Title :

Say I Love You

Main Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Kim Kangin

Rating :

T

Genre :

Romance/Hurt

Warning :

GS,Typo(S),Imagination, Song Fic, bahasa tidak sesuai EYD

Summary :

Kyuhyun telah memiliki kekasih namun ia tak

mengerti kenapa perasaannya tak bisa berubah

terhadap sosok yeoja tersebut. Sungmin hampir

menyerah terhadap perasaanya, ia selalu

menulikan mata hatinya ketika suatu hari ia sadar

dan berujar, "Benar, cinta memang akan selalu

menemukan caranya meski kita mencoba

menghalanginya."

Song By :

SNSD-Mistake

Happy Reading ^^

Lee sungmin POV

"Huh..."

Aku menatap nanar kearah meja belajar ku yang tak ada bedanya dengan tong sampah saat ini. Mungkin eomma akan meneriaki ku jika saja beliau tahu kedaan ini. Eomma, dia orang yang suka kebersihan setelah jaejoong ajuma, mungkin karna mereka berteman sejak kecil hingga membuat sifat keduanya hampir mirip. Kadang beberapa orang bahkan mengira jika jaejoong ajuma itu kembaran eomma. Astaga, menurut ku itu terlalu berlebihan.

Aku merasa otak ku akan meledak saat ini, bahkan mungkin aku akan segera menjadi gila bila terus berkutik disoal-soal matematika ini. Oh Tuhan, seharusnya kau tidak membiarkan sesorang menemukan angka-angka ini. Ini membuat ku sedikit frustasi, tidak mungkin benar-benar frustasi.

Mempunyai seorang adik yang jenius sekalipun tak membantu apa pun. Kyungsoo bahkan hampir bisa mengerjakan semua soal matematika ku tapi anak itu benar-benar pemalas, waktunya hanya dihabiskan untuk bermain diluar dan bermain dengan PS sialannya itu. Dia beberapa kali mau mengajariku tapi akan selalu berakhir dengan umpatan, "Kau benar-benar bodoh, aku bahkan sudah mengajari mu lebih dari tiga kali tapi kau tidak mengingatnya sama sekali." atau "Lupakan, kau benar-benar bodoh. Membuat kesal saja." Kyungsoo bahkan tak membawa embel-embel 'Noona' ketika mengumpati ku. Jika saja doa seorang kakak yang teraniaya seperti ku berlaku layaknya seorang ibu, aku mungkin sudah mengutuknya menjadi burung hantu !. Kyungsoo sialan.

Orang-orang diluar pun sering beranggapan jika aku bukanlah anak kandung keluarga Lee. Sungguh menyebalkan karna aku tidak mewarisi otak jenius kedua orang tua ku seperti kyungsoo saja, orang diluar sana sudah berspekulasi jika aku bukanlah anggota keluarga Lee.

Tapi satu hal yang aku syukuri, aku memiliki wajah tak kalah cantiknya dengan eomma. Setidaknya bagian itu saja yang bisa ku banggakan dari keturunan Lee.

Tanpa sadar aku, sepertinya melamunkan hal-hal yang tak berguna. Membuang waktu saja. Sebenarnya aku berharap jika tugas ku terselasaikan ketika aku melamun tadi. Jika tidak aku ingin meminjam tongkat ajaib harry pother untuk menyihir buku tugas ku. Dan aku pernah melakukan hal yang terbodoh karna percaya ucapan kibum "Letakan saja buku tugas mu dibawah bantal yang akan kau tiduri. Aku pastikan jika besok tugas mu pasti akan terselesaikan ketika kau bangun." Ujar kibum sambil memerkan tugasnya didepan ku, dan dengam bodohnya pula aku percaya dan mencoba mempraktikannya. Hal hasil aku berlarian lapangan sebanyak 10 kali karna nyatanya buku tugas ku masih bersih tanpa coretan. "Mimpi takan menyelesaikan tugas mu" Dengan tanpa bersalahnya gadis tomboy itu menertawai ku, sialan kibum.

Aku mendesah dan meletakan pipi ku dibawah meja belajar. Sepertinya aku memang benar-benar bodoh, sejak sore tadi aku hanya berkutik disatu soal ini sampai...kulirik jam didinding menunjukan angka 7. Kau benar-benar lee sungmin!

Duk duk duk

Aku tidak peduli jika kepala ku lecet atau bahkan amnesia sekalipun mungkin itu lebih baik setidaknya aku tidak perlu mengerjakan tugas-tugas sialan ini. Dahi ku mungkin mulai memerah akibat aku membenturkannya diatas meja ku sendiri. Seandainya saja aku memiliki otak sejenius kyungsoo dan kyuhyun mungkin aku tidak,- kyuhyun ! Ya kyuhyun, kenapa aku tidak terpikirkan untuk meminta bantuannya seperti biasa.

Aku langsung meloncat dari bangku hingga tak menyadari jika beberapa buku ikut berjatuhan akibat gerakan tiba-tiba yang kulakukan. Ah persetan dengan itu, hal yang harus kulakukan adalah menemui kekasih ku.

Kugeser pintu kearah balkon kamar ku. Angin malam seoul langsung menerpa tubuh ku begitu kencang, sepertinya musim akan cepat berganti. Kurapatkan lagi sweeter pink rajutan jaejoong ajuma yang ia berikan pada ku saat natal tahun lalu. Tindakan ilegal ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan ku sejak beranjak remaja hingga sekarang. Aku bahkan selalu menghiraukan perkataan namja stoic itu, ketika aku selalu melompati pagar balkon kami.

Hup...

Seperti biasa, pendaratan ku selalu mulus dan tak pernah gagal sekalipun. Mungkin. Pintu kamar kyuhyun tampak terbuka namun tirai-tirai putih tipis ini masih jadi pengahalang dunia luar dan dunia kyuhyun(?) Aku sebut itu karna kyuhyun memang jarang sekali melihat dunia luar, dia sama autisnya dengan kyungsoo, penggila game. Mereka bahkan bisa menghabiskan 24 jam mereka untuk bermain game saja. Apa orang-orang jenius memang selalu begitu ? aku bahkan pernah mencoba bermain game bersama kyungsoo dan seperti biasa bocah itu selalu mengumpati ku karna aku tidak bisa memainkan game itu dengan benar. Mungkin tidak ada hal yang benar yang bisa ku lakukan dimata kyungsoo.

Srakkkk

Seseorang membuka tirai tersebut dan suara tirai terbuka itu membuat ku sedikit melonjak kaget. Tuhan, sadarkan aku saat ini. Mata ku sepertinya tidak akan sesuci dulu lagi ketika melihat pemandangan didepan ku ini. Kyuhyun diam sekian detik sama halnya dengan ku. Yang ia lakukan hanya hanya memegang handuk kecil dikepalanya dengan ekpresi sedikit cengoh.

"Yaa ! Tutup mata mu !" Perintahnya mutlak, rupanya ia sadar jika ia masih bertelanjang dada. Pipi ku mungkin sudah memerah padam, langsung aku menutup mata ku dengan telapak tangan ku. Sebenarnya aku tidak benar-benar menutupnya, ku renggangkan sela-sela jari ku. Hehe kenapa dengan otak ku, aku sepertinya menjadi mesum karna komik 18 plus yang dipinjamkan hyukjae pada ku. Aku bahkan sering membayangkan kyuhyun mencium ku. Pabbo.

