ARDIEKA PROUDLY PRESENT
Black Scandal of The Band
Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Story by: Me!
Warning: gajeness nista sumpaahh! Typos bermekaran(?) rated M. OOC. AU.
Don't like don't read. Simple as that.
.
.
.
CHAPTER 2
PART : NAMIKAZE MINATO
"hee? Arigatou senpai"
Obito hanya menatap rin dengan tatapan gaje, yang dianggap sebagai tatapan mesum oleh kakashi. Sedangkan minato hanya magut magut gaje sambil nyengir, tapi dalam hati ia masih memikirkan jalan keluar dari masalah nya sendiri. Betapa bodoh nya ia, sampai ia bisa menghamili anak orang. Tadi nya ia hanya berpikir untuk main main dengan wanita itu, status nya sama dengan rin, junior nya yang ada di kampus. Entah sejak kapan ia mulai tertarik dengan wanita itu, minato pun Cuma bisa garuk garuk tengkuk nya yang tidak gatal itu. Kouhai nya yang satu itu memang selalu ada di dekat minato dimanapun ia berada, kecuali toilet tentunya. Jika ia mengingat kejadian hari itu, minato hanya tersenyum senyum sendiri, hujan lebat, rambut merah nya yang semerah tomat, tatapan lembut plus plus nya… ( nah loo..? )
Lalu sekelebat bayangan mantan sialan nya muncul kembali. Wanita jalang itu yang berusaha untuk menghancurkan hubungan nya dengan kushina. Hanya karena tak rela minato mendapat pengganti yang lebih baik dari nya. Wanita jalang it uterus terusan meneror melalui telfon dan bingkisan bingkisan aneh terhadap kushina. Tapi aneh nya, kouhai nya itu tampak tak perduli sama sekali terhadap tindakan kurang ajar mantan minato tersebut, malahan ia hanya menatap minato sambil tersenyum lalu berkata, 'asalkan kau bersama ku, tak perduli dunia mau mengapakan aku, aku akan selalu ada untuk mu minato kun', nah, dari situlah minato merasa bahwa, kushina adalah wanita yang sungguh sungguh tulus menyayangi nya lahir batin, tak perduli strata sosisal nya yang selalu dianggap rendah oleh orang banyak hanya karena ia adalah yatim piatu, ataupun, keluarga kushina yang notabene nya adalah orang paling terpandang se konoha. Memiliki kekayaan dan asset dimana mana. Yang selalu tak membiarkan putri penerus klan uzumaki tersebut lecet sedikitpun.
Sedangkan diri nya? Dia hanyalah anak band gembel dengan 2 ekor primata yang selalu berpenampilan tak lebih bagus dari nya, ohh, dan jangan lupa juga sang editional player yang juga gak kalah gak punya duit nya dibanding mereka. Zetsu. Kouhai yang selalu habis untuk mereka jahili semaunya tanpa ada rasa percaya diri untuk membalas mereka. Yah begitulah, dialah minato. Seorang namikaze minato, yang selalu menggelandang dalam hal cinta dan cari makan, bareng dua beruk kesayangan nya yang udah dia anggap seperti adik kandung yang tak pernah ia miliki. Hatake kakashi dan Uchiha obito. Yang selalu hadir dengan memberi keceriaan tanpa sebab, kemalasan tanpa sebab, dan kenistaan yang selalu berpenyebab(?).
Sampai hari itu tiba, kalau bisa dibilang berkah yah berkah, musibah yah enggak juga (?). hari dimana ia bertemu dengan uzumaki kushina, seorang putrid konglomerat dari klan uzumaki. Hari itu hujan lebat, selepas kelas terakhir nya minato bergegas membereskan buku buku nya yang berserakan di atas meja. Lalu segera lari secepat cepat nya menuju parkiran dimana motor kesayangan nya tengah terparkir bermandikan air hujan yang mengguyur nya dengan deras. Tiba-tiba sorot matanya menangkap sesosok wanita yang tengah menegadahkan wajah nya menantang deras nya hujan, rambut merah menyala nya lepek terguyur air hujan.' Wanita itu tampak nya seperti sedang menangis, ataukah itu hanya lelehan ir hujan?' inner minato menyeruak, lalu sedetik kemudian, "ah, bukan urusan ku,"
Tapi kemudian ia teliti lagi wanita didepan nya itu, ia tampak memegang sebuah, pistol..?
