Tittle:

Strategic Punishment

Author : SooBabySoo12

Main Pair: ChanBaek

Support Pair: KaiSoo, SuLay, HunHan, KrisTao, CrackPair!KrisHan

Rated: M

Genre: YAOI, NC, ROMANCE, COMEDY

Disclaimer: EXO kesayangan kita, milik bersama, milik Tuhan dan keluarganya. But, D.O is mine [dimusnahin Kai pake teleportnya]

SPESIAL THANKS:

minami Kz, minkook94, Su Hoo, adindaPCy, GingerBeeP, Mrswuhunhan, CussonsBaekby, BintangAlphard, cici fu, Exoo-klm, BabyWolf Jonginnie'Kim, Richa Byun926, odultLu, baexian ree, caaa (Guest), kkimjane, Guest(2), sofiamrwh, Stellar21 (Guest), chika love baby baekhyun, EXO love EXO, letslove-xo, bbaeksong92, KimKaihun8894, Luph ChanBaek KrisTao, angelaalay, FriederichOfficial, Jung HaRa, say yo, ssonghye, diahsshii, ade park, cbcb, seogogirl, Nataskuuk, Aya Nadyaa, Chanyeol hard, baekboy, Missunie, Fa, Guest, AkaSunaSparKyu, Beechanbaek, AnaknyaChanbaek92, KimChanChan0630, chanbaekins, deestacia, nutellabaekie, ChanBaek98, ThatXX94, tutihandayani, Yulyul, Guest, Parkizuna, Heo Min Jae, xiyumin, BaekkkChannD'Light92, qwertyxing, NadyaLee, AmyBellKim, baekyeol, Warzone666, devrina, whenKmeetK, Kim Zaa, DOUBLE-YU, CandleLight0506, Jung Jessie, baekkieyeols, Chan Banana, liddypark, TyaWuryWK, XxTTxX, HoshinoChanB, PotatoChanBaek

==Makasih buat review-an dan follow+favo cerita ini! Huwaaa Soo terharu /nangis guling-guling/ padahal udah mikir ini cerita gaje abnormal gitu. Khususnya buat para reviewers, cheongmal gomawo yaa.. Soo padamuuh! #civok_atu-atu==

Ps: Sorry kalau kurang memuaskan wkwk, maklum eke author amatir yang masih terus belajar(?). Garis bawahi guys, it's my first time posting epep di sinih! Bangaptah~ || Happy anniversary EXO-L huwaaa ga nyangka kita udah pada setahun pake nama 'EXO-L' semoga EXO jadi OT12 lagi aamin wkwkwk

.

.

-00—!Warning!—00—

Typops betebaran, BL, NC, Dirty Talk di tiap percakapan

.

.

.

SETELAH MEMBACA TINGGALKAN REVIEW OR JEJAK LAINNYA JUSEYO! DON'T BE SIDER! SILENT REVIEWERS, BASHING NOT ALLOWED!

.

.

.

!DON'T READ IF YOU DISLIKE YAOI AND NOT YAOI SHIPPER!

.

.

.

CHAPTER 6

AUTHOR POV

"Cha, Chanyeol!? A-apa yang mau kau lakukan!?" cicit Baekhyun sesaat namja berperawakan tiang itu semakin memajukan badannya pada Baekhyun yang perlahan memundurkan tubuh duduknya seirama dengan gerakan mesum Chanyeol, namja itu hanya menyeringai puas melihat wajah panik Baekhyun yang semakin terlihat menggairahkan baginya, "Pa-Park Chanyeol, se-sekali lagi kau maju, kau akan kuhajar!" ancam Baekhyun pada namja tebal muka tersebut,

"Salahmu yang memancingku terus, Byun Baekhyun. Ini hukuman buatmu." sanggahnya kembali memajukan tubuhnya dengan nafsu,

DUK

Oh shit! Salahkan kamar Baekhyun yang terasa mengecil karena keberadaan raksasa tampan itu di kamarnya. Tubuh Baekhyun terhenti karena Kasur yang berada di belakangnya. Glek! Baekhyun menelan ludah takut, sorot mata Chanyeol benar-benar seperti seorang vampire yang menemukan mangsa lezat,

.

.

.

=FLASHBACK=

=SM STAR SHS, CLASS 2C, 12:58 KST=

"Yap! Sebelum kita mengakhiri pertemuan kali ini, sebagai wali kelas yang baik, aku akan memberikan kalian hadiah!" seru seorang namja yang berprofesi sebagai sonsaengnim itu pada seluruh muridnya, semua mata segera bergairah, bahkan beberapa dari mereka ada yang bersorai gembira, namun naas, percaya dengan perkataan orang yang memiliki tabiat evil itu adalah kesalahan terbesar, "Nah, bagikan kertas ini kebelakang." Lanjutnya sambil memberikan beberapa tumpuk kertas pada meja yang paling depat agar di oper kekanan-kiri mereka,

Baekhyun tersenyum cerah, namun senyumannya 180 derajat merubah setelah mendapatkan selembaran yang dioper tadi dan membacanya, "Choi ssaem! Ini benar-benar bukan hadiah! Ini, ini kutukan!" pekiknya dihadiahi oleh seringai puas ssaem itu,

"Baguslah kalau kau sudah membaca hadiah dariku, Byun Baekhyun. Kuharap kau tak mendapat remedial untuk kali ini, karena sesuai peraturan kepala sekolah yang baru, murid kelas dua tidak diperbolehkan lagi untuk remedial, mengingat sebentar lagi kalian adalah kelas 3."