"Sungmin ! Lee sungmin !" Teriaknya didepan ku seketika membuyarkan lamunan mesum ku tentang tubuh kyuhyun. Lagi-lagi aku merasakan pipi ku memanas bukan main.

"Lee sungmin, buang pikiran kotor mu itu !" Ucap kyuhyun begitu sarkatis. Astaga, kyuhyun bahkan sepertinya sudah hafal betul seluk beluk otak ku. Beruntungnya kyuhyun telah memakai kaosnya hingga tak lagi membuat ku berfikir yang iya iya(?).

"Anni-anniyo, aku tidak semesum itu kyuhyun !" Bela ku, walau sebenarnya dalam hati ini meng-iyakan. Tentu aku tidak mau kyuhyun menganggap ku yeoja mesum.

"Tidak mungkin, kau bahkan memanjat balkon itu. Dimana letak kesopanan mu sebagai seorang yeoja ?"

Aku kalah telak, aku bahkan tidak bisa membalas kata-katanya.

Kyuhyun melenggang masuk lagi kedalam kamarnya dan aku tentunya akan mengekor. Namja itu duduk disalah satu sofa besarnya. Lihatlah, dia bahkan tidak bisa jauh dari benda brengsek itu jika disudah berada didalam kamarnya.

Tidak mau membuang waktu, saatnya untuk merengek pada kekasih jenius ku ini. Aku langsung bergelanyutan manja dupundaknya. Kulingkarkan kedua tangan ku dan seperti biasa kyuhyun selalu menepisnya. Aish, membuat kesal saja tapi aku tidak peduli. Aku kembali melingkarkannya lagi dan mulai bersandar dipundaknya dari belakang.

"Min, hentikan." Pintanya masih sambil memandangi layar PSP-nya tersebut.

"Bantu aku eoh ? Kyuhyun sayang~" Aku mulai mengeluarkan jurus aegyo ku.

Dia hanya mendengus kesal dan mematikan PSP-nya itu kemudian berdiri dari sofa membuat ku terpaksa melepaskan pelukan ku.

"Shireo" Ujarnya begitu dingin dan mulai beranjak menaiki ranjangnya dan selalu menghiraukan ku begitu saja.

Kyuhyun mulai mengacuhkan ku lagi, habis sudah akal pikiran ku. Habislah aku jika kyuhyun benar-benar tidak mau membantu ku sama sekali. Bagaimana ini, aku benar-benar cemas hukuman yang akan aku terima besok dari kim saem.

"Kyuhyun, ku mohon kali ini saja eoh ?" Rengek ku padanya sambil menarik-narik selimut yang tengah ia gunakan. Namun seolah menulikan pendengarannya, ia masih saja memjamkan matanya seolah-olah aku tak berada disampingnya dan menganggap ku angin. Aku juga tidak akan menyerah, ku tarik lebih kuat lagi selimutnya dan sial kyuhyun memberikan perlawanannya hingga membuat ku tertarik dan jatuh diatas tubuhnya.

Jantung ku sepertinya akan meloncat keluar saat ini juga, kyuhyun begitu dekat dengan ku. Ini benar-benar dekat dan aku sepertinya mati gaya. Beberapa menit kami saling memandang, dan aku berharap kyuhyun mencium ku saat ini. Bukankah romantis jika sudah seperti ini. Pikiran ku kembali melayang dan tanpa sadar aku memejamkan mata kemudian bibir ku mengerucut meminta kyuhyun menyambutnya.

Saranghan geu hanmadi jigeum haejullaemaeil saranghae..

naman saranghae.. kiseuhae jullae...

Aku seolah mendengarkan backsound music yang begitu pas untuk situasi seperti ini. Aku benar-benar tidak sabar hal apa yang akan terjadi setelah ini, jantung ku benar-benar bedebar.

Music itu bak kaset rusak ketika dengan sadisnya kyuhyun mendaratkan benda tumpul dibibir ku. Aku mulai menarik diri dari atas tubuhnya dan merengek kesakitan. Aku tidak berbohong, ini sakit sekali. Bibir ku sepertinya akan memerah, dan lebih sial laginya bukan karna ciuman dari pangeran ku ini tapi dari buku tebal itu yang sedang dipegang kyuhyun. Kyuhyun memang sering menaruh buku bacaan disekitar tempat tidurnya, dia pernah mengatakan jika buku salah satu benda favorite-nya setelah PSP tentunya dan aku lebih tidak percaya lagi jika buku sialan itulah yang mendarat dibibir ku.

"Arggg appo" Rengek ku sambil menutupi bibir ku dengan telapak tangan ku sedangkan kyuhyun hanya tertawa terbahak-bahak. Ia jarang sekali melakukan itu dengan ku, aku merasakan hati ku menghangat. Yaa taemin-ssi, lihatlah kyuhyun juga tertawa didepan ku bahkan lebih dari waktu itu.

Kyuhyun tersenyum dan menghampiri ku yang masih merengek kesakitan.

"Huuhh jahat sekali."

"Hehe mianhae." Ucapnya begitu terdengar tanpa beban atau lebih pantas kusebut tanpa merasa bersalah.

Kyuhyun sedikit membuat ku terkejut ketika ia secara tiba-tiba menangkup kedua pipi ku dan kemudian mengecup bibir ku secara tidak langsung. Hah, aku kesal sekali, kenapa telapak tangan ku menghalangi bibir seksinya mendarat dibibir ku. Jadilah dia hanya mencium telapak tangan ku.

Dia tersenyum manis kearah ku, Tuhan aku sepertinya akan meledak sekarang. "Sudah lebih baik bukan ?" Tanyanya masih dengan senyum 1000 wattnya.

"Anii, cium aku sungguhan baru lebih baik." Aku kembali memanyunkan bibir ku, kemudian dia hanya menampakan smirk menyeramkannya hingga membuat nyali ku menciut.

"Hahah, aku hanya bercanda. Baiklah, ayo kita lakukan ?"

Ini ambigu, sebenarnya apa yang kyuhyun maksud. Melakukan apa ? aku tidak mengerti.

"Mm-melakukan apa eoh ?" Tanya ku benar-benar gugup.

Kyuhyun sedikit melirik sekitarnya dan kemudian mendekat secara seduktif kearah ku dan itu sungguh membuat ku berdebar. Tuhan, apa aku harus ?

"Eomma..ku sedang tidak berada dirumah." Suara kyuhyun ditelinga ku membuat merinding saja dan jantung ku sepertinya tak terkontrol lagi. Berdetak sangat hebat.

Pipi ku memanas bukan main, aku merasakan hal geli disekitar perut ku. Seperti ribuan kupu-kupu memenuhi perut ku dan bergejolak ingin keluar. Aku mulau takut sekarang, aku fikir aku akan baik-baik saja jika kyuhyun yang memintanya, tapi entah kenapa aku merasa takut sekarang.

"Kyuhyun, aku belum siap !"Tolak ku secara cepat sambil mendorong bahunya menjauh dari ku. Tuhan, jangan biarkan kyuhyun memutuskan ku karna ini.

Lagi dan lagi namja jahat ini hanya memang berniat menggoda ku, dia bahkan tertawa lagi dan kulihat dia mengeluarkan bulir jernih disudut matanya karena terpingkal.

"Hahah kau lucu sungmin hahah." Ucapnya masih tertawa sambil memegangi perutnya.

