Tittle:

Strategic Punishment

Author : SooBabySoo12

Main Pair: ChanBaek

Support Pair: KaiSoo, SuLay, HunHan, KrisTao, CrackPair!KrisHan

Rated: M

Genre: YAOI, NC, ROMANCE, COMEDY

Disclaimer: EXO kesayangan kita, milik bersama, milik Tuhan dan keluarganya. But, D.O is mine [dimusnahin Kai pake teleportnya]

SPESIAL THANKS:

minami Kz, minkook94, Su Hoo, adindaPCy, GingerBeeP, Mrswuhunhan, CussonsBaekby, BintangAlphard, cici fu, Exoo-klm, BabyWolf Jonginnie'Kim, Richa Byun926, odultLu, baexian ree, caaa (Guest), kkimjane, Guest(2), sofiamrwh, Stellar21 (Guest), chika love baby baekhyun, EXO love EXO, letslove-xo, bbaeksong92, KimKaihun8894, Luph ChanBaek KrisTao, angelaalay, FriederichOfficial, Jung HaRa, say yo, ssonghye, diahsshii, ade park, cbcb, seogogirl, Nataskuuk, Aya Nadyaa, Chanyeol hard, baekboy, Missunie, Fa, Guest, AkaSunaSparKyu, Beechanbaek, AnaknyaChanbaek92, KimChanChan0630, chanbaekins, deestacia, nutellabaekie, ChanBaek98, ThatXX94, tutihandayani, Yulyul, Guest, Parkizuna, Heo Min Jae, xiyumin, BaekkkChannD'Light92, qwertyxing, NadyaLee, AmyBellKim, baekyeol, Warzone666, devrina, whenKmeetK, Kim Zaa, DOUBLE-YU, CandleLight0506

==Makasih buat review-an dan follow+favo cerita ini! Huwaaa Soo terharu /nangis guling-guling/ padahal udah mikir ini cerita gaje abnormal gitu. Khususnya buat para reviewers, cheongmal gomawo yaa.. Soo padamuuh! #civok_atu-atu==

Ps: Sorry kalau kurang memuaskan wkwk, maklum eke author amatir yang masih terus belajar(?). Garis bawahi guys, it's my first time posting epep di sinih! Bangaptah~ || Well, akhir-akhir ini exo semakin gencar diserang netizen n haters, kita harus kuat! Hwaiting oppadeul! Still #WeAreOne

.

.

-00—!Warning!—00—

Typops betebaran, BL, NC, Dirty Talk di tiap percakapan

.

.

.

SETELAH MEMBACA TINGGALKAN REVIEW OR JEJAK LAINNYA JUSEYO! DON'T BE SIDER! SILENT REVIEWERS, BASHING NOT ALLOWED!

.

.

.

!DON'T READ IF YOU DISLIKE YAOI AND NOT YAOI SHIPPER!

.

.

.

CHAPTER 5

.

.

.

CHANYEOL POV

Tok Tok Tok

Suara bunyi ketukan pintu terdengar samar ditelingaku, aish… siapa sih itu, aku malas sekali membukanya. Kurasa aku baru tidur 1 menit yang lalu, kenapa sudah ada saja makhluk yang mengganggu, eoh?

TOK TOK TOK

Ketukan pintu itu semakin menjadi-jadi, dengan terpaksa aku membuka mataku, eh apa ini? Aku masih berada di meja belajar kamarku? Huh, pantas saja pinggangku sakit semua…!

TOK! TOK! TOK!

"Iyaa!" Pasti ini Kris hyung yang sedang kesulitan dengan tinta printer, dia selalu seperti ini ketika tengah mengerjakan tugas kuliah dan tiba-tiba tintanya mengalami gangguan teknis,

CKLEK

"Ada apa sih—eummmphh!" what the heaven is this? Tiba-tiba perkataanku terpotong dengan benda kenyal yang menerjang bibirku, aku memfokuskan mataku dan itu semakin membuatku terbelalak,

Aku berusaha keras melepas ciuman itu, "Cpk! BA, BAEKHYUN!? WA, WAE—eummphh!"

"Cpk, Ah.. hah… Berhentilah berkata, Yeol! Just kissing, please!" jelas Baekhyun dengan sedikit terengah, lalu Ia kembali menciumku, mendorongku memasuki kamar

What is this!? Siapapun bisa jelaskan padaku!? Apa ini mimpi!? Baekhyun memperdalam ciumannya dengan mengalungkan tangannya dileherku, Ia membuat lumat-lumatan menggairahkan yang terasa begitu terburu-buru. Tsk! Persetan dengan mimpi! Kini aku mulai membalas ciuman itu dan berperan sebagai dominan. Kuangkat tubuh mungil Baekhyun yang terasa begitu ringan seperti tubuh seorang yeoja, tanganku mengangkat dua bongkahan padat bagian bawah Baekhyun, dan karenanya Baekhyun pun melingkarkan kaki-kainya dipinggangku.

"Euugh.." shit! Baekhyun melenguh ketika tak sengaja dua benda sensitive milik masing-masing tak sengaja bersentuhan saat aku mengangkatnya. Libido semakin membuncah-buncah dan melampiaskannya dengan memperdalam ciumanku, menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian, salah satu tanganku menggapai kenop pintu dan…

BLAM

Pintu kamar tertutup, aku menggendong Baekhyun sambil berjalan menuju ranjang tanpa melepaskan tautan bibir barang satu detikpun, dan akhirnya aku terduduk di bibir kasur dengan Baekhyun yang masih berada dipangkuanku. Ciuman itu semakin terasa liar, aku menekan tengkuk Baekhyun dan mulai melesakkan lidahku kedalam, Baekhyun melenguh, dan itu semakin membuatku gila untuk menjelajahi rongga bersalivanya dengan brutal, memaksa lidahnya untuk bertarung dan membuatnya semakin terbuai dengan serviceku. Jika ini mimpi, maka aku tak ingin terbangun. Merasa bibir cherry ini adalah impianku sejak 4 tahun yang lalu, dan kini aku merasakannya, menyesapi bibir manis ini yang semakin manis ketika aku memainkannya.

Baekhyun tiba-tiba mendorongku pelan membuat bibir cherry itu lepas dariku, aku sedikit mengerang frustasi karena belum puas dengan bibirnya, tapi wajahnya sangat merah. Oh, astaga… aku sampai lupa untuk membiarkannya bernapas. Namun jantungku semakin berdetak keras ketika melihat wajahnya itu, memerah, dengan bibir yang sedikit membuka, saliva yang berada di sudut-sudut bibir bahkan sampai ada yang turun di dagu lentiknya, jangan lupakan matanya, oh damn! Mata sayu itu benar-benar mengundangku untuk melakukan lebih, "Akkhhhh… Yeolliehh… eunggghh…Nnnnhhh~" desahan kembali lolos dari mulutnya ketika aku menerjang leher mulusnya, mengisap, gigit, dan menjilatnya, berkali-kali kulakukan itu pada leher jenjangnya,

"Ennghhh… Yeolliehh~ mnnnhhh… Aaahhh.." racau Baekhyun semakin membuatku menggila, celanaku semakin menyempit dan benda itu terus bergesek dengan milik Baekhyun yang sama-sama masih terbungkus rapih dengan celana. Tanganku mulai melesak masuk ke dalam t-shirt hitam Baekhyun yang tipis, mencari-cari benda itu dan… gotcha! Aku mendapatkan dua benda lembut itu yang sudah terasa menegang di jari-jariku, "Aakkh… Yeolllhhh…."

