Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Kim kangin
Choi minho
Title :
Say I Love You
Main Taemin
Rating :
T
Genre :
Romance/Hurt
Warning :
GS,Typo(S),Imagination, Song Fic
Summary :
Kyuhyun telah memiliki kekasih namun ia tak
mengerti kenapa perasaannya tak bisaberubah
terhadap sosok yeoja tersebut. Sungmin hampir
menyerah terhadap perasaanya, ia selalu
menulikan mata hatinya ketika suatu hari ia sadar
dan berujar, "Benar, cinta memang akan selalu
menemukan caranya meski kita mencoba
menghalanginya."
Song By :
Davichi-Do men cry
Happy Reading ^^
Wanita tua renta tersebut tersenyum penuh arti ketika ia berada ditengah-tengah kedua insan tersebut. Sesekali mereka tertawa bersama, entah menertawakan apa. Semuanya terlihat lengkap, didalam hatinya berharap jika kelak calon cucu menantunya adalah namja disampingnya tersebut. Dengan penuh harap wanita tua tersebut meraih tangan keduanya dan tanpa mereka duga, wanita tua tersebut menyatuhkannya.
"Taemin-ah, kelak kau harus menemukan seseorang seperti kyuhyun. Halmoni akan tenang jika kyuhyun orangnya." Wanita tersebut menatap penuh harap pada cucu satu-satunya tersebut. Harus ia akui, mungkin tidak selamanya ia bisa menjaga cucunya tersebut mengingat usianya yang tidak memungkinkan.
Taemin sedikit tersipu dan canggung dalam waktu bersamaan. Ia berfikir jika tindakan halmoninya sudah terlewat batas. Sedangkan kyuhyun hanya tersenyum canggung, entah ia terlalu kaget akan pernyataan ini. Ia terlalu dini untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Meski didalam hatinya tidak dipungkiri masih berharap akan taemin.
'Melupakan seseorang tidak semudah kau memangkas rumput'
Kyuhyun merasa, melupakan taemin tidak seperti sama halnya ia mudah menghafal rumus-rumus matematika. Meski beberapa kali donghae memakinya karena sifat tak jelasnya tersebut kyuhyun tak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya pada orang lain. Yang merasakan itu adalah dirinya, biar saja ia juga yang mencari tahu jawabannya.
Kyuhyun sedikit heran, kenapa ia seperti itu. Ia seperti menjadi serakah akan perasaannya sendiri. Dia masih mengingkan taemin tapi ia juga tidak ingin sungmin jatuh ketangan orang. Ia tahu betul jika gadis teledor itu sangatlah polos dengan pemikiran-pemikiran jahat orang lain. Dia sedikit takut akan hal itu, ketika dulu saat mereka beranjak dewasa ditahun terakhir junior high school sungmin pernah mengatakan akan melupakannya dan memulai berkencan dengan jungmo senior mereka dulu.
Awalnya kyuhyun tak begitu peduli dan membiarkan gadis kelinci tersebut berkencan beberapa kali dengan senior mereka tersebut. Hubungan mereka menjadi renggang, sungmin yang dulu selalu menyapanya kini lenyap dan berubah dingin terhadapnya. Kyuhyun masih tak ambil pusing dengan hal itu, dia lebih memfokuskan dirinya pada ujian. Namun terselip rasa takut jika teman kecilnya tersebut tidak bisa mengerjakan soal-soal ujian kelak. Dari semasa TK-pun sungmin selalu bergantung padanya. Sore itu dia datang ke kediaman Lee dan berpura-pura meminjam kaset game pada kyungsoo dan matanya meneliti sekitarnya. Ia tidak menemukan sosok sungmin disekitarnya. Kyungsoo tersenyum penuh arti dan mengatakan padanya jika akhir-akhir ini noonanya berkencan dengan seseorang sampai larut malam.
Kyuhyun cukup jengah dengan sikap sungmin waktu itu, dia mungkin tidak perduli dengan perasaan sungmin terhadapnya yang ia perdulikan adalah masa depan sungmin. Ujian sungmin. Jika gadis bodoh itu terus berkencan tanpa memperdulikan kualitas jam belajarnya mungkin sungmin akan gagal, kyuhyun tidak ingin itu terjadi. Sore itu, dibulan desember hujan salju cukup lebat dan kyuhyun sedikit benci akan hawa dingin. Kyuhyun semakin merapatkan mantel tebalnya dan bergerak cepat menelusuri jalanan taman. Samar-samar kyuhyun mendengar suara tawa dan berusaha mendekat kearah sumber suara tersebut.
Disana, sungmin tengah tertawa riang bermain dengan beberapa bocah saling melempar gundukan salju kecil. Sungmin tertawa lepas dan sesekali menghindar dari serangan bocah-bocah tersebut. Rambut ikalnya tanpa sengaja tergerai begitu saja ketika ia berusaha menghindari bola salju tersebut.
Jantung kyuhyun berdesir hebat melihatnya. Untuk pertama kalinya ia menyadari jika teman kecilnya tersebut memang cantik, tidak heran jika beberapa namja disekolah mereka memang mati-matian mengejar sungmin meski gadis tersebut terbilang berisik dan bodoh. Jungmo bahkan pernah meminta bantuan padanya agar membantunya mendekati sungmin, namun dirinya tidak perduli.
Kyuhyun terus menunggu dari balik pohon besar tersebut dan mengintip sungmin masih asik bermain bola-bola salju tersebut.
"Kakak, baiklah aku menyerah. Kau menang. Pangeran kyuhyun kuserahkan pada mu." Bocah SD tersebut menyerah melawan sungmin, meski ia berkelompok dengan 2 teman lainnya itu tetap tidak bisa membuat tumbang seorang lee sungmin.
Kyuhyun tersenyum geli mendengarkan percakapan bocah-bocah tersebut. Dirinya memang cukup populer dikompleks ia tinggal, tapi ia tidak menyangka jika dirinya sampai direbutkan oleh bocah-bocah SD tersebut.
Sungmin tersenyum penuh kemenangan dan melambaikan tangannya ketika bocah-bocah tersebut memilih untuk menyerah dan pulang. "Bocah, aku tidak akan menyerahkan kyuhyun pada kalian !" Gumamnya sambil berbalik dan hendak meninggalkan tempat tersebut. "Astaga !" Sungmin terlonjak ketika ia hendak berbalik dan menemukan kyuhyun tengah didepan matanya. "Kau membuat ku takut." Keluhnya sambil mengelus dadanya.
Kyuhyun hanya menatap datar dan pandangannya tertuju pada bibir plump sungmin. Entah keberanian dari mana, kyuhyun menarik pinggang ramping gadis remaja tersebut dan kemudian bibirnya bergerak begitu saja mencium bibir plump tersebut selama beberapa detik. Sungmin tertegun dan melotot tak percaya jika kyuhyun menciumnya saat ini. Dan ini pertama kali dalam hidupnya, ciuman pertamanya dengan cinta pertamanya. Rasanya sungmin akan meledak saat ini.
Kyuhyun melepaskan ciuman tersebut dan ia tidak bisa berkata-kata. Seolah otak dan tubuhnya tidak bersinkron. Dalam hatinya ia bertanya-tanya betapa bodohnya ia bisa melakukan itu. Seolah tubuhnya bergerak sendiri. Sedangkan sungmin hanya menunduk dan semburat merah menjalar disekujur wajahnya.
"Jangan berkencan dengan sunbenim lagi. Jadilah kekasih ku saja ?"
"Eh ?"
Tidak pernah ada yang tahu kebenaran itu selain sungmin dan dirinya. Kyuhyun dan sungmin selalu bungkam ketika orang-orang terdekatnya menanyakan bagaimana hubungan mereka bisa berkembang sejauh itu. Sungmin bahkan tidak memusingkan beberapa orang yang berspekulasi jika dirinya yang terlebih dahulu memaksa kyuhyun.
"Halmoni, kenapa kau mengatakan seperti itu ? Itu membuat ku tidak nyaman."
Kyuhyun terkesiap ketika mendengar suara taemin. Rupanya ia sempat tenggelam akan khayalannya beberapa tahun silam. Sungmin, ia teringat nama itu dan entah kenapa dirinya tiba-tiba saja merindukan kekasihnya tersebut. Ini hal pertama dalam hidupnya denga memikirkan nama sungmin saja membuatnya merasakan perasaan aneh berdebar dan gelisa dalam waktu yang bersamaan seolah ada firasat buruk.
"Kenapa ? Kau masih berharap bersama minho ? Kau tunggu saja sampai halmoni ini tidak didunia."
"Halmoni~"
"Halmoni !"
