Title :
Say I Love You
Main Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Rating :
T
Genre :
Romance/Hurt
Warning :
GS,Typo(S),Imagination, Song Fic
Summary :
Kyuhyun telah memiliki kekasih namun ia tak mengerti kenapa perasaannya tak bisa berubah terhadap sosok yeoja tersebut. Sungmin hampir menyerah terhadap perasaanya, ia selalu menulikan mata hatinya ketika suatu hari ia sadar dan berujar, "Benar, cinta memang akan selalu menemukan caranya meski kita mencoba menghalanginya."
Song By :
Super Junior-This is love
Happy Reading ^^
Sorak sorai tampak memenuhi lapangan tersebut. Semangat siswa siswi tersebut begitu tampak besar terlihat dari betapa antusiasnya siswa siwsi IKHS tersebut memainkan permainan bola tangan. Tawa bahagia tampak terpatri dibibir mereka semua. Mungkin moment seperti ini takan mereka dapatkan lagi ketika mereka telah menjadi mahasiswa. Gelak tawa tak henti-hentinya keluar dari mulut mereka ketika sesekali mereka membuat kekonyolan atau bahkan mengumpat ketika pemain lainnya membuat kesalahan.
"Sungmin !"
Seketika gelak tawa dan gurauan para siswa siswi tersebut terhenti ketika suara bass memanggil seorang yeoja yang cukup dianggap berisik disekolah tersebut.
Sungmin yang memang berada dibarisan paling belakang pun menoleh dan memastikan jika sumber suara tersebut merupakan suara yang amat ia kenali. Yeoja kelinci tersebut langsung mengembangkan senyum 5 jarinya ketika melihat sosok kyuhyun yang tengah berdiri angkuh dipinggiran lapangan tersebut. "Kyuhyun" Teriak sungmin tak kalah semangatnya dan langsung berlarian kearah kyuhyun.
Dengan manjanya sungmin langsung memeluk lengan kyuhyun. Kyuhyun sedikit merasa risih dan tidak nyaman akan keadaannya sekarang, dengan perlahan ia mencoba melepaskan pelukan sungmin. Namun sungmin bak permen karet, selalu menempel lagi padanya meski ia lempar beberapa kalipun sungmin tetap akan menempel.
"Sungmin, " Bisik kyuhyun dengan wajah yang penuh isyarat. Sungmin mengerti dan langsung menoleh kebelakang dimana teman sekelasnya sedang melakukan olahraga.
"Yaa, apa yang kalian lihat hah ?" Tanyanya begitu galak, seketika semuanya kembali melakukan permainan tersebut tanpa sungmin dan mengacuhkan kyu-min.
"Ajuma, dia menitipkan ini." Kyuhyun merogoh saku celana sebelahnya dan kemudian menyerah sebuah benda pada sungmin. Secara implus sungmin melepaskan pelukannya dan menerima benda tersebut dari kyuhyun. "Ajuma dan ajushi bilang, mereka mungkin akan pulang terlambat dan kau berangkat lebih awal jadi ajuma menitipkan kunci itu pada ku." jelas kyuhyun begitu panjang namun sungmin mengindaikannya dan hanya menatap kyuhyun dengan pandangan yang penuh dengan betuk love.
"Sungmin ? Lee sungmin ?" Kyuhyun mengibas-ngibaskan telapak tangannya didepan sungmin.
"Ye, arraso." Sungmin merancau tak jelas dengan pandangannya yang tak lepas dari wajah tampan kyuhyun.
"Kalau begitu, aku pergi." Dengan ekspresi datarnya kyuhyun berbalik hendak meninggalkan sungmin, namun nyatanya sungmin tak begitu saja melepaskan kyuhyun. Dengan sigap yeoja kelinci tersebut menahan lengan kyuhyun.
"Wae ?" Tanya kyuhyun begitu heran.
"Hehe, anni." Beberapa saat ia terdiam sebelum kemudian dia berkata , "Saranghae !" Sungmin tersenyum manis dan berujar begitu riang.
Kyuhyun tersenyum tipis dan menggeleng pelan heran akan kelakuan kekasihnya tersebut. Sungmin bahkan masih tersenyum senang ketika kyuhyun berlalu saja dari hadapannya. Yeoja tersebut bahkan masih saja setia memandangi punggung kyuhyun yang mulai menjauh. "Kyuhyun ! Istirahat nanti, bisakah kita kekantin bersama eoh ?" Teriak sungmin tak tahu malu.
Kyuhyun kemudian memutar tubuhnya dan memberikan jawaban atas tawaran sungmin dengan gestur bibirnya "An-nni" kemudian ternyum menggoda hingga membuat sungmin gusar dan memanyunkan bibirnya begitu imut.
.
.
"Yeoja memang aneh, bahkan beberapa waktu lalu aku melihatnya hampir menangis tapi hari ini dia tersenyum seperti orang bodoh. Cinta memang menggelikan." Namja blonde tersebut mencibir dari kejauhan memandangi pasangan kyu-min.
"Apa kau cemburu hyung ?" Tanya henry begitu polos dan seketika namja imut tersebut mendapati tamparan sadis dikepalanya. "Ash, appo" keluhnya begitu terdengar menyakitkan.
"Aku akan merobek bibir mu jika sekali lagi membual." Ancam namja blonde tersebut dihadapan henry hingga membuat merinding saja.
"Kau benar-benar mengerikan hyung." Implus henry langsung menutupi bibirnya sendiri dengan telapak tangannya.
Nyatanya kemarahan seorang kangin masih menggumpal dibenaknya dan ia benar-benar membutuhkan pelampiasan. Sungmin. Ya, nama itu sepertinya akan menguapkan kemarahannya sedikit. Senyum setan tampak tercetak dibibirnya memikirkan hal yang akan ia lakukan terhadap kelinci buronannya.