Ganti posisi—aku merebahkan badanku hingga akhirnya badanku terhimpit oleh badan Baekhyun yang menindih di atasku. Kemudian aku berputar dan kini Baekhyun yang ada di bawah kungkunganku. Aku menatap mata Baekhyun lekat-lekat, begitu pun dengannya, Ia menatapku dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata sayunya yang menggoda, aku tersenyum, melihat sosok sempurna ini dalam jarak sedekat ini. Mendadak jari lentik Baekhyun menyentuh keningku lalu semakin turun ke hidung, "Yeolhh… kulum…" titah Baekhyun terdengar seksi,

Tanpa berpikir panjang, segera kugenggam tangannya dan memasukan jari telunjuknya ke mulutku, dengan cepat lidahku bermain dengan jari lentiknya itu dan itu membuatnya semakin gila mendesah, damn! Bagaimana jika yang kukulum milikmu, Baek? Apa kau menjerit? Kumasukan jari-jarinya yang lain, hingga akhirnya tiga jari lentik berada di dalam mulutku, astaga… jari-jarinya terasa begitu nyata untuk dirasakan di dalam mimpi,

"Nggh, Y, Yeol…?"

Cukup. Aku ingin kembali merasakan rasa bibir Baekhyun yang membuatku candu dengan manisnya. Kukeluarkan jarinya dari mulutku, kemudian aku menarik kepala Baekhyun hingga akhirnya,

Chuuup!

Kuraup kembali dengan rakus bibirnya dan kini bibirnya juga semakin terasa nyata menyentuh bibirku, namun kali ini bibir itu sangat rapat, tak memberiku celah untuk memasukan lidahku ke dalam. Aku mengerang frustasi, "Aah… cpk, buka mulutmu, sayang~" racauku disela raupan panas itu. Bukannya mendapat respon dari bibirnya, aku malah di dorong kuat oleh Baekhyun dan…

BRUK!

Aku merasa begitu sakit di daerah sekitar bokongku dan saat itu pula aku segera tersadar bahwa semua ini…

"Bae, Baekhyun!?"

…bukanlah mimpi.

Aku bersusah payah untuk berdiri dari lantai perpustakaan, well kau tahu aku baru saja bangun tidur. Sangat sulit membuat keseimbang untuk saat ini, apalagi aku juga terjatuh cukup keras tadi. Samar-samar kulihat wajah Baekhyun yang kacau dan itu semakin terlihat jelas ketika mataku memicing fokus, itu semakin membuatku tertampar keras. Baekhyun menangis?

"Ma, maafkan aku, Baek… kukira itu hanya mim—"

PLAK

Well, selamat datang dunia nyata, Park Chanyeol sudah tersadar seratus persen sekarang!

.

SKIP TIME

.

"Wow, apa aku tertinggal sesuatu?" tanya suara yang tak asing lagi untuk di kenali, "Hyung melihat pemandangan indah di sini."

"Kris hyung.." Panggil Baekhyun lirih,

"Apa kalian… berpacaran?" Kris hyung bertanya dengan menampakan wajah berbinar yang persis seperti idoit yang tengah dirudung kebahagian,

Yeah, sejak pergelutan panas dan penuh air mata tadi, akhirnya aku dan Baekhyun berbaikan. Eum… tunggu, tadi Kris Hyung bilang apa? Berpacaran? What the… heaven? Aku ingin, tapi itu terlalu mustahil untuk sekarang. Baekhyun membutuhkan waktu, sekiranya itu yang Ia ucapkan diakhir pergelutan kami. Namja manis itu tak mau kehilanganku, entah apa maksudnya, yang jelas aku cukup merasa mendapat kesempatan dari kata-katanya—setidaknya aku belum ditolak mentah-mentah.

"Bukan urusanmu!" timpalku tajam,

"Ok, ok, baiklah bukan urusanku." Tuturnya yang kini telah berdiri di dekat kami,

"Mau apa kau? Kenapa tidak masuk saja langsung ke dalam?"

"Ah, aku malas, lagi pula di sini ada Baekhyun, jadi sebaiknya aku sekalian saja melakukannya di sini."

"Melakukan apa?"

"Kau lupa? Hhh… Tunggu di sini." Ia berbalik badan dan kembali berjalan menuju mobil, tunggu, tunggu? Aku lupa apa? Dia mau melakukan apa? Mataku semakin memicing pada sosok Kris hyung yang tengah berbincang sebentar dengan seseorang di dalam mobilnya. Siapa? Oh My God! Aku baru ingat!

"Arasso, aku minta maaf dan besok aku akan memperkenalkannya padamu, puas?"

Kata-kata Kris hyung waktu itu kembali terngiyang di kepalaku. Andwae! Ini tak boleh terjadi! Aku masih belum tahu bagaimana perasaan Baekhyun yang sebenarnya! Apa dia menyukai Kris hyung atau tidak! Tapi semuanya sudah terlambat, dua sosok tiang itu telah menghentikan langkahnya mantap di depan kami berdua,

"Perkenalkan dirimu, sayang." Titah Kris pada namja yang tingginya berbeda sedikit darinya,

"Annyeonghaseo, Huang Zi Tao imnida. Maaf bila bahasa Koreaku berantakan." Ucap namja bermata panda itu seraya membungkuk sopan,

Mataku segera menangkap raut Baekhyun dan… selamat! Tolong bunuh aku sekarang. Kulihat Baekhyun begitu shok melihat namja yang baru memperkenalkan diri itu. Entah apa yang ada dipikirannya aku tak tahu, tapi aku sangat ingin tahu! Tidak! Ini tidak baik! Aku harus segera menghentikan suasana canggung ini secepat mungkin,

"Baek, masuklah, besok kau harus bersekolah lagi." Ujarku padanya yang masih tak bergeming—tetap menatap namja bermata panda itu, "BAEK!" suaraku meninggi dan itu sukses membuat Baekhyun mengerjapkan mata dan menoleh padaku,

"Hei, ayolah Yeol, sejak kapan hyung mengajarimu menjadi tidak sopan begini, eoh? Memutuskan pembicara—"

"Aku tidak peduli!" potongku cepat, semua mata terbelalak padaku, aku kembali menatap Baekhyun, "Baek masuklah." Baekhyun mengangguk lemah, kemudian bergerak masuk dan menghilang dari pagar rumahnya yang kini kembali tertutup rapat,

"Park Chan—"

"Aku mau pulang. Urus saja pacarmu sendiri. Aku terlalu lelah hari ini. Bye." Tanpa menunggu respon dari Kris hyung, aku menyalakan motor dan mengendarainya memasuki garasi rumah yang terbuka automatis—setelah menekan tombol di tembok pagar luar dan memberikan password.

***ChanBaek***

AUTHOR POV

Di sepanjang perjalanan, Kris terus menggenggam tangan namjachingunya dengan salah satu tangannya yang tak memegang stir, sesekali melepaskannya hanya untuk mengganti persneling kemudian tangan hangat nan besar itu kembali menggenggam tangan lentik namjachingunya,

"Maafkan aku, sayang, maaf, adikku memang sedang tidak baik moodnya akhir-akhir ini." Tukas Kris dengan pandangan yang mengarah ke jalanan depan, namun ibu jarinya mengusap-usap punggung tangan namjanya dengan lembut,

Namja bermata panda itu tersenyum, "Gwaenchanha… aku bisa mengerti. Saat-saat SMA seperti itu, remaja sedang pubertas dan suka berpengaruh buruk terhadap moodnya." Tuturnya lembut,

"Kau… memang luar biasa, baby… tak salah aku jatuh cinta padamu." Sanggah Kris sambil terkikik kecil, "Kurasa ilmu psikiatri sudah mendarah daging di dirimu, sayang." Lanjutnya membuat namjanya kembali menyunggingkan senyum di bibir cat lips-nya,

"Aku sudah mengatakannya, Ge. Aku ini calon psikiater terkenal yang akan dipuja-puja di seluruh dunia."

