Dengan seksama kyuhyun terus memperhatikan wajah gadis disampingnya tersebut. Setiap lekuk dan detail wajah gadis didepannya itu ia pandangi terus. Ia bahkan tidak merasakan kram pada kakinya yang terus berjongkok disamping ranjang gadis tersebut selama 20 menit lamanya.

Ia belai dahi gadisnya tersebut dengan sayang. Rasanya ingin tidak beranjak dari tempatnya dan semalaman penuh hanya memandangi wajah gadisnya seperti ini. Selama 2 tahun terkahirnya menjalin hubungan dengan sungmin, dia tidak pernah merasa begitu menginginkan memandangi wajah sungmin saja sudah cukup. Dirinya seperti terkena karma karena selalu menghindari sungmin. Namun hari ini, tidak malam ini dirinya begitu menginginkan sungmin disampingnya semalaman penuh. Rasanya aneh menjalar didadanya, perasaan yang hampir meledak dan membuat otaknya tampak gusar memproses perasaan apa itu.

Kyuhyun menghela nafasnya, sudah larut dan sungmin tampak terlelap. Ia sudah tidak bisa berlama-lama lagi memandangi wajah kekasihnya. Sebelum berniat meninggalkan sungmin, kyuhyun memperhatikan bibir plump sungmin yang tampak memerah akibat ciuman panas mereka beberapa lalu membuatnya membayangkan kembali kejadian itu. Secara naluri kyuhyun kembali melumat bibir plump tersebut secara perlahan.

"Sung-" Kibum langsung membekap mulutnya ketika tidak sengaja melihat kyuhyun yang tengah melumat bibir sungmin. Otomatis kyuhyun menghentikan kegiatannya dan berdiri angkuh menatap kibum dengan dingin. Tampak kibum yang begitu canggung dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Aku tidak melihat apapun sungguh." Rancaunya, namun kyuhyun tak begitu peduli dan melewatinya begitu saja sampai membuat kibum cengoh. "Apa-apaan dia, dasar cho mesum !"

.

.

.

.

Kyuhyun sesekali tersenyum membayangkan ciuman panasnya dengan lee sungmin. Sudah larut malam namun matanya masih tak bisa terpejam, bayangan-bayangan dirinya bergumul dengan sungmin beberapa jam lalu selalu melintas diotaknya meski ia mencoba mengalihkan perhatiannya pada buku tebal ditangannya tetap saja yang terlintas hanya wajah sayu sungmin. Kyuhyun menggelengkan kepalanya berkali-kali mencoba membuang pikiran kotornya. Dadanya bergemuruh, dia tidak mengerti apa yang salah dalam tubuhnya. Dia benar-benar merasakan panas?. Dirinya bangkit dari perbaringan dan bergerak gelisah memutari ranjangnya. Sesekali ia menjambak frustasi rambutnya kenapa yang terlintas diotaknya hanya wajah sungmin. Itu semakin membuatnya benar-benar frustasi.

Krietttt

Kyuhyun sedikit terlonjak ketika donghae dengan seenaknya saja memasuki kamarnya dengan membawa bantal guling didekapannya.

"Kau membuat ku kaget !" Sewot kyuhyun.

"Maaf, aku tidak bisa tidur bersama pengacau itu."

Kyuhyun tahu arti pengacau yang dimaksud donghae adalah minho dan kangin. Kyuhyun melirik kearah kyungsoo yang tampak terlelap dan tak terganggu. Namun dibalik lirikannya itu kyuhyun mencoba menyampaikan jika ranjangnya juga sudah cukup sempit bersama kyungsoo.

"Ayolah kyu, kumohon." Donghae merengek layaknya anak kecil hingga membuat geli kyuhyun.

"Hentikan, jangan mendengkur !" Donghae tampak sumringah mendapatkan lampu hijau dari kyuhyun. Dirinya sudah berancang-ancang menidurkan diri disebelah kyungsoo namun melihat kyuhyun yang masih tak bergeming dari tempatnya membuat dirinya bertanya-tanya.

"Apa kau tidak tidur juga ? sudah malam."

"Donghae, hm itu-" Kyuhyun tampak ragu menanyakannya pada donghae tentang suatu hal.

"Apa ?"

"Ah tidak !" Kyuhyun memilih untuk bungkam dan kembali mengelilingi ranjang. Donghae tampak jengah dan memperingati jika dirinya ingin tidur nyenyak.

"Donghae, aku merasa aneh." Donghae mengerutkan dahinya dan menarik diri dari tidurnya hingga memposisikan dirinya duduk.

"Kau ini kenapa ? seperti cacing kepanasan. Mondar mandir. Membuat pusing. Hentikan itu."

Secara implus kyuhyun menghentikannya dan duduk gusar disalah satu kursi yang terdapat dikamar tersebut. "Aku tidak tahu, aneh rasanya. Aku merasakannya semakin parah. Itu sungguh aneh dan sakit."

Donghae tidak mengerti apa yang dimaksud kyuhyun. Apa ini berkaitan dengan hubungannya dengan sungmin. Tapi dia tidak pernah melihat kyuhyun segusar ini. Wajahnya tampak tidak seperti orang patah hati tapi lebih ke seseorang yang tampak menahan hasratnya. Jelas ia tahu karena dia juga pernah mengalaminya ketika melihat hyukjae menari dengan sexy. Donghae tertawa tertahan melihat kyuhyun, dia tidak mungkin salah tebak untuk urusan yang satu ini.

"Kau tertawa ? apa itu lucu." Kyuhyun tampak berubah dingin kembali.

"Kyuhyun apa yang kau lakukan tadi bersama sungmin ?" Selidik donghae penuh dengan senyum jahil.

Kyuhyun memandang sewot kearah namja kekanakan tersebut. "Memangnya apa yang kulakukan ? bukan urusan mu !" Kyuhyun membuang wajahnya mencoba menyembunyikan semburat merah dipipinya ketika ia kembali mengingat kejadian itu.

Donghae sedikit terkekeh sambil mengeluarkan ponselnya dan kemudian mengutak atiknya. "Tidak mungkin kalian tidak melakukan apapun."

"Kami hanya berbicara saja !" Kyuhyun semakin dibuat naik pitam oleh namja pendek tersebut.

"Benarkah ?"

Kyuhyun mendesah frustasi, dia tidak pandai berbohong. Sebaik apapun kebohongan yang ia buat, donghae selalu bisa menebaknya dengan baik. Kadang ia heran, donghae bahkan lebih tahu segala tentang baik dan buruknya dirinya dibandingkan dirinya sendiri. Karena itu, kyuhyun senang bertukar fikiran dengan donghae ketimbang dengan keluarganya sendiri.

"Kami berciuman. Puas ?"

Donghae semakin terkekeh dan matanya masih fokus pada layar canggihnya ketimbang melihat raut masam kyuhyun saat ini. "Hanya berciuman ?" Selidiknya lebih lanjut.

Kyuhyun mengumpat kecil dan menyumpah serapah donghae didalam hatinya. Kenapa pula ia harus mengatakan secara detail tentang hal itu. Apa ia juga harus mengatakan jika saja ia dan sungmin hampir melakukan making love padanya. Sudah gila, memikirkannya saja sudah membuatnya semakin frustasi.