Glek! Wajah Baekhyun segera memucat, mana bisa Ia melewati ujian tanpa remedial. Ujian ditambah tanpa remedial sama dengan bukan Baekhyun(?) Btw kertas yang diberikan Choi Siwon sonsaengnim kepada seluruh muridnya itu adalah selembaran jadwal ujian akhir semester 1 =_=. Tanpa Baekhyun sadari, Kyungsoo mengeluarkan handphonennya,

Kurasa sekolah berpihak pada rencana kita, hehehe. – 13:02

.

.

.

=KANTIN, 14:15 KST=

"Makan yang benar, Baek…" tukas Kyungsoo geram karena namja bereyeliner itu hanya memain-mainkan sendoknya di atas piring dengan mulut yang dipoutkan imut,

Baekhyun menghela napas panjang, "Aku tak nafsu, Kyung… benar-benar tak nafsu…" Ia menghempaskan sendok dari tangannya,

"Berlebihan. Cepat makan! UAS bukanlah akhir dari segalanya."

"Ck! Itu menurutmu! Menurutku UAS tanpa remedial adalah kiamat! Kau tak tahu betapa remedial itu sangat berharga, Kyungsoo-yaa…" rengek Baekhyun seperti seorang yeoja,

"Kau ini! Aish, kau sudah mempunyai pandangan yang salah, Baek. Remedial itu adalah sesuatu kesalahan yang tak boleh di ulang, cepat makan, 5 menit lagi kita akan masuk."

"Shireo~~~"

"Byun Baek—"

"Loh, kalian masih di sini? Bukannya istirahat untuk kelas dua sudah dari tadi, eoh?" tanya Chanyeol yang entah mengapa sudah berada di belakang Baekhyun yang masih mempoutkan bibirnya,

Kyungsoo mendecih, "Bagaimana mau selesai, si eyeliner ini saja belum menyentuh makanannya sama sekali."

Chanyeol menautkan alisnya, "Kau kenapa, Baek? Cepat habiskan makananmu." Dan kini namja tinggi itu telah mengenyakkan bokongnya tepat di samping Baekhyun, "Apa mau kupesankan jus strawberry, eoh?" rayu Chanyeol dan namja manis itu segera berbinar,

"Aku mau!" puppy eyes Baekhyun membola imut,

"Ahjumma-nim! Aku pesan jus strawberry satu!" tukas Chanyeol seraya mengangkat tangannya, "Kau janji harus menghabiskannya, arasso?" tutur Chanyeol disambut dengan anggukan Baekhyun yang kelewat semangat,

Kai berjalan melewati Chanbaek couple sambil bersiul, kemudian Ia menghenyakan diri di samping Kyungsoo dan merangkulnya, "Sepertinya kalian semakin dekat, hm?" ledek Kai cengengesan, "Apa kalian sudah resmi berpacaran?"

Baekhyun baru ingin mulai mengelak, namun salah satu lengan panjang Chanyeol mendadak melingkar di leher Baekhyun dan merangkulnya erat, "semi resmi kurasa." Ia tertawa penuh bangga, Kyungsoo dan Kai sama-sama bertepuk tangan kompak seperti anak playgroup,

"Wow, daebak!" puji Kai,

"Sembarangan! Aku dan Chanyeol dekat kan sudah hal yang wajar, kita teman dari kecil." Elak Baekhyun dan tabiat iseng Chanyeol pun bekerja, Ia menarik rangkulannya dan mengatakan sesuatu dengan suara rendah,

"Hati-hati sayang, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjut, hm?" tutur Chanyeol tepat di dekat telinga Baekhyun membuat namja itu merinding, Ia mendorong Chanyeol yang kini tertawa diikuti dengan Kaisoo dihadapannya,

Kesal, kesal, kesal, Ia merasa menjadi bahan lelucon untuk mereka bertiga, bukan Baekhyun namanya kalau hanya berdiam diri dengan sebuah pembullyan, "AHJUMMA-NIM, AKU MAU TTEOPPOKI JUMBO! AHJUSSI-NIM, AKU PESAN SPAGETI 2 PORSI JUMBO! AH, SATU LAGI—Hmpphh!"

Tangan Chanyeol segera mendekap mulut Baekhyun yang laknat itu, "Yya! B-Byun Baekhyun! Kau mau menguras dompetku, eoh!?" matanya sembari membelo sedangkan Baekhyun bersmirk ria ala ibu tiri, "Lagipula siapa yang akan menghabiskan semua menu itu!?"

"Ini jus strawberrynya." Ucap seorang ahjumma yang mendatangi meja untuk mengantar pesanan Chanyeol untuk Baekhyun tadi, Baekhyun melepaskan tangan Chanyeol dari mulutnya kemudian Ia meraih gelas berisi jus strawberry favoritnya itu dan menenggaknya cepat tak bersisa,

"Terimakasih atas traktirannya, Park Chanyeol-ssi. Aku pamit dulu."

"Byun Baekhyun!" teriak Chanyeol frustasi, namja mungil itu malah mempercepat larinya, matanya tiba-tiba menangkap gerak-gerik mencurigakan dari pasangan yang berada di depannya, "Mau kemana kalian, eoh!?" Sontak Kai dan Kyungsoo menghentikan tindakannya yang bermaksud untuk kabur dan kini hanya bisa menyengir kuda,

"A-aku harus kembali ke kelas, Yeol. Istirahat untuk kelas dua kan sudah dari tadi." Alasan Kyungsoo masuk akal, Chanyeol memutar matanya, kemudian beralih kepada Kai,

"Hehe, ka-kalau aku… aku mau mengantar Kyungie masuk kelas—"

"Alasan kau Kkamjong, duduk!" Kai meringsut dan dengan patuh kembali duduk, tangannya menarik-narik tangan Kyungsoo dan matanya menatap Kyungsoo dengan pandangan: save me, Kyung, demi badan Mong Gu yang berbulu lebat, Kyungsoo akan menghajar Baekhyun nanti.