Kris tertawa geli melihat tingkah kekanak-kanakkan namjanya yang masih tak lupa untuk hadir dari dirinya, "Hilangkan dulu kenarsisanmu, baru aku akan mengakuinya! Lalu, lepaskan semua tindikan itu dari telingamu." ledeknya sambil mengusak-usak rambut cokelat kopi namja itu gemas, "Kau tak mau dipanggil psikopat oleh pasienmu akibat penampilan funky-mu, bukan?"

"Eung.. akan kupikirkan nanti. Tapi, aku merasa bahwa penampilanku ini bisa membuat orang mengingatkan sepanjang hidup, atau bahkan memberiku nobel karena menyandang gelar psikiater funky?" Dan mereka kembali tertawa, namun entah mengapa, tawa namja bermata panda yang biasa dipanggil Tao itu terhenti dan berganti menjadi wajah khawatir, Kris menyadarinya,

"Ada apa sayang? Apa ada yang membuatmu bingung, hm?"

"Tidak… hanya saja…" Tao terdiam sejenak, "Aku tiba-tiba teringat dengan namja mungil yang bersama dengan adikmu. Aku… seperti pernah melihat wajah itu sebelumnya… tapi aku tak yakin…"

Kris segera mengangguk, seakan paham dengan maksud kekasihnya, "Tentu saja kau pernah melihatnya, sayang, karena dia adiknya Luhan."

Mata panda miliknya segera terbelalak, mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang barusan Ia dengar. Kris mendaratkan tangannya dipucuk kepala namja china itu dan mengusapnya dengan lembut beberapa kali,

"Ma, maksudmu, Byun…Luhan?" Kris mengangguk, "Kau tidak sedang bercanda?"

"Tentu tidak, sayang… oh, apakah aku tak pernah menceritakan bahwa kami tinggal bersebelahan?" kini Tao yang menganggukkan kepalanya, Kris mengutuk dirinya sendiri, "Maafkan aku sayang, aku tak pernah menceritakannya. Ya, kamu tinggal bersebelahan, hubungan keluarga kami baik, walaupun Luhan masih… well… dingin. Tapi adiknya berbeda, dia sangat hangat dan periang. Namanya Byun Baekhyun, dia sangat dekat dengan adikku, Chanyeol."

Tao meringsut dibangkunya, Ia seperti tengah mengalami dejavu. Menghadapi keluarga bermarga Byun itu terasa begitu menyiksanya, memaksanya kembali terhisap dalam lubang hitam masa lalu,

"Apa aku membuatmu marah, sayang?"

Tao menggeleng lemah, "Tidak… hanya saja… aku seperti kembali ke masa lalu, Ge…"

Kris menghentikan mobilnya di pinggiran jalan sembarangan, kemudian Ia menatap lekat-lekat kekasihnya dengan pandangan menegaskan,

"Dengarkan aku, Tao. Kau tak perlu dihantui rasa bersalah, ok? Luhan adalah kesalahanku, bukan kesalahanmu. Semua ini karena egoku yang membuncah dan tak terkontrol saat itu. Kau cukup memikirkan dirimu, buatlah dirimu terus merasa bahagia bersamaku dengan tidak mengandalkan masa lalu kita, arasso?" dengan beberapa keraguan, akhirnya Tao pun mengangguk, dan Kris pun segera menarik kepala Tao dan mendaratkan bibirnya di kening namja itu, mengecup lembut penuh rasa cinta yang mendalam, "Aku mencintaimu, Tao. Tak ada lagi Luhan atau pun Byun sekalipun."

.

.

.

Klining!

Suara notif line membuat Baekhyun yang baru saja memasuki kamar lepas membersihkan badan alias mandi segera bergerak menuju meja belajarnya dan mengambil handphonennya,

Dobby

Kau sudah tertidur, Baek? – 20:54

Baekhyun menghela napas, ternyata Chanyeol yang baru saja mengirimnya. Kemudian Ia bergerak menuju ranjangnya dan menghempaskan tubuh mungilnya dengan tangan yang masih menggenggam handphone. Namja itu tersenyum iseng kemudian,

Klining!

Park Baekhyun

Kalau sudah, aku tak akan membaca dan membalas linemu, dobby! – 20:54

Berbeda halnya dengan Baekhyun yang menamai Kontak Line Chanyeol dengan nama abnormal, Chanyeol lebih memilih mengganti nama marga Baekhyun menjadi marganya. Hey, kurasa kau terlalu cepat tanpa persetujuan untuk melakukan itu, Park Chanyeol! Dan perlu dicatat bahwa Baekhyun tak mengetahui soal itu, kau bisa membayangkan jika namja mungil itu mengetahuinya. Sifat kecuekan Chanyeol adalah salah satu sifat utamanya, Ia tak pernah peduli, sebanyak apa nama julukan yang dilontarkan namja mungil itu padanya. Chanyeol tersenyum saat mendapat balasan line dari pujaan hatinya, tangannya pun kembali bergerilya di layar iPhonenya,

Klining!

Dobby

Kuanggap dobby sebagai panggil sayangmu untukku, Baek, Kkkk~ Oh, ya kau sudah makan malam? – 20:56

Baekhyun mendecih, "Kenapa menjijikan sekali, eoh? Kita belum jadian, Yeol!" ocehnya pelan, kemudian Ia mengetik balasannya,

Klining!

Park Baekhyun

Iuh! Menjijikan! Jangan menanyakan hal yang seakan kita sudah berhubungan, Yeol. – 20:58

Chanyeol terkikik, ada kalanya Ia menjadi senang mengganggu namja sensitive ini, "Dasar namja keras kepala. Kau masih saja tak mau mengakuinya, Baek. Payah…" celetuknya pelan,

Klining!

Dobby

Ayolah, aku hanya menanyakannya karena aku dipercaya eomma untuk mengurus kalian berdua selagi orang tua kalian pergi. – 21:00

"Alibi!" desis Baekhyun sambil memicingkan mata,

Klining!

Park Baekhyun

Kalau begitu harusnya kau juga line Luhan hyung! – 21:01

Chanyeol semakin terkikik melihat balasan namja mungilnya itu, "Kau memang jenius, Baek. Tapi, aku jauh lebih jenius." Ia bersmirk ria,

Klining!

Dobby

Sayang sekali, aku sudah didahului Sehun untuk melakukan itu. Dan aku bukan tipe pengulang pertanyaan, Byun Baek. – 21:03

Baekhyun memutar matanya sesaat membaca balasan Chanyeol, "Ukhh… dasar tukang ngeles!"

Chanyeol menantikan balasannya namun sebuah ketukan pintu terlebih dahulu menginterupsi,

TOK TOK TOK

"Park Chanyeol, buka pintunya. Aku tahu kau belum tidur di dalam sana." Dan suara Kris terdengar kemudian dari luar kamar, dengan malas Chanyeol beranjak berdiri dari kursi malas nan empuknya dan beranjak menuju ambang pintu dan,

CKLEK

"Mwo?" tanya Chanyeol sesaat membuka pintu kamarnya,

Kris menatapnnya tajam, "Kenapa kau tidak sopan tadi, hm? Hyung tidak suka dengan sikapmu tadi, Yeol." Tukas Kris dengan emosi yang ditahan dengan sempurna seperti biasa, Kris bukan tipe hyung yang suka bermain kasar dalam situasi emosi sekuat apapun,

"Aku hanya sedang lelah. Aku sudah mengatakannya, bukan?"