"Hahah calm down. Maksud ku, apa kalian melakuakan lebih dari sekedar ciuman ? Khm-seperti bercumbu ?" Donghae sedikit tidak nyaman ketika mengatakan kata 'Bercumbu' dirinya bahkan belum pernah melakukannya meski ia berberapa kali berkencan dengan seorang yeoja sekalipun.

Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti bercumbu apa yang dimaksud donghae. Apa berciuman sepertinya dengan sungmin termasuk bercumbu.

Semburat merah menjalar sampai kupingnya, rasanya panas itu semakin menjadi didalam tubuhnya. "Ya, hm-kami..."Kyuhyun memelankan suaranya hingga donghae harus berkonsentrasi lebih untuk mendengarkan ucapannya. "hm...kami melakukan french kiss." Rasanya kyuhyun ingin tenggelam saja kesungai han saat membicarakan hal-hal seperti ini pada donghae.

Donghae tergelak dan terbahak ketika mendapati ekspresi kyuhyun yang begitu. Selama mereka bersahabat, tidak sekalipun donghae pernah melihat ekspresi kyuhyun yang seperti ini. Ia cukup puas.

Kyuhyun mengumpat dan menyesal karena menceritakannya pada donghae. Namja penyuka ikan itu bahkan menertawakannya bukan memberi solusi atas kesakitannya. "Kau menyebalkan. Sudahlah."

"Hey hey, baikalah. Maaf." Donghae mengantupkan mulutnya mencoba mereda tawanya. "Jangan bilang kau horny karena itu ?" Selidik donghae penuh kecurigaan yang terlalu dibuat-buat.

"Kau sudah gila ! aku tidak mungkin !" Elak kyuhyun.

Donghae semakin terkekeh, "Aku tidak percaya, sungmin bisa membuat mu tegang karena berciuman saja." ia elus dagunya membayangkan bagaimana mereka melakukannya(?)

"Buang pikiran kotor mu donghae !"

Donghae menyeringai dan kemudian bergerak mendekat kearah kyuhyun. "Ini, lihatlah dan bayangkan saja itu kau dan sungmin. Mungkin sedikit akan membantu rasa 'Sakit' mu itu." Dengan sengaja donghae menekankan kata 'Sakit' dan menyerahkan ponsel pribadinya.

Kyuhyun mengerutkan dahinya dan mencoba melihatnya. Kyuhyun semakin dibuat bingung karena donghae menyuruhnya membuka sebuah video. Awalnya ia tidak curiga karena layar pertama hanyalah gelap dan tanpa kyuhyun duga sebuah desahan langsung keluar dari speaker ponsel tersebut.

"Apa kau sudah gila !" Kyuhyun buru mematikannya mengingat ada kyungsoo yang tengah terlelap.

Donghae kembali tergelak dan

menepuk-nepuk bahu kyuhyun. "Kau sebaiknya pergi ketoilet !" Sarannya penuh dengan nada mengejek.

"Kau sudah gila, aku tidak akan melakukannya !" Kyuhyun bukannya bodoh tidak mengerti maksud donghae itu, hanya saja ia terlalu malu jika menerima sarannya.

"Aish, yasudah." Donghae merebut kembali ponselnya dari tangan kyuhyun.

"Ash !" Tanpa donghae duga, kyuhyun merebut kembali ponsel pribadinya dan lari terbirit-birit memasuki kamar mandi. Donghae tertawa terbahak-bahak dan tidak memperdulikan kyungsoo yang mungkin akan terganggu oleh suara tawanya. Buktinya kyungsoo masih terlelap.

"Aigo aigo...lucu sekali dia kalau sedang jatuh cinta."

Hampir 30 menit sudah berlalu semenjak kyuhyun memasuki kamar mandi dan donghae sesekali terkikik membayangkan seorang kyuhyun melakukan onani. Tampaknya namja berwajah dingin itu sekarang tumbuh beranjak benar-benar dewasa dalam artian sesungguhnya. Donghae ingat jika tidak sekalipun kyuhyun melirik video-video yadongnya ketika ia menawarkannya secara percuma, kyuhyun selalu menolak dengan alasan ia tidak mau membuat sebagian otaknya berfikir mesum sepertinya.

"Kuno sekali dia itu." Donghae menghela nafasnya dan menutup buku bacaan kyuhyun. Selera kyuhyun memang benar-benar kacau. Kadang donghae merasa heran, bagaimana sungmin bisa bertahan dengan kyuhyun yang kuno, kaku dan membosankan. Dan betapa bodohnya lagi, kyuhyun yang tidak pernah sadar kehadiran sungmin dalam hidup sahabatnya tersebut.

Krietttt

Pintu kamar mandi tersebut terbuka dan kyuhyun dengan wajah sedikit lemasnya melempar ponsel donghae kearah pemiliknya.

"Itu menggelikan, aku tidak akan melakukannya lagi." Sesal kyuhyun mendalam dan cepat-cepat merangkak ketempat tidur kemudian menarik selimutnya setinggi kepalanya.

"Hahahah, pengalaman pertama sangat menakjubkan bukan ?"

"Diam kau donghae !"

Sepanjang malam tersebut donghae tak henti-hentinya menggoda kyuhyun hingga membuatnya terlelap pada jam 2 malam.

**********CL**********

Suasana pagi ini tampak canggung, tak banyak kata yang mereka lontarkan untuk menyambut pagi yang cukup cerah. Halmoni sedikit heran karenanya. Mereka tak bersemangat seperti semalam.

"Apa makanannya tidak enak ?" Tanya halmoni begitu perhatian. Melihat dari mereka tak begitu semangat melahap sarapan mereka.

"Ini enak, sungguh." Donghae mewakili semua dan tersenyum kekanakan seperti biasa. Halmoni tersenyum senang, donghae sudah seperti cucu baginya bahkan kyuhyun saja jarang sekali menyanjungnya.

"Syukurlah,-" Halmoni meneliti satu persatu remaja-remaja tersebut. Hanya sungmin yang tidak ada, ia heran kenapa sungmin selalu melewatkan makan bersama seperti ini. "Dimana sungmin ?"

Kibum menggigit bibirnya, sebagai teman sekamarnya ia yang seharusnya lebih tahu dan bisa menjawab. Namun melihat keadaan sungmin yang mabuk kemarin malam membuatnya bingung membuat kebohongan apa untuk pagi ini mengingat sungmin susah sekali untuk dibangunkan tadi.

"Sungmin sepertinya masih demam. Biarkan saja." Dengan terpaksa kyuhyun membuat sebuah kebohongan mengingat neneknya tersebut tidak menyukai seorang pemalas. Gaya kuno itu masih kental dari dalam diri neneknya yang beranggapan seorang yeoja diharuskan bangun pagi.

"Oh. Bibi oh,-" Seorang pelayan menghampiri nyonya besar tersebut. "Antarkan sarapan untuk sungmin dan katakan padanya untuk menemui ku nanti."

Pelayan tersebut mengangguk hormat kemudian melenggang pergi untuk melaksanakan tugasnya.