Semuanya kembali bermain permainan bola tangan tersebut dengan riangnya dan semuanya berakhir sampai kangin mendapati bola tersebut ditangannya. Senyum penuh misteri-nya membuat bulu kuduk lawan mainnya takut bukan main ditambah suara petir disiang hari yang cukup cerah tanpa awan mendung namun kenapa petir datang begitu saja.
Seketika sungmin merasakan firasat buruk akan menerpanya dan dengan sigap yeoja manis tersebut bersembunyi dibalik kibum kemudian berbisik lirih, "Kibum-ah, aku merasa tidak enak. Sepertinya akan ada hal buruk." sungmin menelan ludahnya.
"Tenanglah" Kibum mencoba menyemangati sungmin walau sebenarnya ia juga merasakan hal sama. Ia yakin jika kangin hendak melakukan hal jahat pada sahabatnya tersebut.
"Yaa kelinci busuk, kau takut eoh ? hahah" Dengan nistanya kangin tertawa terbahak-bahak, namun tak ada satu teman sekelasnya yang akan berani tertawa bersamanya. Lapangan tersebut bak kuburan dan tiba-tiba saja bunyi jangkrik 'Krik-krik' membuat suasana tersebut memang tampak membosankan.
Sungmin nampaknya terpancing oleh perkataan kangin dan dengan amarah sungmin maju selangkah didepan kibum. "Yaa aku tidak takut, aku bukan pecundang kangin-ssi. Dan sudah kukatakan aku bukan kelinci apa lagi busuk !" Umpatnya mencoba mengeluarkan unek-uneknya.
"Baiklah, aku tahu. Kalo begitu bersiaplah." Smirk jahat begitu tampak jelas diwajah tampan kangin.
Sungmin merutuki mulutnya sendiri begitu saja terpancing kangin dan berakibat akan keselamatannya sendiri.
Dan dalam hitungan detik jeritan demi jeritan sungmin tampak memenuhi lapangan tersebut. "Kyaaaaaa, kyaaaaa, kyaaaaaa"
Tanpa berniat memberikan kebaikannya kangin terus mengejar sungmin dan berkali-kali memukul tubuh sungmin dengan bola tersebut. Keduanya terus berlarian tak menentu dan seolah didunia ini hanya mereka berdua saja tanpa memperdulikan teman sekelas mereka yang tampak tercengang mendapati kang-min moment. Bahkan kibum, gadis tomboy tersebut tak bisa berbuat banyak jika seperti ini dan seperti biasanya ia hanya akan jadi seperti lainnya yaitu penonton kang-min.
"Kyaaa...kyaaaa" Jerit histeris sungmin tampaknya tak mempengaruhi kangin sama sekali dan jeritan sungmin malah semakin membuat kangin senang bukan main.
Berkali-kali sungmin menghindar dan berlari kencang menghindari pukulan kangin, namun sepertinya kangin tampak lebih gesit darinya hari ini. Entah sudah keberapa kalinya kangin telah memukul telak bagian tubuhnya dengan sadis.
Dukkkk
Sungmin seketika ambruk ketika dengan tepat kangin memukul kepala gadis manis tersebut. Hampir semua teman sekelas mereka langsung menghampiri tubuh ambruk sungmin yang tidak elit. Kibum menjerit histeris ketika melihat keadaan sahabatnya tersebut dan mengumpat tak jelas kearah kangin.
"Kau benar-benar brengsek kangin-ssi !"
"Aku-" Kangin sedikit merasa bersalah dan langsung tanpa banyak bicara lagi ia langsung merengkuh tubuh mungil sungmin membawanya kedalam gendongan dalam sekali hentakan.
Suara bisik-bisik pun tak terelakan ketika dengan gentelnya seorang kangin menggendong sungmin kearah ruangan uks.
***********CL**************
"Yeobo...irrona." Dengan sayang namja tersebut mengelus dahi yeoja yang berada disampingnya tersebut.
Yeoja manis tersebut hanya menggeliat tanpa berniat membuka matanya. Entah mengapa ia merasakan tubuhnya begitu ringan dan namja disampingnya begitu hangat untuk dipeluk. Sungmin semakin merapatkan pelukannya pada namja tersebut seolah- olah takut akan kelihangan kehangatan tersebut.
"Yeobo..." Lirih namja tersebut berbisik mesra ditelinga sungmin hingga membuat sungmin menggeliat geli karna tindakan namja tersebut.
Sungmin merasakan aneh dan ketidak beresan diotaknya ketika mendengarkan kata 'Yeobo ?'. Yeoja manis tersebut langsung membelalakan matanya ketika namja tampan disampingnya tersenyum hangat memandangnya.
Dalam sekali hentakan sungmin berhasil menarik dirinya agar terduduk dan langsung meraih selimut tebal didekatnya agar menutupi tubuhnya.
Sungmin tak percaya dengan penglihatannya sekarang. Namja berambut hitam tersebut tampak tak asing baginya, hanya saja ada yang sedikit berubah dibagian tertentu.
"Gwencana ?" Tanya namja tersebut dengan penuh kekhawatiran dengan mencoba mengulurkan tangannya.
Namun dengan sadisnya sungmin langsung menepis tangan tersebut dan menjerit histeris. Ia benar-benar tidak percaya dengan semuanya ini, ia bahkan masih ingat jika beberapa jam lalu ia masih tertawa riang bersama teman-teman sekelasnya dan kini ia berada ditempat yang tidak ia ketahui bersama namja yang paling ia benci.
"Kangin-ssi, kenapa kau disini bersama ku hah ?" Tanya sungmin begitu kalut.