"Tapi bukan begitu caranya, Yeol. Hyung menghargai kelelahanmu, tapi bukan perilaku seperti itu yang Hyung ajarkan padamu, ingat? Harus tetap menghargai, apalagi yang kau hadapi tadi lebih tua darimu."

Chanyeol memutar matanya malas, kemudian Ia menarik tubuhnya memasuki kamar, "Arasso, hyungnim. Jaljayo." Ujarnya sambil lalu menutup pintu,

"Jangan tidur terlalu malam, Yeol. Eomma berpesan padaku. Oh iya, Tao juga menitipkan salam padamu, katanya salam kenal." Chanyeol hanya menjawab dengan 'hm' malas, Ia terdiam sejenak memandangi langir-langit kamarnya sambil bersandar dipintu, matanya menatap ke atas sana dengan pandangan lelah. Mungkin Ia lelah dengan percintaannya sendiri yang terasa begitu berbelit dan membingungkan. Chanyeol menghela napas panjang dengan kasar, "Tao, Tao, Huang Zi Tao. Aku bersyukur kau sudah mempunyai pacar, hyung. Sekiranya aku bisa bebas mengejar Baekhyun tanpa ancaman darimu." Ocehnya lalu Ia kembali menuju bangku malasnya, mengambil handphone dan Ia segera mendapati notif line yang cukup banyak dari Baekhyun,

Park Baekhyun

Dasar dobby pembuat alibi. – 21:05

Huh, hari ini kau benar-benar berbuat cabul padaku, yadong! – 21:06

Bisa saja aku mengadukannya pada polisi, untung aku sedang berbaik hati. Tapi untuk selanjutnya, aku serius akan melaporkannya! – 21:06

Tapi aku tetap harus berterimakasih padamu untuk hari ini. Terimakasih telah mengajariku, dengan itu aku bisa lolos dari remedial Cho ssaem yang mengerikan. – 21:06

Hei! Kau tidur? – 21:07

Yya! Dobby jelek! – 21:07

Dasar manusia tukang tidur! –21:07

Chanyeol namsan tower! – 21:07

Hhh.. sudahlah. Menyebalkan! Kau mengabaikanku, maka aku akan mengabaikanmu juga! –21:08

Aku tidur! –21:08

Chanyeol tertawa geli setelah membaca deret pesan line dari Baekhyun, terlihat jelas sebenarnya namja mungil itu tanpa sadar mulai menyukai namja berpostur bak namsan tower itu. Tapi Ia tetap berpegang pada prinsip normalnya yang menekannya untuk tidak menunjukkan perasaan itu secara blak-blak. Huh, Baekhyun yang malang. Chanyeol terdiam sejenak, entah apa yang sedang Ia pikirkan, namun beberapa menit kemudian sebuah seringai segera menghiasi bibir flatnya. Bukan Chanyeol namanya kalau tidak memilki tabiat iseng tingkat dewa(?), Iya menyentuh tombol 'Pesan Suara' dan mulai merekam,

Klining!

Baekhyun segera meraba handphonenya yang Ia buang sembarang di antara bantal akibat kesal tak kunjung mendapat balasan. Ia memaksa matanya yang sempat tertutup untuk kembali terbuka, dan Ia segera mendecak setelah melihat pesan yang baru saja masuk,

Dobby

1:12 )))

(Play) (Share) – 21:11

"Huh? Pesan suara? 1 menit?" Kemudian Baekhyun pun menyentuh tombol (play) dan segera terdengar suara bass milik Chanyeol yang mengalun lembut membawakan lagu 'Nothing on You',

If I told you I was perfect I'd lying

If there's something I'm not doing but I'm trying

I know I'm not angle…

But I'm not so bad, no, no, no

.

If you see me at the party conversating

That doesn't mean telephone number are exchanging

I know I'm not angle, boy

But I'm not so bad, no, no, no

.

You should know these

Beautiful boy the next door from me

I want you to be mine and my time never be waste

Cause I'm in love with you baby

In love with you baby

Yeeaa, e, yeaah~

.

Saranghae bbuing bbuing, Baekkie-ah~ Jaljayo~

Blush! Wajah Baekhyun resmi memerah sepanjang lagu itu terlantun dan semakin parah saat bait-bait terakhir lagu itu yang diganti liriknya ditambah dengan perkataan Chanyeol yang berbbuing-bbuing ria. Oh God! Siapapun aku merasakan hal yang sama atau bahkan menjerit histeris sekalipun bila mendapat vn dari seorang namja bernama Park Chanyeol yang notabenenya namja tampan, tinggi, dan jenius. Perfect! Baekhyun beranjak berdiri dan berlari meninggalkan kamarnya, menuju dapur yang berada di lantai satu, membuka kulkas, mengambil salah satu kaleng minuman bersoda, dan

Gluk gluk gluk

Dalam beberapa tenggak, namja mungil itu sudah hampir menghabiskan isi soda kalengnya. Ia membanting kaleng tersebut di meja counter, wajahnya masih sempurna memerah. Tanpa aba-aba, Baekhyun berteriak dengan ribuan oktafnya yang melengking super pengang,

"BYUN BAEKHYUN! KAU KIRA INI JAM BERAPA?!" teriak Luhan dari lantai atas karena teleponannya dengan sang kekasih sukses terganggu akibat lengkingan suara nereka milik Baekhyun yang tengah frustasi.

***ChanBaek***

BAEKHYUN POV

"Kalau kau melakukannya lagi, akan kubotaki rambutmu, Park Chanyeol! Aku bukan beautiful boy!" omelku ketika kami bertemu di depan gerbang rumah, well namja tiang listrik itu memang sengaja berhenti untuk kembali menjemputku, Chanyeol hanya mengeluarkan cengiran lebar nan idiot dari wajahnya,

"Tapi kau suka, kan?" ledeknya kemudian,

"M, mworago!? Ma-mana ada!" elakku, oh man! Kenapa harus terbata, idiot!? Chanyeol tertawa geli, dan aku hanya bisa mempoutkan bibirku kesal,

"Jangan melakukan itu, Baek."

"Melakukan apa?"

"Mempoutkan bibirmu, atau aku akan memakanmu." Tuturnya dengan nada rendah sambil menjilat bibirnya nafsu,

Aku langsung menghajar kepala Chanyeol dengan map berisi kertas-kertas yang kubawa, "DASAR NAMSAN TOWER YADONG!"

.

.

.

"Huahahaha! Jinjjayo!?" Kyungsoo terus tertawa seperti anak autis, Ia benar-benar terpingkal mendengar ceritaku tentang semalam, tentang Chanyeol yang mengirimiku pesan suara dan juga tentang pagi ini, "Kalian benar-benar membuatku sakit!" lanjutnya masih tertawa memegangi perut,

"Berhenti tertawa, Kyung, atau aku akan memutuskan lehermu." Kemudian Kyungsoo pun menghentikan tawanya dan berdehem-deham pelan,

"Lalu? Bagaimana?" tanyanya setelah itu,

"Bagaimana apa?"

"Hhh… kau menerimanya tidak?"

Aku memutar mataku malas, "Kau memberiku pertanyaan yang sudah kau tahu jawabannya, Kyung."

"Bagaimana bisa kau tidak menerimanya? Chanyeol baik, pintar, tampan, atlet—"

"Tapi dia juga namja dan aku normal, pabo! Aku tidak sepertimu dengan kekasih gaymu itu."

