Title :

Say I Love You

Main Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Rating :

T

Genre :

Romance/Hurt

Warning :

GS,Typo(S),Imagination, Song Fic

Summary :

Kyuhyun telah memiliki kekasih namun ia tak mengerti kenapa perasaannya tak bisa berubah terhadap sosok yeoja tersebut. Sungmin hampir menyerah terhadap perasaanya, ia selalu menulikan mata hatinya ketika suatu hari ia sadar dan berujar, "Benar, cinta memang akan selalu menemukan caranya meski kita mencoba menghalanginya."

Song By :

Kim Yoo Jung-After Love

Happy Reading ^^

Sungmin menatap penuh harap kearah lapangan basket tersebut. Sesekali ia menggumamkan sesuatu yang tidak bisa kibum dengar. Kibum yang asik duduk disebelah sungmin pun sedikit merasa risih ketika yeoja disampingnya tersebut bergerak gelisah.

"Tenanglah, kyuhyun mu takan direbut oleh namja-namja itu." Sindir kibum sambil cueknya membaca komik conannya.

Sungmin mendelik tak suka kearah sahabatnya tersebut. "Kau ini selalu menyebalkan !"

Kibum masih mempertahankan gaya cueknya dan menghiraukan sungmin. Sungmin kembali memfokuskan penglihatannya kearah lapangan, dimana kyuhyun tengah berolahraga basket bersama teman-teman sekelasnya. Ia sedikit merasa lega tidak melihat taemin bersama kyuhyun secara bersamaan.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya permainan pun usai dan seketika para siswa-siswi yang berada dilapangan pun berhamburan. Sungmin menggigit bibir bawahnya begitu gugup.

"Kyuhyun-" Sungmin menyodorkan sebotol air mineral yang ia pegang sedari tadi, ketika melihat kyuhyun berjalan kearah keluar sungmin segera menghampirinya.

Langkah kyuhyun terhenti untuk beberapa saat dan memandang botol air mineral tersebut namun ia tak berminat untuk mengambilnya.

"Ini untuk mu."

"Aku tidak haus."

Kyuhyun berlalu saja ketika sungmin masih dengan posisi masih menyodorkan sebotol air mineral tersebut. Hati sungmin langsung mencelos, ia merasakan hatinya terasa tercubit. Begitu sakit.

Hubungannya dengan kyuhyun tak kunjung membaik, setelah kejadian seminggu lalu semakin memperparah hubungan mereka. Kyuhyun masih mengacuhkannya dan semakin terlihat dingin.

Sungmin menundukkan wajahnya mencoba menyembunyikan ekspresi kecewa dan terlukanya. 'Kenapa jadi seperti ini ?' Pikirnya dalam hati.

"Yaa kyuhyun-ssi, kau sungguh keterlaluan eoh ?" Kibum yang sedari hanya duduk manis melihat pemandangan kyu-min mulai geram dan langsung menghampiri kyuhyun. Gadis tomboy itu dengan sombong dan wajah menantangnya mencegat kyuhyun yang hendak melangkah.

Kyuhyun masih mempertahankan ekspresi datarnya. "Menyingkirlah,"

"Shireo, kau benar-benar keterlaluan. Cepat minta maaf pada sungmin." Kibum sedikit terbawa emosi ketika melihat sikap kyuhyun yang begitu acuh terhadap sahabatnya tersebut.

"Ini tidak ada urusannya dengan mu, menyingkir!."

"Kau-"

"Kibum, hentikan." Pinta sungmin begitu lirih. "kyuhyun mung-"

Namun dengan tidak kepeduliannya, kyuhyun langsung melenggang meninggalkan dua yeoja tersebut. Sungmin bahkan belum sempat menyelesaikan perkataannya.

"Lihatlah namja angkuh itu ! Kau ini sudah putuskan saja kyuhyun. Aku sudah berkali-kali memberikan saran untuk mu. Ah membuat kesal saja sungguh." Kibum berkacak pinggang sambil menatap kesal kearah kyuhyun dari kejauhan.

"Seandainya saja bisa ku lakukan." Ujar sungmin begitu frustasi.

Keduanya akhirnya memutuskan untuk kembali kekelas mereka setelah bell istirahat telah usai.

Seperti biasa, sungmin kembali murung dan menempelkan pipinya dimeja hingga membuat kibum jengah.

"Sudahlah, tidak usah kau fikirkan. Bukankah setelah liburan musim panas kita akan mulai ujian. Fokus saja untuk belajar, tidak usah memikirkan hal-hal lain." Kibum mencoba memberi nasehat bijaknya.

Sungmin langsung menegapkan badannya dan menoleh kearah kibum. "Aku tidak bisa belajar jika tidak bersama kyuhyun. Bagaimana ?"

"Ah kau benar-benar membuat orang frustasi saja, kalau begitu kita lakukan bersama. Kau puas ?"

Sungmin sedikit tersenyum tipis, terselip rasa hangat direlung hatinya. Setidaknya kibum tulus bersahabat dengannya. Gadis itu walau menyebalkan tapi dibalik sifatnya yang menjengkelkan terlihat sisi perhatiannya terhadap sungmin. Sungmin bisa merasakannya itu.

"Gomawo" Ujar sungmin begitu tulus.

Kangin menghela nafas kasarnya ketika suara-suara itu masih terngiang diotaknya. Tampaknya kyuhyun berhasil membuatnya kesal dan frustasi.

Dengan sadisnya, namja berambut blonde itu menendang meja didepannya sampai meja tersebut terdorong cukup jauh dan meurusak susunan bangku dan meja lain didepannya.

Beberapa siswa siswi disekitarnya terlonjak kaget karena kegaduhan tersebut. Namun dengan acuhnya kangin berlalu saja meninggalkan kelasnya dan mengabaikan kim seongsangnim yang meneriaki namanya ketika guru tersebut memasuki kelas.