Kyuhyun sedikit tersenyum lega melihatnya. Neneknya tak bersikap menyebalkan seperti pertama mengenal sungmin. Ia tahu jika neneknya tersebut hanya menginginkan yang terbaik untuknya, apa lagi mengingat ia satu-satunya cucu halmoni tentu saja halmoninya tersebut menginginkan yang terbaik untuknya. Ia cukup mengerti akan hal itu.

**********CL***********

Sungmin menggeliat tak nyaman dalam tidurnya. Sinar matahari sepertinya cukup mengganggu pandangannya. Dengan pergerakan malas ia bangun dan merasakan kepalanya begitu berat seoalah ada bongkahan batu besar dikepalanya. Ia sedikit merenggangkan badannya membuat otot-otot badannya sedikit rileks.

Pintu kamarnya terbuka saat tepat ia menguap lebar mencoba mengumpulkan nyawanya. Beruntung hanya kibum yang membukanya coba saja kyuhyun atau halmoni yang melihatnya, sudah pasti mereka akan ilfil padanya mengingat penampilannya saat bangun pagi memang sungguh tidak pernah ada yang berbentuk.

"Kau sudah bangun ?" Kibum menghampiri sungmin dan duduk disebalah sungmin. Kibum menempelkan telapak tangannya didahi sungmin, membuat perkiraan sungmin masih demam atau tidak.

Sungmin langsung menepisnya, "Apa yang kau lakukan ? aku sudah tidak demam, hanya saja kepala ku sungguh pusing." Sungmin sedikit memijat-mijat kepalanya sendiri.

"Kau baik-baik saja ?" Kibum sedikit ragu mengungkit masalah semalam. Ia berfikir jika sungmin dan kyuhyun sudah berbaikan mengingat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri kyuhyun mencium sungmin semalam. Mungkin saja sungmin tidak ingin memabahasnya lagi, ia harus menghargai itu. Yang terpenting sahabatnya tersebut sudah berbaikan dengan kyuhyun.

"Kepala ku sakit. Urgh.." Keluhnya. Sepertinya efek alkohol itu masih berakibat dikepalanya.

Krietttt

"Kau sudah siap ? kita akan pergi sekarang." Donghae datang dengan tiba-tiba saja dan hanya menyembulkan kepalanya saja dari balik pintu.

Sungmin menatap kibum penuh tanya, ia tidak tahu jika hari ini mereka akan langsung melakukan penelitian. Kibum hanya menatap penuh sesal. "Kau beristirahat saja, tidak apa-apa."

"Tapi bagaimana deng-"

"Gwencana, aku masih bisa melakukannya. Aku pergi hm." Kibum meraih tas selempangnya dan meninggalkan sungmin sendiri dalam kamar tersebut.

Sungmin mendesah kecewa, dihari pertama ia tidak bisa membantu apapun. Sungguh mengecewakan. Sungmin beranjak menuju kamar mandi, berendam dalam air mungkin akan membuat pusingnya berkurang.

Setengah jam berlalu begitu saja, sungmin merasa jauh lebih segar dari sebelumnya. Badanya yang terasa remuk beberapa saat lalu kini terasa ringan. Air hangat memang yang terbaik saat pagi seperti ini. Sungmin keluar dengan hanya mengenakan handuk yang melilit badannya. Ia sedikit mengernyit heran ketika melihat pantulan dirinya didepan cermin. Banyak sekali bercak merah disekitar lehernya. Sungmin berfikir jika demamnya bisa berakibat pada penyakit cacar. Bukan kah cacar hanya akan dialami seseorang seumur hidupnya saja, dan ia pernah merasakan itu saat ia masih di tingkat dasar. Kenapa penyakit itu menyerangnya kembali, dan lebih anehnya lagi kenapa bercak itu hanya disekitar lehernya saja, sedangkan bagian tubuhnya yang lain tidak berbecak sama sekali.

"Bagaimana ini ? apa ini cacar, ya Tuhan ini apa ?" Sungmin kalabakan bukan main. Namun tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk membuatnya kaget dan menghentikan kegiatannya dan segera membuka pintu tersebut tanpa berfikir panjang dirinya masih telanjang dan hanya handuk yang membalut tubuhnya.

Sungmin hampir menangis dan langsung menerjang tubuh namja didepannya tersebut. Namun namja didepannya hanya membeku dan tak tahu apa yang harus diperbuatnya. Ia laki-laki normal dan didepannya ada yeoja yang masih setengah telanjang dan begitu saja memeluknya.

"Kyuhyun...hiks sepertinya aku terkena cacar. Bagaimana ini?" Sungmin mengeratkan pelukannya pada kyuhyun sehingga membuat namja dingin tersebut sedikit tak nyaman.

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka dan menatap mata sembab sungmin. "Cacar ?" Tanyanya untuk memastikan apa yang tadi sungmin katakan.

Sungmin mengangguk takut dan kemudian menunjukan bercak merah yang cukup banyak disekitar lehernya. Susah payah kyuhyun menelan ludahnya melihat pemandangan itu lagi dan segera menarik sungmin memasuki kamarnya.

"Bagaimana ini ? aku tidak mau sakit hiks." Sungmin kembali terisak dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

Kyuhyun tersenyum geli, ia tidak menyangka sungmin beragumen jika dirinya terkena cacar karena melihat bercak merah tersebut. "Itu bukan cacar. Jangan menangis lagi." Kyuhyun menepuk-nepuk sayang kepala sungmin.

Yeoja kelinci tersebut mendongak dan mengerjabkan matanya begitu polos membuat jantung kyuhyun kembali berdetak tak menentu. "Benarkah ?"

Kyuhyun mengangguk pasti. "Oh. itu hanya-" Kyuhyun bingung bagaimana menjelaskannya pada sungmin jika bercak merah itu adalah tanda cintanya terhadap sungmin yang ia buat semalam. Sungmin bahkan tidak ingat, bagaimana yeoja itu sepolos itu jika saja semalam ia sadar dan menanyakan hasil karyanya itu. Dan kyuhyun sedikit bernafas lega, berarti lee sungmin juga tidak mengingat kejadian ataupun ucapannya semalam yang mungkin melukai kekasihnya tersebut.

"Hanya ? hanya apa ?"

Kyuhyun tak pernah segugup ini, rasanya sungguh menegangkan. Otak encernya berputar-putar membuat sebuah kebohongan lagi. "Mungkin hanya gigitan nyamuk." Kyuhyun menundukan wajahnya dan menyentuh bercak merah tersebut sampai membuat sungmin merasakan hembusan nafas kyuhyun didaerah lehernya. Semburat merah mulai menjalar disekitar pipinya saat ini. Rasanya musim panas ini benar-benar terasa, buktinya sungmin merasa gerah walau ia baru saja mandi.

"Sungmin ?"

"Ye ?" Sungmin terkesiap dan kembali mengerjab polos.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya kearah sungmin dan menghembuskan nafasnya secara teratur didaerah wajah cantik kekasihnya tersebut. "Kau tidak takut pada ku ?" bisiknya seduktif.