Kyungsoo berdecih, "Kau tahu, Baek. Kalau kau mengatakan itu pada pasangan lain, maka kau akan habis dihajar oleh mereka. Beruntung aku yang kau katai seperti itu. Gay bukanlah penyakit."

"Lalu apa? Penyimpangan sex? Kau pikir itu bukan penyakit juga?"

Kyungsoo menghela napas kasar, "Cinta itu tidak memandang atas siapa dan dimana, Baek. Cinta itu suatu anugerah dan hasrat indah yang dihadiahi Tuhan."

Aku tertawa renyah, "Setidaknya cinta bukan untuk membutakan logika, bukan? Kau masih dapat berpikir jernih, kan, Kyungsoo? Apa dada besar wanita kini sudah tak membuat jantungmu berdesir nikmat? Apa kau tak tertarik lagi dengan yeoja, eoh?"

Kyungsoo memejamkan matanya, kemudian Ia menepuk pundakku berirama, "Kau akan tahu nanti, Baek. Aku tak mau banyak bicara. Kau akan merasakannya saat kau benar-benar terjerumus dalam dunia kami."

"Shireo! Kau mendoakanku, eoh?"

"Well, mungkin jahatnya seperti itu, Baek. Karena aku ingin tahu, apa yang akan keluar dari mulutmu setelah kau merasakannya."

Bunyi bel menggema ke seluruh ruang kelas, aku masih menatap Kyungsoo dengan pandangan yang tak dapat diartikan lagi. Kesal, tak terima, merasa dilecehkan, benci, bingung, ingin tahu, semua bercampur aduk dalam satu tatapan.

Tawaku menggelegar ke seluruh ruang kelas, lalu aku memukul pelan punggung Kyungsoo, "Sialan kau, Kyungsoo! Aku kubuktikan bahwa aku bisa bertahan!" tukasku optimis, dan itu wajib aku lakukan!

Kyungsoo tertawa pelan, "Semoga saja, Baek." Dan kemudian Kim ssaem pun memasuki ruang kelas.

.

.

.

LET'S LOVE CHANBAEK (6)

Fri, 13 Jun

13:09 – Sepertinya aku ingin mengundurkan diri dari misi ini.

Suho
Mwo? Kau kenapa Kyungsoo? – 13:10

Oh Luhan
Kau kenapa Kyung? Apa Kai berbuat macam-macam lagi, eoh!? – 13:10

Lay
Jangan begitu, Kyungie. Kau berperan penting dengan misi ini. – 13:11

Oh Sehun
Ada apa dengan Kyungsoo-hyung? – 13:12

Suho
Dimana Kai, Hun? Kenapa dia tidak muncul di grup? – 13: 14

Oh Sehun
Kai sedang dipanggil Jung ssaem perihal olimpiade Fisika sejak sebelum istirahat. – 13:15

13:20 – Tidak, bukan karena Kai. Hanya saja… aku merasa tidak nyaman untuk melanjutkan misi ini.

Oh Luhan
Tidak mungkin hanya karena itu, kan, Kyungsoo? Ceritakan saja pada kami! – 13:22

13:25 – Mianhae semuanya.

D.O left from the chat

.

.

.

AUTHOR POV

GREEEEK!

Suara pintu kelas yang digeser dengan keras dan kemudian terlihat sosok namja berkulit tan dengan wajah kacau dan berkeringat namun tetap terlihat tampan dan manly. Tak peduli dengan tatapan heran semua orang yang berada di kelas itu yang notabenenya merupakan senior kelas 2, Ia mencari-cari sosok namja mungil bermata bulat di kelas itu, namun nihil, Ia tak menemukannya di sini, tapi Ia menemukan sosok namja mungil yang lain, namja mungil yang selalu duduk bersama dengan orang yang Ia cari,

"Baek hyung!" panggil namja itu dan namja mungil yang awalnya tengah berkutat dengan buku-buku soal itu pun menoleh, Ia berjalan mendekati mejanya, "Apa kau lihat Kyungie?"

"Oh, tadi katanya Ia kurang enak badan, lalu minta izin pulang jam keempat. Saat aku mencoba menawarkan diri untuk menemaninya, dia malah menolak."

"Sebenarnya apa yang terjadi, eoh? Tadi pagi aku berangkat bersamanya dan kami tertawa-tawa, hyung! Dia tak terlihat sakit sama sekali." Ocehnya dengan raut frustasi, "Ceritakan padaku apa yang kalian lakukan selama di kelas, dan sejak kapan sikapnya berubah." Titah Kai seraya terduduk di bangku kosong milik Kyungsoo, beruntung saat itu Choi songsaengnim tidak bisa hadir karena rapat, jadi kelas Baekhyun dan Kyungsoo kosong,

"Eum, kami melakukan hal-hal seperti biasanya, mengobrol ketika tak ada guru, belajar, yah, seperti biasa. Mungkin sebenarnya dia sakit, tapi tak mau menunjukannya padamu. Tapi… aku juga heran sih… tadi pagi dia tertawa geli sesaat mendengarkan ceritak—"

"Cerita apa saja yang kau ceritakan pada Kyungsoo, hyung?"

Baekhyun mengerutkan dahinya, "Hm… tentang kejadian kemarin bersama Chanyeol, Chanyeol yang mengirim pesan suara malam hari, dan tentang aku yang memukul kepalanya karena bertindak mesum. Itu saja."

"Lalu? Apa yang kalian bicarakan selanjutnya? Apa kalian sedikit…berdebat, mungkin?"

Baekhyun berpikir keras sejenak, dan kemudian matanya segera terbelalak dengan mulut yang menganga, "Astaga! Jangan bilang…"

"Apa? Kalian berdebat?"

"Eum, yah… kami sedikit berdebat…"

"Berdebat soal apa?" Kai semakin memburu Baekhyun yang kini mulai berkeringat dingin,

"A, aku mengatakan bahwa gay itu salah… dan aku menyindir Kyungsoo apa dia tidak tertarik lagi dengan dada besar seorang yeoj—"

BRAK! Kai bangkit berdiri dan menggebrak meja, "Itu dia! Kenapa kau tega sekali, hyung? Bagaimana bisa kau mengatakan itu padanya!?"

"Mak, maksudmu?"

"Kau kejam, hyung."

Kai segera melesak meninggalkan Baekhyun dengan tatapan dan kata-kata yang tajam. Baekhyun masih tertegun dibangkunya. Ada apa sebenarnya? Apa aku telah menyakti perasaan Kyungsoo—batin Baekhyun terus bergemuruh. Kai terus berlari dan berlari, mencari kekasihnya tanpa tahu dimana Ia berada. Ia mengutuk keras perkataan hyungnya. Bagaimana bisa dia mengatakan itu, eoh!? Ia kembali meraih handphonenya, dalam keadaan masih berlari, Ia mencoba kembali menghubungi namjanya,

'The number you're calling is not act—'

"AKKKHH! Sialan! Hyung! Kyungsoo!"