"Ada apa dengannya ?" Bisik sungmin tak mengerti dengan perubahan sikap kangin yang aneh menurutnya. Namja itu bahkan seminggu ini tak mengganggunya lagi sejak kejadian itu.

"Molla, dia bahkan sudah uring-uringan seminggu ini. Menyebalkan, dia merusak fasilitas sekolah saja." Kibum menggerutu karena ialah yang harus mengurus pengajuan beberapa proposal dirapat osis akibat perusakan yang dilakukan kangin. Merepotkan.

*Flasback ON

"Sial, kenapa harus selalu aku yang melihatnya."

Kangin memegang setir sepedanya begitu kencang saat melihat adegan kyu-min didepannya. Entah kenapa ia ingin berlari kearah sungmin dan berteriak didepan gadis bodoh itu agar tersadar. Siapapun pasti bisa melihatnya, kyuhyun tidak mencintai sungmin. Mungkin kangin bisa mengambil kesimpulan dari opsinya tentang sungmin naif atau bodoh. Jelas jika sungmin memang bodoh, sangat-sangat bodoh menurutnya.

Kangin tertegun ketika melihat wajah sungmin yang penuh dengan isyarat kesedihan tengah berjalan kearahnya. Kaki dan wajah sialannya tak mau bersingkron dengan otaknya. Ia tak bisa memalingkan wajahnya sejenak dari pandangan sungmin.

"Kangin-ssi, kau-" Sungmin tampak begitu kaget melihat kangin dengan wajah datarnya memandang kearahnya. "Apa kau mendengarkannya semua ?"

"Oh." Kangin menjawabnya dengan singkat, sebenarnya ia tak mau berlama-lama lagi didekat sungmin ia begitu takut akan kontrol jantungnya yang tak menentu.

Sungmin menunduk tak berani menatap kangin, ia malu sekaligus takut. "Aku mohon, jangan mengatakan pada siapapun." Lirihnya terdengar begitu memilukan ditelinga kangin.

"Ah ini sudah terlalu larut, sampai jumpa sungmin."

Kangin tak berniat menjawabnya dan berlalu saja mengayuhkan sepedanya menjauhi sungmin.

Sampai didepan gerbang besar kediaman keluarga lee tersebut, kangin berhenti mengayuhkan sepedanya. Ia dorong sedikit gerbang tersebut agar ia dan sepedanya dapat keluar dan ketika ia hendak menaiki kembali sepedanya suara bass berhasil menghentikan kegiatannya.

"Apa kau ini, menyukai kekasih ku ?"

Kangin menoleh kearah belakangnnya dimana kyuhyun tengah bersandar ditembok pembatas gerbang rumahnya dan rumah sungmin. Dengan gaya angkuhnya kyuhyun menegakkan tubuhnya dan memasukan kedua tangannya kedalam saku celana pendeknya.

"Berhenti melakukan itu. Sungmin. Dia tidak akan pernah melihat mu. Kau hanya membuang waktu mu saja." Kyuhyun berujar begitu dingin dan wajahnya tampak tak bersahabat saat ini.

Tepat sasaran, entah kenapa perkataan kyuhyun begitu mengena. Kangin bahkan tidak bisa membalas perkataan kyuhyun dan membiarkan namja stoic itu berlalu saja dari hadapannya. Kangin yang terkenal dengan ototnya pun tak ia gunakan saat ini. Dibandingkan dengan otot, kangin faham jika menghadapi seorang kyuhyun haruslah menggunakan otak bukan otot.

*Flashback Off

****************CL*****************

Sungmin mengerucutkan bibirnya ketika meilhat rerumputan liar kembali tumbuh dengan seenaknya saja. Ia bahkan seminggu ini belum menyelesaikan hukumannya tapi rumput-rumput liar itu tumbuh lagi. Ya, kim saem memberikan keringanan padanya dan kangin untuk menyelasaikan hukumannya tersebut. Namun yang menjalani hukumannya hanya ia seorang, kangin menolak mentah-mentah.

'Rumput liar kau tumbuh ditempat yang tidak seharusnya kau tempati. Kau bahkan tumbuh seenaknya saja. Apa seperti ini juga perasaan sesorang ketika jatuh cinta ? Ia tidak bisa memilih tempat dan tumbuh seenaknya saja. Apa perasaan seperti ini juga yang kau rasakan pada taemin, kyuhyun ?'

Sungmin menghela nafasnya membuang pikiran negatifnya. Mungkin jika dulu ada beberapa yeoja yang mencoba mendekati kyuhyun, ia tak segan-segan untuk melabrak yoeja-yeoja itu dan menjambaknya habis-habisan. Tapi entah kenapa ia tak bisa melakukannga juga pada taemin. Ia tak mempunyai keberanian jika itu taemin. Ia tak mau kyuhyun membencinya karena menganggu taemin.

Ia masih ingat pada tahun ajaran baru ketika mereka menapaki kelas 11, ia melabrak seulgi siswa baru dikelas 10. Juniornya tersebut digosipkan mendekati kyuhyun secara terang-terangan hingga membuat kepala sungmin mendidih. Dengan sadisnya, sungmin langsung menjambak dan mencakar wajah seulgi secara membabi buta. Setelahnya sungmin harus mendapatkan ceramah BP selama 4 jam full dan kyuhyun memarahinya habis-habisan. "Apa kau ini seorang preman ? Kau bertindak seolah kau bukan pelajar."

Sungmin tersenyum miris, ia bahkan mengingat dengan jelas semua perkataan sarkatis kyuhyun pada saat itu. Meski ia mengatakan cemburu sekalipun kyuhyun tetap menghiraukannya dan menyalahkan tindakannya.

"Kau tidak boleh tumbuh disini-" Sungmin menuding kearah rerumputan liar tersebut. "Karena ini bukan tempat mu. Kyuhyun juga tidak boleh mencintai taemin, karena kyuhyun hanya boleh mencintai ku ! Baik, mari kita cabut semua !"