"Sayang, apa yang terjadi ? kau kenapa ?" Tanya kangin-namja berambut hitam tersebut benar-benar merasa khawatir bukan main terhadap istrinya tersebut.
"Yaa jangan mendekat kangin-ssi !" Sungmin menjerit histeris ketika kangin menocba mendekatinya dan membuat kangin tersentak.
Ingin rasanya sungmin menjerit histris dan menangis sejadinya saat ini. Tapi entah kenapa sesuatu menahannya hingga membuatnya tak bisa melakukan itu semua. Ini benar-benar menyiksa.
"Omo...itu apa arghhhhhh" Sungmin semakin menjadi-jadi sambil menunjuk sebuah figura besar foto didepannya yang tampak jelas gambar dirinya yang mengenakan gaun pengantin tengah memeluk mesra mempelai pria.
"Apa maksud mu ? tentu saja itu foto pernikahan kita."
"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mungkin menikah dengan mu. Aku hanya akan menikah dengan kyuhyun. Hiks hiks eommaaaaaa" Sungmin menangis dan menjerit sejadinya sambil menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya.
**************CL**************
"Arhhhhhhhh eommaaaaaaa" Jerit sungmin sejadinya dan peluh membanjiri seluruh wajah cantiknya. Ia bahkan nampak begitu naas bak manyat yang baru saja bangkit dari kubur.
Sungin benar-benar terengah-engah langsung memeluk tubuhnya sendiri. Gadis manis tersebut langsung memastikan telapak tangannya dan kemudian memastikan jika beberapa saat lalu hanyalah mimpi.
"Arghhhhh kau !" Sungmin langsung menjerit histeris ketika ia masih saja mendapati kangin disampingnya.
"Apa kau sudah gila ?" Umpat kangin begitu sarkatis. Namja rakun tersebut sedikit merasa iba melihat ekspresi ketakutan sungmin dan mencoba meredam amarahnya kemudian mengulurkan tangannya namun dengan cepat sungmin langsung menepisnya.
"Jangan menyentuh ku !" Teriak sungmin begitu frustasi. Ia benar-benar takut kenyataan ini, namun seketika keningnya mengerut ketika menyadari jika namja beberapa saat lalu berambut hitam bukanlah berambut blonde. Sungmin pun kemudian memeriksa keadaannya sendiri, dan ia berseragam dan ia benar-benar merasa legah jika tadi hanyalah bagian mimpinya. "Syukurlah hanya mimpi." ucapnya begitu legah.
"Yaa jika kau sudah waras, palli kkaja !" Nampaknya kangin kesal karna tindakan sungmin yang menepis tangannya beberapa saat lalu dan lebih memilih berdiri meraih tas ranselnya.
Sungmin masih saja merenungi kejadian beberapa saat lalu didalam mimpinya tersebut.
Kangin yang sedari tadi berdiri dibibir pintu UKS tersebut mengeram kesal karna sungmin masih tak bergerming dari tempatnya. "Yaa apa kau akan terus seperti itu hah ? Palli kka !" Sewot kangin.
Sungmin mengerucutkan bibirnya tanpa sadar. Sejujurnya sungmin masih merasakan denyutan dikepalanya namun ia hiraukan begitu saja. Dan seketika tubuhnya limbung kembali ketika hendak berdiri dari ranjang.
Dengan sigap kangin langsung menopang badan sungmin. Ternyata kangin jauh lebih gesit dari pada yang sungmin perkirakan. Namja blonde tersebut menahan pinggang sungmin dengan kuat, sungmin dapat merakan pelukan tersebut yang begitu kuat.
Untuk beberapa detik keduanya saling terpaku satu sama lain ketika manik mata mereka saling bertemu. Buru sungmin langsung mendorong kangin kembali menjauh darinya. Keduanya tampak begitu gugup dan kaku karana kejadian tersebut.
"Ehkm, yaa palli. Kau benar-benar lelet eoh ? kalau begitu aku tinggal saja." Dalam lubuk hati kangin ia benar-benar gugup setengah mati. Namja blonde tersebut akhirnya memutuskan untuk menunggu diluar saja.
Dari balik pintu tersebut kangin meraba bagian dadanya yang berdetak tak beraturan, ia heran kenapa ia bisa seperti itu pikirnya.
*************CL***************
Tampaknya sekolah benar-benar sudah tak berpenghuni terlihat dari betapa sepinya saat ini. Sungmin sedikit terkejut karna ia berfikir seberapa lama ia pingsan.
"Aku tidak yakin kau benar-benar pingsan sungmin-ssi, kau bahkan menginggau." Kangin bernada sinis ketika menjawab pertanyaan sungmin hingga membuat sungmin mengeram kesal sekaligus malu.
"Kangin-ssi, gomawo. Maaf merepotkan mu karna menjaga ku tadi." kangin merasakan sedikit terselip nada kecewa didalamnya. Mungkin sungmin merasa kecewa karna bukan sahabatnya atau kekasihnya yang saat itu menunggunya. Kangin bahkan sudah menjelaskan jika kibum meminta maaf karna tak bisa menemaninya dikarenakan rapat osis yang penting tak bisa gadis tomboy itu tinggalkan begitu saja. Kyuhyun ? kangin tak begitu peduli dengan namja berotak jenius tersebut, ia bahkan sudah berpesan pada seseorang siswi agara memanggil namja tersebut namun dari awal sampai akhir namja stoic tersebut masih urung menampakan batang hidungnya.
"Ya walaupun kau sendiri yang membuatnya." Gumam sungmin tak begitu jelas.
"Mwo ?"