***ChanBaek***

Terlihat Luhan, Lay, dan Suho yang berjalan cepat kebingungan, raut muka mereka tak terlukiskan lagi, keninng mengkerut, air muka yang pucat, serta bibir yang terkadang bergumam sendiri atau punberteriak-teriak memanggil satu nama: Do Kyungsoo. Hoobae mereka yang tiba-tiba left grup dan sekarang menghilang entah kemana. Mereka masih mencarinya di sekitar sekolah, dan kini mereka tengah pergi menuju kelas 1A,

"Bagaimana? Apa Kai sudah menemukannya?" tanya Luhan dengan wajah khawatir pada Sehun, Sehun menggeleng lemah,

"Bagaimana ini? Aku sudah menghubungi orang tuanya dan mereka bilang Kyungsoo tak ada di rumah." Lay terus menggigit bibir bawahnya dengan bingung,

"Loh? Ada apa ini? Kenapa kalian bertiga ke kelas kami?" tanya Chanyeol yang baru saja memasuki kelas dan menemukan ketiga sunbaenya di kelasnya dengan wajah kebingungan, "Kenapa dengan raut kalian?"

"Darimana saja kau?" Luhan malah balik bertanya padanya,

"Tadi aku dipanggil Kim sonssaengnim untuk membicarakan keikutsertaan olimpiade lalu aku juga bertemu dengan coach Lee perihal turnamen, wae?"

"Kyungsoo menghilang." Kini Suho yang bersuara,

"M, mwo!? Bagaimana bisa!?" kini muka Chanyeol seketika berubah menjadi panik juga,

"Si puddle itu mengatakan sesuatu yang harusnya tidak boleh dikatakan, apalagi di depan Kyungsoo. Cih, namja rewel itu sekarang sedang meratap di belakang sekolah." Oceh Luhan sambil melipat kedua lengannya kesal,

Lay menepuk pundak namja tinggi yang semakin berwajah panik itu, "Temuilah dia Yeol, Ia membutuhkanmu sekarang. Biar kami yang mencari Kyungsoo. Pelan-pelan kau beritahukan dia perihal Kyungie, agar dia bisa mengerti apa kesalahannya, arasso?" titah Lay dengan lembut seperti biasa, Chanyeol pun mengangguk, kemudia Ia segera berbalik badan melesak keluar kelas, menuju taman belakang seperti yang telah diberitahu Luhan.

.

.

.

CHANYEOL POV

Aku terus berlari mencari sosok mungil itu, menuruni tangga demi tangga dan akhirnya sampai dilantai satu. Kemudian aku berlari menuju taman belakang dan tanpa mencarinya dalam waktu yang lama, akhirnya aku menemukan sosok bergetar itu, tengah meringkuk sendiri di salah satu bangku taman belakang sekolah. Aku berjalan pelan mendekatinya dan kemudian terduduk tepat di sampingnya,

'Hiks, huhuhiks…'

"Ba-Baek…?" namja mungil itu mendadak mengangkat kepalanya dan menatapnku, kemudian Ia menghamburkan pelukannya padaku,

"Kyung-hiks-Kyungsoo, Yeol…hiks!" isaknya sambil memelukku, aku pun mulai melingkarkan tanganku di badannya, mengusap punggung pelan, "Karena, hiks, aku, Kyungie-hiks-hilang…"

"Menangislah semau yang kau bisa, Baek, tapi setelah itu kau harus menjanji padaku untuk tersenyum, aracchi?"

Setengah jam kemudian, Baekhyun akhirnya berhenti menangis, tapi Ia masih meringkuk dengan sedikit sisa isakkan, matanya membengkak sempurna, beruntung eyeliner yang dipakainnya adalah waterproff, kalau tidak penampilannya akan semakin memperparah keadaan, seluruh wajahnya masih sedikit menyisakan rona merah akibat tangis. Hening, hanya isakan lirih Baekhyun yang terdengar samar,

"Boleh aku bercerita?" tanyaku membuka pembicaraan, Baekhyun pun menganggukan kepalanya sebagai persetujuan, "Mungkin Kyungsoo menyimpan rahasia ini rapat-rapat darimu, seandainya waktu itu Kai tak kelepasan bercerita padaku, mungkin aku jug atak akan pernah tahu kisah masa lalu Kyungsoo yang sangat menyedihkan itu. Kumohon, setelah ini jangan pernah ulangi perkataan itu lagi Baek di depannya, yang pernah mengatakan tak tertarik pada yeoja di hadapan Kyungsoo-hyung."

Dengan isakan kecil Baekhyun menyahuti, "Ja..ngan bilang kau Kyungsoo…"

"Ya, dia punya trauma pada yeoja. Dia pernah dicampakkan, dan itu sangat menyakitkan. Bisa kau bayangkan cinta pertamamu berakhir dengan pengkhianatan?" Baekhyun mengangguk lemah, "Well, Kyungsoo menyukai seorang yeoja, dia menyukainya dalam diam, namun suatu hari, yeoja Ia sukai itu memberi respon, bahkan mengajak Kyungsoo-hyung untuk berteman. Hingga akhirnya, saat kelas 2 SMP, Kyungsoo dihasut teman-temannya untuk berani menembak yeoja itu, dan ternyata yeoja itu menerimanya. Sembilan bulan pertama, semua berjalan dengan baik, mereka selalu terlihat serasi dan bahkan selalu bersama-sama, bulan kesepuluh, sebelas, dan akhirnya setahun masa jadian mereka, Kyungsoo mulai disibukkan dengan lomba-lomba karya ilmiah, karena kebetulan Ia ditunjuk sebagai ketua karya ilmiah siswa, dan pacarnya itu juga sibuk menjadi seorang cheers, satu tahun 4 bulan, masing-masing individu itu semakin sibuk, Kyungsoo dikirim keluar negeri karena kelompoknya memenangkan essay penelitian, mirisnya lagi saat perayaan natal mereka yang kedua, Kyungsoo meminta maaf pada kekasihnya bahwa dia tidak bisa merayakan karena harus kembali dikirim ke Swiss untuk perlombaan berikutnya. Sangat berat juga bagi Kyungsoo, membiarkan kekasihnya itu melewatkan natal seorang diri, dengan bermodal tekad, Ia pulang ke Korea menggunakan uang tabungannya, meninggalkan lomba demi kekasihnya. Bukan hal indah yang menyambutnya saat diam-diam membuat kejutan untuk yeojanya di rumahnya sendiri, Ia malah menemukan pacar kesayangannya itu tengah beriya-iya panas dengan seseorang yang tak dikenalnya, bahkan Kyungsoo sempat mendengar pembicaraan mereka, 'Apa pacar culunmu itu tak pernah menyentuhmu barang satu kali pun?' si namja bertanya di sela-sela kegiatan mereka, 'Ani, tak pernah. Ia hanya menciumku, itupun hanya sekali dan ciumannya sangat payah. Kurasa dia gay.' Lalu kau tahu? Karena itu, Kyungsoo-hyung hampir melakukan percobaan bunuh diri, beruntung saat itu tak sengaja Jongin menemukannya dan berhasil menghentikan aksi nekatnya lompat dari atap sekolah. Yeah, Kai dan Kyungsoo satu SMP."

Air mata Baekhyun mulai turun lagi membasahi pipi-pipinya, aku pun mengusap pipinya itu, menghilangkan air mata dari sana, "Uljima… jangan menangis lagi. Kuharap dengan ini kau mengerti maksudku dan paham atas kesalahanmu."

"Mianhae… Yeollie-ah… hiks…"

Klining!

Handphoneku berbunyi, aku pun merogoh kantung celanaku dan mendapatkannya. Setelah membaca pesan itu aku segera tersenyum, "Jangan minta maaf padaku, Baek. Minta maaflah pada orangnya secara langsung." Tukasku kemudian, Baekhyun membesarkan matanya yang sudah bengkak,

"Ma-maksudmu—"

"Ya, Kyungsoo-hyung sudah ditemukan."