Ketiganya menatap kearah sumber suara tersebut dan menemukan wajah minho yang cukup mengeras dan berjalan penuh keyakinan kearah mereka. Namja berambut hitam legam dengan tampilan sedikit acak-acakan tersebut berdiri kokoh dihadapan halmoni taemin.
"Minho-" taemin menatap cemas, dia tidak ingin ada keributan lagi diantara orang-orang yang ia sayangi saat ini.
Kyuhyun menatap sekilas kearah minho kemudian tanpa sengaja matannya melihat sosok kangin berlarian kearah luar rumah sakit. Dalam benaknya ia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi saat ini.
"Kau masih berani menemui ku bocah tengik !" Halmoni menatap penuh sinis kearah minho.
Minho tak ambil pusing dengan perkataan halmoni karena baginya itu sudah biasa. "Kau merindukan ku ? Hayolah kau sedang tidak sehat. Nanti saja kau marah-marah pada ku jika sudah sehat. Mari masuk kedalam."
"Hey ! Apa yang kau lakukan ?"
Halmoni setengah berteriak ketika dengan lancangnya minho mengambil alih kemudi kursi rodanya dan mengarahkan kursi tersebut masuk kedalam ruangan inapnya.
Taemin tersenyum lega, melihat sifat minho sedikit melunak dan tidak meledak-ledak seperti biasanya ketika menghadapai sikap halmoninya. Taemin tahu jika ini sulit untuk minho, mengingat namja urakan tersebut memang kerap terpancing oleh perkataan sesorang. Terlebih lagi halmoninya tidak merestui hubungan mereka. Itu sangat sulit untuk mereka. Untuk taemin lebih lagi.
"Kyuhyun maaf, kau tidak seharusnya mendengarkannya." Sesal taemin diiringi dengan membungkuk.
"Gwencana, kalau begitu aku pamit. Sampaikan salam ku untuk halmoni."
Kyuhyun bergerak dengan sedikit tergesah. Melihat kangin berada didekatnya membuat hatinya tak tenang. Sudah beberapa hari ini ia melihat sungmin dan kangin selalu bersama dan ia sendiri terlalu sibuk, mengabaikan sungmin.
Nafasnya begitu tercekat melihat adegan tersebut, ini-apa menjadi bukti firasatnya beberapa lalu. Sungmin dan kangin berpelukan didepan matanya, sungmin hanya diam saat namja rakun tersebut memeluknya dari belakang seperti itu.
Ingin rasanya kyuhyun bergerak dan memisahkan mereka, namum seolah otaknya mati rasa dan membiarkannya begitu saja. Ada luka tak kasat mata dihatinya saat ini. Perasaan seperti apa lagi ini, kenapa dia tidak bisa merasakan ini terhadap taemin. Jelas ia tahu jika taemin telah memiliki minho, tapi hatinya tak sesakit ini. Melihat sungmin berada didekap namja lain, dia merasa ditonjok.
Dirinya masih membeku ditempat itu, otaknya sulit diperintah bahkan sekedar untuk bergerak. Matanya dibiarkan untuk melihat semua, bagaimana kangin dan sungmin berpelukan.
Meski tidak ada yang bisa kyuhyun dengar tapi dia bisa menebak jika kangin tengah menenangkan kekasihnya tersebut. Dari sini, kyuhyun melihat sungmin mendongakkan kepalanya dan segera melepaskan pelukan tersebut. Kangin tersenyum canggung detik kemudian mencubit kedua pipi sungmin. Mereka terlihat tengah berdebat kecil dan detik kemudian samar-samar kyuhyun mendengar tawa mereka.
*********CL*********
Donghae terus bersemangat mendribel bola basketnya. Beberapa kali ia menembakan bolanya kearah ring secara tepat. Peluh pada seragam putihnya tak begitu dipedulikan.
Dari trimbun penonton terlihat seorang yeoja tengah menemaninya berlatih sambil mengerjakan beberapa soal buku paketnya. Sesekali yeoja tersebut melirik kearah donghae tapi kemudian ia fokus kembali kearah buku paketnya.
"Hey kibum, temani aku bermain. Jangan berkencan terus dengan buku-buku sialan itu. Harusnya kau benar-benar mencari teman kencan." Donghae memang kerap kali meledek kibum dengan menyinggung teman kencan. Donghae sedikit heran dengan teman kecilnya tersebut, wajah kibum bahkan sangatlah cantik tapi kenapa selama ini ia tidak pernah melihat temannya tersebut berkencan dengan seseorang.
Kibum mengendus kesal setiap donghae menyindirnya seperti itu. Kecan merupakan hal sensitif baginya, dimatanya cinta bukan prioritas utamanya. Semenjak jatuh bangun menata hatinya yang tak pernah terbalas oleh donghae, kibum sudah memutuskan untuk lebih fokus pada masa depannya.
"Nasehat itu lebih pantas untuk mu hae ! Bahkan kau seorang namja, tapi progres mu sungguh lambat !"
Donghae tertawa kecil, sindiran kibum mengena dihatinya. "Itu dua hal berbeda."
"Sama saja, kau merusak mood ku. Aku pergi saja." Kibum bergerak menuruni trimbun dan bergerak menuju pintu ruang olahraga indor tersebut.
"Weh, begitu saja marah. Maafkan aku noona~"
Kibum menatap ngeri melihat sifat kekanakan donghae yang satu ini. Merajuk. Ia kesal, karena donghae terlihat begitu konyol dan ia tidak tahan untuk tidak tertawa.
"Ah sudah hentikan !"
"Baiklah, tapi jangan pergi. Temani aku sebentar lagi, aku sangat kelelahan." Donghae menarik paksa lengan kibum sampai mereka terduduk dideretan trimbun paling bawah.
Donghae meneguk rakus air mineral yang ia bawa tadi sampai tandas. Kibum hanya berdecak malas.
"Hum, kau sibuk sekali ? Apa yang kau kerjakan tadi ?"
Kibum melirik dan memperlihatkan kertas coretan tangannya dihadapan donghae. "Lee seosangnim memberikan tugas akhir untuk meneliti tentang pertanian dan sialnya aku harus berkelompok dengan sungmin dan kangin, jadi aku harus lebih bekerja keras."
Donghae tersenyum geli dan kemudian menjitak kepala kibum. Gadis berpipi cubby itu meringis kesakitan.
"Apa kau sudah gila" keluhnya sambil mengelus kepalanya.
"Kau selalu mengejek sungmin seperti itu, dia kan sahabat mu."
"Dia merepotkan seperti mu !"
"Yaa !"
Keduanya kemudian tertawa bersama. Meski banyak sekali pertengkaran diantara mereka, tetap akan selalu berujung dengan tawa konyol mereka.
"Dia juga memberikan tugas itu dikelas kami."
"Benarkah ?"
"Oh, apa kau sudah menentukan dimana kau akan meneliti ?"
Kibum merenung dan menghela nafasnya kemudian menggeleng lemah. "Itu yang sedang menjadi fikiran ku sekarang."
Donghae bisa melihat tekanan yang begitu besar diwajah kibum saat ini, ia menjadi iba padanya.
"Kau ikut saja dengan ku, kita lakukan bersama? Bagaimana ?"
"Apa boleh ?"
*********CL*********
Kyuhyun mengerutkan dahinya, sudah terhitung 2 hari ini ia tak melihat sungmin dimanapun. Biasanya yeoja itu akan selalu menempel didekatnya meski dia selalu bilang benci dan semarah apapun sungmin akan selalu menempel padanya. Tapi semenjak kejadian dirumah sakit 2 hari yang lalu, ia belum sama sekali melihat sungmin kembali. Terselip rasa rindu dan kehilangan sosok berisik itu.
Kyuhyun bahkan tidak mengerti akan arti air mata itu, apa kesalahan yang ia buat. Dia butuh penjelasan. Dan dengan segenap keberanian dalam dirinya yang tersisa untuk menghadapi sungmin, dia memberanikan diri untuk mendekat kearah kelas sungmin.
Dari balik jendela kelas sungmin, kyuhyun memincingkan mata onyx-nya untuk menjelajah isi kelas kekasihnya tersebut. Beberapa orang yang berlalu lalang menatap aneh, seorang kyuhyun melakukan itu. Tapi tak kyuhyun perdulikan.
Lagi-lagi kyuhyun tak menemukan sosok ceria tersebut dan mendesah kecewa. Dirinya berbalik dan sedikit terkaget melihat kibum tersenyum sinis kearahnya.
"Apa yang kau lakukan disini ? Apa saraf diotak mu sudah putus kyuhyun-ssi ?" Kibum semakin menatap remeh.