Dia benar-benar jahat, aku ingin sekali menendangnya tapi aku mencintainya. Aku tidak bisa melakukannya, ini membuat ku jengkel. Dengan lemas, aku merengut berjalan kearah balkon kamarnya. Sebaiknya aku pergi dari pada harus bermalu ria seperti ini.

"Mau kemana hm ?" Tanyanya sambil mencegat lengan ku.

Aku tidak langsung menjawab dan hanya menatap manyun kearahnya.

"Arra, mian." Ucapnya masih setengah menahan tawa. Aku tahu itu kyuhyun !.

"Baiklah, hayo kita lakukan yang sebenarnya." Ucapannya kali ini benar-benar terdengar serius.

"Tidak, kau hanya mempermainkan ku."

"Tidak, aku bersungguh. Hayo kita menyelesaikan PR mu." Ucapnya begitu gamblang. Kyuhyun mungkin benar, otak ku mulai rusak karna komik-komik itu. Besok sepertinya aku akan mengembalikannya pada hyukjae. Dia benar-benar mempropokasi otak polos ku.

*Lee sungmin POV END

***********CL*************

Brukkkk brukkkk

Kyuhyun menatap datar kearah pagar sebelah rumahnya. Ia sudah menduga jika dibalik pagar itu pasti bukanlah sesuatu yang baik untuknya. Dan munculah sosok sungmin dengan senyum lima jarinya dan sedikit merapikan penampilannya didepan kyuhyun yang sedikit membuat jengah.

"Kyuhyun !"

Dengan acuhnya, kyuhyun mengabaikan sungmin begitu saja dan berjalan terlebih dahulu. Sungmin tercengang dan menarik kaca kecil dari sudut tasnya. Ia memperhatikan penampilannya dari pantulan cermin tersebut. Sungmin hanya ingin memastikan tidak ada yang salah dengan penampilannya.

Seperti biasa, kyuhyun selalu berjalan cepat dan meninggalkannya. Ia langsung memasukan kaca kecilnya lagi dan berlarian mengejar kyuhyun didepannya.

"Kyuhyun ! Tunggu !" Teriak sungmin terengah mengejar langkah kyuhyun.

Huppp

Sungmin akhirnya berhasil mensejajarkan langkah mereka dan dengan cepat gadis manis itu memeluk lengan kyuhyun dengan manja. Kyuhyun mulai menatap tak suka dan segera melepaskan pelukan tersebut namun sungmin kembali memeluknya dan dia menyerah dan membiarkan yeoja itu melakukan sesukanya.

"Kenapa kau meninggalkan ku eoh ?" Tanya sungmin berpura-pura marah.

"Kau sangat lelet, aku tidak mau terlambat karna hanya menunggu mu." Ucap kyuhyun begitu gamblangnya hingga membuat sungmin malu sekaligus kesal.

"Jahat sekali !"

Sepanjang mereka berjalan bersama, sungmin tak henti-hentinya berceloteh tentang banyak hal. Kyuhyun sedikit pusing mendengarkan suara-suara sungmin, ini membuatnya sedikit terganggu disekitar sungmin. Itulah alasan kenapa kyuhyun selalu memilih waktu lebih siang dari keberangkatan sungmin menuju sekolah mereka. Sungmin memang memiliki kebiasaan lebih awal masuk darinya karna gadis itu memiliki beberapa alasan dan salah satunya karna ia perlu waktu mengerjakan tugasnya disekolah sebelum bell pertanda masuk. Mungkin sialnya hari ini mereka berdua bangun terlalu siang dikarenakan terlalu malam menyelesaikan tugas sungmin semalam.

Tak terasa kedunya sampai diujung persimpangan menuju kelas kyuhyun dan sungmin. Sungmin merengut kesal dan sedikit tidak rela mengakahiri kebersamaan mereka saat ini.

Kyuhyun melepaskan pelukan sungmin, "Apa yang kau lakukan ? kau tidak mungkin mengikuti ku sampai kelas bukan ?"

Sungmin memanyunkan bibirnya, "Anniyo, aku hanya ingin melihat mu masuk kelas. Sungguh itu saja."

"Terserah kau saja, babo." Kyuhyun bahkan meninggalkan sungmin begitu saja tanpa senyum bahkan kata-kata manis selayaknya kekasih yang sesungguhnya. Sungmin menatap sendu punggung kyuhyun dan berharap namja itu mau melihatnya sekilas saja.

Tapi sepertinya kyuhyun takan pernah melihatnya sama halnya dengan perasaannya terhadap kyuhyun mungkin sampai kapan pun takan pernah terlihat olehnya.

'Baiklah, jika kau tidak mau melihat ku. Aku yang akan membuat mu melihat ku !' Ucapnya bersungguh-sungguh dalam hati.

"Kyuhyun !" Teriak sungmin begitu kencang hingga membuat namja stoic itu benar-benar menoleh kearahnya. "Kyuhyun jangan..." Sungmin tertegun melihat ekpresi datar kyuhyun. Ia bahkan mungkin bermimpi semalam kyuhyun tertawa didepannya dan kini ia harus melihat ekspresi datar kyuhyun lagi.

"Jangan..."Sungmin tampak berfikir keras, "jangan melupakan sarapan mu eoh !"

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya dan kembali berjalan menjauh dari sungmin. "Bell bahkan kurang dari 5 menit lagi akan berbunyi, mana ada waktu." Gumamnya tak jelas.

"Jangan...jangan melihat yeoja lain, itu yang aku ingin ucapkan tadi." Ucap sungmin begitu lirih.

.

.

Suasana kelas sungmin tampak begitu ramai dengan perkumpulan beberapa siswa siswi beramai mencontek tugas kim sosaem di beberapa meja. Namun dengan angkuhnya sungmin berjalan penuh percaya diri kearah bangkunya. Untuk hari ini ia tak perlu bersusah payah seperti kawannya yang lain karna semalaman ia sudah menyelesaikannya.

"Sungmin, kau tidak mau menyalinnya ?" Tawar kibum penuh menggoda. Namun diluar dugaan kibum, sungmin hanya bersikap acuh dan meremeh.

"Ya kibum, kau fikir aku apa eoh ? Tidak, aku sudah mengerjakannya dengan usaha ku sendiri." Dan tentu dibantu kyuhyun tersayangnya, tambah dalam hatinya mencoba membenarkan ucapannya sendiri.

"Benarkah ? ah sayang sekali, aku tidak bisa makan gratis dikantin hari ini." Ya, kibum selalu meminta imbalan yang pas untuk semua jeri payahnya yang selama ini disalin begitu saja oleh sungmin.

"Yaa !" Umpat sungmin terdengar emosi.

"Wae ? kau yakin dengan usaha mu ? sebaiknya kau menyalin dari ku saja, aku pastikan jika jawaban ku benar." Tawar kibum sekali lagi.

"Yaa, berhenti meremehkan ku. Kali ini aku jamin jika aku akan mendapatkan nilai sempurna." Ucapnya begitu angkuh.

"Benarkah ? aku ragu." Kibum mengelus dagunya tampak begitu meremehkan.

"Yaa ! Ayo kita bertaruh kalo begitu ?" Sewot sungmin tak terima dan menantang kibum.

"Baiklah, ayo kita lakukan."

"Kau harus mentraktir ku selama seminggu jika aku mendapatkan nilai sempurna eoh ?"

