Title :

Say I Love You

Main Cast :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Kim kangin

Choi minho

Taemin

Rating :

T

Genre :

Romance/Hurt

Warning :

GS,Typo(S),Imagination, Song Fic

Summary :

Kyuhyun telah memiliki kekasih namun ia tak mengerti kenapa perasaannya tak bisaberubah terhadap sosok yeoja tersebut. Sungmin hampir menyerah terhadap perasaanya, ia selalu menulikan mata hatinya ketika suatu hari ia sadar dan berujar, "Benar, cinta memang akan selalu menemukan caranya meski kita mencoba menghalanginya."

Song By :

Hyorin - Driving Me Crazy

Happy Reading ^^

"Hey disini !" Gadis tengah duduk bersantai dibangku taman sekolah mereka itu melambaikam tangannya memberikan isyarat agar namja tengah berlarian tersebut mendekatinya.

"Hah..kau ini memanggil ku ada apa ?" Dengan nafas yang masih tersendat-sendat namja tersebut mencoba berusaha bersuara.

Namun gadis berambut pendek itu dengan sadisnya langsung mengungkung kepala dan leher namja tersebut dalam satu kali gerakan. "Kau ini lelet sekali untuk ukuran namja." Ejeknya dengan kekehan.

"Uhuk uhuk...yaa kau ini ! Apa kau ingin membunuh ku kibum."

Kibum tersenyum miring dan masih bersikeukeh untuk tidak melepaskan kepala namja tersebut. "Tidak, kau harus dihukum donghae !"

"Ku mohon." Rengek donghae dengan memelas. Ia bahkan tidak bisa berkutik, sekedar memberontak pun susah tenaga kibum memang sangat kuat untuk ukuran yeoja atau dirinya memang terlalu lemah.

Kibum mengendurkan kungkungannya namun ia tidak berniat melepaskan donghae begitu saja. "Jelaskan pada ku, apa yang kau bicarakan pada kyuhyun ? bukankah aku meminta mu untuk memberikan saran pada kyuhyun untuk memutuskan sungmin ?"

Donghae mendesah, ia menyerah dan membiarkan kibum tetap melilit kepala dan lehernya, "Aku tidak mungkin seperti itu, bukankah aneh jika aku melakukannya. Yang terpenting mereka berbaikan bukan ?"

"Benar, kalau begitu apa yang kau katakan ?"

"Tentu itu rahasia seorang namja !"

"Hahah, omo omo uri donghae sudah dewasa rupanya hhahah" Kibum tertawa mengejek.

Donghae mengendus kesal dan mencoba memberontak dari kungkungan kibum. "Sudah jangan meledek, tinggi ku bahkan sudah melebihi mu kibum !"

"Hahahah, benarkah ?"

"Weh ! Kau-"

"Hae dong (Ejekan : Kotoran anjing) !" Dari kejauhan terlihat yeoja kurus tengah menampakan gummy smilenya dan berlarian kearah donghae dan kibum. "Hae dong kau disini rupanya ? Apa-kalian sedang berkencan ?"

Siapapun yang melihatnya memang akan berfikir jika keduanya memang memiliki hubungan khusus melihat dari kedekatan mereka yang terlihat sangat akrab. Namun beberapa orang memang salah faham akan hubungan donghae dan kibum, termasuk Lee hyukjae.

Refleks keduanya saling memisahkan diri dan donghae tersenyum canggung dihadapan eunhyuk. "Tidak, tidak tidak. Kami tidak melakukannya !" Sangkal donghae begitu cepat dengan gestur telapak tangannya yang mengibas-ngibas.

"Yaa siapa pula yang ingin berkencan dengan anak cengeng seperti mu hae !" Cibir kibum dengan sadis.

"Aish berhenti mengejek ku kibum !" Protes donghae hingga membuat gelak tawa 2 yeoja cantik tersebut pecah.

"Hae dong kau lucu sekali hahah" Tambah eunhyuk.

"Kau juga berhenti memanggil ku seperti itu hyuk ! Aish ada apa dengan kalian !"

"Ah sudah-sudah, aku hampir saja lupa. Kibum, aku pinjam kekasih mu dulu eoh ?" Eunhyuk langsung bergelanyut dilengan donghae. Namja penyuka ikan tersebut terpanah dan semburat merah menjalar disekitar pipinya ketika eunhyuk tiba-tiba saja melakukannya.

"Yaa sudah kubilang aku bukan kekasihnya." Protes donghae sedikit tidak terima sedangkan kibum hanya tersenyum sekenanya.

"Ah baiklah, terserah kau saja. tapi kau harus ikut dengan ku sekarang. Jung seongsangnim memanggil kita."

Donghae dan eunhyuk memang tidak berada dalam kelas yang sama namun mereka dalam satu ekstrakurikuler yang sama yaitu dance. Keduanya memang menyukai dance. Bagi mereka dance bagian dari hidup mereka maka dari itu mereka bisa terlihat akrab dan menyatu satu sama lain.

"Baiklah, kalau begitu sampai jumpa kibum !" Eunyuk menampakan gummy smilenya kembali sebelum menyeret donghae agar mengikutinya.

Kibum tersenyum getir melihat keduanya dari kejauhan tampak tertawa bersama dan bergurau layaknya sepasang kekasih.

'Aku bahkan yang sudah mengenal mu lebih dulu, tapi sepertinya eunhyuk yang mendapatkan hati mu. Hae-ah...selamanya, apa aku ini hanya sahabat mu ?'

**************CL**************

"Subak keot halki (Seperti menjilat semangka) ? Apa artinya itu manis ?" Sungmin memiringkan kepalanya berfikir jika jawaban yang ia simpulkan itu benar. Tangan lincahnya mulai bergerak mengisi beberapa soal buku paket bahasanya.

Namja disampingnya yang sedari tadi sibuk membaca buku pun meletakannya sejenak dan kemudian menoleh kearah sungmin dengan wajah yang mengejek. "Apa itu kesimpulan mu ? manis ? tidak mungkin." Namja itu menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan.