Sungmin hanya mengerutkan dahinya tidak mengerti maksud kyuhyun. Kyuhyun tersenyum miring. "Aku pria normal sungmin."

Sungmin membelalakan matanya ketika baru menyadari jika dirinya masih menggunakan handuk saja. Secara refleks dirinya menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya dan memundurkan badannya. "Arghhhhh !" Teriaknya begitu nyaring.

Kyuhyun tergelak sampai memegangi perutnya. Menggoda sungmin memang mengasikan, apa lagi kekasihnya tersebut memang selalu berlebihan dalam menyikapi sesuatu. "Aku hanya bercanda, jangan berlebihan. Cepat pakai pakaian mu !" Titahnya sambil berdiri dari kasur yang sedari tadi mereka duduki. Baru beberapa langkah kyuhyun bermaksud keluar dari kamar sungmin, namun gadis itu mencibirnya.

"Benar, mana berani dia."

Kuping kyuhyun memanas mendengarnya tanpa sungmin duga, kyuhyun kembali menghampirinya dan menyudutnya. "Apa yang kau katakan tadi ?"

"Apa ? aku tidak mengatakan apapun." Sungmin gugup bukan main dan semakin mengeratkan simpul handuknya. Kyuhyun berdecih dan semakin mendekatkan wajahnya kearah sungmin.

"Benarkah ?"

"Ya, aku-aku hanya bilang kau tidak akan berani." Sungmin tahu jika kyuhyun memang suka sekali menggodanya tapi namja dingin tersebut takan berani untuk menyentuhnya. Kali ini ia tidak akan kalah dengan kyuhyun, ia pasti bisa melawan juga meski terselip rasa takut jika kyuhyun benar-benar akan menyentuhnya. Ia takut.

"Kau ingin membuktikannya sungmin ?" Tantang kyuhyun semakin menampakan smirknya yang jarang sekali sungmin lihat.

Sungmin menelan ludahnya, ia juga sudah tidak bisa mundur kembali. Nasi telah menjadi bubur. "Buktikan saja, aku-aku tidak akan tertipu, kau hanya menggoda ku saja."

Giliran kyuhyun yang membeku, ia tidak bermaksud benar-benar akan melakukan itu. Dirinya hanya ingin menggertak sungmin saja, namun gadis didepannya tersebut malah menantangnya.

Dalam sekali hentakan kyuhyun mendorong tubuh sungmin kekasur dan mengukungnya begitu intim.

"Arkhhh" Sungmin kembali menjerit histeris dan menutup wajahnya yang sudah memerah padam dengan kedua telapak tangannya. Kyuhyun tersenyum simpul melihat sikap manis sungmin. Meski sungmin menutup kedua matanya dengan telapak tangannya, jari-jari sungmin masih terbuka dan foxy bening itu menatapnya dengan penuh kepolosan.

"Kenapa ? aku harus menyentuh mu dimana hm ?" Kyuhyun sebenarnya sudah menahan tawanya agar tidak meledak saat menggoda sungmin seperti ini. Jemari panjangnya membelai bahu sungmin yang tak terlapisi apapun dengan gerakan seduktif.

"Kyu-kyuhyun apa kau bersungguh ?" Tubuh sungmin bergetar hebat, nampaknya gadis kelinci itu menciut dan berusaha melepaskan kungkungan kyuhyun.

"Kau ingin aku melakukannya sekarang ?" Kyuhyun semakin terbahak didalam hati. Ia sudah tidak tahan untuk tidak tertawa. Bagaimana ia bisa mengeluarkan kata-kata begitu vulgar, efek video yadong semalam sungguh menempel dibagian kepalanya.

Sungmin membuka kedua telapak tangannya dan menatap langsung onyx kyuhyun. Ia sungguh tidak siap jika kyuhyun mengingkannya saat ini. Ia dan kyuhyun masih berstatus sebagai pelajar, tidak sewajarnya mereka melakukan itu.

"Aku-aku takut." Lirih sungmin.

"Buahahahhahah" Tawa kyuhyun meledak, ia sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Sudah kyuhyun katakan, sungmin sungguh mudah ia goda. Kekasihnya itu tidak bisa belajar dari pengalaman.

"Kau mengerjai ku cho ? menyebalkan !"

Sungmin mempoutkan bibirnya kesal bukan main. Dirinya lagi-lagi dipermainkan kyuhyun. Dengan sadisnya sungmin menarik kedua pipi kyuhyun hingga membuat namja stoic tersebut berhenti menertawakannya dan meringis kesakitan.

"Sungmin ini sakit arkh ! Lepaskan !" Kyuhyun berusaha melepaskan jepitan tangan sungmin, namun sungmin masih bersikeukeh.

"Sung- CHO KYUHYUN !" Suara teriakan wanita tua tersebut membahana dikediaman cho yang cukup besar tersebut. Melihat cucunya tengah menindih seorang gadis yang hanya mengenakan sehelai handuk saja, siapapun pasti akan berfikir negatif tentang itu.

Keduanya menghentikan kegiatan mereka dan menatap syock kearah halmoni. Dan dengan sadisnya halmoni menarik telinga kyuhyun sampai namja jangkung tersebut terhuyung mengikuti halmoni. Sungmin ikut menarik diri dan memegang ikatan sampul handuknya yang sedikit mengendur akibat kegiatan mereka tadi.

"Kau sungmin, cepat pakai pakaian mu ! astaga !" Ucap halmoni sambil menjewer kyuhyun dan menariknya keluar kamar sungmin.

.

.

Keduanya masih bungkam ketika halmoni masih menyumpah serapah keduanya. Petua itu tak henti-hentinya keluar dari mulut yeoja tua tersebut. Sesekali halmoni melempar benda apapun kehadapan kyuhyun namun dengan gesitnya namja jangkung tersebut menghindar dan itu semakin membuat halmoni meradang.

"Kau ini, apa jaejoong mengajari mu seperti ini ?" Halmoni memegangi tengkuknya, kesal bukan main.

"Jangan bawa eomma ! Sudah kubilang kami tidak melakukan apapun !" Kyuhyun sedikit terbawa emosi ketika halmoninya tersebut menyebut nama ibunya.

"Anak tidak tahu diri !" Halmoni melempar bantal yang berada didekatnya dengan emosi.

Sungmin sedikit panik ketika melihat pertengkaran keduanya. Mereka serba salah, jika kyuhyun dan dirinya diam halmoni marah namun menjawab pun hanya semakin membuat halmoni bertambah marah. Entah harus bagaimana.

"Halmoni, kami benar-benar tidak melakukan apapun. Sungguh." Bela sungmin coba membela mereka.

"Kau ini seorang gadis ! Kau harusnya menjaga kehormatan mu sungmin ! Aku tidak percaya dengan kelakuan anak muda zaman sekarang. Aigo..." Halmoni kembali menepuk-nepuk tengkuknya.

"Tapi kami memang tidak melakukan apapun."

"Tidak melakukan apapun ? kau fikir aku buta hah ?" Emosi halmoni semakin tersulut dan menuding-nuding kearah sungmin.