"WHAT THE F**K!" minato kaget setengah mati begitu mengetahui wanita itu mengeluarkan sepucuk pistol dari dalam kantong tas nya lalu membuka mulut nya, dan menyelipkan moncong senjata itu kedalam rongga mulut nya tanpa mengubah posisi nya yang tengah menengadah menantang langit dengan wajah nya itu. Minato lantas segera berlari kearah wanita itu sembari melempar tas ransel nya kesembarang arah, lalu menubruk wanita itu saat ia sudah menarik pelatuk pistol tersebut. Dan disaat bersamaan, minato mencoba merebut pistol itu dari tangan wanita itu, tanpa pikr panjang ia melempar pistol itu ke sungai yang kebetulan ada di depan mereka sekarang terduduk.
"K-KAU S-SUDAH GILA YA!?" minato berteriak histeris didepan gadis itu, tapi gadis yang diteriaki itu sama sekali tak bergeming mendengar teriakan minato yang menggelegar itu, tatapan nya kosong, ia hanya menatap aliran sungai yang ada didepan mereka dengan tatapan hampa.
Masih mencoba mengandalikan nafas nya yang terengah engah karena berlari tadi , minato berusaha untuk merendahkan nada suara nya lalu bertanya pada gadis itu,
"siapa nama mu? Kenapa kau lakukan itu?"
"…"
"hei, apa kau habis di putusin pacar mu?"
"…"
"ohh iya, nama ku, minato, namikaze minato, kamu?"
".. k-kushi.. na.. uzuma-kki.. hiks.."
Butiran demi butiran bening itu jatuh menuruni pipi mulus kushina yang memang sudah basah akan air hujan itu, dengan segera minato merangkul kushina dengan bermaksud untuk menenangkan nya, ia usap perlahan puncak kepala wanita itu dengan lembut dan menenangkan.
"ssstt… tenanglah, siapapun orang yang telah menyakitimu sedemikian rupa itu, ia akan mendapat apa yang sepantas nya untuk nya, dimana rumah mu? Mau aku antar pulang? Atau, kau mau kesuatu tempat untuk menenangkan diri mu? Akan ku antarkan bila kau mau," tak pernah minato sadari, ia bisa selembut itu pada wanita ini, melihat sikap nya yang dingin pada wanita wanita hingga kouhai kouhai nya meledek nya seorang yaoi, padahal, ia normal. Hanya saja ia menyimpan trauma mendalam pada seorang wanita yang dulu ia cintai di masa lalu. Hal itu pun sukses pernah membuatnya hampir bunuh diri juga kala itu, tapi niat nya ia urungkan , karena ia merasa cukup dengan mengunci hati nya saja ia akan bisa menyembuhkan rasa sakit itu. Tapi sekarang ia bertemu dengan gadis yang bernasib sama dengannya. Akan kah ia bisa berbagi rasa pahit nya yang sangat getir itu, dan berharap bisa mebuka gembok yang telah mungkin, berkarat dan dan atau hamper membusuk itu..
Entahlah , minato tak mau tau, kalau memang jodoh selanjut nya adalah gadis ini, ia akan berusaha semampunya untuk menjaga sekuat yang ia bisa, agar tak akan merasakan kegetiran itu lagi.
"a-ano, apa kau mau kesuatu tempat nona?"
"bisakah, a-aku, kerumah mu namikaze san?"
"hee? Na-nani?"
"emm.. aku hanya i-ingin meminjam beberapa pakaian kering lalu pulang,"
"hee? Ah, a-ano, gomen, aku tak bermaksud untuk berharap hal lain, te-temo, baiklah,"
"ha'I, arigatou gozaimasu namikaze san,"
"ah, panggil aku minato saja, dengar sebutan formal itu aku jadi merasa sedikit aneh,"
"eh? Baiklah. Te-temo, toshite?"
"toshite mou? E-eto, aku merasa seperti oom oom yang menculik anak gadis dibawah umur, hhehe.."
Percakapan itu terus berlanjut diatas motor kesayangan minato yang melaju sedang di tengah rintikkan hujan yang mulai mereda itu. Dada minato terasa mau meledak, harus nya ia merasakan hawa dingin di sekujur tubuh nya, tapi mengapa yang ia rasakan malahan hawa panas yang menyeruak dari dalam tubuh nya? Ada apa dengan nya?
Tanpa minato ketahui, kushina pun merasakan hal yang sama dibalik pelukan nya di punggung minato. Padahal ia baru saja patah hati, tapi saat ia bertemu dengan minato, dan mendekap punggung minato ia tak merasakan rasa sakit itu lagi. Hanya kehampaan yang masih tersisa di relung hati nya.
~TBC~
Review...
Please...