Kyuhyun hanya menatap datar, "Apa yang kulakukan tidak ada kaitannya dengan mu, menyingkir kau menghalangi jalan ku."
Dengan angkuhnya kyuhyun menambrakan bahu mereka dan berlalu saja.
Kibum mengeram kesal dan membalikan tubuhnya agar menghadap kyuhyun. "Kau ini-bahkan tidak tahu ya, kalau sungmin terkena demam."
Kyuhyun membeku ditempatnya. Kakinya secara otomatis berhenti begitu saja. Tanpa kibum duga kyuhyun berbalik lagi kearahnya dan mengguncang bahunya. Wajah kyuhyun tak sedatar tadi, banyak guratan disana.
"Apa itu benar ?"
Kibum tidak pernah melihat kyuhyun seperti ini sebelumnya hingga membuat dirinya juga gugup sendiri. Gadis tomboy itu mengangguk dengan gugup.
.
.
Beberapa kali kyuhyun ragu untuk menekan tombol bell kediaman lee tersebut. Ketika jemarinya sudah berada diatas tombol tersebut, ia kembali menariknya. Banyak keraguan didalam hatinya. Dia bahkan tidak tahu jika sungmin terserang demam jika kibum tak memberitahunya, jelas-jelas rumah mereka bersebelahan. Pabbo kyu.
Kyuhyun menguatkan hatinya dan menekan tombol tersebut. Selang beberapa menit ia harus menunggu sampai seorang yeoja paruh baya membukakan pintu tersebut untuknya.
"Hallo bibi lee."
"Kyuhyun, ayo masuk."
Hechul mengiring kyuhyun memasuki rumahnya. Kyuhyun mengatakan maksud kedatangannya untuk menjenguk sungmin dan hechul berantusias mengiring kyuhyun menaiki lantai dua rumahnya.
"Sungmin pasti akan senang." Hechul tersenyum manis sambil mencoba membuka knop pintu kamar anak gadisnya itu. Namun tiba-tiba saja kyungsoo muncul dan mencekal tangan ibunya sendiri agar tak membukakannya untuk kyuhyun.
"Kyungsoo, apa yang kau lakukan ?" Hechul menatap aneh kearah putranya tersebut.
"Jangan,-" kyungsoo menatap sinis kearah kyuhyun. "Jangan menemui noona ku lagi."
Hechul melotot tak percaya dan dengan sadisnya ia memukul bahu kyungsoo. "Kau ini kenapa ?"
"Arggg ini sakit bu ! Tidak aku tidak akan membiarkan dia menemui noona !" Kyungsoo bergerak menghalangi pintu itu dengan tubuhnya.
Kyuhyun tidak mengerti, tapi dia tidak ingin membuat kekacauan ini lebih lanjut lagi dan memilih untuk berpamitan pada hechul. Hechul meminta maaf atas perbuatan kyungsoo dan sangat menyesalinya.
Hechul memukul tubuh kyungsoo setelah kepergian kyuhyun, kyungsoo berlarian untuk menghindarinya.
"Kau kenapa bersikap tidak sopan pada kyuhyun ? Apa aku mengajari mu seperti itu kyungsoo."
"Eommaa! Jangan pukul aku lagi, aku tidak bisa memberitahu mu !"
Kyungsoo teringat dimana dengan mata kepalanya sendiri melihat kyuhyun bersama yeoja lainnya. Dari situ ia berspekulasi bahwa kyuhyun menghianati kakaknya tersebut dan ditambah sungmin menangis meraung didalam kamarnya 2 hari yang lalu memanggil nama kyuhyun semakin menguatkan kecurigaannya.
.
.
Kyuhyun terus merenung didalam kamarnya selama berjam-jam setelah kepulangannya dari kediaman lee tadi.
Matahari bahkan sudah berganti rembulan namun ia masih tak bergeming dari meja belajarnya. Lampu kamarnya bahkan dibiarkan tak menyala dan angin malam masuk pintu geser kamarnya yang terbuka begitu saja.
Ponsel pribadinya bergetar dan sebuah pesan singkat masuk. Kyuhyun mendesah kecewa karena yang mengirim pesan adalah donghae bukan sungmin. Biasanya gadis hipper itu bisa mengiriminya pesan berpuluh-puluh mengoceh tidak jelas didalam pesan tersebut.
From : Donghae
'Kyu, kau sudah menyiapkan proposal kelompok kita kan ?. Bisakah aku membiarkan kibum ikut bersama kita ?'
Kyuhyun malas berdebat dan berargumen. Dia tidak ingin memikirkan apapun saat ini.
To : Donghae
Terserah kau saja
Kyuhyun meletakan ponselnya diatas meja dan mebiarkan cahayanya menerangi kamarnya yang cukup gelap tersebut. Dia tatap background ponselnya tersebut. Ada empat gabungan foto disana, semuanya berisikan eksprsi sungmin yang tengah cemberut tersenyum dan ekspresi konyol. Kyuhyun tersenyum simpul melihatnya. Dia benar-benar merindukan kekasihnya saat ini.
Dia tidak bisa lagi menunggu hari esok, hari ini ia harus mendengarkan penjelasan sungmin juga. Dengan tergesah-gesah kyuhyun menghampiri balkon rumahnya. Dengan ragu-ragu ia menocaba memanjati pembatas balkon rumah mereka. Kyuhyun heran bagaimana bisa sungmin begitu berani melakukan hal se-exstrim ini setiap hari. Ia sedikit bergidik ngeri membayangkan jika ia jatuh dari sini.
"Dia gadis tidak waras !" Umpatnya sambil mencoba menyebrangi balkon rumah mereka. Jika sungmin tidak waras melakukan tersebut, lalu disebut apa dirinya ? Pabbo kyu.
Lutut kyuhyun sekarang lemas seolah tak mempunyai tulang. Dia benar-benar dibuat gila karena menyebrangi balkon rumah mereka hanya demi untuk bertemu sungmin.
Kamar sungmin tampaknya tak jauh berbeda dengannya. Gelap seolah tak berpenghuni. Kyuhyun sedikit ragu untuk mengetuk pintu tersebut, seolah keberaniannya menciut begitu saja. Dengan perlahan kyuhyun meletakan telapak tangannya didepan pintu kamar sungmin tanpa berniat mengetuknya. Dia tidak ingin mengganggu sungmin.
"Sungmin" Gumamnya tak jelas. Dipandangnya pintu tersebut dengan sendu. Kyuhyun tidak pernah merasa selemah ini selama hidupnya, ini pertama kalinya merasa putus asa.
Sungmin terbangun dari tidurnya, demam membuatnya tidak nyaman untuk terlelap meski ia sudah mematikan lampu kamarnya. Orang bilang jika cahaya diredupkan akan sedikit mengurangi hawa panas yang ada. Ketika ia terbangun tadi, ia seolah bermimpi seseorang memanggil namanya.
Sungmin mendesah kecewa, tampaknya ia hanya bermimpi. Dengan tubuh yang masih terlihat lemah ia berusaha mendudukan dirinya diatas kasur.
"Sungmin-"
Lagi-lagi sungmin mendengar seseorang memanggil namanya. Mungkin demam bisa berefek sangat gila padanya, buktinya ia membayangkan jika kyuhyun tengah memanggil namanya.
"Aku pasti sudah gila" Gumam sungmin terdengar lemah.
"Sungmin apa kau bisa mendengar ku ?"
Tidak, sungmin tidak sedang bermimpi sekarang. Ia benar-benar mendengar suara kyuhyun. Rasanya dia ingin sekali menggerakan kakinya kearah sumber suara tersebut lalu menerjang tubuh kyuhyun. Dia sangat merindukan pemuda dingin itu namun keadaannya benar-benar tidak memungkinkan untuk berjalan, ia masih terlalu lemah. Dan sebagian hatinya berkata, 'ini yang terbaik dan kau harus menyesuaikannya. Perlahan kau akan terbiasa(terbiasa tanpa kyuhyun)'
Dalam gelap, setetes air mata itu jatuh kembali, begitu memilukan. Kau ingin mendekat tapi hati mu meronta kesakitan. Sungmin tidak ingin lagi merasakan itu, jauh dari kyuhyun mungkin sangat menyakitkan baginya saat ini, tapi setelahnya mungkin dia bisa tidak merasakan kesakitan itu.
"Aku-tidak tahu apa yang terjadi saat ini. Diantara kita, aku tidak mengerti." Kyuhyun mulai bermonolog mencoba mengeluarkan pikirannya. "Banyak sekali hal yang ingin ku pastikan."
Sungmin membekap mulutnya agar isakannya tak terdengar kyuhyun.
