dan kemudian segera terlihat namja bertubuh tak jauh tingginya dari Kris keluar dari sana,
Dada Chanyeol segera tergelak, Ia tahu apa yang akan dilakukan Hyungnya, Ia ingin berteriak, tapi hal itu rasanya mustahil, karena kini dua sosok itu telah berdiri di dekat mereka,
"Perkenalkan dirimu, sayang." Titah Kris lembut,
"Annyeonghaseo, Huang Zi Tao imnida. Maaf bila bahasa Koreaku berantakan." Ucap namja bermata panda itu seraya membungkuk sopan,
Chanyeol segera menolehkan kepalanya menuju Baekhyun, menatap namja mungil itu yang kini jelas tengah terpaku pada sosok namja yang dibawa oleh Hyungnya. Ada yang berbeda pada sorot matanya, seolah menceritakan berbagai hal yang terbungkam rapih di sana, namun dapat di simpulkan sedikit, setidaknya mata itu mencerita seseorang, seseorang bernama Huang Zi Tao.
TE BE CE
Soo's Time
Aduh! Soo minta maaf, ini kurasa gaje gituh yaaah… maaf tiba-tiba jadi galau and gak lucu *bow* yah, gapapa kan? Abis kalo lucu mulu entar meninggal kebanyak ketawa(?) dibilang sedih juga engga sih, drama gagal iya #Hikssss. Next, tunggu yaah… Si Tao-Tao udah keluar nih, hayooo apa yah selanjutnya? Tunggu next chapt, and REVIEW JUSEYOOOO :*
Answer's Time
AkaSunaSparKyu: Amin! Doain aja, ne! Mian-mian, ini ngaret banget huweee… Soo udah mulai disibukkan sama perkuliahan soale. Mian, but Happy reading! Thanks udah ngereview!
Minkook94: Salam cinta dari Soo, benar-benar suka banget ama kamu, makasih udah jadi reviewers setiaaaa~ Soo padamuh! KkKKK, tapi merekaah malaikat2 penyatu ChanBaek. Keep review nee!
FriederichOfficial: Huwaaa gomawo, duh Soo jadi malu dipuji #taboked. Happy reading and keep review ne!
BabyWolf Jonginnie'Kim: Iya tuh gimana sih bang Cahyo #krikrikrik Happy reading dear! Keep review! Sranghae from Soo :*
Beechanbaek: Kkkkkkk, jangan gitu dong… ok sip kakak! Keep review ne!
AnaknyaChanbaek92: Kkkkkk, anaknya Chanbaek mulai berkoar. Amin! Doain aja mamih papihnya yaaaaa!