"Sudah kubilang kau diam saja." Bisik kyuhyun disebelahnya. Kyuhyun tahu jika halmoninya itu tidak bisa terbantahkan jika berada dalam keadaan emosi.

"Tapi-"

"Halmoni tidak akan percaya begitu saja." Kyuhyun kembali memikirkan sesutu untuk membujuk neneknya tersebut. "Ku mohon dengarkan kami, kami benar-benar tidak melaku-"

"Diamlah !" Halmoni kembali melempar benda kearah wajah kyuhyun. Benda itu tepat mengenai pelipis kyuhyun. Tampak sedikit memar disana. "Siapa yang menyuruh mu untuk berbicara !"

Halmoni berniat melemparkan sesuatu kembali dan sungmin tak tinggal diam lagi langsung menghalanginya dengan tubuhnya. Halmoni langsung mengurungkan niatnya dan berteriak kesal.

"Kumohon, jangan bersikap kasar. Kyuhyun cucu mu halmoni. Baik, kami mengaku salah. Maafkan kami." Sungmin menggosok-gosokan telapak tangannya meminta pengampunan. Kyuhyun mengeram kesal dan langsung menarik sungmin agar terbangun.

Sungmin sedikit enggan beranjak dan mencoba membujuk kyuhyun juga. Namun namja stoic itu juga tak jauh berbeda dengan halmoni, keras kepala. Halmoni hanya tercengang dan membiarkan keduanya pergi begitu saja tanpa mendengarkan kemarahannya lagi.

.

.

"Kau seharusnya tidak bersikap seperti itu kyu, ayo kita jelaskan lagi pada halmoni."

Sungmin sedari tadi berusaha membujuk kyuhyun untuk meminta maaf pada halmoni namun namja dingin itu masih tak bergeming dan masih sibuk mengganti chenel TV diruangan keluarga CHO tersebut.

"Kyuhyun..."Lirih sungmin begitu frustasi sambil menarik lengan kyuhyun.

"Dia tidak akan mendengarkan kita, lupakan saja." Ucapnya begitu dingin dan acuh sambil terus menatap layar TV.

"Iya tapi-"

"Sudah hentikan, itu tidak akan berhasil." Kyuhyun sedikit membentak dan menatap tajam sungmin. Sungmin menelan ludahnya, ia sedikit takut ketika kyuhyun mulai menaikan nada oktavnya yang berarti namja itu tidak suka dibantah dan diusik.

Kyuhyun menurunkan emosinya melihat sungmin yang sedikit ketakutan. "Maaf, aku tidak bermaksud."

Kyuhyun yang hendak memutar wajahnya namun ditahan oleh jemari sungmin. "Ya Tuhan pelipis mu." Sungmin memekik melihat warna keunguan dipelipis kekasihnya tersebut. Ia baru ingat jika tadi halmoni mengenai pelipis kyuhyun. Kyuhyun langsung melepaskan tangan sungmin dan melengos kearah lain. Ia tidak ingin sungmin melihatnya.

"Kyuhyun coba aku lihat." Sungmin mencoba membujuk kyuhyun namun namja dingin itu tetap bersikeukeh untuk tidak menatap sungmin. Dengan sekali gerakan sungmin akhirnya berhasil menangkup lagi wajah kyuhyun dan kemudian mendekatkan wajah mereka. Tanpa sadar sungmin begitu dekat dengan kyuhyun dan wajah sungmin tampak berkerut mengakhawatirkan kyuhyun. Kyuhyun benar-benar tertegun dalam jarak sedekat ini dengan wajah sungmin. Jantungnya kembali berdetak tak beraturan. Sedangkan sungmin hanya memperhatikan pelipis kyuhyun yang tampak memar tanpa menyadari pandangan kyuhyun yang tak biasa.

DEG !

Ketika manik keduanya saling beratatapan, keduanya seolah ada aliran listrik statis dalam tubuh mereka yang datang begitu saja. Secara refleks sungmin melepaskan tangkupannya dan memundurkan badannya. Ia berdiri kikuk dan mengalihkan pandangannya kesegalah arah. "Aku akan mengambil es dan handuk."

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum sendiri. Dia tidak menyangka, jika jatuh cinta pada kekasihnya sendiri itu rasanya menggelikan seperti ingin tertawa terus menerus. Bahagia, kyuhyun menyebutnya seperti itu. Dia terlalu bodoh lama tidak menyadari perasaannya sendiri seperti ini ketika bersama sungmin.

Keadaan tak jauh berbeda juga sungmin lakukan, gadis hipper itu sedikit meloncat-loncat kecil didapur. Ia selalu berdebar jika berdekatan dengan kyuhyun namun tidak pernah separah ini. Jantungnya hampir meledak, karena untuk pertama kalinya kyuhyun menatapnya seperti itu. Sungmin tersenyum seperti orang bodoh sampai tak memperhatikan jika es balok yang ia keluarkan sudah berjatuhan dilantai. Babo min.

***********CL***********

Taemin menatap miris dengan keadaan hubungannya dengan minho saat ini. Tidak pernah ada pertengakaran diantara keduanya selayaknya sepasang kekasih yang lain. Ia dan minho selalu bersikap baik-baik saja. Itu yang membuatnya semakin merasa terluka.

Semenjak pertengakarannya yang terakhir disaat minho bermain api dibelakangnya, disitulah menjadi puncak hubungan keduanya. Keduanya bertengkar hebat dan berujung dengan hubungan kaku seperti ini. Minho sudah tidak pernah banyak memprotes ataupun mengelak setiap taemin bersuara. Taemin seolah mutlak baginya. Sebaliknya taemin merasa jika minho banyak berubah, pemuda itu tidak lagi seperhatian dulu kala dan sikap acuhnya menjadi garam dalam hubungan keduanya. Taemin juga merasa jika minho selama setahun ini tengah menjaga jarak dengannya semenjak kejadian itu meski ia sudah memaafkan minho. Ia tidak mengerti kenapa minho bersikap seperti itu. Dulu bahkan ia yang meraung menangis agar hubungan mereka tak berakhir meski dalam kasus tersebut jelas minho yang telah menghianati hubungan mereka. Namun minho bersikap tengah menghukum dirinya atas semua kesalahan yang tidak pernah ia buat. Miris.

Berapa kali harus seperti ini, taemin tidak tahan dengan sikap minho yang begitu santai dan terlihat begitu acuh terhadapnya. Kadang minho hanya memperhatikannya dihadapan orang lain saja, tapi ketika mereka berdua minho kembali acuh dan terlihat canggung. Apa itu hanya sekedar formalitas saja, dia tidak menginginkan itu semua. Yang taemin butuhkan saat ini adalah minho mau bersikap terbuka terhadapnya.

Sudah keberapa kalinya, taemin memperhatikan minho secara diam-diam dari kejauhan. Namja bermata elang itu tengah duduk ditengah saung bersama kyungsoo menikmati gurauan ringan.

"Taemin, kau baik-baik saja?" Tanya donghae begitu khawatir melihat sikap taemin yang sedikit lebih murung dari biasanya. Taemin memang tak banyak bicara, tapi donghae juga tahu jika taemin mungkin masih tidak percaya dengan apa yang terjadi semalam. Banyak sekali mungkin hati yang secara kasat mata terluka oleh kejujuran yang kyuhyun lontarkan.