=CLASS 3A, 14:43 KST=

"Huwaaa! Ayolah hyung! Kau kan pintar, pelajaran kelas dua pasti tak akan memberatkanmu, kan?" rengek Baekhyun sambil menarik lengan hyungnya—Luhan yang hanya menampangkan wajah datar, "Luhan hyung-ah!"

"Aish! Kau berisik sekali!" akhirnya Luhan marah juga dan melepas pandagannya dari novel ke Baekhyun, sontak teriakannya membuat Baekhyun reflek melepaskan gelayutan tangannya, "Aku tak punya waktu! Kelas tiga itu sudah tidak bisa bermain lagi, Baek! Belajar sendiri!"

"Hyung, aku tidak memintamu bermain… belajar hyung, belajar… ajarkan aku… jebal…!" cicit Baekhyun karena mendapat tatapan sinis dari sang kakak,

"S-H-I-R-E-O! Dibacanya Andwae dan jawaban negative lainnnya. Aku tidak mau." Jawab Luhan acuh, "Sana sana! Hush! Kembali ke kelasmu!" usir Luhan kemudian, Bakehyun mempoutkan bibirnya kesal,

"Tega kau hyung… hiks…" Yak, dan jurus andalan Baekhyun yang lain pun mulai dikeluarkan, Ia menatap Lay yang berada disebelah Luhan, "Lay gege…"

"Jangan termakan jurus abnormalnya, Lay, abaikan, abaikan. Hush! Sana kau anjing pudel!" Lay hanya tersenyum kikuk dan bingung menanggapi perkelahian duo Byun yang abnormal itu, "Minta ajarin Chanyeol saja lagi! Waktu itu kan kau berhasil melewati remedial gara-gara tiang listrik taman (Park) itu."

"Shireo! Dia pasti akan membunuhku kalau bertemu." Sungut Baekhyun,

"Wae? Kau menjahilinya lagi?" dan Baekhyun hanya menyengir sambil garuk-garuk kepala belakangnya, Luhan menghela napas panjang, "Pokoknya aku dan Lay tak bisa! Itu nasibmu yang selalu iseng, kau harus bertanggung jawab sendiri, aku tak jamin kau naik kelas sepertinya Baek untuk tahun ini." Luhan menyeringai iblis,

"Yya! Apa-apaan itu!"

"Ya sudah minta maaf sana sama si Tiang Taman! Lau minta dia mengajarimu, BaekPabo."

Baekhyun mendecih, "Arasso, Arasso! Huh! Punya hyung tak berguna!" gumam Baekhyun pada kata terakhir,

"Aku bisa mendengarnya." Baekhyun kembali tersenyum dan kemudian berlari cepat meninggalkan kelas kakaknya sebelum tangan Luhan mendarat di kepalanya.

"Apa kau benar-benar akan melakukannya, Lu?" tanya Lay dengan wajah kebapak-an(?), "Lama-lama aku semakin kasihan dengan Baekhyunnie. Dia sedang ingin serius, tapi malah kita manfaatkan untuk menjalankan misi kita…"

"Biarkan saja, chagiya… uuuh kau terlalu baik, you know?" sanggah Suho yang baru saja datang sambil lalu tangannya mencubit pelan pipi Lay yang sedikit chubby,

"Dengar itu, Yingxingie, komandan utama sudah mengatakannya. Lahipula aku juga sudah memberikan lampu hijau. Aku tahu batasan-batasan yang mana yang boleh maupun yang mana yang tidak." Dan akhirnya Lay dengan berat hati menganggukkan kepalanya setelah mendapat ceramah dari kedua iblis itu, huh… kasihan malaikat Lay…

.

.

.

TING TONG

=RUMAH KELUARGA PARK, 19:09 KST=

"Ne? Nuguse—Aa.. Baekhyunnie? Masuk sayang…!" seru suara yeoja yang di yakini merupakan nyonya Park alias Park Sungmin, dan kunci pintu luar pun terbuka, Baekhyun masuk kemudian, Sungmin segera menghamburkan pelukan kepada Baekhyun yang sudah berada di dalam, "Uri Baekkie… Eomma neomu bogoshipda~" rajuknya manja disela pelukan mereka, Sungmin memang baru saja pulang dari Busan, mereka di sana jauh lebih lama dikarenakan halmeoni ternyata menghembuskan napas terakhir jadi Sungmin mengurusi semua acara di sana,

"Nado eomma! Baekhyun turut berduka atas meninggalnya halmeoni… Mian Baekhyun tidak datang ke Busan…" Sungmin menggeleng setelah melepaskan pelukannya,

"Aniya, aniya… gwaenchanha, sayang… Kau dan Luhannie kan sekolah, lagipula Yesung dan Ryeowook sedang dinas. Rumah kalian tidak boleh kosong." Jelasnya dan Baekhyun mengangguk pelan, "Oh iya, kau ingin bertemu siapa ngomong-ngomong? Chanyeol?"

"Ne…" jawab Baekhyun sambil memainkan jarinya, hal itu biasa dilakukan jika Baekhyun sedang kikuk dan Sungmin yang sudah mengenal Baekhyun sejak kecil pun segera mencium aroma-aroma menyenangkan(?)

"Aigoo… Apa eomma tertinggal sesuatu selama di Busan, hm?" Baekhyun mengerutkan dahinya bingung, "Aish! Apa hubungan kalian semakin berkembang?"

"Yya! Eomma! Ma-mana mungkin, kami kan sama-sama laki-laki." Sungut Baekhyun keringat dingin(?)