"Oh, manis. Bukankah rasa semangka itu manis. Jadi mungkin..." Sungmin tampak berfikir keras, jika saja bisa namja itu lihat sudah banyak tanda tanya diatas kepala sungmin. Sungmin langsung mengibas-ngibas tanda tanya tersebut agar menyingkir diatas kepalanya.

"Apa ?" Tanya namja tersebut dengan senyum miringnya.

"Mungkin-dunia itu bulat ya bulat benar bulat. Bukankah sama seperti semangka ha-ha-ha." Sungmin tertawa garing dan sedikit menggaruk pipinya.

"Lalu ? bagaimana hubungannya dengan pepatah itu ?" Tantang namja itu lagi.

"Tentu saja ada, mungkin pepatah itu berarti dunia itu walau banyak mengatakan kejam namun sebenarnya dunia itu indah dan manis. Geure seperti itu." Dalam hati sungmin berteriak senang, otakanya ternyata masih bisa diajak untuk berfikir. Kau memang jenius lee sungmin, fikirnya.

"Kau benar-benar bodoh Lee sungmin." Namja itu tertawa kecil mendapati kebodohan kekasihnya tersebut.

"Berhenti mengatai ku ! Kau dan kibum selalu mengjek ku." Keluh sungmin sedikit murung. Ia sedikit jengah dengan beberapa orang terdekatnya yang mangatainya bodoh. Meski ia tak banyak mengambil pusing dengan ejek-ejekan tersebut namun ia juga sedikit merasa tertanggu ketika seseorang mengatainya bodoh.

Kyuhyun tersenyum simpul dan sedikit mengacak rambut ikal sungmin. "Itu fakta-" Sungmin melirik sekilas dengan tatapan cemberut. "meski begitu, kau itu lucu."

Sungmin tersipu, pipinya sedikit merona. "Bbenarkah ?" sungmin menyelipkan rambutnya dibelakang telinga, kebiasaan yang sering ia lakukan ketika tersipu malu.

Kyuhyun mengangguk dengan pasti, "Tentu, kau itu lucu membuat jawaban seperti itu. Apa kau sedang melawak ? Benar-benar bodoh !" Kyuhyun tersenyum miring.

Wajah sungmin bertambah merah, bukan karena tersipu lagi tapi karena kesal menahan amarah. Namja disampingnya itu, sungguh sangat bermulut pedas dan terlalu realistis. Tidak bisakah ia berkata romantis saja ketika mereka sedang berdua saja ? Jawabannya tentu saja 'TIDAK'.

"Kau menyebalkan !" Sungutnya. Sungmin yang kesal, mulai membereskan beberapa buku miliknya dan berniat meninggalkan atas sekolah mereka ini, dimana tempat mereka sesekali belajar bersama. Mungkin hanya sungmin yang akan belajar, apa itu disebut juga belajar bersama.

"Kau-mau kemana ? Tugas mu bahkan belum kau selesaikan ?" Kyuhyun menahan lengan sungmin yang hendak meninggalkannya.

"Aku akan menyalin saja dari kibum, kau menyebalkan."

"Kau marah ?"

"Tidak"

"Kau marah Lee sungmin."

"Tidak tidak tidak aku tidak marah kyuhyun !"

"Jelas-jelas kau marah."

"Aku tidak !" Sungmin lepas kendali dan sedikit berteriak, namun kyuhyun tetap mempertahankan ekspresi datarnya.

"Kau tidak marah? kenapa harus berteriak."

"Kau ini menyebalkan !" Sungmin merosot kebawah lagi dan berjongkok.

Kyuhyun tersenyum geli dan bergerak mendekati lee sungmin dan ikut berjongkok didepan gadisnya tersebut. Kyuhyun kemudian meletakan jari telunjuknya diatas jidat sungmin hingga membuat gadis kelinci tersebut mendongak.

"Cepat kerjakan tugas mu, bodoh."

"Kau mengatai ku lagi ! menyebalkan !" Sungut sungmin.

Kyuhyun berdiri dan mengibas pakaian yang ia kenakan agar bersih dari debu. "Aku harus pergi, bell sebentar lagi. Aku tidak ingin membolos dengan hanya membuang waktu bersama orang bodoh seperti mu." Kyuhun lagi-lagi tersenyum mengejek dan berbalik berjalan meninggalkan sungmin yang masih syok.

"Yaa !" Teriak sungmin namun kyuhyun masih dengan gaya angkuhnya memasukan tangannya kedalam saku celananya hanya mengiharaukan sungmin.

******************Cl*****************

"Kyuhyun sayanggggg" Sungmin langsung berlarian dengan semangat kearah kuhyun ketika melihat sosok namja stoic tersebut tengah berdiri diambang pintu kelasnya.

Akibat kegaduhan yang dibuat sungmin, beberapa teman sekelas kyuhyun lainnya memandang aneh ketika mereka tengah berjalan keluar kelas. Bisik-bisik beberapa yeoja pun terdengar ditelinga kyuhyun namun seperti biasa, ia akan selalu mengabaikannya.

Sungmin langsung menumbruk lengan kyuhyun dan memeluknya erat. "Hehe ayo pulang bersama." Sungmin langsung menyeret lengan kyuhyun.

Kyuhyun menahannya dan sedikit berusaha melepaskan pelukan tersebut. "Aku tidak bisa, masih ada yang harus ku urus sungmin."

"Apa ?" Tanya sungmin begitu penasaran. Namun tiba-tiba saja rasa penasaran tersebut berubah menjadi kekhawatiran ketika melihat sosok taemin tepat berdiri disamping kyuhyunnya.

Taemin menundukan kepalanya memberikan salam pada sungmin. Tapi sungmin tak berniat membalasnya dan kembali bergelanyut manja pada lengan kyuhyun. "Ayo kita pulang saja, hm." Bujuknya tak mau menyerah.