"Dari sekian itu, aku hanya ingin memastikan. Apa kau-" kyuhyun memberi jeda untuk menghela nafas. "Baik-baik saja ?"
Sungmin menggeleng lemah. "Tidak, aku tidak baik kyuhyun."
Nae gaseum sori deulliji annnabwa...
( Tidak dapatkah kau mendengar suara hatiku?)
Meongcheonghan nunmul heureulkkabwa...
(Akankah air mata bodoh ini mengalir?)
(GNA-Because You are my man)
*********CL**********
In Summer holidays
Sungmin tersenyum melihat pantulan dirinya didepan cermin. Dirinya terlihat segar dari kemarin, beristirahat selama seminggu membuatnya kembali sehat dan ceria seperti biasa. Seminggu itu pula ia tidak pernah lagi melihat dan mendengar suara kyuhyun semenjak kejadian malam itu.
Sungmin menghela nafasnya, ia tidak ingin memikirkan itu saat ini. Seperti apa yang dikatakan kyungsoo dan kibum, agar dirinya lebih memfokuskan diri pada ujian dan tugas akhir yang mendatang. Diraihnya tas slempangnya yang berisikan beberapa helai baju didalamnya. Ia berencana untuk menyelesaikan tugas kelompoknya bersama kibum dan kangin disebuah desa.
"Noona, kau lelet sekali !" Kyungsoo masuk kecelah pintu kamar sungmin dan menggerutu tak jelas. Ya, kyungsoo ikut serta dalam perjalanan tersebut karena ia sedikit khawatir jika kakak perempuannya tersebut belum sepenuhnya sembuh.
"Kau cerewet sekali !" Sungmin mendorong kyungsoo agar menyingkir dari hadapannya dan berjalan kearah anak tangga.
Dibawah sana, hechul menatap sedih karena kedua anaknya akan berlibur tanpa dirinya. Sungmin mengerti dan langsung memeluk sang ibu dan mengatakan jika ia dan kyungsoo akan baik-baik saja. "Sampaikan salam ku untuk appa nanti."
Ya, hechul juga memutuskan untuk berkunjung ke china untuk berlibur bersama suami tercintanya. Awalnya ia akan mengajak sungmin dan kyungsoo ikut serta, namun sungmin menolaknya karena tugas akhir sekolahnya. Kyungsoo tak punya pilihan, hechul menyuruh putranya tersebut agar lebih menemani sungmin.
Sungmin menciumi wajah hechul dengan sayang. "Aku pasti merindukan mu bu." Ucapnya terdengar begitu sedih.
"Ah bisakah kita berangkat sekarang ?" Celetuk kyungsoo yang begitu jenga melihat drama ibunya dan kakaknya tersebut.
"Kau ini ! Kemarilah, eomma ingin memeluk mu juga." Hechul merentangkan kedua tangannya namun tidak bersambut mengingat sifat kyungsoo yang cukup menyebalkan.
"Ah sudah hentikan. Itu menggelikan, kami hanya berlibur bukan ingin pergi jauh." Kyungsoo langsung merebut tas yang tengah dibawa sungmin dan melenggang keluar rumah terlebih dulu.
Sungmin tersenyum melihat tingkah kyungsoo, walaupun menyebalkan namun namja bermata doe itu cukup perhatian padanya ketika ia sakit beberapa hari lalu.
.
.
Tak butuh lama untuk mereka menunggu kibum datang menjemput mereka. Dua mobil datang secara bersamaan hingga membuat sungmin mengerutkan keningnya. Untuk apa sebanyak itu, pikirnya.
Kedua mobil tersebut berhenti dan seorang keluar dari mobil tersebut. Tampak donghae dan kibum keluar secara bersamaan.
"Kau sudah cukup sehat tampaknya ?" Kibum memeluk tubuh sungmin penuh dengan syarat kerinduan. "Hallo bibi lee." Kemudian keduanya, kibum dan donghae membungkukan badannya. Hechul tersenyum senang. Setidaknya ia tidak akan begitu khawatir menitipkan putra-putrinya pada orang yang dipercaya.
Mobil kedua ikut terbuka dan dari situ keluar sosok tubuh tegap seorang kangin disusul minho dan taemin. Ketiganya juga memberikan salam hormat pada hechul.
Sungmin semakin bingung dibuatnya, kenapa begitu banyak orang yang terlibat. Bukankah ia hanya sekelompok dengan kibum dan kangin.
Krietttt
Seseorang keluar dari sebrang gerbang kediaman keluarga lee. Tampak kyuhyun yang tampan dengan tampilan modisnya. Kaki jenjangnya dibalut jeans dan kaos putih melekat ditubuhnya dibalut jaket jeans senada dengan celananya. Topi hitam menutupi rambut ikalnya yang beberapa hari lalu ia pangkas hingga membuat jantung sungmin berdebar tak karuan kembali.
Seminggu tidak melihat kyuhyunnya membuatnya tampak begitu merindukan pemuda dingin tersebut. Sungmin memalingkan wajahnya ketika melihat onyx tanjam kyuhyun tengah menatapanya begitu intens. Ia takut, hatinya kembali goyah.
Tak ada banyak kata, mereka langsung saja berpamitan pada nyonya lee dan meminta restu beserta doa agar mereka sampai tujuan.
Sungmin tak banyak berbicara begitu pula kyuhyun. Namja stoic tersebut hanya memandang diam kedepan. Beruntungnya ia duduk disebelah kemudi donghae sedangkan sungmin bertiga bersama kyungsso dan kibum dibelakang kemudi.
Sesekali sungmin melirik kearah kyuhyun. Ia masih merindukan kekasihnya tersebut dan berharap kyuhyun menengok kearah belakang barang sejenak saja. Tapi, sepertinya itu tidak terkabul. Kyuhyun hanya diam dan tak bergeming hanya sesekali mengobrol dengan donghae. Sungmin hanya bisa mendengarkan suaranya saja, baiklah itu sudah cukup baginya saat ini. Ia tidak boleh menjadi serakah lagi, berlatih melepas lebih baik dari sekarang.
.
.
Pulau heuksan, pulau terindah yang pernah sungmin lihat. Hamparan laut membentang disepanjang pelabuhan yang mereka lewati. Biru memenuhi pulau tersebut. Senyum manisnya terukir dan menurunkan kaca mobil donghae dan melambai-lambaikannya. Kyungsoo menatap sinis dan berujar jika sungmin sangat kampungan. Sungmin meradang dan memukul kyungsoo disebalahnya. Gelak tawa tercipta dari sekian jam yang begitu sunyi. Suasana dalam mobil tersebut tak secanggung tadi.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, sampai akhirnya mereka ketempat tujuan mereka. Udara desa yang cukup segar langsung menerpa mereka seketika keluar dari mobil. Musim panas tak mengurangi hawa sejuk didesa tersebut.
Kyuhyun langsung menuntun kawannya untuk memasuki sebuah rumah bergaya korea jaman dulu yang cukup luas. Kyuhyun memberikan aba-aba agar temannya untuk menunggu dirinya sebentar. Ia memasuki rumah bergaya kuno tersebut yang tampak tak pernah tertutup pintu bagian depannya.
Setelah menunggu beberapa menit namja stoic tersebut keluar bersama seorang yeoja tua disampingnya. Yeoja tersebut merupakan nenek kyuhyun. Orang tua dari sang ibu jaejoong.
Semuanya hampir menunduk memberikan penghormatan dan yeoja tersebut tersenyum menyambutnya.
"Apa kalian teman cucu ku ?"
"Benar halmoni, kau mengingat ku ?" Donghae tersenyum kekanakan. Ia dan kyuhyun memang pernah beberapa kali menghambiskan liburan mereka dipulau ini.
Perempuan tua itu tertawa dan menepuk-nepuk bahu namja penyuka ikan tersebut. "Kau donghae kan, bagaimana aku melupakan mu."
"Hahah benar." Donghae tertawa malu-malu.
Mata tua itu kemudian meneliti seluruh orang yang ada dihadapannya mencari sosok spesial yang sering kyuhyun ceritakan padanya tersebut. Matanya jatuh pada seorang yeoja berambut ikal yang terlihat begitu kalem dibandingkan dengan yang lain. Sepertinya ia tidak akan salah tebak, jika gadis tersebut memang kekasih cucunya.
Halmoni bergerak mendekat kearah yeoja tersebut dan kemudian menggenggam erat jemari gadis tersebut. Gadis tersebut cukup tersentak dengan perlakuan halmoni.