"Baiklah, itu tidak masalah."

Dalam hati sungmin berdecih, ia kesal dengan sifat kibum yang selalu meremehkannya. Kibum akan mendapatkan balasan yang sesuai setelah ini, pikirnya begitu percaya diri.

Bell berbunyi tepat saat kibum dan sungmin mengakahiri pendebatan mereka. Suasana kelas yang tadi gaduh menjadi tenang seketika kim sosaem memasukinya. Guru dengan kewibaannya yang tegas itu mengetuk papan whiteboard dengan spidolnya dan berujar begitu lantang, "Letakan tugas kalian dimeja saya."

Para siswa-siswi pun mulai berhamburan menghampirinya. Kibum dan sungmin sempat saling melirik penuh kilat seolah kedunya menaburkan peperangan.

Tiba-tiba saja wajah sungmin memucat ketika ia tak menemukan buku yang sudah ia siapkan semalam didalam tasnya.

"Mimpi takan menyelesaikan tugas mu sungmin, aku sudah mengatakannya bukan ? ah tidak bisa dipercaya." Celetuk kibum dengan sadisnya ketika ia selesai mengumpulkan tugasnya didepan dan masih melihat sungmin yang merogoh tas ranselnya.

"Aku tidak seperti itu kibum-ah ! aku sudah mengerjakannya. Sungguh !"

"Baiklah, cepat kumpulkan !"

"Aku, aku sepertinya meninggalkannya dimeja belajar ku, bagaimana ini ?" Sungmin terlihat begitu panik ketika hampir semua teman sekelasnya telah usai mengumpulkannya.

"Kau kuno sekali menggunakan alasan itu." Kibum menatap malas kearahnya sambil menopangkan dagu.

"Aku bersungguh kibum ! kau menyebalkan sekali." Rengutnya tak suka.

"Sebaiknya para pemalas maju kedepan kelas sebelum saya memanggil kalian satu persatu." Ancam kim sosaem secara halus.

Tak ada pilihan lainnya, dengan lesuh sungmin melangkah kedepan dan menundukan wajahnya. Sia-sia sudah waktunya berjam-jam mengerjakan tugas tersebut bersama kyuhyun.

"Ah dasar bodoh, merepotkan saja" Umpat seseorang kemudian ia diam-diam melemparkan buku tugasnya sendiri kedalam kolong mejanya kemudian menghampiri sungmin dan ikut berdiri disampingnya.

Sungmin mendongak tak percaya dengan kebetulan ini, ia hanya berdiri dengan seorang Kim kangin. Sebenarnya kangin masih merasa bersalah atas kejadian beberapa hari lalu atas insiden pelemparan bola tersebut dan ia berusaha ingin menebusnya sekarang. Kangin hafal betul jika kim sosaem takan segan-segan menghukum muridnya yang tak mengejarkan tugasnya dengan cara ekstrim. Ia bahkan pernah merasakan itu ketika dengan gilanya guru Matematika tersebut menyuruhnya mengelap tiang bendera sekolah mereka seharian penuh. Mungkin kali ini juga tidak akan ada bedanya.

"Yaa kim kangin, apa alasan mu tidak menyelesaikannya ?" Tanya kim sosaem dengan penuh penekanan.

"Aku hanya tidak ingin mengerjakannya saja." Jawab kangin dengan acuhnya membuat hampir semuanya tercengang atas jawabannya tersebut.

"Ah baiklah, kau sangat pandai membuat emosi ku naik hm. Lalu bagaimana dengan mu nona lee ?" Tanya kim saem kini beralih kepada sungmin.

Sungmin meneguk air liurnya gugup. Ia sedikit bergumam tak jelas. "Aku bersumpah telah mengerjakannya seosangnim...tapi..." Lirihnya.

"Benarkah ? kalau begitu kenapa kau ikut berdiri disini nona lee ?" Guru muda tersebut tampak begitu pesimis dan tak yakin akan ucapan sungmin.

"Sungguh, tapi aku meninggalkannya dimeja belajarku." Gumamnya sekali lagi begitu pelan sambil menundukan kepala tak berani menatap gurunya tersebut.

"Tidak mungkin." Ucap kangin lirih sambil menggelengkan kepalanya.

"Ah, bahkan saya sudah 100 kali lebih pernah mendengarkan alasan yang sama dari beberapa siswa lainnya. Bagus, lebih baik kalian bedua keluar dari kelas saya dan bersihkan taman belakang sampai pelajaran terakhir usai." Ucap guru killer tersebut dengan acuhnya sambil membuka buku paketnya tak memperdulikan kang-min.

Dengan lesu keduanya terpaksa keluar dari kelas tersebut, bertahan didalam kelas pun takan ada gunanya karna kim saem merupakan guru yang terkenal akan ketidak peduliannya terhadapa siswa-siswi yang dianggap kata 'Pemalas' menurut versinya.

Dan keduanya pun berkahir ditaman belakang sekolah mereka dengan pandangan tak percaya.

"Tidak bisa dipercaya, aku tidak mau melakukannya." Kangin bergedik ngeri ketika melihat taman sekolah tersebut yang begitu kotor. Ia tak bisa membayangkan jika dirinya harus membersihkannya berdua dengan seorang Lee sungmin. Ini mustahil, bahkan bedua sekalipun ia dan sungmin takan bisa membereskannya dalam waktu sehari.

"Yaa, kau tidak bisa seenaknya begitu saja kangin-ssi. Kita berdua. Ya kita berdua harus melakukannya." Sungmin langsung mencegat lengan kangin ketika namja rakun tersebut hendak berbelok berniat meninggalkan sungmin seorang diri. Sungmin berani bersumpah takan membiarkannya begitu saja.

Kangin berdecih ketika ia mengingat beberapa kejadian ini juga pernah ia lihat ketika sungmin selalu bergelanyut dilengan kyuhyun. Sama halnya dengan sekarang, yeoja kelinci tersebut tak berniat melepaskan lengannya dan masih bergelanyut menyebalkan.

"Baik baiklah, lepaskan tangan mu itu ! Itu membuat ku tak nyaman." Protes kangin sambil melirik kearah lengannya, dan secara implus sungmin melepaskannya dan bergerak menjauh.

"Baik maaf, hehe" Ujarnya begitu polos.

.

.

Matahari tampaknya tak bisa mereka ajak berkompromi untuk hari ini. Teriknya begitu membuat kedua sejoli ini menahan amarah diujung ubun-ubun mereka. Semakin siang, panasnya semakin bertambah. Kangin mengeluh beberapa kali membanting rumput liar yang ia cabut. Ia merutuki jiwa kepahlawanannya, seharusnya ia tak perlu melakukan ini hanya untuk seorang lee sungmin. Ia bersumpah akan membalas rasa lelah ini dengan mengerjai sungmin habis-habisan setelah ini. Namun hatinya berkata jika yang ia lakukan ini benar. Kangin mulai merasa jika otak dan hatinya mulai tidak singkron semenjak melihat wajah sendu sungmin beberapa bulan lalu. Ia merasa jika sikapnya terhadap sungmin sudah tak sama dengan dulu, dia bertambah lemah didepan yeoja itu. Ada apa dengannya.