"Ah, anniyo hehe aku cuman mengatakan terimakasih sungguh aku berterima kasih kangin-ssi." Ralat sungmin begitu cepat, ia tak ingin memperpanjang masalah ini.
Kangin melirik tak suka namun ia lebih memilih membiarkan kelinci manis tersebut bebas untuk hari ini.
Tak terasa keduanya sampai dipenghujung gerbang sekolah mereka dan disinilah mereka harus berpisah.
"Naiklah !" Perintah kangin menunjuk kuda-kuda sepedanya agar sungmin dapat membonceng.
Sungmin memandang tak yakin, ia tak pernah sekalipun menaiki sepeda apa lagi ia harus membonceng. "Anniyo gomawo, jarak rumah ku dekat. " Tolaknya halus. Ia juga merasa takut jika ia masih berdekatan dengan kangin ia takut jika mimpinya bisa saja menjadi kenyataan. Tidak, tidak boleh pikirnya.
Kangin mendecih tak suka akan penolakan tersebut. "Baiklah kelinci busuk, sampai berjumpa besok eoh. Jangan menjadi terlalu lelah karna nanti aku tidak bisa membully mu hahahha" Ucap kangin begitu nista diiringi tawanya begitu lepas.
Sungmin mengumpat tak jelas dan sedikit tertegun melihat senyuman dibibir kangin yang begitu natural. Namja tersebut tampak begitu tampan ketika tersenyum seperti itu, pikir sungmin.
Sungmin langsung menggeleng-gelengkan kepalanya guna membuat semua pikirannya tentang kangin. Ia tak boleh terpengaruh oleh mimpi tersebut. "Ani-ani-ani" Ucapnya sambil membalikan badannya berjalan berlawanan dengan kangin.
***************CL****************
"Yeobseo ?"
"Kyuhyun-ah oddie ?" Terdengar nada khawatir dari sebrang sana. Namun dengan acuhnya kyuhyun hanya berdiam dan masih memfokuskan matanya pada lembaran buku didepannya tanpa berniat menjawab panggilan tersebut.
"Kyuhyun ? Cho kyuhyun apa kau mendengar ku ?" Dari sebrang sana tedengar begitu khawatir.
"Ada beberapa urusan yang belum ku selesaikan, jadi aku masih berada disekolah."
Terdengar nada lega di sebrang sana, "Kyuhyun cepat pulang, mungkin hari akan ada-"
"Aku masih sibuk, aku tutup hm" Pikiran kyuhyun begitu kacau ia bahkan tak membiarkan seseorang disana menyelesaikan perkataannya dan lebih memilih mengakhiri obrolan singkat tersebut.
Ia tak bisa lagi berkonsentrasi pada buku yang ia baca setelah mendapatkan panggilan tersebut dan lebih memilih membereskannya kedalam tas bersiap untuk pulang. Ini bahkan terlalu sore dan diluar sana begitu mendung.
Hujan turun begitu deras saat ia tepat akan keluar menuju gerbang. Kyuhyun sedikit merutuki dirinya karna tak begitu siap akan keadaan seperti ini, ia bahkan tak membawa payung. Memang benar pepatah pernah mengatakan sedia payung sebelum hujan.
Detik-detik ia masih menunggu hujan itu redah, namun bukannya redah malah semakin menjadi-jadi ditambah angin yang begitu besar. Rintik-rintik hujan seolah membawanya ke memori beberapa saat lalu.
*Flasback on*
Suara gaduh terdengar begitu jelas dari beberapa kelas yang tengah ribut menggunjingkan seuatu. Suara ricuh tersebut nampaknya juga mengundang kericuhan kelas kyuhyun. Saat itu memang kelasnya tampak lenggang karena guru yang seharus mengajar dikelasnya absen.
Suara gaduh tersebut sampai juga kekelasnya, seorang yeoja menghampiri bangku kyuhyun dengan nafas tersegal-segal. "Kyuhyun-ssi, sun-sungmin dia berada di UKS." Dengan terbata yeoja tersebut mencoba menyampaikan maksudnya.
Pikiran kyuhyun langsung melayang memikirkan kejadian apa lagi yang dialami kekasih cerobohnya tersebut. Dengan langkah lebarnya ia bergerak cepat menuju ruangan kesehatan sekolahnya.
Langkahnya langsung terhenti ketika dari balik kaca ruangan kesehatan tersebut ia bisa dengan jelas melihat adegan tersebut. Ia terdiam untuk beberapa saat, entah kenapa langkahnya menjadi begitu berat.
Kyuhyun merasakan sesuatu yang aneh dan bergejolak didalam hatinya ketika melihat seorang namja yang tak begitu asing baginya tengah membenarkan letak selimut yang tengah kekasihnya gunakan. Dan dengan lancangnya namja tersebut merapikan anak poni rambut sungmin dengan perlahan atau lebih tepatnya dengan sayang menurut kyuhyun.
Dengan perasaan yang begitu kacau, kemudian pemuda stoic tersebut mengurungkan niatnya dan berbalik arah meninggalkan ruangan tersebut.
*Flashback Off*
Kyuhyun menghela nafasnya beberapa kali karna hujan tak kunjung mereda. Sesekali ia menengadah keatas langit guna membuang rasa bosannya.
"Kyuhyun-ssi ?" Panggil seseorang dari arah belakang tubuhnya.
Seketika kyuhyun menegang mendengar suara tersebut. Bukan karna ia takut, tapi ia begitu berdebar dan gugup karan ia hafal betul pemilik suara tersebut. Dengan perlahan ia mencoba menoleh kebelakang.
"Ah benar, ternyata kau kyuhyun-ssi." Gadis berkepang tersebut tersenyum tipis sambil menghampiri kyuhyun.