***ChanBaek***

AUTHOR POV

Dua namja mungil itu kini sedang berpelukan erat, deru tangis terdengar cukup jelas dari keduanya. Akhirnya setelah lama mencari, Kai menemukan Kyungsoo di salah satu taman yang jauh dari sekolah, taman yang memiliki kenangan tersendiri bagi namja bermata bulat itu. Kai bermandikan keringat, dia dikipasi oleh Chanyeol dan Sehun menggunakan tangan mereka masing-masing, sedangkan Suho, Lay, dan Luhan masih berada di sekolah, berhubung mereka sudah kelas 3, mereka dilarang keras untuk keluar dari sekolah pada jam tambahan,

"Kau hebat, Kai, bagaimana bitha kau menemukannya, eoh?" tanya Sehun masih sembari mengipasi,

Kai menyeringai bangga, "Apapun tentang Kyungie, aku pasti akan mengetahuinya. Insting seorang kekasih." Ucapnya sambil terkekeh, dan ketiga namja itu akhirnya sama-sama tertawa,

Setelah beberapa menit kemudian, adegan reuni dan maaf-maafan BaekSoo pun berakhir, kini mereka semua beranjak kembali ke sekolah ditemani dengan langit sore yang berwarna jingga temaram.

"Kai… maafkan aku, ya?" pinta Baekhyun dengan mata puppy eyesnya yang siap menghujam jantung seme mana pun, beruntung Kai bukan tipe cepat terpesona dengan uke selain miliknya,

"Kau membuatku repot, Baek hyung. Untung saja baby Soo-ku tidak pergi terlalu jauh." Celetuknya sambil lalu mencium pucuk kepala Kyungsoo yang berada di dekapannya,

"Yya! Bagaimana bisa kau bermesraan di depanku!?" omel Baekhyun tiba-tiba,

"Kenapa tidak? Kau masih berpikir gay itu menjijikan? Mulailah buang semua pikiran negatifmu terhadap kami, hyung. Lalu mulai isilah keyakinanmu, bahwa cinta itu tak memandang siapa dan dimana." Timpal Kai yang terasa begitu tak asing lagi untuk di dengar,

"Tunggu… sepertinya aku pernah mendengar—"

Kyungsoo terkekeh, "Aku pernah mengatakan hal yang sama, Baek." Jelasnya membuat Baekhyun segera mengangguk karena teringat, "Kita memang serasi, bukan? Iya kan, Jongie?"

"Ne, majayo, my love~" kemudian mereka berdua berciuman singkat dan tertawa, "Ouch, sepertinya kita harus lari, Kyung. Kurasa sebentar lagi ada yang akan melempar kita dengan sepatunya!" dan kata-kata itu tertuju pada Baekhyun yang tengah membulatkan matanya setelah melihat adegan singkat Kaisoo yang berlovey dovey ria, Kai dan Kyungsoo pun berlari, diikuti Sehun, kemudian Chanyeol,

"YYA! SIALAN KALIAN!" teriak Baekhyun sambil berlari, mungkin otaknya sedikit terhambat karena terlalu banyak menangis jadi Ia baru menyadari maksud dari perkataan Kai,

"YANG PALING TERAKHIR SAMPAI DI SEKOLAH HARUS TERAKTIR BASKIN ROBBIN!" Teriak Kai sambil tertawa,

Sehun berlari paling cepat, mendahului Kaisoo yang berlari sambil bergandengan tangan, menghindari siksa dompet efek meneraktir makhluk-makhluk pecinta es krim itu (Baekhyun dan Kyungsoo). Namun saat semuanya sedang asyik berlari, tiba-tiba

GUBRAK!

Oh sial, Baekhyun jatuh tersungkur, makhluk mungil itu memang paling payah dalam atletik. Semuanya masih berlari, karena Chanyeol berada di jarak yang cukup dekat dengan Baekhyun, Ia pun menyadarinya. Dengan iba, Chanyeol pun menghentikan larinya dan berbalik arah mendekati,

"Kau baik-baik saja?" dan Baekhyun baru mengangkat wajahnya, "Astaga! Kau mimisan, Baek!"

"Hiks… sakit sekali… eotokke?"

"Dongakkan kepalamu! Kau tak punya sapu tangan atau semacamnya?" tukas Chanyeol sambil membantu Baekhyun mendongakkan kepalanya,

"Tidak… hiks…"

Chanyeol berpikir sejenak, namun setelahnya Ia segera melepaskan tangannya dari rahang Baekhyun dan mulai melepas baju seragamnya. Beruntung Chanyeol mengenakan kaus putih polos lagi setelah seragamnya, kemudian Ia melipat asal bajunya,

"Pakai ini untuk menekan hidungmu!"

"Iyeaakss apa ini? Ini kan seragammu, bau keringat…"

"Sialan! Mana ada aku bau keringat! Cepat pakai!" Baekhyun pun akhirnya menurut dan mulai menekan hidunganya dengan seragam Chanyeol, "Nah sekarang naik kepunggungku!"

Blush! Wajah Baekhyun seketika memerah, "Yya! Memangnya kau kira aku yeoja apa? Aku masih bisa berjalan sendiri, pabo!" elak Baekhyun,

"Orang mimisan itu tidak boleh banyak bergerak, ah! Jangan banyak ngomong, bawel! Cepat naik saja!" dengan ragu akhirnya Baekhyun pun menghinggapi punggung luas milik Chanyeol, dan setelahnya Chanyeol pun perlahan berdiri dengan menyeimbangkan tubuhnya yang sedikit membawa beban di bagian belakang, "Kau… enteng sekali, Baek. Percis seperti yang ada di mim—ah, abaikan" Mulut Chanyeol segera merapat, hampir saja Ia kelepasan mengatakan bahwa Ia sama ringan seperti saat Ia sedang bermimpi panas tentang Baekhyun,

Baekhyun mendecih "Dasar aneh."

Suasana begitu hening, hanya bunyi langkah kaki Chanyeol yang terdengar. Langit sore semakin beranjak temaram, kilas jingga itu semakin memekat di langit, mengiringi perjalanan pulang dua insan itu,

"Yeol…" panggil Baekhyun yang kini telah menyumbat hidung-hidungnya dengan seragam Chanyeol, sehingga kini Ia menaruh dagunya dipundak Chanyeol, dan Chanyeol hanya menjawab dengan 'hm', "Sepertinya… setelah melihat Kaisoo tadi… aku mulai berpikir bahwa Gay itu memang tidak salah... dan tidak menjijikan…" Chanyeol tersenyum miring,

"Bagaimana bisa?"

"Ketika kulihat kegigihan Kai yang terus mencari Kyungsoo, aku jadi berpikir bahwa, cinta memang tak harus antara lawan jenis. Yya…. Tapi-tapi, lawan jenis itu tetap yang normal dan sesuai norma!" ocehnya membuat Chanyeol terkekeh,

"Kau itu plin-plan Baek, tapi intinya kau sudah tak menyalahkan gay, kan?"

Baekhyun tergagap, "Y, yya! gay itu.. masih… eum… yeah… sejujurnya sekarang aku merasa… begitu…"

Chanyeol tertawa terbahak, membuat Baekhyun memukul-pukul punggung Chanyeol atau pun menjambak rambutnya kesal. Tak tinggal diam, tabiat iseng Chanyeol berkerja sebagai sikap balas dendam, kedua tangannya Ia biarkan untuk meremas kedua bokong Baekhyun yang ada di gendongannya dan Ia tertawa iblis pada Baekhyun yang semakin gila menjambak dan memakinya.