Sungmin hanya memanyunkan bibirnya melihat kangin sedari tadi hanya mengeluh karna dalam waktu 4 jam mereka menghabiskan untuk membersihkan taman belakang sekolah mereka, kangin hanya berhasil mencabut 5 rumput liar. Dan namja itu selalu mengumpat tak jelas, membuat jengkel saja. Ia juga terbawa emosi dan ikut menggerutu tak jelas karna ia takan berani menggerutu didepan kangin secara langsung. Nyalinya begitu ciut.

"Aish, " Kangin menendang rumput liar yang tek bersalah itu dengan sadis, sungmin bisa memastikan jika seorang yang menggantikan rumput tersebut sudah dipastikan jika tulang rusuknya akan patah. "Aku tidak mau melakukannya lagi" Ucap kangin pergi begitu saja meninggalkan sungmin.

"Yaa kangin-ssi, kau akan pergi kemana ?" Sungmin berteriak keras namun kangin hanya mengabaikannya saja. Tak hilang akal, sungmin mencoba mengancam kangin. "Yaa, jika kau tak kembali, aku bersungguh akan melaporkan mu pada kim songsaenim !"

Kangin mendengus sebal dan menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap sungmin. "Aku hanya beristirahat, apa kau juga akan mengadukannya eoh ? Tsk dasar bodoh."

Sungmin langsung memanyunkan bibirnya tak suka. Ia kehabisan akal untuk mencegat kangin, pekerjaan mereka bahkan belum setenganya mereka kerjakan. "Aish, hari ini benar-benar sial." Umpatnya begitu emosi sambil berkacak pinggang.

Krusuk...krusukkk...krusukk...

Sungmin langsung mengedarkan pandangannya ketika mendegarkan suara aneh disekitarnya. Ia berfikir jika ada binatang buas disekolahya. Mata foxynya langsung memincing ketika melihat siluet punggung seseorang yang ia yakini bergender namja. Dengan perlahan dan mengendap-endap sungmin mencoba mendekati sosok tersebut. Terselip rasa takut namun ia tepis, ia bahkan sempat mengira jika sosok itu tengah melakukan perbuatan mesum.

Sungmin bersyukur karna pemikirannya salah, ia meraih ranting yang cukup besar didekatnya dan mengendap-endap menghampiri namja tersebut.

"Yaa, nuguya ?" Sungmin lansung mengacungkan ranting besar itu kehadapan namja asing didepannya. Tapi rasa takut sepertinya lumayan mendominasi pikirannya hingga nada bicaranya terdengar bergetar.

Namja asing tersebut lumayan terlonjak dan langsung terjatuh terduduk mendapati ranting besar itu tepat diwajahnya. Dia tampak shock akan perlakuan yeoja didepannya tersebut.

"Yaa, kau ini siapa ? kau bukan murid sekolah ini kan ?" Tanya sungmin sekali lagi pada sosok asing didepannya.

"Aku...aku..." Namja asing tersebut tampak gelagapan dan sesekali menoleh kearah balik semak-semak yang ia gunakan untuk mengintai seseorang. Sungmin mengerutkan dahinya dan menoleh kearah namja tersebut melirik gelisah. Sungmin sedikit tertegun ketika melihat dari balik semak tersebut tampak dua sejoli tengah berbincang riang layaknya sepasang kekasih.

"Kau, apa kau pengun-kyaaaa"

Belum sempat sungmin menuntaskan bicaranya, namja asing tersebut dengan gesitnya menarik pergelangan tangan sungmin hingga membuat yeoja kelinci tersebut limbung dan jatuh kedalam pelukannya.

Tampaknya suara sungmin mengundang perhatian kedua sejoli tersebut yang tengah bercengkramah akrab membahas sesuatu. Karna penasaran, keduanya pun mencoba mencari sumber suara itu berasal. Dan keduanya tampak terkejut mendapati pemandangan yang kurang pantas mereka lihat sebagai pelajar sekolah. Terlebih lagi sosok tersebut begitu mereka kenal.

"Minho ?" Lirih yeoja didepannya tersebut dan menatap dengan pandangan begitu terluka. Bagaimna tidak terluka, jika kekasih mu tengah ditindih yeoja lain dan berciuman walau hanya sekedar dipipi.

Tak jauh berbeda, namja jangkung disebelahnya pun menatap dingin dan sedikit tersirat amarah didalam tatapannya melihat yeoja diatas lelaki tersebut tengah mencium pipi lelaki asing tersebut.

Keduanya langsung menarik diri dan gugup bukan main. Mereka bak pasangan selingkuhan yang tengah terpergok bermesraan. "Kyuhyun, ini tidak seperti yang kau lihat sungguh." Cerca sungmin begitu cepat menjelaskan duduk perkaraan mereka.

Sedangkan kyuhyun hanya memandang dingin tanpa berniat mengeluarkan suaranya. Sungmin langsung berdiri dan menghampiri kyuhyun kemudian merengkuh pergelangan tangan namja dingin tersebut. Ia bahkan tak memperdulikan penampilannya yang sedikit berantakan karna insiden beberapa saat lalu itu. Kyuhyun hanya menatap dingin dan tidak menolak rengkuhan sungmin, namja stoic ini memang begitu pandai mengotrol amarahnya.

"Kita pergi." Dengan dinginnya kyuhyun berujar dan menggenggam erat jemari sungmin meninggalkan taemin dan minho dengan semua kekacauan yang belum terselesaikan.

****************CL*****************

Hampir seminggu sudah berlalu semenjak insiden itu terjadi, namun sungmin masih merasa jika insiden tersebut belum benar-benar terselsaikan. Banyak kesalah fahaman yang belum terselesaikan. Sikap kyuhyun semakin bertambah dingin terhadapnya. Tak ada sepatah kata amarah atau caci pun yang terlontar dari bibir kyuhyun ketika ia menyeret sungmin. Mereka tampaknya berperang dingin dan itu membuat sungmin tampak begitu gusar.

Beberapa kali ia mencoba menyapa kyuhyun dan bermaksud menjelaskan kesalah fahaman tersebut namun kyuhyun selalu menghindarinya. Bahkan disekolah pun, kyuhyun dengan terang-terangan tak menganggapnya ketika sungmin menyapanya ia hanya berlalu begitu saja seolah sungmin tak berada tepat didepannya.

Sungmin bak mayat hidup, ia tak seceria beberapa hari lalu. Setiap malam ia mencoba meloncati pembatas balkon kamar mereka tapi ketika itu nyalinya kembali menciut ketika dihadapan pintu kamar kyuhyun. Pernah sekali ia menguatkan hatinya dan mencoba menggeser pintu tersebut namun kyuhyun tampaknya begitu peka dan menguncinya sebelum sungmin dapat membukanya. Tindakan kyuhyun semakin memperparah hubungan mereka. Setidaknya sungmin berharap jika kyuhyun melampiaskan amarahnya didedapnnya, mungkin itu membuat dirinya sedikit legah bukan menyiksanya dengan perang dingin ini. Itu membuatnya tak bisa nyenyak tertidur selama seminggu ini dan berakhir dengan kantung mata yang tak ada bedanya dengan seekor panda.

Sekeliling sungmin pun tampak jengah melihat gadis hiper aktif itu murung. Mereka lebih memilih suara berisik sungmin ketimbang melihat raut murung gadis kelinci tersebut. Mereka berfikir sebagian hidup mereka terasa sedikit hampa ketika tak mendengarkan teriak-teriakan gadis itu. Sama halnya dengan kyungsoo, namja bermata doe itu merasa tak ada hiburan lagi. Ia sedikit merasa kesepian, karna biasanya mereka selalu berdebat jika dalam satu ruangan. Namun sekarang, yang ia lihat hanya seorang Lee sungmin bak seonggok mayat hidup selalu murung dan tak ada tawa seperti biasanya.