"Kyuhyun apa gadis ini yang kau maksud ?" Halmoni tersenyum manis melihat gadis tersebut yang tampak kebingungan. Sedangkan sungmin cukup kecewa dan menunduk dalam. Ia benar-benar memang harus menyerah. Bahkan orang tua lebih peka.
"Maaf, ini salah faham, aku bukan kekasih kyuhyun-ssi." Jelas taemin begitu lembut. Ia tidak ingin menyinggung perasaan sosok wanita didepannya tersebut mengingat halmoninya sendiri.
"Ah benarkah ? Aku salah ? Ah maafkan aku, aku biasanya tidak pernah salah menebak." Halmoni tertawa hambar dan sekelilingnya hanya ikut tertawa hambar pula.
Kyuhyun dan kangin menatap sungmin secara bersamaan. Sungmin hanya diam tanpa berniat memprotes seperti biasanya, sepertinya efek demam itu masih ada. Kyuhyun berjalan mendekat kearah sungmin dan sekali tarikan ia berhasil menggenggam jemari kekasihnya tersebut.
"Halmoni, dia kekasih ku." Dengan mantapnya kyuhyun berujar sampai membuat sungmin mendongak dan menatap tak percaya. Kyuhyun menatap sekilas kearah sungmin. Entah hanya perasaan sungmin saja atau bagaimana, ia merasa jika tatapan kyuhyun tak seperti biasanya. Tatapan itu penuh dengan kayakinan.
"Benarkah ?" Yeoja tua tersebut sedikit melirik tidak yakin dengan selera kyuhyun. Yeoja yang berada disamping cucunya tersebut masih terlihat kekanakan dan itu bukan tipe ideal sebagai cucu menantunya.
Kyuhyun melirik sekilas kearah sungmin dan setengah berbisik, "Ayo beri salam."
Sungmin terkesiap dan dengan canggung gadis bermata foxy itu membungkuk hormat. "Hallo halmoni." Ujarnya sedikit gugup dan tersenyum kaku.
Suasa menjadi canggung, namun suara donghae berhasil mencairkannya. Namja pendek itu mengeluh jika dirinya sangat lapar dan sedikit merajuk pada halmoni.
.
.
Suasana meja makan tersebut tampak ramai tak seperti hari-hari biasanya. Sepi dan kaku. Halmoni tersenyum senang melihat tingkah-tingkah remaja tersebut. Dikelilingi remaja seperti ini membuat jiwa mudanya kembali. Sesekali mereka saling melempar tawa sambil menikmati masakan hasil karya halmoni dan taemin. Tampaknya wanita tua tersebut memang menyukai gadis alim tersebut.
Kyuhyun hanya diam dan enggan memakan makannanya sendiri, onyx beningnya terus bergerak gelisah.
"Kau ini kenapa ?" Tanya halmoni yang memang sedari tadi memperhatikan cucunya tersebut yang terlihat gelisah.
"Sungmin. Dimana dia ?" Kyuhyun menghiraukan halmoninya sendiri.
"Dia-" Belum sempat kibum menjawab pertanyaan kyuhyun, halmoni terlebih dulu memotongnya dengan perkataan sarkatisnya yang tak jauh berbeda dengan kyuhyun.
"Gadis pemalas seperti dia itu pasti sedang menunggu seseorang mengatar makanan dikamarnya."
Suasana hangat itu kembali mendingin mendapati perkataan halmoni yang begitu sinis pada sungmin. Kibum mengeram kesal dan hampir berdiri dari tempat duduknya namun donghae dengan cepat menahan lengannya.
"Jangan memperkeruh kibum." Bisik donghae begitu lirih.
"Maaf aku tidak begitu, aku sedikit pusing." Sungmin berdiri diambang pintu ruangan makan keluarga cho tersebut. Sungmin tidak berbohong, demamnya kembali kambuh setelah melakukan perjalanan panjang tersebut dan efek obat membuatnya terlelap begitu saja sampai tak sadar jika matahari telah berganti. Bahkan kaus bermotif garis hitam putih dan rok bermotif bunga-bunganya saja masih melekat ditubuhnya yang belum ia ganti.
"Sudahlah, kau setelah ini cuci piring. Itu hukuman untuk mu sungmin, anggap saja kau sedang berlatih menjadi istri yang baik untuk kyuhyun kelak." Halmoni beranjak pergi begitu saja setelah berujar demikian.
Malam itu, setelah menyelesaikan acara makan malam mereka. Sungmin benar-benar mencuci piring didapur sederhana keluarga cho tersebut meski kyuhyun telah melarangnya.
Sesekali sungmin menggerakan kepalanya yang tak nyaman akibat rambut ikalnya yang ia lupa gulung cukup menghambat pekerjaannya saat ini.
Kangin yang hendak mengambil air untuk minum berhenti sejenak memperhatikan tingkah sungmin. Pemuda rakun tersebut tersenyum geli melihat tingkah sungmin. Sungmin tersentak ketika dirasakannya seseorang dengan lancangnya menggelung rambutnya. Sungmin mendongak kearah belakang dan menemukan kangin yang tersenyum simpul.
"Kau bodoh sekali, kenapa tidak mengikatnya !" Sungmin sedikit terpaku dengam senyum kangin saat ini. Dia bahkan sampai tak sadar ketika kangin sudah merebut spons yang ia genggam sedari tadi.
"Kau beristirahat saja, pasti demam mu belum sembuh sepenuhnya. Jangan merepotkan yang lain." Kangin dengan cekatan menggosokan busa-busa tersebut kepiring kotor.
Sungmin terkesiap dan langsung merebut kembali spons tersebut. "Aku bisa melakukannya !"
Keduanya terus bersikeukeh dan berakhir dengan perang busa. Keduanya saling tertawa lepas sambil melempar busa-busa tersebut. Dapur menjadi kotor dan licin akibat sabun tersebut namun tak urung membuat keduanya saling berhenti berperang.
Kyuhyun tercekat melihatnya. Udara disekitarnya seolah dirampas oleh seseorang hingga membuat paru-parunya terasa perih. Sulit baginya untuk menghirup udara dan sepertinya ia lupa bagaimana caranya. Terasa sesak dan menyakitkan. Betapa bodohnya ia selalu membiarkan kejadian ini selalu berulang-ulang tanpa bisa ia cegat. Sungmin dan kangin.
Rasa sakit itu begitu kasat tak terlihat sampai kyuhyun tak menyadari jika dia tidak pernah sesakit ini ketika melihat taemin dan minho. Tapi rasa sakit itu timbul begitu terasa ketika sungmin berdekatan dengan kangin. Perasaan yang tidak pernah seumur hidupnya rasakan. Seakan semuanya menjadi campur aduk, marah, dan takut dalam waktu yang bersamaan.
Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk memasuki dapur tersebut dan kembali bergabung bersama yang lain.
"Eh aku bosan sekali, hayo melakukan sesuatu." Celetuk minho yang sedang duduk santai diatas kursi kayu sedangkan yang lainnya duduk dilantai dan tengah serius membahas beberapa laporan yang akan mereka siapkan.
"Kau berisik sekali, apa kau tidak melihat kami sedang serius." Balas donghae begitu sengit. Donghae sedikit tidak menyukai tabiat minho, dia merasa namja tersebut begitu kacau dan urakan.
"Kau ini tidak asik sekali hah...ayolah kita membuat game saja, bagaimana." Minho mengabaikan donghae dan ikut membaur duduk bersama mereka dibawah lantai.
"Kau ini ! Aku rasa tidak ada yang se-"
"Permainan apa ?" Donghae melirik tidak percaya kearah kyuhyun. Seorang kyuhyun bisa mengucapkan kata-kata seperti itu, kyuhyun yang ia kenal tidak seperti ini. Dia akan selalu bersikap serius ketika sudah melihat buku dan pulpen.
Minho menyeringai dan segera mengambil botol kaca bekas air mineral yang baru beberapa menit tadi ia habiskan. Ia letakan botol tersebut diatas meja didepannya yang tadi kyuhyun dan lainnya gunakan. Donghae, taemin dan kibum mengerutkan dahinya begitu bingung. Sedangkan kyuhyun masih saja berwajah datar dan terlihat begitu sedikit risau akibat kajadian beberapa saat lalu.
"Kita lakukan permian 'Truth or dare'"
"Permainan macam apa itu !" Protes donghae berapi-api. "Sungguh kekanakan bukan."
"Ayo lakukan." Jawaban kyuhyun yang begitu datar membuat donghae, taemin dan kibum tercengang. Mereka cukup merasa aneh melihat kyuhyun saat ini.
Minho menjelaskan beberapa peraturan permainan tersebut. Donghae hanya menatap malas dan mau tak mau ia harus mengikuti permainan konyol tersebut yang menurutnya sungguh kekanakan.