"TIANG MESUM!" dan Chanyeol hanya tertawa,

Tanpa mereka sadari, ketiga manusia yang dilansirkan telah berlari terlebih dahulu dari mereka berdua, ternyata bersembunyi di salah satu pepohon besar dan menyunggingkan senyuman evil masing-masing. Salah satu dari mereka mengeluarkan handphone, kemudian mulai mengetik sesuatu di sana dan yang lain pun juga melakukan hal yang sama sambil tersenyum.

.

.

.

LET'S LOVE CHANBAEK (5)

Oh Sehun
Tanpa perencanaan, tapi rencana kedua kita sukses besar. – 17:23

Kim Kai
Prinsip normalnya mulai goyah, khekhekhe XD – 17:24

Oh Luhan
Benarkah? Yehet!
– 17:24

17:24 – Yehet!

17:24
Kim Kai invited D.O to the chat

17:25
D.O joined the group

Lay
Yehet! Welcome back, Kyungie! – 17:26

Oh Luhan
Welcome back!
– 17:26

D.O
Kamsahamnida hyungdeul.. Mianhae membuat kalian khawatir. – 17: 27

17:29 – Gweanchanha, dengan ini rencana kita akan kembali berjalan dengan semakin keren!

Kim Kai
That's right! Hwaiting semua!
– 17:29

17:30 – Siap untuk rencana selanjutnya?

.

.

.

LET'S LOVE CHANBAEK (6)

TE BE CE


Soo's Time:

Wuakaka! Gaje? Gaje? Iya nih emang gitu #plak! Mian kalo ini gaje terus nc-nya ga hot sama sekaliiiiiiihhh huweeee #GAGALTOTAL. Ohiyaaa akhirnya KrisTao muncul ciyeeee yang shipperin mereka siapa hayooo! Btw Tao tuh ceritanya aseli China yaaa, terus dia itu mahasiswa jurusan psikiatri #wew. Ohiya (lagi) gimana si Chanyeol? Sweet ga sweet ga? #maksa itu lagu nothing on you versi D.O pas di Sukira tapi endingnya aku ganti lirik #ciyeh biar makain sweet gityuh! Hiks, Kyungie kubuat kasian bgt yaa masalalunya #soknangis, mian suamikuh:* #plak. Next daripada banyak bacot, REVIEW JUSEYOOOO!


Answer's Time:

ThatXX94: Haihai~ Bangaptah yaaaaah! Asik dikata bagus… syukurlah.. gomaptah~ Keep Reading and Review, ok?

tutihandayani: siap siap! Keep reading and review ne!

AkaSunaSparKyu: kkkk, bagaimana yaa… hmmm… yah gitu deh… #plak! Yak! Nanti Soo bikin acara presmiannya(?) Tunggu aja ne! Soo usahakan khekhekhe~

Yulyul: Iyaaa akhiirnyaaa /sujud syukur/ ciyelaah galauu~ amin! Doain aje ne~~ gomapta atas semangatnya! Soo jadi makin semangat nih… kkkkkk. Keep reading juga ne~ review jg jan lupa hoho!

BabyWolf Jonginnie'Kim: wuakakak si Baekkie terjebak prinsip normalnya sendiri tuh.. kesiaan #plak! Okeyy! Gomaptah dah jadi reviewers setiaa! Soo padamuuh~ tunggu ne!

Misunnie: Ekekekek, syukurlah dipujih~ aww Soo terbang nih #taboked. Aisshh! Kamu ini! Jangan ngikutin otak yadong tahap kritis milik Soo gini /dilempar dari Namsan tower sama reviewers/ untuk kapannya, ikutin terus aja cerita #promosigagal. Masalah ciuman, duh maaf kalo kurang hot iihhh… abis si Baek tuh masa belum mau terima ciuman Yeollie. Dia masih malu2 puddle gitu(?) jadi ciuman satu pihak deh… ga hot deh…./nangis/ Okidokii! Siap!

baekyeol: O.O begituan apaan? Masa Soo ga tau /nampang muka polos milik Lay/ kkkkkkkk okeeh! Tunggu ne! Keep reading and review!

seogogirls: Awww makasih pujianyaahhh. Eeehhh…. Sa ae nih duh…/nosebleed/ kkkkk! Keep read and review ne!

Luph ChanBaek KrisTao: Haihai reviewers setia~ aww salam cipok basah dari Soo! Iya nih yeeeeaayyy! Amin! Siaaaaappppp!

Parkizuna: ahahaha… gwaenchanha~ lebih baik telat dari pada ga pernah /sok bijak lu Soo!/ Iya tuh, grup chat abnormal, karena isinya emang manusia yadong dan abnorm semua, kecuali kkkk #plak. Iyah dasar tuh naga indosiar(?) Awwww Soo juga astagaaahh berharap mereka balik tapi mustajab eh mustahil maksudnya kkkkk. Amin! Doain aja ne! Oke, reviewer-nim! Keep read and review ne!

BaekkkChannD'Light92: huaaaa gomawo~~~ Okee deh! Soo usahakan kkkk~ Keep read and review ne!

Heo Min Jae: HAH! Ini dia manusia abnorm pcinta Luge! Kkkkk halo-halo nyang ngaku2 istri sahnya lugeee..! Soo padamuh lah, komen paling abnormal tapi tetep bikin Soo ngakak dan terharu! Satu kata buat kau: RUSUH! But you're da best! HA HA HA ada kalanya HUNHAN moments banyak! Tapi ga sekarang beibh! ChenMin? Ada kalanya juga mereka nongol! Kkkkkk /ketawa ala satansoo/ CIH! MANA ADA BAEKKIE MANTAN KAU?! CORET! Ciyeehh nostalgia Kimiaaa trus muter lagu Lucky-nya EXO deh nyessss wuakakaka! Ih tauk aja, dasar yadong! /ga nyadar diri/ Iye! Doain aja suami Soo gak gangguin, jadi Soo lancar deh bikin ini fic kkkkk~ Keep read and Review ne~

Warzone666: Ahaha gweanchanha~ Gomaptah dah mau review and read ini fic gaje ne!—kalo bisa seterusnya begitu kkkk~! Olrait! Hwaiting!

devrina: Oke dong kkk~ Keep review ne~!

Chan Banana: Aww Soo terharu ini kamu review atu-atu hikssss gomawooo /nangis guling-guling/ wuakaka Baekkie kan chabe ber-abs makanya lebih hot and pedes kkkk~ Ih tau aja deh Kris ama Tao #plak! Ahaha map ya Soo engga kreatip huweee tapi abis mereka bedua cocok jadi kakak adek kkkk That's rait, abis Kris ge terlalu mempersona sih /nosebleed/ Iya brother complex no KrisBaek sodara-sodarah~ Ahaha emang edyan lah! Hayuklah ikutan(?) Apa ya? Masih inget chap 3 pengakuan Luhan kan? Nah itulah kenapa Baek natap Tao kek gitu(?) Kezel gituh deh gegara panda itu kakaknya dicampakin ama Kris ge #jiwabrothercomplex Iya dia ragu, coz dia mau nunjukin bahwa dia bisa bertahan dari godaan lingkungan gay kakaknya. Aww Yeollie emang selalu keren! /dipelototin Kyungsoo #Soo Sweatdrop/ Gomapta ya dah review! Tunggu kelanjutannya and keep review ne!

Yaaap! Sekiranya itu dia jawaban dari Soo! Sekali lagi, gomapta buat para reviewers, Soo jadi makin semangat nerusin ini cerita #gaje. Jangan bosen ngereview yaach! #alaymode:ON #WeAreOne #ChanBaek Saranghajaaaaaa~~~