"Yaa, kau membuat ku tidak bernapsu makan !" Kyungsoo begitu jengah melihat sungmin sedari tadi hanya menempelkan pipinya dimeja makan dan menatap kosong arah sampingnya tanpa berniat menyentuh makanannya.

Sungmin masih tak bergeming. Kyungsoo mendengus kesal, biasanya kakaknya itu akan marah atau mengumpatinya jika kyungsoo memprotes sesuatu. Dengan jailnya, namja bermata doe itu menyodorkan sendok kearah pipi gembul sungmin kemudian menepuk-nepuknya.

"Yaa, apa yang kau lakukan. Menyebalkan !"

Kyungsoo menampakan senyum berbentuk hatinya melihat reaksi sang kakak tak sediam tadi, setidaknya ia merasa legah karna sungmin marah terhadapnya.

"Salah mu sendiri, ini meja makan bukan tempat tidur bodoh !"

"Aku tidak tidur !" Bela sungmin dengan sedikit menggebu-gebu.

Sosok yeoja paruh baya itu tersenyum melihat tingkah putra putrinya dari kejauhan. Dengan anggunnya yeoja paruh baya tersebut meletakan panci sup yang ia pegang diatas meja makan. "Berhenti berdebat, kalian ini." Yeoja itu melirik tajam kyungsoo dan sungmin bergantian.

"Dia yang memulai eomma !"

"Kyungsoo kau berbohong."

Yeoja paruh baya tersebut jengah dan kemudian meraih sendok diatas meja kemudian melayangkannya diatas kepala kyungsoo dan sungmin.

"Eomma ini sakit ahh" Keluh keduanya secara bersamaan.

"Sudah eomma katakan berhenti berdebat. Kalian tidak mendengarkan ku !" Sewot nyonya lee.

Heechul tersenyum penuh kemenangan ketika melihat anak-anaknya tersebut diam dan melanjutkan sarapan masing-masing. "Khm. Bukankah ini hari minggu ? bagaimana kalau kalian menemani eomma berbelanja eoh ?"

Kyungsoo dan sungmin bergedik ngeri membayangkan mereka harus mengelilingi mall selama berjam-jam sambil menenteng belanjaan sang eomma yang takan dibilang sedikit, karna mereka tahu jika sang eomma memang gila fashion. Keduanya langsung menggeleng cepat secara bersamaan.

"Hari ini aku akan ada janji bersama teman ku eomma. Ah ya sudah terlambat." Kyungsoo langsung meneguk tandas susunya sebelum benar-benar beranjak pergi.

Heechul menatap aegyo kearah putrinya, sungmin adalah harapan satu-satunya saat ini. Sungmin meneguk ludah sendiri karna ia tak bisa berkutik sekarang. Namun ia teringat sesuatu, "Aku, aku harus mengerjakan tugas kelompok ku eomma dan kyungsoo mungkin...ah kyungsoo !"

Sungmin langsung berlari kearah pintu rumah mereka dan tak memperdulikan ekpresi jengkel sang eomma.

"Baiklah, aku akan menyusul hankyung saja kalau begitu, anak-anak itu tidak ada yang menurut." Heechul menatap rindu kearah foto keluarga mereka, semenjak hankyung-suami tercintanya harus dipindah tugas kan ke negeri china untuk sementara waktu, heechul benar-benar merasa kesepian.

"Kyungsoo ! Yaa Lee kyungsoo !" Teriak sungmin ketika melihat siluet punggung kyungsoo yang tengah mengayuhkan sepedanya semakin menjauh dari jangkauannya. "Aish, jika kyungsoo pergi, lalu bagaimana dengan tugas ku." Dengus sungmin kesal.

Foxy eyesnya tak sengaja sadar ketika melirik kearah pagar kayu tepat berada disebelah kediamannya. Dengan perlahan ia dekati gerbang besar tersebut dan kemudian ia menempelkan telapak tangannya dipintu gerbang kayu tersebut.

"Bogoshipeo" Lirihnya begitu memilukan. Sungmin benar-benar merindukan kyuhyun. Ia tak mengapa jika kyuhyun hanya diam saja didepannya, asalkan ia bisa bertemu kyuhyun saat ini.

Tanpa sungmin ketahui seseorang mendengarkannya dari balik pagar besar tersebut. Keduanya saling bertatapan hanya saja terhalang pintu kayu besar itu.

Sungmin sedikit tercengang ketika ia hendak berbalik dan mendapati seorang namja tepat didepan pagar rumahnya sambil memegangi sepedanya.

"Kangin-ssi ?" Lirih sungmin tak percaya, ia hanya heran saja dari mana namja jahat itu mengetahui alamat rumahnya. Ia bahkan lupa tidak memberitahu kangin alamat rumahnya namun namja itu dengan santainya melirik kearahnya.

Kyuhyun yang hendak membuka pintu gerbangnya kembali mengurungkan niatnya ketika mendengar suara sungmin melirihkan nama seseorang. Dengan bodohnya ia masih berdiri dibalik pintu besar itu dan mencoba mendengarkan percakapan kang-min.

"Bagaimana bisa kau tahu aku disini ?" Tanya sungmin tanpa basa-basih lagi menyuarakan pikirannya.

Kangin memutar bola matanya sedikit gugup membuat alasan yang tepat. "Itu..."

*Flasback ON

"Naiklah !"

"Anniyo gumawo, jarak rumah ku sudah dekat."

"Baiklah kelinci busuk, sampai berjumpa besok eoh. Jangan menjadi terlalu lelah karna nanti aku tidak bisa membully mu hahahha"

Kangin langsung menghentikan kayuhan sepedanya dan menolehkan kepalnya. Dari jarak yang lumayan jauh tapi kangin masih bisa melihat sosok sungmin yang tengah berjalan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dahi kangin mengerut heran, ia sedikit khawatir jika sungmin belum sepenuhnya pulih.

"Ah, ini benar-benar merepotkan."

Dengan sedikit terpaksa karna kata hatinya, kangin berbalik arah dan mengikuti sungmin dari belakang. Kangin hanya ingin memastikan sungmin pulang dengan selamat, ya hanya itu, pikirnya. Ia kayuh perlahan sepedanya agar tak membuat jarak begitu dekat dengan sungmin. Beruntunglah yeoja kelinci itu tampaknya tak begitu pekah terhadap sekelilingnya hingga tak sadar jika kangin mengikutinya sedari tadi.

"Jadi disini kau tinggal kelinci busuk ?" Kangin mendongak menatap bangunan besar didepannya.

*Flasback Off

"Itu...aku mengancam seseorang untuk memberitahu alamat mu. Ya, itu."

"Ah sudah kuduga, dasar namja jahat."

Kangin menghela nafasnya, ia bersyukur jika sungmin memang bodoh dan tak mencurigainya lebih jauh. Kangin sedikit heran, apa sungmin itu naif atau benar-benar bodoh. Entahlah ia tak ingin pusing-pusing memikirkannya lebih lagi yang terpenting sekarang adalah mengejarkan tugasnya bersama sungmin dan ia cepat-cepat menjauh dari yeoja berisik ini.