Dengan bangganya sungmin tersenyum manis melihat hasil kerjanya saat ini. Semua rerumputan liar itu berhasil ia cabut. Emosi berdampak sangat banyak pada semangatnya. Kadang kita perlu menggunakan otot bukan hanya sekedar otak, pikirnya.

"Ah ?" Sungmin memiringkan kepalanya ketika melihat benda aneh yang berkilauan beberapa centi dari tempatnya. Rasa penasarannya kembali muncul dan menghampiri benda tersebut.

"Choi Minho ?" Sungmin menyebutkan nama yang tertera dibenda tersebut. Dahi sungmin mengerut seolah mengingat nama tersebut pernah ia dengar. Bukankah taemin pernah menyebutkan nama tersebut ketika insiden itu terjadi, fikirnya. Lalu samar-samar sungmin mencoba mengingat lambang seragam sekolah namja tersebut.

"Geure, itu dia !" Sungmin melonjak kegirangan. Ia bersyukur karena otaknya masih mengingat lambang itu. Setidaknya ini salah satu jalan baginya untuk meluruskan semua permasalahannya dengan kyuhyun.

**************CL******************

Kirin High School merupakan sekolah khusus untuk namja. Sekolah menengah atas tersebut salah satu sekolah terbaik dikorea saat ini selain IKHS. Sekolah tersebut memang mengutamakan kedisiplinan dan peraturan yang begitu ketat. Walau sebagian siswa-siswa tersebut tetap akan selalu ada yang melanggarnya.

Para namja tersebut tinggal diasrama dan hanya bagi mereka yang berada dalam kelas 12 sajalah yang sudah berhak meninggalkan asrama. Selebihnya tetap akan tinggal diasrama. Tidak ada hari tanpa peraturan selain hari sabtu dan minggu.

Sabtu ini mungkin bukan hari keburuntungan sungmin untuk menemui minho. Ia seharusnya bisa mengontrol diri. Karena sialnya, beberapa namja-namja tersebut mengganggunya dan terus menggodannya secara bergantian. Dirinya seolah dilecehkan. Sungmin terus menggelengkan kepalanya menolak halus ajakan beberapa namja yang tengah menggodanya. Sungmin bahkan berfikir jika kyuhyun jauh lebih tampan dari mereka, jika dibandingkan pun mereka takan ada artinya dimata sungmin.

Sungmin mulai tersudut ketika namja-namja tersebut dengan terang-terangan memojokanya kedinding gerbang sekolah mereka. Rasanya sungmin ingin menangis saat ini, ia tidak percaya jika saat ini ia bak memasuki kandang macan. Sungguh mengerikan.

"Kyaaaaa andweee!" Sungmin berteriak histeris ketika namja-namja tersebut mencoba mendekatinya dan bermaksud menciumnya. Tubuhnya langsung merosot dan meringkuk ketakutan.

"Sunbe-nim, apa yang kalian lakukan ?" Tiba-tiba suara bariton seseorang membuyarkan sekelompok namja yang tengah memojokan sungmin tersebut.

Beberapa namja tersebut langsung berhamburan melarikan diri ketika melihat sosok tersebut. Sungmin masih meringkuk ketakutan memegangi kepalanya sendiri. Sosok namja tersebut tersenyum miring ketika melihat tingkah konyol sungmin.

"Adik kecil, apa yang sedang kau lakukan disini eoh ?" Tanya namja tersebut dengan senyum mengejek.

Sungmin langsung mendongak dan menatap langsung kearah namja tersebut. Ia sedikit terpanah melihat ketampanan namja tersebut tak jauh berbeda dengan kyuhyun. Gayanya bahkan tak jauh berbeda dengan kyuhyun. Memasukan kedua tangannya kedalam saku celana. Hal yang sering kyuhyun lakukan dan senyum miring itu, kyuhyun sering melakukannya ketika tengah mengejeknya. Kenapa namja didepannya ini begitu mirip ?.

"Kau ini, apa menyukai ku ?"

Sungmin langsung membuang semua pemikirannya beberapa saat lalu karena ucapan namja tersebut saat ini. Ia menyesal karena menyamakan kyuhyun dengan namja asing didepannya tersebut. Kyuhyun tidak segenit namja didepannya tersebut, terlalu berbanding terbalik. Ah benar-benar sia-sia.

"Hahahah kau ini lucu sekali adik kecil. Aku tidak tertarik pada anak SMP seperti mu." Ucapnya begitu dengan nada mengejek melihat wajah syok sungmin.

Sungmin langsung berdiri dari tempatnya dan berkacak pinggang menghela nafas. "Apa ? Kau-apa kau bilang ? Adik kecil ?Aku ini siswi tingkat akhir SMA kau harus tahu itu !"

"Kau pasti berbohong."

"Yaa ! Kau lihat ini !" Dengan berapi-api sungmin membusungkan dadanya dan menunjukkan lambang sekolahnya yang berada disaku dadanya.

Namja tersebut menggelengkan kepalanya dan menatap tak berminat. Sungmin menatap aneh pun langsung menyilangkan kedua tangannya kedepan dadanya mencoba menghalangi pandangan namja tersebut kearah dadanya.

"Apa yang sedang kau lihat, kau ini mesum sekali !"

"Tidak mungkin,-" Namja tersebut kumudian meneliti kembali bagian tubuh sungmin dan wajahnya tampak frustasi, "dari segi mana pun kau ini tidak ada yang bagus."

"Kau-"

"Shin ! Kajja !"

Keduanya menoleh kearah sumber suara tersebut dimana namja bertubuh tambun tengah menatap namja jangkung didepan sungmin tersebut. Namja tambun tersebut melambaikan tangannya agar namja didepan sungmin tersebut mengikutinya.

"Baiklah, sampai jumpa adik kecil !" Namja jangkung tersebut mengacak pelan helaian rambut atas sungmin.