"Sungmin-" Kyuhyun kembali melepaskan pelukan tersebut karena merasa tak nyaman. Entah kenapa ia masih canggung jika seperti itu dihadapan taemin. "kami harus menyelesaikan tugas kelompok."

"Kalau begitu aku akan ikut." Sungmin mulai melancarkan jurus puppy eyes-nya, namun itu tak membuahkan hasil apapun kyuhyun tetap menolaknya.

"Tidak bisa, jangan kekanakan. Lagi pula-" Kyuhyun menoleh kearah belakangnnya, dimana teman sekelompoknya yang lain tengah menuju kearahnya. "kami tidak berdua, kau pasti tidak akan nyaman."

Sungmin merasa sedikit lega, setidaknya mereka tidak hanya berduan saja seperti dalam fikirannya. Dengan lesu, sungmin melepaskan pelukannya dilengan kyuhyun dan bergerak membenarkan tas slempangnya.

"Baiklah, sampai jumpa." Ucapnya begitu tak bersemangat. Dengan lesunya ia berjalan namun kepalanya selalu menoleh kebelakang dimana kyuhyun masih menatapnya.

Sepanjang menelusuri lorong kelas-kelas sungmin terus menundukkan kepalanya dan sesekali menendang udara hampa dibawah kakinya seolah ia tengah menendang sebuah bola.

Mungkin ia memang harus selalu menelusuri jalan rumahnya dengan kesendirian, tak pernah ada kyuhyun disampingnya. Terhitung tahun ke 3 hubungan mereka, tapi hanya beberapa kali saja mereka bisa sejajar berjalan pulang bersama atau pun berangkat bersama. Kyuhyun, terlalu rumit untuk sungmin mengerti. Namja itu memang tidak suka dengan mengumbar apapun dalam hidupnya.

Tak terasa ia sudah berjalan jauh sampai didepan gerbang sekolah. Sesekali ia menatap iri ketika beberpa siswa siswi berpasangan tengah tertawa mesra dihadapannya. "Mereka tidak tahu tempat, jangan berpacaran disekolah !" Umpatnnya setengah berbisik. Ia bahkan tak menyadari jika ia juga seperti itu. Pabbo min.

"Kyaaaa"

Sungmin tersentak ketika dengan tiba-tiba saja seseorang menarik lengan tangannya dan membawanya kearah tembok diluar gerbang sekolahnya. Seseorang itu langsung membekap mulut sungmin. "Kau ini, benar-benar berisik."

Mata sungmin melotot tak percaya, ia sungguh tak menduga akan bertemu lagi dengan minho. Ia fikir urusannya dengan namja tampan ini sudah berakhir. Sungmin langsung menepis tangan minho dari mulutnya.

"Apa-apaan kau ini, dasar penguntit !" Sungmin bergerak mengelap bibir plumpnya dengam gerakan cepat.

"Yaa, aku tidak !" Protes minho dengan cepat.

"Lalu apa jika tidak, tindakan mu itu bisa dianggap kriminal karena membekap seorang yeoja !"

"Ah tidak mungkin. Aku datang untuk mengambil pin nama ku bodoh !"

Sungmin tersenyum lima jari menampakan deretan gigi kelincinya. Ia melupakan hal itu, dan ia memang masih menyimpan pin nama minho. "Maaf."

Minho berdecih dan mengulurkan tangannya. Sungmin langsung menyambutnya dan menjabat tangan hangat tersebut. Minho sedikit kaget dan langsung menarik tangannya kembali. "Apa yang kau lakukan bodoh ! Mana pin nama ku !" Sewotnya.

"Ah itu-" Sungmin merasa sedikit malu, ia fikir jika minho mengulurkan tangannya itu bermaksud berdamai dengannya. Namun nyatanya tidak. "aku tidak membawanya saat ini."

"Kau ini, gadis menyebalkan !" Minho menggerutu kesal, hampir sebulan ini ia selalu terkena hukuman karena pin namanya tersebut berada ditangan sungmin.

"Eh, aku tidak mungkin membawanya kemana-mana. Aku akan mengembalikannya pada mu. Sungguh !"

"Aish kau i-" Minho menghentikan perkataannya ketika mata elangnya tak sengaja menangkap sosok taemin yang tengah berjalan bersama kyuhyun melewati gerbang.

Sungmin mengerutkan dahinya dan mengikuti arah pandangan minho. Dari balik tembok, ia bergerak mengintip pemandangan luar. Matanya memanas melihat kyuhyun dan taemin tertawa bersama dan berjalan berdua. Bukankah kyuhyun mengatakan jika dirinya akan mengerjakan tugas kelompok bersama temannya yang lain, lalu apa yang lihat sekarang. Apa kyuhyun tengah membohonginya, ya Tuhan ia tidak sanggup berfikir lebih jauh lagi.

"Bukankah kyuhyun kekasih mu ?"

Minho sedikit tertegun melihat pemandangan didepannya. Wajah sungmin terlihat begitu bersinar jika dilihat dari dekat seperti ini. Leher putih sungmin, pipi cubby itu dan minho langsung meneguk air liurnya ketika melihat bibir plump pink tersebut. Ia jadi teringat ciuaman itu, meski dipipi ia bisa merasakan jika bibir itu kenyal dan lembut. Ia tak bisa membayangkan jika bibir itu tepat mengenai bibirnya juga saat itu, mungkin minho akan gila karenanya.

Sungmin menoleh kembali kearah minho ketika tak lagi melihat siluet tubuh kyuhyun dan taemin lagi. Sungmin dan minho saling tertegun, ketika jarak wajah meraka berdua hanya bebera centi saja.

Sungmin menelan ludahnya, sebelumnya ia tak pernah seintim ini dengan namja lainnya selain kyuhyun. Tidak, ini tidak benar. Sungmin mulai gelisah namun tubuh dan otaknya tidak bersinkron. Seakan mati rasa tubuhnya ketika ia membiarkan minho semakin mendekat kearah wajahnya.

'Seseorang tolong ! Aku masih mencintai kyuhyun.' Doanya dalam hati sambil memjamkan erat matanya.