Sungmin tertawa, "Kau terlalu manis untuk ukuran namja, Baekkie-ah. Kau mirip sekali Ryeowook, sangat manis! Sampai-sampai eomma sangat ingin menjadikanmu menantuku, aiiihhh!" hebohnya membuat Baekhyun hanya sweatdrop, "Masuk saja langsung, Chanyeol ada di kamarnya, paling-paling sedang main game."

"Gomawo, eomma…"

Dalam beberapa langkah, menaiki anak tangga, akhirnya Baekhyun sampai di pintu yang bertuliskan 'Chanyeol',

Tok Tok Tok

"Ish, sudah kubilang aku sedang menaikan level, enyah kau, Kris Hyung!" seru Chanyeol dari dalam kamar,

"Main saja terus!" Omel Baekhyun kemudian terdengar derap langkah mendekati pintu dan,

CKLEK

"Baekhyun? Ngapain kau ke sini? Belum puas menghabisi dompetku, eoh?" sungut Chanyeol dengan wajah datar,

"Salahmu yang mempermalukanku! Ah! Jangan bahas itu lagi, ada hal yang lebih penting yang ingin kubicarakan."

Chanyeol menghela napas, "Pembicaraan apa? Paling-paling tentang menjad tutor. Iya kan?" tebak Chanyeol dan bingo!

"Da-darimana kau tahu?"

"Mukamu sudah mewakilkan segalanya." Masih dengan mode datarnya Chanyeol menjawab, dan Baekhyun kini hanya menggaruk tengkuk belakangnya dengan kekehan kecil dari mulutnya, "Kalau aku bilang tidak mau, pasti kau akan terus menerorku. Jadi, baiklah, atur saja waktunya. Tapi tidak untuk hari ini, aku sibuk!"

"Sibuk menaikan level?" Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya sendiri, memaklumi kefanatikan Chanyeol pada games, "Arasso, arasso… Baiklah, mulai besok, ok?"

"Hei untuk apa besok kalau sekarang saja bisa, Yeollie…." Selak eomma yang baru saja muncul dari tangga sambil membawa nampan yang berisi snack dan minuman, "Belajar bersama kan jauh lebih menyenangkan, eomma juga tidak suka kau mengurung diri dan bermain terus di dalam kamar."

"Eomma…" rengek Chanyeol,

"Tidak apa eomma, aku tidak apa-apa jika besok—"

"Eomma, Kris pulang membawa teman-teman!" seru Kris yang baru saja pulang, dan tak lama kemudian sosoknya terlihat dari tangga diikuti oleh beberapa namja dibelakangnya, "Eoh? Ada Baekhyun? Halo, Baek!" dan Baekhyun hanya balas tersenyum,

"Duh, kenapa kau tidak bilang akan membawa teman, Kris? Masuklah ke kamar, eomma akan makanan ringan untuk kalian juga. Baekhyun ambil ini, eomma ingin kembali ke dapur." Setelah memberikan nampannya pada Baekhyun, Sungmin segera berbalik badan dan berjalan cepat menuju lantai bawah,

"Kalian berdua ingin belajar bersama?" tanya Kris dengan wajah bahagia, salah satu temannya menyikut-sikut Kris, memberikan tanda, berbisik sebentar dan setelahnya Kris ber-oh ria, "Oh, aku sampai lupa, perkenalkan itu Baekhyun, Byun Baekhyun, tetangga sebelah kami sejak kecil. Kalian pasti baru pertama kali bertemu dengannya." Baekhyun membungkukkan badannya ketika Kris memperkenalkannya pada teman-teman Kris,

"Hai, Baekhyun, aku Jonghyun. Woah, kau manis seka—argh! Sakit Minho!" aduh namja bernama Jonghyun itu karena mendapat amukan dari namja bersurai dark choco yang dipanggil Minho,

"Halo, Baek, aku Minho, ini Taemin, yang sipit itu Key," Key mendelik kesal pada Minho, "Dan yang sebelah sana Onew." Mereka berdua saling berjabat tangan, tapi entah mengapa Minho terlihat begitu enggan untuk mengakhirinya, sampai akhirnya deheman Chanyeol yang menyadarkannya,

"Baek, ayo kita belajar di rumahmu saja." Ajak Chanyeol sambil merangkul paksa Baekhyun dan menggiringnya ke bawah,

Semuanya menatap kepergian pasangan Chanbaek itu dengan tatapan heran, terutama Minho yang seperti telah kehilangan momen bagus, "Adikmu kenapa sih, Kris?" sungut Minho, "Sepertinya dia kesal sekali melihatku."

"Kau telah menyentuh miliknya, pabo." Sanggah Kris datar, dan semuanya segera berserempak bertanya 'mwo' pada Kris, "Yeah, well, mereka belum resmi sih. Tapi kurasa sebentar lagi mereka akan berpacaran." Lanjutnya, "Sudahlah, ayo masuk, kujelaskan di dalam saja."

.

.

.

Baekhyun meletakan nampan yang dibawa dari rumah Chanyeol di atas nakasnya, sekarang mereka berdua telah berada di kamar Baekhyun. Chanyeol mengambil sembarang salah satu komik koleksi Baekhyun yang berada di lemari baca, dan membalik-balik halamannya dengan cepat, Ia menghela napas berkali-kali, melirik Baekhyun yang tengah sibuk menyalakan ac maupun menyiapkan meja belajar untuk di bawah, mendengar itu Baekhyun akhirnya angkat bicara ketika mereka telah duduk berdampingan di lantai beralas karpet,

"Kau marah, yeol?"

"Tentang?"