"Dia itu siapa, berani sekali. Bocah menyebalkan !" Gerutu sungmin sambil memegangi kepalanya. "Ah, aku kesini untuk mencari minho ! Aku harus menemukannya !" Sungmin menepuk jidatnya kembali memfokuskan matanya kearah sekitar gerbang. Karena bocah itu dirinya melupakan misinya mendatangi sekolah ini. Menyebalkan.

Sungmin menghela nafasnya mencoba mensetabilkan emosinya akibat kejadian beberapa saat lalu. Foxynya ia edarkan kembali mencari sosok minho. Hampir saja sungmin melewati sosok minho itu sendiri ketika 3 namja melewatinya dengan sesekali tertawa renyah. Ia teringat sesuatu dan langsung mencegat 3 namja tersebut.

"Kau-Apa kau ini Choi minho ?" Tanya sungmin yakin jika namja didepannya itu memang benar minho.

Minho mengerutkan dahinya karena heran yeoja didepannya tersebut mengetahui namanya. Apakah ia setenar itu.

"Kau ini siapa ?" Tanya minho balik.

Sungmin menyipitkan matanya dan bibirnya pun mengikuti. Menahan emosi sungguh melelahkan. "Apa kau tidak mengingat ku ?"

Minho semakin mengerutkan dahinya. Mata sipitnya hampir melebar sempurna ketika ia mendapatkan memorinya kembali beberapa waktu lalu dan yeoja didepannya tersebut tentu ia ingat dengan jelas saat ini.

"Kau-," Minho mengurungkan niatnya untuk mengatakan 'Iya'. "Anniyo. Mungkin kau salah orang." Minho bergerak mencoba menjauh namun sayangnya sungmin lebih dulu menarik kemeja seragam minho dan membuat namja itu terhuyung kedepan sungmin.

"Jelas kau mengingatnya, kau harus ikut dengan ku." Sungmin menarik kerah minho dan menyeretnya menjauh dari kedua sahabat minho.

Kedua sahabat minho menatap tak percaya pemandangan didepannya tersebut. Seorang Choi minho kini tengah diseret oleh seorang yeoja. Itu sangat mustahil, taemin bahkan belum pernah bisa membujuk minho agak berhenti membolos tapi yeoja beberapa saat lalu sungguh tergolong tangguh karena berhasil menundukan seorang troubel maker sekolah semacam minho.

"Apa dia itu kekasih baru minho ya ? Manis juga."

Namja berambut blonde disebelahnya langsung menampar sadis kepala sahabat disebelahnya tersebut. "Jangan berfikir aneh-aneh. Tidak mungkin semudah itu minho dan taemin putus. Sudah, lebih baik kita pergi !"

****************CL***************

Cheoeum neol mannan seolelideon tteollimeul hoesanghae

Caffeine himeul bilryeo

Kkok chaenggideon geunyeoui seoltang

Syrupijen i kkeunjeokhami nan sriheo….

Lagu Caffe big bang mengalun dengan indah dalam setiap liriknya memenuhi sebuah caffe disebuah caffe bergaya remaja tersebut. Terlihat dari beberapa remaja yang tak jauh berbeda dengan sungmin dan minho, beberapa dari pengunjung tersebut masih mengenakan seragam sekolah masing-masing meski beberapa dari mereka memang bukan lagi dari kalangan anak sekolahan.

Sungmin menatap tajam namja didepannya tersebut. Jika saja ini bak dalam komik, sudah dipastikan banyak gambar petir diatas kepala sungmin.

Minho menguap bosan dan sesekali menyesap cappucino dingin didepannya dengan cuek.

"Minho-ssi.."

Minho mendongak malas menatap yeoja didepannya. "Kau membuang waktu ku untuk bersenang-senang. Bicaralah atau aku akan pergi ?"

Minho mulai beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tas slempangnya. Sungmin mulai panik dan segera ia mengeluarkan sesuatu dari saku roknya.

"Hey tunggu ! Jika kau pergi aku akan mematahkan ini ?" Ancam sungmin dengan memegang benda tersebut.

Namja tersebut mengerutkan dahinya dan membalikkan badannya. Betapa terkejutnya minho melihat pin namanya tersebut yang hilang beberapa waktu lalu kini ditangan sungmin.

"Kau-" Minho mengeram marah, baginya pin nama tersebut adalah segalanya. Dimana peraturan sekolahnya berlaku sebagai lambang harga diri, seseorang layak mendapatkan pin tersebut jika siap mental bersekolah disekolah tersebut. Pin tersebut tidak dapat diganda ulangkan ketika hilang dan dengan alasan apapun. Pin nama tersebut hanya akan diperoleh siswa tingkat awal saja sampai mereka lulus pin nama tersebut haruslah mereka jaga. Jika tidak, maka hukuman yang 2 minggu ini minho dapatkan akan menanti mereka. "Kau, dari mana kau mendapatkannya. Berikan pada ku !" Minho langsung menghampiri sungmin dan berusaha merebut pin nama tersebut. Namun sungmin lebih gesit lagi dan langsung menyembunyikannya dibelakang punggungnya.

"Tidak akan, sebelum kau menyetujui permintaan ku." Sungmin mencoba menirukan smirk mengerikan kangin dan itu gagal, karena ia malah terlihat konyol didepan minho.

"Baik-baiklah. Apa yang harus aku lakukan." Minho menyerah.

"Pertama, kau harus kembali duduk"

Minho menurutinya dan duduk dengan malas-malasan.

"Kedua,-"Sungmin sedikit menggigit bibir bawahnya, "Kau harus menjelaskan kesalahfaham diantara kita dihadapan kekasih ku ! Bagaimana ? Apa kau setuju ?"

"Tidak bisa dipercaya, kenapa aku harus melakukam itu hah ?"

"Karena itu penting bagi ku ! Karena waktu itu, kekasih ku salah faham !"

Minho menampakan smirknya dan memandang remeh kearah sungmin. Dengan gerakan seduktif mungkin ia dekati sungmin dan mencondongkan tubuhnya kearah meja. "Kau yakin dia bersikap salah fahan atau ini hanya alasan ?" bisik minho begitu pelan.