Setelah selesai menjelaskan tersebut, minho hendak memutar botol tersebut namun ia urungkan setelah seseorang memprotesnya.
"Yaa apa kalian akan melakukannya tanpa kami ?" Kangin berjalan mendahului sungmin yang berada dibelakangnya. Keduanya ikut membaur bersama.
Mereka duduk saling mutari meja persegi panjang tersebut. Disebelah kanan taemin, minho dan kibum sedangakan disisi kiri donghae, kyuhyun dan sungmin. Sisanya kangin duduk dibagian kepala keluarga mengingat ia memang paling tua diantara mereka.
Tidak ada Kyungsoo dalam barisan tersebut? Bocah tersebut bahkan sudah tepar saat ia memasuki gerbang kediamaan cho ini. Namja paling muda tersebut memutuskan untuk tidur bahkan ia melewatkan makan malamnya sampai sungmin berteriak marah karena khawatir, namun kyungsoo tetap memilih untuk tidur.
Sungmin sedikit canggung duduk disebalah kyuhyun. Ia bahkan bisa berkhayal hal-hal yang aneh hanya karena dapat mencium bau wangi tubuh kyuhyun. Ia benar-benar suka aroma tubuh kyuhyun.
Kyuhyun masih saja bersikap dingin dan acuh. Dia bahkan tak sedikit menolehkan kepalanya pada sungmin hingga membuat gadis kelinci tersebut sedikit murung.
Permainan sudah dimulai, minho yang pertama kali memutar botol tersebut. Pucuk botol itu berhenti tepat didepan donghae. Minho menyeringai membayangkan pertanyaan dan tantangan yang akan ia buat untuk namja didepannya tersebut.
"Truth or Dare ?"
Donghae sedikit frustasi karena mendapatkan giliran pertamanya. Dengan berat hati, ia pilih dare saja. Dia tidak ingin namja didepannya tersebut bertanya-tanya hal aneh-aneh.
"Lepaskan celana jeans mu selama permainan ini. Berani tidak ?"
Donghae melotot tak percaya, "Kau sudah gila ? Disini banyak sekali yeoja."
"Kau tidak berani yasudah." Minho mencibir sambil menyilangkan tangannya diatas kepala.
Donhae tidak terima akan perhinaan halus minho. Secara tidak langsung namja tengik itu menghinanya sebagai pengecut. Dia bukan pengecut, "Kau fikir aku tidak berani. Baikalah itu tidak masalah." Dengan emosi donghae melorotkan jelana jeansnya. Sungmin, taemin dan kibum menjerit tertahan melihat adegan mesum tersebut namun kemudian jeritan itu terganti dengan gelak tawa.
Sungmin terpingkal melihat boxer yang donghae gunakan bergambar ikan nemo. Donghae sedikit bersemu merah karena malu dan dengan cepat ia segera duduk kembali menyembunyikan celana boxernya. Namun sungmin masih enggan menghentikan tawanya hingga membuat namja penyukai ikan tersebut jengkel.
"Yaa lee sungmin berhenti !"
"Hahahahh kau hahhahah lucu sekali."
Sungmin masih terpingkal sampai memegangi perutnya yang terasa ingin meledak. Sudah lama sekali sejak kejadian itu, dia tidak pernah tertawa selepas ini. Dia harus berterimakasih pada donghae nanti.
"Weh sudah, kau ini !" Sewot donghae sambil bergurau hendak melayangkan pukulan pada sungmin.
Sungmin secara refleks memeluk lengan kyuhyun dan menyembunyikan kepalanya dari jangkauan donghae. Kyuhyun sedikit tersentak menoleh sebentar dan kemudian kembali bersikap dingin. Sungmin segera menjauhkan diri setelah ia sadar jika dirinya tengah memeluk kyuhyun.
"Maafkan aku." Gumamnya tak begitu jelas.
Permainan terus bergulir, gelak tawa tak terhindarkan. Beberapa kali donghae dan minho terus berdebat. Donghae mendapatkan putaran kembali untuk menentukan siapa yang berikutkan akan mendapatkan 'Truth or Dare' darinya.
Botol berputar cukup kencang, efek emosi yang donghae luapkan didalam putaran tersebut. Ujung botol tersebut berhenti tepat didepan kyuhyun yang sedari tadi belum pernah mendapatkan giliran. Donghae sedikit kecewa, karena ia berharap minho-lah yang akan mendapatkannya.
Donghae memberikan pertanyaan yang tak begitu penting pada kyuhyun setelah pemuda stoic tersebut memilih truth. Donghae sedikit kesal mendapati jawaban kyuhyun yang begitu kalem dan tak ada beban apapun setelah dirinya bertanya 'apakah kyuhyun pernah mencontek'. Kyuhyun dengan angkuhnya berujar, seumur hidupnya dia tidak pernah melakukan itu. Donghae sempat tidak percaya dan kembali bertanya, namun kyuhyun dengan menyebalkannya berujar, "Kau hanya memiliki satu kesempatan. Kenapa bertanya dua kali."
Kyuhyun memutar botol kaca tersebut dengan perlahan, dia bermaksud untuk mengarah botol itu pada seseorang. Sungmin sedikit berharap botol itu tidak mengarah pada taemin. Dia benar-benar berdebar menantikan perputaran botol tersebut berhenti.
Bingo.
Tepat pada sasaran. Perhitungannya benar-benar luar biasa, kyuhyun baru menyadari akan keluarbiasaan dirinya saat ini didalam hatinya. "Truth or dare ?" Ujarnya begitu kalem.
"Truth.." Jawab kangin begitu mantap. Kedua namja tersebut saling memandang tajam penuh dengan isyarat. Beberpa detik suasana terasa mencekam karena menyaksikan perang dingin diantara keduanya yang terlihat jelas.
"Kau, apa pernah menyukai kekasih orang lain ?"
Semuanya tampak begitu shock akan pertanyaan yang kyuhyun ajukan. Mereka bertanya-tanya kenapa kyuhyun bisa melontarkan pertanyaan semacam itu.
'Harusnya aku yang bertanya pada mu seperti itu' Lirih sungmin dalam hatinya. Ia sedikit ternyum miris.
"Ya, aku pernah." Tak ada keraguan sama sekali dalam kalimat pendek tersebut. Cukup pendek untuk membuat sekililingnya bertambah tidak percaya. "Sampai saat ini, aku masih." Lanjutnya.
Kyuhyun ternyum merendahkan sambil menggeser botol kaca tersebut kearah kangin secara perlahan. "Giliran mu, jika kau beruntung kau bisa memastikannya saat ini."
Sindirian kyuhyun cukup menohok kangin. Dirinya tak pernah semarah ini, dia ingin sekali menghajar kyuhyun saat ini jika saja minho tak cepat bergerak memberikan isyarat agar pamannya tersebut tak membuat keributan.
Botol kembali berputar, suasana cukup tegang akibat kyuhyun dan kangin buat. Namun semuanya sedikit merenggang setelah minho kembali mendapatkan tantangan dari kangin untuk mencium donghae. Gelak tawa kembali memenuhi ruang keluarga cho tersebut melihat aksi kejar-kejaran hae-min.
Giliran minho kembali memutar botol tersebut. Ia sedikit berharap jika donghae mendapatkannya lagi karena ia sudah mempersiapkan rencananya untuk menumbangkan donghae. Namun sayangnya, botol tersebut berhenti dan mengarah pada sungmin.
Sungmin sedikit merinding bukan main membayangkan otak mesum minho yang mungkin saja akan menyuruhnya membuka bajunya setelah ia menerima 'Dare' dibandingkan sebuah pertanyaan.
Minho menyeringai, dia tidak berhasil membuat donghae menerima rencana jahilnya. Namun sungmin juga tidak terlalu buruk. Dengan perlahan minho mengeluarkan sekaleng minuman dari saku hoodie yang ia kenakan tersebut.
"Minum beer ini, berani tidak ?" Minho meletakan sekaleng beer tersebut diatas meja.
Taemin mendelik tidak suka kearah minho. "Minho, ini tidak lucu. Berhenti melakukan itu." Bisik taemin.
Kangin tak jauh berbeda dengan taemin, dia sedikit menatap marah kearah minho namun pemuda urakan itu hanya mengedikan bahunya acuh.
"Jangan meminumnya !" Ucap kyuhyun begitu dingin tanpa menoleh sedikitpun kearah sungmin. Sungmin sedikit kecewa dengan reaksi kyuhyun yang begitu saja.