"Kau, ada remah dibibir mu. Kau jorok sekali !" Minho menunjukan remah roti yang berhasil ia dapatkan dari wajah sungmin. Minho bersyukur karena kewarasannya segera tersadar ketika melihat sungmin memejamkan matanya tadi.

Sungmin langsung mendorong tubuh minho kuat. "Kau membuat ku takut ! Aish !" Sungmin membersihkan mukanya memastikan tidak ada hal aneh lagi yang mampu menarik perhatian minho terhadapnya.

"Kau pasti gila, berfikir yang aneh. Itu mustahil." Decak minho sambil melipat kedua tangannya diatas dadanya.

"Hey bocah tengik, kau disini. Berani juga nyali mu." Suara bass yang terdengar mengerikan itu mampu membuat keduanya bungkam dan menghentikan perdebatan mereka.

Minho bergedik ngeri, ia hafal betul pemilik suara itu. Dengan gerakan seduktif mungkin ia balikan kepalanya dan tepat dibelakangnnya kangin berdiri angkuh dan tersenyum mengerikan kearahnya.

Minho mulai berancang-ancang melarikan diri namun kangin dengan gesitnya menarik kerah belakang seragam minho hingga membuat namja berambut hitam legam itu terjungkal. Minho meringis kesakitan namun kangin masih memasang wajah kejamnya. Dan jangan lupakan jika sungmin menatap heran.

"Kau berani sekali memasuki area ku !" Kangin meraih kerah seragam minho dan mencekamnya kuat.

"Paman !" Rengek minho. Sungmin mengerutkan dahinya, ia tidak menyangka jika berandalan seperti minho merajuk seperti itu. Dan 'paman' apa telinganya tidak salah mendengar, minho memanggil kangin dengan sebutan paman.

"Yaa, kau menjijikan. Berhenti melakukan itu ! Jangan memanggil ku seperti itu !" Ancam kangin dengan galaknya.

"Kenapa memangnya, kau ini kan memang paman ku."

"Kau ingin kuhajar ya ?" Kangin berancang-ancang memberikan tinjunya kewajah minho tapi sungmin langsung bersuara mencoba mencegatnya.

"Cogiyo !"

Kangin dan minho melirik kearah sungmin. Ketiganya tampak memandang satu sama lain dengan tatapan penuh tanya.

****************CL*****************

"Maaf merepotkan mu, kau ingin menunggu didalam ?"

"Tidak, aku akan menunggu diluar saja kalau begitu."

"Baiklah tunggu sebentar."

Kyuhyun meneliti setiap jengkal pelataran rumah taemin. Ia tersenyum kecil ketika melihat banyak sekali jenis bunga dan ia menjadi teringat ibunya. Ibunya juga sangat menyukai berkebun bunga. Beberapa kali kyuhyun memberikan ibunya tanaman jenis mawar. Kyuhyun tengah membayangkan jika mungkin taemin akan cocok dengan ibunya.

"Kyuhyun ! Tolong kyuhyun ! Hiks" Taemin menangis menjadi-jadi membuat kyuhyun bingung setengah mati.

"Taemin, apa yang terjadi ?"

Taemin masih menangis sesegukan dan ia seperti kehilangan akalnya yang ada hanya keluar tangisnya.

"Taemin, tenanglah." Kyuhyun menekan bahu bergetar taemin mencoba memberikan ketenangan pada gadis yang ia sukai itu.

Taemin menghela nafasnya, "Halmoni, dia-"

.

.

Taemin masih menangis menatap ruangan operasi tersebut. Ia tak sanggup memikirkan bagaimana jika halmoninya tersebut sudah tidak didunia ini mungkin ia akan hidup sebatang kara. Halmoni, merupakan keluarga satu-satunya yang ia miliki didunia ini.

Beruntungnya ia cepat menemukan neneknya tersebut jatuh dan kyuhyun berada didekatnya. Ia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi jika saja ia membawa flashdisk itu dan tidak kembali kerumah, mungkin keadaanya akan berakibat fatal.

Kyuhyun menyerahkan sebotol air mineral kehadapan taemin, namun yeoja bermata doe itu hanya bergeming dan masih menangis tersedu-sedu.

"Minumlah, ini akan sedikit membuat mu tenang." Kyuhyun masih membujuknya. Tapi taemin tetap tidak ingin memakan atau meminum apapun sebelum memastikan keadaan neneknya itu baik-baik saja.

Kyuhyun meringis, ia benar-benar tidak sanggup melihat taemin menangis seperti itu. Dengan perlahan kyuhyun raih jemari taemin dan menggenggamnya erat seolah memberikan kekuatan didalamnya. "Dia pasti baik-baik saja." Ucapnya tulus.

Seketika taemin menghentikan tangisnya dan memandang kyuhyun dengan mata sembabnya.

'Seandainya saja kau adalah minho, aku pasti akan merasa bahagia.'

*************** CL******************

Ketiganya memakan dengan lahap ddukbokki pedas tersebut. Kepulan-kepulan asap yang menandakan makanan tersebut masilah sangat panas tidak menghalangi ketiganya untuk melahap habis makanan tersebut.

"Kau benar-benar payah paman, kau hanya mentraktir kami semangkuk ddukbokki saja." Semenjak memakan ddukbokki itu hanya minho yang terus berkomentar dan bersuara mengeluh namun walau begitu mulutnya tidak bisa berhenti menyuapkan kue beras tersebut kedalam mulutnya.

"Mulut mu itu tidak bisa berbohong." Kangin berdecak jengkel. Ia merutuki kakaknya yang telah melahirkan minho. Mengidam apa kakaknya itu sampai ia harus mempunyai keponakan yang begitu bermulut kritis seperti minho. Kangin merupakan anak bungsu dikeluarganya dan ia memang mempunyai jarak satu tahun lebih tua dari minho. Lahir berbarengan dengan minho merupakan sebuah kesialan bagi kangin. Diusia mudanya ia harus menyandang sebutan 'Paman'.