Sungmin mengerutkan dahinya, "Maksud mu ?"

"Dengar sungmin, kadang namja hanya membutuhkan alasan dan waktu saja ketika ingin memutuskan sesuatu. Mungkin kekasih mu itu hanya sedang mencari alasan yang tepat untuk memutuskan hubungan kalian Hahahah" Minho tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya tanpa menyadari ekspresi sungmin berubah menjadi sendu menatap minho.

"Hey kau ini lucu sekali hahah" Seketika minho menghentikan tawanya ketika melihat mata sungmin yang tiba-tiba saja berkaca-kaca. "Khm, baiklah aku hanya bercanda sungmin-ssi. Maafkan aku." Sesalnya.

Sungmin masih diam seribu bahasa dan matanya tampak memancarkan kecewa dan terluka akan perkataan minho beberapa saat lalu.

"Eh, aku hanya bercanda tadi. Itu tidak benar, jangan menangis." Hibur minho ketika melihat mata sungmin yang berkaca-kaca.

Sungmin menundukan kepalanya memandang cappucino yang belum tersentuh olehnya. Perkataan minho tampaknya begitu mengena dihati sungmin. "Tidak, mungkin itu benar."Ucapnya begitu lirih.

"Sudah-sudah, baiklah aku melakukannya, jadi kumohon jangan begitu.".

"Benarkah ? kau akan melakukannya ? benar ?"

Minho tercengang dan hampir saja jatuh dari tempat duduknya melihat perubahan ekspresi sungmin saat ini berbanding terbalik dengan beberapa saat lalu. Wajahnya begitu cerah dan jangan lupakan senyum lima jarinya.

"Kau tunggu disini, aku akan segera kembali." Sungmin berpamitan pada minho untuk menelphone kyuhyun. Yeoja kelinci itu bergerak menjauh dari minho dan memunggunginya dan menatap kaca transparan caffe tersebut.

Beberapa saat hanya nada tunggu yang sungmin dengar dari sebrang sana dan berakhir dengan jawaban 'Silahkan mencoba beberapa saat lagi'. Tak putus asa, ia mencoba sekali lagi dan masih saja nada tunggu yang ia dengar. Mata foxy-nya bergerak gelisah dan tanpa sengaja foxy-nya menemukan pemandangan yang tak biasa didepannya.

Segera sungmin matikan ponselnya dan kembali menekan tombol 'Call' ia berharap jika didepannya tersebut bukan seseorang yang yang ia maksud. Namun sialnya itu memang benar, dia seseorang itu. Sungmin membeku setelah seseorang disebrang sana menjawab panggilan selulernya. Jatung sungmin bertedak begitu keras dan berharap ini hanya mimpi dan tanpa sadar, secara naluri ia bergerak kearah objek yang ia maksud dan menghiraukan panggilan minho.

"Ada apa dengannya, begitu aneh."

Minho menggelengkan kepalanya dan menolehkan kepalanya menatap dimana tadi sungmin berdiri. Dan betapa kagetnya minho mendapati pemandangan disebrangnya tersebut. Kekasihnya tengah berdiri dengan namja yang tak ia kenal dan lebih lagi kekasihnya tersenyum begitu cantik memandang namja disampingnnya.

.

.

"Kyuhyun-" Lirih sungmin begitu pilu seolah lidahnya sudah mati rasa. Ia bahkan tak sanggup untuk lebih dekat lagi untuk memastikan sosok yang tak jauh darinya tersebut adalah sosok kyuhyun, namun ia juga begitu penasaran.

"Nde ?"

"Kyuhyun, apa itu benar kau ?"

Kyuhyun menutup panggilan tersebut dan dengan ekspresi dinginnya, namja berambut caramel tersebut menoleh dan mendapati ekspresi sungmin yang terlihat kaku dan dari matanya, kyuhyun bisa merasakan perasaan terluka itu.

Kyuhyun hanya diam dan tak berniat menghampiri sungmin. Keduanya masih menatap dari pandangan jauh, sungmin bahkan masih menggenggam handphone miliknya ditelinganya.

Minho bergerak mengikuti jejak sungmin dan langsung menghampiri kyuhyun dan taemin, menghiraukan sungmin dibelakangnnya. Dengan gayanya yang cukup acuh, minho langsung menarik pergelangan tangan taemin hingga membuat yeoja berambut ikal tersebut meringis kesakitan. "Kau, apa yang sedang kau lakukan dengan namja ini ?"

"Kami-"

****************CL******************

"Jadi seperti itu, kau tidak perlu salah faham lagi pada ku !" Jelas minho, setelah insiden beberapa saat lalu keempatnya memutuskan untuk menyelesaikannya dengan kepala dingin. Mereka tampaknya masih mempunyai rasa malu untuk berdebat didepan umum dan menjadi pusat perhatian.

Kyuhyun hanya diam seribu bahasa dan tetap mempertahankan ekspresi dinginnya. Ia bahkan tidak begitu memperdulikan penjelasan minho atas kesalah fahaman beberap waktu lalu. Ia tampak tak terkejut akan kebenaran tersebut.

"Jika tak ada yang ingin kau katakan lagi, kami berpamitan kalau begitu."

Kyuhyun tanpa bersopan santun lagi langsung menarik pergelangan tangan sungmin agar mengikutinya.

"Tidak bisa dipercaya, dia itu sangat sombong sekali tsk !" Umpat minho setelah kepergian kyu-min.

Taemin diam dan tak berniat merespon perkataan minho. Gadis itu memang terkenal akan irit bicaranya bahkan terhadap kekasihnya sekalipun.

"Maaf aku terlalu berlebihan, aku seharusnya tahu diri. Kalau begitu aku akan pergi." Minho mulai bergerak menggeser kursi miliknya dan meraih tas selempangnya.

"Jangan pergi." Lirih taemin begitu terdengar memilukan.

Minho bahkan masih dengan jelas mendengarnya namun namja bermata elang tersebut mengabaikannya dan terus berjalan menjauh dari taemin.