Baekhyun berpikir sejenak, "Yah… karena terpaksa mengajariku hari ini…? Kau bisa lanjut bermain dota di komputerku kalau kau mau. Nan gwaenchanha—"

"Tidak. Keluarkan saja bukunya, cepat sebelum aku berubah pikiran." Elaknya ketus,

"Moodmu jelek begitu, nanti kau malah memarahiku terus bukan mengajari!" protesnya sambil menyilangkan perpotongan lengannya di atas dada dengan bibir yang dipoutkan,

Chanyeol mengeram, "Kau memang memancingku, Baek!"

SRET

Mendadak Chanyeol memutar badanya menghadap Baekhyun, dan dengan perlahan membusungkan badannya, mendekati Baekhyun yang mulai merasa terancam dengan perilaku Chanyeol,

"Cha, Chanyeol!? A-apa yang mau kau lakukan!?" cicit Baekhyun sesaat namja berperawakan tiang itu semakin memajukan badannya pada Baekhyun yang perlahan memundurkan tubuh duduknya seirama dengan gerakan mesum Chanyeol, namja itu hanya menyeringai puas melihat wajah panik Baekhyun yang semakin terlihat menggairahkan baginya, "Pa-Park Chanyeol, se-sekali lagi kau maju, kau akan kuhajar!" ancam Baekhyun pada namja tebal muka tersebut,

"Salahmu yang memancingku terus, Byun Baekhyun. Ini hukuman buatmu." sanggahnya kembali memajukan tubuhnya dengan nafsu,

DUK

Oh shit! Salahkan kamar Baekhyun yang terasa mengecil karena keberadaan raksasa tampan itu di kamarnya. Tubuh Baekhyun terhenti karena Kasur yang berada di belakangnya. Glek! Baekhyun menelan ludah takut, sorot mata Chanyeol benar-benar seperti seorang vampire yang menemukan mangsa lezat,

GREP

Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun tiba-tiba, "Kau tahu kenapa aku marah, hm?" ucapnya kemudian dengan mata yang menatap manik cokelat Baekhyun lekat-lekat,

Baekhyun menelan salivanya kasar, "Ka-karena kau tidak bisa melanjutkan be-bermain dota…kan?" cicitnya menjawab,

"Salah." tolak Chanyeol,

"La-lalu?"

"Karena milikku dipegang oleh orang lain." Blush! Wajah Baekhyun seketika merona merah, namja mungil itu juga tak habis pikir bagaimana bisa Ia menghasilkan rona seperti itu pada pipinya,

"Mi-milikmu? Ma-maksudmu…"

"Ya, kau milikku, Park Baekhyun. Aku tak mau milikku disentuh,"

"Yya! Sejak kapan aku milikmu Park pabo? Dan jangan sembarangan mengganti margaku menjadi Park! Menyingkir!" bukannya menyingkir, Chanyeol malah mendaratkan bibirnya di punggung tangan kanan Baekhyun,

Chup

"Tangan ini milikku, namja-namja itu tak boleh menggenggamnya," ucap Chanyeol bernada husky menggoda, kemudian kepalanya dimajukan mendekati wajah Baekhyun membuat namja itu dengan otomatis memejamkan mata sambil mengernyit,

Chup

"Mata ini juga milikku, namja-namja itu tak boleh menatapnya," katanya setelah mengecup kelopak mata sipit Baekhyun yang terpejam, Chanyeol menghamburkan pelukan ketubuh Baekhyun wajahnya berada di perpotongan leher Baekhyun hingga namja mungil itu bisa merasakan geli akibat hembusan napas Chanyeol di sana, "Semuanya milikku. Kau milikku Baek." Ia mengeram, "Kepalaku serasa ingin pecah tiap kali memikirkanmu." Satu kecupan kecil mendarat mulus di perpotongan leher Baekhyun, membuat empunya bergedik pelan,

"Ye-Yeol…"

Chanyeol melepaskan pelukannya, kemudian menatap lekat-lekat wajah Baekhyun yang sudah memerah total akibat perlakuannya, perlahan namja jangkung itu menyeringai dan kemudian tertawa,

"Ke-kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu, huh!?"

"Ya, kau harus lihat mukamu sendiri, Baek. Benar-benar merah seperti tomat sekarang." Dan satu jitakan mendarat tepat di kepala Chanyeol, membuat yang tinggi meringis pelan,

"Kau menyebalkan!" sungut Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya kesal, ukh! Kau melakukan kesalahan yang kedua kalinya, Byun Baekhyun!

"Baek, kau benar-benar lupa apa perkataanku waktu itu, hm?" sanggah Chanyeol,

"Apa? Kata-katamu yang mana? Kau terlalu banyak berbicara mana aku ingat!"

Chanyeol mengeram, "Suatu kesalahan kau melupakannya, Byun Baek. Kau melupakan soal 'tidak mempoutkan bibir di depanku.' Dan aku serius dengan ancamannya: memakanmu." Blush! Belum sempurna rona diwajah Baekhyun menghilang, kini warna kemerahan itu kembali hinggap dan semakin menjadi,

"Ka-kalau lapar, akan kusiapkan makanan, Yeol." Gagap Baekhyun yang sok polos, Ia mengerti maksud 'makan' dari Chanyeol, tapi Ia mencoba mencairkan suasana yang kian detiknya semakin panas, bahkan hembusan AC sampai tak terasa karena jarak mereka yang dekat seperti sekarang,

"Aku tahu pasti kau paham maksudku, tapi kau terlalu takut untuk mengakuinya." Baekhyun menundukan kepalanya, "Kau selalu saja begitu, Baek. Katanya waktu itu kau memintaku untuk memberikan waktu untuk berpikir, tapi sampai kapan aku bisa mendapat jawabannya, Baek? Kapan aku mendapat lampu hijau darimu, huh?" Chanyeol mendapat sedih kepada Baekhyun yang masih saja menyembunyikan wajahnya, perlakuannya yang seperti itu membuatnya berkesimpulan bahwa Baekhyun memang tak pernah bisa menerima dirinya dan gay, namja tinggi itu menghela napas panjang, menarik tubuhnya menjauh dan beranjak untuk berdiri, "Aku tidak mood untuk mengajar sekarang. Temui saja aku besok. Sekarang aku ingin pulang."