"Aku baik-baik saja." Jawab taemin sekenanya. Gadis bermata doe itu melanjutkan penelitiannya dan meninggalkan donghae.

Donghae hanya menghela nafasnya dan memandang langit yang cukup terik.

"Hey semuanya !" Teriakan cempreng itu cukup mengusik. Semuanya langsung melirik kearah sumber kebisingan tersebut. Sungmin yang setengah berlari diatas tanggul persawahan tersebut menggunakan sepatu boot berwarna pink terang membuat semuanya dari kajauhan sudah bisa menebak siapa pemilik suara cepreng tersebut.

Dengan langkah sedikit terburu, sungmin menghampiri kyungsoo dan minho yang berada disaung, sedangkan kyuhyun hanya berjalan malas mengikuti kekasihnya tersebut.

"Noona, kau lama sekali. Aku hampir mati kelaparan." Gerutu kyungsoo langsung merebut rantang yang tengah digenggam sungmin.

Sungmin mengerucutkan bibirnya, "Maaf. Dasar tukang makan" Cibir sungmin.

Sekilas sungmin melirik kebelakang dan memperhatikan kyuhyun tengah berbicara dengan temannya yang lain. Dan tak lama kemudian mereka bergabung dengan sungmin menaiki saung teduh tersebut.

"Maaf terlambat, kalian pasti kelaparan." Sungmin menggaruk tengkuknya ia sedikit gugup karena teringat kejadian sebelum ini. Ia memasak dengan kyuhyun dan hampir semua masakan tersebut dibuat kyuhyun, dia tidak terlalu pandai untuk memasak dan kyungsoo bahkan selalu mencibirnya mengatakan jika masakan yang dibuat sungmin itu bahkan tidak layak dimakan untuk hewan sekalipun.

"Ini lumayan, kau yang memasaknya sungmin ?" Puji donghae begitu tulus.

Pipi sungmin bersemu merah dan menyelipkan rambutnya disamping telinga.

"Mana mung-hmmpt"

"Hahah makan yang banyak soo-ah." Sungmin tahu jika mulut kyungsoo itu tidak akan berhenti mencibirnya sebelum ia benar-benar malu karena adiknya tersebut, dengan cepat sungmin menyumpal nasi kepal dimulut kyungsoo.

Namja bermata doe itu mengeram kesal dan meminum air putihnya. Sungmin sedikit merasa bersalah ikut menepuk-nepuk bahu kyungsoo. "Kau keterlaluan, aku akan mangadukannya pada eomma !" Rajuk kyungsoo sambil melanjutkan acara makannya.

'Dasar bocah' Cibir sungmin dalam hati.

Suasana makan siang kali ini entah mengapa sungmin merasa begitu kaku. Taemin, minho dan kangin hanya diam dan terlihat tak begitu berselera. Donghae hanya sesekali memgombrol dengan kyuhyun sedangkan kibum tampak diam juga hanya saja wajah kibum tak sesuram minho dan kangin. Ada apa dengan mereka semua, pikir sungmin.

Sungmin yang berinisiatif membuat suasana menjadi hangat mulai memberikan lauk pada semua teman-temannya.

"Ini enak cobalah." Sungmin memerikan telur gulung pada taemin dengan senyum sumringahnya.

Hampir semua menatap tak percaya dan tak sabar menunggu reaksi taemin. Taemin mengerutkan dahinya dan hanya berwajah dingin kemudian menerimanya begitu saja. Sungmin heran mendapati sikap taemin, tapi ia berfikir bukankah taemin memang selalu terlihat begitu.

Tanpa segan sungmin kemudian membagikannya pada yang lainnya dan terakhir pada kangin. Kangin mengeram marah dan melemparkan telur gulung tersebut. "Jangan bersikap sok baik, aku tidak butuh. Kau ini-"

Kangin mengeram kesal dan tanpa melihat wajah syock sungmin, ia sudah melenggang meninggalkan semuanya. Sungmin masih terpaku sambil memegang sumpitnya. Seumur hidupnya ia tidak pernah mendapati sikap yang seperti kangin lakukan, melempar masakannya. Kyungsoo bahkan sering mengeluh sakit perut setelah memakan masakan sungmin tapi namja lebih muda 2 tahun darinya tersebut tidak pernah sekalipun membuang makanan sungmin.

"Ada apa dengannya ?" Gumam sungmin tak begitu jelas.

"Hyung, dia tidak menyukai telur. Abaikan saja, dia memang seperti itu." Jelas minho mencoba menjawab pertanyaan dalam benak sungmin.

"Aku akan menyusulnya." Sungmin hendak beranjak jika saja tangannya tak dicekal kyuhyun dari samping. "Eh ?"

"Biarkan saja." Ucap kyuhyun tanpa memandang sungmin. "Kau tidak perlu seperti itu."

Sungmin menurut saja dan mereka tetap melanjutkan makan siang yang begitu canggung. Sesekali sungmin melirik kearah belakang memastikan jika kangin akan kembali lagi kearah saung.

Namun sampai penelitian mereka usai, namja rakun tersebut tak menampakan batang hidungnya sama sekali. Hari semakin sore, donghae dan yang lain memutuskan untuk menghentikan penelitian mereka dan melanjutkannya esok.

Semuanya tampak sedikit kelelehan mengingat musim panas yang begitu exstrim, apalagi mereka harus bersusah-susah langsung terjun kelapangan.

Sungmin dan kyuhyun berjalan dibarisan paling belakang. Keduanya hanya diam sedari tadi. Sungmin yang masih memikirkan kangin sedangkan kyuhyun masih berkecamuk dengan pemikirannya. Memikirkan bagaimana jika sungmin sadar akan kejadian semalam, yeoja itu pasti tidak akan bersikap baik-baik saja seperti ini.

"Sungmin" Kyuhyun mencekal lengan sungmin hingga membuat sungmin menengok kearah kyuhyun yang memang dibarisan paling belakang.

"Ya ?"

"Ikut aku"

"Tapi-" Sungmin melirik rombongan donghae namun kyuhyun bersikeukeh membawa sungmin berpisah dengan yang lain. Tampaknya kyuhyun memerlukan privasi untuk mereka berdua.

Kyuhyun membawa sungmin kearah jalanan yang tampak seperti hutan. Pepohonan dimana-mana dan fikiran sungmin yang imajinatif mulai membayangkan banyak hewan buas disekitarnya yang tengah mengawasi mereka berdua.

Kyuhyun mendesah jenga, "Tidak ada hewan buas disini." Kyuhyun seolah sudah terbiasa akan sikap imajinatif sungmin, jadi dia terlalu biasa menghadapi sikap sungmin yang selalu berlebihan.

"Heheh" Sungmin hanya memperlihatkan senyum lima jarinya dan kemudian mengikuti kyuhyun yang terlebih dahulu berjalan didepannya.

"Kyuhyun !" Jerik sungmin begitu gemas karena pemuda stoic itu tadi memaksanya untuk mengikutinya tapi sekarang mengabaikannya.