Air mata taemin tak bisa lagi ditahan dan jatuh begitu saja tanpa bisa ia kontrol. Ia bahkan pintar dalam menyembunyikan ekspresinya namun tidak dengan air matanya. Choi Minho, hanya namja itu yang mampu membuatnya menangis tanpa bisa ia kontrol. Perasaan terluka dan kecewa masih dalam hatinya, sulit baginya untuk memaafkan minho namun lebih sulit lagi untuk membuang jauh namja itu dari otaknya.

*************CL***************

Keduanya masih diam tanpa kata, semenjak meninggalkan caffe tersebut. Hanya saling menggenggam tangan satu sama lain dan berjalan layaknya sepasang kekasih biasa dan normal tentunya.

Kyuhyun melirik sekilas kearah sungmin dan sedari tadi hanya menunduk dan tak bersuara seperti biasanya. Berisik dan menyebalkan.

'Merepotkan saja'

Sungmin tersentak ketika merasakan kyuhyun melepas genggaman tangan mereka secara tiba-tiba.

"Kyu-" Cicit sungmin.

"Ada yang perlu ku beli, kau bisa pulang terlebih dulu jika kau mau."

Tanpa menunggu jawaban sungmin terlebih dulu, kyuhyun melangkah memasuki toko peralatan tulis didepannya tersebut.

Tanpa pikir panjang lagi, sungmin langsung mengikuti langkah kyuhyun dan mengekor dibelakangnya. Kyuhyun tersenyum kecil mendapati tebakannya tidak meleset.

Sungmin mengerutkan dahinya sedikit heran apa yang akan dibeli kyuhyun sampai harus menggunakan keranjang. Apa sebanyak itu ?.

"Menurut mu, warna apa yang harus ku pilih ?" Kyuhyun menunjukan gulungan-gulungan kertas manila didepannya.

Sungmin tersenyum penuh arti kearah gulungan-gulungan kertas tersebut. Dan sepertinya kyuhyun merutuki pertanyaan restorisnya tersebut, ia bahkan berniat menarik ucapannya.

"Sudah-"

"Pink ! Itu sangat bagus bukan." Sungmin tertawa kecil melihat ekspresi gusar kyuhyun. Tampaknya suasana diantara mereka mencair begitu saja, kyuhyun dan sungmin tak begitu secanggung beberapa saat lalu.

"Kyu-sebenarnya-" Sungmin menghentikan kegiatan pilih memelih kertas-kertas tersebut dan menoleh kearah kyuhyun. "kau dan taemin-ssi,-apa yang kalian lakukan ?"

Sungmin mulai bergerak gelisah dan mengigit bibir bawahnya. Ia sedikit merutuki pertanyaannya. Ia bahkan tidak tahu apa yang akan kyuhyun katakan, bagaimana jika tak sesuai dengan pemikirannya.

Kyuhyun masih saja sibuk memilah kertas-kertas tersebut. Baginya pertanyaan sungmin tidak terlalu sulit untuk ia jawab namun perkataan donghae beberapa hari lalu mampu mengusiknya saat ini.

'Kau mana boleh melakukannya, kau hanya memiliki dua pilihan. Jika kau menyukai taemin kau harus memutuskan sungmin, atau yang kedua kau belajar mencintai lee sungmin.'

"Memangnya apa yang akan aku lakukan memurut mu ?" Dengan santainya kyuhyun memasukan beberapa kertas manila berwarna pink tersebut kedalam keranjang belanjaannya kemudian berlalu.

Sungmin memanyunkan bibirnya begitu imut dan menggemaskan. Ia bahkan bertanya, namun kenapa jawaban yang ia dapat juga sebuah pertanyaan. "Kau menyebalkan !" Namun meski begitu sungmin tetap mengikuti langkah kyuhyun. Ia kesal, kesal sekali karena bodoh mencintai kyuhyun meski ia tahu namja stoic tersebut menyebalkan.

"Lalu apa ?"

Kyuhyun tersenyum kecil mendengarkan pertanyaan sungmin yang terdengar begitu menuntut. Namun yang dia lakukan hanya sibuk memilih styrofoam. "Memangnya apa yang akan aku lakukan dengan yeoja yang sudah memiliki kekasih ? Lagi pula-" Kyuhyun kembali memasukan styrofoam yang berhasil ia pilih kedalam keranjangnya. "aku sudah memiliki mu"

Sungmin tersipu malu dan pipinya merona merah mendapati perkataan kyuhyun beberapa saat lalu. Ia sisihkan helaian rambut ikalnya kesamping telinga kanannya. "Benarkah ?" Tanya sungmin begitu malu-malu menunduk.

Kyuhyun tersenyum simpul menyaksikan wajah merona sungmin. "Oh" Kyuhyun kembali melangkah kederetan peralatan lainnya tanpa menunggu sungmin terlebih dulu.

Sungmin langsung berlarian kecil dan langsung menubruk lengan kyuhyun memeluknya begitu erat. "Hehe kalau begitu katakan !"

Kyuhyun sedikit merasa lega karena tak terlalu banyak pengunjung toko ini. "Sungmin!" Protes kyuhyun ketika lengannya masih dipeluk erat.

"Aku tidak peduli, kau ini kekasih ku. Cepat katakan."

Kyuhyun menghela nafasnya, memaksa sungmin sekalipun tidak akan ada gunanya. "Yang ingin kami lakukan itu-" Kyuhyun meraih lem kertas ditangannya dan menunjukannya kehadapan sungmin. "Ini."

Sungmin mengerutkan dahinya, "Lem ? memang apa yang akan kalian lalukan dengan lem ?" Sungmin sedikit menggaruk keningnya yang tak gatal.

"Tidak bisa dipercaya, kau benar-benar bodoh." Caci kyuhyun tak sabaran.

Sungmin langsung mengerucutkan bibirnya. "Eh !" Ptotesnya.