" Nde," Ujar kyuhyun sekenannya begitu kaku dan gugup.
Kemudian gadis tersebut memilih diam dan mengakhiri percakapan singkat tersebut karna ia hafal betul jika seorang kyuhyun memang terkenal hemat bicara. Gadis tersebut hanya berdiri disamping kyuhyun dan hanya menunggu hujan redah. Hal yang sama yang kyuhyun harapkan.
Kyuhyun melirik sekilas yeoja disampingnya tersebut dengan pandangan yang tak percaya jika gadis tersebut hafal namanya. Perasaannya menjadi hangat dan terselip rasa bahagia karna ia merasa tak terabaikan oleh gadis disampinnya tersebut.
"Ekhm, taemin-ssi. Kau, kenapa masih disini ?" Kyuhyun mencoba mencairkan suasana dengan memberanikan membuka pembicaraan dan menyebut nama gadis tersebut. Jauh dilubuk hatinya ia begitu gugup setengah mati, ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Terhadap sungmin sekalipun.
Taemin menoleh kearah kyuhyun dan berujuar polos, "Tentu aku menunggu hujan redah."
Kyuhyun menggaruk kepalanyanya yang tak gatal. "Ah bukan itu maksud ku, maksud ku kenapa kau bisa terlambat pulang ?"
"Ah itu..."
Keduanya kemudian larut dalam percakapan panjang dalam sejarah kyuhyun berbicara dengan seorang yeoja. Sesekali keduanya tertawa lepas. Kyuhyun bahkan baru menyadari jika sosok taemin tak semisterius yang ia fikirkan. Ia baru mengerti jika taemin memang hampir memiliki sifat yang sama dengannya. Kaku dan hemat berbicara pada sekitarnya.
*************CL****************
"Yaa, hanya orang gila yang akan keluar disaat badai datang. Apa lagi hanya untuk bermain game. Apa kau sudah tidak waras hah ?." Umpat namja bermata doe tersebut pada namja disebrang sana.
Namja berumur 15 tahun tersebut kemudian tak memperdulikan lagi temannya yang tengah berbicara dari sebrang sana dan lebih memilih memutuskan line telephonenya tersebut dan kemudian membuang sembarangan handphonenya. "Benar-benar tidak waras." Umpatnya sekali lagi sambil mengganti-ganti cenel TV yang berisikan ramalan cuaca.
Gedubrukkkkk
Namja remaja tersebut sekilas menatap malas kearah sumber suara tersebut. Baginya suara-suara berisik tersebut tak begitu aneh lagi mengingat kakak satu-satunya yang ia miliki memang terkenal dengan tingkat kecerobohan yang luar biasa.
"Aww," Gadis bermata kelinci tersebut meringis kesakitan karna tak sengaja terpeleset di anak tangga terakhir. Namun buru-buru ia berdiri dan bak cacing kepanasan gadis tersebut berlarian kesegalah arah.
"Kyungsoo-ah, apa kau melihat payung ku eoh ?" Teriak gadis tersebut dengan keras namun ia masih tak berhenti mondar-mandir.
"Oh." Jawab kyungsoo-nama remaja tersebut dengan malas. Seketika sungmin langsung menghampiri adik lelakinya tersebut. Kyungsoo sedikit tercengang mendapati tampilan sungmin sekarang. Gadis maniak pink tersebut sedikit membuat kyungsoo merinding bukan main.
"Astaga, noona ! kau membuat ku takut dengan jubah pink mu itu !" Umpat kyungsoo secara refleks.
Sungmin mengeram kesal dan menampar sadis kepala adik lelakinya tersebut. "Yaa, dasar bocah !"
"Yaa ini sakit, kau sudah gila arghh" Aduh kyungsoo begitu memelas.
"Cepat katakan dimana eoh ?" Sungmin bahkan menendang-nendang kaki kyungsoo dengan sepatu bootnya yang berwarna pink. Kyungsoo menghela nafas, ia benar-benar heran dengan kelakuan sungmin yang begitu fanatik dengan warna pink.
Dengan lusuh, kyungsoo munujuk kearah rak sepatu didekat pintu rumah mereka. Sungmin tersenyum manis dan kemudian langsung berlarian menuju pintu rumahnya.
Kyungsoo yang masih meringisi kepalanya tersebut baru sadar jika penampilan sungmin terlihat berbeda. Gadis tersebut memakai jubah anti hujan dan memerlukan sebuah payung ? bukankah ia berniat akan keluar jika seperti itu, pikirnya.
Dengan gesit kyungsoo menahan lengan sungmin yang hendak membuka pintu rumah mereka. "Noona, kau akan pergi kemana eoh ?"
Sungmin begitu gelagapan, "Aku-aku. Ada yang tertinggal disekolah, aku harus mengambilnya kyung-ah." Sungmin berusaha melepaskan cekalan tangan kyungsoo yang cukup kuat. Namun namja 3 tahun lebih muda dari sungmin tersebut masih enggan mengalah.
"Tidak, kau tidak boleh keluar. Apa kau sudah gila eoh ? diluar sedang ada badai, aku tidak mengijinkan mu." Kyungsoo berujar begitu mutlak.
Sungmin menggeliat kuat dan akhirnya keduanya saling tarik-menarik. "Kyung aku tidak memimta ijin mu, lepaskan !" Perintah sungmin.
Kyungsoo masih menarik kuat lengan sungmin, bahkan namja bermata doe tersebut mengunci tubuh sungmin kedalam pelukannya. Sungmin mengeram kesal dan terus berusaha memberontak.
"Kyung, kumohon." Pinta sungmin begitu memelas. Namun kyungsoo tetap tidak mengalah dan mencoba menarik tubuh sungmin menjauh dari pintu.