CKLEK, BLAM

Pintu kamar Baekhyun tertutup kembali setelah Chanyeol keluar dari kamar, Baekhyun masih terduduk, pikirannya berkecamuk, batinnya berperang, selama ini memang benar Baekhyun terus mengesampingkan janjinya pada Chanyeol tentang 'meminta waktu' yang pada nyatanya hal itu hanyalah bualan agar Chanyeol tidak menjauhinya. Egois, mungkin kata-kata itu cocok untuk mencerminkan pribadi Baekhyun yang sekarang, Ia tidak mau kehilangan Chanyeol tapi Ia juga tak mau melenceng—gay. Tapi setelah melihat sikap tersiksa Chanyeol tadi, membuat Baekhyun merutuki dirinya. Chanyeol semakin tersiksa, dan itu adalah fakta.

Sret

Dengan mantap, Baekhyun beranjak berdiri meraih gagang pintu kamarnya secepat mungkin dan berlari ke lantai bawah, mencari sosok itu dan entah dewi fortuna sedang memihak padanya atau bukan, Ia menemukannya di pintu utama

Bruk!

Baekhyun melingkarkan lengannya erat di pinggang Chanyeol, namja mungil itu mengeratkan backhugnya membuat Chanyeol terkejut karena perlakuan tiba-tiba yang Baekhyun lakukan,

"Bae—"

"Maafkan aku, Yeol! Aku benar-benar minta maaf. Aku egois." Akunya dengan suara bergetar, "Kumohon jangan marah, hiks." Chanyeol melepaskan eratan Baekhyun dan memutar badannya menghadap Baekhyun,

"Jangan menangis, Baek. Aku tidak marah, hanya saja—"

"Tapi kau mendadak keluar dari kamarku, kalau bukan marah lalu apa? Mianhae…hiks," selak Baekhyun dengan air mata yang mengalir dipipinya, Chanyeol menyeka air matanya, tersenyum kecil melihat sikap cengeng Baekhyun yang masih saja belum hilang sejak mereka masih kanak-kanak,

"Jangan menangis, atau aku akan mencium—"

Chup!

Belum selesai Chanyeol berbicara, dirinya sudah dikagetkan kembali dengan tingkah Baekhyun dan kali ini sungguh membuat namja tinggi itu terbelalak lebar. Bagaimana tidak? Saat ini Baekhyun telah mempertemukan bibir mereka—hal yang paling Chanyeol inginkan tiap kali melihat Baekhyun, Ia berjinjit dengan tangan yang dikalungkan manis di leher, matanya terpejam erat. Untuk beberapa saat Chanyeol terkejut, namun untuk beberapa detik setelahnya namja itu mulai menerima dan menggerakan bibirnya, memberikan lumatan kecil membuat si empunya melenguh pelan. Ciuman itu semakin lama semakin intens, Chanyeol semakin tak sabaran melumat bibir Baekhyun yang menurutnya sangat manis itu, tak ada perang lidah, hanya lumatan-lumat manis yang dilakukan Chanyeol dengan lembut. Tautan mereka terlepas saat Baekhyun menepuk pelan pundak Chanyeol, namja mungil itu kehabisan napas, Ia mengambil napas cepat setelah Chanyeol melepaskan raupannya,

Gyut

Chanyeol menghamburkan pelukan ke tubuh Baekhyun, senyuman tak lepas menghiasi bibirnya, berkali-kali Ia mengecup sayang pucuk kepala Baekhyun. Ia senang, untuk pertama kalinya seorang Baekhyun yang berinisiatif maju, ciuman kedua mereka terasa lebih real dibandingkan saat pertama mereka berciuman.

"Saranghae, Baek…" ucap Baekhyun tanpa menunggu jawaban dari sipendengar, dan setelahnya Chanyeol kembali menyambar bibir Baekhyun, mengangkat tubuh Baekhyun dan menggendongnya seperti koala. Mencumbui bibir Baekhyun seperti anak kecil yang tak sabaran menghabiskan lollipop manisnya, kepala Chanyeol berlenggok kesana kemari mencari kepuasan. Baekhyun melingkarkan tangannya di leher Chanyeol lagi, begitupun dengan kakinya yang ikut melingkar dipinggang namja tinggi itu, "Baek, boleh aku melakukan frenckiss?" tanya Chanyeol sesaat melepaskan tautannya tiba-tiba, entah setan apa yang menghinggapi pikiran Baekhyun, dengan cepat Ia menganggukan kepalanya, rasanya Ia tak mau menghentikan aktifas mereka barang satu detik pun, ciuman Chanyeol membuatnya melayang dan memabukkan.