Kyuhyun menghela nafasnya dan bergerak mendekat kearah wajah sungmin. "Bodoh, kami hanya ingin membeli beberapa peralatan untuk tugas kelompok kami." Jelas kyuhyun dengan tampang mengejek.

Sungmin menghembuskan nafas leganya. Rupanya bukan hal buruk, seperti berkencan.

"Kalau begitu kita butuh yang lebih besar." Sungmin langsung memasukan lem berukuran super kedalam keranjang kyuhyun.

"Weh, aku tidak membutuhkannya sebanyak itu !" Protes kyuhyun dan berusaha mengembalikannya kembali, namun sungmin memasukannya lagi.

"Kau perlu ! Jadi kau tidak perlu membelinya lagi bersama taemin." Sungmin tersenyum polos dan itu membuat jantung kyuhyun sedikit berdesir.

Dengan licahnya sungmin memilih barang lainnya dengan ukuran super tentunya. Kyuhyun sedikit memijat pelipisnya dan beberapa kali berteriak agar sungmin menghentikan tindakannya itu.

"Sungmin ! Aku tidak membutuhkannya ! Kenapa kau memasukannya kedalam keranjang ku !"

****************CL****************

"Ini sangat berat, kau tega sekali !"

Kyuhyun hanya menoleh sebentar kearah belakang tubuhnya dimana seorang yeoja tengah tergopoh-gopoh membawa 2 paper bag tengah mengekor dibelakangnya.

"Kyu~~" Sungmin mulai meluncurkan aegyonya berharap kyuhyun menoleh kembali dan menawarkannya bantuan.

Berhasil, kyuhyun menoleh dan menghampirinya. Sungmin tersenyum tertahan ketika melihat langkah kyuhyun yang semakin mendekat kearahnya.

Kyuhyun sedikit mencondongkan badannya kearah sungmin dan kemudian berbisik pelan, "Bukankah itu ulah mu sendiri ! Jadi bawa saja hm."

"Tentu sa-" Sungmin menghentikan ucapannya dan kemudian menunduk "baiklah, tapi ini sungguh berat." Foxy beningnya mulai berkaca-kaca menatap kyuhyun. Namun kyuhyun tak terkecoh dan dengan cepat ia bergerak meninggalkan sungmin.

"Jahat sekali sih ! Aish, aku pasti akan menyesal menjadi kekasihnya ! Dia bahkan tidak romantis ! Kyuhyun tunggu !"

Sungmin kembali mengejar langkah namja angkuh didepannya tersebut dan cukup berhasil. "Kau tega sekali meninggalkan ku !" Keluhnya begitu manja.

"Sudah ku bilang, kau terlalu lelet."

"Aish !"

Sungmin memanyunkan kembali bibirnya dan mencoba mengatur nafasnya dan sesekali foxy indahnya menjelajah tempat disekitarnya. Dan tanpa sengaja matanya menangkap sebuah photobox disebrang jalan. Sungmin tersenyum misterius ketika memikirkan sesuatu dalam otaknya. Tanpa pikir panjang lagi gadis lincah itu berlarian mendekat kearah kyuhyun dan mencegat langkah kekasihnya tersebut.

"Hey! Apa yang kau lakukan ?" Kyuhyun mengerutkan dahinya heran dengan kelakuan sungmin.

"Heheh" Sungmin menampakan deretan gigi kelincinya dan tersenyum penuh arti. "Ayo kita lakukan sesuatu !"

Tanpa menunggu persetujuan kyuhyun terlebih dahulu, gadis tersebut menyeretnya kearah photobox disebrang jalan tersebut.

"Ayo kita mengambil gambar !" Sungmin mulai memasukan beberapa lembar won kedalam alat otomatis dan menekan tombol-tombolnya.

"Weh, Lee sungmin...aku tidak bilang setuju bukan, aku tidak mau melakukannya !" Kyuhyun memprotes tidak setuju dan bergerak keluar dari ruangan berebentuk persegi panjang itu, namun sungmin lebih gesit menahannya.

"Tidak boleh, kau harus melakukannya." Sungmin langsung menarik lengan kyuhyun dan terjadilah tarik menarik saat kamera mulai siap mengabadikan moment tersebut. Mesin otomatis tersebut mengeluarkan selembar kertas berwarna. Sungmin terlihat cengoh dan lemas seketika dan meraih selembar kertas kecil tersebut dan memandangnya tak percaya. Mereka bahkan tak sempat berpose dan yang terlihat hanya dua orang yang sedang tarik menarik. Sungmin merutuki tindakannya tersebut kenapa ia lupa men setting waktu untuk mengambil gambar mereka dan tidak mengulurnya sampai kyuhyun bisa dibujuk.

Kyuhyun sedikit mengintip hasil photobox tersebut dari tangan sungmin. Ia sedikit bernafas lega karena 9 foto yang berhasil dicetak dalam satu lembar kertas kecil tersebut hanya berisikan moment mereka yang saling tarik menarik. Ia tidak bisa membayangkan jika dirinya harus berpose seromantis mungkin seperti didalam otak sungmin. Ia tidak akan bisa.

"Eh, hayo kita pulang. Ini sudah terlalu sore !" Kyuhyun mencoba mengalihkan perhatian sungmin dari hasil photobox tersebut. Sungmin mendongak lesu, matanya begitu layu dan berjalan mendahului kyuhyun sambil membawa 2 paper bag milik kyuhyun tentunya.

Entah kenapa kyuhyun menjadi tak tega melihat ekspresi sungmin yang seperti itu. Sepanjang jalan mereka, sungmin hanya memandangi hasil photobox tersebut dengan lesu.

"Aku membuang-buang uang ku untuk foto seperti ini." Keluhnya sepanjang jalan. Kyuhyun tak banyak komentar, namja stoic tersebut hanya sesekali melirik sungmin dan kemudian kembali berjalan memikirkan hal.

"Berikan phonsel mu !"