Sungmin yang biasanya banyak bersuara hanya bungkam menyaksikan pertengakaran keluarga tersebut. Sesekali ia memakan kue beras pedas tersebut dengan ekspresi kepedasan. Ia memang tidak menyukai makanan pedas.

"Jadi apa yang kalian lakukan ? kalian tidak sedang berkencan bukan ?"

Keduanya, minho dan sungmin langsung tersedak dan tebatuk-batuk mendengarkan pertanyaan kangin. "Uhuk-uhuk-"Minho menepuk-nepuk dadanya dengan keras dan meneguk tandas air putih didepannya. "Apa kau sudah gila, kami tidak melakukannya."

"Kau pasti berbohong."

"Tidak, sungguh."

"Baiklah bukan urusan ku kalian berkencan atau tidak." Kangin kembali melahap kue beras didepannya dengan kesal.

"Eh kangin bodoh ! jangan membuat gosip yang tidak benar, kami tidak berkencan !" Sungmin kesal dan meletakan sadis sumpit yang ia gunakan tadi.

"Bukan urusan ku !" Ucapnya acuh.

Minho melihat keduanya hanya tercengang. Minho merasakan kemarahan kangin seperti cemburu terhadap seorang kekasih. Tentu tidak padanya, mungkin terhadap sungmin tapi ia berharap jika itu hanya tebakannya saja.

"Sudah, aku tidak berselera mendengar kalian bertengkar." Lerai minho. "Weh sungmin, cepat kembalikan pin nama ku. Aku benar-benar sial terus berurusan dengan mu." Keluhnya.

"Kau fikir aku tidak, menyebalkan !"

"Apa yang kalian bicarakan ?" Dahi kangin mengerut saat mendengarkan percakapan minho dan sungmin.

"Bukan urusan mu, tutup saja mulut mu itu dengan kue beras itu !" Umpat sungmin begitu sadis. Rupanya emosi sungmin hampir meledak, ia seharusnya mengikuti kyuhyun dan taemin bukan berakhir disini bersama dua namja menyebalkan.

"Kau ini sensitif sekali kelinci busuk." Balas kangin begitu sengit.

"Kelinci busuk ? Mfttttttt hahhaha" Tawa minho meledak begitu saja ketika kangin mengejek lee sungmin dengan sebutan kelinci busuk.

"Kalian berdua sama-sama brengsek ! menyebalkan !"

"Hahah mungkin dia sensitif karena kyuhyun rambut kriting itu menggoda taemin ku. hhahah-"

Seketika suasana menjadi hening dan kaku. Sungmin terdiam dan kembali memperlihatkan ekspresi sama yang waktu itu minho lihat. Apa ia berucap salah, kenapa kangin juga ikut bungkam dan tidak mendukungnya membully sungmin.

Sungmin mengepalkan jemarinya, "Dia tidak mungkin menyukai taemin !" Jerit sungmin begitu memilukan. Meski ia berkata seperti itu, mungkin kebenarannya adalah kebalikannya namun ia selalu membungkam otaknya.

"Eh lee sungmin, aku hanya bercanda. Tenanglah" Minho mencoba menepuk pundak sungmin, namun gadis hiper itu menepisnya.

"Jangan menyentuh ku !" Rasanya sungmin ingin menangis sekarang. Ia tidak bisa melakukan apapun untuk menepis semua rasa curiganya terhadap kyuhyun. Apa lagi minho merasakan juga jika kyuhyun menyukai taemin, itu membuatnya frustasi.

"Maaf, aku tidak akan bercanda seperti itu lagi." Sesal minho begitu mendalam. Entah kenapa ia tidak suka melihat ekspresi sungmin ketika bersedih, itu membuatnya sedikit merasa aneh.

"..." Sungmin hanya menundukan wajahnya tanpa berniat menjawab.

"Tapi aku rasa memang seperti itu." Kangin mulai bersuara.

Keduanya mendongak dan menatap kangin secara bersamaan.

"Iya benar, mungkin kyuhyun memang menyukai taemin." Jelas kangin lagi secara gamblang.

"Paman, itu tidak lucu !" Minho sedikit tersulut oleh ucapan kangin. Sedangkan sungmin sudah tidak bisa berkata-kata.

"Itu kebenarannya minho, kalau begitu kenapa kalian tidak jauhkan saja mereka."

Sungmin tampak berfikir sejenak sebelum benar-benar bisa mencerna maksud dari perkataan kangin. "Benar ! memang harus seperti itu." Dengan semnagatnya sungmin berdiri dari bangkunya dan menatap bergantian kangin kemudian minho.

Kangin menatap malas dan terus melanjutkan acara memakannya. "Kau terlalu berlebihan." Ejeknya. Sedangkan minho hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tidak mengerti.

"Aku merasakan firasat buruk." Minho menggelengkan kepalanya perlahan merasa ini tidak benar.

**************CL****************

Sungmin POV

Diacuhkan ? sepertinya itu sudah menjadi makanan sehari-hari berkencan dengan namja dingin seperti kyuhyun. Aku seperti sudah merasa itu bukan hal yang membuat ku menangis lagi. Ketika aku hanya diam, dia tidak akan bergerak.

Aku kadang tidak mengerti, seperti apa kyuhyun meski kami tumbuh bersama sejak kecil. Ada hal-hala yang tidak bisa kutebak dari sifat kyuhyun. Namja dingin itu kadang bisa membuatku menangis dan sekaligus membuat ku tersipu dan tertawa seperti orang bodoh. Yang lebih bodohnya lagi aku menikmatinya.

Kupandangi layar phonsel ku, disana terlihat gambar yang kami ambil beberapa waktu lalu. Tanpa sadar aku tersenyum bodoh ketika memandangi background ponsel ku ini. Seandainya saja kyuhyun bisa memeperlakukan ku seperti itu terus. Tapi itu mustahil jika taemin selalu yang kulihat dari matanya.