"Itu hanya beer dan dia tidak harus menghabiskannya. Seteguk saja sudah cukup, itu tidak akan membuatnya mabuk bukan." Jelas minho masih acuh tak menyadari sekitarnya yang tak setuju.
"Tetap saja, kita ini masih pelajar !" Protes donghae.
"Kau tidak asik sekali, kita bahkan sudah cukup dewasa delapan belas tahun."
"Aku akan meminumnya." Sungmin mengambil sekaleng beer tersebut, namun tertahan oleh tangan kyuhyun.
"Sudah ku bilang, jangan meminumnya. Kau tidak mendengarkan ku ?"
Sungmin menarik tangannya dengan cukup kasar hingga membuat kyuhyun sedikit tersentak. "Kau bukan orang tua ku, aku bisa mengurus diri ku sendiri."
Kyuhyun sedikit tercengang ketika sungmin mengatakan hal demikian. "Benar, lakukan saja. Aku tidak perduli."
Sungmin meremas kaleng almunium tersebut hingga mencetak lekuk pada kaleng itu. Dengan sedikit brutal sungmin meneguk setengah botol beer tersebut. Minho langsung menarik botol tersebut dari sungmin, dia hanya menyuruh seteguk saja bukan menghabiskan semua.
Wajah sungmin seketika berubah merah padam, tampaknya beer itu cepat sekali bereaksi pada tubuhnya. Sungmin merasakan sedikit panas disekujur tubuhnya. Terlebih lagi pada tenggorokan dan pipinya. Gilirannya untuk memutar botol tersebut. Dia berharap jika kyuhyun ataupun taemin yang akan mendapatkannya dengan begitu, ia bisa menanyakan tentang suatu hal pada keduanya.
Putaran pertama, ujung botol tersebut berhenti didepan minho. Minho meminta sungmin untuk memutar kembali botol tersebut. Namun putaran kedua dan ketiga terus mengarah pada minho, hingga membuat namja jangkung itu sedikit mengeram kesal.
"Kau bodoh sekali, putar yang benar !" Sewotnya.
"Aish ! Kau berisik sekali hah !" Tanpa sadar sungmin menggeser botol kaca tersebut dengan cukup brutal. Beruntung, kibum masih bisa menangkapnya hingga botol naas itu tak jatuh pecah kelantai.
Nafas sungmin begitu memburu, sepertinya ia benar-benar mabuk saat ini. Matanya terlihat sayu dan sebagian kepalanya tampak bertopang pada tangan kanannya. "Aku-tidak ingin bertanya pada mu minho-ssi !" Sungmin mulai merancau tak jelas dengan setengah menjerit. Kyuhyun menatap sebal dan berusaha meraih tubuh sungmin yang tampak limbung.
Sungmin kembali menepis uluran tangan kyuhyun. "Aku tidak mabuk ! Aku baik-baik saja." Rancaunya semakin tak jelas. Sungmin bahkan sudah menenggelamkan kepalanya diatas meja hingga membuat yang lain heran.
"Sudah hentikan, ayo beristirahat." Kyuhyun kembali mencoba meraih bahu sungmin. Namun lagi-lagi yeoja kelinci tersebut menyetakannya dengan marah.
"Jangan menyentuhku ! Aku bahkan belum selesai mendapatkan bagian ku." Gumamnya dengan mata yang terlihat begitu sayu dan hampir terpejam sepenuhnya. Sungmin menggelengkan kepalanya mencoba mengusir rasa pusing itu.
"Kau-" sungmin menuding kearah taemin. "Apa kau menyukai kekasih ku ?" Rancaunya.
Donghae dan kibum terbelalak, bagaimana sungmin dengan gamblang memberikan pertanyaan tersebut. Sedangkan taemin hanya menatap bingung dan tidak percaya. Dia benar-benar tidak mengerti kekacauan apa lagi ini. Taemin melirik penuh tanya kearah minho. Kekasihnya tersebut hanya diam namun wajahnya tampak begitu mengeras, taemin tahu jika minho tengah menahan emosinya.
"Jawab taemin-ssi ! Jawab aku !" Sungmin kembali berteriak histeris.
"Berhenti sungmin !" Bentak kyuhyun. Sungmin berdecih kecil dan menatap remeh kearah kyuhyun. Jika bukan efek alkohol itu, mungkin dia tidak akan berani berbuat demikian dalam keadaan sadar.
"Wae ? Wae wae wae ? Apa kau juga menyukai taemin-ssi ?" Runtuh sudah pertahanan sungmin. Dia sudah tidak tahan untuk mengatakan isi hatinya selama ini. Berdiam diri dan berpura-pura tidak mengetahuinya membuatnya tersiksa.
Mungkin ini adalah akhir dari semuanya. Akhir dari semua rasa sakit itu. Dia ingin melepaskan semuanya.
Kyuhyun tak jauh berbeda dengan sungmin. Matanya penuh isayarat akan luka ketika menatap foxy sungmin. "Geure, choah" jawabnya begitu dingin.
Taemin dan lainnya begitu tampak terecengang. Ia sampai membekap mulutnya. Ini sulit untuk ia terima, meskipun memang ia tahu jika kyuhyun kadang sesekali meliriknya diam-diam. Dia hanya mengira kyuhyun menganggapnya aneh bukan atas dasar suka seperti itu.
Foxy itu berkaca-kaca, sudah tidak bisa terbendung lagi. Rasanya air matanya sudah ingin meledak saat ini. "Kau-" bibir sungmin begitu bergetar, dia sudah tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata. "Kau pria jahat, aku membenci mu !" Denyan kasar sungmin mendorong dada bidang kyuhyun dan kemudian berlari sekencang mungkin.
Kyuhyun masih tak bergeming dan tak berniat mengejar sungmin. Kibum melirik marah. "Dimana otak mu cho, bagaimana bisa kau mengatakan itu tanpa beban. Dia itu kekasih mu. Brengsek." Kibum berdiri dan ikut mengejar sungmin.
Tanpa berkata lagi, kangin ikut menyusul kibum. Kyuhyun masih tak bergeming hingga membuat donghae kesal bukan main.
"Kau cukup mengecewakan...kyu." Donghae menepuk halus bahu kyuhyun dan melenggang pergi.
Minho ikut berdiri dan memberikan saran agar taemin dan kyuhyun menyelesaikan masalah mereka terlebih dulu. Taemin sempat memprotes dan mencegat minho, namun minho tetap melenggang pergi.
Tanpa mau membuang waktu, kyuhyun langsung saja keinti permasalahannya. "Maafkan aku, itu adalah kebenarannya."
Taemin hanya diam seribu bahasa, ia tidak tahu harus bagaimana menjawabnya.
"Meski begitu, aku tahu siapa yang ku inginkan sekarang. Maaf." Kyuhyun langsung beranjak meninggalkan taemin dengan perasaan yang begitu bercampur aduk.
Kyuhyun berlarian keluar kediaman cho menelusuri jalanan yang cukup gelap untuk mencari sosok kekasihnya tersebut. Sesekali ia meneriaki nama lee sungmin namun gadis itu masih urung menampakan dirinya membuat kyuhyun semakin kelabakan. Ditambah sungmin yang tengah mabuk, semakin membuatnya semakin khawatir. Kyuhyun terus berlarian sampai membuat kaus hitamnya tampak sedikit basah akibat keringat yang keluar dari tubuhnya.
Ponselnya berdering keras memecahkan kesunyian malam didekatnya. Dengan malas ia angkat panggilan tersebut yang berasal dari donghae. Ia sempat kesal karena donghae mengganggunya disaat-saat seperti ini.
"Ada apa ?"
"Kyuhyun, lee sungmin. Aku sudah menemukannya."
.
.
"Kau pasti bisa menyelesaikannya." Donghae kembali menepuk bahu kyuhyun memberikan semangat pada namja stoic tersebut. Setelah menerima telephone dari donghae, kyuhyun berlarian kencang kearah pelataran belakang keluarga cho dimana donghae menemukan sungmin tengah duduk ditempat perbaringan kayu dengan wajah yang terlihat begitu menyedihkan.
"Terimakasih." Ucap kyuhyun begitu tulus. Donghae ternyum dan menganggukan kepalanya sebelum benar-benar melenggang.
Dari kejauhan kyuhyun memperhatikan sungmin yang tengah menangis terseduh-seduh. Hatinya sedikit ikut meringis melihat sungmin menangis seperti itu. Bahu sungmin sampai bergetar hebat, sepertinya ucapannya cukup melukai perasaan kekasihnya tersebut. Terselip rasa bersalah itu, dia juga tidak memungkiri jika sikap sungmin cukup mengecewakan saat itu.