Sungmin menghentikan langkahnya dan mendongak menatap kyuhyun. Ia berfikir untuk apa kyuhyun meminta phonselnya, ini adalah hal pertama dalam hidupnya.

"Cepat berikan saja !" Keluh kyuhyun yang tak jua mendapat phonsel tersebut.

"Baiklah tunggu-" Sungmin langsung meletakan paper bag yang berada disebalah kanan tangannya. Dengan perlahan ia rogoh saku almamater seragam sekolahnya dan kemudian memberikan phonsel pribadinya pada kyuhyun.

Sungmin sedikit heran namun ia tak ambil pusing dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.

Chu~~

Klikkk...

Sungmin melotot tak percaya ketika blict kamera phonselnya menerpa wajahnya dan yang lebih membuatnya tak percaya lagi adalah ketika kyuhyun mencium pipinya ketika mengambil gambar tersebut. Ia bahkan secara refleks menjatuhkan kantung belanjaan mereka.

Sungmin masih terperangah dan belum sempat bisa berkedip ketika kyuhyun menyerahkan phonsel miliknya.

"Ini sudah cukup bukan."

Sungmin tersenyum bodoh ketika melihat hasil gambar tersebut. Matanya melotot menatap kearah kyuhyun yang berada disampingnya yang tengah mencium pipi gembul miliknya. Ini jauh lebih alami dan ia benar-benar bahagia. Ia tak menyangka jika akhirnya kyuhyun mau mengambil gambar bersamanya.

Sungmin menatap punggung kyuhyun yang berjalan didepannya dengan senyuman cantiknya. Ia begitu bahagia hari ini. Kyuhyun membuatnya menangis dan tersenyum bodoh dalam waktu yang bersamaan.

Kyuhyun tersenyum kecil, entah mengapa ia sedikit merasakan kelegahan dihatinya. Mungkin dari 2 pilihan yang donghae sarankan, tidak ada salahnya ia belajar. Belajar untuk mencintai kekasihnya sendiri, meski itu akan sulit untuknya. Setidaknya ia akan mencoba.

Kyuhyun membalikan tubuhnya dan tersenyum tulus kearah sungmin hingga membuat yeoja kelinci dibelakangnya tertegun. Kedunya saling tersenyum tulus satu sama lain.

'Lee sungmin, maaf aku mungkin akan membuat senyum mu itu menjadi tangis. Aku tidak mengerti apa yang kurasakan pada mu apa sama seperti pada gadis itu (Taemin) Apa aku mencintai mu ? Apa aku mencintainya (Taemin) ? Aku menjadi tidak yakin dan tidak tahu, sepertinya aku merasakan semua rasa suka itu menjadi hubungan yang tipis dengan cinta. Selama aku mencari tahu itu, apa kau masih sanggup bertahan bersama ku ?' –Kyuhyun

Mianhae niga heullinnunmul alji motae

(Aku minta maaf bahwa aku tidak tahu alasan dibalik air mata)

Mianhae ijeseoya niape waseo

(Maafkan aku, sekarang aku tepat di depanmu)

Kim Hyun Joong-One more time

'Ada pelangi dibalik hujan. Hati ku sakit dan bahagia dalam waktu bersamaan. Aku, tidak bisa menyebutnya adalah kebahagian ketika aku juga menangis karenanya. Ini bukan akhir, tapi mungkin awal penderitaan. Aku fikir aku hanya gadis remaja 18 tahun biasa yang tidak akan berfikir rumit. Menggunakan bahasa yang sulit dimengerti untuk saat ini, karena saat ini aku hanya akan mengatakan 'Eomma, Appa, aku bahagia bersamanya'.' –Sungmin

Janggu geobina neolsaranghaeseo

(Aku terus menerus merasa takut karena mencintaimu)

Deo dagaseomyeon meoleojilgga maldo mothae babocheoreom

(Kau akan menjauh jika aku makin mendekat, Aku seperti orang bodoh yang tak bisa berkata apapun,)

Neol saenggakhamyeon arin maeume

(Hatiku memanas saat memikirkanmu)

Hansumman nawa shileopshi utda uleo neo daemune apa

(Karenamu aku merasakan sakit, mengeluh, tertawa dan menangis yang tak berguna)

Davichi-Because ItsYou

END ?

ahahhah * digebug masal*

TBC kok !

Iya iya cius TBC XD hahah

TBC-

hahaha Maaf ya buat hiatus ku beberapa minggu ini, mood ku sanhay hancur. Berfikir dan membohongi diri sendiri jauh lebih menyedihkan. Skrng hanya berfikir dan berusha menerima Tp saya tetap mencintai mereka {}

Maaf juga saya tidak bisa membalas rivew kalian semua, next chap mybe. Secara garis besar mungkin saya akan mencoba menjawabnya.

Untuk mengenai typo, sudah saya bahas berkali-kali saya tidak bisa menghindari itu, saya jg sudah mengatakan saya tidak sedang membiat proposal atau laporan formal. Jadi jika saya menggunakan hiper pun itu adalah hak saya sebagai author dan saya tidak memiliki editor pribadi jd jangan terlalu berharap jika tidak ada typo. Untuk masukan kalian saya terima dan berusaha memperbaiki.y

Kedua, mengenai pemilihan karakter Kangin. Ada yang bertanya kenapa kangin bkn donghae ? Saya menggunakan kangin karena saya berfikir jika kangin cocok untuk memerankan karakter tersebut ditambah wajahnya sedikit menyeramkan (?) *digebug kangin shipper* Heheh maaf ya tp walau begitu memang saya suka karakter kangin d ff saya yg satu ini. Jika donghae saya berfikir itu tidak cocok.

Ketiga, fb kyumin jadian ? saya usahain selipin di adegan...nanti deh pikir dulu hahahah.

Ada yg greget pen mereka putus ? Hahah slow down ini belum puncak dimana permasalahn mereka. Masih adakah yang berminat membaca ff saya yg satu ini ? Atau stop sampe disini XD let give rivew eoh !

See you next leter~~

TBC