Segera kumasukan ponsel ku ketika dari kejauhan aku melihat minho berjalan mendekat kearah ku. Dengan gayanya yang selalu terlihat bermalas-malasan minho mendekati ku. Kami sepakat untuk mengawasi taemin dan kyuhyun bersama dan tentunya dengan sedikit paksaan dari ku makanya minho menyetujuinya. Dan sudah beberapa hari ini kami terus mengikuti kyuhyun dan taemin tanpa mereka sadari tentunya.

"Kau lama sekali !" Keluh ku dan dijawab dengan wajah malasnya seolah berkata 'Diamlah, kau sangat berisik.' Kangin dan minho bak paket yang pas untuk membuat mood ku naik, setiap detik dan menit bersama mereka selalu aku yang menjadi bahan bully mereka.

Mengenai kangin, tentu namja brandalan itu juga ikut serta dalam pengintaian kami. Aku tidak tahu apa keuntungan bagi kangin dalam komplotan kami. Tapi aku tidak ingin mengambil pusing dan membiarkannya selalu diantara kami.

"Kau lelet sekali." Aku langsung menarik lengan minho hingga membuat namja berambut sedikit acak-acakan ini mengeram kesal, tapi aku tidak memperdulikannya dan langsung membawanya ketempat biasa. Dibelakang tembok gerbang sekolah ku. Kami selalu melakukan itu sampai kyuhyun dan taemin keluar dari gerbang secara bersama.

"Sudahlah hentikan ini dan berikan pin nama ku. Ini tidak ada gunanya." Keluh minho dengan wajah memelasnya. Sepertinya minho banyak mendapatkan kesusahan akibat aku menyita pin namanya. Dia pernah mengatakan pada ku jika tanpa pin namanya itu ia akan selalu terkena hukuman setiap harinya. Kadang aku merasa bersalah karena mengancam minho dengan itu, tapi jika aku memberikannya begitu saja maka minho tidak akan membantu ku lagi.

"Aku akan memberikannya nanti." Lagi-lagi aku mengelak dan kembali memfokuskan pandangan ku kearah gerbang sekolah ku. Menunggu kyuhyun dan taemin keluar bersama. Aku tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini kyuhyun sering sekali bersama taemin dan bahkan mau bersusah-susah mengantar taemin sampai halte bus yang jelas itu berlawanan dengan arah rumah kami. Kyuhyun-aku tidak rela jika kau melakukannya terhadap yeoja lain sedangkan aku masih menjadi kekasih mu.

"Kalian disini lagi rupanya."

Baik aku dan minho sama-sama terlonjak akibat suara kangin yang lumayan menyeramkan. Aku kadang merasa takut karena kedatangan kangin bak mahluk halus. Ia tidak bisa ditebak dan tiba-tiba saja disekitar kami.

"Yaa hyung ! kau membuat ku takut." Minho mulai menggerutu. Satu hal yang ku ketahui jika minho sering sekali mengubah sebutannya untuk kangin. Kadang ia akan memanggil kangin dengan sebutan paman jika merasa kesal dan kembali memanggil kangin hyung jika moodnya dalam keadaan baik.

"Memangnya aku ini apa !" Kangin sepertinya terlihat kesal dan langsung menjitak kepala minho dengan sadis. Ya, sifat kangin yang kejam itu mungkin tidak akan hilang hanya karena setatus ikatan darah.

Aku malas meladeni mereka dan kembali memfokuskan penglihatan ku kearah gerbang, mengabaikan pertengkaran mereka yang cukup berisik.

Lagi dan lagi kyuhyun bersama taemin kembali. Mereka berjalan bersama dan sesekali melempar senyum. Kadang aku ingin sekali mengetahui apa yang mereka bicarakan, tentu saja aku penasaran. Aku juga ingin membuat kyuhyun senyaman itu ketika bersama ku.

Sudah beberapa hari ini, kyuhyun dengan perhatiannya selalu mengantar taemin sampai kehalte bus terdekat padahal jelas-jelas rumah kami berlawanan dengan halte bus tersebut. Dan lebih bodohnya lagi kami selalu mengikuti mereka dan selalu berakhir ditempat ini.

"Lihatlah ! Tidak terjadi apapun, kau ini hanya berlebihan. Sudah hentikan kekonyolan ini dan berikan pin nama ku !." Minho kembali menggerutu.

Aku masih enggan memberikannya karena aku masih merasa ada sesuatu yang terjadi anatara taemin dan kyuhyun saat ini meski aku belum mengetahuinya.

"Diamlah !"

"Kau menyebal-"

"Kajja !" Aku langsung menarik kerah baju minho saat melihat kyuhyun tidak berjalan kearah jalan yang seharusnya biasa kami lewati. Apa dia akan menuju kesuatu tempat terlebih dahulu. Tanpa basa-basi lagi kuseret saja minho agar mengikuti ku tanpa menunggu ia menyelesaikan perkataannya tadi.

Aku melihat kyuhyun memasuki tokoh bunga yang memang tak jauh dari tempat halte tadi. Aku ingin sekali memasuki tokoh itu tapi ku urungkan setelah dicegat oleh minho.

"Apa kau sudah gila ? kita tunggu disini saja."

Hampir 20 menit kami menunggu diluar tokoh itu kyuhyun masih tak menampakan diri. Apa memangnya yang sedang ia beli, kenapa begitu lama sekali. Setelah menunggu beberapa menit berlalu, akhirnya kyuhyun keluar dari tokoh tersebut dengan menggenggam pot tanaman hias ditangannya. Aku mengira itu tanamam yang akan ia berikan pada jaejoong ajuma tapi sepertinya aku salah. Kyuhyun bergerak kembali ke halte tadi dan menaiki bus tersebut.

Aku berlarian kecil bergerak mendekat kearah bus tersebut namun tangan ku seakan ditarik seseorang dari belakang. Aku melihat kearah belakang dimana minho tengah menggenggam lengan ku dengan kuat.

"Lepaskan !" Pinta ku padanya.

"Ini terlalu berisiko sungmin. Jangan satu bus dengannya."