Dengan perlahan ia dekati gadisnya dan kemudian duduk disebelah sungmin. Sungmin menghentikan tangisnya ketika merasakan belaian diatas kepalanya. Dia mendongak dan menatap bayang kyuhyun disampingnya. Ya, pasti bayangan. Mustahil kyuhyun mengejarnya dan duduk disampingnya saat ini. Ditatapnya namja stoic tersebut dengan penuh kerindukan dan terluka dalam waktu bersamaan. Air matanya masih belum habis masih menggelinang dipelupuk matanya.
Kyuhyun tak bergeming dan menatap penuh lembut. Dia hanya membiarkan ketika jemari letik kekasihnya tersebut membelai halus kearah pipinya.
"Kau nyata sekali.." rancau sungmin tak begitu jelas. Bibirnya bergetar kembali menandakan tangisnya hampir pecah lagi. Menyentuh kyuhyun seperti ini membuat hatinya begitu pilu, sungguh menyakitkan.
"Kau tampan sekali, sama percis dengan kyuhyun ku." Suara sungmin terdengar begitu parau."Tapi dia bukan kyuhyun ku lagi, dia milik taemin." Sungmin semakin merancau tak jelas dengan mengusak rambut ikalnya sedikit frustasi. "Aku-hanya memiliki tubuhnya saja tapi hatinya, tidak bisa kumiliki. Hati ku sungguh sakit." Sungmin sedikit terisak dan menenggelamkan kepalanya kembali diantara lututnya.
Kyuhyun tersenyum miris, ia kini mengerti jika sungmin cukup bersabar akan dirinya. Dia juga baru tahu jika sungmin sudah lama sekali menyadari perasaannya terhadap taemin. Tapi yeoja bodoh itu masih saja bertahan disisinya. Kyuhyun benar-benar tertohok akan keteguhan hati sungmin terhadapnya. Betapa bodohnya ia baru menyadari itu.
"Sejak kapan kau tahu semuanya ?"
"Diam-" sungmin meletakan jemari telunjuknya diatas bibir kyuhyun. "Kau hanya bayangan, kau tidak berhak untuk bersuara apa lagi untuk bertanya."
Kyuhyun tercengang dan diam seketika.
Sungmin menatap penuh kearah bibir kyuhyun yang begitu menggiurkan saat ini. Entah kenapa ia ingin sekali mencium namja bayangan didepannya tersebut. Dia berfikir jika ini hanya khayalannya saja, jadi tidak masalah baginya untuk meminta bayangan kyuhyun menciumnya.
"Aku merindukan mu, aku ingin sekali mencium mu kyuhyun..."
Kyuhyun melotokan matanya tak percaya ketika sungmin dengan lancangnya mengalungkan lengannya dileher kyuhyun kemudian melumat bibirnya penuh nafsu. Kyuhyun hanya diam tanpa bisa membalas. Ia sungguh masih terkejut, apalagi ini kali pertamanya berciuman begitu lama dan sampai melumat. Biasanya mereka hanya sekedar berciuman saja dan menempel, tidak lebih.
Sungmin menitihkan air matanya dalam ciuman tersebut, rasa rindu dan sakit itu membuncah begitu saja dalam ciuman tersebut. Dengan agresifnya ia eratkan lagi pelukannya dan semakin melumat dalam bibir tebal kyuhyun.
Kini kyuhyun pun ikut terhanyut dan membalas lumatan-lumatan sungmin dengan sedikit tertahan. Dia laki-laki normal dan dalam hormon masa mudahnya yang cukup menggebu-gebu. Sebisa mungkin ia menahan hasratnya sendiri. Namun runtuh sudah, ia sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Sungmin yang tadi mendominasi ciuman tersebut kini mulai kwalahan membalas lumatan kyuhyun.
Ini kali pertamanya mereka melakukan ciuman panas tersebut namun mereka cukup pandai sampai ketahap bertukar lidah. Lidah keduanya saling membelit saling bertarung. Sungmin melengguh dan semakin merapatkan tubuh mereka.
Tangannya yang sedari tadi bertenggar dileher kyuhyun mulai berpindah kearah rambut ikal kyuhyun. Meremasnya perlahan, mencoba menyalurkan kenikmatan dari ciuman yang mereka lakukan ini.
Perlahan namun pasti, kyuhyun secara naluri menuntun tubuh sungmin untuk merebahkan diri diatas perbaringan kayu tersebut.
Kyuhyun terus melumat bibir ranum sungmin yang mungkin sudah membengkak akibat ulahnya. Ciumannya berpindah kearah dagu sungmin dan turun kearah leher putih sungmin. Dengan naluri saja kyuhyun menciuminya dan sedikit gemas menggigit daerah sensitif itu hingga menimbulkan desahan sungmin yang terdengar begitu merdu.
"Eunghh...arkhhh~~"
Sungmin meremas kuat rambut kepala kyuhyun menyuruh kyuhyun untuk memperdalam ciumannya disekitar lehernya tersebut. Kyuhyun semakin gencar menandai leher jenjang sungmin dengan tanda kemerahan yang cukup banyak. Tangannya pun secara refleks meraba bagian perut sungmin yang hanya terlapisi kaos tipisnya itu.
Seperti ada bongkahan batu jatuh diatas kepala kyuhyun, ia tersadar akan tindakannya sudah mulai hilang kendali dan menghentikannya seketika. Dirinya menarik diri dari atas tubuh sungmin dan kemudian melirik kearah sungmin yang tengah terlelap.
Penampilan sungmin cukup menganaskan saat ini. Rambutnya yang urakan dan bajunya sedikit terbuka membuat wajah kyuhyun bersemu merah melihat pusar perut sungmin. Segera ia merapikan penampilan sungmin dan menggendongnya ala bridal.
Because you're my man, Because you're my man
My tears cannot let you go
I'm sorry because you're my man
I can't give up on you
Please, I ask you, hear my heart
Please, I ask you, don't go any farther
GNA-Because you are my man
TBC
Other side
Kangin berlarian kearah jalanan namun tetap saja tidak menemukan sungmin dimana pun. Dia memutuskan untuk kembali meminta bantuan pada minho. Ketika melewati lorongn kediaman cho, sekilas ia melihat donghae tengah berjalan berpapasan dengannya.
"Donghae-ssi.."
"Oh, apa kau juga mencari sungmin ? Dia sudah aman, kau tidak perlu lagi mencarinya." Donghae berlalu saja, namun kangin memastikan sendiri sungmin memang dalam keadaan aman. Dengan tergesah-gesah ia lewati lorong-lorong ruangan kediaman cho tersebut. Ketika melitasi pintu bagian belakang rumah cho, tanpa sengaja matanya melihat siluet dua tubuh yang tengah duduk berdampingan. Kangin semakin memincingkan matanya mencoba menebak siapa pemilik tubuh tersebut.
DEG !
Rasanya jantung kangin mencelos dari tempatnya ketika melihat dua sosok yang ia kenal itu tengah berciuman panas. Rasanya seperti menghirup pasir didalam dadanya. Semuanya terasa menyesakan. Dia bahkan tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikan itu, dia bukan siapa-siapa. Dia tidak memiliki hak sepenuhnya atas gadis yang dicintainya tersebut.
Seseorang menepuk halus bahu kangin, "Hyung..."
Kangin hanya menoleh dan mengabaikan minho berlalu begitu saja. Dia tidak ingin mengatakan apapun saat ini, baginya cinta itu menyakitkan. Cinta pertamanya yang tak termiliki. Jika boleh memilih dia tidak ingin merasakan jatuh cinta jika rasanya begitu menyakitkan seperti ini.
.
.
.
See You next chap~~~
Hehheheh traraaaaa heheh '-'v lagi" saya hiatus lama buangettttt yak hihi. Chosonghamida *bow...
Beberapa minggu ini adalah minggu yang sulit bagi saya, ada beberapa maslah dlm pekerjaan saya *curhat dikit* hingga membuat pending ff saya yang satu ini luar biasanya lama. Bukan alasan, tapi kalau kalian sudah tau bagaimana posisi saya pasti akan mengerti. Yang terpenting saya akan selalu berusaha menyelsaikan ff saya.
Terimakasih atas antusias kalian, saya benar" senang sedikit terharu. Terimakasih juga atas respon kalian d ff one shoot ku, kkkkk tapi mungkin gk bakal ada squel untuk ff itu hehehh.
Bonussss.y udh nunggu", ini panjang kan ^^ anggap saja bonus.
Buat yg nunggu gmna mereka jadian...taraaa sudah ya aku selipin...
Sudah dulu cuap"nya...
Keep reading keep review and i love you kkkk
See you next time...