Dakkkkk
Kyungsoo langsung terjatuh tersungkur ketika dengan sekali hentakan sungmin mendorong tubuh namja remaja tersebut. Rupanya sungmin memilih waktu yang tepat untuk mendorong tubuh kyungsoo ketika melemah.
"Ashhh" Umpat kyungsoo meringis kesakitan dibagian pantatnya.
Sungmin sedikit merasa bersalah ketika melihat wajah kyungsoo yang meringis kesakitan, namun ia buang-buang jauh rasa bersalah itu dan bergegas mengambil payung pinknya tersebut. "Kyung mian, aku akan segera kembali eoh. Aku akan mentraktir mu ayam goreng." Ucapnya begitu terburu-buru sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu.
.
.
Sungmin mungkin orang terekstrim atau mungkin benar apa yang dikatakan kyungsoo tentang orang gila yang akan keluar disaat badai seperti ini. Mungkin sungmin salah satu atau mungkin satu-satunya orang gila tersebut.
Petir berkilat, angin kencang dan hujan yang terhitung begitu besar tak membuat seorang Lee sungmin mengurungkan niatnya untuk menjemput cho kyuhyun. Payung pink kesayangannya-pun mulai terbolak-balik efek angin yang bertiup kencang, bahkan arah matanya tak begitu jelas karna rintik hujan yang terbawa angin mengganggu penglihatannya.
"Eomma,appa,kyungsoo aku takut sekali." Teriak sungmin ketakutan ketika petir menyambar didekatnya. Gadis bermata foxy tersebut kemudian lari terbirit-birit.
Sepanjang berlarian tersebut ia terus berteriak "Arhhhhhghhhhhhh" Hingga tak terasa ia sampai didepan gerbang sekolahnga sendiri.
Beruntungnya jarak anatara sekolah dan rumah mereka tak begitu terlalu jauh hingga tak membutuhkan rute bus. Hanya perlu berjalan kaki saja.
Dengan perlahan ia buka gerbang tersebut dan bergerak menuju kearah kelas kyuhyun. Sayup-sayup dari kejauhan ia bisa mendengar suara tawa seseorang yang cukup ia kenal. Suara hujan nampaknya tak menganggu pendengarannya, mungkin karna hujan mulai meredah.
Deg
Sungmin merasakan jiwanya seakan lepas dari tubuhnya saat ini juga. Jika saja ia bisa menangis, ia akan memangis saat ini pula. Mungkin hujan akan menyamarkan jejak air matanya. Namun lagi dan lagi ia tak bisa. Terlalu menyakitkan hingga membuatnya tak bisa merasakan sesuatu. Lelah.
Hal yang paling ia takutkan mungkin akan mulai terjadi dan menjadi mimpi buruknya. Kyuhyun lambat laun akan dekat dengan yeoja tersebut. Sungmin bahkan masih mengingat seberapa sering ia mencoba menjauhkan kyuhyun dengan gadis tersebut. Seperti halnya ketika mereka hendak mengunjungi perpustakaan, ia melihat sosok taemin yang tengah membaca, dan dengan susah payah ia membujuk kyuhyun agar tak memasuki perpustakan tersebut. "Kyuhyun, ayo kita kekantin saja, aku sangat kelaparan." Dilain harinya kembali ia melihat taemin sedang menikmati makanan dikantin dan kemudian ia kembali menyeret kyuhyun, "Kyuhyun, sepertinya aku masih kurang faham dengan pelajaran kim saem, tolong ajari aku eoh ?". Setiap harinya ia terus menyeret dan menyeret kyuhyun agar menghindar dari gadis tersebut, namun sepertinya ia melupakan satu fakta jika selama 3 tahun ini taemin begitu beruntung selalu berada dalam kelas yang sama dengan kyuhyun. Mungkin itu disebut jodoh, pikir sungmin.
Namun ia tak menyerah begitu saja, ia tak ingin melepaskan kyuhyun begitu saja. Jika bisa ia ingin sekali memutuskan benang merah tersebut agar mengikat padanya saja. Karna itu mungkin salah satu alasan kenapa sungmin begitu rajin berdoa ke greja.
Dan mungkin jodoh juga mempertemukan kyuhyun dan taemin saat ini. Sungmin tersenyum getir saat melihat sosok kyuhyun tertawa begitu lepas bersama gadis bermata bulat tersebut. Hal yang jarang kyuhyun lakukan jika bersamanya. Ia bahkan lupa bagaimana bentuk senyum kyuhyun yang indah ketika mereka memutuskan berpacaran, semenjak itu pula kyuhyun tak lagi begitu ramah terhadapnya.
Miris, sungmin terlihat begitu mengenaskan saat ini. Dengan lusuhnya ia berbalik dan meninggalkan tempat tersebut tanpa berniat menampakan diri saja sejenak. Sejak kyuhyun memutuskan line telephone mereka, sungmin benar-benar khawatir bukan main karna kyuhyun tak menghubunginya bahkan menjenguknya ketika berada diruang UKS. Mungkin pemuda stoic tersebut akan memberikan alasan tepat setidaknya agar membuat hatinya tak menjadi risau. Namun seperti biasa, kyuhyun hanya akan diam dan bersikap dingin terhadapnya.
Dengan langkah tertih, ia mencoba menyeret kaki mungilnya agar menjauh dari tempat tersebut.
**************CL****************
Kyuhyun merutuki seseorang yang seenak jidatnya saja menekan bel kediaman keluarga CHO tersebut dengan brutal. Baru saja ia hendak mengumpati sosok tersebut, namun ia urungkan karna sosok tersebut merupakan anak dari tetangga rumahnya.