Raut wajah minho tampak begitu frustasi melihat keteguhan pendapat ku mengenai kami harus menaiki bus tersebut dengan kyuhyun jika tak ingin kehilangan jejaknya.

"Tidak bisa, jika kau tidak ingin melakukannya maka aku sendiri saja." Perlahan ku lepaskan cengkraman tangan minho dan aku bergerak menaiki bus tersebut. Samar-samar aku mendengar keluhan minho 'Aku bisa gila' itu sedikit membuat ku terhibur disaat seperti ini.

Kulihat kyuhyun duduk dibarisan bangku paling depan. Aku lebih memilih barisan paling belakang, itu cukup aman dan nyaman untuk ku saat ini jika saja kedua namja disamping ku tak seenaknya saja menghimpit ku kearah kaca mobil bus ini. Aku mengerang kesakitan dan sekaligus kaget.

"Arkh !"

Minho tepat disebelah ku langsung membekap mulut ku. Apa-apaan dia, memyebalkan. Semua penghuni bus hampir melirik kearah kami dan aku sedikit was-was jika kyuhyun juga melirik kearah kami. Bisa saja rencana kami ini gagal akibat ulah mereka berdua. Menyebalkan.

"Kau berisik sekali."

Hey minho-ssi kau yang membuat ku menjerit dan sekarang kau menyalahkan ku. Ah rasanya aku ingin berteriak seperti itu didepannya saat ini tapi aku tidak bisa melakukannya dan bisa kulakukan hanya berekspresi merengut.

"Kalian berdua berisik, sudah hentikan. Membuat kepala ku sakit saja."

Kangin juga sama, dia cuman bisa menyalahkan ku dan minho apa dia tidak sadar, ia juga sering melakukan itu dengan minho. Ah dua bersaudara ini benar-benar membuat ku sakit kepala.

**************CL****************

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kyuhyun ingin lakukan disini. Apa dia ingin menjenguk seseorang disini. Jika itu benar, siapa yang dia ingin lihat. Apa ada sesuatu yang kutidak ketahui soal keluarganya yang sedang dirawat dirumah sakit ini. Kami bahkan bertetangga, itu mustahil jika aku tidak mengetahuinya. Ibu ku pasti akan menjadi orang pertama yang akan berlari kesana kemari karena khawatir akan jaejoong ajuma.

"Apa yang akan dilakukannya disini ?" Bisik minho pada ku.

"Aku tidak tahu."

Kami berjalan perlahan mengikutinya sampai tiba saatnya kyuhyun mengetuk salah satu pintu ruangan rawat inap dilantai satu ini. Disana, aku bisa melihatnya dari balik pilar besar rumah sakit ini tempat kami untuk mengintai kyuhyun. Seseorang tampaknya membukakan pintu tersebut.

Mata ku memanas melihatnya, disana-taemin tampak sedikit terkejut dengan kehadiran kyuhyun. Sedangkan kyuhyun tersenyum kecil sambil memberikan tanaman hias itu kehadapan taemin.

"Apa yang mereka lakukan ?" Minho sepertinya tampak tak jauh berbeda dengan ku, dia tampak kecewa. Meski mata ku fokus kearah depan namun sepertinya kangin berhasil menahan minho agar tidak menghampiri mereka.

"Jangan gegabah, ini akan membuat semuanya rumit. Bersabarlah."

Mataku sepertinya mulai berkabut dan air mata ku sepertinya sudah mendesak ingin keluar. Langsung kusanggah diam-diam agar minho dan kangin tak tahu. Samar-samar aku melihat Kyuhyun, taemin dan seseorang yang berada dikursi roda yang tengah didorong kyuhyun berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Mereka tampak begitu bahagia, kyuhyun selalu tersenyum tanpa canggung. Mereka sudah tampak seperti keluarga. Perasaan ku seperti akan meledak saat ini, aku bahkan tidak pernah melihat kyuhyun tersenyum tulus seperti itu kepada orang baru saja ia kenal.

"Halmoni, apa yang terjadi padanya ?"

"Apa taemin tidak menghubungi mu ?"

"Ponsel ku rusak hyung, terjatuh dikolam seminggu lalu saat membersihkan kolam."

Kulirik sekilas minho dan kangin yang tengah berdebat kemudian mata ku kembali fokus kearah kyuhyun.

Cukup !

Aku tidak bisa, aku tidak ingin melihatnya lagi. Kyuhyun kenapa kau melakukan itu, kenapa ? kenapa kau masih tersenyum begitu saat orang tua itu menyatuhkan tangan kalian (Kyuhyun&Taemin). Aku seperti orang bodoh saja, berdiri disini tanpa bisa melakukan apapun. Aku ingin sekali berlari kearah mu dan berteriak jika kau kekasih ku bukan kekasih taemin !. Aku tidak bisa, aku terlalu takut membayangkan apa yang terjadi setelah itu jika aku melakukannya.

Kau akan membenci ku ?

Atau kau akan memutuskan ku ?

Tidak, kumohon jangan melakukan itu. Aku-tidak bisa.

Tapi aku lelah, aku hanya ingin pergi dari tempat ini. Ini cukup menguras pikiran dan hati ku saat ini.

Apa benar, petua itu. Jodoh pasti bertemu, aku merasa jodoh itu tidak ada pada ku dan kyuhyun. Selalu aku selalu, yang berharap. Aku terlalu egois, bahkan dalam tokoh-tokoh cerita sekalipun aku merasa, aku seperti tokoh antagonis yang jahat selalu menghalangin jalannya dua orang itu. Seketika aku merasa jijik pada diri ku sendiri, apa aku ini sejahat itu ?. Aku hanya menginginkan kyuhyun, apa itu juga sebuah kesalahan.

Aku mulai berbalik lesu dan berusaha meninggalkan minho dan kangin dalam diam. Seketika minho langsung mencekal lengan ku lagi. Minho tampak berkilat marah menatap ku, "Kau mau kemana ? kau tidak bisa pergi begitu saja."