Kyuhyun tersenyum dan kemudian membalikan tubuhnya. "Kau berisik sekali, mungkin hewan buas akan terbangun karena teriakkan mu !" Ledek kyuhyun dengan senyum mengejek. Namun tanpa kyuhyun duga sungmin langsung menerjang tubuhnya dan memeluk erat sekali. Jantung kyuhyun kembali berpacu keras.

"Hey !" Kyuhyun menepuk halus bahu sungmin yang terlihat bergetar. Ia jadi teringat dulu saat berkemping disekolah dasar, mereka tersesat bersama dan sungmin memeluknya begitu erat sama seperti ini. "Lee sungmin?"

"Jangan bercanda lagi, aku tidak suka." Gumam sungmin begitu kesal namun masih memeluk erat kyuhyun. "Itu tidak lucu !"

Kyuhyun sedikit terkekeh, "Bilang saja kau ingin memeluk ku ?" Candanya. Sungmin mengerucutkan bibirnya dan melepaskan pelukan tersebut dengan salah tingkah sampai membuat kyuhyun gemas bukan main ingin mencubit pipi kekasihnya tersebut.

"Tidak, aku tidak begitu !"

"Galak sekali." Cibir kyuhyun.

Sungmin kesal dan lebih memilih mendahului kyuhyun. Wajanya begitu bersungut-sungut dan merah menahan malu dalam waktu bersamaan. Kyuhyun semakin terkekeh dan mengikuti langkah sungmin dibelakang walau sebenarnya kyuhyun tidak yakin arah yang sungmin tuju itu benar.

"Sungmin..."

"..." Sungmin masih kesal dan tak berniat menjawab kyuhyun hanya berjalan kedepan mengikuti emosinya.

"Sungmin~..."

"Hey Lee sungmin !"

"Apa ?" Sungmin berbalik dan berteriak kesal karena sedari tadi kyuhyun terus menggodanya. Namun seketika jantung sungmin berdegub tak beraturan lagi kekita melihat senyuman kyuhyun yang begitu terlihat bersinar dari jarak yang cukup jauh. 'Kenapa dia selalu tampan ? aku pasti akan mati jika jantung ku terus seperti ini.'

Pipi sungmin kemudian merona karena hanya memikirkan kyuhyun saja.

"Hey sungmin, itu lihat." Kyuhyun membuat gesture mata namun sepertinya sungmin masih tidak faham dan terlihat bingung.

Kyuhyun mendesah kesal karena sungmin bukanlah tipe orang mudah faham dan tanggap dalam sekali. Kyuhyun kembali membuat gesture matanya yang menatap keatas. "Itu, lihatlah."

Sungmin langsung mendongakan kepalanya ketika fahama maksud dari kekasihnya tersebut. Pluk. Setangkai daun berbentuk bintang jatuh tepat diatas wajah cantiknya ketika tengah mendongak tadi. Sungmin langsung mengambilnya dan mengembangkan semyumnya melihat daun tersebut.

"Cantik." Gumamnya begitu takjub sambil terus memperhatikan daun maple tersebut.

"Lihat yang benar." Tambah kyuhyun.

Sungmin langsung terkesima melihat hamparan dedaunan kering tersebut yang tengah dipijaknya. Semua daun maple yang berjatuhan dan kering. Kenapa ia baru sadar jika tengah melewati pohon maple. Tentu emosi berefek banyak bagi semua orang, emosi bahkan mampu mengalahkan logika.

"Wah, ini cantik sekali." Sungmin meloncat dari satu tempat ketempat lainnya, memunguti daun maple tersebut yang terlihat begitu cantik dimatanya.

Kyuhyun berjongkok dan memungut satu daun yang tampak masih hijau. "Pohon maple disini sangat ajaib, daunnya sepanjang tahun selalu berguguran." jelas kyuhyun sambil memperhatikan daun maple ditangannya.

"Benarkah ?" Sungmin begitu antusias dan ikut berjongkok didepan kyuhyun.

"Bisa dibilang begitu-" Kyuhyun sedikit terkejut melihat penampilan sungmin saat ini. Rambut ikal sungmin dipenuhi dedaunnan. Tadi sebelumnya sungmin sempat berbaring diatas dedaunnan kering tersebut sebelum kyuhyun menjelaskan sesuatu." Astaga sungmin, apa yang kau lakukan bodoh !"

"Hehe." Sungmin kembali membaringkan tubuhnya diatas tumpukan dedaunan tersebut."Rasanya seperti didrama yang pernah ku lihat. Sangat menakjubkan." Gumamnya sambil menikmati daun-daun tersebut berjatuhan diatas tubuhnya.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat wajah sungmin yang tampak begitu sumringah. Ia tampaknya tidak salah memilih tempat. "Sungmin.."

"Hm...?" Gumam sungmin masih menikmati suasana sambil memejamkan matanya.

"Kau masih fobia ulat ?" Kyuhyun menyeringai, ia selalu menikmati saat-saat seperti ini. Menggoda sungmin.

"Apa ?" Tanya sungmin membeo.

"Kau tidak takut jika didaun itu ada ulat ?"

"Kyaaaaaa mana mana mana..."Sungmin langsung kembali menerjang tubuh jangkung didepannya hingga membuat kyuhyun terhuyung dan terduduk.

"Hahaha aku hanya bercanda, hey." Kyuhyun tergelak dan sambil menahan berat tubuh mereka.

"Kyuhyun !" Sungmin mendongak dan mendelik tak suka. Kyuhyun hanya terkekeh.

"Menyebalkan." Gerutu sungmin sambil mencoba melepaskan pelukannya pada kyuhyun. Namun diluar dugaan kyuhyun menahan pinggangnya sehingga posisi mereka tak berjarak dan sungmin semakin mengeratkan pelukan tangannya pada leher kyuhyun. Akibat sentakan tersebut keduanya tampak terlihat begitu intim. Kyuhyun terus menatap cinta kearah sungmin, hingga membuat pipi yeoja kelinci tersebut bersemu merah.

Keduanya terus menyelami onyx masing-masing seolah tatapan tersebut lebih dari cukup.

"Bodoh, kenapa banyak sekali daunnya." Dengan telaten kyuhyun membuang dedaunan kering tersebut dari atas kepala sungmin. Sungmin yang masih tertegun hanya bisa menatap takjub saja.

"Maaf.."Gumam sungmin tak begitu jelas namun masih bisa terdengar oleh kyuhyun. Kyuhyun tersenyum simpul sambil terus membersihakan dedaunan tersebut.

"Aku bisa mem-"

"Diamlah, kenapa kau begitu hipper ?" Kyuhyun kembali menahan tubuh sungmin yang hendak beranjak dari tubuhnya.

Sungmin begitu gugup bukan main, kyuhyun dan dirinya terlihat begitu intim. Dan kali ini tidak ada ekspresi kyuhyun yang tengah menggodanya yang ada ekspresi begitu tenang. Sungmin begitu menyukainya. Sungguh.

"Sungmin..." Panggil kyuhyun begitu lirih.

"Ne ?"