Mendapat lampu hijau, Chanyeol menjilat belahan bibir Baekhyun, meminta akses lidahnya menjelajah di dalam. Baekhyun mengerti, Ia pun membuka bibirnya, menerima benda tak bertulang itu menginvansi mulutnya,

Cpkh Cpkh

Decakan khas orang berciuman menggema keruangan sekitar, berterimakasihlah kepada Yesung dan Ryeowook yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, ataupun Luhan yang memilih menginap di rumah Lay untuk belajar bersama, kini mereka memiliki waktu panas mereka berdua dengan leluasa—tanpa satu gangguan pun. Chanyeol membawa tubuh Baekhyun menaiki tangga dengan tautan yang tak terlepas satu detikpun, bahkan semakin liar karena Baekhyun mulai berani menekan tengkuk Chanyeol guna memperdalam ciumannya, perang lidah sudah tak terelakkan lagi, saling melilit dan Chanyeol sebagai dominannya,

"Eunnghh…" lenguhan kembali lolos di sela-sela ciuman panas mereka ketika Baekhyun merasakan tangan Chanyeol yang begerilya meremas pantat sintal miliknya, bukannya menghentikan, Chanyeol malah semakin bersemangat melanjutkan 'pekerjaan tangan'nya. Pekerjaannya berhenti sesaat karena salah satu tangannya meraih pintu kamar Baekhyun dan membukannya,

CKLEK, BLAM

***CHANBAEK***

Meanwhile, Kamar Kris

"Jadi adikmu bukan straight?" tanya Jonghyun setelah mendengarkan penjelasan Kris tentang hubungan Chanyeol dan Baekhyun, Kris mengangguk mantap,

"Dia sama sepertiku." Tegasnya, "Kukira Chanyeol juga straight guy awalnya, tapi akhir-akhir ini aku semakin yakin kalau dia seperti kita, dan dia menyukai namja itu, Byun Baekhyun." Lanjut Kris diikuti anggukan paham dari yang lain,

"Well, Baekhyun itu memang manis sih…" puji Taemin yang kemudian segera dipeluk oleh Junghyun,

"Aigoo, Taemin-ah… kau lebih manis, chagi~" ucap Jonghyun manja membuat yang lain berpura-pura muntah,

"Intinya mereka berdua belum resmi pacaran? Chanyeol dan Baekhyun belum terikat, bukan?" kali ini Minho yang angkat bicara,

Kris mengerutkan keningnya, karena baginya baru pertama kali melihat Minho yang tertarik dengan orang lain begini intensnya, "Y-ya… mereka belum terikat, tapi akan." Tukas Kris dengan kata 'akan' yang diberi penekanan lebih, "Memang kenapa?" selidiknya namun hanya dibalas gelengan kepala oleh Minho,

"Aku ingin ke kamar mandi." Pamit Minho sambil lalu beranjak keluar dari kamar Kris,

BLAM

Sesaat berada di luar, Minho malah berdiri sambil menyandarkan punggungnya di tembok, tersenyum sendiri karena mengingat kejadian beberapa menit yang lalu di lorong itu, saat tangannya menjabat tangan mungil nan halus milik Baekhyun,

"Byun Baekhyun, huh?" dan Minho tertawa pelan.

.

.

.

Back to Chanbaek

Baekhyun kini berada di atas Kasur dengan tubuh mungilnya yang dikunkung oleh yang lebih tinggi, mereka masih terus bergelut melumat bibir masing-masing, tak ada yang mau menyudahi. Chanyeol terus melumat bibir atas dan bawah Baekhyun yang sudah dipastikan membengkak itu bergantian, membelit lidah Baekhyun dengan buru-buru,

"Cpkh, cpkh, eungghh… Ye-Yeolhh…" lenguh Baekhyun mati-matian ditengah kegiatan mereka, Ia membutuhkan oksigen, setidaknya Ia bisa menghirup bebas selama satu detik, dan dengan berat hati Chanyeol pun melepaskan tautannya. Padahal Chanyeol masih belum puas mencumbui bibir tipis yang kini telah berubah bengkak itu akibat ulahnya. Namja tinggi itu mendapatkan view luar biasa yang semakin membuat libidonya membuncah, oh tolonglah, Baekhyun terlihat begitu kacau dan seksi secara bersamaan. Matanya yang sayu, bibirnya yang membengkak dengan lelehan saliva yang menghiasi sudut-sudut bibirnya, rambut acak-acakan, dadanya yang bergerak cepat naik-turun karena terengah, jangan lupakan keringat yang berada ditiap inchi wajah dan tubuhnya, ukh, benar-benar menyiksa masyarakat bawah milik Chanyeol,

"Cuphkh…cuphkh…" Chanyeol mendaratkan bibirnya diperpotongan leher Baekhyun yang sedikit terekspos, menghisap kecil-kecil leher itu dengan gemas,

"Enggh… ge-gelih, yeolhh… kau sedang-eumhh-apa, eoh? Aah…" desahan Baekhyun semakin menggila ketika Chanyeol mengigit-mengemut-dan menjilat leher Baekhyun hingga menyisakan bekas berwarna kemerahan di sana,

"Membuat tanda kepemilikan.." jelasnya sambil menampakan seringai di mulutnya, mengagumi maha karya yang baru saja Ia buat,

"M-mwo!?" mendadak Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol dan berlari mendekati lemari yang terdapat kacanya, Ia memperlihatkan lehernya yang baru saja dihisap oleh vampire Chanyeol, "AAAAAHH! I-IGEN MWOYA!? Me-merah begini! Kenapa kau melakukannya, eoh!? Kalau yang lain melihat bagaimanaaaaaa?" omel Baekhyun frustasi dengan pandangan yang masih menatapi narnar perpotongan lehernya yang tersisa kissmark,

Chanyeol terkikik, "Memang itu maksudku, agar semua orang tahu bahwa Byun Baekhyun adalah milik Park Chanyeol. Itu stampelnya! Tandanya sah!"

Baekhyun menatap Chanyeol dengan pandangan siap membunuh, "Katakan padaku kapan ini menghilang dan bagaimana caranya!"

"Hmmm…. Mungkin sekitar… tiga hari(?)"