"Aku-tidak mau melakukannya lagi." Suara ku sepertinya terdengar parau.

Minho menggeram marah, "Apa kau sudah gila ? lihatlah, kyuhyun kekasih mu dan taemin masih kekasih ku. Kau tidak bisa melakukan ini terhadap ku sungmin." Minho mencekal lengan ku cukup keras dan itu mungkin akan berbekas.

"Minho-ssi, apa kau tidak pernah mendengar..." Aku berusaha melepaskan cekalan tangannya walau sedikit sulit."Benar, cinta memang akan selalu menemukan caranya meski kita mencoba menghalanginya."

"Berhenti berbicara omong kosong sungmin !"

Air mata ku jatuh begitu saja tanpa bisa ku kontrol. Sepertinya ini adalah ambang dimana aku bisa menekan perasaan ku ini, aku sudah tidak bisa mengatakan aku baik-baik saja saat ini. Ini terlalu menyakitkan. Ku mohon jangan menahan ku untuk tetap disini dan melihat semuanya. Mata ku benar-benar tidak tahan.

"Apa kau tidak mendengarkannya ? dia tidak mau melakukannya lagi. Lepaskan brengsek." Kangin tiba-tiba saja mencekram kerah kemeja seragam minho dengan kuat hingga membuat minho melepaskan cekalan tangannya pada ku.

Aku tidak mengerti, tapi aku tidak ingin minho dan kangin melihat ku menangis disini. Ini sungguh memalukan. Kututup wajah ku dengan kedua telapak tangan ku dan segera berlari melawati orang-orang disekeliling ku yang mungkin menatap aneh kearah ku. Aku tidak peduli itu, aku hanya ingin keluar dari sini.

Grebbbb

Tubuh ku terasa kaku dan mata ku seketika berhenti menitihkan air mata ketika seseorang dengan tiba-tiba saja memeluk tulang selangka ku dari belakang. Tubuh itu terasa hangat dan sangat nyaman untuk memeluk ku, perasaan ini aku seperti pernah merasakannya seolah itu seperti dejavu bagi ku.

Beberapa detik kami hanya saling diam dalam pelukan ini. Aku membiarkannya memeluk ku dan aku bahkan tidak berani untuk melihat seseorang tersebut.

"Jangan-" Suara bass itu, aku mengenalnya. Kenapa, kenapa selalu dia yang melihat ku seperti ini. "Jangan-jangan menangis karena kyuhyun lagi."

Aku memdongak kearah belakang dengan menatap kaget. "Kangin-ssi..."

TBC...

Hiks hiks *lap ingus* jorok lu thor *lempar k kamar kyumin(?) LOL

Hehe helowww semua... maaf atas keterlambatan saya mempost chap ini dan semua ff ku ?

Saya menangis karena say benar-benar tidak dalam feel yg bagus...banyak masalah datang silih berganti dan itu banyak sekali mengubah mood saya dlm menulis. Kadang saya sudah dalam tahap cerah tiba" ada saja yg membuat bad semua !...

Maaf ya kalau chap ini gk memuaskan, saya hanya mencoba menyalurkan otak saya.

minnie tata : Gomawo ^^ tp semua.y bkn min pov (?)

Chella-KMS : Hahah dia pasti akan mendapatkan itu(?)

LiveLoveKyumin : Hahahha *senyum doang*

PumpkinEvil : Gomawo...heheh enth

: Greget gigit aja kyu dad *ditendang mpe ke antariksa

PumpkinEvil : Hahah nanti bakal tau kok

ChoSis : Itu kebohongan besar -_-

: ahahha suujon ih XD

ncisksj : Maaf d luar dugaan :((

cloudswan : Dia sebenernya cemburu ma aku *ngelantur

Heldamagnae : Baiklah aku akan mencintainya hahhah

nene493line : Oke fix saya kok gk ngerti hahah -_-" *ketawa garing*

.1 : Karena...rahasia hahhah

Lilin Sarang Kyumin : Kita berdoa saja kkkk

ShinJiWoo920202 : Kok ? hahahha

Guest : Dia sudah merasakan itu hiks

rikaanj : sudah ^^

Siatha Ahsani Fatiha : Maaf sudah menunggu

genzo : Gomawo ne ^^ ya saya jg mau.y seperti itu tp keadaan tdk memungkinkan

Shin : Hahaha kok

kyuwie : Eta mah emang da aneh *digorok hahah

melee : Hahahhah makan premen

137 : Hehe maaf ya msh d suspen mungkn nyelesain ff ni dulu...sabar ya ok ?

HaeHar : -_-" kelakuan mu bener" mirip seseorang sungguh !

Nene493line : Bkn cmn kmu doang kok aku jg kadang kek gitu psti we ada yg hilang hurufnya jd typo...kalo pm ? akun kamu yg mana ? ni pake guest loh ?

KimRyeona19 : :( ikutan sedih deh

Cywelf : Ok ok

fariny : Sudah ^^

minzy : Kenyataannya emang kadang cowo itu gk butuh alesan buat nerima cewe(?) itu sih fikiran aku mah...

errory : Sebagian emang bener" ada d kenyataan bukan. kekasih yg tak d anggap ?

babychoi137 : *bayangin *ngakak guling*

Nova : Semoga chap ini tdk garing ^^

sarah : Mending aku cium(?) LoL heheheh

dewi. : Heheh end end end aja apa yak xD

Selesai juga jawab ripyu kalian...saya benr" seneng dg respon kalian tp saya udh ngecewain kalian...maaf kalo chap ini blm memuaskan...

Adegan d chap ini salah satu.y saya terinspirasi adegan salah satu film favorite saya jd kalo ada kesamaan mngkn saya hanya sekedar terinspirasi saja...

Satu tambahan untuk bonus dari saya untuk readers sekalian saya membuat one shoot berjudul "Beautiful" semoga direspon dengan baik ya ^^

Ok semoga chap depan cepat apdet ^^ jd selalu beri saya semangat dengan respon kalian...

See you next chap~~~

Minnkyu :*