Kyuhyun terdiam untuk beberapa saat sebelum kembali menghembuskan nafas beratnya. "Bisakah kau mengingat hari ini..."

Sungmin yang tidak mengerti hanya mencoba menjadi pendengar yang baik untuk saat ini.

"Jika kau ingin pergi dari ku, kelak kau harus ingat hari ini." Gumam kyuhyun yang tampak ambigu ditelinga sungmin. Yeoja itu bahkan tidak mengerti maksud kyuhyun dan hanya mengerjabkan matanya.

"Jangan pergi, meski kau ingin. Jangan pernah..."

Entah mengapa sungmin merasakan nada kesedihan disetiap kyuhyun ucapkan. Meski ia tidak mengerti, ia hanya mengangguk mantap sebagai persetujuan.

Sungmin merasakan bahagia tak terhingga saat ini, kata-kata yang harusnya ia ucapkan agar kyuhyun tak meninggalkannya kini kyuhyun sendirilah yang memintanya darinya.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada pinggang sungmin dan kemudian menyatuhkan dahi mereka. Kyuhyun memejamkan matanya untuk sesaat meresapi kebahagiannya yang mungkin hanya akan berselang cepat. Jika bisa, ia ingin sekali waktu berhenti saat ini. Ia hanya ingin berdua bersama lee sungmin, hanya bersama lee sungmin seperti ini. Betapa bodohnya ia melewati tahun-tahun yang sia-sia mengejar wanita yang tak pernah melihatnya sedangkan ada yeoja yang begitu tulus dan sabar seperti sungmin yang selalu disampingnya.

"Tidak akan pernah sayang..." Tambah sungmin begitu tulus.

"Ini..." Kyuhyun memberikan setangkai daun maple yang tengah dipegangnya tadi dihadapan sungmin.

"Tidak romantis !" Sungmin mencibir namun tetap menerima daun tersebut. "Harusnya membelikan ku mawar !"

"Mawar itu mahal, uang jajan ku pasti habis karena membeli benda tidak berguna."

"Tsk, menyebalkan...yang keluar dari mulut mu hanya kata-kata kejam." Sungmin menatap kesal pada daun maple yang tengah dipegangnya.

Kyuhyun kembali terkekeh sambil membenarkan letak rambut sungmin. "Mawar juga bisa layu, tapi ini..." Kyuhyun memegang jemari sungmin yang tengah memegang daun maple tersebut juga. "akan selalu awet jika kau mengeringkannya."

"Tetap aku ingin mawar..."

"Kelak aku pasti akan menggantikan daun itu dengan mawar, ketika aku sudah menjadi pria dewasa." Janji kyuhyun penuh keteguhan.

Sungmin luluh dan semakin terpaku, entah apa lagi yang bisa ia ungkapkan sebagai rasa bahagianya. Tidak pernah ada kata yang tepat untuk menggambarkannya saat ini.

Sungmin menerjang tubuh kyuhyun dan semakin memeluknya erat. "Terimakasih, aku benar-benar mencintai mu..."

"Aku juga"

Tubuh sungmin begitu kaku, apa pendengarannya sudah tidak waras. Dalam sejarah hubungan mereka baru kali ini kyuhyun menanggapi pernyataan cintanya.

Mata sungmin yang sedikit berkaca-kaca menatap wajah tampan didepannya dengan penuh tanya. Kyuhyun kembali tersenyum dan perlahan menarik tengkuk sungmin.

"Ya, Aku mencintai mu sungmin, Lee sungmin."

Rasanya ingin menangis saat itu juga, namun semuanya tertahan begitu saja ketika dengan lembutnya kyuhyun melumat bibir plumpnya. Baginya ini pertama kali mereka melakukannya lebih dari sekedar ciuman. Ingin meledak rasanya. Sungmin semakin mengeratkan tangannya memeluk leher kyuhyun. Ia hanya diam tanpa bisa membalas, begitu gugup dan membiarkan kyuhyun menguasainya. Sungmin hanya terlalu bahagia, penantian panjangnya berujung manis.

Kyuhyun semakin intens melumat bibir bawah sungmin dengan gemas dan merasakan tak ada pergerakan berarti dari sungmin. Sepertinya ia harus sedikit bersabar, sungmin kali ini berbeda dengan sungmin yang semalam cukup liar dan membuatnya bergairah. Tak peduli itu, kyuhyun terus melumat bibir sungmin dengan intens dan bergerak merambat turun keatas dagu sehingga membuat sungmin sedikit kegelian.

"Haha geli..."

Kyuhyun langsung menghentikan tindakannya dan menatap kembali wajah sungmin yang terlihat merah padam.

"Maaf itu benar-benar geli...tapi jika kau ingin..."

"Ssstt..." Kyuhyun kembali mengecup bibir sekilas dan itu membuat jantung sungmin jauh berdebar dibandingkan ciuman panjang tadi. "Kau ingin membuat anak ?"

"Apa ?" Sungmin membelalakan matanya dan tanpa persiapan lagi kyuhyun langsung memabalikan tubuh mereka, menjadi menindih tubuh sungmin.

"Ayo kita buat anak saja kali ini..." Goda kyuhyun dengan seringaian khasnya yang tampak mengerikan.

Sungmin menelan ludahnya dan tidak bisa membayangkan adegan-adegan komik ples-nya yang ia pernah baca akan ia praktikan kali ini. Ia benar-benar belum siap, ia takut pada eommanya.

"Eomaaaa" Teriakan nyaring sungmin cukup membuat kyuhyun benar-benar terpingkal.

"Benar-benar orang bodoh. Selalu tertipu." Kyuhyun beranjak dan meninggalkan sungmin yang masih tengah berbaring. "Cepat, sudah sore."

"Yang tadi cuman bohongan ya ?" Gumam sungmin masih setengah sadar. "Yaa Cho ! Mati kau !" Sungmin langsung bergerak mengejar kyuhyun.

Keduanya tertawa saling mengejar. Tanpa beban, hanya tertawa. Tertawa karena hal yang mereka inginkan. Bahagia, itu cukup tertawa bersama dengan orang yang kita kasihi.

Keduanya lemas karena berkejaran dan menyerah berjalan bersama namun sungmin tak hilang akal, dengan cepat ia menyampirkan lengan kokoh kyuhyun pada bahunya dan ia merangkul pinggang kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum melihat tingkah manis kekasihnya tersebut, dan sesekali mereka mengobrol ringan melewati jalan.

-Jika bisa kuputar waktu bersama mu kembali, mungkin aku akan menyerahkan hidup ku untuk itu. Semuanya datang terlambat, terlalu manis dan aku takut rasa kehilangan itu. Jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi.- Kyuhyun.

E... TBC

kkkkk Yuhuuuu ada yg mash nunggu ff saya yg ini ? Atau END aja ._. kkk

Lama banget ya say tiba" hiatus...enth mood saya benar" kacau dan tiba" saja memutuskan hiatus.

Maaf atas keterlambatannya publish ff ini, semoga mash ada yg bermint ^^

Dan terimkash atas dukungan kalian ^^

See you the next chap...Semoga respon kalian pd ff saya tdk berkurang ^^