"MWO!? TIGA HARI!? HUWEEEE BAGAIMANA KALAU EOMMA-APPA MELIHAT INI? MEREKA AKAN PULANG BESOK, HUWEEEEE….!" Pekik Baekhyun membuat Chanyeol ikutan panik karena baru menyadari sifat Son-Complex milik Yesung yang sangat luar biasa parah,

"Ke-kenapa kau tidak bilang kalau besok mereka pu-pulang!?" gagap Chanyeol,

"Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau lakukan ini!? – meninggalkan kissmark,"

"I-itu karena… kau terlalu menggoda, Baek… aku jadi out of control…" akunya sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal,

"PARK CHANYEOL! KUHAJAR KAU!"

TBC


Soo's time:

Oke sekian dulu chap ini wks! Dengan kurang ajarnya Soo kombek dnegan cerita yang sedikit dan gak hit hiks! MIANHAE ATAS KETERLAMBATAN EKSTRA INI! Soo sekarang dah kuliah hiks jadi harus ngebagi waktu ama tugas ospek dan kelas hiks pengen ngebelah badan nih jadi 10 kek minimal pake kage bunshinnya mas narto(?) Yehet! Soo menghadirkan hyung ganteng Soo: Lalalalalalalalalaaaa~~~ My hyungi Choi Minho! Wks ayo ayo! Hyung saya kenapa ketawa sendokiran dilorong wks. BTW Siapa yang shipperin KyuMin and Yewook wkwkwk mereka berdua jadi ortunya Chanbaek, akhirnya saya menemukan pasangan yang cocok untuk menjadi ortu. Dari kemarin pusyiang tujuh tanjakan nyari ortu mereka wks! MAKASIH MINJAE wks gegara kau aku menemukan pair ini wks. Gimana? Belum hot kan? Iyalah belum #dilempareyelinerse-truk kan baru permulaan, masa langsung nngegas lah wkwk. Ah kebanyakan ngomong ini Soo, next chap tunggu juseyo:* RIPIEW JAN LUPA JEBAAAALLL!


Answer's Time

Yulyul: Aduhai abang Channie dah sukses les privat gombal sama eunhyuk ahjussi(?) mintalah lain kali sama channie, paling-paling entar mulutnya dicabein ama si mba cabe *poke mba yuni* udah nih udah udah peka si yuninya yehet!

Nutellabaekie: Wkwkwk awas ntar dikata sedeng ketawa sendokiran :-P Keep read and review ne!

Qwertyxing: Yehet! Awwww makasih huweee Soo terharuh biruh ini #plak kamu menerangi jalan gelap Soo(?) makasih ya sudah diingatkan, coba check lagi cobaaaa… wkwkwk sudah direvisi loh thankies neeee! /cipok basah dari Soo/

Seogogirl: minta inpit ama bang suholkay lah.. wkwk pentolannya manusia atu itu wkss, wah…syukurlah terealisasikan tuh mimpi yadong khekhekhe :D thium lah thiuuummm:* gomawo dah ngerepiew, next chap terus repiew ne!

Luph ChanBaek KrisTao: Yehet! Soo menemukan KrisTao shipper lainaaa wks! Wkwkwkwk /ngelap mimisan/ iya tuh main remes aja si cy hm…. #plak gomawo dah mau ripiew awwww saranghae bbuing bbuing from me! :*

ThatXX94: Aduhai Soo juga gemes ini kapan jadiannya /dipelototin Chanbaek/ /Soo Sweatdrop+nyengir Yifan(?)/ tunggu aja wksss! Keep read and repiew neeeee!

Heo Minjae: *Berbusa* apa ini apa!? Ini pidato apa review yawlaaaah! Fans tercinta saya jangan ngerusuh di sini yah… /tebar uang dollarnya Suholkay/ TERSERAH LU DAH TERSERAH WKS! Mau lu kata Baek mantanlu lah… seterah lah… pusyiang pala cabe(?) Oke:* cipok basah dari Soo!

Baekkieyeols: wkwkwk keknya udah ga sabaran amet ya nc moment wkwkwk, Tarik napas-tahan-tunggu lima hari-buang-mati wkwk canda, nc annya ntaran ne wks! Gomawo! Keep read and ripiew neh!

Chan Banana: Wks kebanyakan main ama Eunhae nih disinyalir (?) jadi yadong dehXD Iyaaaa gituu kan Mba yuni brothercomplex wks! Iya… kasihan suami saya #plak! /salpok/ "semoga baekkie dapat hidayah tuk belok" yawlaaah aamiin wksssss! Janji yaaa janjiii yaaaaaaa!? Wkwkwk lebay tingkat namsan tower. Gomawo deh ngeripieeewww:*

Devrina: Okay captain!

AkaSunaSparKyu: Iya… /ngela ingus dan air mata/ kenapa gue jaat banget ama nampyeon sendokir #PLAK! Wkwkwk kadar mesum meteran max bu! Chabe sekarang mahal(?) jadi ya gitu #apaandah keep repiew ne!

Missunie: Wkwk sayang sekali yah… hajar aja authornya(?) wkwkwk tarap keyadongan Soo udah ga bisa diukur lagi… berarti kamu… wkwkwk abaikan! Ucetlaaaah mau berapa ronde atuh wks! #aduhotakSOO

Tutihandayani: Iya dia ngerasa bersalah sama Luhan, ah! Pokokke ntar ada penjelasannya! Tunggu aja ne! wkwkwkwk kalo dibeberin di sini ntar jadi ga surprise wks #apasihlahgaje okeokeokeeee! Gomawooo! Duh cinta anet ama ripiewan keponya aw!

PotatoChanBaek: Mari kita sama-sama berdoa: AMIN! Wks! Gomawo dah ninggalin jejakss! Keep ripiew ne!

HoshinoChanB: Yuhuuuu bangaptaaaaah! Iya tuh perkumpulan detektif yading yang diketuai oleh suholkay! Wkwkwk…. Sepertinya iya hmmmm…. Wks oke! Tunggu ne! Keep ripiew and read ne! Gomawo *bow*