"Masuklah !" Titah sungmin sambil membukakan pintu gerbangnya.

Kangin sedikit merasa hangat ketika untuk pertama kalinya ia begitu disambut antusias oleh seseorang. Bahkan ia tak merasa begini jika dalam kediaman rumahnya sendiri dan ia lebih memilih menghabiskan waktunya diluar ketimbang pulang kerumah.

"Apa ada yang ingin kalian makan eoh ? akan aku buatkan." Heechul tersenyum manis ketika melihat sungmin dan kangin duduk diruang tamu.

"Anniyo ajuma, gomawo." Tolak kangin secara sopan. Sungmin melirik tak percaya jika kangin bisa sesopan itu terhadap orang lebih tua darinya. Karna sepengetahuan sungmin, kangin itu sosok pembangkang bahkan disekolah saja kangin selalu melawan guru mereka.

"Sudah, eomma tidak perlu berbaik hati padanya." Sindir sungmin mengena.

"Aish lee sungmin, kau ini jaga sikap mu !" Semprot heechul dan kemudian tersenyum kembali dihadapan kangin."Nak kangin, maafkan sungmin ya, dia memang kadang menjengkelkan."

Kangin tersenyum ramah, "Gwencana,"

Sungmin berdecih dalam hati, sejak kapan kangin berubah begitu drastis. Apa namja disampingnya itu memiliki kepribadian ganda. Itu benar-benar mengerikan.

************CL*************

20:39

Hampir seharian penuh kangin dan sungmin mengerjakan tugas kelompok tersebut namun beberapa soal belum juga terselesaikan. Kangin jengah karna ia sedari tadi yang menjawab soal-soal tersebut. Yang dilakukan sungmin hanya menguap dan menguap.

"Aku menyerah, aku tidak mau lagi mengerjakannya !" Kangin membanting buku paket mereka dengan sadis sampai meja ruangan tv tersebut berbunyi 'Trakkk'. Sungmin bergedik ngeri melihatnya dan kemudian memungut kembali buku tersebut yang jatuh.

"Kau bisakah tidak berbuat anarkis dirumah ku kangin-ssi !"

Kangin memutas bola matanya malas dan kemudian bersandar dikaki sofa ruangan tv sungmin. "Kau membuat ku frustasi sungmin ! Kau kerjakan sisanya !" Ucap kangin sambil memjamkan matanya sejenak.

Sungmin sedikit merasa iba, ia sepertinya merasa jika ia memang sedikit keterlaluan. Ia bahkan membiarkan kangin bekerja sendiri karna ia memang tak mengerti sama sekali akan soal-soal tersebut. Melihat wajah lelah kangin membuat sungmin sedikit tertegun dan mencoba mengerjakan soal tersebut. Beberapa menit terlewatkan dan sungmin masih belum juga mendapatkan jawabannya. Ia menyerah dan menghela nafas kasarnya. Tanpa sengaja mata beningnya melirik kearah kangin yang tengah tertidur pulas dengan posisi mendongakan kepalanya. Ia bertekad ia harus mengerjakan tugas tersebut sampai terselesaikan.

Gadis kelinci itu benar-benar menyerah, ia benar-benar frustasi. Kyungsoo bahkan tak kunjung pulang lalu ia harus bertanya pada siapa lagi kalau begitu. Kyuhyun. Ya cuman kyuhyun harapannya saat ini, tapi namja itu sedang berperang dingin dengannya saat ini. Sungmin menunduk lesuh dan kembali merindukan kyuhyun.

"Aku akan mencobanya terlebih dahulu !" Ucapnya menyemangati dirinya sendiri dan berlarian kearah luar rumahnya.

Jaejoong menyambut ramah kekasih anak satu-satunya tersebut ketika sungmin berkunjung dijam malam seperti ini. Wanita cantik paruh baya itu sepertinya hafal akan tabiat sungmin memencet bell rumahnya karna keadaan emergencinya yang tengah kelabakan menyelesaikan tugasnya dan meminta bantuan kyuhyun.

"Naiklah, kyuhyun belum tertidur." Jaejoong begitu ramah dan tersenyum hangat kearah sungmin. Sungmin kadang merasa tak enak hati jika sudah begini. Wanita itu terlalu baik untuk ukuran tetangganya dan sungmin merasa sedikit lega karna jaejoong dan sang eommanya berteman baik.

Tok tok tok...

Kyuhyun menghentikan pergerakan tanganya diatas keyboard dan melirik sekilas kearah pintu kamarnya. Ia sepetinya hafal jika bukan ibunyalah yang melakukan itu. Dengan acuhnya ia kembali menatap layar bergerak didepannya dan tak memperdulikan sosok didepan pintunya tersebut.

"Kyuhuyun, ini aku. Bolehkan aku masuk ?"

Kyuhyun mengabaikannya lagi dan tak menjawab pertanyaannya sama sekali. Tanpa menunggu jawabannya lagi, sungmin menerobos pintu tersebut. "Aku masuk sekaranh hm"

Kyuhyun sama sekali tak berniat melirik kearah sungmin, ia terlalu asik memainkan game onlinenya. Jauh dipikirannya sebenarnya kyuhyun tak benar-benar fokus kearah layar bergerak tersebut. Fikirannya melayang entah kemana.

"Kyuhyun, apa kau sibuk ?" Sungmin merutuki pertanyaan restorisnya. Jelas-jelas kyuhyun dihadapannya tengah sibuk bermain game online. "Bisahkah kau meluangkan waktu mu satu jam ? ah tidak tiga puluh menit saja kumohon."

Trakkk...

Sungmin sedikit terperanjat ketika melihat kyuhyun setengah membanting keyboard komputernya. "Aku lelah, pergilah." Kyuhyun beranjak dan membuka pintu kamarnya mempersilahkan sungmin untuk keluar.

Bibir sungmin bergetar hebat menahan tangisnya. Ia benar-benar tak kuat terus didekat kyuhyun meski ia sangat merindukan sosok namja dingin itu. Dengan lesu sungmin menundukan wajahnya dan berniat meninggalkan kamar kyuhyun.

Kyuhyun tertegun melihat wajah sungmin yang sedikit terlihat murung. Entah kenapa ia sedikit merasakan sakit dihatinya ketika melihat wajah tersebut. "Dua puluh menit, hanya dua puluh menit jika kau setuju."

Sungmin langsung mendongakan kepalanya dan menatap tak percaya kearahnya. Sungmin langsung tersenyum cerah kontras dengan ekspresinya beberapa saat lalu. Kyuhyun sedikit heran dengan perubahan sikap sungmin yang sebegitu drastis.

.

.

Seperti biasa, sungmin terus berceloteh betapa sulitnya soal tersebut sepanjang jalan menuju kediamannya dan kyuhyun hanya diam seribu bahasa tanpa berniat meladeninya.

Kyuhyun menatap tak suka kearah namja didepannya setelah mereka telah sampai menuju ruangan tamu keluarga lee.

Rupanya kangin terbangun ketika ia menyadari jika sungmin tak lagi disampingnya.

"Ah itu aku sekelompok dengan kangin-ssi karena nama kami berdekatan K dan-"

Dengan acuhnya kyuhyun mengabaikan sungmin yang tengah menjelaskan sesuatu dan duduk disamping kangin kemudian mulai membuka lembar demi lembar buku paket tersebut. "Mana yang harus ku terangkan. Kau hanya memiliki waktu dua puluh menit." Ucapnya acuh tak menghiraukan sekitarnya.