"Hyung, kau. Apa kau tidak bersama noona ?" Tanya kyungsoo begitu ketar-ketir. Namja remaja tersebut terlihat begitu memelas, dari raut wajahnya saja ia begitu terlihat mengkhawatirkan sesutu.
"Sungmin ?"
"Oh, noona. Apa dia tidak bersama mu ?" Tanya kyungsoo sekali lagi. "Aish kemana yeoja berisik itu pergi. Aku akan gila jika seperti ini." Gumamnya tak begitu jelas namun pendengaran kyuhyun jauh lebih tajam dari apa yang ia bayangkan.
"Tidak, dia tidak bersama ku." Jawab kyuhyun sejujurnya.
"Bagaimana ini, noona bilang dia meninggalkan sesuatu disekolahnya dan dia dengan gilanya menerjang badai tadi sore. Dan sekarang dia belum kembali." Jelas kyungsoo begitu panjang lebar.
Kyuhyun terdiam sesaat, nampaknya namja stoic tersebut tengah memikirkan sesuatu. "Kyung, kau tunggu dirumah saja." Kyuhyun langsung merebut payung yang tengah kyungsoo pakai dan berlarian kecil menerjang rintik hujan yang memang tak begitu hebat seperti sore tadi.
"Yaa, aish kenapa orang dewasa selalu mengesalkan." Umpat kyungsoo ikut berlarian menuju gerbang rumahnya sambil menutupi kepalanya dengan telak tangannya.
Kyuhyun berlarian kecil menuju tempat yang ia duga sungmin akan berada disana. Dan dugaannya tak meleset sedikitpun ketika melihat sosok gadis kelinci tersebut tengah berjongkok dan menuliskan beberapa kata yang tak ia ketahui dengan menggunakan ranting kayu.
Dengan perlahan ia tendang ranting tersebut hingga sontak membuat sungmin mendongak dan hampir berteriak kesal. "Yaaa,Ka-Kyuhyun ?" Sungmin mengerjabkan matanya beberapa kali guna memastikan sosok didepannya tersebut memang benarlah kyuhyun dan ia sedang tidak bermimpi.
"Ya, ini aku. Apa yang kau lakukan disini ?" Ujar kyuhyun dengan nada emosi namun terdengar begitu dingin. Namja stoic tersebut memang benar-benar pandai mengendalikan emosinya.
"Aku, aku itu, payung ku rusak jadi aku-"
"Kau benar-benar gadis bodoh. Lalu apa yang kau gunakan ini," Kyuhyun menarik-narik jubah anti air sungmin. "kyungsoo sangat mengkhawatirkan mu !"
"Maaf" Sungmin menunduk dan tak berani menatap kyuhyun. Namja stoic tersebut tampak menakutkan jika sudah mulai memarahinya.
Kyuhyun menempelkan jari telunjuknya dikepala sungmin dan implus sungmin langsung mendongak. "Palli kka." Ucapnya begitu dingin dan berlalu mendahului sungmin.
Sungmin masih tertegun memandang punggung kyuhyun dari kejauhan dan berharap jika namja dingin tersebut menengok kearahnya sekali saja maka ia takan menyerah untuk sekarang.
'Sekali saja, menolehlah agar aku tidak menyerah untuk saat ini kyuhyun. Ku mohon. 1...2...3...4...5...6..., tidak bukankah ini terlalu panjang.'
Sampai dihitungan ke 6-nya sungmin sadar jika kyuhyun tak mungkin menoleh kearahnya dan air matanya sungguh tak tertahankan untuk tidak keluar. Sungmin menundukkan kepalanya dan menyembunyikan bulir-bulir cair tersebut yang terus menetes tak henti.
"Hiks...hiks...hiks..." Gadis bodoh itu menangis terseduh-seduh dan tak memperhatikan disekitarnya.
"Gwencana ?" Tanya kyuhyun begitu terlihat khawatir. Ini untuk pertama kalinya ia melihat sosok sungmin yang terkenal hiper aktif menangis terseduh-seduh tanpa alasan. Bukan tanpa alasan mungkin lebih tepatnya ia tak tahu alasannya.
Kyuhyun menyentuh pundak sungmin secara perlahan, "Sungmin, kau ini kenapa ?"
Sungmin mendongak dan seketika tangisnya pecah dan langsung menerjang tubuh kurus didepannya.
"Dahaengieyo...hiks" Gumamnya tak begitu jelas disela-sela tangisnya. Tampaknya gadis tersebut bersyukur kyuhyun berbalik kearahnya dan tak menghiraukannya begitu saja.
Kyuhyun tak mengerti dan hanya diam beberapa saat membiarkan sungmin memeluknya begitu posesif dan menangis sejadinya didada bidangnya. Secara perlahan kyuhyun membalas pelukan tersebut dengan sebelah tangannya yang bebas dari menggenggam payung.
Dengan perlahan namja stoic tersebut mencium pucuk kepala sungmin mencoba memberi ketenangan pada kekasihnya tersebut.
Zhi yuan yitian nǐ kan de jian My Love For You~
Wo de ai ta shi shou bu hui~
"Kyuhyun, apa ini berat ? maaf."
"Gwencana, bukankah sudah biasa. Pembuat masalah."
Keduanya terus berbincang sepanjang taman yang mereka lewati tersebut. Walau hanya beberapa kata saja yang terucap mungkin itu sudah cukup bagi sungmin untuk memulihkan semua lukanya.
Semenjak kejadian beberapa saat lalu, dengan pasrahnya kyuhyun bersedia menggendong sungmin ala pigy back. Sungmin berdalih jika ia terlalu lelah dan lemas makanya ia menangis dan meminta kyuhyun untuk menggendongnya.
"Aish..."