Sungmin langsung menghampirinya dan menujukan soal tersebut. Dengan cekatan kyuhyun mengerjakannya dalam waktu kurun satu menit hingga membuat sungmin dan kangin tercengang akan kejeniusan seorang kyuhyun.

"Daebak, hahah" Puji sungmin begitu tulus.

"Kau bisa mencobanya sekarang." Kyuhyun kemudian menyodorkan soal selanjutnya dan sungmin mencoba menjawabnya. Beberapa menit terlewatkan dan sungmin tak kunjung menyelesaikannya.

"Kau tidak bisa." Ucap kyuhyun begitu dingin membuat nyali sungmin begitu menciut. "Benar, apa kau hanya menganggap ku angin sungmin ? kenapa kau mengabaikan semua ucapan ku beberapa saat lalu ?"

"Itu aku..."

"Yaa kyuhyun-ssi kau tidak perlu berlebihan bukan ?" Bela kangin ketika namja blonde itu sedikit jengah melihat pertengkaran mereka.

Kyuhyun menatap kangin begitu tajam dan menusuk, "Kau tidak perlu ikut campur kangin-ssi."

Sungmin bergerak gelisah, "Ini salah ku maaf, aku akan mencobanya sekali lagi kyuhyun." Sungmin mencoba mengalihkan perhatian keduanya dan meraih pinsilnya lagi.

Kyuhyun meletakan pinsilnya dan kemudian bernajak dari tempatnya. "Lupakan, aku tidak mau lagi mengajari mu. Kau terlalu bodoh."

"Kyuhyun...cho kyuhyun tunggu !" Sungmin ikut bernajak dan menyusul kyuhyun.

Kangin heran, kenapa harus dirinya yang selalu terlibat dalam pertengkaran sepasang kekasih. "Ah benar-benar melelahkan" Keluhnya sambil membereskan beberapa bukunya kedalam tas ranselnya.

.

.

"Kyuhyun tunggu !" Sungmin berhasil mencegat lengan kyuhyun ketika namja dingin tersebut tengah berjalan dipelataran kediaman lee.

Kyuhyun menarik tangannya agar terlepas dari sungmin. "Berhenti melakukan ini, aku sungguh tidak nyaman." Kyuhyun akhirnya berhasil mengeluarkan pikirannya kehadapan sungmin. Ia memang merasa tak nyaman jika sungmin selalu melakukan itu terhadapnya.

Sungmin melepaskannya secara perlahan, matanya mulai berkaca-kaca namun tak ada setetes air matapun yang keluar dari foxy eyesnya.

Kyuhyun berbalik dan meninggalkanya begitu saja. Entah kenapa kakinya tak bisa diajak berkompromi, kakinya terus mengikuti jejak kyuhyun. Hatinya berkata, ia ingin sekali memeluk kyuhyun saat ini.

Kyuhyun tiba-tiba saja menghentikan langkahnya hingga membuat sungmin ikut menghentikan langkahnya juga. "Berhenti sungmin-ah, jangan lagi mengikuti ku atau aku akan benar-benar pergi dari mu." Ucap kyuhyun begitu dingin dan tanpa menoleh kearah sungmin. Jika saja kyuhyun melihatnya, wajah itu penuh dengan isyarat akan kepedihan.

"Sial, kenapa harus selalu aku yang melihatnya." Umpat kangin kesal karna melihat wajah sungmin yang begitu memilukan dari kejauhan. Entah kenapa sebagian hati kangin ikut berdenyut sakit melihatnya. Ada apa dengan dirinya ?.

naega cham babo gatjyo

(Aku seperti orang bodoh)

Dachir kkeor almyeonseodo biuji mothan

(Aku tahu aku akan terluka dan tidak bisa melepaskannya)

SNSD-Mistake

TBC~

Hahah udh d usahain update kilat ya...tp emang aku cmn bisa seminggu sekali upadete. Karna aku ada projek DQ ma Say i love you aku sedikit gk fokus kalau ngerjain dua-duanya sekaligus. Buat minggu ini mungkn bakal update chp 3 say...tp mungkin minggu depan DQ yang bakal update ^^ mian harap maklum ini bergilir. Ah tpi memingat tanggal itu dekat *you know that, jd seperti biasa tergantung mood saya.

Catatan untuk yg gk suka genre seperti ini saya sarankan kalian tdk perlu membacanya, saya hanya author biasa yang mash dalam tahap pembelajaran menulis jd jangan memkasakan diri buat baca yang emang buka feelnya disini. Saya cuman menulis dengan sesuai hati saya.

Terimakasih untuk readers yang mengreview untuk chap kmrin dan sekarang. Untuk siders hayo muncul ^^

rinatya12JOYerYJS : Gomawo chingu-ssi sampai typo" begitu hahah ^^

nene493line : Annyeong ^^ sesuai warning ya ini ff bakal penuh imajinasi, jd mimpi ming kmrin itu hanya sekedar imajinasinya. Tenang ok

: Maaf DQ Suspend heheh iya bakal aku lanjutin kok semua ff aku mpe kelar, asal ripyu banyak ya hahhah jan jd sider ^^ lap dulu ingus.y heheh *ups canda

ChoSis : Hahah gw juga bilang apa, ini pasti lu banget unn... gomawo ne pensiun jd sider gw wkwkwk :p

.1 : Nyaa lah wkwkwk

Chella-KMS : iya sama, mending ming buat aku :( *mimpi nangis

dewi. : Tetem gk mirip mereka :(

cloudswan : Namanya juga cowo chingu *apa hubungannya ? molla hehheh

Heldamagnae : Dia matanya minus kali yak hahah LOL

babychoi137 : Ya ya bisa jadi bisa jadi *korban pilem

ncisksj : Ya kalo itu sih aku jg mau lah *-*

Cho Adah Joyers: Makanya trs ikutin ceritanya ya ;)

: Hayo kita tampar berjamaah biar dia sadar teman ('-')9

ShinJiWoo920202 : hahah gomawo ^^ iya bakal banyak konflik batin jd siap" siapin tisu yg banyak :p

Guest : Hahah jahat bener chingu ? mending tetem buat aku deh *simpen di kantong

melee : Jiahhh *Knp lu tor ? sarap mode on hahah

Shin : Sbar" calm down

Guestc : Jangannn nanti direbut chingu lagi hahahh lol

KyuMing : Kadang ucapan lebih mudah ketimbanh praktiknya ya... nanti bakal tau kok ^^

ouhji : Ah hahah arraso

Sera Lee : Gomawo atas nasehatnya...

fariny : hahah akan ku perhitungkan

jijidonghae : :( yahhh kok didoain begitu

this is love : Hallo ^^ salam kenal juga readera baru

Poopiie : Aduh iya iya heheh sabar ya *ksh tisu

HaeHar : Seperti biasanya kamu komen dengan penuh semngat, aku jd ngakak liatnya ^^ makasih ya atas komen kamu aku jd bener" semngat

ahel : Ne hallo ^^ kebetulan mau update juga ya jd udh cepet ni

ok sampai disini dulu, kalo ada yg gk kebalea reveiwnya protes OK. ^^

See you leter with minnkyu~~~