Rintik hujan masih saja tak kunjung redah, dan sungmin tampaknya tak begitu keberatakan membawa payung untuk mereka. Sesekali atau bahkan sedari tadi sungmin terus menatap wajah tampan kyuhyun dari sampingnya.
"Kyuhyun~" Lirih sungmin.
"Oh..?"
Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah samping hingga membuat jarak wajah kedunya begitu dekat. Bahkan sungmin berani bersumpah jika saat ini ia bisa merasakan hembusan nafas kyuhyun yang begitu teratur diwajahnya. Pipinya seketika merona hebat.
"Mwo ?" Tanya kyuhyun sekali lagi dengan senyum menggoda. Sesekali namja tersebut tampaknya menatap bibir plump didepannya yang begitu dekat jika ia jangkau. Tampaknya naluri namjanya keluar begitu saja.
"Ani, hehe hanya ingin memanggil nama mu saja. Aku suka." Jawab sungmin begitu gugup.
"Ah..arraso" Kyuhyun mengangguk sekilas. "Hanya itu saja ?" Tanya kyuhyun begitu ambigu.
"Kyuhyun ! Cho kyuhyun. Aku suka. sangat-sangat suka." Sungmin berujar begitu riang tampak kontras dengan dirinya beberapa saat lalu. Cinta memang berefek banyak bagi dirinya. Dan dengan secepat kilat ia cium pipi kyuhyun. "Hehe" sungmin tersenyum manis dengan matanya sedikit sembab namun tak mengurangi kecantikannya.
Tanpa sadar kyuhyun ikut tersenyum melihatnya. Entah kenapa ia masih enggan menolehkan kembali wajahnya agar menjauh dari sungmin, seolah-olah ia menantikan sesuatu saja.
Keduanya tersenyum satu sama lain, hati sungmin menghangat kembali. Dengan cepatnya sungmin kembali mencium kyuhyun. Namun dibagian selain pipi. Keduanya berciuman dibibir, hanya saja saling menempel tanpa melumat. Dan bawah rintik hujan keduanya berciuman.
TBC
Hai lagi lagi lagi dan lagi heheh...
Maaf tidak ada maksud sebenernya untuk menunda ff ini mengingat saya mendapatkan respon baik dari kalian semua readers tercinta. Tapi keadaan saya yang memanh kurang fit beberapa akhir ini membuat saya harus rehat. *udh tua sakit"an mele* -_-" gk setua itu keleus.
Masih ingat tentang kasus plagiat itu ? jika kalin ingin tahu judul ff plagiat tersebut silahkan pm saya saja, saya tidak ingin menebar fanwar disini. Saya menghormati readers sekalian. saya fikir suatu saat nanti Tuhan bakal bales itu athor, biarkan saja tangan Tuhan yang bekerja jika dia susah disadarkan.
Chap ini sudah panjang kah ? semoga kalian puas ^^ . Sesuai genrenya bakal ada beberapa imajinasi sang Tokoh didalam cerita tersebut.
JijiDonghae : Jan nangis jiji-ssi *pukpuk
ckhislsm137 : Gomawo, sudah d lanjut ya ^^
.75 : Aduh hahhah jalan ceritanya bakal ditebak ni ma chingu :D
Heldamagnae : Sadar sadar sadar ! *plakkk kkkkk
kyuxmine : Itu aku *nyanyi ala sela on seven hahah hum ikutin terus aja nanti baka tau kok ^^
abilhikmah : Iya loh *ikut"an LOl
Teuki-Angel : Teuk-ssi apa kau cemburu uri yeobo ngelirik nae mom ? lol *korban sinetron on heheheh Gomawo chingu ^^
dewi. : Itu aku aku aku *ups
Chella-KMS : Oh ow...heheh ok sudah ya
: Sudah sudah bunda ^^
minnie tata : Kita sehati chingu {} Aku juga suka. malah lebih suka baca dari pada nulisnya aslinya mah heheh
: Tentu BUKAN -_-"
2 : Ok ttep stay ya ! *maksa LOL
.1 : Hahah harusnya tiap hari gw kirimin screenshotnya biar lu penasaran LOL
Park Heeni : Maaf melenceng dari yg d bayangkan heheh ^^
ShinJiWoo920202 : Sesuai genrenya T.T maaf membuat mu menangis *pundung LOl
ncisksj : Aku juga mau kalo gitu *nyempil d kyumin*
evilkyu : Sudah ya upil T.T
Guest : Mesti d tampar biar sadar kekny tuh evil chingu !
Poopiie ; Gomawo chingu :" ini sudah ya
melee : Mungkin akan selalu ada kangmin moment untuk chp" berikutnya jg heheh
lee kyurah : Kyurah-ssi wani piro hahha. Mana kamu d dq kekny gk pernh ripyu ya ? hayo nongol nongol !
Guest : Aigoo apa taemin termasuk ajuma sm yak ? lol
Shin : Aku yo pada sakitne nang kene *Tunjuk boot mom*
leeminhae : Heheh ikutin aja trs ceritant ok !
HaeHar : Haehar gomawo kau telah meripyu beberapa kali dengan semnagat berkobar" kkk.
leedidah : Heheh yaudah fikirkan saja bagaimana endingnya ^^
PaboGirl : Mungkin kurang lebih seperti itu hehe
: Amin :) hayo tampar kyupil berjamaan biar sadar *LOL
hyemi97 : Sudah ya ^^
kyumin1408 : Dichap ini sudah kejawab ya ^^
Untuk semuanya gomawo sudah menanti-nanti setiap FF ku. aku bersyukur setidaknya dari ratusan sider masih ada kalian ^^ .. untuk sider hayo muncul, minkyu gk gigit kok ^^
See you leter~~~~
